• INDOPOSINDOPOS
  • Maret 31, 2026
  • 0 Comments
Pencuri Handphone dari Dashboard Motor Terekam CCTV, Pelaku Sempat Akses WhatsApp, dan Meminta Uang kepada Kerabat Korban

INDOPOS-Sebuah aksi pencurian ponsel kembali viral di media sosial setelah akun Instagram Depok24Jam membagikan rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria mengambil handphone dari dashboard motor yang terparkir di depan sebuah bangunan. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengenakan jaket dan helm berhenti di depan motor korban. Ia kemudian mendekat, membuka dashboard, dan mengambil ponsel yang tersimpan di dalamnya sebelum pergi.   Pelaku Sempat Masuk WhatsApp Korban Korban mengungkapkan bahwa pelaku tidak hanya mencuri perangkat tersebut, tetapi juga membuka aplikasi WhatsApp dan menghubungi beberapa kontak seolah-olah dirinya adalah pemilik ponsel. Pelaku diduga mencoba meminta transfer uang kepada kerabat korban dengan berpura-pura menjadi korban. “Dia sampai masuk ke WA mamaku dan ngechat orang untuk minta transfer seakan mamaku yang minta,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut. Warganet Geram Aksi pencurian ini memicu kemarahan netizen. Banyak yang menyayangkan tindakan pelaku yang tidak hanya mengambil barang tetapi juga mencoba melakukan penipuan lanjutan menggunakan akun pemilik ponsel. Di video lain, pelaku terlihat lebih jelas ketika sedang mengendarai motor. Unggahan tersebut memperlihatkan wajah seorang pria yang diduga sama dengan pelaku pencurian HP dari dashboard motor. Netizen pun menuntut pelaku segera diamankan, seperti komentar yang berbunyi, “Tenang sahabat netizen, sedikit lagi kita lihat muka melasnya,” dan “Udah ketangkep aje tu bocah.” Belum Ada Konfirmasi Resmi Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait apakah pelaku sudah diamankan atau masih dalam pencarian. Akun yang mengunggah video berharap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak meninggalkan barang berharga di bagian dashboard motor yang rawan dibobol. Himbauan untuk Masyarakat Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya: Tidak menyimpan HP, dompet, atau barang berharga di dashboard motor. Mengaktifkan kunci aplikasi atau two-step verification pada WhatsApp untuk menghindari penyalahgunaan ketika perangkat hilang. Segera melapor ke polisi jika mengalami kejadian serupa. Jika kamu ingin versi lebih panjang, gaya portal berita tertentu, atau ditambahkan keterangan lokasi, tinggal kasih tahu ya!

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 30, 2026
  • 0 Comments
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik

INDOPOS-Jakarta -Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pertanggungjawaban dari pemerintah Republik Indonesia (RI) terkait gugurnya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam serangan Israel ke Lebanon. TNI tersebut tergabung dalam misi pasukan perdamaian PBB. MUI juga mengecam keras serangan tersebut. MUI menilai pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut bisa dilakukan dengan mengambil langkah diplomatik yang tegas lewat jalur bilateral ataupun multilateral. “Kepada pemerintah Indonesia agar mengambilkan langkah diplomatik yang tegas melalui jalur bilateral maupun multilateral guna menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini,” ungkap Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, dikutip dari situs resmi MUI pada Senin (30/3/2026). Kemudian, MUI juga meminta PBB segera melakukan investigasi independen dan menjatuhkan sanksi yang sesuai terhadap pelaku pelanggaran. MUI menyerukan masyarakat internasional untuk tidak bersikap diam terhadap tindakan yang menciderai hukum internasional serta nila-nilai kemanusiaan. “Kepada umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk mendakan para korban serta memperkuat solidaritas kemanusiaan dan komitmen terhadap perdamaian dunia,” ujar Sudarnoto. MUI menegaskan perdamaian dunia tak akan terwujud tanpa adanya penghormatan terhadap hukum internasional dan keadilan. Karenanya, segala bentuk pelanggaran harus dihentikan dan ditindak secara tegas demi menjaga stabilitas global dan kemanusiaan. MUI juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam peristiwa tersebut. MUI mendoakan almarhum diterima amal ibadahnya serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. “Atas nama MUI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan lahir batin kepada keluarga almarhum, serta menerima segala amal ibadahnya dan menempatkannya di sisi terbaik di hadapan-Nya,” jelas Sudarnoto. MUI menilai serangan tersebut jadi bentuk nyata dari sikap yang semakin hari semakin mengabaikan hukum internasional. Termasuk prinsip-prinsip perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang berada di bawah mandat PBB. “Tindakan ini tidak hanya melanggar norma hukum internasional, tetapi juga mencederai prinsip kemanusiaan universal. Pasukan perdamaian hadir untuk menjaga stabilitas dan mencegah konflik, bukan untuk menjadi sasaran kekerasan,” tegas Sudarnoto. Menurut MUI, serangan terhadap pasukan perdamaian adalah pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi. MUI mendesak agar dilakukan penyelidikan yang transparan, independen, dan akuntabel atas peristiwa ini. MUI meminta PBB mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas kejadian ini serta memastikan adanya pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang melakukan pelanggaran. “Saya memandang bahwa secara politik dan diplomatik, serangan ini mengandung pesan yang sangat serius. Ini menunjukkan adanya eskalasi konflik yang semakin meluas dan berpotensi menyeret aktor-aktor internasional ke dalam pusaran ketegangan yang lebih besar di kawasan Timur Tengah,” urainya. Lebih lanjut, dia menilai serangan terhadap pasukan perdamaian juga dapat dimaknai sebagai bentuk pelemahan terhadap sistem multilateralisme dan terhadap upaya-upaya kolektif menjaga perdamaian dunia. Peristiwa ini, kata Sudarnoto, berpotensi memperburuk dan mengancam negara-negara kontributor pasukan perdamaian, mengancam kredibilitas dan efektivitas misi-misi perdamaian internasional di berbagai wilayah konflik. Dalam konteks geopolitik saat ini, Sudarnoto menegaskan, tindakan Israel tersebut semakin mempertegas pola agresi yang tidak terkendali dan berpotensi memicu instabilitas kawasan yang lebih luas. “Khususnya di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan berbagai kepentingan global,” tandasnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 30, 2026
  • 0 Comments
Prabowo Tiba di Istana Kekaisaran Jepang, Disambut Kaisar Naruhito

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Kaisar Jepang Naruhito di Imperial Palace, Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).  Eks Danjen Kopassus itu akan meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang. Pantauan jurnalis, di lokasi Presiden Prabowo tiba memakai mobil kenegaraan berwarna hitam sekira pukul 11.40 waktu setempat. Ketua Umum Partai Gerindra itu terlihat memakai setelan jas dan celana berwarna hitam. PRABOWO & KAISAR NARUHITO – Momen Kaisar Jepang Naruhito menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto di Imperial Palace, Tokyo, Jepang pada Senin (30/3/2026) pagi. Prabowo terlihat ditemani oleh putra tunggalnya, Didiet Hediprasetyo; Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya; Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Saat turun dari mobilnya, Prabowo terlihat ditemani oleh: putra tunggalnya, Didiet Hediprasetyo Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto Menteri Luar Negeri Sugiono Eks Menteri Pertahanan RI itu langsung disambut Kaisar Naruhito. Kaisar Naruhito langsung menjabat tangan Prabowo dan langsung mengabadikan momen berfoto bersama. Selanjutnya, ia langsung masuk ke dalam istana Kekaisaran untuk melakukan pertemuan bilateral. Setelah itu, rombangan Presiden Prabowo pun langsung dijamu makan siang kenegaraan oleh Kaisar Jepang.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 30, 2026
  • 0 Comments
Begal DC Matel Beraksi di Depok, Motor Dibeli Cash Mau Dirampas, Korban Dipukul, Netizen Pertanyakan Kinerja Polisi

INDOPOS-Depok – Video penagihan diduga dilakukan oleh debt collector aplikasi pinjaman Matel kembali menyita perhatian publik. Dalam rekaman yang beredar, terlihat beberapa pria menghadang seorang warga di kawasan Jatijajar, Depok. Keributan pun terjadi hingga korban disebut sempat mendapat pukulan saat berupaya mempertahankan diri. Aksi penagihan yang berujung kekerasan ini memicu kemarahan warganet karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Banyak yang menilai bahwa praktik brutal debt collector sudah sering terjadi, namun penanganan aparat kepolisian masih dianggap lambat dan tidak memberikan efek jera. Korban Diduga Dipukul di Tengah Penagihan Dalam video, situasi tampak ricuh dengan suara teriakan warga sekitar. Seorang pria yang menjadi target penagihan terlihat didorong dan dipukul oleh salah satu pelaku. Kejadian tersebut berlangsung di pinggir jalan, sehingga menarik perhatian pengguna jalan lain. Warga yang merekam insiden itu menyebut bahwa korban hanya sedang melintas ketika para penagih mendatanginya. Gelombang Kritik ke Polisi: “Kasus Begini Terus Keulang” Kolom komentar unggahan viral tersebut dipenuhi kritik terhadap kepolisian. Banyak warganet menilai bahwa kasus serupa kerap terjadi, tetapi penanganan aparat dirasa kurang tegas. “Korban sampai dipukul, tapi petugas sering datang setelah kejadian selesai. Kapan aparat benar-benar tegas?” tulis seorang warganet. Ada juga yang menyebut bahwa masyarakat sering merasa dipersulit saat melapor, sementara para penagih yang melakukan kekerasan masih berkeliaran. Tuntutan ke OJK: Tindak Tegas Perusahaan dan Kebocoran Data Selain menyoroti polisi, warganet juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menindak perusahaan atau aplikasi pinjaman yang diduga membocorkan data nasabah dan menggunakan jasa penagih tidak resmi. Mereka meminta OJK menjatuhkan sanksi berat, termasuk sanksi pidana dan denda hingga Rp15 miliar bagi perusahaan yang melanggar aturan penagihan dan perlindungan data konsumen. Masyarakat Merasa Tidak Dilindungi Kasus ini menjadi sorotan karena menambah deretan kejadian penagihan yang berujung keributan di jalan raya. Banyak warga mengeluh bahwa mereka tidak mendapatkan rasa aman, baik dari regulator maupun aparat penegak hukum. “Setiap kali viral, baru ramai. Tapi penyelesaian nyata jarang terlihat,” tulis komentar lain yang mendapat banyak dukungan. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian maupun pihak terkait mengenai kejadian tersebut.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 28, 2026
  • 0 Comments
Begal Berkedok DC Matel Kembali Terjadi di Jakbar, Masyarakat Kecewa Kinerja Aparat

INDOPOS-Jakarta Barat – Insiden seorang pengendara sepeda motor yang tiba-tiba diberhentikan oleh sekelompok orang diduga debt collector (penagih utang) kembali terjadi di depan Halte Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Jumat sore (27 Maret 2026). Menurut keterangan saksi yang diunggah melalui akun Instagram @warga.jakbar dan @jakbarviral, kejadian berlangsung ricuh. Teriak-teriaan dan aksi tarik-menarik antara pengendara dengan pihak yang menghentikannya sempat terjadi di lokasi. Dalam video yang beredar, salah satu orang dari kelompok tersebut terlihat memeriksa nomor rangka mesin kendaraan korban, diduga untuk mencocokkan data piutang. Peristiwa ini langsung menarik perhatian warga sekitar yang melintas di kawasan tersebut. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai identitas korban maupun kelanjutan penanganan kasus oleh pihak berwenang. Insiden ini menuai berbagai komentar dari netizen di media sosial. Banyak yang menyayangkan maraknya aksi penagihan utang di pinggir jalan yang sering kali bersifat konfrontatif dan menimbulkan keresahan masyarakat. Beberapa netizen menyoroti lemahnya penegakan hukum di wilayah Jakarta Barat. “Ini sudah nyaris setiap hari kejadian serupa di Jakbar, tapi polisi seolah tutup mata. Kapolres harusnya turun tangan tegas, jangan cuma razia sesekali lalu diam lagi,” tulis salah satu akun. Komentar serupa banyak bermunculan: “Debt collector seenaknya menghadang di jalan umum, tarik-menarik seenaknya. Polsek Cengkareng dan Polres Metro Jakarta Barat kemana saja? Sudah berapa kali viral tapi tidak ada tindakan nyata yang membuat mereka jera.” Ada pula yang menambahkan, “Warga sudah resah, tapi aparat sepertinya sibuk urusan lain. Kalau begini terus, preman berkedok debt collector akan semakin berani. Harus ada sweeping rutin dan sanksi berat bagi finance company yang mempekerjakan oknum-oknum ini.” Kejadian di Halte Rawa Buaya ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, wilayah Cengkareng dan sekitarnya sering menjadi sorotan karena aksi serupa yang kerap direkam warga dan menyebar secara viral. Praktik penagihan seperti ini dinilai banyak pihak bertentangan dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melarang penagihan dengan cara-cara yang mengintimidasi atau dilakukan di ruang publik secara paksa. Polsek Cengkareng dan Polres Metro Jakarta Barat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden terbaru ini. Masyarakat berharap ada tindak lanjut yang konkret, bukan hanya respons setelah viral di media sosial. Warga diimbau untuk tetap waspada, menghindari konfrontasi langsung, dan segera melaporkan kejadian mencurigakan ke polisi melalui nomor darurat 110. Penyelesaian utang sebaiknya dilakukan melalui jalur hukum yang resmi, bukan aksi sepihak di jalan raya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 28, 2026
  • 0 Comments
Video Viral Zebra Masuk Jendela Mobil, Warna Baju Pengunjung Mirip Bikin Netizen Ngakak

INDOPOS-Sebuah momen tak terduga menjadi sorotan setelah seekor zebra memasukkan kepalanya ke dalam jendela mobil sebuah keluarga yang sedang memberi makan binatang. Peristiwa yang dibagikan oleh akun radarbandung.id ini langsung menarik perhatian netizen, bukan hanya karena kejadiannya sendiri, tetapi juga karena baju yang dikenakan sang ibu di dalam mobil. Baju dengan motif belang hitam putih yang dikenakannya sangat mirip dengan warna kulit zebra, membuat suasana yang awalnya kaget berubah menjadi lucu. Suami dan anak-anaknya terlihat tertawa melihat reaksi kaget sang ibu, dan komentar netizen pun ramai menyangkut kesamaan warna baju dengan zebra. Beberapa komentar menyebut “tanpa janjian kita couple an”, “dikira temennya sama soalnya warnanya”, hingga “di kira ayangnya masuk mobil, soalnya motifnya sama”. Momen ini menjadi kenangan unik bagi keluarga tersebut selama liburan, sekaligus menghibur banyak orang yang melihatnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 28, 2026
  • 0 Comments
Diduga Jukir Liar Rusak Kaca Mobil Warga di Cikole, Netizen Geram: “Harus Ditangkap!”

INDOPOS-Sukabumi – Aksi diduga juru parkir liar di kawasan Cikole Sukamantri, Sukabumi kembali memicu kegaduhan. Dalam video yang viral di Instagram, seorang pria tampak berlari ke arah mobil warga dan diduga melakukan perusakan pada bagian kaca kendaraan setelah terjadi adu mulut terkait pungutan parkir. Korban yang merekam kejadian tersebut panik ketika beberapa pelaku mendekati mobil dan menggedor kaca secara agresif. Insiden ini diduga dipicu karena korban menolak memberikan uang kepada para juru parkir liar yang memaksa meminta bayaran. Video berdurasi singkat itu langsung menyebar dan memancing kemarahan publik. Pada kolom komentar, warganet ramai-ramai mengecam tindakan para pelaku. Reaksi Warganet Beberapa komentar yang terlihat antara lain: “Harus ditangkap.” tulis seorang pengguna. “Tindak!! Harus ditindak! Biar jera dibui!” ujar warganet lainnya. “VIRALKAN.” komentar akun lain yang berharap kasus tersebut segera ditangani. Seorang warganet bahkan menulis, “Orang goblong yang kaya gini mah. Ini harus di—” disertai berbagai emoji kemarahan dan tepuk tangan. Tak sedikit warganet yang mendesak polisi untuk turun tangan dan membersihkan praktik parkir liar yang dianggap semakin meresahkan masyarakat. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas para pelaku maupun langkah penanganan lebih lanjut. Jika ingin aku tambahkan kutipan percakapan dari video, versi lebih panjang, atau angle berita berbeda, tinggal bilang!

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 24, 2026
  • 0 Comments
Perempuan Nyaris Jadi Korban Pencopetan Saat Buat Vlog Mini di Ojek Daring Kawasan Monas

INDOPOS-Jakarta – Seorang perempuan berhijab nyaris menjadi korban pencopetan saat sedang membuat vlog mini di atas ojek daring (ojol) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 2 Januari 2025, dan terekam jelas dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman yang diunggah oleh akun TikTok @dloveee2, terlihat korban sedang duduk di boncengan motor ojol sambil merekam dirinya. Tiba-tiba, seorang pria mendekat dari samping dengan niat mencopet tasnya. Beruntung, upaya pencopetan itu gagal. Suara driver ojol terdengar mengingatkan korban agar meletakkan tas di bagian depan agar lebih aman. Sementara itu, suara seorang ibu-ibu juga ikut menegur, “Jangan main ponsel dulu, nanti tasnya dicopet!” karena korban tampak fokus merekam video. Korban sendiri menuliskan keterangan di unggahannya: “Niat mau bikin vlog mini, malah hampir kena copet huhu.” Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya pengguna ojol dan konten kreator, untuk tetap waspada saat berada di tempat ramai seperti kawasan Monas. Pencopetan sering kali memanfaatkan kelengahan korban yang sedang asyik dengan ponsel atau kamera. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas pelaku maupun tindak lanjut dari pihak kepolisian. Polisi diharapkan segera melakukan patroli ekstra di kawasan wisata Monas untuk mencegah kejadian serupa terulang. Tips keamanan saat naik ojol: Letakkan tas di bagian depan atau peluk erat. Hindari menggunakan ponsel secara berlebihan saat di perjalanan. Pilih rute yang ramai dan terang. Laporkan segera ke pihak berwajib jika melihat hal mencurigakan. Video asli yang diunggah @dloveee2 telah banyak dibagikan ulang oleh akun media seperti Republika Online, menarik puluhan ribu like dan komentar netizen yang prihatin sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa di balik keseruan membuat konten, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 21, 2026
  • 0 Comments
Dipuji Ganteng Saat Ditangkap, Maling Ini Malah Nangis—Netizen: Harusnya Jadi Model, Bukan Pencuri

INDOPOS-Jakarta – Sebuah video penangkapan terduga maling viral di media sosial menjelang momen Lebaran. Bukan hanya karena aksinya, tapi karena momen tak terduga saat perekam video berulang kali memuji wajah pelaku yang dinilai “ganteng”. Alih-alih tersenyum bangga, pria tersebut justru terlihat menangis tersedu-sedu. Entah karena terharu dipuji di saat yang kurang tepat, atau karena menyadari karier “maling” memang tidak menjanjikan masa depan cerah, apalagi menjelang hari raya. Dalam video yang beredar, suasana penangkapan berlangsung cukup tegang namun dibumbui komentar nyeleneh dari perekam. Ia menyayangkan pelaku harus berurusan dengan hukum, sambil celetuk bahwa “dengan modal wajah, harusnya bisa jadi model, bukan malah ‘model maling’.” Netizen pun langsung menyerbu kolom komentar dengan beragam reaksi, mulai dari yang serius hingga yang penuh candaan. “Ganteng nggak jadi jaminan orang itu baik,” tulis salah satu warganet, mengingatkan bahwa tampang bukan segalanya. Ada juga yang mencoba mengambil sisi positif, “Semoga tangisannya tangisan penyesalan, siapa tahu ini titik balik hidupnya.” Namun tak sedikit pula yang tetap santai menanggapi kejadian ini. “Ganteng sih iya, tapi salah jalan. Harusnya casting, bukan ‘ngasting’ barang orang,” komentar netizen lainnya, yang sukses mengundang tawa. Peristiwa ini pun menjadi pengingat unik bahwa pujian bisa datang kapan saja, bahkan di saat paling tidak terduga—seperti ketika seseorang sedang ditangkap. Sayangnya, pujian tersebut tidak bisa menghapus fakta bahwa perbuatan melanggar hukum tetap harus dipertanggungjawabkan. Menjelang Lebaran, kejadian ini juga menjadi ironi tersendiri. Saat banyak orang sibuk mempersiapkan hari kemenangan, pelaku justru harus menghadapi konsekuensi yang kemungkinan besar membuatnya “berlebaran” di tempat yang jauh dari opor dan ketupat. Pesan moralnya sederhana: wajah boleh menarik, tapi pilihan hidup tetap yang menentukan masa depan. Kalau bisa jadi model, kenapa harus memilih jadi maling?

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 21, 2026
  • 0 Comments
Mudik Anti-Mainstream: Angkut 12 Orang, Mobil MPV Disulap Jadi “Kaleng Sarden Berjalan”

INDOPOS-Momen mudik Lebaran memang selalu penuh cerita. Namun yang satu ini bisa dibilang kelewat kreatif—atau nekat. Sebuah mobil jenis MPV viral di media sosial setelah kedapatan mengangkut 12 orang penumpang dalam satu kendaraan. Ya, dua belas. Bukan rombongan arisan, tapi satu mobil. Peristiwa ini terjadi saat arus mudik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Petugas kepolisian yang tengah berjaga tampak menghentikan kendaraan tersebut karena terlihat “tidak biasa”. Setelah diperiksa, barulah terungkap isi mobil yang lebih padat dari jadwal KRL jam pulang kerja. Yang bikin geleng-geleng kepala, sebagian penumpang ternyata “disembunyikan” di bagian belakang mobil dan ditutup terpal biru. Sekilas bukan manusia, lebih mirip paket ekspedisi tujuan kampung halaman. Saat diminta turun satu per satu, pemandangan pun berubah jadi seperti adegan sulap—penumpang keluar terus tanpa henti. Warga sekitar yang menyaksikan mungkin sempat bertanya-tanya, “Ini mobil apa rumah kontrakan berjalan?” Warganet pun langsung ramai berkomentar. Banyak yang menyebut kondisi tersebut seperti “kaleng sarden edisi Lebaran”, bahkan ada yang bercanda, “Itu mobil atau promo buy 1 get 11?” Meski mengundang tawa, aksi ini jelas tidak patut ditiru. Kelebihan muatan sangat berbahaya dan melanggar aturan lalu lintas. Apalagi beberapa penumpang berada di posisi yang tidak layak dan tanpa pengaman. Petugas akhirnya menindak pengemudi dan mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan diri saat mudik. “Kalau muatannya sudah lebih dari kapasitas, itu bukan mudik, tapi uji nyali,” kira-kira begitu pesan tersiratnya. Kisah ini jadi pengingat: mudik boleh rame, tapi jangan sampai mobilnya ikut-ikutan “sesak napas”. Lebaran itu soal kumpul keluarga, bukan lomba isi kendaraan.