Latest Post

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 15, 2026
  • 0 Comments
Budi Awaludin Tak Punya Keahlian Benahi Transportasi, Pramono Diingatkan Tak Asal Main Tunjuk

INDOPOS–Jakarta – Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar tidak sembarangan menunjuk pejabat untuk mengisi posisi strategis, khususnya Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub). Menurut Khoirudin, jabatan Kadishub harus diisi oleh sosok yang benar-benar memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang transportasi. Ia menegaskan, sektor transportasi merupakan wajah utama Jakarta yang berdampak langsung pada pelayanan publik. “Gubernur harus jeli. Yang dipilih harus benar-benar mampu dan kompeten, karena ini menyangkut pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat,” tegas Khoirudin. Rencana perombakan pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta memang tengah menjadi sorotan. Sejumlah nama disebut akan dilantik pada Rabu, 15 April 2026, termasuk posisi strategis di Dinas Perhubungan. Salah satu nama yang mencuat adalah Budi Awaludin, yang dikabarkan akan menggantikan Syafrin Liputo. Namun, latar belakang Budi sebagai lulusan STPDN serta rekam jejaknya di bidang pemerintahan umum dinilai belum tentu sesuai dengan kebutuhan teknis transportasi Jakarta. Terlebih, ia baru sekitar satu tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa sektor transportasi akan dipimpin oleh sosok yang minim pengalaman spesifik di bidang tersebut. Kritik juga muncul terkait potensi dominasi aparatur berlatar belakang serupa di tubuh Dinas Perhubungan. Saat ini, posisi Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI juga dijabat oleh Ujang Harmawan yang memiliki latar belakang sejenis. Pengamat perkotaan Nirwono Joga menilai, tantangan transportasi Jakarta sangat kompleks, mulai dari kemacetan kronis, integrasi moda transportasi, hingga pengembangan sistem ramah lingkungan. “Kalau kedua pimpinan berasal dari latar belakang yang sama dan tidak spesifik di bidang transportasi, dikhawatirkan kurang efektif dalam menjawab tantangan yang ada,” ujar Nirwono. Ia menambahkan, tanpa pengalaman teknis yang memadai, program-program transportasi berpotensi tidak berjalan maksimal. Kini, publik menanti keputusan akhir Pramono Anung. Apakah akan mengedepankan faktor kedekatan birokrasi, atau benar-benar memilih figur dengan rekam jejak kuat di bidang transportasi untuk memimpin Dinas Perhubungan DKI Jakarta ke depan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 15, 2026
  • 0 Comments
Viral Lagu “Erika” di ITB Tuai Kecaman, Dinilai Cerminkan Perilaku Tak Pantas dan Mahasiswa

INDOPOS-Bandung – Video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) viral di media sosial dan menuai gelombang kecaman dari masyarakat. Dalam video yang beredar, puluhan mahasiswa terlihat bernyanyi bersama membawakan lagu berjudul “Erika”. Lagu tersebut menjadi sorotan karena liriknya dinilai mengandung unsur seksual eksplisit dan dianggap melecehkan perempuan. Rekaman yang diunggah pada Senin, 13 April 2026 itu memperlihatkan suasana acara yang meriah, namun di sisi lain memicu reaksi keras publik. Banyak warganet menilai isi lagu tidak mencerminkan etika dan nilai akademik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh mahasiswa. “Ini sangat tidak pantas. Mahasiswa seharusnya menjadi contoh, bukan justru menyanyikan lagu dengan lirik yang merendahkan perempuan,” tulis salah satu pengguna media sosial. Kritik juga datang dari berbagai kalangan masyarakat yang menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk degradasi moral di lingkungan kampus. Mereka menyayangkan adanya pembiaran terhadap konten hiburan yang dianggap vulgar dan tidak mendidik. Sejumlah pihak menilai, perilaku tersebut mencerminkan kurangnya sensitivitas gender serta lemahnya pengawasan dalam kegiatan kemahasiswaan. Lingkungan akademik, yang semestinya menjadi ruang intelektual dan pembentukan karakter, dinilai justru tercoreng oleh aksi tersebut. Selain itu, lagu “Erika” yang dibawakan secara terbuka dalam forum mahasiswa dianggap sebagai bentuk objektifikasi perempuan yang tidak bisa ditoleransi. Publik pun mendesak pihak kampus untuk memberikan klarifikasi dan mengambil langkah tegas. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak ITB terkait viralnya video tersebut. Namun, masyarakat berharap kejadian ini menjadi evaluasi serius agar kegiatan mahasiswa tetap menjunjung tinggi norma, etika, dan nilai akademik.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 15, 2026
  • 0 Comments
Pemuda di Makassar Gelar Aksi “Gulingkan Prabowo-Gibran”, Netizen Sentil Nama JK

INDOPOS–MAKASSAR – Sebuah video yang memperlihatkan aksi tiga orang pemuda di Kota Makassar viral di media sosial. Dalam video tersebut, ketiganya terlihat membawa spanduk bertuliskan “Gulingkan Prabowo-Gibran” sambil berdiri dan mondar-mandir di pinggir jalan. Aksi mereka menarik perhatian lantaran tidak disertai orasi ataupun penggunaan pengeras suara sebagaimana aksi demonstrasi pada umumnya. Ketiganya justru tampak kebingungan dan tidak menunjukkan koordinasi yang jelas selama berada di lokasi. Video tersebut direkam oleh seorang pengendara mobil yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Dalam rekaman, tidak terlihat adanya kerumunan massa lain yang bergabung, sehingga aksi itu terkesan dilakukan secara spontan dan minim persiapan. Viralnya video ini langsung memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian netizen menyatakan dukungan terhadap pesan yang dibawa dalam spanduk tersebut. Namun, tidak sedikit pula yang menilai aksi tersebut terkesan tidak serius dan lebih mirip konten semata. “Demo kok cuma bertiga, tanpa orasi lagi. Ini serius atau cuma cari perhatian?” tulis salah satu netizen. Komentar lain juga menyebut aksi tersebut terlihat lucu dan tidak mencerminkan demonstrasi yang lazim, karena tidak ada penyampaian aspirasi secara terbuka. Di sisi lain, sejumlah warganet turut menyinggung nama Jusuf Kalla atau JK, tokoh asal Makassar yang belakangan kembali ramai diperbincangkan publik. Mereka mempertanyakan apakah aksi tersebut memiliki kaitan dengan sosok tersebut, meski tidak ada bukti atau keterangan resmi yang menghubungkan keduanya. Hingga saat ini, belum diketahui identitas ketiga pemuda dalam video tersebut maupun tujuan pasti dari aksi yang mereka lakukan. Pihak berwenang juga belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana sebuah aksi kecil dapat dengan cepat menjadi viral dan memicu beragam interpretasi di ruang publik, terutama di era media sosial saat ini.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Polres Metro Jakarta Pusat Ringkus Begal Pelaku Penganiayaan Anggota Damkar

INDOPOS-Polisi dari Polres Metro Jakarta Pusat berhasil meringkus seorang pelaku begal yang sebelumnya melakukan aksi penganiayaan terhadap anggota pemadam kebakaran (damkar). Dalam video yang diupload akun IG bangranistones, pelaku ditangkap di wilayah Jakarta Utara setelah sempat menjadi buronan aparat. Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan polisi usai kejadian penganiayaan yang sempat viral dan mengundang perhatian publik. Kasus ini bermula ketika korban, seorang anggota damkar, menjadi sasaran aksi kriminal pelaku. Tidak hanya melakukan perampasan, pelaku juga melakukan kekerasan fisik terhadap korban hingga mengalami luka. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, khususnya begal yang meresahkan masyarakat. Saat ini, pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang terlibat.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Pengendara Motor Dipepet dan Kendaraan Akan Direbut, Korban Rekam Wajah Pelaku

INDOPOS-TANGERAN – Seorang pengendara motor mengalami peristiwa tidak menyenangkan saat melintas di Jalan Cadas Kukun, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 10.41 WIB. Kejadian ini diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang berperilaku layaknya pelaku begal yang menyamar atau berkedok sebagai penagih utang (debt collector). Melalui akun media sosialnya @rizkiynrr_, korban menyampaikan bahwa dirinya tiba-tiba dihadang oleh dua orang yang tidak dikenal saat melewati lokasi tersebut. Kedua orang tersebut memaksanya berhenti, lalu menuduh nomor polisi kendaraannya tidak sah dan berusaha melakukan pemeriksaan secara sepihak tanpa membawa bukti atau surat tugas resmi. Korban yang merasa tindakan tersebut tidak benar kemudian mencoba menjelaskan bahwa kendaraannya lengkap dan sah secara hukum. Namun, penjelasan itu tidak dihiraukan dan justru memicu ketegangan hingga terjadi keributan. Situasi semakin tidak terkontrol saat pelaku memberikan perlakuan yang tidak manusiawi. “Saya sangat tidak terima, mereka meludahi saya dua kali dan menendang saya meski saya masih sedang mengendarai motor. Beruntung, karena ada orang-orang di sekitar mulai berteriak dan memperhatikan, pelaku akhirnya buru-buru kabur,” ujar korban. Berdasarkan keterangan warga dan pengalaman pengguna jalan, kejadian serupa dikabarkan sudah berulang kali terjadi di titik yang sama. Pola tindakan yang dilakukan membuat masyarakat mencurigai bahwa pelaku adalah sekelompok orang yang berniat jahat atau pelaku begal yang menggunakan identitas palsu atau berkedok sebagai pihak penagih utang untuk menakut-nakuti korban. Perilaku ini dinilai sangat meresahkan karena membuat pengguna jalan merasa tidak aman saat melintas di kawasan tersebut. Menyikapi hal ini, korban mengimbau kepada masyarakat maupun pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan waspada saat berada di lokasi tersebut. Jika mengalami hal serupa namun kendaraan yang digunakan sudah lengkap dan legal, korban mengajak untuk berani menolak tindakan yang tidak benar serta segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Deddy Corbuzier Sentil Program TV “Pagi Pagi Ambyar”, Ingatkan Soal Etika Bahas Mendiang Vidi Aldiano

INDOPOS-Jakarta – Deddy Corbuzier melontarkan kritik keras terhadap program televisi Pagi Pagi Ambyar terkait pembahasan mendiang Vidi Aldiano. Deddy mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan nama sahabatnya tersebut untuk kepentingan pribadi maupun konten semata. Dalam pernyataannya, Deddy menegaskan bahwa etika harus dijunjung tinggi, terutama ketika membahas sosok yang telah meninggal dunia. Ia menyayangkan jika ada tayangan yang dinilai terlalu jauh mengeksploitasi kisah atau nama Vidi demi menarik perhatian publik. “Jangan sampai nama orang yang sudah tidak ada dipakai untuk hal-hal yang tidak pantas,” tegas Deddy. Lebih lanjut, Deddy Corbuzier juga menyampaikan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam jika praktik semacam itu terus berlanjut. Ia bahkan menegaskan siap mengambil langkah serius untuk menelusuri dan menindak pihak-pihak yang dianggap memanfaatkan situasi tersebut. Pernyataan ini pun langsung menjadi sorotan publik di media sosial. Banyak warganet yang mendukung sikap Deddy, menilai bahwa apa yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian terhadap etika dan penghormatan kepada mendiang. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak program “Pagi Pagi Ambyar” terkait pernyataan tersebut. Namun, polemik ini kembali membuka diskusi soal batasan konten hiburan, khususnya yang menyangkut privasi dan penghormatan terhadap figur publik yang telah wafat.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Warga Medan Gagalkan Aksi Begal Berkedok Debt Collector, Kendaraan Sudah Lunas Main Rampas

INDOPOS-Medan — Aksi penarikan kendaraan oleh debt collector di kawasan Jalan SM Raja, Medan Amplas, berujung ricuh setelah warga setempat turun tangan. Seorang debt collector diamankan warga usai diduga mencoba merampas kendaraan milik warga. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari dan dengan cepat menarik perhatian masyarakat sekitar. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah warga mengerumuni seorang pria yang diduga debt collector. Suasana sempat memanas karena warga menilai tindakan tersebut meresahkan. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kendaraan yang hendak ditarik tersebut sebenarnya sudah lunas dan tidak memiliki tunggakan. Hal ini memicu kemarahan warga, karena tindakan debt collector tersebut dinilai tidak memiliki dasar dan dianggap sama seperti aksi begal yang merampas kendaraan secara paksa. Aksi penarikan pun berhasil digagalkan oleh warga. Emosi massa sempat memuncak hingga pelaku hampir menjadi sasaran amukan warga sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi lengkap maupun status hukum debt collector tersebut. Kejadian ini kembali menjadi sorotan publik terkait praktik penarikan kendaraan oleh debt collector yang kerap menimbulkan konflik di lapangan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat berwenang agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 13, 2026
  • 0 Comments
Pameran Handicraft Indonesia di Tokyo Dome Dibuka, Targetkan Perluasan Pasar UMKM

INDOPOS-Tokyo — Pameran khusus produk kerajinan tangan (handicraft) Indonesia akan kembali digelar di Tokyo Dome, Jepang, pada 5–6 September 2026. Kegiatan ini menjadi ajang promosi budaya sekaligus membuka peluang bisnis bagi pelaku UMKM Indonesia untuk menembus pasar internasional. Panitia menetapkan biaya deposito peserta sebesar satu juta rupiah. Dari seluruh pendaftar, maksimal hanya 24 UMKM yang akan terseleksi secara ketat untuk mengikuti pameran tersebut. Ketua Panitia Pameran Handicraft Indonesia, Richard Susilo, menyampaikan bahwa pameran ini akan menampilkan beragam produk unggulan khas Indonesia. Mulai dari kain tradisional seperti batik dan tenun, hingga berbagai karya seni hasil tangan para pengrajin dari berbagai daerah di Tanah Air. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi budaya Indonesia di Jepang, tetapi juga membuka peluang bisnis serta memperluas jaringan pasar internasional bagi para pelaku industri kreatif Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan, pihak panitia sengaja meringankan beban peserta dengan menetapkan deposito hanya satu juta rupiah, agar kesempatan terbuka lebih luas bagi UMKM Indonesia. Batas pelunasan ditetapkan hingga 30 Mei 2026. Kesuksesan penyelenggaraan tahun sebelumnya menjadi bukti tingginya minat masyarakat Jepang terhadap produk kerajinan Indonesia. Dalam dua hari pelaksanaan, pameran tersebut mampu menarik sekitar 500.000 pengunjung di Tokyo Dome. “Tidak semua bisa ikut, hanya yang benar-benar berkualitas yang dapat tampil di pameran ini,” tegas Richard. Penyelenggaraan tahun ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan pembeli, sekaligus memperkuat citra positif Indonesia di pasar internasional, khususnya Jepang. Richard juga menuturkan bahwa seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil seleksi terbaik dari Indonesia. Produk yang dibawa meliputi tas, aksesori, sepatu, hingga berbagai bentuk kerajinan tangan lainnya yang selama ini diminati masyarakat Jepang. Antusiasme pengunjung di Tokyo Dome disebut selalu tinggi. Sejak pagi hingga sore hari, booth Indonesia tidak pernah sepi. Hal ini menunjukkan besarnya potensi pasar bagi produk handicraft Indonesia di Jepang. Selain pameran tahunan, kini juga telah hadir House of Handicraft Indonesia di Tokyo (HHT) sebagai showroom permanen. Tempat ini memungkinkan produk UMKM Indonesia dipamerkan dan dijual setiap hari, sehingga lebih mudah dikenal oleh masyarakat Jepang. Pendaftaran peserta masih dibuka hingga 30 April 2026. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui panitia penyelenggara via WhatsApp di nomor 0859-4381-9379 atau melalui email: promosijp@gmail.com. Richard menambahkan, keberadaan showroom permanen ini menjadi solusi agar promosi tidak hanya berlangsung saat pameran. Dengan begitu, produk Indonesia dapat terus dipasarkan secara berkelanjutan di Jepang. House of Handicraft Indonesia di Tokyo sendiri telah diresmikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Jepang pada 16 Mei 2025, bersama wali kota setempat dan dihadiri puluhan pengusaha Jepang yang tertarik pada produk Indonesia. Tokyo, 13 April 2026. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 13, 2026
  • 0 Comments
Satpol PP dan Warga Gagalkan Aksi Begal Berkedok Debt Collector di Kembangan

INDOPOS-JAKARTA — Aksi dugaan perampasan sepeda motor oleh oknum yang mengaku sebagai debt collector berhasil digagalkan oleh warga bersama anggota Satpol PP di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (13/4/2026) sore. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.15 WIB di Jalan Kembangan Baru, Rawa Buaya, Cengkareng. Seorang pengendara motor tiba-tiba diberhentikan secara paksa oleh sekelompok orang yang menuduh korban menunggak cicilan kendaraan selama satu tahun. Korban sempat didorong dan digiring ke arah rolling door milik warga. Namun, korban membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa sepeda motor yang digunakannya telah lunas sejak satu tahun lalu. Keributan yang terjadi menarik perhatian warga sekitar. Bersama anggota Satpol PP yang berada di lokasi, warga kemudian berusaha melerai dan mencegah aksi yang diduga sebagai upaya perampasan tersebut. Situasi sempat memanas lantaran pihak yang mengaku debt collector tetap bersikeras dengan argumennya. Meski demikian, upaya warga dan petugas berhasil menggagalkan aksi tersebut sehingga motor korban tidak jadi dibawa. Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait identitas para pelaku maupun tindak lanjut hukum atas kejadian tersebut. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap modus penagihan yang tidak sesuai prosedur dan segera melapor ke pihak berwajib jika mengalami kejadian serupa.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 13, 2026
  • 0 Comments
Diduga Begal Berkedok Debt Collector, Driver Ojol Jadi Korban di Cileunyi

INDOPOS-BANDUNG — Aksi kriminal berkedok debt collector (DC) atau yang kerap disebut “mata elang” kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang driver ojek online (ojol) diduga menjadi korban setelah dipepet dan digiring oleh sekelompok orang di kawasan Cinunuk, Cileunyi. Peristiwa tersebut terekam kamera warga yang kebetulan melintas di lokasi. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa pria menggunakan sepeda motor menghentikan korban di pinggir jalan. Korban tampak tidak berdaya saat dikelilingi dan diduga dipaksa menyerahkan kendaraannya. Informasi yang beredar menyebutkan, korban kemudian dibawa ke arah kawasan Tagog atas bersama sepeda motornya. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti nasib driver ojol tersebut maupun keberadaan kendaraannya. Aksi yang diduga dilakukan oleh oknum “mata elang” ini kembali memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya para pengemudi ojol yang kerap menjadi sasaran penarikan paksa kendaraan di jalan. Warga berharap aparat kepolisian segera turun tangan untuk menyelidiki kejadian tersebut serta menindak tegas pelaku yang meresahkan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati dan segera melapor jika mengalami kejadian serupa.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 13, 2026
  • 0 Comments
Dewan Adat Bamus Betawi Laporkan Penggunaan Logo Bamus, Minta Gubernur Pramono Tidak Berpihak

INDOPOS-JAKARTA — Dewan Adat Bamus Betawi menyoroti pelaksanaan agenda Lebaran Betawi yang dinilai masih berada dalam situasi dualisme organisasi. Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut dan meminta pemerintah daerah bersikap netral serta adil. Menurut Eki, Lebaran Betawi merupakan agenda besar masyarakat Betawi yang seharusnya menjadi ajang pemersatu. Namun, ia menilai pelaksanaan kegiatan tersebut saat ini terkesan hanya melibatkan satu pihak, padahal konflik dualisme di tubuh Bamus Betawi belum terselesaikan. “Seharusnya kedua belah pihak dipanggil, diajak duduk bersama. Ini keinginan para orang tua Betawi agar kita bersatu. Tapi yang terjadi seolah-olah hanya satu pihak yang dibenarkan oleh pemerintah daerah,” ujar Eki. Ia juga menyoroti penggunaan logo Bamus Betawi dalam kegiatan Lebaran Betawi yang digelar di Lapangan Banteng. Menurutnya, logo tersebut merupakan hak milik Dewan Adat Bamus Betawi yang memiliki dasar hukum jelas. “Kami merasa dirugikan, bukan hanya secara moral tapi juga material. Ada nilai miliaran rupiah di situ dengan penggunaan logo yang merupakan hak kami. Karena itu, kami akan mengambil langkah hukum,” tegasnya. Ini Bukti foto-foto penggunaan logo Bamus Betawi tanpa yang akan dilaporkan  Eki menambahkan, pihaknya tetap membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan, namun tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum jika tidak ada titik temu. Ia juga mengingatkan potensi konflik horizontal jika persoalan ini terus berlarut. “Kami tidak ingin ribut. Tapi kalau ada keberpihakan dan ketidakadilan, ini berbahaya. Kami hanya ingin menjaga marwah Betawi,” katanya. Wakil Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Haikal Safar, turut menegaskan pentingnya keadilan dan kepastian hukum dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia berharap pemerintah dapat berperan sebagai fasilitator untuk menyatukan kedua pihak. “Kami meminta keadilan secara profesional dan proporsional. Jangan sampai ini menjadi bola liar yang merugikan semua pihak,” ujar Haikal. Sementara itu, Ketua LBH Dewan Adat Bamus Betawi, Sapto SH, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum terkait dugaan pelanggaran penggunaan logo dan aspek legalitas organisasi. “Kami akan menempuh dua jalur hukum, pidana dan perdata, dengan mengutamakan pidana. Ini terkait dugaan pelanggaran hak cipta serta persoalan akta pendirian,” jelas Sapto. Ia menambahkan, laporan ke pihak kepolisian direncanakan akan segera dilakukan dengan menghadirkan sejumlah saksi untuk memperkuat proses hukum. Dewan Adat Bamus Betawi berharap pemerintah daerah dapat bersikap netral dan tidak memihak, serta mendorong penyelesaian konflik secara adil demi menjaga persatuan masyarakat Betawi dan kelangsungan budaya di Jakarta. KLIK VIDEO DEWAN ADAT BAMUS BETAWI:

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 13, 2026
  • 0 Comments
Komika Marah Pernyataan Jusuf Kalla Sakiti Umat Kristen dan Picu Perpecahan

INDOPOS-JAKARTA — Pernyataan Jusuf Kalla (JK) menuai reaksi keras dari kalangan umat Kristen. Sejumlah pihak menilai ucapan tersebut menyinggung dan melukai perasaan umat beragama, sehingga memicu polemik di ruang publik. Kontroversi ini bermula dari pernyataan JK yang disinyalir menyebut bahwa dalam ajaran Kristen terdapat konsep membunuh musuh dalam situasi tertentu. Pernyataan tersebut kemudian memicu tuduhan bahwa ia menyamakan ajaran Kristen dengan tindakan pembunuhan demi surga. Ucapan tersebut langsung mendapat respons negatif dari berbagai kalangan. Banyak umat Kristen menyatakan keberatan dan menilai pernyataan itu tidak tepat serta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap ajaran agama. Salah satu kritik keras datang dari komika Gian Luigi, yang dikenal dengan nama panggung Gianluigich. Melalui akun Instagram pribadinya, anggota komunitas Stand Up Indo tersebut secara terbuka menyampaikan kekecewaannya. Gianluca menilai pernyataan JK telah membuat umat Kristen tersinggung. Ia bahkan menyebut ucapan tersebut sebagai fitnah yang sangat keji dan tidak dapat dimaafkan. Polemik ini pun terus bergulir dan memicu perdebatan luas di masyarakat, khususnya di media sosial. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Jusuf Kalla terkait pernyataan yang menjadi sorotan tersebut. Sejumlah pihak berharap agar polemik ini dapat segera diluruskan guna menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 12, 2026
  • 0 Comments
Eks Pejabat Pertamina Nilai Keputusan Pemerintah Tahan Harga BBM untuk Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional Sangat Tepat

INDOPOS-Kebijakan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai sebagai langkah tepat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial. Hal tersebut disampaikan oleh mantan Kepala Divisi Pengelolaan Anak Perusahaan dan Proyek-proyek PT Pertamina, Rasyidi HY. Dia menilai keputusan itu tepat karena dianggap berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Karena keputusan itu memiliki dampak signifikan terhadap pengendalian inflasi. “Harga minyak di Indonesia saat ini sudah tepat. Dengan tidak menaikkan harga BBM. Dengan begitu pemerintah berhasil mencegah lonjakan inflasi yang bisa berdampak luas,” ujar Rasyidi HY, Minggu (12/4/2026). Mantan Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI periode 2019-2024 itu menjelaskan, kenaikan harga BBM umumnya akan memicu kenaikan harga barang dan jasa, terutama sektor transportasi dan logistik. Kondisi tersebut pada akhirnya akan menekan daya beli masyarakat. Selain faktor ekonomi, Ketua Bamusi DKI Jakarta itu juga menyoroti aspek politik dan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Menurutnya, kenaikan harga BBM berpotensi menimbulkan gejolak di berbagai daerah. “Indonesia terdiri dari banyak pulau, sehingga distribusi sangat bergantung pada transportasi. Jika harga BBM naik, dampaknya akan terasa di seluruh wilayah dan bisa berpotensi memicu ketidakstabilan,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menilai kebijakan ini juga berperan dalam menjaga daya beli masyarakat. Dengan harga BBM yang tetap, masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan biaya hidup yang signifikan. “Kalau harga BBM naik, daya beli masyarakat pasti turun. Ini yang dihindari pemerintah,” tambahnya. Meski demikian, ia mengakui bahwa kebijakan ini memiliki konsekuensi terhadap beban subsidi negara, terutama di tengah harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di atas 100 dolar AS per barel. Jika tren kenaikan berlanjut, tekanan terhadap anggaran negara juga akan meningkat. Terkait pasokan energi, ia menilai peluang kerja sama dengan negara produsen seperti Rusia dan Nigeria dapat menjadi salah satu solusi strategis. “Rusia memiliki cadangan minyak besar dan hubungan bilateral dengan Indonesia cukup baik. Ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan energi nasional,”ujarnya. Lebih lanjut, terkait dengan kebijalan menahan harga BBM, Rasyidi HY menegaskan dalam hal ini PT Pertamina hanya menjalankan kebijakan yang ditetapkan pemerintah.”Keputusan ada di pemerintah. Pertamina sebagai operator hanya menjalankan sesuai arahan,” jelasnya. Secara keseluruhan, ia menilai kebijakan mempertahankan harga BBM saat ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga, menghindari gejolak sosial, serta mempertahankan daya beli di tengah ketidakpastian ekonomi global. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 12, 2026
  • 0 Comments
3 Nelayan Terombang-ambing 13 Jam di Laut, Diselamatkan Pemancing di Tanjung Lesung

INDOPOS-BANTEN — Tiga nelayan dilaporkan selamat setelah terombang-ambing selama kurang lebih 13 jam di perairan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka berhasil diselamatkan oleh seorang pemancing yang melintas di lokasi kejadian. Dari video yang diupload Deni Permana melalui akun Instagram andreli_48 channel tertulis keterangan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 April 2026. Ketiga nelayan tersebut sebelumnya diduga mengalami kendala saat melaut hingga akhirnya tidak dapat kembali ke daratan dan terombang-ambing di tengah laut dalam waktu yang cukup lama. Beruntung, seorang pemancing yang sedang berada di sekitar lokasi melihat kondisi mereka dan segera memberikan pertolongan. Aksi cepat tersebut berhasil menyelamatkan para nelayan dari potensi bahaya yang lebih besar di laut lepas. Informasi yang beredar menyebutkan, seluruh nelayan dalam kondisi selamat setelah dievakuasi. Kejadian ini kembali menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi para nelayan saat melaut, terutama ketika menghadapi cuaca dan kondisi teknis yang tidak terduga.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 12, 2026
  • 0 Comments
Ketua SIB Tahyudin Aditya Dukung Penertiban Ondel-Ondel oleh Pramono Anung, Usul Program Alih Profesi dan Apresiasi LPDP untuk Anak Betawi

INDOPOS–JAKARTA — Ketua Seniman Intelektual Betawi (SIB) yang juga Sekretaris Jenderal Bamus Betawi, Tahyudin Aditya, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam menertibkan praktik pengamen ondel-ondel di jalanan. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut dibarengi dengan solusi konkret agar tidak memutus mata pencaharian masyarakat kecil. Menurut Tahyudin, penertiban ondel-ondel yang selama ini kerap digunakan untuk mengamen memang diperlukan demi menjaga marwah budaya Betawi. Ia menilai, penggunaan ondel-ondel di jalanan tanpa pakem yang jelas berpotensi menggeser nilai sakral dan kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap nasib para pengamen yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut. “Penertiban itu baik, tapi jangan sampai memutus nafkah mereka. Kalau sampai itu terjadi, itu bisa menjadi bentuk kezaliman. Harus ada solusi yang manusiawi,” ujar Tahyudin. Sebagai solusi, SIB mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan program alih profesi bagi para pengamen ondel-ondel. Program tersebut dinilai penting agar para pelaku seni tetap memiliki sumber penghasilan yang layak. Tahyudin juga mendorong adanya pelatihan keterampilan hidup (life skill) bagi para pengamen, seperti pembuatan suvenir khas Betawi, kerajinan tangan, hingga keterampilan lain yang bisa menunjang ekonomi mereka. “Bisa dilatih membuat suvenir, kerajinan, atau keterampilan lain. Jadi mereka tetap terlibat dalam ekosistem budaya Betawi, tapi dengan cara yang lebih bermartabat dan berkelanjutan,” jelasnya. Ia menambahkan, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat Betawi agar kebijakan pelestarian budaya tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. Selain itu, Tahyudin turut mengapresiasi inisiatif Gubernur Pramono Anung yang menggagas program beasiswa “LPDP Jakarta” khusus bagi anak-anak Betawi berprestasi. Ia menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Betawi ke depan. “Program LPDP untuk anak Betawi ini sangat baik. Ini bentuk investasi jangka panjang agar generasi Betawi bisa bersaing dan memiliki kapasitas yang unggul,” katanya. Dengan kombinasi antara penertiban, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas pendidikan, Tahyudin berharap kebijakan yang diambil Pemprov DKI Jakarta dapat berjalan seimbang—menjaga kelestarian budaya sekaligus melindungi kesejahteraan masyarakat. “Budaya Betawi harus dijaga marwahnya, tapi masyarakatnya juga harus sejahtera. Itu yang paling penting,” tutupnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 12, 2026
  • 0 Comments
Poros Betawi Muda Dukung Program Beasiswa LPDP Gubernur Pramono, Siapkan Generasi Muda dalam Persaingan Global

INDOPOS–JAKARTA — Sekretaris Jenderal Poros Betawi Muda, Iman Hendri, S.Hi, menyambut baik program beasiswa “LPDP Jakarta” yang digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda Betawi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Iman Hendri mengatakan, akses pendidikan berkualitas melalui skema beasiswa merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak Betawi sebagai masyarakat asli Jakarta. “Ini adalah langkah yang sangat baik dan patut diapresiasi. Program LPDP untuk anak Betawi akan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang, meningkatkan kapasitas diri, serta bersaing di berbagai bidang,” ujarnya. Menurutnya, selama ini masih banyak anak Betawi yang memiliki potensi besar namun terkendala akses dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan adanya program ini, diharapkan kesenjangan tersebut dapat diperkecil. Lebih lanjut, Poros Betawi Muda menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut. Dukungan itu akan diwujudkan melalui pembinaan dan persiapan generasi muda sejak dini. “Kami siap berperan aktif menyiapkan anak-anak muda Betawi, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Pembinaan ini penting agar mereka tidak hanya mendapatkan beasiswa, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi,” jelasnya. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan sangat penting agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain itu, pendampingan berkelanjutan juga dibutuhkan agar para penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik. Poros Betawi Muda berharap, program LPDP Jakarta tidak hanya menjadi bantuan pendidikan semata, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Betawi yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Jakarta ke depan. “Harapannya, dari program ini lahir generasi Betawi yang cerdas, berdaya saing, dan tetap menjaga identitas budaya. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga masa depan Jakarta,” tutup Iman Hendri.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 12, 2026
  • 0 Comments
Viral! Warga Tulang Bawang Sindir Jalan “Kubangan Babi”, Dedi Mulyadi Bereaksi, Bupati Jadi Sorotan

INDOPOS–TULANG BAWANG – Aksi protes warga Tulang Bawang terhadap kondisi jalan rusak viral di media sosial. Sejumlah warga membuat video satir berisi “ucapan terima kasih” kepada Bupati Tulang Bawang karena jalan di wilayah mereka tak kunjung diperbaiki hingga berubah seperti kubangan. Dalam video tersebut, warga terlihat berkumpul di tengah jalan yang rusak parah, dipenuhi genangan air dan lumpur. Dengan nada sindiran, mereka menyampaikan terima kasih karena jalan itu dinilai sudah seperti “kubangan babi” dan sulit dilalui, terutama saat hujan. Kondisi jalan yang tergenang dan berlumpur itu menunjukkan parahnya kerusakan yang dikeluhkan warga. Kendaraan roda dua maupun roda empat disebut kesulitan melintas, sehingga aktivitas masyarakat pun terganggu. Video ini langsung menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan terhadap aksi warga, sekaligus mengkritik pemerintah daerah yang dinilai lamban menangani persoalan infrastruktur dasar. Sorotan juga datang dari Dedi Mulyadi yang ikut mengomentari unggahan tersebut dengan emotikon api (🔥). Respons singkat itu dianggap sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi yang dikeluhkan warga. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang terkait video viral tersebut maupun rencana perbaikan jalan yang dikeluhkan warga. Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi infrastruktur, terutama jalan yang menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 11, 2026
  • 0 Comments
Premanisme Tanah Abang Menggila, Warga Rindu Sosok Ahok yang Bisa Bikin Tertib

INDOPOS–JAKARTA – Aksi premanisme di kawasan Tanah Abang kian meresahkan masyarakat. Berbagai praktik ilegal seperti parkir liar, pemalakan pedagang kecil hingga intimidasi terhadap pengendara terus terjadi tanpa penanganan yang jelas dan berkelanjutan. Sejumlah warga dan pedagang mengeluhkan maraknya pungutan liar yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab. Juru parkir ilegal misalnya, dengan bebas mematok tarif tanpa karcis resmi. Tak jarang, pengendara yang menolak membayar mendapat intimidasi bahkan ancaman. Tak hanya itu, pedagang kecil seperti tukang bakso juga kerap menjadi korban. Dalam beberapa kejadian, aksi premanisme bahkan berujung kekerasan. Mangkuk dagangan dipecahkan karena pedagang menolak memberikan uang setoran. “Kalau tidak kasih uang, bisa diusir atau dagangan dirusak,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya. Pengendara mobil pelat luar kota juga menjadi sasaran empuk. Mereka dimintai “uang keamanan” secara paksa dengan dalih menjaga kendaraan. Praktik ini disebut sudah berlangsung lama dan seolah dibiarkan. Selain itu, sejumlah titik di Tanah Abang diduga dikuasai kelompok tertentu yang mengatur lapak dagang hingga aktivitas bongkar muat barang. Para pedagang yang ingin berjualan terpaksa membayar setoran harian agar bisa beroperasi dengan aman. Situasi ini memicu sorotan terhadap kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Publik menilai, ketertiban di Tanah Abang justru hanya terlihat pada era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama. Setelah itu, pada masa Anies Baswedan hingga kini di bawah Pramono Anung, kondisi disebut kembali semrawut dan premanisme semakin marak. Peran Satuan Polisi Pamong Praja juga dipertanyakan. Penertiban dinilai tidak konsisten dan cenderung tidak menyentuh akar persoalan di lapangan. Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia dianggap lebih sering bergerak setelah kasus viral di media sosial. Masyarakat menilai aparat masih bersifat reaktif, bukan preventif. “Kalau sudah ramai di medsos baru ada tindakan. Padahal ini terjadi setiap hari,” kata warga lainnya. Minimnya koordinasi antara instansi terkait juga disebut menjadi penyebab utama lemahnya penanganan. Tanpa langkah terpadu antara Pemprov, Satpol PP, dan kepolisian, praktik premanisme dinilai akan terus berulang. Hingga kini, belum terlihat adanya strategi komprehensif untuk memberantas premanisme di kawasan tersebut. Masyarakat pun berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan konsisten demi menciptakan rasa aman di pusat perdagangan terbesar di ibu kota itu.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 11, 2026
  • 0 Comments
Mediasi Buntu, Juru Parkir Duduki Gacoan Pekalongan

INDOPOS-PEKALONGAN – Mediasi antara manajemen Gacoan Pekalongan dengan para juru parkir yang berlangsung di Jalan Imam Bonjol, Kota Pekalongan, berakhir tanpa kesepakatan, Sabtu (11/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, juru parkir tetap menolak penerapan sistem parkir yang dikelola oleh vendor. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi mengancam mata pencaharian yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama. Di sisi lain, pihak manajemen Gacoan bersikukuh mempertahankan sistem parkir berbasis vendor. Manajemen beralasan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme serta penataan parkir agar lebih tertib dan terkelola dengan baik. Karena tidak tercapai solusi bersama (win-win solution), para juru parkir memilih tetap bertahan dan menduduki area sekitar Gacoan Pekalongan sebagai bentuk protes. Akibat kondisi tersebut, aktivitas dan pelayanan di lokasi sempat terganggu. Hingga saat ini, situasi masih belum menemui titik terang dan kedua belah pihak diharapkan dapat kembali membuka ruang dialog guna mencari solusi terbaik tanpa merugikan pihak manapun.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 11, 2026
  • 0 Comments
Aksi Pemalakan di Tanah Abang: Sopir Bajaj Dipaksa Bayar hingga Rp100 Ribu, Takut Dikeroyok dan Kendaraan Dirusak

INDOPOS–Kasus praktik premanisme kembali diduga terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan menyasar para pengemudi bajaj. Berdasarkan kesaksian dari salah satu sopir, para pelaku meminta uang “setoran” yang bisa mencapai Rp100.000 kepada setiap pengemudi. Menurut keterangan yang diperoleh, jika sopir menolak membayar, mereka diancam akan dipukul atau ditonjok. Selain ancaman fisik, para pelaku juga diketahui menggunakan taktik intimidasi lain, seperti meneriaki korban seolah-olah mereka adalah pencuri (maling) di depan umum, hingga merusak kendaraan bajaj milik korban. “Saya bukan tak melawan, tapi saya tiap hari nyari makan di sini. Mereka suka rese dan main keroyok, punya banyak teman, jadi kami takut jika menolak atau melawan,” ujar salah satu sopir bajaj yang menjadi korban, yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya demi keamanan. Para sopir mengakui bahwa mereka sulit menolak tuntutan tersebut karena takut menjadi sasaran kekerasan beramai-ramai. Padahal, uang yang diminta dinilai sangat memberatkan pendapatan harian mereka sebagai tulang punggung keluarga. Warga dan para pekerja berharap aparat penegak hukum dapat segera menindak tegas kelompok tersebut dan memberikan perlindungan yang nyata, sehingga warga dapat beraktivitas dengan aman tanpa rasa tertekan maupun takut. Berita ini disusun berdasarkan informasi dari media sosial dan kesaksian warga. Kami akan terus memantau perkembangan informasi dari pihak berwenang.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 11, 2026
  • 0 Comments
Ibu Korban Pembongkaran Histeris Minta Tolong Polisi, Pak Polisi Sudah Mau Menolong, Tiba-Tiba Takut Saat Dengar Nama PT Sinarmas, Pura-pura Sakit Perut

INDOPOS-LABUHANBATU UTARA – Seorang ibu korban pembongkaran rumah tampak histeris dan nekat mencegat sepeda motor polisi demi meminta pertolongan di kawasan Labuhanbatu Utara. Ia mengaku rumahnya dibongkar oleh pihak perusahaan PT SMART. Dalam kondisi panik, ibu tersebut meminta bantuan aparat karena rumahnya diratakan. Ia juga mengaku mengalami luka di tangan saat berusaha mempertahankan tempat tinggalnya dari pembongkaran. Awalnya, petugas polisi yang melintas sempat merespons dengan membonceng ibu tersebut menuju lokasi kejadian. Namun situasi berubah ketika ibu itu menyebut bahwa pihak yang melakukan pembongkaran adalah bagian dari grup Sinar Mas. Polisi tersebut kemudian meminta sang ibu turun dengan alasan sakit perut. Sang ibu menolak turun dan menyebut petugas takut. Terjadi adu mulut singkat sebelum akhirnya polisi tetap memaksa ibu tersebut turun dari kendaraan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 11, 2026
  • 0 Comments
Parkir Liar Palak Sopir Sopir Taksi, Cuma Jemput Penumpang Ditagih Bayaran

INDOPOS-Sebuah video yang memperlihatkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh juru parkir di Kota Medan viral di media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Dalam unggahan yang beredar, seorang juru parkir bernama Jippo Siahaan diduga meminta uang kepada sopir taksi Bluebird yang hanya berhenti kurang dari satu menit untuk menjemput penumpang di kawasan Jalan Belitung, Medan. Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan warga sekitar. Pasalnya, kendaraan yang dimintai uang parkir itu tidak benar-benar parkir, melainkan hanya berhenti sejenak untuk keperluan penjemputan. Meski demikian, oknum juru parkir tetap memaksa meminta bayaran. Bahkan, dalam video yang beredar, terlihat sikapnya cenderung emosional saat menagih uang kepada pengemudi. Kejadian ini kembali menambah daftar panjang keluhan masyarakat terkait praktik pungli di sejumlah titik parkir di Kota Medan. Warga menilai tindakan tersebut meresahkan, terlebih jika dilakukan kepada pengendara yang tidak menggunakan lahan parkir dalam waktu lama. Sejumlah warga berharap aparat terkait segera turun tangan untuk menertibkan oknum juru parkir yang kerap memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi. Penindakan tegas dinilai penting guna memberikan rasa aman dan keadilan bagi para pengguna jalan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kejadian tersebut. Namun, masyarakat mendesak agar kasus ini segera ditindaklanjuti agar tidak terus berulang di kemudian hari.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 10, 2026
  • 0 Comments
Polri Hadir, Polda Sumsel Bedah Rumah untuk Masyarakat

INDOPOS-Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan menyambut Hari Bhayangkara ke 80, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melaksanakan Bakti Sosial yaitu program bedah rumah sebanyak 40 rumah bagi warga kurang mampu yang tersebar di wilayah hukum Polres Jajaran Polda Sumsel. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dan dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. beserta PJU, Kapolres Jajaran, Pemda, DPD REI Sumsel, Baznas , media dan Perwakilan pemuka masyarakat, bertempat di kecamatan SU II kelurahan 13 ulu , lorong beringin di rumah Bapak indra Irmawan yang mengalami musibah kebakaran saat malam takbiran beberapa waktu yang lalu . “Kegiatan Bakti Sosial ini bertujuan membantu meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, aman, dan sehat untuk ditinggali. Dengan melibatkan personel kepolisian, stake holders dan dukungan masyarakat sekitar, proses renovasi dilakukan secara gotong royong,” jelas Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. Program bedah rumah akan dilaksanakan berkesinambungan , tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga bentuk kolaborasi yang dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Diharapkan, kehadiran Polri melalui kegiatan sosial ini mampu memberikan manfaat nyata serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian di lingkungan sekitar.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 10, 2026
  • 0 Comments
Preman Pemecah Mangkuk Bakso Ditangkap Polsek Tanah Abang

INDOPOS–JAKARTA – Tiga pria yang diduga melakukan pemalakan terhadap para pedagang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Tanah Abang. Para pelaku kerap meminta “uang jatah” sebesar Rp100 ribu kepada pedagang, bahkan ketika lapak sedang sepi pembeli. Tak hanya melakukan pemerasan, salah satu pelaku juga nekat memecahkan mangkuk bakso milik pedagang karena tidak diberi uang. Tindakan ini membuat korban ketakutan dan akhirnya melapor kepada pihak berwajib. Aksi premanisme tersebut langsung ditindaklanjuti oleh polisi yang bergerak cepat ke lokasi. Berdasarkan laporan warga dan pedagang sekitar, para pelaku sering beraksi dengan ancaman, sehingga membuat banyak pedagang enggan bersuara. Namun berkat respons cepat aparat, ketiganya berhasil diamankan tanpa perlawanan. Pihak Polsek Tanah Abang menegaskan bahwa segala bentuk premanisme, pemalakan, maupun intimidasi kepada pelaku usaha kecil tidak akan dibiarkan. Penangkapan ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. “Kami mengimbau warga agar tidak takut melapor apabila mengalami atau melihat tindakan kejahatan seperti ini. Laporkan segera, pasti kami tindak lanjuti,” ujar pihak kepolisian. Warga dan pedagang menyambut baik langkah cepat aparat kepolisian. Mereka berharap tindakan tegas terhadap para pelaku menjadi efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang kembali. Polisi memastikan kasus ini masih berkembang untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang melakukan aksi pemalakan di wilayah Tanah Abang. Masyarakat diimbau terus menjaga lingkungan dan bersama-sama melawan aksi premanisme yang meresahkan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 10, 2026
  • 0 Comments
Kremlin Sebut Prabowo Akan Berkunjung ke Rusia, Sudah Siapkan Kontak dengan Putin

INDOPOS–Presiden Rusia melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, mengisyaratkan bahwa Presiden Indonesia Prabowo Subianto kemungkinan akan melakukan kunjungan resmi ke Moskow dan bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin. Peskov menyampaikan hal tersebut pada Kamis waktu setempat, seraya menambahkan bahwa pengumuman resmi mengenai rencana tersebut akan disampaikan “pada waktunya”. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya permintaan global terhadap energi Rusia, terutama minyak dan gas, seiring krisis energi dunia yang mengguncang stabilitas pasar internasional. Kremlin sebelumnya menyebut banyak negara yang mengajukan permintaan tambahan pasokan energi, termasuk dari kawasan Asia. Menanggapi pertanyaan mengenai apakah pertemuan Prabowo–Putin akan mencakup pembahasan pembelian minyak Rusia, Peskov menegaskan bahwa kontak antara kedua pemimpin sedang dipersiapkan, namun belum merinci agenda detail yang akan dibicarakan. Sementara itu, pihak Istana Indonesia belum memberikan pernyataan resmi. Juru bicara Presiden Prabowo tidak segera merespons permintaan komentar dari media internasional. Prabowo Sempat Singgung Kunjungan Luar Negeri dalam Waktu Dekat Dalam Taklimat Rapat Kerja Pemerintah beberapa hari lalu, Presiden Prabowo Subianto juga sempat menyampaikan bahwa ia akan melakukan kunjungan luar negeri dalam waktu dekat. Namun, Prabowo tidak menyebutkan negara tujuan ataupun topik pembahasannya. Dengan munculnya pernyataan terbaru dari Kremlin mengenai persiapan komunikasi dengan Indonesia, spekulasi pun menguat bahwa Rusia kemungkinan besar menjadi negara yang dimaksud Prabowo dalam agenda lawatan internasional tersebut. Jika kunjungan ini terlaksana, pertemuan Prabowo dan Putin diperkirakan akan membahas kerja sama energi, perdagangan, hingga sejumlah isu strategis yang menjadi kepentingan kedua negara. Jika Anda ingin versi lebih formal, versi ringkas, atau versi untuk posting media sosial, saya bisa buatkan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 10, 2026
  • 0 Comments
Diduga Preman Ngamuk Hancurkan Mangkuk Bakso Karena Tak Diberi Uang “Bulanan”, Tuai Kecaman

INDOPOS-Sebuah video viral memperlihatkan aksi seorang pria yang diduga meminta uang sebesar Rp100.000 sebagai pungutan “bulanan” kepada pedagang bakso malang di wilayah Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurut keterangan yang beredar, pedagang tersebut menolak atau tidak mampu membayar karena kondisi dagangannya yang sepi pembeli. Mengetahui hal itu, pria tersebut bertindak kasar dengan menghancurkan dan memecahkan mangkuk-mangkuk bakso milik pedagang menggunakan senjata tajam. Kejadian ini berlangsung di Jalan Taman Kebon Sirih. Akibat peristiwa tersebut, pedagang bakso malang yang menjadi korban memilih untuk tidak berjualan lagi dan memutuskan pulang ke kampung halamannya. Hingga saat ini, belum diketahui pasti waktu kejadian dan identitas pelaku. Masyarakat dan netizen meminta pihak kepolisian untuk segera menindak tegas pelaku yang dianggap tidak punya hati dan meresahkan pedagang kecil.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 10, 2026
  • 0 Comments
Wapres Gibran dan Istri Jenguk AHY dan Annisa Usai Kelahiran Anak Kedua, Publik Soroti Kehangatan Dua Keluarga

INDOPOS-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sang istri, Selvi Ananda, menjenguk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan istrinya, Annisa Pohan, setelah kelahiran anak kedua pasangan tersebut. Kunjungan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Gibran dan Selvi datang untuk memberikan ucapan selamat sekaligus mendoakan kesehatan ibu serta bayi yang baru lahir. Keduanya tampak berbincang akrab dengan AHY dan Annisa, menandai hubungan baik antara keluarga Wapres dan keluarga besar Demokrat. Menurut sumber internal, suasana pertemuan berlangsung cair dan penuh kegembiraan. AHY menyampaikan terima kasih atas perhatian Wapres dan keluarga yang menyempatkan waktu di tengah jadwal padat kenegaraan. Kelahiran anak kedua AHY dan Annisa turut menjadi sorotan publik, mengingat keluarga Yudhoyono jarang menampilkan momen pribadi secara terbuka. Kehadiran Wapres Gibran pun semakin menambah perhatian masyarakat terhadap momen bahagia tersebut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai nama maupun detail kelahiran sang bayi, namun kondisi ibu dan anak dilaporkan sehat. Ingin dibuatkan versi soft news, versi lebih panjang, atau ditambahkan foto sesuai deskripsi?

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 10, 2026
  • 0 Comments
Rawan Begal Motor Berkedok DC di Sawah Besar, Warga Desak Polisi: “Kapan Ditertibkan?”

INDOPOS-Jakarta – Aksi dugaan penarikan paksa kendaraan oleh oknum yang disebut sebagai mata elang kembali terjadi di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut menimpa seorang pria yang membonceng seorang wanita saat melintas di Jalan Pangeran Jayakarta pada siang hari. Menurut unggahan saksi mata di media sosial, korban tiba-tiba dihentikan sejumlah orang yang mengaku hendak menarik motor karena diduga menunggak cicilan selama tiga bulan. Penarikan dilakukan secara paksa di tengah jalan tanpa prosedur resmi, sehingga memicu perhatian warga sekitar. Beruntung, saksi bersama beberapa rekannya yang kebetulan melintas segera melerai dan berhasil menggagalkan upaya perampasan kendaraan tersebut. Warga menyebut kawasan Sawah Besar dan Jalan Pangeran Jayakarta kini menjadi titik rawan kejahatan, mulai dari begal berkedok debt collector, jambret, hingga aksi kriminal lain yang sering terjadi. Sejumlah pengendara sebelumnya juga melaporkan kejadian serupa. Situasi ini membuat masyarakat semakin resah dan mulai melontarkan kritik kepada pihak kepolisian. Warga menilai aparat kurang memberi pengawasan dan tindakan tegas terhadap para pelaku. “Kapan ditertibkan? Ini sudah berulang kali terjadi,” tulis salah satu warga dalam komentar di media sosial. Masyarakat berharap kepolisian segera meningkatkan patroli dan menindak tegas pelaku penarikan liar maupun aksi kriminal lainnya di wilayah tersebut. Warga juga mengimbau sesama pengendara untuk tetap waspada dan segera melapor jika mengalami intimidasi atau penarikan kendaraan tanpa dokumen resmi.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 10, 2026
  • 0 Comments
Tacit Deal Antara AS dan Iran: Decoy, Klaim Kemenangan, Realitas Rapuh, dan Siapa yang Tertipu Lagi?

INDOPOS“Perang berhenti bukan karena kemauan politik, tapi karena kepentingannya sudah selesai.” Back channel yang dirancang oleh AS dan Iran pada akhirnya sementara efektif menemukan escape hatch satu jam menjelang ultimatum tiba. Retorika ekstrem dan dentuman rudal disertai kilatan api di langit Timur Tengah merupakan teater unjuk kekuatan mengamankan eksistensi kekuasaan di mata rakyatnya, di depan sekutu dan lawan ideologi nya sekaligus merasionalisasi pengambilan keputusan demi kepentingan jangka pendek. Kecuali Israel, walau namanya dicantumkan bagian dari kesepakatan ceasefire namun Netanyahu tegas menyatakan Lebanon tidak termasuk. Ia akan terus melanjutkan perang dan dekapitasi kepada musuh-musuhnya sampai keadaan semuanya implode. Empat puluh hari perang dengan intensitas tinggi yang eskalatif, merusak, menghancurkan, namun terkontrol memberi perspektif bahwa ceasefire yang terjadi saat ini hanya penundaan dari perang yang lebih besar dan berbahaya di masa depan—bagaimana Iran menerima untuk stop membantu proxy yang intinya sama dengan disarmament proxy dan memutilasi kekuasaannya sendiri. Pasca 28 Februari 2026 dunia sudah tidak sama lagi dan Iran sudah berbeda. Iran telah menunjukkan kepada dunia khususnya negara-negara Teluk kekuatan militer dan keteguhannya di medan perang. Iran akan jauh lebih kuat, militan, dan membara bila menyangkut kedaulatan dan eksistensi rejim. Iran memberi pesan kuat kepada GCC untuk tidak memandang sebelah mata walau ada AS disamping mereka. Tacit deal yang diprakarsai quadrilateral pimpinan Pakistan semakin menjustifikasi lemahnya fungsi institusi formal internasional menengahi konflik yang melibatkan negara adikuasa. Walau mereka hanya menjadi pembawa pesan tanpa memiliki otoritas kuat melebihi negara yang berkonflik tapi mereka dipakai menjadi kanal oleh AS dan Iran. High Level Chess: Decoy oleh AS dan Iran Perang selama 40 hari dengan retorika ekstrem, serangan masif tapi tidak all-out. Ini persis seperti yang ada di dalam literatur disebut calibrated escalation—eskalasi yang sengaja diatur agar tidak lepas liar. Tujuannya bukan menghancurkan total lawan tapi mengubah perilaku lawan. Trump dalam perang ini melakukan ilusi tekanan maksimum dengan mengancam, tapi tidak langsung eksekusi. Menurut lembaga pemikir RAND, strategi yang dilakukan oleh Trump disebut threat inflation, ancaman lebih besar dari niat nyata yang bertujuan memaksa Iran masuk negosiasi. Trump mengumbar ancaman meledakkan power plant, kilang minyak, jembatan sebagai langkah terakhir sebelum chaos menjadi zaman batu. Di saat bersamaan Trump melakukan pembatasan kontrol dengan tidak melakukan invasi darat dan membuat Iran total kolaps. Menurut think thank AS CSIS ini disebut dominasi eskalasi tanpa eksekusi eskalasi total—tidak melewati red line Di sisi Iran dengan keteguhan, keberanian, dan ideologi kematian untuk berjuang di bawah panji Velayat-e Faqih, para pejuang di semua lini yang dipimpin oleh IRGC di tengah mode perang melakukan teater perlawanan strategis dengan membuktikan dirinya di tengah ancaman dekapitasi para pemimpinnya tetap melakukan komunikasi eskalasi kawasan dan dunia. Hormuz menjadi kekuatan leverage Iran mengancam langsung jantung pertahanan ekonomi AS dan dunia. Iran menutup Hormuz tapi tidak full. Mengaktifkan proxy tapi tidak all-out. Iran selalu menunggu preseden sebelum menyerang sebagai strategi bukan ia yang memulai perang. Banyak analis menyebut signaling through violence yang bertujuan memberi pesan: kami kuat, tidak bisa dipaksa, punya leverage global Karena bukan Iran yang memulai perang, maka ia juga melakukan kontrol chaos dengan dua tujuan menciptakan ketidakpastian dan menjaga tidak sampai pada kehancuran total—managed instability Iran secara retorika menolak semua negosiasi tapi sedang menjalankan sebuah kalkulasi yang sangat sophisticated: Iran menggunakan proxy sebagai decoy layer yang memungkinkannya meningkatkan eskalasi tapi tetap memiliki deniability. Membiarkan Poros Perlawanan Hizbullah dan Houthi beroperasi pada level yang cukup untuk mempertahankan leverage tanpa berlebihan dan tidak terkontrol. AS dan Iran melakukan strategi decoy yang sama dengan cara berbeda. AS melakukan ancaman maksimum dengan eksekusi minimum. Sedangkan Iran melakukan eskalasi nyata tapi terbatas. Hasilnya ilusi bersama tentang eskalasi. Klaim Kemenangan yang Sangat Berbahaya Kemenangan yang diklaim terlalu cepat justru membuat perdamaian hampir mustahil, mengapa? Karena semua tidak ada yang mau mundur, tidak ada yang mau kalah, dan semua merasa benar. Maka medan konflik yang masih membara ditinggalkan hanya menunggu waktu terbakar hebat kembali—apalagi Israel dari sikap dan tindakan menunjukkan perang belum selesai pada target yang ingin dicapai. Kenapa klaim kemenangan jadi sangat berbahaya? Para pihak tidak ada yang terlihat lemah dan tunduk sehingga ruang kompromi menyempit drastis— RAND menyebut succes narrative trap. AS atau Iran merasa overconfidence yang dapat mengakibatkan miskalkulasi terhadap keadaan. Bias menerima informasi intelijen tidak valid dan salah menganalisis yang disebabkan menggunakan pendekatan mirror imaging. Tekanan domestik pun dapat meningkat karena terbuai ilusi kemenangan sehingga publik menginginkan hasil nyata ditambah glorifikasi propaganda elite yang terus memanipulasi keadaan. Fakta realitas perang yang dikaburkan ini membentuk memori kolektif publik bahwa perang sudah selesai—false sense of resolution menggunakan istilah…

KOMWAJA Gelar Dialog Warga: Sosialisasi Prosedur Pemasangan dan Skema Tarif PAM JAYA

INDOPOS-JAKARTA – Komunitas Warga Jaga Jakarta (KOMWAJA) menggelar Dialog Warga bertema “Sosialisasi Prosedur Pemasangan dan Skema Tarif PAM JAYA bagi Warga”. Ketua KOMWAJA, Anwar Sjani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang jelas serta memastikan transparansi layanan air bersih bagi masyarakat. Acara yang berlangsung di Taman Bendera Puskara, Jl. Barito, Kramat Pela, Jakarta Selatan, ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintahan, pengelola layanan, tokoh masyarakat, hingga aktivis. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, SH, MH, turut hadir memberikan keynote speech. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya akses air bersih yang layak dan terjangkau bagi seluruh warga Jakarta serta komitmen legislatif dalam mengawal kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat. Sesi diskusi kemudian menghadirkan tiga narasumber utama: Rizal Wahyudi, Senior Manager Regional Selatan dan Pusat PAM JAYA, yang memaparkan alur teknis prosedur pemasangan baru, perpanjangan layanan, hingga rincian skema tarif yang berlaku. H. Amirullah, tokoh masyarakat, yang menyuarakan kebutuhan dan aspirasi warga mengenai layanan air bersih. Dedy Jaya Saputra, aktivis Jakarta, yang memberikan masukan terkait efisiensi layanan serta kemudahan akses bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi positif antara masyarakat dan penyedia layanan, dengan dukungan penuh dari PAM JAYA. Melalui dialog terbuka ini, Ketua KOMWAJA Anwar Sjani berharap berbagai kendala maupun pertanyaan warga mengenai administrasi dan biaya dapat terjawab, sehingga kualitas pelayanan air bersih di Ibu Kota semakin optimal dan memuaskan.

Gibran Respons Usulan JK untuk Menaikkan Harga BBM: Mohon Maaf Tidak Sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo

INDOPOS-Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka merespons permintaan Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terkait usulan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Gibran menegaskan, usulan tersebut tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan, pemerintah sangat menghargai masukan yang disampaikan JK terkait usulan untuk menaikkan harga BBM di tengah ketidakpastian global. “Namun, mohon maaf hal tersebut tidak sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo yang secara jelas dan tegas telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil,” kata Gibran dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4). Gibran menyatakan, agenda pemerintah saat ini bertekad untuk melakukan efisiensi dan refocusing anggaran. Hal itu penting untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM, seperti kenaikan harga bahan pokok, biaya transportasi, dan lain-lain. Selain itu, pemerintah juga menggalakkan akselerasi transisi menuju penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan juga terus didorong. “Hari ini Bapak Presiden melakukan kunjungan ke Magelang untuk meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah,” imbuhnya. Sebelumnya, usulan untuk menaikkan harga BBM disampaikan oleh Jusuf Kalla (JK) pada Rabu (1/4). JK mengungkit masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat dirinya menjabat sebagai Wapres RI, menaikkan harga BBM pada 2005-2006, untuk mengurangi pemakaian BBM. “Ya, kalau mau seperti dahulu yang kita lakukan pada 2005–2006, saat krisis, yaitu dengan menaikkan harga. Supaya dengan harga naik, otomatis orang mengurangi pemakaian BBM. Mereka tidak pergi ke mana-mana jika tidak perlu. Itu bisa mengurangi setengah pemakaian BBM. Tetapi kalau diberikan harga murah, orang akan seenaknya,” tuturnya. Meski demikian, JK juga tetap mendorong masyarakat untuk kompak melakukan penghematan energi. Ia mendorong masyarakat untuk bersama-sama menggunakan transportasi umum.

RSUD Cibinong Diduga Abaikan Instruksi Bupati, Pengunjung Tetap Dipungut Parkir

INDOPOS-BOGOR – Kebijakan parkir gratis yang sebelumnya diumumkan untuk RSUD Cibinong menuai polemik. Meski Bupati Bogor Rudy Susmanto telah menegaskan bahwa parkir di RSUD Cibinong digratiskan selama satu bulan—mulai 3 April hingga 3 Mei 2026—namun faktanya, para pasien dan pengunjung tetap diminta membayar biaya parkir. Sebelumnya, PT Baraya selaku pengelola parkir menyatakan telah memberikan klarifikasi dan siap menjalankan parkir gratis selama masa evaluasi oleh pemerintah daerah. Kebijakan itu diumumkan setelah muncul berbagai keluhan masyarakat terkait pungutan parkir di fasilitas kesehatan milik pemerintah tersebut. Namun, kondisi berbeda terjadi pada Rabu, 8 April 2026. Pengunjung yang datang ke RSUD Cibinong mengaku masih dikenakan tarif parkir seperti biasa. Bahkan, di area parkir terpasang tulisan bahwa parkir gratis hanya berlaku bagi pasien rawat inap, bukan untuk semua pengunjung seperti instruksi awal. Hal ini menimbulkan kekecewaan sekaligus pertanyaan publik. Banyak warga menilai RSUD Cibinong dan pengelola parkir membangkang instruksi Bupati Bogor. Warga berharap Pemkab Bogor bertindak tegas agar kebijakan yang sudah diumumkan tidak disalahartikan dan benar-benar dijalankan. Mereka menilai ketidakjelasan aturan hanya membuat masyarakat bingung, apalagi di fasilitas penting seperti rumah sakit. Hingga kini, pemerintah daerah masih melakukan evaluasi terhadap pengelolaan parkir yang dikerjakan pihak ketiga, PT Baraya. Namun masyarakat menunggu kepastian, apakah parkir benar-benar digratiskan atau tetap berbayar dalam masa evaluasi.

Indonesia Bangkit, “Raksasa yang Terbangun” Kejutkan Dunia: Presiden Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang

INDOPOS-Magelang – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memasuki era kebangkitan industri dan teknologi, bahkan menyebut bahwa “the giant is waking up”—raksasa Indonesia kini bangkit dan siap mengejutkan dunia. Presiden memuji langkah visioner VKTR yang berhasil memproduksi bus dan truk listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen, dan ditargetkan naik hingga 80 persen dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah, kata Prabowo, mendorong seluruh pemda hingga TNI membeli produk dalam negeri untuk memperkuat industri nasional. Prabowo juga menargetkan Indonesia berhenti mengimpor BBM dalam 2–3 tahun ke depan melalui program elektrifikasi 100 gigawatt dan penutupan 13 PLTD milik PLN. “Kita kuat, kita bangkit. Indonesia sangat cerah. Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia,” ujarnya. Presiden berharap VKTR kelak menjadi national champion seperti Hyundai di Korea dan Isuzu di Jepang. Ia menyebut peresmian ini sebagai tonggak penting transformasi energi bersih Indonesia. Dengan peresmian ini, Indonesia menegaskan diri bukan lagi “raksasa yang tidur”, tetapi kekuatan baru yang siap berdiri sejajar di panggung teknologi global.

Diduga Begal Berkedok DC Matel Serang Ibu-Ibu di Parkiran Basement Mal Cibubur, Polisi Diminta Bertindak

INDOPOS-CIBUBUR – Aksi diduga begal berkedok debt collector (DC) kembali terjadi dan membuat warga resah. Peristiwa terbaru terjadi di area parkiran basement Trans Studio Mall Cibubur dan terekam dalam video yang diunggah akun dashcamindonesia. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua pria mendekati sebuah mobil yang dikendarai seorang ibu. Keduanya mengetuk kaca dan memaksa pemilik kendaraan membuka pintu sambil mengaku sebagai penagih utang. Situasi itu membuat sang ibu panik hingga membunyikan klakson berkali-kali untuk meminta bantuan. Korban Tegaskan Mobil Sudah Lunas Pemilik mobil menegaskan bahwa kendaraannya sudah lunas dan dirinya tidak memiliki tunggakan apa pun. Karena itu, ia curiga bahwa kedua pria tersebut bukan debt collector resmi, melainkan begal yang menyamar. “Mobil saya sudah lunas, saya tidak punya hutang. Mereka maksa dan ngotot, makanya saya takut,” ujar pemilik mobil seperti disampaikan dalam unggahan yang beredar. Respons Warganet: Keamanan Mall Dipertanyakan Unggahan video ini langsung menuai banyak komentar. Warganet mempertanyakan keberadaan petugas keamanan mall, terutama di area basement yang seharusnya dijaga ketat. “Boleh tuntut pengelola, kenapa tidak ada satpam di parkiran?” tulis seorang warganet. Diharapkan Polisi Bertindak Tegas Korban dan warganet mendesak pihak kepolisian agar segera mengusut kasus tersebut. Modus begal berkedok debt collector dinilai semakin meresahkan, terutama karena menyasar perempuan yang sedang sendirian di area parkir tertutup. Masyarakat berharap aparat segera meningkatkan patroli dan menindak tegas para pelaku agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban teror dan intimidasi semacam ini.

Razia Dishub DKI di Plaza Senayan, Belasan Motor Diangkut, Jukir Liar Kabur

INDOPOS-Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menggelar razia parkir liar di kawasan sekitar Plaza Senayan, Jakarta Pusat. Dalam operasi yang digelar siang hari itu, belasan sepeda motor terjaring dan langsung diangkut menggunakan mobil derek. Saat petugas tiba, para juru parkir (jukir) liar yang biasa memungut uang dari pengendara terlihat panik. Mereka berlarian tunggang-langgang menghindari petugas dan menghilang tanpa mau bertanggung jawab. Warga menilai keberadaan jukir liar di lokasi tersebut memang meresahkan karena hanya mencari keuntungan tanpa mengindahkan aturan. Meski begitu, Dishub menegaskan bahwa pemilik motor yang memilih parkir di area tidak resmi juga ikut bersalah. Selain melanggar aturan, keberadaan motor yang parkir sembarangan di bahu jalan menyebabkan kemacetan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk. Petugas kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraan di tempat terlarang dan memanfaatkan lahan parkir resmi yang telah tersedia agar lalu lintas tetap tertib dan aman.

Wajah Jambret HP di Warung Kelontong Jakarta Barat Terekam Jelas, Polisi Kok Belum Bergerak?

INDOPOS-Jakarta – Seorang pria muda nekat melakukan aksi jambret handphone di sebuah warung kelontong di Jalan Duri Utara Raya, Kelurahan Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Korban adalah dua perempuan yang sedang berbelanja. Kejadian tersebut terekam dalam video yang kini viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat pelaku datang dengan santai berpura-pura menjadi pembeli. Tanpa diduga, ia langsung merampas ponsel yang sedang dipegang salah satu korban, kemudian melarikan diri dengan cepat. Korban yang panik langsung mengejar sambil berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan ikut membantu mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil melarikan diri dan membawa kabur ponsel milik korban. Menurut keterangan yang beredar, kejadian bermula saat kedua korban sedang memilih barang di warung. Pelaku yang mengenakan hoodie biru tua datang mendekat, lalu langsung melakukan aksinya dalam hitungan detik. Video yang diunggah akun @okezonecom ini memperlihatkan wajah pelaku dengan cukup jelas, meski sempat tertutup sesaat oleh gerakan tangan. Warga dan netizen kini meminta kepolisian segera bertindak. “Wajahnya kelihatan jelas di video. Polisi diminta segera identifikasi dan menangkap pelaku ini sebelum melakukan aksi lagi di tempat lain,” tulis salah satu netizen di kolom komentar. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polres Metro Jakarta Barat mengenai penangkapan pelaku. Polisi diharapkan segera memeriksa rekaman video dan CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk memburu pelaku. Kasus jambret HP di warung-warung kecil maupun trotoar di Jakarta masih kerap terjadi. Masyarakat diminta tetap waspada, terutama saat menggunakan ponsel di tempat umum yang ramai. #JakartaBarat #Tambora #Pencurian #JambretHP

Mahfud MD Bela Saiful Muzani dari Tudingan Makar, Netizen: Wajar, Kan Mantan Konsultan Politiknya Ganjar-Mahfud

INDOPOS-Pernyataan Mahfud MD yang membela akademisi dan pendiri SMRC, Saiful Muzani, dari tudingan makar memicu perdebatan luas di media sosial. Mahfud menilai pernyataan Saiful—yang viral karena dianggap mengajak menggulingkan pemerintahan Prabowo Subianto—bukan tindakan makar, melainkan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat dalam ruang demokrasi. Ia bahkan meminta pemerintahan Prabowo untuk introspeksi. Komentar Mahfud itu langsung menyulut respons tajam di dunia maya. Warganet pun terbelah dalam dua kubu. 🔹 Mahfud: “Itu bukan makar, jangan alergi kritik” Dalam video yang beredar, Mahfud MD menegaskan bahwa ucapan Saiful Mujani tidak memenuhi unsur makar. Ia menyebut kritik adalah bagian penting dalam demokrasi. Mahfud juga menyinggung bahwa pemerintah tidak boleh anti kritik, dan setiap suara publik—sekeras apa pun—patut didengar sebagai bahan evaluasi. 🔹 Netizen Pro-Kontra, Perdebatan Panas Pernyataan Mahfud memunculkan beragam reaksi: Pro-Mahfud: Banyak netizen menilai Mahfud benar bahwa kritik tidak bisa serta-merta dianggap makar. Mereka berpendapat apa yang disampaikan Saiful adalah analisis akademik yang wajar. Kontra-Mahfud: Tidak sedikit yang menilai pembelaan Mahfud sebagai bentuk ketidaknetralan. Sebagian netizen mengungkit hubungan lama keduanya, mengingat Saiful Mujani pernah menjadi konsultan politik pasangan Ganjar–Mahfud pada Pilpres 2024. “Jadi jelas kenapa dibela,” tulis salah satu pengguna. Ada pula yang menilai Mahfud seharusnya memberikan sikap lebih hati-hati agar tidak menimbulkan bias politik pasca-pemilu. 🔹 Saiful Mujani Sudah Bantah Tuduhan Makar Sebelumnya, Saiful Mujani telah mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah bermaksud mengajak makar. Ia menyatakan ucapannya adalah bagian dari “ekspresi politik yang konstitusional” dan tidak memuat ajakan tindakan ilegal. Meski begitu, cuplikan video yang beredar terlanjur memicu interpretasi liar, dan isu ini semakin panas setelah Mahfud ikut bersuara. 🔹 Isu Politik Memanas Kasus ini kembali memperlihatkan betapa sensitifnya isu kritik terhadap pemerintah di ruang publik. Dukungan Mahfud kepada Saiful sekaligus kritiknya kepada pemerintah membuat sebagian masyarakat memuji keberaniannya, sementara lainnya justru menilai langkah itu semakin mengaburkan batas antara akademisi, politisi, dan mantan pejabat negara. Perdebatan pun masih terus berlanjut, terutama di Instagram dan X, setelah video terkait kembali viral dan menuai ribuan komentar warganet.

Saiful Muzani : Saya Tegaskan itu Bukan Makar, Tapi Sikap Politik, Ketua Bidang Komunikasi DPP MPG Purwoko : “Yang Jantan dong…Jadi Makar?”

INDOPOS-Saiful Mujani mendadak memberi klarifikasi usai video pidatonya viral karena dinilai mengajak masyarakat menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Saiful menegaskan bahwa ucapannya bukanlah tindakan makar, melainkan sikap politik dan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Namun klarifikasi tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Ketua Bidang Komunikasi DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG), Purwoko. Ia menilai Saiful Mujani sedang “bermain kata-kata” dan tidak berani bertanggung jawab atas pernyataannya sendiri. “Video yang viral itu jelas-jelas mengandung ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo. Itu bentuk makar. Sebagai seorang pendidik dan guru besar UIN, seharusnya dia bertanggung jawab penuh atas ucapannya. Yang jantan dong,” tegas Purwoko. Menurutnya, apa yang disampaikan Saiful bukan sekadar kritik atau sikap politik, tetapi ajakan yang dapat mengancam stabilitas negara. Purwoko menambahkan bahwa sejumlah pakar juga menilai pidato tersebut mengandung unsur makar karena berisi seruan untuk menggulingkan presiden yang terpilih secara sah melalui pemilu demokratis. “Konsekuensi hukumnya jelas. Tidak bisa hanya selesai dengan klarifikasi. Kalau dibiarkan, ini akan berbahaya bagi masa depan bangsa. Nanti siapa saja bisa seenaknya memprovokasi rakyat untuk makar tanpa ada tindakan hukum,” lanjutnya. MPG menilai klarifikasi Saiful justru menunjukkan inkonsistensi dan ketidaktegasan. Mereka meminta aparat penegak hukum bersikap tegas agar tidak terjadi preseden buruk yang merusak tatanan demokrasi dan ketertiban nasional. Hingga berita ini diturunkan, polemik terkait ucapan Saiful Mujani masih menjadi perbincangan hangat di ruang publik, terutama terkait batas antara kritik politik dan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai upaya makar. (***)

Mobil Belum Berhenti Sudah Dimintai Uang, Ibu Ini Cekcok dengan Tukang Parkir

INDOPOS-Video cekcok antara seorang pengendara mobil dan oknum tukang parkir mendadak viral di media sosial. Rekaman yang diunggah oleh akun TikTok Nora Yusra 101188 itu disebut terjadi di kawasan Belakang Balok, Kota Bukittinggi. Dalam video tersebut, terlihat pengendara yang belum sempat memarkirkan mobilnya sudah lebih dulu didatangi seorang pria yang meminta uang parkir. Pengendara pun mempertanyakan alasan dirinya langsung diminta membayar, padahal mobil belum benar-benar berhenti. Warga sekitar yang ikut mengomentari kejadian itu menggunakan bahasa Minang menyebut bahwa biasanya bayar parkir bukanlah masalah, selama petugasnya benar dan sesuai aturan. Namun cara oknum tersebut dinilai tidak benar karena meminta sebelum kendaraan terparkir. “Uda ko minta viral… baru tagak baru alun mati gai masin oto lahnyo mintak parkir,” tulis seorang netizen menyoroti kejadian itu. Warga juga menilai bila petugas parkir resmi, harusnya bisa memberikan karcis. Namun dalam video itu, pengendara menyebut dirinya tidak mendapatkan karcis parkir. “Keceknya resmi, minta karcis dak bisa mangaluaan,” keluh pengendara dalam video. Aksi oknum seperti ini dikhawatirkan merusak citra kota dan membuat pengunjung tidak nyaman. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai status oknum tersebut, apakah petugas parkir resmi atau bukan. Warganet pun ramai meminta pemerintah daerah menertibkan pungutan parkir liar yang meresahkan. Sumber: TikTok / Nora Yusra 101188, IG @sumbar.24jam

Gubernur Pramono Sering Dikibuli Pejabat dan ASN DKI, Tanda Lemahnya Kepemimpinan

INDOPOS-Jakarta – Serangkaian pelanggaran yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menjadi sorotan publik. Mulai dari kasus manipulasi laporan warga dengan balasan foto berbasis AI, petugas buang sampah ke sungai, hingga penangkapan seorang pejabat ASN di Bogor karena mengganti pelat merah menjadi pelat hitam. Tak hanya itu, publik juga dikejutkan oleh temuan pejabat yang kedapatan menggunakan mobil dinas untuk mudik saat Lebaran. Rangkaian kejadian ini memicu kritik tajam terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Banyak pihak menilai Pramono gagal menjaga kedisiplinan para ASN di bawahnya dan tidak menunjukkan ketegasan dalam menindak pelanggaran. Kasus pertama yang mencuat adalah laporan warga melalui aplikasi resmi Pemprov DKI yang dibalas dengan foto AI oleh oknum petugas. Warga merasa dibohongi karena laporan penanganan justru direkayasa, bukan ditangani sebagaimana mestinya. Belum usai polemik tersebut, seorang ASN Pemprov DKI kembali membuat heboh setelah ditangkap polisi di Bogor karena mengganti pelat dinas berwarna merah menjadi pelat hitam untuk kepentingan pribadi. Aksi curang ini membuatnya dijerat pidana karena dianggap mengakali aturan negara. Tak lama berselang, publik juga menemukan seorang pejabat DKI yang menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran, padahal hal itu sudah dilarang secara tegas dalam aturan internal pemerintah daerah. Gelombang pelanggaran ini membuat publik mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Pramono Anung. Ia dinilai kurang tegas, sehingga banyak bawahannya merasa bebas bertindak tanpa takut sanksi. “Ketidaktegasan Gubernur Pramono membuat para ASN meremehkan aturan. Tidak pernah ada sanksi tegas dan transparan yang diumumkan kepada publik,” ujar seorang pengamat kebijakan publik menanggapi kasus tersebut. Hingga kini, Pemprov DKI belum memberikan penjelasan rinci mengenai proses hukum maupun sanksi administratif terhadap para pelanggar. Publik mendesak agar Pramono Anung segera menunjukkan sikap tegas dan memperbaiki tata kelola disiplin ASN agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Christine Hakim ke Solo Temui Jokowi, Sempat Bercanda Ajak Main Film: “Judulnya Jangan Ganggu Jokowi”

INDOPOS-Solo – Artis senior Christine Hakim menghadiri acara halal bihalal di Solo dan berkesempatan bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Christine tidak datang sendirian, melainkan bersama rombongan yang terdiri dari sejumlah ibu-ibu yang ikut serta dalam agenda silaturahmi tersebut. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, wartawan sempat menanyakan apakah Christine berniat mengajak Jokowi bermain film. Menanggapi pertanyaan itu, Christine Hakim memberikan jawaban santai. Dengan gaya setengah bercanda, ia menyebut kemungkinan itu ada. “Main film, judulnya ‘Jangan Ganggu Jokowi’,” kata Christine sambil tertawa ringan. Candaan itu langsung membuat suasana semakin cair. Usai acara, Christine dan rombongan berpamitan. Sebagai bentuk keramahan tuan rumah, Ibu Negara Iriana Joko Widodo memberikan oleh-oleh khas Solo berupa makanan karak kepada Christine dan para ibu-ibu yang mendampinginya. Christine terlihat bahagia menerima bingkisan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat keluarga Presiden. Kunjungan ini sekaligus menunjukkan kedekatan Jokowi dengan para pelaku seni, serta kehangatan hubungan yang terbangun antara tokoh nasional dengan masyarakat yang datang bersilaturahmi.

Reza Arap Mengaku Belajar Doa-doa Islam dari Ibu Walau Pendidikan di Sekolah Kristen, Saat Ini Beragama Budha Seperti Ayah

INDOPOS-Konten kreator Reza Arap kembali menjadi sorotan setelah membahas keyakinan yang dianutnya dalam sebuah video wawancara bersama komika Praz Teguh. Dalam obrolan santai tersebut, Reza secara terbuka mengaku bahwa saat ini dirinya menganut agama Buddha. Reza mengungkapkan, perjalanan spiritualnya cukup panjang. Sejak kecil, ia sudah diperkenalkan pada berbagai ajaran agama. Ibunya yang seorang muslim kerap mengajarinya doa-doa Islam, sehingga ia masih mengingat beberapa bacaan tersebut hingga kini. Tak hanya itu, Reza juga bercerita bahwa selama bersekolah di lingkungan pendidikan Kristen, ia sempat mempelajari ajaran Kristen dan membaca Alkitab. Menurutnya, pengalaman mengenal berbagai perspektif agama membuatnya lebih menghargai perbedaan keyakinan. Reza menegaskan bahwa keputusan memilih agama Buddha merupakan pilihan pribadi yang ia ambil setelah melalui pencarian panjang. Ia berharap keterbukaannya bisa dipahami dan tidak menimbulkan salah tafsir. “Orang itu punya perjalanan masing-masing. Yang penting saya tidak merugikan siapa pun,” ujarnya dalam wawancara tersebut. Pernyataan Reza Arap ini pun ramai dibahas di media sosial, dengan banyak warganet yang menilai sikap terbukanya sebagai bentuk kedewasaan dalam beragama.

Fenomena “Tembok Ratapan Solo” Masuk Roblox, Kreatif atau Sindiran? Warganet Berdebat

INDOPOS-Fenomena unik kembali muncul di jagat maya setelah sejumlah konten kreator membuat video di platform gim Roblox yang menampilkan replika rumah Presiden RI ke-7, Joko Widodo, lengkap dengan bagian yang dijuluki warganet sebagai “Tembok Ratapan Solo.” Dalam berbagai unggahan, para pemain Roblox tampak membuat adegan-adegan lucu hingga dramatis di depan replika tembok tersebut. Momen itu kemudian viral dan menarik perhatian publik. Warganet pun memberikan beragam tanggapan. Sebagian menganggap aksi para kreator ini kreatif dan menghibur, karena mampu mengangkat fenomena yang sedang ramai menjadi konten yang menarik di dunia game. Namun tak sedikit pula yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk sindiran, bahkan dianggap sebagai olok-olokan terhadap rumah pribadi Presiden Jokowi di Solo. Perdebatan pun muncul di kolom komentar, mencerminkan perbedaan sudut pandang publik terhadap tren ini. Hingga kini, fenomena “Tembok Ratapan Solo” di Roblox justru semakin viral, seiring semakin banyaknya kreator yang ikut membuat versi mereka sendiri. Komentar Netizen Berbagai komentar memenuhi media sosial menanggapi munculnya replika rumah Jokowi di Roblox. Berikut sejumlah tanggapan warganet: “Kreatif sih, baru kali ini lihat fenomena nasional dibawa ke Roblox.” “Anak Roblox aja ikut merasakan vibes ‘tembok ratapan solo’ wkwkwk.” “Lucu, tapi kok kayak nyindir banget ya… jadi campur aduk lihatnya.” “Harusnya jangan kelewatan, kasihan itu rumah pribadi bukan tempat wisata.” “Gen Z kalau sudah ngonten, semua hal bisa jadi bahan. Salut sama kreativitasnya.” “Ini mah bukan kreatif lagi, udah olok-olokan level internasional.” “Roblox aja tau fenomena ini, tandanya udah viral parah.” “Beneran ngakak, karakter Roblox sampai nangis di tembok, totalitas banget.” “Bikin lucu boleh, tapi jangan sampai jadi tidak sopan.” “Fenomena baru: dari tembok dunia nyata ke tembok dunia Roblox.”

Wamen PKP Fahri Hamzah Tuding Seruan Aktivis Jatuhkan Prabowo Tindakan Inkonstitusional, MPG Minta Istana Bangun Dialog Kebangsaan

INDOPOS-Jakarta – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menilai seruan sejumlah aktivis yang menyuarakan upaya penjatuhan atau penggulingan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai tindakan inkonstitusional yang tidak boleh diberi ruang. Pernyataan tersebut turut menyoroti kehadiran sejumlah tokoh, termasuk pengamat politik Saiful Mujani, dalam forum yang belakangan ramai diperbincangkan karena kritik keras terhadap pemerintahan. Menanggapi hal itu, Ketua DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Bidang Komunikasi, Purwoko, menyebut bahwa pertemuan para aktivis dan tokoh adalah bagian wajar dari kehidupan demokrasi. Menurutnya, kritik merupakan ekspresi aspirasi masyarakat yang harus dihargai. “Berkumpul, berdiskusi, bahkan menyuarakan kritik keras sekalipun adalah dinamika demokrasi. Mereka tentu membawa aspirasi sebagian masyarakat,” ujar Purwoko. Ia menilai tidak perlu ada reaksi berlebihan atas pertemuan tersebut. Justru, katanya, yang dibutuhkan adalah jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat yang kritis. Purwoko mendorong Istana untuk segera membangun ruang dialog kebangsaan yang melibatkan tokoh lintas sektor, termasuk aktivis yang bersuara keras mengenai isu penggulingan pemerintahan. “Ini momentum memperkuat komunikasi dua arah. Undang para aktivis dan tokoh masyarakat sipil agar kritik dapat tersalurkan dalam koridor konstitusi,” tegasnya. Lebih jauh, Purwoko menyampaikan bahwa jika pemerintah merasa kesulitan atau tidak mampu menggelar dialog kebangsaan secara langsung, kami dari MPG, siap menjadi fasilitator untuk mempertemukan para tokoh dan pemerintah. “Jika Istana membutuhkan pihak independen untuk menjembatani, MPG siap memfasilitasi dialog tersebut demi merawat demokrasi dan menjaga persatuan bangsa,” ungkapnya. Sementara itu, Fahri Hamzah tetap menegaskan bahwa kritik adalah hal yang sah, namun tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang bertentangan dengan konstitusi. Hingga kini, belum ada respons resmi dari Istana terkait usulan pembentukan dialog kebangsaan maupun tawaran fasilitasi dari MPG. Purwoko Menambahkan, Pemerintah tak perlu terlalu khawatir atas kritik dan saran dari para aktivis, mereka prinsip nya pasti mendukung dan menghormati apa yg menjadi program presiden terpilih, namun perlu dipahami juga, kadang program baik dr presiden yg baik itu, kadang implementasi nya di lapangan terdapat jg kekeliruan dan pelanggaran di lapangan, contoh misalkan program MBG yg menjadi program unggulan Prabowo pada prinsip nya program ini sangat mulia dan baik, namun apabila hal hal tehnis terjadi dilapangan muncul seperti keracunan makanan, maka hal tersebut lah yg membuat reaksi dari para aktivis naluri yg menggeliat melihat fenomena tsb. Untuk itu Saran saya pemerintah agar segera membuat dialog kebangsaan untuk menyerap masukan masukan atas perbaikan pada program program Presiden tersebut dan di momentum itu lah nanti para aktivis bisa mengetahui bahwa ternyata program program Presiden yg sedang dijalankan itu ternyata baik dan pro rakyat, Tandas Purwoko kepada wartawan.

Rizky Febian dan Mahalini Bawakan “Alamak”, Jokowi–Iriana Ikut Goyang di Pernikahan Putri Ajik Krisna

INDOPOS-Denpasar – Suasana meriah terjadi pada resepsi pernikahan putri Ajik Krisna, Diah, dengan pasangannya Jimmy, yang berlangsung di The Meru Sanur, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Bali, Minggu malam, 5 April 2026. Acara megah tersebut turut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, yang datang memenuhi undangan keluarga Ajik Krisna. Momen tak terduga muncul saat pasangan musisi Rizky Febian dan Mahalini Raharja naik ke panggung membawakan lagu hits mereka, “Alamak”. Musik penuh groove itu langsung menghidupkan suasana, membuat para tamu undangan ikut bergoyang mengikuti irama. Dalam video yang viral di TikTok, Jokowi dan Iriana terlihat tersenyum lebar dan ikut bergoyang kecil, menikmati penampilan duo musisi tersebut. Presiden tampak santai menyapa tamu sekitar, sementara Iriana terlihat ceria mengikuti alunan musik. Kehadiran Jokowi–Iriana di pernikahan putri Ajik Krisna ini mencuri perhatian publik, menunjukkan hubungan baik antara Presiden dan keluarga besar pengusaha terkenal asal Bali tersebut. Resepsi mewah itu berlangsung penuh kehangatan, keceriaan, dan dimeriahkan oleh banyak artis serta tokoh publik. Penampilan Rizky Febian dan Mahalini menjadi salah satu sorotan utama acara, terutama karena berhasil mengajak seluruh ruangan ikut larut dalam suasana—bahkan membuat pasangan Presiden dan Ibu Negara ikut menikmati alunan “Alamak”.

Netizen Pertanyakan Kinerja Gubernur Banten Andra Soni soal Sekolah Ambruk: “Seperti Tidak Peduli”

INDOPOS-BANTEN–Dua ruang kelas SDN Kutakarang 3 di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, ambruk akibat pergerakan tanah. Akibatnya, sudah empat bulan ratusan siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di dapur dan perpustakaan sekolah. Kondisi itu memicu gelombang kritik dari masyarakat, yang mempertanyakan perhatian Gubernur Banten Andra Soni terhadap persoalan pendidikan di wilayahnya. Guru SDN Kutakarang 3, Ade, menjelaskan bahwa kerusakan mulai terjadi sejak awal tahun 2026 dan semakin parah dari waktu ke waktu. “Sementara para siswa belajar di dapur dan perpustakaan, karena kelas sudah tidak bisa dipakai,” ujarnya, Senin (6/4/2026). Menurut Ade, dinding dan lantai ruang kelas mengalami amblas karena tanah yang labil. Padahal bangunan tersebut baru berusia satu tahun. “Itu rusak karena tanahnya bergerak, bangunan baru satu tahun,” tuturnya. Demi keselamatan, sejak Februari siswa telah dipindahkan ke ruangan darurat. Namun upaya tersebut hanya bersifat sementara. “Belum ada kepastian mau digimanakan, sudah dilaporkan ke Pemkab Pandeglang tapi belum jelas tindak lanjutnya,” tambahnya. Pihak kontraktor telah melakukan langkah awal dengan memisahkan bangunan yang rusak agar kerusakan tidak merembet. “Diputus dulu bangunannya supaya yang masih utuh tidak ikut tertarik,” kata Ade. Netizen Geram: ‘Gubernurnya Kemana?’ Kondisi memprihatinkan itu membuat warganet ramai menyuarakan kritik kepada Pemkab Pandeglang dan terutama kepada Gubernur Banten Andra Soni, yang dinilai lamban dan kurang memberikan perhatian. Sejumlah komentar netizen yang ramai beredar antara lain: “Empat bulan anak-anak belajar di dapur, masa gubernur diam saja? Kasihan siswa.” “Banten tiap tahun kasus sekolah ambruk terus. Gubernurnya ngurus apa sih?” “Ini bangunan baru setahun sudah hancur. Pengawasan proyeknya di mana? Seolah nggak peduli.” “Kalau acara seremonial cepat, tapi urusan pendidikan lambat sekali.” “Gubernur Andra Sony tolong turun ke lapangan, jangan menunggu viral dulu.” Banyak warganet juga mempertanyakan kualitas pembangunan sekolah di Banten yang masih sering bermasalah meski memakai anggaran besar. Tuntutan Gerak Cepat Pemerintah Daerah Warga sekitar meminta pemerintah provinsi dan kabupaten segera memberikan solusi permanen agar siswa bisa kembali belajar dengan nyaman dan aman. Mereka mendesak Gubernur Andra Sony menunjukkan kepedulian nyata. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemprov Banten terkait langkah penanganan maupun percepatan pembangunan ulang ruang kelas yang ambruk.

Deretan Tokoh Hadiri Acara Silaturahmi yang Suarakan Penjatuhan Pemerintahan Prabowo–Gibran, Siapa Dalangnya?

INDOPOS-Jakarta – Sebuah acara silaturahmi sejumlah tokoh akademisi, aktivis, dan figur publik memantik kontroversi setelah di dalam forum tersebut muncul seruan untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo–Gibran. Acara yang semula diklaim sebagai ajang halal bihalal itu berubah menjadi panggung kritik keras terhadap pemerintahan baru, bahkan mengarah pada ajakan menggulingkan pemerintahan yang sah. Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya: Saiful Mujani – pendiri SMRC yang sebelumnya sempat viral karena pernyataan terkait ajakan menggulingkan pemerintahan Prabowo. Islah Bahrawi – relawan Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024, yang dalam forum itu mengeluarkan pernyataan kontroversial, menyebut Presiden Prabowo pikun hingga demensia, serta menyerukan agar Prabowo “diturunkan” bersama peserta lain. Feri Amsari – pakar hukum tata negara, yang sebelumnya dikenal kritis terhadap perubahan konstitusi dan kekuasaan presiden. Dipo Satria – aktivis yang sering tampil dalam gerakan kritik sosial-politik. Dr. Sukidi – intelektual dan akademisi yang beberapa waktu terakhir aktif menyuarakan kritik terhadap legitimasi pemerintahan baru. Ubedilah Badrun – pengamat politik dan akademisi, yang juga dikenal pernah melaporkan kasus dugaan korupsi yang menyeret keluarga penguasa. Almas Sjafrina – akademisi muda yang sebelumnya mencuat terkait uji materi batas usia capres-cawapres di MK, dan kini tampil sebagai salah satu pengkritik keras pemerintahan. Isi Seruan yang Memantik Kontroversi Dalam forum tersebut, beberapa pembicara lantang menyebut bahwa pemerintahan Prabowo–Gibran adalah hasil proses yang “tidak adil”, dan mengajak peserta untuk “bersatu menurunkannya”. Seruan itu kemudian menyebar luas di media sosial, memicu reaksi dari publik yang menilai ajakan tersebut sudah melampaui batas kritik dan berpotensi menabrak hukum. Ucapan Islah Bahrawi menjadi salah satu yang paling ramai disorot karena dianggap menghina dan menyerang personal Presiden Prabowo Subianto. Sementara Saiful Mujani kembali ditegaskan publik sebagai salah satu tokoh yang sejak awal menyinggung soal potensi “penggulingan” pemerintah. Respons Publik Gelombang kecaman muncul dari warga net, yang menilai para tokoh tersebut tengah mencoba menciptakan instabilitas politik di saat pemerintahan baru bahkan belum berjalan lama. “Baru mulai kerja tapi sudah disuruh tumbang, demokrasi macam apa ini?” tulis salah satu warganet. Ada pula yang menuding acara itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya terorganisir untuk mengganggu stabilitas nasional. Isu Hukum dan Keamanan Beberapa pakar hukum menilai bahwa ajakan menggulingkan pemerintahan sah dapat masuk kategori tindakan yang diatur dalam pasal makar. Aparat keamanan pun disebut tengah memonitor perkembangan isu ini. Sementara itu, pihak Istana belum memberikan komentar resmi terkait seruan yang berasal dari acara tersebut. Namun sejumlah pendukung pemerintah meminta aparat menindak tegas pihak yang mencoba mengganggu stabilitas pemerintahan.

Tokoh Anti Gibran Almas Sjafrina Bicara Turunkan Prabowo Bareng Feri Amsari, Tuai Kecaman Netizen 

INDOPOS-Kritik Keras Pencalonan Gibran: Prosesnya Rusak Marwah MK, Tak Rela Jika Gantikan Prabowo Jakarta – Pengamat dan pegiat anti-korupsi Almas Sjafrina menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap wacana turunnya Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya berakhir. Ia secara khusus tidak rela jika posisi presiden kelak diisi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, karena proses pencalonan Gibran sebagai cawapres dinilai telah merusak marwah Mahkamah Konstitusi (MK). Pernyataan itu disampaikan Almas Sjafrina dalam acara Halal Bihalal Pengamat bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” yang digelar di Beranda Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026). “Saya tidak mempermasalahkan keberadaan seorang presiden, tetapi saya menyoroti kemungkinan jika posisi tersebut justru diisi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujar Almas, seperti dikutip dari rekaman acara yang dibagikan akun Sociocorner. Menurut Almas, proses yang mengantarkan Gibran maju sebagai calon wakil presiden sebelumnya telah menimbulkan polemik serius di masyarakat. Ia menilai langkah tersebut telah merusak marwah lembaga Mahkamah Konstitusi yang seharusnya menjadi penjaga konstitusi. Almas mengaku memiliki kekhawatiran tersendiri apabila skenario Prabowo turun dari jabatan terjadi tanpa kejelasan kepemimpinan berikutnya, terutama jika penggantinya adalah Gibran. “Polemik pencalonan Gibran Rakabuming Raka merusak marwah Mahkamah Konstitusi,” tegasnya. Acara tersebut menjadi forum diskusi bagi para pengamat dan intelektual untuk membahas dinamika politik terkini, termasuk wacana pergantian kepemimpinan nasional dan kebebasan berpendapat. Pernyataan Almas ini menambah daftar kritik terhadap dinasti politik yang dianggap sebagian kalangan masih membayangi pemerintahan saat ini. Sebelumnya, proses putusan MK yang membuka jalan bagi Gibran (yang saat itu belum genap 40 tahun) menuai kontroversi luas karena dianggap melanggar prinsip netralitas dan independensi lembaga yudikatif. Pernyataan Almas langsung memancing respons keras di berbagai platform media sosial. Berikut beberapa komentar warganet yang banyak disorot: “Kritik boleh, tapi bicara soal turunkan presiden itu sudah kelewat batas.” “Kalau tidak suka Gibran, jangan seret-seret isu turunkan Prabowo.” “Pengamat tapi bicaranya tidak mencerdaskan. Malah provokasi.” “MK memang bermasalah, tapi bukan alasan untuk melegitimasi wacana penggulingan pemerintah.” Sebagian warganet juga menilai bahwa Almas dan Feri Amsari sudah terlalu sering membawa narasi negatif terhadap pemerintah, sehingga setiap pernyataan mereka kerap mendapat resistensi publik.

Umat Islam Harus Jadi Pelopor Perdamaian, Persatuan, dan Solusi yang Menyejukkan di Tengah Ketegangan Geopolitik

Penulis: Andi Anzhar Cakra Wijaya Wakil Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI Pusat) Bidang Politik, Hukum dan Hubungan Luar Negeri Konflik di Timur Tengah harus dilihat sebagai tragedi kemanusiaan yang membutuhkan empati global tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun politik. Kondisi ini mengakibatkan keprihatinan anak bangsa, termasuk Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Harapan perdamaian berkelanjutan sangat dinantikan semua pihak. Semua pihak hendaknya menempuh jalan damai melalui dialog konstruktif dan penghentian kekerasan demi masa depan generasi berikutnya. Pada momen seperti ini, peran umat Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin sangat dinantikan seluruh komponen bangsa di dunia dan semesta alam. Umat Islam diharapkan menjadi pelopor perdamaian, persatuan, dan solusi yang menyejukkan, sesuai nilai-nilai Islam yang membawa rahmat untuk seluruh alam. Dukungan terhadap upaya diplomasi internasional sangat diperlukan tentunya. Penulis mengapresiasi segala bentuk mediasi dan diplomasi internasional yang bertujuan menghentikan konflik dan menciptakan stabilitas kawasan. Indonesia sebagai salah satu negara pendiri dan anggota aktif Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sejak 1969, yang bertujuan meningkatkan solidaritas antarnegara muslim, mendukung kemerdekaan Palestina, serta mendorong kerjasama ekonomi sangat dinantikan kiprahnya. Indonesia aktif dalam KTT Luar Biasa OKI, khususnya dalam mendesak penyelesaian konflik di Gaza dan memajukan perdagangan non-migas. Pada April 2026 ini, seharusnya konferensi KTT OKI digelar. Tetapi, ditunda mengingat kondisi geogolitik yang belum stabil. OKI sendiri merupakan organisasi antar-pemerintah terbesar kedua setelah PBB dengan 57 anggota. Dan, Indonesia berperan dalam mengedepankan solidaritas umat Islam serta ketertiban dunia. Pada momen saat ini, kiprah Indonesia sebagai salah satu negara pendiri dan anggota OKI sangatlah dinantikan dalam mewujudkan perdamaian dunia. Wabilkhusus, negara-negara Islam di dunia.  

Waduh! Laporan Parkir Liar Diduga “Dimanipulasi AI”, Kinerja Pramono Disorot Tajam

INDOPOS-Jakarta – Kepercayaan publik terhadap layanan pengaduan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali diuji. Sebuah unggahan viral di media sosial mengungkap dugaan bahwa laporan parkir liar yang disampaikan warga melalui aplikasi resmi JAKI justru ditutup dengan bukti foto yang diduga hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Akun Threads @seinsh menjadi sorotan setelah mengaku telah menempuh berbagai cara untuk mengatasi parkir liar di lingkungannya—mulai dari menegur langsung pelaku hingga melapor ke pihak kelurahan—namun tak membuahkan hasil. Ketika mencoba jalur resmi lewat aplikasi JAKI, ia justru menerima “tindak lanjut” berupa foto yang dinilai tidak sesuai kondisi lapangan. Dalam unggahannya, ia bahkan mempertanyakan prosedur resmi kepada staf khusus gubernur. Kekecewaan ini langsung memicu reaksi luas warganet yang menilai ada yang tidak beres dalam sistem pengaduan digital milik Pemprov DKI. Dugaan Manipulasi, Bukan Sekadar Error Kejanggalan muncul dari dua foto tindak lanjut yang menunjukkan perubahan tidak wajar—kendaraan yang semula ada tiba-tiba hilang, sementara elemen lain tetap sama. Hal ini memicu dugaan penggunaan AI untuk “mempercantik” laporan seolah masalah telah ditangani. Jika benar, ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan indikasi manipulasi administratif yang serius. Sebab, laporan warga seharusnya menjadi dasar kebijakan, bukan sekadar formalitas untuk menutup aduan. Tamparan untuk Pramono Anung – Rano Karno Kasus ini menjadi pukulan telak bagi kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Keduanya diharapkan membawa pembaruan tata kelola kota, namun justru dihadapkan pada dugaan praktik “laporan asal selesai”. Alih-alih menghadirkan solusi nyata di lapangan, sistem yang dibangun malah terkesan hanya mengejar status administratif: laporan masuk, lalu ditutup—tanpa verifikasi nyata. Padahal, parkir liar di Jakarta bukan persoalan baru. Namun hingga kini, masalah tersebut masih terus berulang, bahkan semakin berani karena lemahnya penegakan. Dalam banyak kasus, warga sudah lelah karena laporan tak kunjung ditindak serius. Krisis Kepercayaan Publik Kritik warganet pun bermunculan. Mereka mempertanyakan kredibilitas aplikasi JAKI dan komitmen Pemprov dalam menindaklanjuti keluhan warga. Bahkan ada yang menilai jika dugaan ini benar, maka sudah masuk ranah pelanggaran serius. Situasi ini menunjukkan bahwa problem Jakarta bukan hanya di lapangan, tetapi juga pada sistem birokrasi yang belum transparan dan akuntabel. Janji Evaluasi, Publik Tunggu Bukti Pihak Pemprov DKI sendiri disebut akan menelusuri kasus ini dan memberikan sanksi jika terbukti ada pelanggaran. Namun publik tentu tidak cukup hanya dengan janji. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata: audit sistem JAKI secara menyeluruh transparansi proses tindak lanjut laporan penindakan tegas terhadap oknum petugas Jika tidak, kepercayaan masyarakat bisa runtuh—dan aplikasi pengaduan hanya akan dianggap sebagai formalitas tanpa makna. Masalah Lama, Pemimpin Baru, Tapi Hasil Sama? Kasus ini menegaskan satu hal: pergantian pemimpin tidak otomatis menyelesaikan masalah klasik Jakarta. Di bawah Pramono Anung dan Rano Karno, publik berharap perubahan nyata. Namun jika laporan warga saja diduga “dimanipulasi”, maka wajar jika muncul pertanyaan besar: apakah Pemprov benar-benar bekerja, atau hanya terlihat bekerja?

Preman Palak Driver Online Dekat Kantor Polisi Pelabuhan Makassar, Warganet Berang, Diduga Ada Setoran

INDOPOS-Makassar – Video aksi premanisme di depan Pelabuhan Makassar kembali memicu gelombang kemarahan publik. Seorang driver ojek online (ojol) menjadi korban pemalakan saat menjemput penumpang pada Jumat malam, 3 April 2026. Lebih ironis lagi, peristiwa itu terjadi hanya beberapa meter dari kantor polisi, namun tidak terlihat adanya tindakan dari aparat. Dalam rekaman yang viral, seorang pria tiba-tiba meminta uang parkir secara paksa kepada driver yang hanya berhenti sebentar. Pelaku bahkan sempat mengancam dan mencoba merampas ponsel milik sang driver. Sudah Sering Terjadi, Preman Seakan Kebal Hukum Menurut warga dan warganet, praktik pemalakan serupa telah berlangsung lama di area pelabuhan. Preman berkedok jukir liar disebut kerap meminta uang kepada siapa pun yang lewat atau menjemput penumpang, terutama pengemudi transportasi online. Mereka menyebut pelaku seolah kebal hukum, meski beroperasi di lokasi yang berdekatan dengan pos dan kantor polisi. Warganet Ramai Mengecam, Pertanyakan Kinerja Polisi Kolom komentar di berbagai platform dipenuhi kecaman. Banyak yang mempertanyakan mengapa aparat terkesan tidak memberikan respons apa pun, padahal kejadian semacam ini sudah diketahui publik. Beberapa komentar warganet yang mencuat: “Dekat kantor polisi tapi preman beraksi bebas. Mau sampai kapan?” “Selalu kejadian di pelabuhan, tapi tidak pernah dibereskan.” “Polisi ke mana? Atau pura-pura tidak tahu?” Lebih jauh, muncul dugaan keras dari warganet mengenai adanya setoran kepada oknum tertentu, sehingga para preman bisa terus beroperasi tanpa takut ditindak. “Kalau bebas begini, pasti ada setoran ke oknum.” “Tidak mungkin berani kalau tidak ada backing.” Masyarakat Desak Tindakan Tegas Warga berharap Polres Pelabuhan Makassar dan otoritas terkait tidak menutup mata atas maraknya premanisme tersebut. Mereka menuntut penertiban serius serta penindakan terhadap siapa pun yang terbukti membekingi para pelaku. Insiden ini menambah panjang daftar kasus premanisme di area pelabuhan, yang terus terulang karena lemahnya pengawasan dan minimnya tindakan nyata.

Dapur Program Makan Bergizi Gratis Berdekatan dengan Timbunan Sampah, Warga dan Netizen Geram: “Yakin Masih Bisa Disebut Bergizi?”

INDOPOS-Jakarta Timur — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diterpa kritik setelah sebuah video viral menunjukkan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum Badan Gizi Nasional yang berada tepat di samping tumpukan sampah besar di kawasan Cakung Timur. Dalam video tersebut tampak warga melintas di depan area dipenuhi sampah, sementara papan bertuliskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi terlihat jelas berada beberapa meter dari lokasi pembuangan. Kondisi itu memicu kekhawatiran publik atas keamanan dan kelayakan makanan yang diproduksi untuk anak sekolah dan masyarakat. Netizen Ramai-Ramai Protes: “Kok Bisa Dikasih Izin?” Kolom komentar unggahan itu dipenuhi kritik pedas dari netizen yang mempertanyakan standar kebersihan dan manajemen program MBG. Beberapa di antara mereka menuliskan: “Yakin masih bisa disebut BERGIZI?? PAK @prabowo liat nih pak 😢” – anissa_solihat “Sangat higienis 🙄” – info.cakung “Stresss” – nisa_ndeeee22 “KOK BISA DIKASIH IZIN?” – finne_henrietta “Sangat bergizi sekali 😌” – siapa_sangka_diriku “Nanti makanannya banyak laler ijonya itu 😂” – fudhingress “Kaya GK ada berita baik tentang mbg ini tiap hari 😂😂” – rival.di2235 Komentar bernada satir hingga kecemasan banyak bermunculan, memperlihatkan betapa publik menilai kondisi dapur umum tersebut tidak memenuhi standar higienitas untuk produksi makanan massal. Warga Sekitar: Sudah Lama Ada Masalah Sampah Warga sekitar yang diwawancarai dalam video juga mengaku tidak heran melihat dapur MBG berada di area tersebut. “Yes gue saksi juga lewat sini minggu lalu cuman nggak sempet video. Kasian banget siswa yang dapet MBG dari dapur ini amit amit,” ujar seorang warga bernama Ario Hafiz. Beberapa warga menilai lokasi dapur berada di area yang sejak lama menjadi tempat pembuangan sampah liar, sehingga tidak layak menjadi pusat produksi makanan. Pertanyaan Besar: Di Mana Pengawasan? Muncul sejumlah pertanyaan publik terkait kasus ini: Mengapa dapur umum program nasional ditempatkan di lokasi tidak higienis? Apakah ada survei kelayakan dan kajian risiko sebelum menentukan lokasi? Siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan standar kesehatan dapur? Apakah makanan yang diproduksi aman dari kontaminasi? Keberadaan tumpukan sampah dekat dapur umum dapat mengundang bau tidak sedap, serangga seperti lalat, serta kontaminasi udara yang berpotensi memengaruhi kualitas makanan. Desakan untuk Evaluasi Total Banyak pihak mendesak pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional untuk: segera memberikan klarifikasi, melakukan inspeksi mendadak, merelokasi dapur ke tempat yang memenuhi standar kesehatan, serta memperketat SOP produksi makanan MBG. Program MBG seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak sekolah. Namun jika pengelolaannya tak higienis, program justru dapat membahayakan kesehatan mereka yang menerima manfaat. (***)

Saiful Mujani Viral karena Seruan Jatuhkan Prabowo, Jejak Digital Tunjukkan Kedekatan Lamanya dengan Jusuf Kalla

INDOPOS–Jakarta – Pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, kembali menjadi pusat perhatian publik setelah potongan video dirinya viral diduga menyerukan penggulingan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan dalam forum halal bihalal dan diskusi bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026). Namun di tengah ramainya polemik tersebut, penelusuran jejak digital menunjukkan bahwa Saiful Mujani memiliki rekam interaksi yang cukup panjang dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Keduanya beberapa kali terlihat berada dalam forum diskusi dan analisis politik yang sama, termasuk salah satunya dalam acara yang digelar oleh Tempo beberapa tahun lalu. Pernah Satu Forum Diskusi dengan JK Dalam rekaman kegiatan yang beredar di kanal media, Saiful Mujani pernah terlibat dalam diskusi publik bersama JK saat membahas dinamika politik nasional dan demokrasi Indonesia. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa hubungan keduanya terjalin dalam konteks akademis, diskusi publik, dan analisis politik sejak lama. Kedekatan itu bukan dalam konteks politik praktis, namun lebih pada relasi sebagai tokoh publik yang sering berada dalam ranah diskusi isu negara, di mana JK—sebagai mantan wapres—kerap menjadi narasumber, dan Saiful sebagai analis politik. Viral Setelah Diduga Serukan Ajakan Menggulingkan Pemerintahan Nama Saiful Mujani memicu kontroversi setelah potongan videonya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, ia disebut menyampaikan bahwa “satu-satunya jalan menyelamatkan negara adalah menjatuhkan Presiden Prabowo.” Pernyataan itu langsung menuai reaksi keras dari publik dan sejumlah pihak yang menilai kalimat tersebut masuk kategori narasi inkonstitusional. Sejumlah tokoh meminta agar pernyataan tersebut ditelaah aparat penegak hukum. Hingga kini, belum ada klarifikasi lanjutan dari Saiful Mujani mengenai konteks lengkap pernyataan tersebut. Profil Singkat Saiful Mujani Saiful Mujani dikenal luas sebagai akademisi dan peneliti perilaku politik. Ia meraih gelar doktor ilmu politik dari Ohio State University, Amerika Serikat. Melalui SMRC, ia kerap merilis survei politik seperti: elektabilitas capres dan partai politik, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan, analisis peta kekuatan politik nasional. Pendapat dan analisanya sering menjadi rujukan media dan kalangan politisi, meski tak jarang memicu perdebatan. Jagad Media Masih Ramai Hingga Sabtu malam (4/4/2026), perdebatan mengenai potongan video Saiful Mujani terus bergulir di media sosial. Sebagian menganggap pernyataannya sebagai kritik keras terhadap pemerintahan, sementara sebagian lain menilai pernyataan itu berlebihan. Pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah yang akan diambil atas kasus viral tersebut. (***)

Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia Versi PBB, MPG: Langkah Jokowi Bangun IKN Terbukti Tepat

INDOPOS-Jakarta resmi dinobatkan sebagai kota terpadat di dunia berdasarkan laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam laporan tersebut, Jakarta menempati posisi pertama dengan populasi mencapai 41,9 juta jiwa, mengungguli Dhaka dan Tokyo yang selama ini langganan berada di peringkat atas. Jumlah tersebut terpaut jauh dari Dhaka, Bangladesh, yang memiliki penduduk 36,6 juta, serta Tokyo, Jepang, dengan populasi 33,4 juta jiwa. Lompatan Dhaka sendiri disebut sangat agresif, naik dari posisi kesembilan dan diprediksi menjadi kota terbesar pada 2050. MPG: Kebijakan Jokowi Membangun IKN Terbukti Tepat Menanggapi data tersebut, Ketua DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Bidang Komunikasi, Purwoko, menilai predikat Jakarta sebagai kota terpadat dunia memperlihatkan betapa cepat pertumbuhan kawasan metropolitan Indonesia itu. Menurutnya, kondisi ini sudah lama diprediksi oleh Presiden Joko Widodo, baik ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta maupun saat menjadi Presiden RI. Salah satu langkah strategis Jokowi yang disebut paling visioner adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai pusat pemerintahan yang baru. “Jakarta itu ibarat madu, wajar semua orang tertarik datang dari seluruh penjuru negeri hingga akhirnya menumpuk. Dengan dibangunnya IKN, madu itu bisa dibagi sehingga pemerataan kesejahteraan dan pembangunan tercipta,” ujar Purwoko. MPG juga menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mulai berkantor di IKN. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan kantor Wapres akan rampung tahun ini, sekaligus menjawab kritik sejumlah pihak terkait kepindahan sebagian aktivitas pemerintahan ke Nusantara. Ancaman Jakarta: Tenggelam & Urbanisasi Tak Terbendung Laporan PBB mengungkap bahwa pertumbuhan penduduk Jakarta sangat dipengaruhi oleh migrasi desa–kota yang masif, serupa dengan fenomena di Dhaka. Faktor ekonomi, tekanan lingkungan, hingga tingginya kebutuhan pekerjaan membuat urbanisasi menuju Jakarta terus meningkat. Jakarta juga berhadapan dengan ancaman serius berupa: Penurunan muka tanah, Kenaikan permukaan laut, dan Banjir rob berkepanjangan. PBB bahkan memperkirakan bahwa pada 2050, seperempat wilayah Jakarta akan berada di bawah permukaan laut jika tidak ada langkah mitigasi menyeluruh. Meski menghadapi ancaman tersebut, laju pertumbuhan penduduk diprediksi belum akan berhenti. Dalam 25 tahun ke depan, populasi Jabodetabek diproyeksikan bertambah 10 juta jiwa lagi. Metodologi Baru PBB yang Ubah Peta Kepadatan Dunia Peringkat kota dalam laporan terbaru ini menggunakan metodologi baru dengan kriteria: Aglomerasi area berdekatan dalam grid 1 km², Kepadatan minimal 1.500 orang/km², Total populasi minimal 50.000. Metode baru ini membuat peringkat global berubah signifikan. Misalnya, Teheran yang berpenduduk 9 juta kini kembali menjadi sorotan akibat krisis air dan pembatasan distribusi. Daftar Kota Terpadat Dunia Versi PBB 2024 Jakarta, Indonesia – 41,9 juta Dhaka, Bangladesh – 36,6 juta Tokyo, Jepang – 33,4 juta New Delhi, India – 30,2 juta Shanghai–Chiba, China – 29,6 juta Guangzhou, China – 27,6 juta Manila, Filipina – 24,7 juta Kolkata, India – 22,5 juta Seoul, Korea Selatan – 22,5 juta

Pernyataan Jusuf Kalla Soal “Chaos” Juli–Agustus Picu Kegaduhan, Peringatan atau Provokasi?

INDOPOS-Pernyataan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengenai potensi terjadinya “chaos” pada Juli–Agustus 2026 memicu kegaduhan besar di media sosial. Ucapan tersebut langsung menjadi bahan perdebatan publik, menimbulkan pro dan kontra yang cukup tajam di tengah situasi politik nasional yang sensitif. Pernyataan JK yang Memantik Polemik Dalam sebuah kesempatan, Jusuf Kalla menyebut bahwa Indonesia berpotensi menghadapi situasi tidak stabil atau “chaos” di pertengahan tahun. Ia mengaitkan prediksinya dengan dinamika ekonomi dan politik yang disebutnya bisa memanas pada fase transisi pemerintahan. Meski tidak merinci bentuk “chaos” yang dimaksud, JK menekankan perlunya kewaspadaan pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut. Namun, penggunaan istilah itu justru memantik spekulasi luas di masyarakat. Warganet Terbelah: Antara Peringatan dan Provokasi. Tak butuh waktu lama, pernyataan JK menyebar cepat di platform X, TikTok, dan Instagram. Ribuan komentar mengalir, memperlihatkan polarisasi opini publik. Sebagian warganet menilai JK memberikan peringatan keras berdasarkan pengalamannya sebagai tokoh yang pernah dua kali menjabat sebagai Wakil Presiden. Mereka berpendapat bahwa pernyataan itu perlu dijadikan momentum untuk memperkuat kewaspadaan dan persiapan pemerintah. Namun, kelompok lainnya justru mengecam keras ucapan tersebut. Mereka menganggap prediksi “chaos” terlalu berlebihan dan berpotensi menimbulkan rasa takut di masyarakat. Tak sedikit juga yang menuduh JK melakukan provokasi politik, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil dan menjelang masa transisi kepemimpinan nasional. Kritik: Tokoh Publik Harusnya Menenangkan Beberapa komentar menyoroti bahwa tokoh sekelas Jusuf Kalla seharusnya memilih kata yang lebih menenangkan masyarakat, bukan menambah keresahan. Istilah “chaos” dinilai terlalu sensasional dan bisa memicu kekhawatiran publik, terutama bagi pelaku usaha dan kelompok rentan yang mudah terpengaruh isu ketidakpastian. Pengamat komunikasi politik juga menilai ucapan tersebut rawan dipelintir dan disalahartikan, sehingga bisa memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat. Respons Pemerintah Dinantikan Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait prediksi tersebut. Namun beberapa pihak di lingkungan pemerintahan disebut telah memantau dinamika yang berkembang di media sosial. Pernyataan JK masih ramai diperbincangkan dan diprediksi akan menjadi topik panjang dalam diskursus politik nasional. Publik kini menunggu apakah pemerintah akan memberikan klarifikasi, atau apakah JK sendiri akan meluruskan kembali konteks pernyataannya untuk meredam kegaduhan. Di tengah polarisasi opini ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, sambil menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Jukir Liar di Alfamart Rawamangun Tantang Petugas Dishub, Gubernur DKI Pramono Tak Tegas Berantas Preman Parkir

INDOPOS-Jakarta — Aksi juru parkir (jukir) liar kembali memicu keresahan warga setelah seorang oknum di area Alfamart Drive Thru Rawamangun, Jakarta Timur, terekam menantang dan mengintimidasi petugas Dinas Perhubungan (Dishub) pada Jumat 3 April 2026. Insiden terjadi saat petugas Dishub yang sedang tidak bertugas dan hanya mengenakan pakaian santai selesai membeli kopi menggunakan motor pribadinya. Saat hendak pergi dan mengucapkan terima kasih secara sopan, oknum jukir tersebut justru menghadang, menahan motor, dan meminta uang secara paksa. Penolakan membuat situasi memanas hingga hampir terjadi bentrok sebelum warga melerai. Kejadian ini memunculkan kembali kritik keras kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang dinilai tidak tegas memberantas praktik parkir liar. Warga menilai lemahnya penertiban membuat para jukir liar semakin merajalela dan bahkan berani melawan petugas resmi di lapangan. Kondisi ini bukan hanya merugikan masyarakat kecil yang menjadi korban pemalakan, tetapi juga berdampak pada para pemilik usaha. Banyak pengusaha kecil hingga ritel modern mengaku tokonya sepi karena lokasi usahanya ditongkrongi jukir liar yang kerap meminta uang secara paksa kepada pelanggan. Warga Rawamangun berharap Pemprov DKI bergerak cepat menertibkan preman parkir secara serius dan berkelanjutan, bukan sekadar operasi sesaat. Hingga kini, Dishub DKI belum memberikan keterangan resmi, sementara desakan publik agar pemerintah bertindak tegas makin menguat.

Jembatan Cirahong Diduga Jadi Ajang Pungli, Warganet Geram & Desak Pemda Jawa Barat Turun Tangan

INDOPOS–Jawa Barat – Aksi dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong kembali memicu kemarahan publik. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan pengguna jalan diminta membayar ketika melintas di jembatan legendaris yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya tersebut. Dalam unggahan itu terlihat seorang pengendara motor berjalan pelan di atas jembatan, sementara narasi menyebut adanya oknum yang menarik biaya tanpa dasar yang jelas. Video tersebut pun langsung memancing gelombang kritik dari warganet. Warganet Ramai-Ramai Protes Beragam komentar muncul di media sosial, mayoritas mengungkapkan kekesalan atas praktik pungli yang dianggap meresahkan dan merugikan masyarakat. Banyak yang mempertanyakan mengapa fasilitas umum yang dikelola negara bisa diperlakukan seolah-olah milik pribadi oleh oknum tertentu. “Lewat jembatan kok bayar? Ini fasilitas umum, bukan tempat wisata,” tulis salah satu warganet. “Pemda harus turun tangan, jangan biarkan pungli berkedok keamanan atau perawatan,” komentar lainnya. Desakan kepada Pemprov & Pemda Warganet juga mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pemerintah daerah setempat untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut. Mereka meminta agar oknum yang melakukan pungli diberi sanksi tegas, serta memastikan keamanan dan ketertiban di Jembatan Cirahong kembali terjaga. Praktik pungli di jembatan tersebut bukan kali pertama menjadi sorotan. Warga setempat bahkan mengaku sudah sering melihat aksi serupa, terutama saat jembatan ramai dilintasi pengguna motor. Perlu Penataan & Pengawasan Publik menilai pemerintah harus memberikan solusi konkret, termasuk memperkuat pengawasan, memasang rambu resmi, atau menempatkan petugas yang sah agar tidak dimanfaatkan oknum. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemprov Jawa Barat maupun pemda terkait video yang viral tersebut.

Siswa di Pesisir Selatan Sumbar Terpaksa Menyeberang Sungai Deras, Pemerintah Daerah Dinilai Lamban Bangun Jembatan

INDOPOS-Pesisir Selatan – Akses pendidikan kembali terhambat akibat minimnya infrastruktur. Siswa di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, terpaksa mempertaruhkan keselamatan setiap hari demi bisa pergi ke sekolah. Mereka harus menyeberangi aliran sungai Batang Lumpo yang deras tanpa jembatan memadai, Rabu (1/4/2026). Dalam video yang beredar, tampak para siswa menggunakan sebuah keranjang besi sederhana yang digantung pada tali melintasi sungai. Arus sungai terlihat begitu kuat, sementara peralatan penyeberangan tersebut jauh dari standar keamanan. Meski demikian, tidak ada pilihan lain bagi para siswa selain tetap melintasi sungai jika ingin sampai ke sekolah. Warga menilai kondisi ini terjadi karena lambannya pemerintah daerah dalam membangun jembatan penghubung yang layak. Hingga kini, akses vital tersebut tak kunjung diperbaiki meski sudah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat. “Ini sudah lama, tapi tetap tidak ada tindakan nyata. Anak-anak mempertaruhkan nyawa setiap hari hanya untuk sekolah,” ujar salah satu warga. Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan segera mengambil langkah konkret untuk membangun jembatan permanen, agar aktivitas warga, terutama pelajar, tidak lagi bergantung pada alat penyeberangan darurat yang membahayakan keselamatan. Kondisi ini kembali menegaskan masih banyaknya wilayah di Sumatera Barat yang membutuhkan perhatian serius terkait pembangunan akses dasar, terutama untuk mendukung pendidikan anak-anak. Jika ingin, saya bisa buatkan judul alternatif, versi yang lebih tegas, atau versi untuk caption Instagram.

Connie Bakrie Curhat Diserang ‘Pasukan’ Prabowo Hingga Disebut Tukang Hoaks Usai Kritik Presiden

INDOPOS-Jakarta, 2 April 2026 — Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie membuat pernyataan mengejutkan melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengaku mendapat serangan dari kelompok yang disebutnya sebagai “pasukan Presiden Prabowo Subianto” setelah menyampaikan kritik dan masukan kepada kepala negara. Connie menyebut serangan itu muncul tak lama setelah dirinya mengoreksi beberapa kebijakan dan sikap Presiden. Ia mengklaim telah mengidentifikasi pihak-pihak yang menyerangnya, dan menurutnya, mereka memiliki keterkaitan dengan lingkar Istana. “Setelah saya cek, memang ada afiliasi ke Istana,” ujar Connie dalam unggahannya. Ia kemudian mempertanyakan apakah serangan tersebut terjadi atas perintah langsung Presiden Prabowo atau hanya aksi dari kelompok pendukung. Connie sekaligus memperingatkan agar pola demikian tidak dibiarkan berkembang. Connie menyinggung potensi munculnya gerakan “No Kings” di Indonesia apabila pemimpin tidak membuka ruang kritik. Ia merujuk gerakan di Amerika Serikat yang muncul sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Donald Trump, ketika masyarakat menolak gaya kepemimpinan yang dinilai antikritik. “Jangan sampai Indonesia kena efek ‘No Kings’,” tegas Connie dalam peringatannya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Istana maupun Presiden Prabowo mengenai klaim tersebut.

Viral: Debt Collector Dihajar Warga Hingga Terjungkal di Cikampek, Polisi Diminta Bertindak

INDOPOS-CIKAMPEK – Sebuah video yang menunjukkan keributan antara seorang debt collector dan warga yang diduga menjadi korban penagihan brutal, viral di media sosial pada Selasa (1/4/2026). Rekaman tersebut memicu kemarahan warganet karena memperlihatkan aksi adu jotos hingga debt collector terjungkal di jalan. Dalam video itu tampak seorang debt collector terlibat cekcok dengan korban. Ketegangan meningkat ketika keduanya saling dorong dan akhirnya terjadi adu pukul. Situasi makin memanas hingga warga lain ikut melerai, namun debt collector tersebut tetap terpental dan jatuh keras di lokasi kejadian. Peristiwa disebut terjadi di kawasan Bakan Maja, wilayah Cikampek. Hingga kini, belum diketahui pasti pemicu awal keributan maupun kronologi lengkapnya. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kasus ini. Video tersebut langsung menyebar luas dan memancing komentar warganet yang menyoroti kembali maraknya aksi penagihan kasar oleh debt collector. Banyak yang meminta polisi turun tangan dan menindak pelaku penagihan yang menggunakan cara-cara intimidatif. Polisi setempat diharapkan segera memberikan penjelasan serta memastikan keamanan masyarakat dari praktik penagihan yang melampaui batas. Jika ada perkembangan atau klarifikasi resmi dari pihak berwajib, berita ini akan diperbarui.

Pernyataan Jusuf Kalla Minta Pemerintah Naikkan Harga BBM Tuai Gelombang Kritik Warganet

INDOPOS-Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali menjadi sorotan publik setelah komentarnya mengenai kebijakan harga BBM viral di media sosial. Dalam unggahan yang ramai dibagikan, JK menilai bahwa kenaikan harga BBM perlu dilakukan demi menjaga beban subsidi dan kesehatan APBN di tengah melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik Iran dengan AS–Israel. Menurut JK, ada tiga alasan kuat mengapa harga BBM semestinya dinaikkan, salah satunya untuk mengurangi beban APBN karena subsidi BBM akan mengecil bila harga disesuaikan dengan kondisi internasional. Ia menilai langkah tersebut membuat pemerintah tidak terbebani subsidi yang membengkak. Namun, pernyataan JK justru memicu reaksi keras dari pengguna media sosial. Banyak warganet yang menilai pendapat tersebut tidak peka terhadap kondisi masyarakat. Seorang pengguna menulis, “Pas BBM dinaikkan paling dia juga akan ngomong, kenapa BBM dinaikkan.” Komentar lain bernada lebih keras menyebut bahwa persoalan subsidi bukanlah akar masalah utama, melainkan kebocoran anggaran dan korupsi. “Maaf JK, yang membuat negara ini bangkrut bukan subsidi, tapi koruptor yang korupsi gila-gilaan,” tulis warganet lain. Ada pula yang menilai subsidi justru lebih baik diberikan kepada rakyat ketimbang dikorupsi. “Subsidi membengkak kalau dipakai rakyat Indonesia, itu lebih baik daripada dikorup oleh para koruptor,” tulis pengguna lain. Beberapa komentar bahkan menyinggung sisi pribadi dan memberikan respons kasar, menunjukkan bahwa pernyataan JK kali ini benar-benar memicu emosi sebagian masyarakat. “Provokator tingkat tinggi,” tulis salah satu akun. Gelombang kritik ini menunjukkan bahwa isu harga BBM masih sangat sensitif di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Pemerintah sendiri sebelumnya memastikan tidak akan menaikkan harga BBM untuk mencegah beban tambahan bagi masyarakat, berbeda dengan pandangan yang disampaikan JK. Hingga kini, pernyataan JK tetap menjadi perdebatan hangat di jagat maya, sementara publik menunggu langkah pemerintah berikutnya terkait kebijakan energi nasional.

Presiden Prabowo Pilih Tak Naikkan Harga BBM, Publik Heran JK Justru Sarankan Kenaikan

INDOPOS–Jakarta — Di tengah situasi geopolitik yang memanas akibat perang Iran dengan AS–Israel, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM. Presiden Prabowo Subianto menegaskan keputusan itu diambil agar rakyat tidak terbebani, meski harga minyak dunia menunjukkan tren kenaikan. Namun pernyataan berbeda justru datang dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), yang menyarankan pemerintah menaikkan harga BBM demi menjaga stabilitas ekonomi. Pandangan JK itu terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial dan langsung memicu gelombang komentar masyarakat. Publik Bertanya-Tanya: “Kenapa Justru Minta BBM Dinaikkan?” Di berbagai platform, warganet mengaku heran dengan posisi JK yang dianggap berseberangan dengan sikap pemerintah. Banyak yang mempertanyakan alasan di balik rekomendasi kenaikan harga di tengah upaya pemerintah menjaga daya beli rakyat. JK: Penyesuaian Harga Perlu untuk Selamatkan APBN Dalam video tersebut, JK menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak dunia akibat perang Timur Tengah tidak dapat dihindari dan perlu direspons melalui penyesuaian harga BBM di dalam negeri. “Untuk mengatasi itu, jalan pertama yang baik adalah menyesuaikan harga sesuai harga internasional,” ujar JK. Ia memaparkan tiga alasan utama: Mengurangi subsidi Dengan menaikkan harga BBM, beban subsidi APBN akan berkurang dan fiskal tidak jebol. Menekan konsumsi BBM Menurutnya, harga yang lebih tinggi membuat masyarakat lebih hemat dan mengurangi mobilitas yang tidak mendesak. Pengguna BBM mayoritas adalah kelompok mampu JK menilai mereka yang memiliki mobil pada dasarnya mampu membeli BBM dengan harga lebih mahal, sedangkan pengguna motor akan terdorong untuk lebih efisien. Bandingkan dengan Negara ASEAN JK juga menyebut bahwa penyesuaian harga BBM tidak selalu memicu gejolak sosial, mencontohkan Thailand, Malaysia, dan Vietnam yang relatif stabil meski melakukan penyesuaian harga sesuai pasar. “Masyarakat memahami bahwa kenaikan harga minyak dunia merupakan faktor eksternal yang tidak bisa dihindari,” katanya. Kontras dengan Kebijakan Pemerintah Saat Ini Di sisi lain, Presiden Prabowo memilih menahan harga BBM karena kondisi fiskal dinilai masih mampu menanggung tekanan. Pemerintah juga meyakini bahwa stabilitas sosial dan daya beli masyarakat lebih prioritas di tengah tensi geopolitik global. Reaksi Publik: Sikap JK Dinilai ‘Aneh’ Warganet menilai pernyataan JK bertolak belakang dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Beberapa komentar menyoroti bahwa kenaikan harga BBM justru berpotensi memicu efek domino pada harga kebutuhan pokok. Meski begitu, sebagian lain melihat pernyataan JK sebagai pandangan ekonomis yang mempertimbangkan keberlanjutan APBN.

Prabowo Bertemu Presiden Lee Jae Myung

INDOPOS–Presiden Prabowo Subianto tiba di Seoul, Republik Korea Selatan. Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Dikutip Biro Sekretariat Presiden, pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Prabowo mendarat di Pangkalan Udara Militer Seongnam Selasa (31/3/2026) sekira pukul 19.15 waktu setempat. Setibanya di Seoul, Prabowo disambut secara resmi melalui upacara kehormatan. Di bawah tangga pesawat, Prabowo menerima penghormatan dari pasukan jajar kehormatan yang terdiri atas 20 personel. Prosesi penyambutan turut dimeriahkan dengan 21 kali dentuman meriam salvo sebagai bentuk penghormatan kenegaraan. Usai menerima upacara penghormatan, Prabowo disambut oleh Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Republik Korea Kim Sungwhan, Duta Besar Designate Republik Korea untuk Indonesia Yoon Soongu, serta Kepala Protokol Negara Republik Korea Kim Tae-jin. Turut menyambut dari pihak Indonesia yakni Duta Besar RI untuk Republik Korea Cecep Herawan dan Atase Pertahanan Republik Indonesia di Seoul Kolonel Penerbang Muhammad Arif. Selama berada di Seoul, Prabowo diagendakan menjalani rangkaian kunjungan kenegaraan, termasuk upacara penyambutan oleh Presiden Republik Korea di Blue House. Disambut Antusiasme Diaspora Saat tiba di hotel tempatnya bermalam, kedatangan Prabowo disambut antusias warga negara Indonesia yang tinggal di Korea Selatan. Tampak dua anak Indonesia yang mengenakan pakaian tradisional berdiri rapi dan menyerahkan rangkaian bunga kepada Prabowo sebagai tanda selamat datang. Prabowo menerima bunga tersebut dengan senyum, mengapresiasi sambutan yang diberikan. Khairul, mahasiswa S2 di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), mengaku bangga bisa menyambut langsung kedatangan Prabowo. Khairul bercerita bahwa dirinya juga sempat berbincang singkat dengan Prabowo yang memberinya semangat untuk menyelesaikan studi. “Tadi beliau tanya saya belajar di mana. Kemudian beliau juga menyemangati saya untuk bisa menyelesaikan studi saya,” tutur Khairul. Hal serupa disampaikan Pujianti, mahasiswa S3 di Seoul National University asal Nusa Tenggara Timur, yang merasa bangga dapat bertemu langsung dengan Prabowo. Pujianti berharap hubungan kedua negara dapat membuka lebih banyak kesempatan pendidikan, khususnya bagi mahasiswa dari Indonesia timur. “Terus terang sangat bangga karena saya berasal dari Nusa Tenggara Timur yang sangat sulit untuk ke Jakarta untuk melihat Bapak Presiden. Tapi saya bisa bertemu dengan Bapak Presiden di tempat saya menuntut ilmu. Jadi saya sangat bangga sekali,” tuturnya. Sementara itu, Rima, diaspora Indonesia yang telah lama menetap di Korea Selatan, juga mengungkapkan rasa haru dan bahagianya. Rima berharap hubungan Indonesia dan Korea semakin erat dan memberi manfaat bagi masyarakat di kedua negara. “Dari kemarin itu saya sampai nggak bisa tidur. Luar biasa sekali. Suatu kehormatan saya bisa diundang dengan KBRI untuk bisa hadir menyambut Bapak,” ucap Rima. “Saya berharap untuk persahabatan Indonesia dan Korea ini makin dipererat,” lanjutnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 31, 2026
  • 0 Comments
Pencuri Handphone dari Dashboard Motor Terekam CCTV, Pelaku Sempat Akses WhatsApp, dan Meminta Uang kepada Kerabat Korban

INDOPOS-Sebuah aksi pencurian ponsel kembali viral di media sosial setelah akun Instagram Depok24Jam membagikan rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria mengambil handphone dari dashboard motor yang terparkir di depan sebuah bangunan. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengenakan jaket dan helm berhenti di depan motor korban. Ia kemudian mendekat, membuka dashboard, dan mengambil ponsel yang tersimpan di dalamnya sebelum pergi.   Pelaku Sempat Masuk WhatsApp Korban Korban mengungkapkan bahwa pelaku tidak hanya mencuri perangkat tersebut, tetapi juga membuka aplikasi WhatsApp dan menghubungi beberapa kontak seolah-olah dirinya adalah pemilik ponsel. Pelaku diduga mencoba meminta transfer uang kepada kerabat korban dengan berpura-pura menjadi korban. “Dia sampai masuk ke WA mamaku dan ngechat orang untuk minta transfer seakan mamaku yang minta,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut. Warganet Geram Aksi pencurian ini memicu kemarahan netizen. Banyak yang menyayangkan tindakan pelaku yang tidak hanya mengambil barang tetapi juga mencoba melakukan penipuan lanjutan menggunakan akun pemilik ponsel. Di video lain, pelaku terlihat lebih jelas ketika sedang mengendarai motor. Unggahan tersebut memperlihatkan wajah seorang pria yang diduga sama dengan pelaku pencurian HP dari dashboard motor. Netizen pun menuntut pelaku segera diamankan, seperti komentar yang berbunyi, “Tenang sahabat netizen, sedikit lagi kita lihat muka melasnya,” dan “Udah ketangkep aje tu bocah.” Belum Ada Konfirmasi Resmi Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait apakah pelaku sudah diamankan atau masih dalam pencarian. Akun yang mengunggah video berharap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak meninggalkan barang berharga di bagian dashboard motor yang rawan dibobol. Himbauan untuk Masyarakat Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya: Tidak menyimpan HP, dompet, atau barang berharga di dashboard motor. Mengaktifkan kunci aplikasi atau two-step verification pada WhatsApp untuk menghindari penyalahgunaan ketika perangkat hilang. Segera melapor ke polisi jika mengalami kejadian serupa. Jika kamu ingin versi lebih panjang, gaya portal berita tertentu, atau ditambahkan keterangan lokasi, tinggal kasih tahu ya!

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 30, 2026
  • 0 Comments
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik

INDOPOS-Jakarta -Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pertanggungjawaban dari pemerintah Republik Indonesia (RI) terkait gugurnya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam serangan Israel ke Lebanon. TNI tersebut tergabung dalam misi pasukan perdamaian PBB. MUI juga mengecam keras serangan tersebut. MUI menilai pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut bisa dilakukan dengan mengambil langkah diplomatik yang tegas lewat jalur bilateral ataupun multilateral. “Kepada pemerintah Indonesia agar mengambilkan langkah diplomatik yang tegas melalui jalur bilateral maupun multilateral guna menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini,” ungkap Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, dikutip dari situs resmi MUI pada Senin (30/3/2026). Kemudian, MUI juga meminta PBB segera melakukan investigasi independen dan menjatuhkan sanksi yang sesuai terhadap pelaku pelanggaran. MUI menyerukan masyarakat internasional untuk tidak bersikap diam terhadap tindakan yang menciderai hukum internasional serta nila-nilai kemanusiaan. “Kepada umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk mendakan para korban serta memperkuat solidaritas kemanusiaan dan komitmen terhadap perdamaian dunia,” ujar Sudarnoto. MUI menegaskan perdamaian dunia tak akan terwujud tanpa adanya penghormatan terhadap hukum internasional dan keadilan. Karenanya, segala bentuk pelanggaran harus dihentikan dan ditindak secara tegas demi menjaga stabilitas global dan kemanusiaan. MUI juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam peristiwa tersebut. MUI mendoakan almarhum diterima amal ibadahnya serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. “Atas nama MUI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan lahir batin kepada keluarga almarhum, serta menerima segala amal ibadahnya dan menempatkannya di sisi terbaik di hadapan-Nya,” jelas Sudarnoto. MUI menilai serangan tersebut jadi bentuk nyata dari sikap yang semakin hari semakin mengabaikan hukum internasional. Termasuk prinsip-prinsip perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang berada di bawah mandat PBB. “Tindakan ini tidak hanya melanggar norma hukum internasional, tetapi juga mencederai prinsip kemanusiaan universal. Pasukan perdamaian hadir untuk menjaga stabilitas dan mencegah konflik, bukan untuk menjadi sasaran kekerasan,” tegas Sudarnoto. Menurut MUI, serangan terhadap pasukan perdamaian adalah pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi. MUI mendesak agar dilakukan penyelidikan yang transparan, independen, dan akuntabel atas peristiwa ini. MUI meminta PBB mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas kejadian ini serta memastikan adanya pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang melakukan pelanggaran. “Saya memandang bahwa secara politik dan diplomatik, serangan ini mengandung pesan yang sangat serius. Ini menunjukkan adanya eskalasi konflik yang semakin meluas dan berpotensi menyeret aktor-aktor internasional ke dalam pusaran ketegangan yang lebih besar di kawasan Timur Tengah,” urainya. Lebih lanjut, dia menilai serangan terhadap pasukan perdamaian juga dapat dimaknai sebagai bentuk pelemahan terhadap sistem multilateralisme dan terhadap upaya-upaya kolektif menjaga perdamaian dunia. Peristiwa ini, kata Sudarnoto, berpotensi memperburuk dan mengancam negara-negara kontributor pasukan perdamaian, mengancam kredibilitas dan efektivitas misi-misi perdamaian internasional di berbagai wilayah konflik. Dalam konteks geopolitik saat ini, Sudarnoto menegaskan, tindakan Israel tersebut semakin mempertegas pola agresi yang tidak terkendali dan berpotensi memicu instabilitas kawasan yang lebih luas. “Khususnya di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan berbagai kepentingan global,” tandasnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 30, 2026
  • 0 Comments
Prabowo Tiba di Istana Kekaisaran Jepang, Disambut Kaisar Naruhito

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Kaisar Jepang Naruhito di Imperial Palace, Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).  Eks Danjen Kopassus itu akan meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang. Pantauan jurnalis, di lokasi Presiden Prabowo tiba memakai mobil kenegaraan berwarna hitam sekira pukul 11.40 waktu setempat. Ketua Umum Partai Gerindra itu terlihat memakai setelan jas dan celana berwarna hitam. PRABOWO & KAISAR NARUHITO – Momen Kaisar Jepang Naruhito menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto di Imperial Palace, Tokyo, Jepang pada Senin (30/3/2026) pagi. Prabowo terlihat ditemani oleh putra tunggalnya, Didiet Hediprasetyo; Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya; Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Saat turun dari mobilnya, Prabowo terlihat ditemani oleh: putra tunggalnya, Didiet Hediprasetyo Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto Menteri Luar Negeri Sugiono Eks Menteri Pertahanan RI itu langsung disambut Kaisar Naruhito. Kaisar Naruhito langsung menjabat tangan Prabowo dan langsung mengabadikan momen berfoto bersama. Selanjutnya, ia langsung masuk ke dalam istana Kekaisaran untuk melakukan pertemuan bilateral. Setelah itu, rombangan Presiden Prabowo pun langsung dijamu makan siang kenegaraan oleh Kaisar Jepang.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 30, 2026
  • 0 Comments
Begal DC Matel Beraksi di Depok, Motor Dibeli Cash Mau Dirampas, Korban Dipukul, Netizen Pertanyakan Kinerja Polisi

INDOPOS-Depok – Video penagihan diduga dilakukan oleh debt collector aplikasi pinjaman Matel kembali menyita perhatian publik. Dalam rekaman yang beredar, terlihat beberapa pria menghadang seorang warga di kawasan Jatijajar, Depok. Keributan pun terjadi hingga korban disebut sempat mendapat pukulan saat berupaya mempertahankan diri. Aksi penagihan yang berujung kekerasan ini memicu kemarahan warganet karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Banyak yang menilai bahwa praktik brutal debt collector sudah sering terjadi, namun penanganan aparat kepolisian masih dianggap lambat dan tidak memberikan efek jera. Korban Diduga Dipukul di Tengah Penagihan Dalam video, situasi tampak ricuh dengan suara teriakan warga sekitar. Seorang pria yang menjadi target penagihan terlihat didorong dan dipukul oleh salah satu pelaku. Kejadian tersebut berlangsung di pinggir jalan, sehingga menarik perhatian pengguna jalan lain. Warga yang merekam insiden itu menyebut bahwa korban hanya sedang melintas ketika para penagih mendatanginya. Gelombang Kritik ke Polisi: “Kasus Begini Terus Keulang” Kolom komentar unggahan viral tersebut dipenuhi kritik terhadap kepolisian. Banyak warganet menilai bahwa kasus serupa kerap terjadi, tetapi penanganan aparat dirasa kurang tegas. “Korban sampai dipukul, tapi petugas sering datang setelah kejadian selesai. Kapan aparat benar-benar tegas?” tulis seorang warganet. Ada juga yang menyebut bahwa masyarakat sering merasa dipersulit saat melapor, sementara para penagih yang melakukan kekerasan masih berkeliaran. Tuntutan ke OJK: Tindak Tegas Perusahaan dan Kebocoran Data Selain menyoroti polisi, warganet juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menindak perusahaan atau aplikasi pinjaman yang diduga membocorkan data nasabah dan menggunakan jasa penagih tidak resmi. Mereka meminta OJK menjatuhkan sanksi berat, termasuk sanksi pidana dan denda hingga Rp15 miliar bagi perusahaan yang melanggar aturan penagihan dan perlindungan data konsumen. Masyarakat Merasa Tidak Dilindungi Kasus ini menjadi sorotan karena menambah deretan kejadian penagihan yang berujung keributan di jalan raya. Banyak warga mengeluh bahwa mereka tidak mendapatkan rasa aman, baik dari regulator maupun aparat penegak hukum. “Setiap kali viral, baru ramai. Tapi penyelesaian nyata jarang terlihat,” tulis komentar lain yang mendapat banyak dukungan. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian maupun pihak terkait mengenai kejadian tersebut.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 28, 2026
  • 0 Comments
Begal Berkedok DC Matel Kembali Terjadi di Jakbar, Masyarakat Kecewa Kinerja Aparat

INDOPOS-Jakarta Barat – Insiden seorang pengendara sepeda motor yang tiba-tiba diberhentikan oleh sekelompok orang diduga debt collector (penagih utang) kembali terjadi di depan Halte Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Jumat sore (27 Maret 2026). Menurut keterangan saksi yang diunggah melalui akun Instagram @warga.jakbar dan @jakbarviral, kejadian berlangsung ricuh. Teriak-teriaan dan aksi tarik-menarik antara pengendara dengan pihak yang menghentikannya sempat terjadi di lokasi. Dalam video yang beredar, salah satu orang dari kelompok tersebut terlihat memeriksa nomor rangka mesin kendaraan korban, diduga untuk mencocokkan data piutang. Peristiwa ini langsung menarik perhatian warga sekitar yang melintas di kawasan tersebut. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai identitas korban maupun kelanjutan penanganan kasus oleh pihak berwenang. Insiden ini menuai berbagai komentar dari netizen di media sosial. Banyak yang menyayangkan maraknya aksi penagihan utang di pinggir jalan yang sering kali bersifat konfrontatif dan menimbulkan keresahan masyarakat. Beberapa netizen menyoroti lemahnya penegakan hukum di wilayah Jakarta Barat. “Ini sudah nyaris setiap hari kejadian serupa di Jakbar, tapi polisi seolah tutup mata. Kapolres harusnya turun tangan tegas, jangan cuma razia sesekali lalu diam lagi,” tulis salah satu akun. Komentar serupa banyak bermunculan: “Debt collector seenaknya menghadang di jalan umum, tarik-menarik seenaknya. Polsek Cengkareng dan Polres Metro Jakarta Barat kemana saja? Sudah berapa kali viral tapi tidak ada tindakan nyata yang membuat mereka jera.” Ada pula yang menambahkan, “Warga sudah resah, tapi aparat sepertinya sibuk urusan lain. Kalau begini terus, preman berkedok debt collector akan semakin berani. Harus ada sweeping rutin dan sanksi berat bagi finance company yang mempekerjakan oknum-oknum ini.” Kejadian di Halte Rawa Buaya ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, wilayah Cengkareng dan sekitarnya sering menjadi sorotan karena aksi serupa yang kerap direkam warga dan menyebar secara viral. Praktik penagihan seperti ini dinilai banyak pihak bertentangan dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melarang penagihan dengan cara-cara yang mengintimidasi atau dilakukan di ruang publik secara paksa. Polsek Cengkareng dan Polres Metro Jakarta Barat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden terbaru ini. Masyarakat berharap ada tindak lanjut yang konkret, bukan hanya respons setelah viral di media sosial. Warga diimbau untuk tetap waspada, menghindari konfrontasi langsung, dan segera melaporkan kejadian mencurigakan ke polisi melalui nomor darurat 110. Penyelesaian utang sebaiknya dilakukan melalui jalur hukum yang resmi, bukan aksi sepihak di jalan raya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 28, 2026
  • 0 Comments
Video Viral Zebra Masuk Jendela Mobil, Warna Baju Pengunjung Mirip Bikin Netizen Ngakak

INDOPOS-Sebuah momen tak terduga menjadi sorotan setelah seekor zebra memasukkan kepalanya ke dalam jendela mobil sebuah keluarga yang sedang memberi makan binatang. Peristiwa yang dibagikan oleh akun radarbandung.id ini langsung menarik perhatian netizen, bukan hanya karena kejadiannya sendiri, tetapi juga karena baju yang dikenakan sang ibu di dalam mobil. Baju dengan motif belang hitam putih yang dikenakannya sangat mirip dengan warna kulit zebra, membuat suasana yang awalnya kaget berubah menjadi lucu. Suami dan anak-anaknya terlihat tertawa melihat reaksi kaget sang ibu, dan komentar netizen pun ramai menyangkut kesamaan warna baju dengan zebra. Beberapa komentar menyebut “tanpa janjian kita couple an”, “dikira temennya sama soalnya warnanya”, hingga “di kira ayangnya masuk mobil, soalnya motifnya sama”. Momen ini menjadi kenangan unik bagi keluarga tersebut selama liburan, sekaligus menghibur banyak orang yang melihatnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 28, 2026
  • 0 Comments
Diduga Jukir Liar Rusak Kaca Mobil Warga di Cikole, Netizen Geram: “Harus Ditangkap!”

INDOPOS-Sukabumi – Aksi diduga juru parkir liar di kawasan Cikole Sukamantri, Sukabumi kembali memicu kegaduhan. Dalam video yang viral di Instagram, seorang pria tampak berlari ke arah mobil warga dan diduga melakukan perusakan pada bagian kaca kendaraan setelah terjadi adu mulut terkait pungutan parkir. Korban yang merekam kejadian tersebut panik ketika beberapa pelaku mendekati mobil dan menggedor kaca secara agresif. Insiden ini diduga dipicu karena korban menolak memberikan uang kepada para juru parkir liar yang memaksa meminta bayaran. Video berdurasi singkat itu langsung menyebar dan memancing kemarahan publik. Pada kolom komentar, warganet ramai-ramai mengecam tindakan para pelaku. Reaksi Warganet Beberapa komentar yang terlihat antara lain: “Harus ditangkap.” tulis seorang pengguna. “Tindak!! Harus ditindak! Biar jera dibui!” ujar warganet lainnya. “VIRALKAN.” komentar akun lain yang berharap kasus tersebut segera ditangani. Seorang warganet bahkan menulis, “Orang goblong yang kaya gini mah. Ini harus di—” disertai berbagai emoji kemarahan dan tepuk tangan. Tak sedikit warganet yang mendesak polisi untuk turun tangan dan membersihkan praktik parkir liar yang dianggap semakin meresahkan masyarakat. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas para pelaku maupun langkah penanganan lebih lanjut. Jika ingin aku tambahkan kutipan percakapan dari video, versi lebih panjang, atau angle berita berbeda, tinggal bilang!

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 24, 2026
  • 0 Comments
Perempuan Nyaris Jadi Korban Pencopetan Saat Buat Vlog Mini di Ojek Daring Kawasan Monas

INDOPOS-Jakarta – Seorang perempuan berhijab nyaris menjadi korban pencopetan saat sedang membuat vlog mini di atas ojek daring (ojol) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 2 Januari 2025, dan terekam jelas dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman yang diunggah oleh akun TikTok @dloveee2, terlihat korban sedang duduk di boncengan motor ojol sambil merekam dirinya. Tiba-tiba, seorang pria mendekat dari samping dengan niat mencopet tasnya. Beruntung, upaya pencopetan itu gagal. Suara driver ojol terdengar mengingatkan korban agar meletakkan tas di bagian depan agar lebih aman. Sementara itu, suara seorang ibu-ibu juga ikut menegur, “Jangan main ponsel dulu, nanti tasnya dicopet!” karena korban tampak fokus merekam video. Korban sendiri menuliskan keterangan di unggahannya: “Niat mau bikin vlog mini, malah hampir kena copet huhu.” Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya pengguna ojol dan konten kreator, untuk tetap waspada saat berada di tempat ramai seperti kawasan Monas. Pencopetan sering kali memanfaatkan kelengahan korban yang sedang asyik dengan ponsel atau kamera. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas pelaku maupun tindak lanjut dari pihak kepolisian. Polisi diharapkan segera melakukan patroli ekstra di kawasan wisata Monas untuk mencegah kejadian serupa terulang. Tips keamanan saat naik ojol: Letakkan tas di bagian depan atau peluk erat. Hindari menggunakan ponsel secara berlebihan saat di perjalanan. Pilih rute yang ramai dan terang. Laporkan segera ke pihak berwajib jika melihat hal mencurigakan. Video asli yang diunggah @dloveee2 telah banyak dibagikan ulang oleh akun media seperti Republika Online, menarik puluhan ribu like dan komentar netizen yang prihatin sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa di balik keseruan membuat konten, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 21, 2026
  • 0 Comments
Dipuji Ganteng Saat Ditangkap, Maling Ini Malah Nangis—Netizen: Harusnya Jadi Model, Bukan Pencuri

INDOPOS-Jakarta – Sebuah video penangkapan terduga maling viral di media sosial menjelang momen Lebaran. Bukan hanya karena aksinya, tapi karena momen tak terduga saat perekam video berulang kali memuji wajah pelaku yang dinilai “ganteng”. Alih-alih tersenyum bangga, pria tersebut justru terlihat menangis tersedu-sedu. Entah karena terharu dipuji di saat yang kurang tepat, atau karena menyadari karier “maling” memang tidak menjanjikan masa depan cerah, apalagi menjelang hari raya. Dalam video yang beredar, suasana penangkapan berlangsung cukup tegang namun dibumbui komentar nyeleneh dari perekam. Ia menyayangkan pelaku harus berurusan dengan hukum, sambil celetuk bahwa “dengan modal wajah, harusnya bisa jadi model, bukan malah ‘model maling’.” Netizen pun langsung menyerbu kolom komentar dengan beragam reaksi, mulai dari yang serius hingga yang penuh candaan. “Ganteng nggak jadi jaminan orang itu baik,” tulis salah satu warganet, mengingatkan bahwa tampang bukan segalanya. Ada juga yang mencoba mengambil sisi positif, “Semoga tangisannya tangisan penyesalan, siapa tahu ini titik balik hidupnya.” Namun tak sedikit pula yang tetap santai menanggapi kejadian ini. “Ganteng sih iya, tapi salah jalan. Harusnya casting, bukan ‘ngasting’ barang orang,” komentar netizen lainnya, yang sukses mengundang tawa. Peristiwa ini pun menjadi pengingat unik bahwa pujian bisa datang kapan saja, bahkan di saat paling tidak terduga—seperti ketika seseorang sedang ditangkap. Sayangnya, pujian tersebut tidak bisa menghapus fakta bahwa perbuatan melanggar hukum tetap harus dipertanggungjawabkan. Menjelang Lebaran, kejadian ini juga menjadi ironi tersendiri. Saat banyak orang sibuk mempersiapkan hari kemenangan, pelaku justru harus menghadapi konsekuensi yang kemungkinan besar membuatnya “berlebaran” di tempat yang jauh dari opor dan ketupat. Pesan moralnya sederhana: wajah boleh menarik, tapi pilihan hidup tetap yang menentukan masa depan. Kalau bisa jadi model, kenapa harus memilih jadi maling?

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 21, 2026
  • 0 Comments
Mudik Anti-Mainstream: Angkut 12 Orang, Mobil MPV Disulap Jadi “Kaleng Sarden Berjalan”

INDOPOS-Momen mudik Lebaran memang selalu penuh cerita. Namun yang satu ini bisa dibilang kelewat kreatif—atau nekat. Sebuah mobil jenis MPV viral di media sosial setelah kedapatan mengangkut 12 orang penumpang dalam satu kendaraan. Ya, dua belas. Bukan rombongan arisan, tapi satu mobil. Peristiwa ini terjadi saat arus mudik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Petugas kepolisian yang tengah berjaga tampak menghentikan kendaraan tersebut karena terlihat “tidak biasa”. Setelah diperiksa, barulah terungkap isi mobil yang lebih padat dari jadwal KRL jam pulang kerja. Yang bikin geleng-geleng kepala, sebagian penumpang ternyata “disembunyikan” di bagian belakang mobil dan ditutup terpal biru. Sekilas bukan manusia, lebih mirip paket ekspedisi tujuan kampung halaman. Saat diminta turun satu per satu, pemandangan pun berubah jadi seperti adegan sulap—penumpang keluar terus tanpa henti. Warga sekitar yang menyaksikan mungkin sempat bertanya-tanya, “Ini mobil apa rumah kontrakan berjalan?” Warganet pun langsung ramai berkomentar. Banyak yang menyebut kondisi tersebut seperti “kaleng sarden edisi Lebaran”, bahkan ada yang bercanda, “Itu mobil atau promo buy 1 get 11?” Meski mengundang tawa, aksi ini jelas tidak patut ditiru. Kelebihan muatan sangat berbahaya dan melanggar aturan lalu lintas. Apalagi beberapa penumpang berada di posisi yang tidak layak dan tanpa pengaman. Petugas akhirnya menindak pengemudi dan mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan diri saat mudik. “Kalau muatannya sudah lebih dari kapasitas, itu bukan mudik, tapi uji nyali,” kira-kira begitu pesan tersiratnya. Kisah ini jadi pengingat: mudik boleh rame, tapi jangan sampai mobilnya ikut-ikutan “sesak napas”. Lebaran itu soal kumpul keluarga, bukan lomba isi kendaraan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 21, 2026
  • 0 Comments
Prabowo: Pemulihan Aceh Tamiang Cepat, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda

INDOPOS-Aceh Tamiang –Presiden Prabowo Subianto memuji pemulihan bencana di wilayah Aceh Tamiang. Dia mengatakan penanganan bencana di lokasi ini sangat cepat. “Perbaikannya, pemulihannya sangat cepat. Alhamdulilah hampir 100 persen,” kata Prabowo usai salat Id di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026). Prabowo mengatakan saat ini sudah tidak ada lagi pengungsi di Aceh Tamiang yang tinggal di tenda. Mereka sudah beralih ke hunian tetap atau sementara yang didirikan pemerintah. “Di tenda sudah nggak ada lagi, 100 persen semua sudah keluar dari tenda. Masuk ke hunian sementara atau hunian tetap,” katanya. “Alhamdulilah situasinya membaik. Listrik hampir semuanya sudah jalan, hampir 100 persen,” tambah Prabowo. Prabowo berterima kasih kepada seluruh petugas yang bekerja dalam pemulihan bencana Sumatera. Dia menyebut perbaikan saat ini mulai dirasakan warga. “Saya sangat bangga, terima kasih kepada semua petugas, semua apparat dari TNI-Polri dari BNPB, PU, Pemda semua K/L yang kerja luar biasa. Mereka kerja luar biasa bantu rakyat di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dan provinsi lainnya,” jelas Prabowo.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 20, 2026
  • 0 Comments
Makna Pertemuan Prabowo-Megawati, Ketua DPP MPG Purwoko: Tak Ada Makan Siang Gratis, Bakal Ada Resufle Kabinet Pasca Lebaran

INDOPOS-Pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026), dinilai bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Ketua DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Bidang Komunikasi, Purwoko, menilai pertemuan dua tokoh nasional tersebut sarat makna politik dan berpotensi menjadi penanda adanya dinamika baru di pemerintahan. Menurut Purwoko, pertemuan Prabowo dan Megawati dapat dibaca sebagai komunikasi penting antarfigur bangsa di tengah situasi nasional dan global yang terus berkembang. Ia menyebut, dalam politik, setiap pertemuan antartokoh besar hampir selalu memiliki pesan yang lebih luas daripada sekadar seremoni. “Dalam politik ada istilah, tidak ada makan siang gratis. Pertemuan ini bisa dimaknai sebagai silaturahmi plus-plus. Di satu sisi memang silaturahmi antar sahabat lama di momen bulan puasa, tetapi di sisi lain publik juga membaca adanya diskusi dan pertukaran pikiran terkait situasi global maupun kondisi Indonesia terkini,” ujar Purwoko. Lebih jauh, Purwoko meyakini bahwa dalam pertemuan tersebut tidak tertutup kemungkinan turut dibahas persoalan politik praktis, termasuk peluang adanya perombakan atau reshuffle kabinet setelah Hari Raya Idul Fitri. “Selain membahas berbagai isu kebangsaan, sangat mungkin juga ada pembicaraan soal politik praktis, termasuk kemungkinan reshuffle kabinet pasca-Lebaran,” katanya. Purwoko juga menilai kehadiran Megawati di Istana menjadi semacam lanjutan dari momen yang sebelumnya sempat tertunda. Ia menduga, pertemuan itu sekaligus menjadi pengganti kehadiran Megawati yang berhalangan saat Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden beberapa waktu lalu. “Sebab, beberapa waktu lalu saat Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden, Ibu Megawati berhalangan hadir. Maka, pertemuan hari ini bisa dibaca sebagai pertemuan yang tertunda itu,” jelasnya. Bagi Purwoko, suasana hangat yang tampak dalam pertemuan tersebut semakin menegaskan bahwa hubungan personal maupun komunikasi politik antara Prabowo dan Megawati tetap terjalin dengan baik. “Pertemuan ini menegaskan hubungan baik antara Prabowo dan Megawati. Ini menunjukkan komunikasi antar tokoh bangsa tetap terjaga dalam suasana hangat dan penuh saling menghormati,” tutup Purwoko.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 18, 2026
  • 0 Comments
SGY: Water Purifier PAM Jaya Inovasi Air Masa Depan, dari Udara hingga Tanpa Plastik dengan Kemasan Kertas

INDOPOS-Selasa, 17 Maret 2026, saya diundang dalam acara Ezy TV Podcast Series di Duren Sawit, Jakarta Timur. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komwaja dan PAM Jaya. Para pembicara yang hadir antara lain Direktur Strategis & Bisnis PAM Jaya, Anugrah Esa, saya sendiri, Sugiyanto (SGY)–Emik, serta Tobias Pattiasina, dengan dipandu oleh host podcast, Fauzan Lutsah. Adapun tema yang diangkat adalah “Water Purifier PAM Jaya, Inovasi Air Masa Depan: Dari Udara hingga Tanpa Plastik.” Dalam acara podcast tersebut, Direktur Strategis & Bisnis PAM Jaya, Anugrah Esa, memaparkan secara gamblang dan rinci mengenai water purifier serta berbagai program PAM Jaya lainnya, termasuk capaian dan target pelayanan air bersih 100 persen. Seluruh pemaparan yang disampaikan sangat menarik dan penting. Selanjutnya, tokoh masyarakat Tobias Pattiasina turut memberikan dukungan terhadap program PAM Jaya, sekaligus menitikberatkan pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, termasuk pengaturan pemanfaatan air bawah tanah. Sementara itu, saya melengkapi dengan sejumlah pandangan tambahan yang mendukung pembahasan tersebut. Adapun tulisan ini merupakan pengembangan dari pemaparan yang saya sampaikan dalam podcast tersebut, dengan tetap menggunakan judul sebagaimana disebutkan di atas. Baiklah, kita mulai dari hal yang paling mendasar. Air minum yang aman merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditawar, karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kualitas hidup, dan produktivitas masyarakat. Di wilayah perkotaan seperti Jakarta, kebutuhan akan air minum yang aman terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, serta keterbatasan sumber air baku yang berkualitas. Dalam konteks ini, pengembangan sistem penyediaan air minum yang andal perlu didukung oleh inovasi teknologi. Dalam hal ini, PAM Jaya telah meluncurkan berbagai gagasan, salah satunya melalui penggunaan water purifier sebagai solusi praktis untuk memastikan ketersediaan air minum yang aman kapan saja. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization menegaskan bahwa air minum yang terkontaminasi dapat menyebabkan penyakit serius seperti diare, kolera, dan tifus. Di Indonesia, standar kualitas air minum telah diatur secara tegas dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. Ketentuan tersebut menggantikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Selain itu, pengaturan ini juga diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum yang mengharuskan air memenuhi parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi. Regulasi ini menjadi landasan bahwa setiap air yang dikonsumsi masyarakat harus melalui proses pengolahan yang terjamin keamanannya. Adapun air produksi PAM Jaya telah memenuhi ketentuan tersebut dan dinyatakan layak untuk diminum. Dalam praktiknya, sebagian masyarakat masih mengandalkan air tanah, air permukaan, maupun air hujan yang memerlukan pengolahan lanjutan sebelum layak dikonsumsi. Teknologi water purifier hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui sistem penyaringan berlapis, seperti karbon aktif, ultrafiltrasi, hingga reverse osmosis, yang mampu menghilangkan bakteri, virus, partikel berbahaya, serta kandungan logam berat. Dengan teknologi ini, masyarakat dapat memperoleh air minum yang higienis langsung dari sumber air yang tersedia di rumah. Peran water purifier menjadi semakin strategis dalam mendukung transformasi layanan air minum perkotaan yang tengah dikembangkan oleh PAM Jaya. Upaya menghadirkan air minum langsung dari keran merupakan langkah maju menuju sistem air modern yang efisien dan sehat. Namun, tantangan utama tidak hanya terletak pada instalasi pengolahan air, melainkan juga pada jaringan distribusi yang sebagian masih menggunakan pipa lama non–food grade yang berpotensi menurunkan kualitas air. Dalam masa transisi ini, penggunaan water purifier di tingkat rumah tangga menjadi solusi rasional untuk memastikan air tetap aman dikonsumsi. Hal ini menunjukkan bahwa PAM Jaya tetap berkomitmen memberikan pelayanan air minum yang siap dikonsumsi kapan saja, sekaligus menghemat biaya dan menjaga lingkungan dari penggunaan botol plastik sekali pakai. Sekali lagi saya tegaskan bahwa transformasi sistem air minum ini juga harus dilihat dalam perspektif lingkungan. Ketergantungan masyarakat terhadap air minum dalam kemasan telah berkontribusi besar terhadap timbulan sampah plastik. Indonesia bahkan kerap disebut sebagai megara penyumbang sampah plastik terbesar nomor dua di dunia setalah china. Sampah plastik tidak hanya mencemari lingkungan domestik, tetapi juga mencemari laut dan berpindah lintas wilayah, yang menunjukkan masih lemahnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Bahkan, diketahui bahwa sampah dari Indonesia turut mencemari wilayah di luar negeri. Beberapa laporan pemberitaan menyebutkan bahwa sampah asal Indonesia ditemukan hingga di Afrika Selatan dan Madagaskar. Dalam kerangka hukum nasional, pengurangan sampah plastik telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Regulasi tersebut menekankan pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Oleh karena itu, penggunaan water purifier yang dapat mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan menjadi bagian dari solusi konkret…

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 18, 2026
  • 0 Comments
Majelis Kaum Betawi Sukses Gelar Tradisi Andilan Kebo, Gubernur Pramono Beri Apresiasi, Wali Kota Jaksel Sumbang Dua Ekor Kerbau

INDOPOS-JAKARTA – Majelis Kaum Betawi sukses menggelar tradisi Andilan Kebo di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelestarian budaya Betawi yang sarat nilai gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian sosial menjelang Hari Raya Idulfitri. Dalam acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut hadir dan menegaskan komitmennya untuk terus merawat serta menjaga budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta. “Ini adalah tradisi budaya yang harus kita rawat terus-menerus,” ujar Pramono di hadapan para peserta dan tokoh masyarakat yang hadir. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak sembilan ekor kerbau disembelih sebagai bagian dari tradisi gotong royong masyarakat Betawi. Tradisi Andilan Kebo merupakan bentuk patungan warga dan para pemangku kepentingan untuk membeli kerbau yang kemudian disembelih, lalu dagingnya dibagikan kepada peserta andilan dan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menegaskan bahwa tradisi Andilan Kebo bukan sekadar agenda budaya semata, melainkan juga memiliki nilai sosial dan religius yang sangat kuat. Menurut tokoh yang akrab disapa Foke itu, Andilan Kebo adalah tradisi gotong royong yang tumbuh dari inisiatif masyarakat atau bottom-up, sehingga menjadi cerminan kuatnya solidaritas warga Betawi dalam menjaga nilai kebersamaan. “Dalam setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain, baik yang meminta maupun tidak meminta,” ujar Foke. Sementara itu, Sekretaris Panitia Andilan Kebo, Muhidin Muchtar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Ia menyebut, partisipasi berbagai unsur pemerintah daerah, BUMD, hingga dinas terkait menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dalam tradisi Betawi masih terjaga dengan baik. Adapun pihak-pihak yang turut berpartisipasi dalam andilan atau patungan kerbau antara lain: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung: 1 ekor kerbau Sekretaris Daerah DKI Jakarta: 1 ekor kerbau Wali Kota Jakarta Selatan: 2 ekor kerbau PAM Jaya: 1 ekor kerbau PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP): 1 ekor kerbau Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta: 1 ekor kerbau Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta: 1 ekor kerbau sekaligus menyediakan lokasi kegiatan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta: 1 ekor kerbau. Muhidin menegaskan, tradisi ini bukan hanya bentuk pelestarian budaya, tetapi juga menjadi salah satu cara masyarakat Betawi dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis kebersamaan. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan menjadi role model bagi penguatan ketahanan pangan di tengah masyarakat. “Terima kasih kepada seluruh penyumbang dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Tradisi ini adalah salah satu cara masyarakat Betawi memperkuat ketahanan pangan, dan ke depan akan terus dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya. Lebih jauh, ia menilai semangat Andilan Kebo juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang saat ini tengah gencar mendorong program ketahanan pangan nasional. Dengan suksesnya pelaksanaan Andilan Kebo tahun ini, Majelis Kaum Betawi tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperlihatkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi kekuatan sosial yang relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat masa kini. (***) Klik Video di bawah untuk Menonton

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 18, 2026
  • 0 Comments
RSUD Tarakan Disorot, Dokter Spesialis Ortopedi Diduga Terlibat Perselingkuhan dan Pelecehan Verbal, Publik Minta Sanksi Tegas

INDOPOS-JAKARTA – RSUD Tarakan Jakarta menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan perilaku tak pantas yang menyeret salah satu dokter spesialis ortopedi, dr Riky Febriansyah Saleh. Nama dokter tersebut ramai diperbincangkan di media sosial usai beredarnya kabar dugaan perselingkuhan dengan seorang rekan sejawat yang juga berprofesi sebagai dokter muda. Dari berita yang beredar, dr Riky Febriansyah adalah suami dari mantan penyanyi cilik Maissy. Ia diduga tega berselingkuh, dan akhirnya kasusnya terbongkar di media. Sorotan publik tak berhenti pada isu rumah tangga semata. Sejumlah unggahan di media sosial juga memunculkan tudingan lebih serius, yakni dugaan perilaku genit hingga tindakan yang dianggap melanggar etika profesi terhadap dokter koas saat menjalani pendidikan klinik. Dalam tangkapan layar yang beredar, dr Riky diketahui sempat diperkenalkan sebagai dokter spesialis orthopedi yang bergabung di RSUD Tarakan. Namun di saat bersamaan, publik justru mempertanyakan komitmen rumah sakit dalam menjaga marwah institusi pelayanan kesehatan apabila benar tenaga medis yang bersangkutan memiliki rekam jejak moral dan etik yang bermasalah. Kasus ini mencuat setelah pemberitaan media dan berbagai unggahan warganet menyinggung kedekatan dr Riky dengan sosok Cindy Rizap. Dugaan perselingkuhan tersebut kemudian memicu reaksi luas, terutama setelah muncul pengakuan dari akun-akun yang mengaku mengetahui perilaku pribadi sang dokter di lingkungan kerja. Salah satu akun media sosial bahkan menuding dr Riky kerap menggoda dokter muda dan memiliki perilaku yang tidak pantas saat berada di lingkungan rumah sakit. Tuduhan itu membuat publik semakin geram karena tenaga medis seharusnya menjadi teladan dalam menjaga etika, profesionalisme, dan batas relasi dengan rekan kerja maupun peserta didik. Bila dugaan tersebut benar, maka persoalan ini bukan lagi sekadar urusan pribadi, melainkan menyangkut nama baik institusi, kenyamanan lingkungan kerja, serta rasa aman tenaga medis lain, khususnya dokter koas. Rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik dinilai tidak boleh menutup mata terhadap isu yang berpotensi mencoreng kepercayaan masyarakat. Publik pun mendesak agar manajemen RSUD Tarakan dan pihak terkait segera melakukan klarifikasi, penelusuran, dan pemeriksaan internal secara menyeluruh. Jika ditemukan adanya pelanggaran etik maupun disiplin, sanksi tegas dinilai wajib dijatuhkan tanpa pandang bulu. Dalam dunia kedokteran, integritas moral dan profesionalitas merupakan fondasi utama. Seorang dokter bukan hanya dituntut cakap secara medis, tetapi juga wajib menjaga perilaku, kehormatan profesi, dan etika di dalam maupun di luar ruang pelayanan. Karena itu, dugaan perselingkuhan dan sikap genit terhadap rekan kerja jelas dinilai sebagai pelanggaran norma yang tak bisa dianggap sepele. Kasus ini menjadi pengingat bahwa institusi kesehatan harus lebih selektif dan tegas dalam menjaga standar etik seluruh sumber daya manusianya. Jangan sampai rumah sakit yang semestinya menjadi tempat pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat justru tercoreng oleh perilaku oknum yang tidak pantas. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 18, 2026
  • 0 Comments
Dadan Hindayana: Senang Konten Viral untuk Evaluasi, Ketua bidang Komunikasi DPP Masyarakat Pendukung Gibran, Purwoko: Tindak Tegas dengan Putus Kontrak, Jangan Sampai Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

INDOPOS-Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang mengaku tidak keberatan bahkan “senang” dengan konten viral yang menyoroti kekurangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), menuai tanggapan dari berbagai pihak. Ketua DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Bidang Komunikasi, Purwoko, menyatakan bahwa viralnya kekurangan di lapangan memang bisa menjadi bahan evaluasi. Namun, ia menekankan pentingnya langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti lalai. Sebelumnya, Dadan menyebut bahwa konten viral terkait kualitas menu MBG yang kurang baik justru menjadi masukan penting bagi BGN untuk melakukan perbaikan di tingkat pelaksana. “Jadi kalau ada yang viral-viral, yang jelek-jelek, BGN senang, karena itu teguran untuk SPPG,” ujar Dadan dalam wawancara dengan wartawan. Menanggapi hal tersebut, Purwoko meminta agar BGN tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi juga mengambil tindakan tegas terhadap oknum pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berulang kali melakukan kesalahan. “Kalau sudah terbukti beberapa kali melanggar, harus ditutup. Jangan hanya diberhentikan sementara. Sudah diberi kesempatan, bahkan sampai dua kali, tapi tidak diindahkan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tidak tercoreng akibat kelalaian di tingkat pelaksana. “Jangan sampai program prioritas Prabowo-Gibran rusak karena ulah segelintir oknum. Nila setitik bisa merusak susu sebelanga,” tambahnya. Ia menambahkan, pemberian sanksi ringan atau kesempatan berulang justru berpotensi menurunkan kualitas program secara keseluruhan. Menurutnya, jika pelanggaran terus dibiarkan, maka akan muncul kesan bahwa pengawasan tidak berjalan optimal. “Artinya sudah diberi kesempatan, bahkan sampai dua kali, tapi tidak diindahkan. Ini tidak boleh dibiarkan. Harus ada efek jera,” lanjutnya. Lebih jauh, Purwoko mengingatkan bahwa program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang menjadi perhatian besar pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.. Purwoko menegaskan, MPG bersama jaringan relawan di seluruh Indonesia siap ikut mengawal dan memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara merata dan berkelanjutan. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 17, 2026
  • 0 Comments
Yayasan Kurawal Dituding Terima Dana Asing untuk Goyang Pemerintahan Prabowo

INDOPOS-JAKARTA – Isu dugaan keterlibatan Yayasan Kurawal dalam upaya menggoyang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah ramai diperbincangkan di ruang publik dan media sosial. Yayasan Kurawal, atau dikenal sebagai Kurawal Foundation, merupakan lembaga filantropi yang berdiri pada Mei 2019 di Indonesia. Organisasi ini berfokus pada penguatan demokrasi, dukungan terhadap masyarakat sipil, serta penyaluran dana hibah untuk berbagai inisiatif sosial di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Dalam beberapa waktu terakhir, muncul tudingan bahwa Kurawal menerima aliran dana dari Open Society Foundations, lembaga filantropi global yang didirikan oleh George Soros. Tudingan tersebut bahkan berkembang menjadi narasi bahwa dana itu digunakan untuk mendukung gerakan yang bertujuan melemahkan hingga melengserkan pemerintahan yang sah. Isu ini semakin menguat setelah beredar kabar mengenai proposal pendanaan senilai USD 1,8 juta atau sekitar Rp30 miliar yang disebut-sebut berkaitan dengan program pro-demokrasi. Namun hingga kini, belum ada bukti konkret yang dapat diverifikasi secara independen yang menunjukkan bahwa dana tersebut digunakan untuk agenda politik praktis atau upaya pergantian rezim. Secara struktur organisasi, Kurawal diisi oleh sejumlah tokoh yang dikenal aktif di bidang hak asasi manusia, akademik, dan advokasi demokrasi. Beberapa di antaranya adalah Yati Andriyani, Amalinda Savirani, Darmawan Triwibowo, Made Supriatma, Asfinawati, hingga Robertus Robet. Kehadiran nama-nama ini kerap dikaitkan dengan aktivitas kritik terhadap kebijakan pemerintah. Di sisi lain, pengamat menilai bahwa tudingan keterlibatan asing dalam gerakan masyarakat sipil bukan hal baru dalam dinamika politik Indonesia. Kritik terhadap pemerintah, termasuk soal reformasi kepolisian, kebebasan sipil, hingga isu ketenagakerjaan, dinilai sebagai bagian dari praktik demokrasi yang sah. Sejumlah spekulasi di media sosial bahkan menyebut adanya upaya sistematis melalui jaringan organisasi sipil untuk membangun opini publik yang negatif terhadap pemerintah. Namun, narasi tersebut lebih banyak bersumber dari opini dan belum didukung fakta yang terverifikasi. Hingga saat ini, belum terdapat indikasi kuat adanya gerakan terorganisir yang secara nyata bertujuan melengserkan pemerintahan Prabowo Subianto. Pemerintah sendiri juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut. Situasi ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian publik dalam menyikapi informasi, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti stabilitas politik dan kedaulatan negara. Verifikasi data dan sumber informasi menjadi kunci agar tidak terjebak dalam disinformasi yang berpotensi memecah belah.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 17, 2026
  • 0 Comments
Andilan Kebo: Antara Kolaborasi dan Toleransi

INDOPOS-Rabu (18/3/2026), Majelis Kaum Betawi (MKB) kembali menggelar kegiatan Andilan Kebo yang dilaksanakan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Jakarta Timur. ‎ ‎Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua Wali Amanah, Bang Marullah Matali serta Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Bang Fauzi Bowo alias Bang Foke adalah gelaran yang kedua kali dilaksanakan oleh MKB. Dan Insya Allah akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung atau Bang Anung. ‎ ‎Dalam pernyataan media yang disampaikan oleh Bang Ichwan Ridwan atau Bang Boim selaku ketua panitia, menyebutkan bahwa Andilan Kebo tahun 2026 ini merupakan bentuk pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat betawi setiap menjelang Idul Fitri. ‎ ‎”Ini merupakan upaya MKB dalam mewarisi budaya orang-orang tua kita yang selalu bergotong royong dan berkolaborasi dalam merayakan Idul Fitri sejak dulu” ungkap Bang Boim. ‎ ‎”Tiap tahun baik dalam lingkungan kampung ataupun jama’ah majelis ta’lim selalu melakukan urunan, andilan ataupun engkowan. Setiap orang dikenakan iuran setiap bulan untuk berpatungan membeli seekor kerbau yang akan dipotong beberapa hari menjelang lebaran. Dan tiap orang peserta andilan akan mendapatkan daging, jeroan dan lain-lain secara proporsional sesuai nilai andilannya” terang Bang Boim. ‎ ‎”Andilan ini mengajarkan kita untuk selalu berkolaborasi dalam menyelesaikan hal-hal di dalam kemasyarakatan termasuk penyediaan daging kerbau untuk dikonsumsi sebagai hidangan saat lebaran” tutur Bang Boim. “Hal-hal sederhana inilah yang membuat orang betawi selalu kompak dan guyub dalam menghadapi berbagai persoalan di Jakarta. Dan setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan kontribusi yang diberikannya. Ini menunjukkan prinsip keadilan” lanjut Bang Boim. ‎ ‎”Jadi andilan bukan sekedar motong kebo dan bagi-bagi daging tetapi sarat makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat betawi” pungkas Bang Boim. ‎ ‎Selanjutnya Sekretaris Panitia Pelaksana, Bang Muhidin Muchtar juga menambahkan bahwa selain kolaborasi, andilan juga mengajarkan sikap toleransi antar umat beragama. ‎ ‎”Sejak dulu orang betawi kaga makan daging sapi tetapi daging kebo. Karena dulu saat betawi masih Sunda Kelapa, masih banyak penganut agama Hindu. Nenek moyang orang betawi yang telah beragama Islam tidak mau menyinggung perasaan saudaranya yang beragama Hindu yang mensucikan hewan sapi. Maka dipilihlah kerbau sebagai hewan yang disembelih saat perayaan lebaran Idul Fitri di tanah betawi” jelas Muhidin. ‎ ‎”Ini mengajarkan keluhuran budi orang betawi yang sangat menjaga toleransi dan moderasi dalam beragama” sambung Muhidin. ‎ ‎”Nilai-nilai ini menjadi penting bagi generasi muda Betawi saat ini untuk terus menjaga Jakarta yang majemuk agar tetap kondusif, aman dan toleran” tutup Muhidin. ‎ ‎

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 15, 2026
  • 0 Comments
Sambut Idul Fitri, Bank Dana Niaga Peduli Santuni 1.000 Disabilitas Tunanetra Se-Jabodetabek

INDOPOS-Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Pemilik Bank Dana Niaga, Jupiter menggelar kegiatan sosial berupa santunan kepada 1.000 kaum disabilitas tunanetra yang berasal dari wilayah Se-Jabodetabek. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program sosial Bank Dana Niaga Peduli, yang merupakan bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. Acara santunan yang berlangsung di Masjid Raya Pondok Indah ini juga diisi dengan doa bersama agar para penerima santunan senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan. Dalam sambutannya, Jupiter menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial terhadap sesama. “Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan keberkahan. Melalui kegiatan Bank Dana Niaga Peduli ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita para tunanetra. Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat serta menambah semangat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Jupiter, Minggu (15/4/2036). Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Kita harapkan bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat bagi para penerima,” ungkapnya. Pantauan di lokasi, acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, diikuti oleh para penyandang disabilitas tunanetra, tokoh masyarakat, serta relawan yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum suci bulan Ramadhan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 15, 2026
  • 0 Comments
Nyawa Warga Terancam Karena Jalan Rusak Bekas Galian PT Tunas Cahaya Mandiri Widyatama

INDOPOS-Jakarta — Kondisi jalan rusak akibat bekas galian proyek pemasangan kabel serat optik menuai kritik keras dari masyarakat. Kerusakan tersebut dilaporkan terjadi di sepanjang ruas jalan dari kawasan Cipinang hingga Pondok Kopi, Jakarta Timur. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat bekas galian yang tidak ditutup dengan baik sehingga menyebabkan jalan berlubang dan rawan membahayakan pengguna jalan. Bahkan sebagian titik terlihat amblas dan hanya ditutup secara seadanya menggunakan material sementara. Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan galian tersebut dilakukan oleh PT Tunas Cahaya Mandiri Widyatama dalam rangka pekerjaan jaringan telekomunikasi serat optik.   Warga menilai pengerjaan proyek tersebut dilakukan secara tidak profesional. Bekas galian yang seharusnya dikembalikan seperti kondisi semula justru dibiarkan rusak dan menjadi potensi kecelakaan bagi pengendara, terutama pada malam hari. “Jalan jadi rusak gara-gara bekas galian. Perbaikannya juga sembarangan, malah jadi kubangan dan lubang yang rawan bikin orang jatuh,” ujar salah satu warga yang merekam kondisi jalan tersebut. Masyarakat juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak terkait. Proyek galian utilitas di jalan umum seharusnya diawasi secara ketat agar tidak merugikan masyarakat. Pengamat tata kota menilai, kontraktor yang mengerjakan proyek infrastruktur di ruang publik wajib bertanggung jawab penuh terhadap dampak pekerjaan mereka. Jika ditemukan kerusakan jalan akibat pekerjaan yang tidak sesuai standar, kontraktor seharusnya dikenai sanksi tegas. “Ini bukan sekadar soal proyek galian. Ini soal keselamatan publik. Kalau kontraktor bekerja sembarangan dan tidak mengembalikan kondisi jalan seperti semula, maka itu bentuk kelalaian serius,” ujarnya. Warga pun mendesak pemerintah daerah serta dinas terkait di Jakarta Timur untuk segera turun tangan menindak kontraktor pelaksana proyek, yakni PT Tunas Cahaya Mandiri Widyatama, sekaligus memastikan jalan yang rusak segera diperbaiki secara layak. Jika tidak segera ditangani, kondisi jalan yang rusak tersebut dikhawatirkan akan terus memicu kecelakaan dan menambah keresahan masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 15, 2026
  • 0 Comments
Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta H.Arief Rahman SH,MH Bagikan 500 Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan, Sesuai Arahan DPP dan DPD

INDOPOS-Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi DKI Jakarta, H. Arief Rahman SH, MH menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 500 paket sembako serta santunan kepada anak yatim pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak yatim dan kaum duafa, sekaligus menjadi agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Dalam keterangannya, Arief Rahman mengatakan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari arahan pimpinan Partai Gerindra agar para kader terus hadir dan berkontribusi langsung kepada masyarakat. VIDEO: Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta H.Arief Rahman SH,MH Bagikan 500 Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan, Sesuai Arahan DPP dan DPD Menurutnya, kegiatan sosial ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, serta Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Sugiono yang saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan instruksi Ketua dan Sekretaris DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, yakni Ahmad Riza Patria dan Rani Mauliani, yang menekankan pentingnya konsolidasi kader hingga ke tingkat akar rumput. “Ini adalah kegiatan rutin setiap Ramadan. Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat dan memperkuat konsolidasi di akar rumput,” ujar Arief Rahman. Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan masyarakat terhadap Partai Gerindra, dengan target memenangkan partai di wilayah DKI Jakarta maupun secara nasional pada Pemilu 2029 mendatang. Dalam kesempatan tersebut, Arief Rahman bersama para kader juga turut mendoakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam memimpin Indonesia serta mampu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Adapun 500 paket sembako dan santunan tersebut disalurkan kepada anak yatim, kaum duafa, serta para petugas keamanan atau satpam yang membutuhkan, sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan penuh berkah ini. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 15, 2026
  • 0 Comments
SGY: Ramadan adalah Jalan Nyata Menuju Hidup Sehat di Dunia dan Keselamatan di Akhirat: Melalui Semangat Puasa, Kita Berharap Jakarta Dapat Maju dan Masyarakatnya Sejahtra

INDOPOS-Sungguh saya sebenarnya enggan menulis artikel pada bulan Ramadan, karena lebih memilih fokus pada ibadah. Bahkan untuk menghadiri acara buka puasa bersama pun saya sering menolak, kecuali jika benar-benar penting. Bukan karena tidak menghargai undangan, tetapi karena waktu di bulan Ramadan terasa sangat berharga dan terbatas. Maksudnya, setiap detik terasa bermakna, sehingga kita tidak leluasa menggunakan waktu seperti pada bulan-bulan lainnya. Dalam Ramadan, pola hidup kita berubah secara alami. Kita dipaksa untuk tidur lebih awal sekitar pukul 21.00–22.00 WIB agar memiliki waktu istirahat yang cukup untuk bangun sahur sekitar pukul 02.30–03.00 dini hari. Tulisan ini merupakan artikel ketiga yang saya buat selama bulan Ramadan tahun ini. Dua tulisan sebelumnya saya anggap penting untuk disampaikan kepada publik. Artikel pertama berjudul “Pergub Nomor 5 Tahun 2026 Fokus pada Efisiensi Energi dan Air, Bukan Pelarangan Air Tanah, serta Perlunya Audit Total PBG dan PBJT Lapangan Padel.” Artikel kedua membahas isu global dengan judul “Serangan Tanpa Izin PBB adalah Arogansi Kekuasaan di Atas Hukum Internasional: Dunia Harus Bersatu Menghentikan Invasi terhadap Negara Berdaulat.” Setelah Lebaran nanti, saya berencana kembali fokus menulis isu-isu Jakarta dengan tema besar “Aset dan Dana Daerah Milik Rakyat: Gubernur, Wakil Gubernur, Pejabat, DPRD, dan BUMD Dilarang Membuat Kebijakan yang Merugikan Masyarakat Jakarta.” Beberapa persoalan penting akan saya bahas secara lebih mendalam, seperti mengantisipasi potensi munculnya masalah baru dari pembongkaran tiang monorel yang mangkrak, serta pembangunan fasilitas kota, termasuk rencana pembangunan rumah sakit baru di lahan RSSW dan pembangunan jembatan penghubung kawasan JIS–Ancol beserta berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan JIS. Hal lain yang juga akan dibahas adalah persoalan banjir, kemacetan, sampah, hingga berbagai masalah tata kelola kota lainnya. Saya juga akan menyoroti berbagai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan sejak tahun 2005 hingga 2024 yang belum sepenuhnya dijalankan oleh pemerintah daerah. Selain itu, persoalan peran Sekretaris Daerah (Sekda) dalam membantu Gubernur, serta dinamika perlunya pergantian pejabat dan pimpinan BUMD yang sudah seharusnya dilakukan berdasarkan prinsip merit system atau karena kinerja yang dinilai minim, juga akan menjadi bagian penting untuk dikupas secara tuntas. Termasuk di dalamnya pembahasan mengenai fungsi dan hak DPRD DKI Jakarta, berikut sorotan terhadap kinerja lembaga tersebut dalam menjalankan tugas pengawasan serta representasi kepentingan masyarakat. Dalam konteks pembahasan berbagai persoalan Jakarta ini, diharapkan dapat dirumuskan solusi yang tepat dan efektif. Kita semua tentu berharap Jakarta dapat semakin maju dan masyarakatnya hidup lebih sejahtera. Semoga semangat puasa dan pola hidup serta rutinitas Ramadan bisa mewujudnya hal ini menjadi kenyataan. Aamiin. Selain persoalan Jakarta, saya juga akan mengikuti isu-isu nasional seperti pengelolaan anggaran negara, defisit APBN, kebijakan pembangunan nasional, dinamika demokrasi, serta isu hak asasi manusia. Apabila dipandang perlu, saya akan mengulasnya dalam bentuk artikel yang lebih mendalam. Isu global pun tidak luput dari perhatian, seperti dinamika kebijakan luar negeri, konflik geopolitik, keamanan internasional, hingga perkembangan konflik di Timur Tengah. Namun dalam tulisan ini saya ingin kembali pada satu hal yang sangat mendasar, yaitu makna Ramadan sebagaimana tercermin dalam judul tulisan ini. Saya sebenarnya tidak sedang mengulas kembali manfaat puasa dari sisi agama maupun kesehatan secara rinci, karena hampir semua orang sudah memahami hal tersebut. Dalam hal ini, yang ingin saya tegaskan adalah bahwa pola hidup dan rutinitas selama Ramadan sesungguhnya merupakan contoh pola hidup yang sangat ideal bagi manusia. Ramadan mengajarkan keseimbangan antara kesehatan fisik, ketenangan batin, disiplin waktu, ibadah kepada Allah, serta kepedulian sosial kepada sesama. Dalam Islam, kewajiban berpuasa memiliki dasar yang sangat jelas sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183). Ayat ini menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar ibadah ritual, melainkan sarana pembentukan ketakwaan, pengendalian diri, serta penyucian jiwa. Ramadan juga memiliki keistimewaan karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Allah berfirman: “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185). Selain nilai spiritualnya yang sangat tinggi, puasa juga memiliki manfaat kesehatan yang telah banyak dijelaskan dalam ilmu kedokteran modern. Dalam perspektif ilmu kesehatan, puasa memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan proses pemulihan metabolisme, memperbaiki sistem pencernaan, menstabilkan kadar gula darah, serta meningkatkan proses regenerasi sel melalui mekanisme yang dikenal sebagai metabolic switching dan autophagy. Proses ini membantu tubuh membersihkan sel-sel yang rusak sehingga berpotensi mengurangi risiko berbagai penyakit degeneratif. Nabi kita, Muhammad SAW, juga memberikan tuntunan hidup sehat melalui pola makan yang sederhana dan seimbang. Beliau bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan…

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 14, 2026
  • 0 Comments
Ketum MPG Jimmy S: Perpanjangan Whoosh ke Surabaya Jadi Game Changer Ekonomi, Warisan Program Jokowi Diprediksi Beri Multiplier Effect Besar

INDOPOS-Jakarta – Rencana perpanjangan jalur Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh hingga Surabaya kembali menjadi sorotan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai proyek ini berpotensi mengubah peta pembangunan nasional serta membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur kereta cepat tersebut. Menurut AHY, apabila jalur Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh diperpanjang hingga Surabaya, waktu tempuh dari Jakarta menuju ibu kota Jawa Timur itu bisa dipangkas menjadi sekitar tiga jam saja. “Kalau Jakarta–Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih tiga jam lewat kereta, ini akan mengubah peta pembangunan sekaligus menghadirkan pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur tersebut,” ujar AHY dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Efek Ekonomi Berantai Program kereta cepat yang pertama kali digagas pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini dinilai memiliki multiplier effect atau efek berantai bagi pembangunan daerah. Dengan kecepatan hingga 350 km/jam, jalur kereta cepat yang lebih panjang akan membuat manfaat transportasi berkecepatan tinggi terasa lebih optimal. AHY menjelaskan, jarak perjalanan yang ideal antara 600 hingga 800 kilometer memungkinkan kereta melaju stabil pada kecepatan puncaknya tanpa harus sering melambat karena berhenti di stasiun yang jaraknya terlalu dekat. “Kalau jaraknya pendek, begitu mencapai kecepatan maksimum harus langsung memperlambat lagi karena akan berhenti di stasiun berikutnya. Karena itu, jalur yang lebih panjang seperti Jakarta–Surabaya akan jauh lebih terasa manfaatnya,” jelas AHY. Ia menegaskan, pemerintah tetap membuka peluang pengembangan jalur kereta cepat hingga ke Jawa Timur, bahkan sampai Banyuwangi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Namun sebelum itu, pemerintah harus memastikan restrukturisasi keuangan proyek Whoosh selesai. AHY menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta lembaga investasi Danantara untuk membahas penyelesaian utang proyek tersebut. Dorong Pertumbuhan Kawasan Baru Pengamat pembangunan menilai, jika jalur kereta cepat benar-benar diperpanjang hingga Surabaya, dampaknya tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga pada pembangunan kawasan baru. Kota-kota yang dilintasi jalur kereta cepat berpotensi berkembang menjadi pusat industri, pariwisata, hingga kawasan hunian baru. Mobilitas masyarakat dan distribusi logistik juga diperkirakan meningkat pesat karena waktu tempuh antarwilayah menjadi jauh lebih singkat. Selain itu, integrasi jaringan transportasi modern dinilai mampu memperkuat konektivitas Pulau Jawa yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional. Dukungan dari Relawan Gibran Ketua Masyarakat Pendukung Gibran, Jimmy S, menilai pengembangan kereta cepat merupakan salah satu program strategis yang dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang. Menurut Jimmy, proyek yang dimulai pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo tersebut akan menjadi fondasi transformasi transportasi nasional. “Program kereta cepat ini adalah investasi masa depan. Dampaknya bukan hanya transportasi yang lebih cepat, tetapi juga membuka pusat ekonomi baru, meningkatkan investasi, dan mempercepat pemerataan pembangunan di Pulau Jawa,” ujar Jimmy. Ia menambahkan, jika jalur Whoosh benar-benar terhubung hingga Surabaya, mobilitas masyarakat akan meningkat signifikan, sekaligus memperkuat konektivitas antara pusat pemerintahan, pusat bisnis, dan kawasan industri. “Ke depan kita bisa melihat bagaimana program yang dimulai pada era Presiden Jokowi ini memberikan efek berantai yang besar bagi ekonomi nasional. Ini bukan hanya proyek transportasi, tapi proyek transformasi pembangunan,” tambahnya. Dengan berbagai potensi tersebut, pengembangan jalur kereta cepat Jakarta–Surabaya dipandang sebagai salah satu proyek infrastruktur strategis yang dapat menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 11, 2026
  • 0 Comments
Analisis Viral Zeng Wei Jian “Tactics Prabowo”:  Strategi Dekat dengan AS Upaya Cerdas Netralisir Ancaman Global

INDOPOS-Jakarta – Sebuah tulisan berjudul “Tactics Prabowo” karya analis bernama Zeng Wei Jian viral di media sosial setelah dibagikan luas melalui platform Facebook. Tulisan tersebut membahas strategi geopolitik yang dinilai digunakan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dinamika politik global, khususnya hubungan dengan Amerika Serikat. Dalam tulisannya, Zeng Wei Jian menggambarkan situasi global yang semakin kompleks, mulai dari meningkatnya konflik internasional hingga memanasnya hubungan antara negara-negara besar. Ia menyebut ruang publik saat ini dipenuhi konflik berbasis sentimen yang sering kali mengesampingkan logika dan analisis berbasis fakta. Menurutnya, Indonesia berada dalam posisi terjepit di tengah tekanan geopolitik dunia. Ia menilai kelompok oposisi dalam negeri semakin berani menunjukkan sikap kritis terhadap pemerintah, sementara negara-negara besar seperti Rusia dan China cenderung tidak mencampuri urusan domestik negara lain. Dalam konteks tersebut, Zeng Wei Jian menilai Presiden Prabowo menggunakan pendekatan strategis yang terinspirasi dari buku klasik strategi perang The Art of War karya Sun Tzu. Salah satu taktik yang disebut adalah “embracing your opponent”, yaitu mendekati lawan untuk meredakan konflik, mengumpulkan informasi, dan mengurangi potensi ancaman. Ia juga mengutip pepatah Tiongkok “以卵击石” (yǐ luǎn jī shí) yang berarti melempar telur ke batu, sebagai gambaran bahwa konfrontasi langsung dengan Amerika dinilai tidak seimbang bagi negara lain. Tulisan tersebut juga menyinggung dinamika konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran dan Israel serta kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump yang disebut semakin agresif. Menurut penulis, pendekatan diplomasi Presiden Prabowo mencoba menggunakan konsep “tactical empathy” yang dipopulerkan oleh mantan negosiator FBI Chris Voss. Strategi ini menekankan pemahaman terhadap perspektif lawan agar dapat membangun hubungan dan mengurangi potensi konflik tanpa harus tunduk sepenuhnya. Zeng Wei Jian menyimpulkan bahwa pendekatan tersebut bertujuan menempatkan Amerika Serikat sebagai pihak yang “lebih kecil ancamannya” bagi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global. Tulisan ini memicu berbagai respons dari warganet. Sebagian menilai analisis tersebut menarik karena mencoba membaca strategi geopolitik pemerintah, sementara lainnya menganggapnya sebagai opini yang perlu dilihat secara kritis.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 11, 2026
  • 0 Comments
Sidang PTUN Jakarta Warga vs Inkopal, Subali SH MH: Legalitas SHP 477 Tidak Sesuai Perundangan

INDOPOS-‎JAKARTA- Sengketa kepemilikan dan penggunaan lahan Rukan Marinatama di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, kembali bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Rabu (11/3/2026). ‎ Dalam persidangan yang menghadirkan saksi fakta Kolonel (laut) Amir Machmud, kuasa hukum warga penghuni rukan Subali SH MH menyoroti terkait dugaan ketidaksesuaian prosedur penerbitan Sertifikat Hak Pakai (SHP) Nomor 477 yang menjadi objek sengketa. ‎Lebih lanjut Subali menyatakan bahwa SHP 477 yang diterbitkan pada tahun 2000 memiliki masa berlaku sepanjang tanah tersebut digunakan sesuai peruntukannya. Menurutnya, ketentuan itu menjadi kunci dalam menentukan legalitas pemanfaatan lahan yang kini berdiri bangunan rumah kantor (rukan). ‎ ‎”Kalau objek sengketa tersebut secara fakta digunakan untuk kepentingan publik, misalnya untuk pergudangan perawatan militer seperti yang disampaikan saksi, maka penerbitan SHP itu bisa dianggap tepat,” tegas Subali kepada wartawan, seusai sidang di PTUN Jakarta. ‎ ‎Namun, Subali menilai persoalan muncul apabila fakta di lapangan menunjukkan bahwa lahan tersebut digunakan untuk kepentingan komersial. Dalam kondisi itu, menurutnya, penerbitan sertifikat berpotensi bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ‎ ‎”Jika ternyata digunakan untuk kegiatan komersial, maka prosedur penerbitan objek sengketa tersebut patut dipertanyakan karena bisa bertentangan dengan regulasi,” ujarnya. ‎ ‎Dalam persidangan, saksi fakta juga menyampaikan bahwa sebelum tahun 2000 lahan tersebut diduga digunakan sebagai pergudangan peralatan militer. Namun saat ini di atas lahan tersebut berdiri bangunan rukan yang dimanfaatkan untuk kegiatan usaha. ‎ ‎Subali mengatakan adanya perbedaan fakta tersebut menjadi hal penting yang akan dinilai oleh majelis hakim. Ia menegaskan penentuan kebenaran atas penggunaan lahan pada periode 1997 hingga 2000 sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan. ‎ ‎”Apakah pada saat itu sudah digunakan untuk rukan komersial atau masih untuk pergudangan militer, itu nanti yang akan dinilai oleh majelis hakim,” jelasnya. ‎ ‎Subali juga mengungkapkan, dasar penerbitan SHP 477 merujuk pada dokumen lama berupa Eigendom Nomor 6234 dan 110. Namun menurutnya, dokumen tersebut perlu diuji kembali dalam persidangan untuk memastikan kesesuaian prosedur konversi tanah negara. ‎ ‎Ditambahkannya bahwa dalam proses pembuktian di PTUN, tahapan pembuktian dimulai dari bukti surat, kemudian keterangan ahli, dan selanjutnya saksi fakta. ‎ ‎”Kami tetap berkeyakinan bahwa prosedur penerbitan SHP 477 bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, khususnya terkait konversi tanah yang dikuasai negara,” pungkas Subali. ‎ ‎Perkara sengketa Rukan Marinatama ini masih terus bergulir di PTUN Jakarta. Majelis Hakim PTUN Jakarta akan menilai seluruh bukti dan keterangan saksi sebelum mengambil keputusan atas status hukum lahan yang kini menjadi area komersial di kawasan Mangga Dua tersebut. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 10, 2026
  • 0 Comments
Deddy Corbuzier Murka! Ramalan Palsu Soal Vidi Aldiano Disebut Cari Popularitas

INDOPOS-Podcaster dan YouTuber ternama Deddy Corbuzier meluapkan kemarahannya terhadap sejumlah pihak yang diduga membuat ramalan palsu mengenai penyanyi Vidi Aldiano. Melalui unggahan di media sosialnya, Deddy menegaskan bahwa ia tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang memanfaatkan isu kesehatan atau kabar kematian seseorang demi mencari popularitas. Dalam unggahan tersebut, Deddy menulis dengan nada tegas bahwa jika ada “peramal palsu” yang mengklaim telah memprediksi Vidi Aldiano akan meninggal, maka menurutnya hal itu hanya dilakukan untuk menaikkan popularitas mereka. “Kalau sampai ada peramal-peramal palsu itu yang berani bilang sudah saya prediksi Vidi akan meninggal hanya untuk naikin popularitas peramal itu… Saya kejar Anda sampai ke liang kubur!!! Take it as my words,” tulis Deddy dalam unggahannya. Pernyataan keras tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari warganet dan rekan sesama figur publik. Sejumlah tokoh turut memberikan komentar dukungan. Aktor sekaligus penyanyi Maell Lee bahkan menuliskan komentar singkat, “Aku ikut ngejar!” sebagai bentuk dukungan terhadap sikap tegas Deddy. Sementara itu, kreator konten Axton Salim mengingatkan agar orang-orang yang membuat konten negatif tidak diberi panggung di media sosial. Ia menilai lebih baik fokus pada hal-hal positif. Menanggapi komentar tersebut, Deddy menyatakan bahwa dirinya tidak memberikan panggung kepada pihak yang dimaksud. Ia justru menegaskan bahwa ia hanya memberikan “tempat gelap” bagi mereka. Unggahan ini pun menjadi viral dan menuai ribuan komentar dari netizen yang sebagian besar mendukung sikap Deddy Corbuzier dalam melawan penyebaran ramalan yang dianggap tidak bertanggung jawab. Banyak warganet menilai isu sensitif seperti kesehatan atau kematian seseorang tidak seharusnya dijadikan bahan konten demi sensasi di media sosial. Tagar: #DeddyCorbuzier #VidiAldiano #BeritaArtis #ViralIndonesia #RamalanPalsu #SelebritiIndonesia #Trending #BeritaViral #YouTubeNews

Partisipasi Pihak Terkait dalam Pengujian Undang-Undang APBN 2026 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mahkamah Konstitusi

INDOPOS-Sejumlah warga negara yang memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara resmi mengajukan diri sebagai Pihak Terkait dalam perkara pengujian undang-undang yang saat ini sedang diperiksa oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, yaitu Perkara Nomor 40/PUU-XXIV/2026 dan Perkara Nomor 55/PUU-XXIV/2026. Para Pihak Terkait tersebut merupakan unsur masyarakat yang secara langsung bersentuhan dengan pelaksanaan program MBG, yaitu perwakilan mitra pelaksana program, orang tua siswa penerima manfaat, serta unsur tenaga pendidik yang menyaksikan secara langsung pelaksanaan program tersebut di lingkungan pendidikan. Dengan keterlibatan langsung tersebut, Para Pihak Terkait menilai bahwa mereka memiliki kepentingan langsung dan nyata terhadap perkara pengujian undang-undang yang sedang diperiksa oleh Mahkamah Konstitusi.   Dalam perkara ini, Para Pihak Terkait memberikan kuasa kepada tim advokat dan konsultan hukum dari JSR Law Firm, yang terdiri dari Prof. Dr. H. Joko Sriwidodo, S.H., M.H., M.Kn., Prof. Dr. St. Laksanto Utomo, S.H., M.H., Dr. Lenny Nadriana, S.H., M.H., Luqmanul Hakim, S.H., M.H., Viktor Santoso Tandiasa, S.H., M.H., Aulia Nugraha Sutra Ashary, S.H., dan Rezky Panji Perdana Martua Hasibuan, S.H. dkk. Pada hari ini (9/3/26) Tim kuasa hukum tersebut memberikan keterangan pentingnya dalam mengajukan permohonan sebagai Pihak Terkait sehingga melakukan pendaftaran permohonannya sebagai Pihak Terkait dalam Perkara Nomor 40/PUU-XXIV/2026 dan Perkara Nomor 55/PUU-XXIV/2026 di Mahkamah Konstitusi. Permohonan sebagai Pihak Terkait diajukan dalam rangka memberikan keterangan dan pandangan terhadap pengujian materiil Pasal 22 ayat (3) beserta Penjelasannya dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026, yang saat ini sedang diuji terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sebagai pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan maupun penerimaan manfaat program MBG, Para Pihak Terkait berkepentingan untuk memberikan keterangan kepada Mahkamah Konstitusi mengenai kondisi faktual pelaksanaan program tersebut. Keterangan yang akan disampaikan antara lain mencakup gambaran pelaksanaan program MBG di lapangan, mekanisme distribusi dan keterlibatan mitra pelaksana, serta dampak nyata program tersebut bagi para penerima manfaat, khususnya siswa dan keluarga mereka tegas menyatakan “Program MBG Bermanfaat Buat Rakyat”, dalam penegasanya.. Melalui partisipasi sebagai Pihak Terkait berharap dapat berkontribusi dalam proses konstitusional di Mahkamah Konstitusi dengan menyampaikan informasi yang relevan dan bermanfaat, sehingga tercipta pemahaman yang lebih utuh mengenai pelaksanaan serta manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat nyata berdampak sangat baik untuk kemajuan bangsa dimasa mendatang menunjukkan Negara Hadir dalam mensejahterakan rakyat. Hal ini sesuai Nilai Pancasila Pasal 2 Kemanusian yang adil dan beradab, serta Pasal 5 Keadilan Sosial Bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu Program MBG yang digagas direalisasikan Presiden Prabowo Subianto sangat bermanfaat untuk membantu mencerdaskan anak-anak sekolah.

Jejak Gerakan Kembali ke UUD 1945 Asli: Try Sutrisno hingga Prijanto

Oleh: Nur Ridwan & Prijanto Konteks: Mengapa Isu Kembali ke UUD 1945 Asli Muncul? Wacana kembali ke UUD 1945 asli kembali menjadi perbincangan dalam diskursus ketatanegaraan Indonesia. Isu ini muncul setelah perubahan besar terhadap Undang-Undang Dasar 1945 yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat melalui empat tahap amandemen atau perubahan pada periode 1999–2002. Perubahan tersebut mengubah secara fundamental dan signifikan struktur dan substansi ketatanegaraan Indonesia, mulai dari struktur ketatanegaraan dan mekanisme pemilihan presiden hingga pembentukan dan penghapusan lembaga negara baru dalam sistem konstitusi. Dalam perjalanan waktu, sejumlah tokoh nasional memandang bahwa perubahan tersebut perlu dievaluasi agar tidak menjauh dari filosofi dasar negara, PANCASILA. Salah satu tokoh yang dikenal konsisten menyuarakan evaluasi konstitusi adalah Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998. Dengan membentuk berbagai macam gerakan, seperti front Pembela Proklamasi ’45, Gerakan Pemantapan Pancasila, dll. Perubahan Konstitusi Pasca Reformasi Amandemen UUD 1945 yang dilakukan oleh MPR antara tahun 1999 hingga 2002 menghasilkan perubahan mendasar dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Beberapa perubahan utama tersebut antara lain: Tidak ada Lembaga Negara yang tertinggi MPR bukan representatif Rakyat Indonesia Dihapusnya syarat Presiden orang Indonesia asli Lembaga Negara DPA dihapus Presiden dan Wakil Presiden dipilih langsung oleh Rakyat Pembentukan Mahkamah Konstitusi sebagai pengawal konstitusi Pembentukan Dewan Perwakilan Daerah DPR anggotanya dari parpol saja Penguatan kewenangan legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Pembatasan masa jabatan Presiden Perubahan tersebut berdalih demokratisasi dan demi terciptanya check and balance, namun justru menimbulkan sejumlah perdebatan mengenai jalan dan arah sistem ketatanegaraan. Pandangan Try Sutrisno tentang UUD 1945 Selama proses amandemen atau perubahan, Try Sutrisno dkk selalu mengingatkan MPR saat itu, untuk hati-hati dalam amandemen dan dilakukan secara adendum. Pada tahun 2002, Try Sutrisno bersama para tokoh seperti Sri Edi Swasono, Usep Ranuwijaya, Basofi Sudirman, Sri Mulyono Herlambang, Ny. Supeni, Kemal Idris, dll, yang tergabung dalam Front Pembela Proklamasi ’45 (FPP ’45) menuntut kepada MPR, untuk Kaji Ulang terhadap hasil perubahan UUD 1945. Dalam berbagai forum kebangsaan, Try Sutrisno menilai bahwa perubahan konstitusi perlu dikaji ulang secara mendalam. Tuntutan Kaji Ulang waktu itu bersifat taktis, karena tuntutan Kembali ke UUD 1945 waktu itu, dituding ingin kembali ke Orba, tutur Bambang Wiwoho, wartawan senior dan pelaku sejarah waktu itu. Menurut Try Sutrisno, sistem ketatanegaraan harus tetap berpijak pada filosofi Pancasila dan UUD 1945 sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia beberapa kali menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan sistem pemerintahan, memastikan stabilitas politik nasional, dan mempertahankan filosofi negara untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia Hingga akhir hayatnya pada 2 Maret 2026, Try Sutrisno dikenal sebagai salah satu tokoh yang terus mendorong diskursus nasional mengenai Gerakan Kembali ke UUD 1945 (Asli). Tidak pernah Try Sutrisno memiliki pemikiran untuk melakukan amandemen lagi terhadap UUD 1945 hasil perubahan. Pemikiran Konstitusi Prijanto Pemikiran mengenai Kembali ke UUD 1945 (Asli) dilanjutkan dan juga diperkuat oleh gagasan Prijanto (Wakil Gubernur DKI Jakarta 2007-2012). Melalui bukunya berjudul: “Untaian Butir-Butir Mutiara Konstitusi Indonesia”   Prijanto menekankan bahwa UUD 1945 merupakan fondasi utama sistem ketatanegaraan Indonesia. Dalam buku tersebut Prijanto, yang pernah jadi Aster KASAD Tahun 2007 ini, mengusulkan konsep: “Kembali UUD 1945 (Asli) Untuk Disempurnakan Dengan Adendum.” Artinya, naskah asli konstitusi tetap dipertahankan, dan perubahan konstitusi ditempatkan sebagai tambahan atau adendum. Gagasan dan konsep mengenai UUD 1945 dengan Adendum telah dibahas dalam berbagai forum kebangsaan, diskusi konstitusi, serta kajian akademik di Indonesia. Bahkan konsep tersebut telah dituangkan dalam sebuah buku berjudul “UUD NRI Tahun 1945 Disertai Adendum” yang diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2018, sebagai bagian dari upaya edukasi dan literasi konstitusi dan wacana mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia.   Jalan Konstitusional Perubahan UUD Secara faktual, konstitusi yang diberlakukan saat ini adalah UUD 1945 hasil amandemen 1999–2002. Perubahan konstitusi secara formal hanya dapat dilakukan melalui mekanisme yang diatur dalam Pasal 37 UUD 1945, yaitu melalui keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dengan persyaratan tertentu. Namun demikian, terdapat perbedaan mendasar antara kedudukan MPR saat ini dengan kedudukan MPR dalam UUD 1945 naskah asli. Dalam konstruksi UUD 1945 sebelum perubahan, MPR ditempatkan sebagai Lembaga Tertinggi Negara yang memegang dan melaksanakan sepenuhnya kedaulatan rakyat. Dalam sistem tersebut, MPR memiliki kewenangan menetapkan garis-garis besar haluan negara serta berbagai keputusan strategis melalui Ketetapan MPR (TAP MPR). Sedangkan setelah perubahan konstitusi pada periode 1999–2002, struktur ketatanegaraan Indonesia menempatkan MPR sebagai lembaga negara yang sederajat dengan lembaga negara lainnya, sehingga tidak lagi memiliki posisi sebagai Lembaga Tertinggi Negara. Di samping itu, bahwa komposisi keanggotaan MPR saat ini belum sepenuhnya mencerminkan representasi Rakyat Indonesia. Beberapa kalangan menilai masih terdapat kelompok masyarakat yang tidak terwakili secara langsung dalam struktur MPR (Utusan Golongan). MPR…

Wanita 24 Tahun Laporkan Dugaan Penganiayaan ke Polres Metro Jakarta Timur, Alami Luka dan Trauma

INDOPOS–Jakarta – Seorang perempuan bernama Mega Tiara Mulyani (24) melaporkan dugaan tindak kekerasan fisik yang dialaminya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur. Laporan tersebut terkait insiden yang terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026 sekitar pukul 20.22 WIB di rumah terduga pelaku di kawasan Jl. SMP 258 Bulak Ringgin, RT 006/RW 010, Kelurahan Cibubur, Jakarta Timur. Berdasarkan penuturan korban, peristiwa bermula saat dirinya mendatangi rumah pelaku dengan tujuan memberikan penjelasan kepada orang tua serta keluarga pelaku terkait sejumlah bukti ancaman yang sebelumnya diterima korban melalui aplikasi WhatsApp. Namun, situasi justru memanas. Terduga pelaku disebut tidak terima dan langsung marah hingga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Korban mengaku diseret secara paksa dari ruang tamu saat sedang duduk di sofa, kemudian dilempar ke arah pintu keluar rumah. Akibat kejadian tersebut, Mega mengalami luka memar pada bagian lutut, tumit kaki, serta lengan. Korban menjelaskan, konflik tersebut berawal ketika terduga pelaku meminta data pribadi korban untuk kepentingan tertentu. Permintaan itu ditolak oleh korban karena diduga akan digunakan pelaku untuk aktivitas yang berkaitan dengan judi online. Saat ini, korban disebut masih mengalami trauma secara psikologis dan membutuhkan pendampingan akibat peristiwa tersebut. Ayah korban, Mul (55) yang merupakan pengurus Bamus Betawi serta bagian dari Majelis Kaum Betawi (MKB), mengecam keras tindakan kekerasan yang menimpa anaknya. “Kami mengecam keras tindakan brutal tersebut dan meminta aparat penegak hukum untuk segera bertindak,” ujarnya. Pihak keluarga juga meminta Kapolres Metro Jakarta Timur dan Kapolda Metro Jaya agar segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap terduga pelaku dalam waktu 3×24 jam, serta memprosesnya sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berlaku. Hingga saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan dan masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Jaga Soliditas Kader di Bulan Ramadan, DPC PD Pulau Seribu Gelar Konsolidasi Internal dan Santunan Anak Yatim

INDOPOS– Memasuki ramadan hari ke-17. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kepulauan Seribu menggelar kegiatan konsolidasi partai yang dirangkai dengan buka puasa bersama serta santunan anak yatim. Ketua DPC Partai Demokrat Kepulauan Seribu, Neneng Hasanah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat soliditas struktur partai mulai dari tingkat DPC, PAC hingga ranting di wilayah Kepulauan Seribu. “Hari ini saya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kepulauan Seribu mengumpulkan struktur partai, mulai dari pengurus DPC, ketua PAC hingga ranting untuk mengadakan konsolidasi sekaligus buka puasa bersama dan santunan anak yatim,” ujar anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu, Minggu (8/3/2026) di kawasan Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak yatim menerima santunan dari jajaran pengurus Partai Demokrat Pulau Seribu. Politisi yang akrab disapa Bunda itu berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang. “Mudah-mudahan di tahun yang akan datang jumlahnya bisa bertambah untuk penerima santunan,” papar Srikandi Demokrat yang dikenal low profil itu. Selain menjadi ajang silaturahmi, Bunda mengatakan kegiatan Konsolidasi juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat nilai keimanan dan kebersamaan para kader di bulan suci Ramadan. Menurutnya, Ramadhan menjadi waktu yang tepat bagi Partai Demokrat untuk melakukan konsolidasi sekaligus meningkatkan iman dan takwa para pengurus serta struktur organisasi partai. “Kami memanfaatkan momentum Ramadan ini untuk konsolidasi sekaligus meningkatkan iman dan takwa para pengurus serta struktur organisasi Partai Demokrat di Kepulauan Seribu,” jelasnya. Pantau ipol.id, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 hingga 150 pengurus dan kader partai dari berbagai tingkatan di Pulau Seribu dan Jakarta Utara. Bunda juga berpesan pada seluruh kader untuk terus menjaga kekompakan dan tetap istiqomah dalam membesarkan Partai Demokrat di Kepulauan Seribu. “Semoga seluruh kader semakin solid, semakin kompak, dan tetap istiqomah di Partai Demokrat,” ujarnya. Meski agenda politik nasional masih cukup jauh, yakni menuju 2029, pihaknya menegaskan bahwa penguatan struktur partai di tingkat bawah tetap menjadi prioritas. “Walaupun agenda politik masih jauh menuju 2029, kami tetap menguatkan struktur partai di tingkat bawah untuk memperkuat Partai Demokrat,” tutup anggota DPRD DKI 4 periode itu. Turut hadir dalam acara, Ketua DPD PD DKI Jakarta, Mujiyono, Plt, Sekretaris DPD PD DKI Jakarta, Faisal, Ketua BP OKK DPD PD DKI, Harris Chandra, Ketua DPC Jaksel Zainah Al Haddad serta pengurus Demokrat Jakarta Utara lainya.

SGY: Serangan AS–Israel ke Iran Tanpa Mandat PBB Langgar Hukum Internasional

INDOPOS-Jakarta, 8 Maret 2026 – Aktivis dan pengamat kebijakan publik Sugiyanto (SGY) mengkritik keras dugaan serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tanpa mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional serta dapat mengancam stabilitas keamanan global. Dalam artikelnya yang ditulis pada Minggu (8/3), Sugiyanto menyatakan serangan terhadap negara berdaulat tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB dapat menjadi preseden berbahaya bagi tatanan dunia. “Penggunaan kekuatan militer secara sepihak terhadap negara berdaulat tanpa mandat Dewan Keamanan PBB berpotensi melanggar hukum internasional dan melemahkan sistem keamanan kolektif dunia,” ujar Sugiyanto. Menurutnya, prinsip utama dalam hubungan antarnegara modern adalah penghormatan terhadap kedaulatan negara. Prinsip tersebut telah diatur dalam Piagam PBB yang melarang penggunaan kekuatan militer secara sepihak, kecuali dalam kondisi tertentu. Ia menjelaskan bahwa dalam Piagam PBB terdapat dua kondisi yang memungkinkan penggunaan kekuatan militer, yaitu hak bela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB atau tindakan kolektif yang disetujui oleh Dewan Keamanan. Sugiyanto menilai jika penggunaan kekuatan militer tanpa dasar hukum internasional terus dibiarkan, maka sistem keamanan global dapat melemah. “Jika aturan internasional tidak dihormati, maka muncul pertanyaan besar: untuk apa PBB didirikan jika negara kuat bisa bertindak di luar hukum internasional,” katanya. Dalam artikelnya, Sugiyanto juga menyinggung berbagai konflik internasional yang melibatkan Amerika Serikat, termasuk perang di Irak, Afghanistan, dan intervensi militer di beberapa negara lain. Ia menilai praktik serangan sepihak berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik global. Ia juga mengingatkan bahwa konflik besar dalam sejarah, seperti Perang Dunia I dan Perang Dunia II, sering kali dipicu oleh rangkaian konflik regional yang tidak terkendali. Menurutnya, jika pelanggaran terhadap hukum internasional terus terjadi, bukan tidak mungkin dunia kembali menghadapi konflik global yang lebih luas. Sugiyanto pun menegaskan bahwa dunia internasional harus bersatu menjaga sistem hukum global serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. “PBB, negara-negara di dunia, serta masyarakat global perlu bersatu menolak arogansi kekuasaan yang menempatkan kekuatan militer di atas hukum internasional,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan negara, dialog diplomatik, serta komitmen pada hukum internasional merupakan kunci untuk mencegah konflik besar yang dapat membawa dunia menuju bencana perang global. Tagar Viral #Iran #AmerikaSerikat #Israel #PBB #HukumInternasional #Geopolitik #PerangDunia #PolitikGlobal #TimurTengah #BeritaDunia #BreakingNews #BeritaViral #YouTubeNews Jika kamu mau, saya juga bisa bantu buat: Judul yang lebih provokatif/viral untuk YouTube Deskripsi YouTube + SEO + tag YouTube supaya lebih mudah masuk rekomendasi.

Kairos Multi Jaya dan Fakultas Musik Universitas Pelita Harapan (UPH) Hadirkan Workshop Industri Musik dalam Harmoni Vol. II

INDOPOS–Tangerang,—Dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional, Fakultas Musik Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali menyelenggarakan Harmoni Vol. II, sebuah program yang menghadirkan rangkaian pertunjukan musik, pameran, serta kegiatan edukatif yang menampilkan perjalanan perkembangan musik dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan. Dalam penyelenggaraan tahun ini, Fakultas Musik UPH bekerja sama dengan PT Kairos Multi Jaya, perusahaan penyedia solusi audio profesional di Indonesia, untuk menghadirkan berbagai workshop industri musik, hands-on audio experience, serta creative music challenges bagi mahasiswa dan komunitas musik. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung pada 9–16 Maret 2026 di Universitas Pelita Harapan, Karawaci. Melalui kolaborasi ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai perkembangan industri musik modern, tetapi juga kesempatan untuk mencoba langsung berbagai perangkat audio profesional yang umum digunakan dalam studio recording maupun sistem audio live. Menghubungkan Dunia Akademik dan Industri Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah Studio to Social: Music Production 101 – Recording, Mixing & Simple Mastering for Social Media, yang menghadirkan Wishnu Dewantara dan Elifas Sonaru. Workshop ini membahas proses produksi musik modern yang relevan dengan kebutuhan distribusi konten digital, mulai dari tahap recording, mixing, hingga mastering sederhana yang dapat digunakan untuk berbagai platform media sosial. Dalam sesi tersebut, Wishnu juga membagikan pengalamannya dalam memproduksi karya yang terinspirasi dari musik tradisi Nusantara, termasuk pendekatan kreatif dalam mengadaptasi unsur musik tradisional ke dalam produksi musik modern dan karya musikal. Topik ini dinilai semakin relevan di tengah berkembangnya ekosistem content creator musik, di mana banyak musisi kini memproduksi karya secara mandiri untuk berbagai platform digital. Mengenal Teknologi Audio Networking Modern Selain produksi musik, Kairos Multi Jaya juga menghadirkan workshop Audio Network Integration with Dante. Workshop ini membahas teknologi audio networking berbasis Dante, yang saat ini menjadi salah satu standar dalam sistem audio profesional modern. Teknologi ini memungkinkan berbagai perangkat audio terhubung dalam satu jaringan digital yang lebih fleksibel, efisien, serta mendukung workflow produksi yang semakin kompleks. Di tengah perkembangan industri kreatif yang kini dipengaruhi oleh teknologi digital, sistem produksi berbasis jaringan, serta integrasi teknologi AI, pemahaman mengenai audio networking menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi baru sound engineer dan profesional audio. Workshop lainnya adalah Capture Your Sound: Choosing the Right Microphone. Sesi ini membahas teknik pemilihan mikrofon serta praktik miking instrumen untuk kebutuhan recording, mulai dari vokal, instrumen strings, woodwinds seperti oboe, hingga drum, yang menjadi keahlian penting bagi musisi maupun kreator konten musik dalam menghasilkan kualitas audio yang optimal. Selain itu, Harmoni Vol. II juga menghadirkan Casio Piano Workshop: Lecture Performance – Jazz & Cosmotechnics yang dibawakan oleh Sri Hanuraga dan Stevie Sutanto. Melalui sesi ini, peserta diajak mengeksplorasi pendekatan musikal dalam konteks jazz sekaligus memahami praktik performa modern melalui format lecture performance. Relevansi dengan Pendidikan Musik di UPH Kegiatan ini juga selaras dengan program pendidikan di UPH Conservatory of Music, yang mencakup bidang studi Music Performance, Music Composition, Music Education, dan Music Technology. Perkembangan teknologi audio seperti studio recording, live sound system, dan audio networking menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan musik modern, khususnya dalam mendukung proses produksi karya musik bagi mahasiswa di berbagai bidang studi tersebut. Kolaborasi Industri dan Pendidikan Revie, dosen Fakultas Musik UPH sekaligus panitia Harmoni Vol. II, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan industri merupakan bagian penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. “Harmoni Vol. II tidak hanya menjadi perayaan Hari Musik Nasional, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan industri. Kehadiran Kairos Multi Jaya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami teknologi audio dan proses produksi musik secara langsung dari para profesional.” Sementara itu, Martin, Board of Director PT Kairos Multi Jaya, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perkembangan industri musik dan audio di Indonesia. “Industri musik terus berkembang seiring hadirnya teknologi digital, AI, dan sistem audio berbasis jaringan. Melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti UPH, kami berharap dapat membuka wawasan bagi mahasiswa dan komunitas musik mengenai teknologi audio profesional serta mendorong lahirnya generasi baru kreator musik dan audio engineer di Indonesia.” Tentang Kairos Multi Jaya Kairos Multi Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan solusi audio visual, menghadirkan berbagai teknologi audio untuk kebutuhan live sound, studio recording, broadcast, event production, serta instalasi sistem audio di berbagai sektor industri di Indonesia. (***)

Pascasarjana Universitas Borobudur Gelar Kuliah Umum tentang Ekonomi Ritel di Tengah Gejolak Global

INDOPOS–Jakarta – Program Pascasarjana Universitas Borobudur menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum dengan tema “Ekonomi Ritel dan Ketahanan Pasar di Tengah Gejolak Global” pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Ruang Keadilan, Lantai 6 Gedung D Universitas Borobudur. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (S3), mahasiswa Magister Manajemen (S2), serta dosen dan civitas akademika Universitas Borobudur. Kuliah umum ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya akademik untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai dinamika industri ritel serta strategi ketahanan bisnis dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang semakin kompleks. Acara dibuka secara resmi oleh pimpinan Pascasarjana Universitas Borobudur, Prof. Faisal Santiago, SH., MM, selaku Direktur Program Pascasarjana. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan praktik industri dalam memahami perkembangan ekonomi yang terus berubah. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya, yaitu Dr. Solihin, SH., M.H, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), serta Dr. M. Rozali, SE., MM, akademisi dan praktisi di bidang manajemen dan ekonomi. Dalam pemaparannya, Dr. Solihin menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi industri ritel di tengah perubahan ekonomi global, termasuk dinamika pasar, perubahan perilaku konsumen, serta perkembangan teknologi digital. Beliau juga membagikan pengalaman praktis dalam mengelola dan mempertahankan daya saing perusahaan ritel di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Sementara itu, Dr. M. Rozali memberikan perspektif akademik mengenai pentingnya strategi adaptif dalam menjaga ketahanan pasar. Ia menekankan bahwa integrasi antara inovasi bisnis, penguatan manajemen, serta pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam mempertahankan keberlanjutan sektor ritel. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pandangan terkait perkembangan industri ritel di Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika ekonomi ritel serta strategi bisnis yang relevan dalam menghadapi tantangan global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktisi industri dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik manajemen bisnis. Kegiatan kuliah umum kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada para narasumber serta sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan partisipasi dalam kegiatan akademik tersebut. (***)

Prabowo Akan ke Iran Bareng Pemimpin Pakistan untuk Redam Konflik Timur Tengah

INDOPOS–Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddique mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto dan pemimpin Pakistan akan berkunjung ke Teheran, Iran, untuk meredam eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia mengaku mendengar hal tersebut langsung dari Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan ulama, pimpinan pondok pesantren, dan pimpinan organisasi masyarakat Islam, Kamis (5/3/2026) kemarin. “Saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden,” kata Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis malam. “Lupa saya Perdana Menteri atau Presiden Pakistan. Nah mereka akan sama-sama pergi ke Teheran,” imbuh dia. Baca juga: Prabowo Disebut Tak Tergesa Bawa Indonesia Gabung BoP, Sudah Bicara dengan Negara Teluk Berdasarkan penuturan Prabowo, Kepala Negara ditelepon langsung oleh pemimpin Pakistan untuk lawatan tersebut. “Pakistan baru menelepon Presiden Prabowo beberapa jam sebelum pertemuan ini ya kan. Nah dia mau sama-sama berdua. Oh itu bagus sekali,” tutur dia. Menurut Jimly, rencana itu merupakan langkah bagus agar konflik tidak berlarut. Hal itu pun menandakan bahwa usulan Presiden Prabowo yang hendak menjadi mediator didukung oleh Pakistan. Baca juga: Upaya Prabowo Jadi Mediator AS-Iran Disebut Didukung Negara-negara Timur Tengah “Waduh bagus sekali. Jadi bukan hanya Indonesia, artinya apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan,” ucap Jimly. Ia pun menilai, peran Indonesia dan Pakistan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar sangat penting dalam upaya itu. Jimly berpandangan, mediasi perlu dicoba meski kemungkinan berhasilnya kecil. “Walaupun mungkin peluangnya kecil tapi dicoba. Intinya Indonesia mengambil global player peran sebagai global player. Itu kita dukung. Jangan dianggap negatif dulu ya, bukannya mendamaikan orang yang baru dibunuh, bukan begitu. Tapi untuk menurunkan eskalasi dan mencegah apa serangan lagi dari Israel,” kata Jimly. Baca juga: Menakar Daya Indonesia sebagai Juru Damai di Tengah Api Timur Tengah Sebelumnya diberitakan, Indonesia mengajukan diri menjadi mediator menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah usai Israel dan Amerika Serikat (AS) menyerang Iran sejak akhir pekan lalu.

Menanti Daftar Garuda Calling John Herdman di FIFA Series 2026

INDOPOS-Timnas Indonesia akan menjalani debut asuhan pelatih baru John Herdman dalam ajang FIFA Series 2026. Kompetisi yang dijadwalkan bergulir pada 27 hingga 30 Maret mendatang ini masuk ke dalam kalender resmi FIFA. Terdapat empat tim yang ikut serta di edisi kedua ini yaitu, Indonesia, St.Kitts and Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon. <span;>Tentu saja semua mata pecinta sepakbola Indonesia akan tertuju pada daftar nama pemain panggilan John Herdman. Nama-nama seperti Jay Idzes dan Kevin Diks seharusnya sudah otomatis masuk ke dalam skuad Indonesia nanti. Apalagi Kapten Timnas Indonesia itu sedang tampil gacor di Serie A. Terakhir dia tampil solid mengawal pertahanan Sassuolo ketika menang menghadapi Atalanta dalam giornata ke-27 di Mapei Stadium, Minggu (1/3/2026) malam WIB. <span;>Idzes bermain penuh di laga Sassuolo vs Atalanta. Pemain bertahan berusia 25 tahun itu mencatatkan 6 kali sapuan, sekali intersep, bahkan mampu menggagalkan peluang Nikola Krstovic di depan gawang pada masa menit tambahan. Dirinya mendapatkan nilai 7 dan dipuji oleh media Italia Sassuolonews berkat performa apiknya. <span;>Tidak berbeda dengan Idzes,Kevin DIks juga tengah berada di titik puncak performanya. Berlaga di Bundesliga, Kevin Diks dinobatkan sebagai pemain terbaik Borussia Moenchengladbach bulan Februari 2026. Bek Timnas Indonesia tersebut telah bermain di 3 dari 4 pertandingan Monchengladbach sepanjang Februari 2026. <span;>Pemain berusia 29 tahun itu selalu menjadi starter dan juga pahlawan kemenangan atas Union Berlin di akhir bulan Februari. Ini menjadi penghargaan pemain terbaik pertama Diks selama berseragam Moenchengladbach. Pemain berdarah ambon itu baru saja bergabung ke Borussia Park pada musim panas 2025, ia langsung jadi tulang punggung tim dan mencetak 4 gol dari 21 laga di Bundesliga. <span;>Namun ada tantangan cukup serius bagi Herdman. Sejumlah pemain langganan Timnas harus absen dari Tim Garuda di FIFA Series nanti. Salah satunya Thom Haye yang mendapatkan sanksi skorsing empat pertandingan dari FIFA. <span;>Ada juga Shayne Pattynama terkena sanksi yang sama oleh FIFA dan harus absen di seluruh agenda internasional Timnas Indonesia hingga Juni 2026. Nama-nama lain yang tidak dapat membela Timnas di FIFA Series adalah Pratama Arhan, Mees Hilgers dan Asnawi Mangkualam. <span;>John Herdman sendiri memilih untuk memaksimalkan skuad yang sudah ada. Herdman baru saja kembali ke tanah air usai melakukan safari di Eropa untuk memantau sejumlah pemain diaspora. Namun, perjalanan mantan pelatih Kanada itu murni untuk melihat perkembangan “pemain lama”, bukan membidik nama baru untuk dinaturalisasi dalam waktu dekat. <span;>Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa proses naturalisasi tidak mungkin dikebut untuk agenda Maret. <span;>”Belum dapat kabar, apalagi ini terlalu dekat ya. Bulan Maret, sekarang sudah Februari. Terlalu dekat untuk melakukan naturalisasi,” kata Arya Sinulingga kepada wartawan di Jakarta dikutip dari detikSports. <span;>Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Saint Kitts dan Nevis pada laga perdana. Jika mampu menang, Timnas Indonesia akan melaju ke final untuk menantang pemenang antara Bulgaria vs Kepulauan Solomon. Jika kalah, Jay Idzes dkk akan memperebutkan tempat ketiga. <span;>Ajang ini digadang-gadang akan menjadi panggung pertunjukan dan evaluasi bagi Herdman sebelum menentukan langkah strategis ke depan, termasuk potensi menambah pemain baru. Lalu, seberapa kuat komposisi pemain Timnas Indonesia dalam debut Herdman nanti? Siapa saja yang kira-kira siap untuk masuk ke dalam skuad Garuda? Simak analisisnya bersama redaktur detikSports dalam segmen d’Hattrick! <span;>Membahas berita daerah, detikSore akan mengulas lebih dalam kabar terbaru soal pengeroyokan terhadap mahasiswa di Universitas Diponegoro, Semarang. Mahasiswa tersebut bernama Arnendo (20) dan terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. <span;>Peristiwa yang terjadi pada November 2025 lalu kembali ramai usai muncul dugaan jika korban merupakan pelaku pelecehan seksual terhadap 3 orang mahasiswi. Atas kejadian ini, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian pun angkat bicara. Ia mengaku prihatin dengan kasus penganiayaan tersebut. Meski begitu, Hetifah meminta pelecehan seksual yang dilakukan Arnendo juga harus diusut tuntas. <span;>Lalu bagaimana sebenarnya kronologi penganiayaan ini? Benarkah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan satu sama lain? Simak laporan langsung Jurnalis detikJateng selengkapnya. <span;>Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

Ketua Komisi D Yuke Yurike Dorong Program Prioritas Masyarakat, Penanganan Banjir dan Sampah Pra-RKPD 2027

INDOPOS-Program pembangunan yang bersentuhan dengan masyarakat seperti banjir, sampah serta keberadaan ruang terbuka hijau diharapkan menjadi prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Harapan itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike saat rapat pembahasan Pra-RKPD 2027 dengan Dinas Pertamanan dan Dinas SDA DKI Jakarta, Senin (2/3/2026), di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. “Hingga kini apa yang dilakukan oleh Pemprov DKI sudah cukup baik. Tinggal nanti kita akan lakukan penyesuaian dalam rangka langkah antisipasi-dengan kondisi yang ada,” ujar Wakil Bendahara DPP PDIP itu. Menurutnya, langkah antisipasi yang dimaksud, yakni kondisi fiskal Jakarta pada APBD 2026 dan juga antisipasi apabila untuk 2027 nanti fiskal belum membaik. Dijelaskan Srikandi Fraksi PDIP DKI Jakarta itu, hal itu dikarenakan adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat, sebesar Rp15 triliun. “Jika kondisinya masih sama, berarti kan nanti program apa yang harus dilaksanakan harus betul-betul kita cermati. Sehingga dengan kondisi yang ada tetap memprioritaskan program yang memiliki dampak langsung kepada masyarakat, tantangan besarnya adalah bagaimana kita merumuskan peogram terbaik dengan keterbatasan fiskal. Namun berdampak langsung untuk kesejahteraan dan pembangunan DKI Jakarta” bebernya. Terkait hal yang menjadi prioritas khususnya di Komisi D yang membawahi bidang pembangunan, anggota DPRD DKI tiga periode itu menyebut penanggulangan banjir, penanggulangan sampah, pemenuhan ruang terbuka hijau serta permasalahan pemukiman yang menjadi problem di Jakarta. “Untuk itu, nanti kita ketemu format pembahas yang ideal seperti apa. Tentu di pembahasan RKPD-nya harus lebih detail. Dengan begitu, nantinya ketemu yang paling prioritas dari semua permasalahan yang ada, dan mengutamakan layanan dasar serta pembangunan yang berdampak langsung,” katanya. Lebih lanjut, anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jaksel itu merasa optimis program yang bersentuhan dengan masyarakat bisa terealisasi. Asalkan, sambung dia dibutuhkan kecermatan semua pihak dalam melihat situasi yang terjadi dan *nawaitu* dari semua stakeholder terkait. “Sehingga yang diusulkan lebih memperhatikan apa yang menjadi hasil aspirasi masyarakat saat reses, musrembang dan masukan-masukan lainnya dari masyarakat,” tandasnya. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 28, 2026
  • 0 Comments
Diawali Santunan Anak Yatim, Nita Thalia Langsung Jalani Operasi Facelift di Klinik Bedah Plastik Queen Sunter

INDOPOS-JAKARTA – Dalam suasana bulan suci Ramadan, manajemen Klinik Bedah Plastik Queen bersama penyanyi dangdut Nita Thalia memberi santunan anak yatim. Kegiatan itu dilakukan beberapa saat sebelum Nita melakukan operasi Face Lift, Brow Lift, dan Operasi Kantong Mata di klinik Bedah Plastik Queen yang berlokasi di kawasan Sunter, Jakarta Utara. “Alhamdulillah, di hari yang baik ini, kami bisa berbagi dengan anak yatim. Saya pribadi juga senang menghibur anak-anak dengan sejumlah lagu,” ujar Nita Thalia di Klinik Bedah Plastik Queen di Jl Agung Niaga 6 &7 Blok G 6 No 25 , Sunter Agung, Jakarta Utara, selanjutnya Nita langsung masuk ruang bedah untuk dilakukan operasi. Adapun sejumlah anak yatim dari Yayasan Al-Hadist, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menyampaikan terima kasih kepada pihak Queen maupun Nita Thalia yang telah memberikan tali asih. “Semoga kebaikan dari Klinik Queen dan Ibu Nita mendapat berkah dari Allah SWT,” kata salah satu anak yatim. Sebelum melakukan operasi, Nita sudah berkonsultasi dengan dr Heri Noviana, Sp BP-RE, M. Ked Klin dan Tim Dokter Bedah Plastik Queen. “Setelah berkonsultasi saya sudah mantap untuk melakukan berbagai tindakan operasi bedah plastik di Queen,” kata Nita Thalia yang sudah menjadi pelanggan Queen sejak tahun 2006. Usai melakukan konsultasi untuk memperoleh hasil terbaik, maka dr Heri menyarankan kepada Nita untuk melakukan tiga jenis bedah plastik sekaligus. “Untuk hasil yang signifikan, saya akan melakukan tiga operasi sekaligus yakni FaceLift, Brow Lift, dan Operasi Kantong Mata,” papar Nita yang sering menjadi juri di sejumlah audisi dangdut. Face Lift adalah operasi bedah plastik untuk mengencangkan jaringan wajah yang kendur, atau bergelambir guna menciptakan tampilan lebih awet muda. Tindakan ini difokuskan pada dua pertiga bagian bawah wajah dan leher. Sedangkan Brow lift adalah prosedur bedah kosmetik untuk mengangkat posisi alis yang turun, mengencangkan kulit yang kendur, dan mengurangi kerutan di area bawah alis. Adapun Operasi Kantong Mata atau Blepharoplasty adalah bedah kosmetik untuk mengurangi kulit yang kendur di bawah mata. “Saya kan sudah gak muda lagi. Jadi, butuh sentuhan teknologi kedokteran untuk merawat kecantikan agar tampak lebih muda dan segar,” ujar Nita Thalia penyanyi dangdut pelanggan setia kelahiran 1982. Sementara itu, dr Heri Noviana Sp BP-RE, M Ked Klin yang sudah sering mengerjakan tindakan operasi bedah plastik dari ringan hingga berat, merasa optimistis dapat melakukannya dengan hasil maksimal, sesuai harapan. “Saya bersama Tim Dokter Bedah Plastik Queen sudah melihat wajah Mbak Nita Thalia dengan seksama dan sudah mendapatkan pola untuk memperoleh hasil terbaik,” ujar dr Heri Noviana yang dikenal sebagai salah satu dokter spesialis bedah plastik terbaik. Melalui operasi Facelift wajah yang kendur bisa kencang lagi, Brow Lift bikin alis yang turun bisa naik lagi . Adapun operasi kantong mata membuat kulit area kantong mata bisa lebih kencang dan keriput berkurang, sehingga terlihat lebih segar, fresh, dan tampak muda. Klinik Bedah Plastik Queen yang berlokasi di belakang Sunter Mall adalah klinik kecantikan papan atas yang didirikan pasangan suami istri Margoto & Sri Jarwati sejak tahun 1993. Klinik yang ditangani sejumlah Tim Dokter Bedah Plastik, dan didukung fasilitas modern melayani seabrek pasien yang melakukan operasi bedah plastik, termasuk dari kalangan pejabat, selebriti, masyarakat luas, pengusaha, dan lainnya. Kalangan artis kondang juga banyak sekali yang menjadi pelanggan setia klinik Bedah Plastik Queen Sunter. (***)