INDOPOSJakarta — Di tengah situasi geopolitik yang memanas akibat perang Iran dengan AS–Israel, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM. Presiden Prabowo Subianto menegaskan keputusan itu diambil agar rakyat tidak terbebani, meski harga minyak dunia menunjukkan tren kenaikan.

Namun pernyataan berbeda justru datang dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), yang menyarankan pemerintah menaikkan harga BBM demi menjaga stabilitas ekonomi. Pandangan JK itu terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial dan langsung memicu gelombang komentar masyarakat.

Publik Bertanya-Tanya: “Kenapa Justru Minta BBM Dinaikkan?”

Di berbagai platform, warganet mengaku heran dengan posisi JK yang dianggap berseberangan dengan sikap pemerintah. Banyak yang mempertanyakan alasan di balik rekomendasi kenaikan harga di tengah upaya pemerintah menjaga daya beli rakyat.

JK: Penyesuaian Harga Perlu untuk Selamatkan APBN

Dalam video tersebut, JK menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak dunia akibat perang Timur Tengah tidak dapat dihindari dan perlu direspons melalui penyesuaian harga BBM di dalam negeri.
“Untuk mengatasi itu, jalan pertama yang baik adalah menyesuaikan harga sesuai harga internasional,” ujar JK.

Ia memaparkan tiga alasan utama:
Mengurangi subsidi

Dengan menaikkan harga BBM, beban subsidi APBN akan berkurang dan fiskal tidak jebol.
Menekan konsumsi BBM

Menurutnya, harga yang lebih tinggi membuat masyarakat lebih hemat dan mengurangi mobilitas yang tidak mendesak.

Pengguna BBM mayoritas adalah kelompok mampu
JK menilai mereka yang memiliki mobil pada dasarnya mampu membeli BBM dengan harga lebih mahal, sedangkan pengguna motor akan terdorong untuk lebih efisien.

Bandingkan dengan Negara ASEAN
JK juga menyebut bahwa penyesuaian harga BBM tidak selalu memicu gejolak sosial, mencontohkan Thailand, Malaysia, dan Vietnam yang relatif stabil meski melakukan penyesuaian harga sesuai pasar.
“Masyarakat memahami bahwa kenaikan harga minyak dunia merupakan faktor eksternal yang tidak bisa dihindari,” katanya.

Kontras dengan Kebijakan Pemerintah Saat Ini
Di sisi lain, Presiden Prabowo memilih menahan harga BBM karena kondisi fiskal dinilai masih mampu menanggung tekanan. Pemerintah juga meyakini bahwa stabilitas sosial dan daya beli masyarakat lebih prioritas di tengah tensi geopolitik global.

Reaksi Publik: Sikap JK Dinilai ‘Aneh’
Warganet menilai pernyataan JK bertolak belakang dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Beberapa komentar menyoroti bahwa kenaikan harga BBM justru berpotensi memicu efek domino pada harga kebutuhan pokok.

Meski begitu, sebagian lain melihat pernyataan JK sebagai pandangan ekonomis yang mempertimbangkan keberlanjutan APBN.