• INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 21, 2024
  • 0 Comments
Prabowo Kunker ke Australia dan Papua Nugini

INDOPOS-Menteri Pertahanan (Menhan) RI yang juga Presiden Terpilih Prabowo Subianto melakoni kunjungan kerja (kunker) ke Australia dan Papua Nugini. Prabowo dikawal sejumlah figur penting mulai dari Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wentimpo, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid hingga Direktur Jenderal (Dirjen) Strahan Kemhan Mayjen TNI Ujang Darwis. Seperti dikutip siaran pers Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (20/8/2024), Mereka menyambut kedatangan Prabowo di Hyatt Hotel Canberra setelah ketua umum Partai Gerindra itu tiba di Pangkalan Angkatan Udara RAAF Base Fairbairn Canberra Senin (19/8/2024) pukul 19.04 waktu setempat. Tampak pula sejumlah pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra lainnya turut menyambut kedatangan Prabowo di hotel tersebut. Sebelumnya, saat tiba di Pangkalan Angkatan Udara RAAF Base Fairbairn Canberra, Prabowo disambut sejumlah pejabat pemerintah Australia. Mereka di antaranya Minister for Defence Industry and Capability Australia Pat Conroy MP dan Chief of the Defence Force Admiral David Johnston. Tak hanya itu, turut menyambut Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Penny Williams, Dubes Indonesia untuk Australia Siswo Pramono, Athan Australia di Jakarta BG Matt Campbell, dan Athan RI di Canberra Laksma TNI Yusliandi Ginting beserta jajaran. Selama kunker ini, Menhan Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, serta Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Richard Marles. Adapun kunker Prabowo ke PNG dijadwalkan akan berlangsung setelah berkunjung ke Australia. (Ali)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 21, 2024
  • 0 Comments
Kemendag dan Kemenperin Sinergi Perkuat Industri Nasional

INDOPOS–Jakarta, Pada Mei 2024 lalu, Pemerintah mengeluarkan Permendag 8/2024 tentang Larangan Pembatasan (Lartas) Barang Impor yang merevisi Permendag 36/2023. Ketentuan tersebut dikeluarkan untuk memberikan relaksasi pada 7 komoditas yang mengalami kendala impor yang mengakibatkan penumpukan kontainer di pelabuhan. Adapun sebagian besar komoditas yang tertahan di pelabuhan tersebut ialah bahan baku industri sehingga dikhawatirkan dapat menghambat proses produksi di berbagai sektor. Oleh karena itu, Pemerintah mengambil langkah cepat dengan merevisi aturan impor untuk mempermudah masuknya bahan baku industri yang tertahan di pelabuhan melalui Permendag 8/2024. Wamendag Jerry mengungkapkan adanya Permendag 8/2024 justru merupakan bentuk sinergi Pemerintah untuk memperkuat industri nasional dengan memudahkan proses impor untuk bahan baku industri. “Permendag 8/2024 justru bentuk sinergi Pemerintah untuk Memperkuat Industri Nasional, kami di Kemendag terus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan Kemenperin untuk memperlancar arus bahan baku”, ujar Jerry di Jakarta, Rabu (21/8/2024). “Kemendag dan Kemenperin satu tujuan untuk memperkuat industri dalam negeri, untuk itu kami mengapresiasi Bapak Agus Gumiwang selaku Menperin yang sangat akomodatif sehingga implementasi Permendag 8/2024 lancar dan sesuai dengan arahan Pak Presiden untuk memperkuat industri dalam negeri”, tambah Jerry. Pada Juli lalu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menerima kunjungan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang di kantor Kementerian Perdagangan. Kedua menteri tersebut membahas kebijakan impor dan Satgas Pengawasan Impor Ilegal. “Banyak sekali hal yang dibahas antara kami berdua. Dan Alhamdulillah sebagai bagian dari pemerintah, kita melihat sama-sama pentingnya mendukung industri manufaktur di Indonesia sebagai penopang, sebagai kekuatan ekonomi bangsa,” ungkap Menperin Agus Gumiwang di Kantor Kemendag, Jumat (19/7/2024). Pasca pertemuan tersebut Pemerintah membentuk Satgas Pengawasan Barang Impor Ilegal yang terdiri dari 11 K/L antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Polri, Kementerian Keuangan, dan lainnya. Dengan dibentuknya Satgas tersebut diharapkan tata niaga impor dapat lebih baik sehingga memperkuat industri di berbagai sektor. (***) 

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 21, 2024
  • 0 Comments
Apresiasi Keputusan MK, FKKB Dorong Anies Maju Pilkada DKI

INDOPOS–Front Kader Ka’bah Bersatu (FKKB) menyampaikan apresiasi terhadap Putusan MK sehingga ambang batas pencalonan kepala daerah tidak lagi sebesar 25 persen perolehan suara partai politik atau gabungan partai politik hasil Pileg DPRD atau 20 persen kursi DPRD. Untuk Pilgub Jakarta, berdasarkan putusan MK, ambang batas pencalonan gubernur turun menjadi 7,5 persen suara hasil pileg sebelumnya. Demikian disampaikan oleh Ketua FKKB Ichwan Jayadi dalam rilisnya pada (20/08/2024). “Kami tentu menyampaikan apresiasi terhadap putusan MK tersebut, dengan demikian pintu demokrasi yang hampir tertutup menjadi terbuka kembali” kata Ichwan. Ichwan Jayadi yang juga mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tahun 2018 menambahkan, adanya putusan MK ini membuka peluang calon alternatif pilihan masyarakat. Secara khusus di DKI Jakarta kami mendorong agar parpol yang belum tergabung dalam KIM Plus seperti PDIP bersama partai non kursi untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon alternatif pilihan warga DKI Jakarta. “tentu kami berharap agar partai yang belum tergabung koalisi KIM plus agar mengusung Anies Baswedan sebagai Cagub DKI Jakarta. Agar prestasi dan program-programnya sewaktu menjabat Gubernur DKI Jakarta bisa dilanjutkan kembali”. Tambah Ichwan. FKKB juga mendorong agar DPR segera melakukan revisi UU Pilkada agar Putusan MK bisa dijalankan tahun ini. “Sehingga tidak hanya Jakarta, namun seluruh rakyat Indonesia terbuka peluang untuk memilih calon alternatif pilihan rakyat”. Tutup Ichwan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 20, 2024
  • 0 Comments
Perjuangan APHA Tak Akan Pupus Meski Judicial Review Ditolak MK

INDOPOS-Penolakan judicial review (JR) Asosiasi Pengajar Hukum Adat (APHA) Indonesia, dalam Perkara nomor 67/PUU-XXII/2024 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) sore tadi, tidak akan memupuskan perjuangan akademisi yang tergabung dalam APHA Indonesia untuk Masyarakat Hukum Adat. SEKJEN APHA INDONESIA Dr Rina Yulianti SH MH, FH Univ Trunojoyo Madura, dalam siaran pers menyampaikan, meskipun dalam putusan tersebut menolak seluruh gugatan atas pembentukan kementerian baru urusan masyaraka adat tetapi ada hal yang menarik dari pertimbangan hakim tersebut. Hakim menyatakan bahwa hal yang lebih penting saat ini bukan membentuk kementerian baru, tetapi segera untuk mengesahkan RUU MHA. “Hal ini yang menjadi tantangan ke depan, karena upaya mendorong pengesahan RUU MHA yang telah menjadi mandat konstitusi belum juga dilaksanakan oleh pemerintah dan DPR,” terangnya. Berbagai aktifitas telah dilakukan APHA sejak terbentuk, bertujuan mendorong agar segera disahkan RUU MHA tersebut, antara lain melalui forum ilmiah yang bekerja sama dengan MPR RI, Call for Paper yang merupakan ajang diseminasi para pakar hukum adat, sampai pada audiensi dengan Badan Legislatif DPR RI. Judicial Review ini juga bagian dari mendorong RUU segera diundangkan apapun hasilnya, terbukti meskipun menolak dalam pertimbangannya majelis menyatakan pentingnya segera mengesahkan RUU MHA tersebut untuk menyelesaikan uusan-urusan masyarakat hukum adat yang belum terpenuhi hak-haknya. “Sekali lagi APHA Indonesia tetap akan menjadi garda dalam rangka memperjuangkan dan mewujudkan hak-hak konstitusional MHA dengan cara-cara akademik,” tegasnya. Tidak lupa APHA Indonesia mengucapkan terimakasih pada kantor hukum VST yang diwakili Bapak Viktor Santoso Tandiasa untuk menjadi kuasa dalam pelaksanaan JR dalam perkara nomor 67/PUU-XXII/2024. (wok)  

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 20, 2024
  • 0 Comments
Ketum SORBAN NU Tahyudin Aditya Dukung Ridwan Kamil dan Suswono, Semoga Menang dan Membawa Jakarta Sejajar dengan Kota Besar Dunia

INDOPOS-Ketua Umum Relawan Sobat Prabowo Gibran Nusantara (SORBAN NU) Tahyudin Aditya, mengucapkan selamat dan sukses, kepada Ridwan Kamil dan Suswono, yang telah resmi dideklarasikan sebagai bakal Calon Gubernur-Cawagub Jakarta di Pilkada 2024, Senin (19/8/2024) petang. “Sorban NU mendukung Ridwan Kamil dan Suswono sebagai kelanjutan dari dukungan Sorban NU terhadap Prabowo dan Gibran, dan kita berharap dengan Ridwan Kamil menjadi Gubernur DKI Jakarta, akan menjadi lebih maju dan modern. Jakarta menjadi kota global dan dapat bersaing dengan kota-kota besar dunia lainnya,” ujar Tahyudin pada wartawan, Selasa (20/8/2024). Tahyudin berharap, pasangan ini akan membawa perubahan yang lebih baik bagi Jakarta, apabila nanti terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur. Keduanya juga harus memberikan perhatian lebih, kepada masyarakat Betawi sebagai warga inti Jakarta. Dalam menjalankan program, RK dan Suswono hendaknya melibatkan masyarakat Betawi untuk turut serta membangun Jakarta. Menurut Tahyudin, sosok Ridwan Kamil dan Suswono merupakan pasangan calon gubernur yang dapat mempersatukan masyarakat Jakarta. “Sosok ini bisa menjaga kerukunan di Jakarta, sosok ini bisa membawa kerukunan dan ketentraman kita di Jakarta, sosok ini bisa membawa kemajuan Jakarta,” ujar Tahyudin, pada wartawan. Tahyudin mengatakan, adanya kekuatan politik yang besar sekaligus dukungan dari partai koalisi yang tergabung dalam KIM Plus dapat menjadi modal bagi pasangan calon yang diusungnya. “Akan menjadi modal bagi (Ridwan Kamil) Kang Emil, akan menjadi modal bagi Pak Suswono untuk membangun Jakarta yang lebih baik, untuk membangun Jakarta yang lebih maju, dan untuk membawa Jakarta yang lebih hebat dari sekarang ini,” jelasnya. Tahyudin menegaskan Ridwan Kamil merupakan orang yang layak untuk maju di Pilkada 2024 karena sudah memiliki banyak pengalaman. “Ridwan Kamil semasa menjadi gubernur Jawa Barat telah mendorong berbagai macam entrepenuer muda, telah menginspirasi banyak kaum muda, telah mengilhami banyak orang-orang untuk berkreasi dan berinovasi dan akan beliau lanjutkan di Jakarta,” tutur Tahyudin. Ia juga berharap bahwa pasangan calon gubernur yang diusung oleh partainya tersebut merupakan harapan bagi masyarakat Jakarta untuk menata Kota Jakarta menjadi lebih baik. Tahyudin percaya dengan Ridwan Kamil dan Suswono dapat menyelesaikan dengan baik satu per satu permasalahan di Jakarta apabila terpilih sebagai gubenur dan wakil gubernur Jakarta peiode 2024-2029. “Kami berharap Kang Emil dan Pak Suswono akan lebih maksimal dari yang sudah-sudah. Itulah sebabnya koalisi ini bersatu dalam koalisi besar,” tutupnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 20, 2024
  • 0 Comments
SGY: Mungkinkah Anies Menjadi Political Vagabond?

INDOPOS-Pada Senin, 19 Agustus 2024, Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus secara resmi mengusung Ridwan Kamil (RK) dan Suswono untuk maju dalam Pilgub Jakarta 2024. Deklarasi pasangan ini digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, dan dihadiri oleh dua belas partai politik. Kedua belas partai yang berkoalisi tersebut meliputi Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PSI, Gelora, dan Garuda, yang dikenal sebagai KIM. Dukungan juga diberikan oleh PKS, PKB, NasDem, PPP, dan Perindo, sehingga gabungan partai ini disebut KIM Plus. Pasangan RK-Suswono akan diantar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pada batas akhir pendaftaran tanggal 27-29 Agustus 2024. Saat ini, hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak bergabung dengan KIM Plus. Namun, PDIP hanya memiliki 15 kursi di DPRD DKI Jakarta, sedangkan untuk mendaftarkan Anies Baswedan sebagai calon gubernur DKI Jakarta dibutuhkan dukungan minimum 22 kursi. Dengan tidak adanya partai politik lain yang dapat diajak bergabung, peluang Anies untuk mendapatkan dukungan cukup semakin menipis. Dengan demikian, hampir pasti Anies Baswedan gagal maju di Pilkada Jakarta 2024. Hal ini memunculkan banyak pertanyaan di kalangan publik, salah satunya: Mungkinkah Anies Baswedan akan menjadi “political vagabond” atau gelandangan politik? Pertanyaan ini mungkin menjadi relevan mengingat partai NasDem, PKS, dan PKB, yang sebelumnya diharapkan akan mengusung Anies, kini telah secara resmi meninggalkannya. Kondisi ini mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Anies. Padahal, elektabilitasnya selalu berada di puncak berbagai survei menjelang Pilkada DKI Jakarta 2024. Tingginya elektabilitas ini bisa jadi membentuk kepercayaan diri Anies, membuatnya yakin akan mendapatkan tiket Pilkada melalui dukungan NasDem, PKS, dan PKB. Pada saat itu, Anies mungkin merasa tidak perlu secara aktif mencari dukungan dari partai-partai tersebut. Dia mungkin menganggap bahwa PKS, NasDem, dan PKB lebih membutuhkan dirinya untuk meningkatkan pengaruh politik mereka daripada sebaliknya. Pengalaman dukungan partai-partai ini saat Pilpres kepada Anies kemungkinan juga dijadikan patokan untuk mengharapkan dukungan serupa di Pilkada Jakarta. Namun, dinamika politik menunjukkan bahwa keyakinan ini mungkin keliru. Ketiga partai ini memang merupakan pendukung utama Anies dalam Pilpres Februari 2024. Namun demikian, dukungan mereka tidak otomatis berlanjut dalam Pilkada DKI Jakarta pada November 2024. Perbedaan Antara Pilpres dan Pilkada Perbedaan signifikan antara Pilpres dan Pilkada Jakarta harus dipertimbangkan dengan cermat. Dalam Pilpres, mendukung Anies adalah langkah strategis bagi partai-partai pendukungnya, seperti PKS, NasDem, dan PKB. Jika berhasil, mereka bisa menguasai eksekutif secara penuh, sebuah pencapaian besar dalam peta politik nasional. Namun, dalam Pilkada Jakarta, mengusung Anies sebagai calon gubernur mungkin tidak menawarkan keuntungan yang sebanding. Bagi PKS, NasDem, dan PKB, jabatan gubernur DKI Jakarta mungkin tidak memiliki dampak kekuasaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan skala nasional. Jabatan ini mungkin dianggap kurang strategis, terutama jika dilihat dari perspektif keuntungan jangka panjang yang lebih besar. Bagi Anies sendiri, Pilkada Jakarta bisa menjadi batu loncatan menuju Pilpres 2029. Namun, dari sudut pandang partai-partai pendukungnya, pertaruhan ini mungkin dinilai tidak sepadan dengan risiko politik yang harus mereka hadapi. Ini terutama jika Anies tidak berhasil mengonsolidasikan dukungan yang solid atau jika perolehan suara di Pilkada tidak sesuai harapan. Sikap independen Anies juga menambah kompleksitas situasi ini. Anies tampaknya enggan bergabung secara formal dengan salah satu partai politik pendukungnya. Kondisi ini boleh jadi mempersempit peluang Anies untuk mendapatkan dukungan penuh dari PKS, NasDem, atau PKB. Akhirnya, ketiga partai tersebut mungkin lebih cenderung mengusung kader mereka sendiri sebagai calon gubernur atau wakil gubernur. Sikap Anies yang mungkin menolak berafiliasi dengan partai tertentu dapat menjadi hambatan dalam membangun kesepakatan politik yang solid. Hal ini menempatkan Anies dalam posisi yang cukup sulit dalam peta politik Pilkada Jakarta, di mana dukungan partai sangat menentukan. Biaya Kampanye dan Faktor Penentu Biaya politik untuk Pilkada Jakarta juga bisa menjadi faktor penting yang menghalangi Anies. Kampanye Pilkada memerlukan dana yang besar, dan Anies Baswedan mungkin tidak memiliki sumber pendanaan yang cukup kuat untuk membiayai kampanye secara mandiri. Permasalahan dana kampanye mungkin bisa menambah beban bagi partai-partai pendukungnya. Sebagai solusi alternatif, partai-partai tersebut mungkin harus mempertimbangkan apakah mendukung Anies sepadan dengan biaya dan risiko yang harus mereka tanggung. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ada setidaknya tiga faktor penting yang mungkin menjadi penyebab munculnya pertanyaan publik: mengapa Anies Baswedan gagal maju dalam Pilkada Jakarta dan berpotensi menjadi “political vagabond” atau gelandangan politik? Faktor pertama adalah kemungkinan adanya kepercayaan diri yang berlebihan pada diri Anies Baswedan. Keadaan ini bisa saja memunculkan asumsi bahwa partai-partai politik lebih membutuhkan Anies daripada sebaliknya. Faktor kedua adalah kemungkinan sikap Anies yang menolak bergabung dengan partai politik. Sikap ini bisa mempersempit peluang Anies untuk mendapatkan dukungan dari partai-partai tersebut. Faktor ketiga adalah keterbatasan sumber dana yang mungkin dihadapi…

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 20, 2024
  • 0 Comments
Bang H.Amink, Tokoh Muda Betawi Menyambut Sukacita Ridwan Kamil Dicalonkan jadi Gubernur Jakarta

INDOPOS-Sebanyak 12 partai politik mendeklarasikan dukungan kepada Ridwan Kamil dan Suswono sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Daerah Khusus Jakarta periode 2024-2029. Deklarasi digelar di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta, Senin (19/8/2024) sore “Dengan mengharap rahmat Allah SWT, Tuhan YME, pada hari ini, Senin, 19 Agustus 2024, kami partai politik yang tergabung dalam koalisi Jakarta Baru untuk Jakarta Maju menyatakan mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur dan Suswono sebagai calon wakil gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah Khusus Jakarta Tahun 2024 serta siap memenangkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono menjadi gubernur dan wakil gubernur DKJ periode 2024-2029.,” ujar Muzani. Bang Haji Amirullah atau yang Akrab dipanggil bang H.Amink Sangat senang sekali sosok Ridwan Kamil yang didukung oleh Partai – Partai Politik untuk Menjadi Calon Gubernur 5 tahun kedepan, Saya Melihat track record Kang Emil sudah tidak ragukan lagi, sebagai gubernur Jawa Barat, beliau pernah memimpin 50 juta jiwa warga Jawa barat dan hasilnya kita lihat sangat baik, apalagi hanya 10 juta jiwa warga Jakarta tentunya akan lebih mudah. “Saya yakin beliau bisa mengantarkan Jakarta yang baru ini menjadi Jakarta yang maju. “Ujar bang H.Amink yang juga Sekjend LPNU Jakarta dan Wk.Ketua Umum Kadin Jaksel. Jakarta Butuh Sosok Pemimpin yang memiliki Visi kedepan dan memahami Tata kota yang baik, sehingga permasalah Klasik di Jakarta seperti Macet dan Banjir ini bisa ditangani dengan baik, “Jakarta Butuh pemimpin yang mau bekerja bukan hanya Retorika, ujar bang Amink yang juga seorang Arsitek dan Pengusaha. Bang H.Amink juga mengatakan “Modal 12 dukungan Parpol ini merupakan langkah awal yg baik utk kedepan menjadikan Jakarta Baru Menjadi Jakarta yang Maju dan Sejahtra warganya. “Itu akan tercapai apabila 12 partai yang memberikan dukungan kepada Kang Emil dan Pak Suswono dapat mendukung dengan baik,” Bang H.Amink juga ikut hadir dalam Deklarasi tersebut bersama Tokoh2 Muda Betawi lainnya. (wok)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 20, 2024
  • 0 Comments
KASPA dan Mengungkap Peta Jalan Hard-Fork “Crescendo” — 10BPS serta Lebih Banyak Lagi

INDOPOS-Ditulis oleh Michael Sutton Dengan bantuan coderofstuff, Shai Wyborski dan lainnya Dengan keberhasilan penerapan perangkat lunak simpul Rusty Kaspa (RK) ( rilis stabil ), dan penerapannya secara luas oleh jaringan P2P Kaspa dan komunitas penambangan (~ 97% blok Kaspa ditambang melalui simpul RK), tim pengembangan sumber terbuka inti kini mulai mempersiapkan hard-fork¹ yang akan, antara lain², meningkatkan laju blok jaringan dari 1 menjadi 10 blok per detik (BPS). Dalam posting ini, saya menguraikan peta jalan sementara untuk hard-fork mendatang, yang dengan ini dinamakan Crescendo , apa saja yang mungkin akan disertakan, dan proses penerapannya. Ringkasan Secara garis besar, berikut ini adalah cara kami membayangkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menerapkan percepatan tersebut pada jaringan utama Kaspa. Proses ini melibatkan beberapa fase berulang berikut: Peluncuran & stabilisasi: Luncurkan testnet dengan laju blok yang diinginkan dan pengaturan jaringan terkait, dan lakukan stabilisasi. Hal ini telah dilakukan dengan TN11 , testnet Kaspa 10-BPS yang sudah ada, yang telah beroperasi sejak 7 Januari 2024. ( Selesai ) Mengidentifikasi hambatan: Mengidentifikasi hambatan pemrosesan secara berulang dan melakukan optimasi kinerja untuk menurunkan spesifikasi perangkat keras yang diperlukan untuk menjalankan node. ( Selesai ) Peningkatan berulang : Ulangi langkah di atas hingga spesifikasi minimal cukup terjangkau dan cukup rendah untuk memenuhi desentralisasi yang dibutuhkan untuk mainnet. ( Kita di sini , semakin dekat dengan konvergensi loop pengoptimalan ini. Perkiraan jangka waktu: ~2 bulan dari sekarang.) Pengalaman pengguna yang ditingkatkan : Setelah persyaratan kinerja ditetapkan, sempurnakan perangkat lunak node ke tingkat pengalaman pengguna yang dibutuhkan oleh operator mainnet. Artinya, beberapa masalah kecil yang dapat diabaikan dalam pengaturan testnet perlu ditangani di sini (~3 bulan dari sekarang). ( Berikutnya ) Fitur tambahan : Terapkan fitur hardfork tambahan dan sebarkan pada TN11. (Target jangka waktu: ~4–5 bulan dari sekarang. Beberapa fitur mungkin dikecualikan agar sesuai dengan jangka waktu.) Pembekuan fitur. Versi hardfork: Terapkan versi transisi hardfork Terapkan uji coba transisi : Terapkan versi transisi pada TN10 (uji coba 1 BPS) untuk mensimulasikan transisi mainnet. Penerapan mainnet dengan transisi hardfork diaktifkan 1–2 bulan kemudian Panduan lebih rinci Saat ini, pengembang RK sedang sibuk mempersiapkan versi mainnet yang difokuskan pada pengenalan banyak fitur mempool yang kebutuhannya dirinci oleh peluncuran beta KRC-20. Ini termasuk fitur-fitur rumit seperti RBF (replace-by-fee) dan API estimasi biaya, yang keduanya memerlukan kerja hati-hati dengan pengembang ekosistem. Setelah versi ini dirilis³, fokus akan beralih ke pembuatan versi berorientasi kinerja yang dimaksudkan untuk menstabilkan node TN11. Versi ini akan digunakan untuk menyelaraskan partisipan TN11 di belakang versi yang diharapkan dapat mengatasi semua hambatan pemrosesan saat ini dan menyediakan operasi jaringan yang lancar secara keseluruhan. Pekerjaan utama adalah menggabungkan PR yang ada berikut ini: Menghitung GHOSTDAG pada level yang lebih tinggi hanya sesuai permintaan sambil membuat bukti pemangkasan. Ini adalah PR yang signifikan namun rumit yang masih memerlukan tinjauan menyeluruh sebelum digabungkan. Validasi input paralel , memperkenalkan ketelitian yang lebih baik saat memproses transaksi dengan memvalidasi input secara paralel. Meningkatkan formula KIP9 pada TN11 ke bentuk akhirnya (TN11 diluncurkan dengan versi KIP9 yang prematur). Implementasi KIP10 , penggabungan alamat, yang memungkinkan transaksi mikro dengan KIP9, lihat di sini . Logika yang ditingkatkan untuk pengambilan sampel transaksi saat membangun templat blok Setelah fitur-fitur ini digabungkan, TN11 akan diluncurkan dengan versi baru ini, dan berjalan dengan beban maksimum selama beberapa minggu. Ini akan memungkinkan kita untuk memahami persyaratan sistem yang diperlukan untuk menjalankan node tersebut. Jika persyaratan sistem minimal dianggap terlalu tinggi, beberapa parameter (seperti ukuran jendela penyesuaian kesulitan dan laju sampel, kedalaman finalitas, dll.) harus disesuaikan, diikuti dengan pengujian selama beberapa minggu lagi. Atau, siklus kinerja lebih lanjut dapat dipertimbangkan. Selama periode pengujian, pekerjaan akan dilanjutkan pada beberapa fitur lainnya termasuk: Meningkatkan dan menyempurnakan proses IBD, menangani beberapa kasus tepi dalam proses sinkronisasi node baru yang sangat jarang terjadi di mainnet, tetapi akan diperburuk dengan BPS yang lebih tinggi dan periode pemangkasan yang lebih pendek. Peningkatan aturan finalitas dan proses validasi bukti header node baru ( KIP7 , KIP8 ). Tanda terima kriptografi ( KIP6 ), modifikasi yang memungkinkan pembuktian yang jauh lebih kecil dan lebih sederhana bahwa transaksi lama yang sembarangan telah dikonfirmasi. Mengaktifkan muatan transaksi, yang akan menyederhanakan spesifikasi seperti KRC-20. Setelah semua hal di atas selesai, kita dapat memulai proses penulisan versi mainnet dari hard-fork ini. Versi ini harus menyertakan logika untuk transisi dari parameter protokol saat ini ke yang baru. Ini adalah proses rumit yang harus diuji secara ketat dan melibatkan pengambilan beberapa keputusan penting seperti kapan HF akan berlaku, dan apakah harus dilakukan secara bertahap atau sekaligus. Kami tegaskan bahwa rencana yang diuraikan di atas masih tentatif. Tujuan dari tulisan ini bukan untuk menyajikan peta jalan yang sudah final dan pasti, tetapi untuk menyoroti bahwa hard-fork 10BPS adalah fokus utama berikutnya bagi tim inti dan…

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 19, 2024
  • 0 Comments
Neneng Hasanah Menang Dua Kali di PHPU MK

INDOPOS-Mahkamah Konstitusi (MK) kembali memenangkan PHPU kali kedua, caleg incumbent PD dapil 2, Jakarta Utara. Senin (19/8/2024), sidang PHPU gugatan dengan pemohon Partai Nasdem kembali diputuskan di menangkan anggota DPRD DKI tiga periode itu. Dalam sidang putusan, Senin (19/8/2024) siang, 9 hakim MK menolak gugatan termohon atas KPU DKI dan KPU Kota untuk dilakukan pemungutan suara ulang di sejumlah TPS di dapil 2, Jakarta Utara. “Saya kira sejak awal, tanda-tanda pihak termohon memang pantas dimenangkan. Sebab, rekapitulasi berjalan normal, tertib, dan terbuka sesuai PKPU no.5 tahun 2024. Meskipun sedikit tersendat karena suatu hal, rekapitulasi berjalan secara terbuka, dimana sangat berbeda jauh dengan kondisi saat rekapitulasi awal yang terjadi di PPK Cilincing,” ujar ketua timses pemenangan caleg incumbent Neneng Hasanah, Usman, usai persidangan di gedung MK. Selain itu, Usman melihat pengambilan dan penyerahan bukti pun dilakukan secara terbuka, menyertakan keterlibatan seluruh partai peserta pemilu. “Sehingga benar- benar, dalam hal ini merunut dari petitumnya yang PSU, pihak pemohon (Nasdem) *tidak ada ruang* untuk dimenangkan, karena pihak termohon (KPU) sudah menjalankan amar putusan MK secara benar, dan terbuka sesuai PKPU,” tandasnya. Sementara, Neneng Hasanah merasa bersyukur atas putusan 9 hakim Mahkamah Konstitusi (MK), yang menjalankan amanah UU dalam hal memutuskan PHPU di dapil 2, Jakarta Utara. “Alhamdulillah, saya sujud syukur atas putusan MK hari ini yang menolak seluruh gugatan pemohon. Putusan ini bukti, bahwa kebenaran akan menemui jalannya sendiri,” paparnya. Putusan 9 hakim MK dikeluarkan pasca 4 kali menjalani sidang lanjutan 9-15 Agustus 2024 terkait perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) DPRD Provinsi DKI Jakarta Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta 2 di Mahkamah Konstitusi (MK). Pasca ditolaknya PHPU di MK. Neneng Hasanah secara sah akan dilantik bersamaan dengan 105 anggota DPRD terpilih lainnya di pileg 2024 lalu, pada 26 Agustus mendatang. (bwo)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 19, 2024
  • 0 Comments
Franklin Templeton Ajukan ETF Kripto: Targetkan Bitcoin dan Ethereum!

INDOPOS–Franklin Templeton, perusahaan manajemen aset global, telah mengajukan aplikasi S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) untuk meluncurkan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) kripto. Dana yang diusulkan, yang diberi nama “Franklin Crypto Index ETF,” bertujuan untuk memberikan eksposur kepada investor terhadap kinerja Bitcoin dan Ethereum melalui produk keuangan yang diatur. ETF ini akan mengikuti indeks aset digital CF Institutional, yang saat ini hanya mencakup BTC dan ETH. Namun, dokumen pengajuan tersebut menyatakan bahwa dana ini mungkin akan menambahkan kripto lainnya di masa depan, tergantung pada perkembangan regulasi dan kondisi pasar. Simak informasi lengkapnya di sini! Rising Demand dan Kompetisi di Pasar ETF Kripto Pengajuan Franklin Templeton ini muncul di tengah meningkatnya permintaan untuk produk yang terdiversifikasi dan persaingan ketat di antara manajer aset untuk meluncurkan ETF kripto. Pada Juni lalu, Hashdex juga mengajukan persetujuan untuk ETF-nya sendiri, yakni Hashdex Nasdaq Crypto Index US ETF, yang juga menargetkan Bitcoin dan Ethereum. SEC memperpanjang periode peninjauan untuk aplikasi tersebut, dengan keputusan yang diharapkan pada 30 September. Selain itu, manajer aset lainnya, seperti Grayscale, telah memberikan isyarat bahwa mereka juga sedang mempersiapkan peluncuran ETF serupa, sementara VanEck telah mengajukan aplikasi untuk meluncurkan ETF Solana spot. Baca Juga: Charles Hoskinson Tawarkan Hadiah $1 Juta untuk Hacker yang Bisa Meretas Dompet Lace Cardano Minat terhadap ETF kripto mencerminkan tren yang lebih luas dari peningkatan keterlibatan institusional dengan aset digital. Meskipun harga kripto baru-baru ini bergejolak, ada pengakuan yang semakin meningkat akan peran aset-aset ini dalam portofolio investasi yang terdiversifikasi. Strategi Franklin Templeton di Ruang Aset Digital Proposal ETF terbaru ini adalah bagian dari strategi Franklin Templeton yang lebih luas untuk memperluas penawaran mereka di ruang aset digital. Perusahaan ini sudah menawarkan eksposur langsung terhadap Bitcoin dan Ethereum melalui ETF spot yang diluncurkan awal tahun ini. Jika disetujui, ETF ini akan terdaftar di Cboe BZX Exchange dengan simbol ticker “EZPZ.” Cboe juga sedang mencari persetujuan regulasi untuk memungkinkan penciptaan dan penebusan saham ETF menggunakan aset digital. Kesimpulan Dengan semakin banyaknya perusahaan yang berlomba-lomba untuk meluncurkan produk ETF kripto, Franklin Templeton menunjukkan ambisi mereka untuk menjadi pemain kunci dalam dunia investasi digital. ETF yang diusulkan ini tidak hanya menargetkan investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga mencerminkan pengakuan yang lebih luas terhadap peran penting aset digital dalam investasi modern. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya. *DISCLAIMER Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.