INDOPOS-Kontroversi yang menyeret nama Dwi Sasetyaningtyas kian melebar. Penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) itu kembali menjadi sorotan setelah berbagai unggahan di media sosial memperlihatkan gaya hidup yang dinilai mewah, mulai dari makan di restoran kelas atas hingga aktivitas di lokasi-lokasi premium.
Perdebatan publik semakin menguat karena suaminya, Arya Iwantoro, juga diketahui merupakan penerima beasiswa LPDP. Fakta bahwa pasangan suami-istri sama-sama memperoleh pendanaan pendidikan dari negara memicu diskusi mengenai etika, kepatutan, serta sensitivitas sosial penerima dana publik.
Sorotan turut merambah ke latar belakang keluarga. Mertua Dwi, Syukur Iwantoro, merupakan mantan pejabat di Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Namanya pernah dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam sejumlah perkara impor. Hingga kini tidak terdapat informasi bahwa ia berstatus tersangka dalam kasus tersebut.
Di tengah polemik itu, warganet juga menyoroti unggahan lama yang dinilai bernada provokatif, termasuk frasa “kabur aja dulu” yang sempat ramai diperbincangkan. Selain itu, beredar pula narasi di media sosial yang mengaitkan Dwi dengan salah satu calon presiden pada Pilpres lalu, yakni Anies Baswedan. Namun, sejauh ini belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi adanya afiliasi politik formal.
Rangkaian isu tersebut membuat nama Dwi terus menjadi bahan perdebatan publik. Sejumlah pihak mendorong klarifikasi terbuka agar polemik tidak berkembang menjadi asumsi dan spekulasi liar, sekaligus menjaga kredibilitas program beasiswa yang dibiayai negara.