INDOPOS-Pernyataan Mahfud MD yang membela akademisi dan pendiri SMRC, Saiful Muzani, dari tudingan makar memicu perdebatan luas di media sosial. Mahfud menilai pernyataan Saiful—yang viral karena dianggap mengajak menggulingkan pemerintahan Prabowo Subianto—bukan tindakan makar, melainkan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat dalam ruang demokrasi. Ia bahkan meminta pemerintahan Prabowo untuk introspeksi.

Komentar Mahfud itu langsung menyulut respons tajam di dunia maya. Warganet pun terbelah dalam dua kubu.

🔹 Mahfud: “Itu bukan makar, jangan alergi kritik”
Dalam video yang beredar, Mahfud MD menegaskan bahwa ucapan Saiful Mujani tidak memenuhi unsur makar. Ia menyebut kritik adalah bagian penting dalam demokrasi.
Mahfud juga menyinggung bahwa pemerintah tidak boleh anti kritik, dan setiap suara publik—sekeras apa pun—patut didengar sebagai bahan evaluasi.

🔹 Netizen Pro-Kontra, Perdebatan Panas
Pernyataan Mahfud memunculkan beragam reaksi:
Pro-Mahfud:
Banyak netizen menilai Mahfud benar bahwa kritik tidak bisa serta-merta dianggap makar. Mereka berpendapat apa yang disampaikan Saiful adalah analisis akademik yang wajar.

Kontra-Mahfud:

Tidak sedikit yang menilai pembelaan Mahfud sebagai bentuk ketidaknetralan.
Sebagian netizen mengungkit hubungan lama keduanya, mengingat Saiful Mujani pernah menjadi konsultan politik pasangan Ganjar–Mahfud pada Pilpres 2024.

“Jadi jelas kenapa dibela,” tulis salah satu pengguna.
Ada pula yang menilai Mahfud seharusnya memberikan sikap lebih hati-hati agar tidak menimbulkan bias politik pasca-pemilu.

🔹 Saiful Mujani Sudah Bantah Tuduhan Makar
Sebelumnya, Saiful Mujani telah mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah bermaksud mengajak makar. Ia menyatakan ucapannya adalah bagian dari “ekspresi politik yang konstitusional” dan tidak memuat ajakan tindakan ilegal.

Meski begitu, cuplikan video yang beredar terlanjur memicu interpretasi liar, dan isu ini semakin panas setelah Mahfud ikut bersuara.
🔹 Isu Politik Memanas
Kasus ini kembali memperlihatkan betapa sensitifnya isu kritik terhadap pemerintah di ruang publik. Dukungan Mahfud kepada Saiful sekaligus kritiknya kepada pemerintah membuat sebagian masyarakat memuji keberaniannya, sementara lainnya justru menilai langkah itu semakin mengaburkan batas antara akademisi, politisi, dan mantan pejabat negara.
Perdebatan pun masih terus berlanjut, terutama di Instagram dan X, setelah video terkait kembali viral dan menuai ribuan komentar warganet.