INDOPOS-BANTEN–Dua ruang kelas SDN Kutakarang 3 di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, ambruk akibat pergerakan tanah. Akibatnya, sudah empat bulan ratusan siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di dapur dan perpustakaan sekolah. Kondisi itu memicu gelombang kritik dari masyarakat, yang mempertanyakan perhatian Gubernur Banten Andra Soni terhadap persoalan pendidikan di wilayahnya.
Guru SDN Kutakarang 3, Ade, menjelaskan bahwa kerusakan mulai terjadi sejak awal tahun 2026 dan semakin parah dari waktu ke waktu.

“Sementara para siswa belajar di dapur dan perpustakaan, karena kelas sudah tidak bisa dipakai,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Menurut Ade, dinding dan lantai ruang kelas mengalami amblas karena tanah yang labil. Padahal bangunan tersebut baru berusia satu tahun.

“Itu rusak karena tanahnya bergerak, bangunan baru satu tahun,” tuturnya.
Demi keselamatan, sejak Februari siswa telah dipindahkan ke ruangan darurat. Namun upaya tersebut hanya bersifat sementara.
“Belum ada kepastian mau digimanakan, sudah dilaporkan ke Pemkab Pandeglang tapi belum jelas tindak lanjutnya,” tambahnya.

Pihak kontraktor telah melakukan langkah awal dengan memisahkan bangunan yang rusak agar kerusakan tidak merembet.
“Diputus dulu bangunannya supaya yang masih utuh tidak ikut tertarik,” kata Ade.

Netizen Geram: ‘Gubernurnya Kemana?’
Kondisi memprihatinkan itu membuat warganet ramai menyuarakan kritik kepada Pemkab Pandeglang dan terutama kepada Gubernur Banten Andra Soni, yang dinilai lamban dan kurang memberikan perhatian.

Sejumlah komentar netizen yang ramai beredar antara lain:
“Empat bulan anak-anak belajar di dapur, masa gubernur diam saja? Kasihan siswa.”
“Banten tiap tahun kasus sekolah ambruk terus. Gubernurnya ngurus apa sih?”
“Ini bangunan baru setahun sudah hancur. Pengawasan proyeknya di mana? Seolah nggak peduli.”

“Kalau acara seremonial cepat, tapi urusan pendidikan lambat sekali.”
“Gubernur Andra Sony tolong turun ke lapangan, jangan menunggu viral dulu.”

Banyak warganet juga mempertanyakan kualitas pembangunan sekolah di Banten yang masih sering bermasalah meski memakai anggaran besar.
Tuntutan Gerak Cepat Pemerintah Daerah
Warga sekitar meminta pemerintah provinsi dan kabupaten segera memberikan solusi permanen agar siswa bisa kembali belajar dengan nyaman dan aman. Mereka mendesak Gubernur Andra Sony menunjukkan kepedulian nyata.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemprov Banten terkait langkah penanganan maupun percepatan pembangunan ulang ruang kelas yang ambruk.