INDOPOSJAKARTA — Sekretaris Jenderal Poros Betawi Muda, Iman Hendri, S.Hi, menyambut baik program beasiswa “LPDP Jakarta” yang digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda Betawi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Iman Hendri mengatakan, akses pendidikan berkualitas melalui skema beasiswa merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak Betawi sebagai masyarakat asli Jakarta.

“Ini adalah langkah yang sangat baik dan patut diapresiasi. Program LPDP untuk anak Betawi akan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang, meningkatkan kapasitas diri, serta bersaing di berbagai bidang,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini masih banyak anak Betawi yang memiliki potensi besar namun terkendala akses dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan adanya program ini, diharapkan kesenjangan tersebut dapat diperkecil.

Lebih lanjut, Poros Betawi Muda menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut. Dukungan itu akan diwujudkan melalui pembinaan dan persiapan generasi muda sejak dini.

“Kami siap berperan aktif menyiapkan anak-anak muda Betawi, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Pembinaan ini penting agar mereka tidak hanya mendapatkan beasiswa, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan sangat penting agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain itu, pendampingan berkelanjutan juga dibutuhkan agar para penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Poros Betawi Muda berharap, program LPDP Jakarta tidak hanya menjadi bantuan pendidikan semata, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Betawi yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Jakarta ke depan.

“Harapannya, dari program ini lahir generasi Betawi yang cerdas, berdaya saing, dan tetap menjaga identitas budaya. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga masa depan Jakarta,” tutup Iman Hendri.