INDOPOSJakarta – Pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, kembali menjadi pusat perhatian publik setelah potongan video dirinya viral diduga menyerukan penggulingan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan dalam forum halal bihalal dan diskusi bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026).

Namun di tengah ramainya polemik tersebut, penelusuran jejak digital menunjukkan bahwa Saiful Mujani memiliki rekam interaksi yang cukup panjang dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Keduanya beberapa kali terlihat berada dalam forum diskusi dan analisis politik yang sama, termasuk salah satunya dalam acara yang digelar oleh Tempo beberapa tahun lalu.

Pernah Satu Forum Diskusi dengan JK
Dalam rekaman kegiatan yang beredar di kanal media, Saiful Mujani pernah terlibat dalam diskusi publik bersama JK saat membahas dinamika politik nasional dan demokrasi Indonesia. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa hubungan keduanya terjalin dalam konteks akademis, diskusi publik, dan analisis politik sejak lama.

Kedekatan itu bukan dalam konteks politik praktis, namun lebih pada relasi sebagai tokoh publik yang sering berada dalam ranah diskusi isu negara, di mana JK—sebagai mantan wapres—kerap menjadi narasumber, dan Saiful sebagai analis politik.
Viral Setelah Diduga Serukan Ajakan Menggulingkan Pemerintahan

Nama Saiful Mujani memicu kontroversi setelah potongan videonya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, ia disebut menyampaikan bahwa “satu-satunya jalan menyelamatkan negara adalah menjatuhkan Presiden Prabowo.”

Pernyataan itu langsung menuai reaksi keras dari publik dan sejumlah pihak yang menilai kalimat tersebut masuk kategori narasi inkonstitusional. Sejumlah tokoh meminta agar pernyataan tersebut ditelaah aparat penegak hukum.

Hingga kini, belum ada klarifikasi lanjutan dari Saiful Mujani mengenai konteks lengkap pernyataan tersebut.

Profil Singkat Saiful Mujani

Saiful Mujani dikenal luas sebagai akademisi dan peneliti perilaku politik. Ia meraih gelar doktor ilmu politik dari Ohio State University, Amerika Serikat. Melalui SMRC, ia kerap merilis survei politik seperti:
elektabilitas capres dan partai politik,
tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan,
analisis peta kekuatan politik nasional.

Pendapat dan analisanya sering menjadi rujukan media dan kalangan politisi, meski tak jarang memicu perdebatan.

Jagad Media Masih Ramai
Hingga Sabtu malam (4/4/2026), perdebatan mengenai potongan video Saiful Mujani terus bergulir di media sosial. Sebagian menganggap pernyataannya sebagai kritik keras terhadap pemerintahan, sementara sebagian lain menilai pernyataan itu berlebihan.

Pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah yang akan diambil atas kasus viral tersebut. (***)