• INDOPOSINDOPOS
  • Januari 5, 2024
  • 0 Comments
Irwandi, SH. MH. MM Perjuangkan Nasib Pedagang di JPM, Minta Pj Gubernur Heru Tegur Perumda Sarana Jaya yang Naikan Sewa Rp 1.443.000 Ribu Hingga Mencekik Pedagang

INDOPOS-Pedagang di JPM (Jembatan Penyeberangan Multi Guna) Tanah abang teriak dan tercekik. Perumda Sarana Jaya dinilai telah sewenang wenang menaikkan tarif sewa, yang semula semenjak di operasionalkan tahun 2019 sewa tempat perbulan Rp. 560.000, tiba tiba awal tahun tgl. 1 Januari naik jadi Rp 1.443.000. Pedagang dapat surat edaran dan pedagang menerima tapi konyolnya 1 hari setelah itu tgl 2 Januari ada edaran lagi sewa naik menjadi Rp. 1.443.000 keputusan ini membuat pedagang menjerit. Menurut Irwandi, SH. MH. MM, mantan Wakil Walikota Jakarta Pusat, dan juga Ketua Badan Penasehat KADIN Jakarta Pusat, yang selama ini memperjuangkan nasib pedagang, untuk menyelesaikan persoalan ini PJ Gubenur Heru Budi Hartono perlu turun tangan menegur Perumda Sarana Jaya sebagai pengelola yang mengeluarkan kebijakan yang merugikan pedagang di JPM Tanah abang yang berjumlah 400 pedagang lebih yang rata rata warga minang, dan menurut Irwandi SH. MH. MM Ketua Induk Keluarga Minang (IKM) DKI Jakarta, dan mantan Kepala Dinas PPUMKM dan Wakil Walikota Jakarta Pusat, yang kini Caleg Dapil 1 Jakarta Pusat DPRD DKI Jakarta, menganggap kebijakan Perumda Sarana Jaya tidak berpihak kepada para pedagang UMKM yang mencari makan untuk menghidupi keluarganya dan uang sekolah anak anak nya dan tidak sejalan dengan kebijakan presiden Jokowi yang selalu berpihak ke UMKM, waktu beliau menjadi Gubenur DKI Jakarta tahun 2012 membangun Blok G walaupun kini tidak terawat , untuk itu kebijakan menaikkan sewa sebesar Rp. 1 443.000 oleh sarana Jaya PJ Gubenur DKI Jakarta perlu ditinjau kembali kalau perlu dibatalkan, hari gini ada kebijakan yang mencekik UMKM. (bwo)      

  • INDOPOSINDOPOS
  • Januari 4, 2024
  • 0 Comments
Survei Id-Insight: Ganjar Salip Anies dan Prabowo

INDOPOS-Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia Data Insight (Id-Insight) pada 1200 orang, idinsight menemukan bahwa popularitas calon presiden (capres) saat ini, yakni capres 1 Anies Baswedan, capres 2 Prabowo Subianto dan capres 3 Ganjar Pranowo sudah sama-sama kuat. Akan tetapi, tingkat keterkenalan tidak diikuti dengan ketersukaan dan keterpilihan. “Popularitas kandidat capres dan cawapres rata-rata sudah cukup tinggi, namun tidak cukup paralel dengan tingkat ketersukaan pemilih,” Kata Direktur Eksekutif sekaligus Peneliti Senior di Lembaga Indonesia Data Insight (Id-Insight) John Muhammad dalam kegiatan Rilis Hasil Survei Nasional Peta Politik Jelang Pemilu 2024 yang diadakan di Hotel Amaris, Juanda (4/1/2024). John mengacu pada temuan survei idinsight. Tingkat keterkenalan Prabowo tertinggi 97,9 persen, Ganjar 97,1 persen dan Anies 95,8 persen. Namun tingkat ketersukaan Prabowo hanya 69,8 persen. Angka ini lebih rendah daripada Ganjar yang mencapai 74,4 persen. Sementara itu, angka ketersukaan Anies juga lebih rendah daripada Ganjar yang hanya 59,3 persen. Tingkat keterpilihan Prabowo juga menurun. idinsight mencatat bahwa elektabilitas Prabowo dalam pertanyaan terbuka di angka 33,8 persen. Angka ini masih lebih tinggi daripada Anies Baswedan di 21,2 persen. Akan tetapi masih kalah dengan Ganjar yang berada di angka 34,7 persen. Jika dilakukan simulasi elektabilitas, suara Ganjar-Mahfud lebih baik daripada Prabowo-Gibran maupun Anies-Muhaimin. “Jika Pemilu dilaksanakan hari ini, maka hasil suara yang diperoleh Ganjar-Mahfud mengungguli pasangan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin dengan perolehan 38,3%,” ungkap John. John pun mengatakan, idinsight menemukan bahwa tingkat keterpilihan Ganjar semakin meningkat dalam simulasi elektabilitas. Berdasarkan temuan mereka, pasangan Ganjar Mahfud tembus di angka 38,3% sementara angka pasangan Prabowo Gibran malah menurun 34,8%. Sementara itu, angka Anies Muhaimin malah naik menjadi 22,3%. “Dari pertanyaan simulasi elektabilitas menggunakan pertanyaan tertutup, Pasangan Ganjar Mahfud ternyata memimpin dengan peroleh 37,8%. Berturut-turut kemudian Prabowo-Gibran dengan 34,3% dan Anies Muhaimin dengan perolehan 21,4%. Sementara saat responden diberi pertanyaan dengan model pengajuan surat suara, Pasangan Ganjur Mahfud memimpin dengan perolehan 38,3%. Pasangan lainnya memperoleh 34,8% untuk Prabowo-Gibran dan 22,3% untuk pasangan Anies-Muhaimin,” jelas John. Dalam simulasi head-to-head kandidat pun Ganjar-Mahfud mulai mendapat angin positif. Ganjar-Mahfud diprediksi menang dengan angka 48,5% sementara Prabowo-Gibran di angka 41,4%. Demikian pula saat simulasi head to head antara Ganjar Mahfud dengan Anies-Muhaimin. Pasangan Ganjar Mahfud Unggul telah mencapai 59% sedangkan Anies Muhaimin 35% dalam Pemilu Presiden 2024. Selain mensurvei elektabilitas para kandidat capres-cawapres, John mengatakan bahwa dia dan tim ikut menelusuri persepsi publik terhadap program Jokowi dan capres. Dalam temuan mereka, mayoritas responden menyatakan Presiden Jokowi Tidak Netral dalam pemilu 2024. Mereka mencatat ada 46,1 persen responden menyatakan hal tersebut sementara pihak yang meyakini netral di angka 33,8 persen. Mereka juga mencatat ada 20,1 persen responden enggan merespon soal netralitas mantan Walikota Solo itu. Id-Insight juga menilai tingkat kepuasan kinerja Jokowi berada pada angka 67 persen (61 persen puas dan 6 persen sangat puas) dan angka tidak puas 25,8 persen (22, 8 persen tidak memuaskan dan 3 persen sangat tidak puas). Sementara itu, kepuasan kinerja Maruf Amin selaku wakil presiden di angka 45,6 persen (3, 3 persen sangat puas dan 42,3 persen puas) sementara tidak puas di angka 42,1 persen (38, 3 persen tidak puas dan 3,9 persen sangat tidak puas). Dari 25,8 persen ketidakpuasan terhadap pemerintahan Jokowi ternyata berkaitan dengan masalah mantan Gubernur DKI Jakarta itu terlihat praktik putusan Mahkamah Konstitusi yang membuat Cawapres Prabowo, Gibran Rakabuming Raka maju pemilu (21,21 persen). Namun masalah utama adalah ketidakmampuan Jokowi menciptakan lapangan kerja dan mengendalikan harga pangan (42,12 persen). Selain itu, masalah lain yang membuat tidak puas adalah ketegasan Jokowi yang dinilai kurang (10, 52 persen); Jokowi tidak konsisten dalam sikap dan pernyataan (8,46 persen); serta persepsi pribadi (10,77 persen). “Ada empat hal yang menjadi alasan mengapa responden merasa tidak puas dengan kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf. Pertama Presiden dianggap kurang bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan mengendalikan harga bahan pangan. Kedua, Presiden dianggap terlibat dalam praktik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebabkan Gibran menjadi calon wakil Presiden RI, dan ini dianggap melanggar etik. Ketiga, Presiden dianggap kurang tegas dalam upaya melakukan pemberantasan korupsi, dan terakhir Presiden dianggap tidak konsisten antara perkataan dan perbuatan.” Tutur mantan Aktifis 98 lulusan Universitas Trisakti tersebut. Sedangkan survei terkait penanganan korupsi, lebih dari 50 persen responden menilai upaya pemberantasan korupsi Indonesia buruk. Hal itu berdasarkan hasil jajak pendapat Indonesia Data Insight. “50,1 persen responden menjawab pemberantasan korupsi buruk dan sangat buruk,” kata Direktur Indonesia Data Insight John Muhammad dalam rilis survei di Amaris Hotel, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Januari 2024. John mengatakan hanya 39,5 persen reaponden yang menilai pemberantasan korupsi Indonesia baik dan sangat baik. Sedangkan sisanya tidak tahu atau…

  • INDOPOSINDOPOS
  • Januari 3, 2024
  • 0 Comments
Dinilai Tak Netral, Eksponen Pemuda Indonesia Minta PJ Walikota Bekasi Dicopot

INDOPOS-Netralitas Dalam Kesemuan serta Kontroversi Pj Walikota Bekasi dan Penjelasan Terkait Jersey Nomor Punggung 2. Presidium Eksponen Pemuda Indonesia menggugat Mendagri terkait kontroversi Pj Walikota Bekasi yang dianggap tidak netral. Eksponen membela demokrasi dan berdiri ditengah-tengah sebagai pengawal. Pieter Tobias Pattiasina mengungkapkan pelanggaran hukum dan mengajukan ultimatum terkait kemungkinan tekanan dari atasan atau penguasa tertinggi. “Bagaimana Kemendagri merespons tantangan untuk memecat atau mengganti Pj yang melanggar aturan?,”ucap Tobias. Hal ini patut Menteri Tito Karnavian untuk segera mengganti Pj dari daerah dan dampak terhadap fair play di pemerintahan. “Kita akan datangi Mendagri,”tegasnya. Berbeda dengan Penjelasan dari Pj Wali Kota Bekasi, R Gani Muhamad, terkait foto para Camat memamerkan jersey dengan nomor punggung 2 yang viral di media sosial. Gani meyakinkan bahwa kejadian tersebut bukanlah unsur kesengajaan dan menyatakan keyakinannya bahwa ASN di Bekasi bersikap netral dalam kampanye Pemilu 2024. Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial terkait pose nomor punggung 2 dianggap tidak benar. (bwo)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Januari 2, 2024
  • 0 Comments
Hasil Survei Indonesia Politics Expert Sebut Elektabilitas Ganjar-Mahfud Ungguli Prabowo dan Anies

INDOPOS-Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut tiga Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, menduduki peringkat pertama berdasarkan survei Indonesia Politics Expert (IPE). Direktur Riset dan Survey IPE Agustanto Suprayoghi mengungkapkan, berdasarkan hasil survei IPE pasangan capres-cawapres nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menduduki peringkat pertama dibandingkan pasangan lain. Hasil survei Agustus – September pasangan Ganjar-Mahfud mendapatkan persentase 30,45%. Lalu pada survei November hasilnya naik 32,78%. Dan pada Desember elektabilitas keduanya kembali naik menjadi 33,57%. “Kenaikan elektabilitas 03 mempunyai relevansi yang cukup kuat dengan figur idaman capres-cawapres yang diinginkan masyarakat dekat dengan rakyat, bebas KKN jujur dipercaya,” kata Agustanto, Selasa (2/1/2024). Agustanto mengatakan, saat ini Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud hanya perlu menyosialisasikan secara masif visi misi pasangan nomor urut 03 tersebut kepada masyarakat. “Jadi dari 03 branding yang sudah dilakukan oleh TPN sampai hari ini menurut kami itu sudah nempel. Sekarang tinggal bagaimana visi misi yang mereka lebih disosialisasikan,” jelasnya. Perlu diketahui untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar mendapatkan tingkat elektabilitas 23,79% pada survei Agustus-September. Lalu pada survei November didapati hasil 25,60%. Pada Desember pasangan tersebut mendapatkan 26,79%. Sedangkan untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka didapati hasil 29,89% pada Agustus-September. Lalu pada survei November didapati hasil 30,75%, dan pada Desember pasangan tersebut mendapatkan elektabilitas 31,25%. Survei IPE tersebut dilaksanakan pada rentang waktu periode Agustus 2023 hingga Januari 2024. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Teknik pengambilan sampel/responden dilakukan dengan metode random purposive, mulai dari pemilihan kecamatan, hingga responden di satuan KK (5KK per lokus desa tersampling). Kriteria responden warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih, terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), berusia 17 tahun dan telah menikah. Jumlah responden 2.400 responden, sampling error 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%. Uji validitas dan kontrol sebesar 20% dari responden dengan metode withness dan spot check. (bon)