INDOPOS – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung diganjar rapor merah oleh publik. Dalam survei nasional Netizen Indo, Pramono terpuruk di posisi paling buncit sebagai pemimpin yang dinilai berhasil menangani persoalan Jakarta. Bahkan netizen menyebut kepemimpinannya “seperti orang bingung” menghadapi kompleksitas ibu kota.
Survei yang melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi itu menempatkan Pramono jauh di belakang tiga gubernur sebelumnya: Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Anies Baswedan.
Hanya 15,2 persen responden menilai Pramono layak disebut berhasil, terpaut sangat jauh dari Jokowi 31 persen, Ahok 25,8 persen, dan Anies 17,2 persen.
“Ini rapor publik terhadap gubernur era terakhir Jakarta,” ujar peneliti Netizen Indo, Budi.
“Dan hasilnya, Pramono dipandang bekerja paling buruk.”
Tersungkur di Semua Bidang
Kegagalan Pramono tampak telanjang di seluruh kategori vital ibu kota:
Banjir:
Pramono 4,1% – jauh di bawah Jokowi 25% dan Ahok 42%.
Publik menilai hujan sebentar saja sudah membuat kota lumpuh.
Kemacetan:
Pramono 8,3%, tertinggal dari Jokowi 25,3% dan Ahok 35,3%.
Warga menyebut kemacetan makin brutal tanpa solusi nyata.
Pendidikan:
Jokowi melesat 35,1%, Anies 25,3%, Pramono tak masuk hitungan.
Kesehatan:
Pramono kembali kalah telak; Jokowi 35,7%, Anies 20,4%, Ahok 17,8%.
Ekonomi Warga:
Jokowi 33,8%, Ahok 18,4%, Anies 18%.
Pramono tidak muncul dalam jajaran kompetitif.
Kepercayaan Publik Rontok
Dengan margin of error 2,83% dan tingkat kepercayaan 95%, survei ini menjadi alarm keras bahwa Jakarta berada di tangan pemimpin yang dianggap gagal:
Tidak mampu mengendalikan banjir
Tidak memecahkan kemacetan
Tidak meninggalkan warisan kebijakan besar
Dan tidak memuaskan warga secara ekonomi maupun sosial
Banyak responden menyebut Jakarta stagnan, tanpa terobosan, dan hilang arah.
Di tengah ekspektasi tinggi publik terhadap pemimpin ibu kota, hasil ini menjadi sinyal bahwa Pramono harus melakukan lompatan besar — atau siap dicatat sejarah sebagai gubernur paling buruk memimpin Jakarta.
