INDOPOS-Ketua Bidang Komunikasi Masyarakat Pendukung Gibran (MPG), Purwoko, mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menghapus tantiem dan memangkas jumlah komisaris BUMN.
“Ini langkah wajib untuk menyapu kerak korupsi dan mengembalikan kehormatan BUMN sebagai aset negara,” tegas Purwoko.
Penegak Hukum Jangan Diam
Purwoko menegaskan reformasi tak boleh berhenti di meja Presiden.
“KPK, Kejaksaan, dan Polri harus turun gas pol. Jangan tunggu laporan. Siapa pun yang terbukti rakus dan menyalahgunakan posisi, tangkap, adili, penjarakan,” katanya.
Menurutnya, korupsi di BUMN sudah menjelma budaya busuk yang menggerogoti efisiensi dan menghisap duit rakyat.
Bonus Habis, Kerja Nyata Mulai
Purwoko menyebut penghapusan tantiem membuat komisaris tak bisa lagi menjadikan BUMN ladang uang.
“Berhenti kerja sambilan. Fokus kinerja. Kalau mau kaya, jangan numpang di perusahaan negara,” ujarnya tajam.
Prabowo: Direksi BUMN Banyak “Maling”
Dalam pidato di Balikpapan, Presiden Prabowo tak menahan diri. Ia menuding banyak petinggi BUMN tak beres.
“Direksi BUMN tidak baik! Banyak yang rugi, minta bonus lagi. Gak tahu malu,” kata Prabowo.
Ia memperingatkan, pemimpin korup pasti ketahuan anak buahnya.
“Jika pemimpinnya maling, organisasi hancur. Itu yang terjadi di banyak BUMN,” tandasnya.
Jangan Mau Dinasihati? Silakan Angkat Kaki
Prabowo menegaskan pejabat pelat merah yang tak siap bekerja jujur lebih baik mundur.
“Kalau tidak sanggup mengabdi, berhenti sekarang. Banyak orang bersih yang siap menggantikan,” ujarnya.
Reformasi dimulai. BUMN tidak boleh lagi jadi sapi perah.
Siapa korup, siap-siap tersingkir—atau terseret ke meja hijau.
