Menteri ATR/BPN :Tanah Sertifikat Tak Dipakai 2 Tahun Beruntun Bisa Diambil Alih Negara. Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran Jimmy S : Sebaiknya Menteri ATR / BPN Umumkan Tanah Negara yang di pakai Swasta Berapa Keuntungan yang diTerima Negara atas Pemanfaatan Tanah Negara, Daripada Mengurusi Tanah Bersertifikat Milik Rakyat yang Tidak Produktif

INDOPOS-Menteri ATR/BPN :Tanah Sertifikat Tak Dipakai 2 Tahun Beruntun Bisa Diambil Alih Negara. Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran Jimmy S : Sebaiknya Menteri ATR / BPN Umumkan Tanah Negara yang di pakai Swasta Berapa Keuntungan yang diTerima Negara atas Pemanfaatan Tanah Negara, Daripada Mengurusi Tanah Bersertifikat Milik Rakyat yang Tidak Produktif. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyampaikan pemerintah akan mengambil alih lahan yang tidak dimanfaatkan selama dua tahun berturut-turut. Kebijakan ini diberlakukan terhadap tanah yang sudah besertifikat namun tidak digunakan untuk aktivitas ekonomi atau pembangunan apa pun. “Terhadap yang sudah terpetakan dan besertifikat, manakala sejak dia disertifikatkan dalam waktu dua tahun tidak ada aktivitas ekonomi maupun aktivitas pembangunan apa-apa atau dalam arti tanah tersebut tidak didayagunakan kemanfaatannya, maka pemerintah wajib memberikan surat peringatan,” kata Nusron dalam acara Pengukuhan dan Rakernas I PB IKA-PMII Periode 2025-2030 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (13/7). Ia menuturkan proses peringatan dilakukan secara bertahap hingga tanah tersebut bisa ditetapkan sebagai tanah telantar. Tahapan dimulai dari pemberitahuan awal, lalu surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga. Setelah itu, jika dalam kurun waktu total 587 hari sejak surat pertama tidak ada perubahan, tanah tersebut ditetapkan sebagai objek land reform. Land reform atau reforma agraria adalah kebijakan pemerintah untuk mendistribusikan kembali tanah kepada masyarakat, terutama kelompok yang tidak memiliki atau kekurangan lahan. “Langkah pertama adalah BPN kirim surat. Tiga bulan dikasih kesempatan. Tiga bulan masih tidak ada aktivitas, kirimi surat, peringatan pertama. Tiga bulan lagi dikirimi surat, tidak ada keterangan lagi, peringatan kedua,” ujarnya. “Tiga bulan lagi, masih tidak ada aktivitas, dikasih kesempatan lagi, tiga bulan lagi, masih tidak ada aktivitas, dikasih waktu enam bulan untuk melakukan perundingan. Masih tidak ada aktivitas lagi, maka pemerintah menetapkan itu menjadi tanah telantar,” jelasnya. Nusron menyebut proses tersebut secara keseluruhan memakan waktu dua tahun ditambah 587 hari atau hampir empat tahun sebelum tanah resmi dikategorikan sebagai telantar. Ia menambahkan saat ini dari total 55,9 juta hektare lahan bersertifikat, terdapat 1,4 juta hektare yang berstatus sebagai tanah terlantar secara nasional dan menjadi bagian dari program reforma agraria. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh bentuk hak atas tanah seperti Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), hingga hak pakai, tanpa pengecualian. “Jadi misal bapak-bapak sekalian punya HGU atau punya HGB, sudah dua tahun tidak diapa-apakan, maka pemerintah bisa tetapkan jadi tanah telantar,” kata Nusron. Ditempat terpisah saat Awak Media Menghubungi Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran Jimmy S untuk meminta tanggapan mengenai hal tersebut, “Wah jika kebijakan itu yg dimaksudkan diberlakukan juga bagi sertifikat hak milik yg di miliki oleh rakyat ini sudah keterlaluan”, ucap Jimmy. Jimmy Menambahkan, tanah perseorangan itu di dapatkan dari berbagai macam cara, ada yg di dapat dari hasil usaha pribadi dengan menabung sehingga bisa membeli tanah untuk di investasikan, ada juga yg diperoleh dari hasil waris misal nya, dan sebagai nya. Jika seseorang memiliki tanah tapi tanah tersebut belum juga bisa produktif, mungkin saja sipemilik tanah sedang berusaha mengumpulkan uang untuk bisa melakukan kegiatan produktif di tanah tersebut, atau memang bisa saja tanah tersebut dibeli untuk investasi dengan tujuan harga tanah kedepannya bisa naik, dan sebagai nya. Jika pemerintah melalui Kementerian ATR BPN melakukan Kebijakan Pembatasan waktu Produktif selama 2 tahun dan apabila tidak produktif akan di ambil/dikuasai oleh Negara menurut saya kebijakan yg ngawur. Yang bener dong kalo keluarkan aturan / kebijakan, lebih baik Menteri ATR BPN Mengumumkan Berapa Hasil Keuntungan yang didapat oleh Negara atas pemanfaatan tanah tanah negara yang di pergunakan oleh pihak swasta kepada Rakyat Indonesia. Kalau Negara Mau ambil alih atas tanah yg dimiliki oleh seseorang, ya boleh aja, asal Bayar / Ganti Untung sesuai dengan harga yg di inginkan oleh si pemilik tanah bukan asal main ambil aja., itu baru namanya Negara Hadir untuk Rakyat nya…hahaha, ucap Jimmy sambil berkelakar dan mengakhiri pembicaraan melalui sambungan telpon kepada awak media.

PRESIDEN PRABOWO BERI TUGAS KHUSUS WAPRES GIBRAN UNTUK PAPUA, KETUM MASYARAKAT PENDUKUNG GIBRAN/MPG JIMMY S : AKHIR JANUARI 2025 KEMARIN MAS WAPRES SUDAH BEKERJA, DARI 6 PROVINSI YG ADA DIPAPUA, DPP MPG DAN 4 DPW MPG PROVINSI SUDAH BERGERAK TURUN KE AKAR RUMPUT DAN DIBANTU WAPRES GIBRAN SEBAGAI KETUA BADAN PENGARAH PAPUA

INDOPOS-Presiden RI, Prabowo Subianto, memberikan tugas khusus kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menangani percepatan pembangunan di Papua, termasuk penyelesaian isu-isu terkait Hak Asasi Manusia (HAM). “Concern pemerintah dalam menangani Papua ini, dalam beberapa hari terakhir, sedang mendiskusikan untuk memberikan suatu penugasan khusus dari presiden kepada wapres untuk percepatan pembangunan Papua,” ujar Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, melalui akun YouTube Komnas HAM. “Saya kira ini pertama kalinya presiden akan memberikan penugasan kepada wapres untuk penanganan masalah Papua. Tentu tidak hanya pembangunan fisik, tapi juga termasuk penanganan masalah-masalah HAM dan bagaimana aparat kita menangani isu-isu di Papua,” sambungnya. Yusril juga menyebut bahwa ada kemungkinan Wakil Presiden akan memiliki kantor khusus di Papua sebagai bagian dari pelaksanaan tugas tersebut. “Sekarang ini akan diberikan penugasan, bahkan mungkin juga kantornya wapres untuk bekerja di Papua menangani masalah ini,” ujarnya. Sementara itu ditempat terpisah saat awak media menghubungi Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran Jimmy S unruk meminta tanggapan atas hal tsb, ‘Mas Wapres Gibran dari bulan Januari 2025 lalu sudah bekerja sesuai dengan Kewenangan nya sebagai Ketua Dewan Pengarah Papua, ya itu sudah lama beliau melakukan tugas dan fungsi nya untuk tanah papua, Saya pun pada saat itu kaget ternyata Respon dari Mas Wapres untuk Papua sangat Cepat. Jimmy Menambahkan, “ini berawal dari laporan Pengurus kami yang ada di Papua barat daya, tepat nya di Kabupaten Sorong dan Kabupqten Rajaampat pada bulan Desember 2024 yang lalu, Saya di hubungi oleh Pengurus MPG Papua barat daya disana yang menyatakan bahwa ada Pembina MPG mereka disana bermaksud ingin Menghibahkan tanah nya kalau tidak salah seluas 17Hektar, dimana pembina mereka kebetulan merupakan salah satu tokoh adat atau kepala suku disana yang bersimpatik atas kehidupan warga disana dalam hal masih banyak nya yang belum memiliki rumah, bahkan rumah yg mereka tempati tidak layak huni dan kebanyakan dalam satu rumah bisa ditempati oleh 3 sampai 4 Keluarga. Atas laporan tersebut lalu saya dengan ditemani oleh Pengurus DPP MPG sebanyak 3orang dengan biaya pribadi terbang dari Jakarta ke Sorong untuk menemui pengurus kami yang ada di sorong dan di raja ampat sekalian bertemu dengan Kepala suku disana yg notabene merupakan Dewan Pembina MPG Papua barat daya, saat itu Kami dari DPP langsung Cek kelokasi tanah yang akan di hibahkan yaitu di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat. Setelah pengecekan tanah di lakukan, Saya dan pengurus DPP pun langsung menumui Kepala desa dan Kepala Distrik disana untuk meminta konfirmasi atas tanah tersebut, dan alhamdulilah pihak desa dan pihak distrik disana mau memberikan surat keterangan yg resmi dari kedua instansi tersebut. Dengan dasar Surat keterangan itulah akhirnya saya dan teman teman DPP kembali kejakarta dengan membawa surat tersebut dan data data lain nya. Jimmy Menambahkan, Setibanya dijakarta kalau tidak salah sudah ditanggal 23 Desember 2024, Saya langsung menyurati Mas Wapres Gibran untuk meminta Arahan secara resmi, karena sepengetahuan saya sesuai aturan UU dan Kepres bahwa memang untuk Wapres diberikan Kewenangan untuk Membantu Percepatan Pembangunan di seluruh tanah Papua. “Ya saya pikir pada saat saya bersurat resmi ke Mas Wapres paling tidak di respon beliau, tapi ternyata dalam hitungan minggu, surat saya tersebut dijawab kalo tidak salah awal januari 2025 dan isi surat jawabannya, Kami di bantu oleh Mas Wapres untuk bisa berkomunikasi dengan Kepala BP3OKP Papua barat daya disana untuk membahas lebih lanjut atas usulan tanah hibah tersebut. Jimmy Menambahkan, “Ya saat surat dari Mas Wapres diterima oleh kami dan oleh pihak BP3OKP disana, Saya dan Pengurus DPP MPG kembali Terbang ke Sorong dengan biaya pribadi juga untuk berkoordinasi dengan BP3OKP disana, Alhamdulilah Respon dari Kepala BP3OKP Bapak Otto Halauw dan kawan BP3OKP menerima kami dengan baik dan Mereka langsung mengadakan Rapat Koordinasi yg Melibatkan Unsur 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Sorong serta Kabupaten Rajaampat, dan juga dihadiri oleh pihak BPN dari masing masing Kabupaten tersebut yang akhirnya keluarlah Surat Rekomendasi dari BP3OKP secara Resmi yang ditujukan Kepada ke dua Bupati tersebut yaitu Bupati Sorong dan Bupati Rajaampat agar Menindaklanjuti Pembangunan Rumah untuk warga disana yang Masuk dalam Kategori Miskin Ekstrem. Bahkan dalam Waktu dekat ini pun Saya akan kembali Menyurati Mas Wapres Gibran untuk Memberikan Laporan dan Meminta Arahan Kembali terhadap 3(tiga) Provinsi lagi yakni Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua Tengah, Jadi Total Sudah 4 Provinsi yang MPG sudah Kerjakan dengan Turun Ke Akar Rumput dari 6 Provinsi, tinggal Papua Pegunungan dan Papua yg Saya sedang menunggu laporan nya dari kawan kawan MPG disana. Menurut saya Masalah HAM itu kategori nya…

Sidang Voting PT MAS di PN Jakpus, Mayoritas Setuju Proposal Perdamaian

INDOPOS-Kuasa Hukum PT Merpati Abadi Sejahtera (PT MAS) Elza Syarief, melayangkan protes keras kepada hakim pengawas, atas dihilangkannya nama Amanda Widjaya dari Daftar Penghitungan Tetap (DPT), pihak yang mengikuti sidang dengan agenda voting untuk proposal perdamian, di Pengadilan Negeri (PN) yang digelar Jumat 11 Juli 2025. Menurutnya, keputusan itu sangat merugikan seluruh pihak yang menyetujui proposal perdamaian dan menolak pailit terhadap PT MAS. PT MAS juga hari ini Jumat 11 Juli 2025, akan membuat laporan pidana kepada oknum DR dan oknum Bank Mandiri, yang dinilai telah berbuat pidana dalam proses sidang voting proposal perdamaian.   Diungkapkan Elza Syarief, ada tiga hal yang akan ditindak lanjuti, pasca persidangan. Pertama, tentu memprotes dihilangkannya nama Amanda Widjaya dari daftar. Kedua, melaporkan salah satu oknum pemerima kuasa kreditur berinisial DR, yang tidak dapat menunjukkan surat kuasa asli dari 10 orang kreditur yang diwakilinya. Bahkan, sampai akhir voting oknum DR tidak dapat menunjukkan surat kuasa asli. “Harusnya pihak yang menyetujui proposal perdamaian sudah menang mutlak dalam voting. Namun, dengan dihapusnya Amanda Widjaya dengan investasi sebesar Rp 178 miliar dari daftar, maka hasil voting belum mutlak dimenangkan,” ujar Elza Syarief. Ketiga, Elza juga melaporkan oknum dari Bank Mandiri karena telah menyatakan abstain dalam voting di PN, sehingga sangat merugikan nasabahnya. Elza mengungkapkan, Hakim Pengawas baru bekerja beberapa hari, yang katanya belum mempelajari kasus dari hakim pengawas terdahulu, bapak Yusuf , tinggal voting tapi diundur beberapa hari saja, tapi mengeluarkan penetapan menghilangkan hak suara Amanda Widjaya senilai Rp 178 miliar, sangat mengejutkan, kontraversial, karena sudah berulang kali diperiksa pengurus dan hakim pengawas terdahulu. Dan atas penetapan keliru tersebut, sudah diajukan banding dan voting sampai dilakukan dua kali , pertama hari Rabu dan kedua hari ini Jumat. Tp Dr sdh dg nekat memberi keterangan palsu kpd pengurus bhw dia punya surat kuasa asli shg memaksa menanda tangani ke10 kreditur utk setuju pailit dan sampai akhir tdk ada surat aslinya, sedangkan penghitungan suara sudah selesai , termasuk tanda tangan DR tanpa kuasa asli tersebut. Seperti diketahui, Proses persidangan PT Merpati Abadi Sejahtera atau PT MAS, tak terasa sudah berlangsung 270 hari di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Dalam sidang lanjutan dengan agenda voting untuk proposal perdamian, yang digelar Jumat 11 Juli 2025, diperoleh hasil dari 396 kreditur yang hadir, sebanyak 268 kreditur menyatakan menerima proposal perdamaian,dan yang tidak setuju perdamaian hanya 120 kreditur. Sedangkan,1 pihak menyatakan abstain. Andre, yang mewakili karyawan mengungkapkan, dengan hasil voting hari ini, diketahui, sebanyak 60,9 persen menerima proposal perdamaian, dan hanya 39,1 persen yang menolak. Diharapkan dapat menjadi pertimbangan hakim, dalam putusan sidang pada Hari Senin mendatang. “Kami ingin hakim memutuskan dengan bijak, dan melihat keinginan mayoritas untuk menolak PT MAS dipailitkan. Kami cinta perdamaian, dan menolak pailit,” tegas Andre.

Rencana Pembentukan Satpol PP Pariwisata Ditolak DPRD DKI, Diduga Ada yang Mau Main Perizinan

INDOPOS-Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Johny Simanjuntak, menilai rencana pembentukan Satpol PP Pariwisata, harus dikaji ulang. Menurutnya, rencana tersebut belum mendesak, karena masih banyak tugas Satpol PP yang lain, yang dibutuhkan dalam rangka menyukseskan program-program Gubernur Pramono Anung. Johny pun menyarankan Satpol PP DKI Jakarta, fokus menuntaskan kerja di lapangan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Jangan ada aturan baru yang malah kontra produktif. Ia menyatakan, jumlah personel Satpol PP saat ini sudah sangat besar. Dengan begitu kontribusinya hatus terlihat secara signifikan. Terutama saat terjadi bencana seperti kebakaran dan banjir. “Rencana Satpol PP Pariwisata perlu dikaji ulang, jangan asal membentuk saja,” tegasnya. Pengamat Perkotaan Sugiyanto juga mengkritik rencana pembentukan Satpol PP Pariwisata. Menurutnya, hal itu tidak diperlukan, karena selama ini sudah ada kerjasama dan kolaborasi antara Dinas Pariwisata dengan Satpol PP. “Keduanya sudah punya tupoksi dan tugas masing-masing, tinggal ditingkatkan saja. Satpol PP tidak perlu mengambil alih tupoksi dari Dinas Pariwisata” jelasnya. Sugiyanto pun menduga, jika ada pihak-pihak yang ingin bermain dalam rencana Satpol PP Pariwisata tersebut. Salah satunya terkait perizinan. “Jika itu benar, maka Gubernur Pramono Anung harus berani menindak pihak-pihak yang ingin bermain itu,” tegasnya.

DPRD DKI Tolak Keras Rencana Pembentukan Satpol PP Pariwisata, Masih Banyak Tugas Lain yang Belum Maksimal

INDOPOS-Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Mohamad Ongen Sangaji menolak rencana pembentukan Satpol PP Pariwisata. Menurut dia, rencana tersebut sebaiknya dibatalkan, mengingat kinerja Satpol PP yang ada masih belum maksimal. Ongen pun mengkritik kinerja Satpol PP DKI Jakarta, yang kehadirannya di lapangan masih belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ongen menyatakan, jumlah personel Satpol PP saat ini sudah sangat besar. Namun kontribusinya belum terlihat secara signifikan. Terutama saat terjadi bencana seperti kebakaran dan banjir. “Hampir 90 ribu di lima wilayah. Tapi belum terasa manfaatnya di masyarakat,” ujar Ongen, pada wartawan. Ia mengungkapkan, ketika terjadi bencana kebakaran atau banjir, nyaris tidak terlihat personel Satpol PP di lapangan. Karena itu, Ongen mempertanyakan rencana penambahan personel untuk membentuk Satpol PP Pariwisata. Menurut dia, rencana tersebut sebaiknya ditunda. Mengingat kinerja Satpol PP yang ada masih belum maksimal. Anggaran untuk pelatihan dan perlengkapan Satpol PP Pariwisata, lebih baik digunakan untuk kebutuhan prioritas. Selain itu, Ongen turut menyoroti maraknya reklame ilegal dan reklame yang telah habis masa kontrak. Satpol PP, kata politisi Partai NasDem itu, haus segera menertibkan. Sehingga dapat menjaga ketertiban dan meningkatkan pendapatan daerah. “Kalau tidak ditindak, hanya menguntungkan oknum dan pengusaha nakal,” tukas dia. (***)  

Gerakan Anti-KKN di Kampung Betawi, atau Maling Teriak Maling?

INDOPOS-Dalam beberapa hari terakhir, komunitas Betawi gempar oleh perseteruan sengit antara JP dan MM. Konflik ini memanas di grup WhatsApp ‘Silaturahmi’ Betawi, di mana MM menuduh JP melakukan “maling teriak maling” setelah adanya dugaan penerimaan uang sekantong kresek” dari mantan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dugaan Transaksi Mencurigakan: Uang se kantong Kresek dan Janji Pengaturan Kasus, Menurut informasi yang beredar di internal grup, JP disebut menerima uang dalam kantong kresek dari mantan pejabat Pemprov DKI dalam sebuah pertemuan. Uang tersebut diduga terkait dengan janji untuk meredam pemberitaan online, mengatur penggembosan kasus di Kejaksaan, atau bahkan menjadi “investor” dalam proyek tertentu. MM, yang merasa memiliki tanggung jawab moral, mengingatkan Jalih agar tidak “jumawa” (sombong) atas prestasi yang bukan haknya. Ia juga mempertanyakan integritas JP yang mengaku sedang menginvestigasi korupsi” namun diduga menerima uang dari pihak yang sedang diinvestigasi. Reaksi Komunitas: David Darmawan Minta Kedua Pihak Bawa Bukti Hukum. Bang David Darmawan, admin grup WA ‘Silaturahmi Betawi’, menyerukan agar kedua pihak mengendalikan emosi dan menjaga adab. Ia meminta agar semua tuduhan dibuktikan secara legal melalui jalur hukum. “Kalau sudah ada Laporan Polisi (LP) seperti yang disebut Pengurus YASBI, Panca, silakan dibagikan. Jangan hanya saling fitnah di grup,” tegas David. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang “mancing di air keruh” atau memanfaatkan situasi untuk memeras pejabat/ASN. Fakta Kasus Korupsi APBD Jakarta 2024 Sementara pertikaian ini berlangsung, kasus korupsi APBD Jakarta 2024 terus bergulir. Beberapa fakta terungkap: 1. Penyimpangan Proyek Infrastruktur: Dugaan mark-up anggaran di sektor transportasi dan sanitasi. 2. Suap Pengadaan Barang: Sejumlah pejabat Pemprov DKI diduga menerima fee dari kontraktor. 3. Penyalahgunaan Dana Hibah: LSM fiktif menerima dana hibah untuk program yang tidak jelas. Komunitas Betawi, yang selama ini vokal melawan KKN, kini dihadapkan pada pertanyaan: Apakah gerakan ini masih murni, atau sudah disusupi kepentingan terselubung? — Pantun Penutup: “Jalan-jalan ke Ciawi, Naik delman dari kota, Kalau mau bersih dari korupsi, Jangan ada dusta di antara kita.” — Catatan Redaksi: Artikel ini dibuat berdasarkan informasi yang beredar di grup WA Silaturahmi Betawi dan sumber terpercaya. Kami mendorong semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini secara hukum, bukan di medan perang opini. #BetawiBersih #LawanKKN #JanganMalingTeriakMaling

Hari Wajib Naik Kendaraan Umum Parkiran Basement Penuh, Kabag Umum: Itu Kendaraan Para Tamu, Bukan ASN DPRD DKI

INDOPOS-Meski gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengeluarkan aturan ASN wajib naik kendaraan umum setiap hari Rabu. Parkiran basement gedung DPRD DKI masih terlihat penuh. Hal itu pun menjadi sorotan. Menyikapi itu, Kabag Umum DPRD DKI Jakarta Asril mengatakan jika pada Rabu (9/7/2025) parkiran gedung DPRD DKI terlihat masih ada kendaraan terparkir dikarenakan adanya jadwal rapat kerja (Raker) DPRD DKI dengan eksekutif di setiap Komisi. “Dengan adanya agenda rapat kerja (Raker) di Komisi-Komisi berdampak pada kehadiran para tamu dari luar. Kita harapkan, kedepan akan kita lakukan penertiban lebih baik lagi. Agar pada hari Rabu, tidak ada yang membawa kendaraan dan parkir di basement,” ujar Asril, Kamis (10/7/2025). Menurutnya, Setwan DPRD DKI setiap Rabu sebenarnya sudah melakukan sweeping pada ASN DPRD DKI yang membawa kendaraan pribadi untuk mengikuti aturan gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Jika terdapat ASN yang membawa kendaraan, maka kata dia akan diberikan sanksi tegas terhadap ASN tersebut. “Setwan DPRD DKI pun sudah menugaskan Pamdal untuk berjaga di gerbang masuk gedung DPRD DKI. Bagi ASN yang membawa kendaraan pasti akan dilarang masuk, apalagi parkir di basement. Jadi kalau pun ada motor yang terparkir di basement, dapat dipastikan bukan milik ASN DPRD DKI,” tandasnya. (***)

Sukses Reuni Akbar, Karpet Merah Sahlah Untuk Kursi Ikalasmi Satu Tak Terbendung

INDOPOS–Reuni Akbar Alumni Asmi Kampus Ungu ke-63 baru selesai digelar Minggu, 6 Juli 2025. Meskipun telah usai, namun nama Hj. Sahlah Sapari, SE, MM sebagai ketua panitia pelaksana gelaran reuni akbar sukses tak berhenti disebut. Keberhasilan mengorganisasi reuni akbar membuat nama Sahlah mendadak viral menjadi obrolan alumni diberbagai ruang. Tidak hanya ruang kelas kosong, hampa dari Gedung 8 lantai Kampus Ungu bersejarah itu, tapi juga ruang jagad media sosial. Dari Instagram, WhastaUp hinga X dan facebook, meyebut sukses reuni akbar. Keberhasilan mengkordinasi kepanitian terukur dari antusiasme seribu-an alumni lintas angkatan hingga berkenan untuk hadir. Menjadi sebuah legazi bersejarah bagi diri Sahlah dan juga almamater. Kesuksesan yang membangkitkan sejenak ingatan akan kejayaan kampus dekade kepemimpinan Benny Tengker. “Bahwa kami kampus besar. Bahwa kampus asmi melahirkan lulusan berkomptensi dunia kerja professional,’’ ungkap Sahla disela reuni, Minggu, (7/7/25). Kampus yang dulu dipenuhi cahaya dan keceriaan ribuan mahasiswa. Sukses reuni menghadirkan kerinduan mendalam. Melepas tangis haru, dan juga rindu berbalut bahagia oleh para alumni, dosen dan rektorat. Tumpah ruah, berbaur dalam gempita panggung acara yang begitu funs dan menghibur. Ada tarian, fashion show, music, juga bazar. Performace artis penyanyi era 90-an, Vonny Sumelang cukup menghentak, disusul Julius Tobing dan Pekal. Nampak hadir pejabat pemreintah daerah Wakil Walikota Bekasi Dr. Abdul Harris Bobihoe yang juga alumni berkenan hadir dan memberi sambutan. Sederet apresiasi pun mengalir dari pimpinan rektorat kampus dan alumni. “Reuni akbar tahun ini telah membuat kami bangga tidak bisa berkata kata. Haru dan bahagia. Atas kerja keras semua, seluruh panita dan civitas akademika, dosen, karyawan, bahwa kita bisa. Saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya. Special teruntuk leadersip panitia Sahla Sapari. Good Job. Atas segenap waktu dan pikirannya –setidaknya di dua bulan terakhir– hingga hari H hari ini. Sumbangan waktu, lahir batin dan materiil. Pasti tak akan bisa dilupakan. Terimakasih,’’ sambut Ketua Rektorat Angelica Tengker. Peran leadership Hj. Sahlah Sapari, SE, MM menjadi legazi pembeda dibanding sukses gelaran reuni Asmi Kampus Ungu tahun sebelumnya. Dalam kordinasi Sahlah, Alumni S-2 Women Entrepreneur IBM ASMI, mobilisasi reuni akbar Asmi Kampus Ungu menjadi lebih dinamis, terukur dan lebih greget untuk dikenang sepanjang masa. “Bukan mengecilkan reuni sebelumnya, harus diakui reuni tahun ini lebih baik. Membuktikan kepanitiaan reuni tahun ini, serius. Bisa dilihat dari antusiasme setiap kali rapat. Semua sie kepanitian selalu bersemangat hadir. Faktor ledership tentunya. Itu saja,’’ ujar Ketua Ikalasmi R. Hendarly yang bulan ini berakhir masa baktinya. Keberhasilan mengkordinasi kepanitiaan Reuni Akbar membuka mata civitas akademika tertuju pada sosok Sahla. Sebuah harapan baru bagi sejarah organisasi kampus kedepan. Sosok mewakili alumni yang bisa membangkitkan gempita optimisme baru dari tidur Panjang. Sahlah pun disebut menjadi sosok yang pantas memimpin nahkoda baru organisasi ikatan alumni asmi (IKALASMI). Terlebih Musyawarah Besar (Mubes) untuk pemilihan Ketua Umum periode 2025-2030 akan digelar Agustus mendatang. Wajar tag line: Nex Leaderahip Women Pembaharu Almamater Violet bertebar sepanjang obrolan reuni akbar. Tak urung Sekretaris Pribadi Wakil Menteri Desa RI Kabinet Indonesia Maju, Andi Tanri Enka yang juga alumni Asmi angkatan 88 memberi acungan jempol. “Saya melihat secara pribadi. Saya jujur menilai bahwa Sahla berhasil memimpin kerja bareng, kerja besar, berhari hari, berminggu hingga tiga bulan. Menyatukan sumberdaya, melibatkan semua pihak, termasuk dukungan logistik. Itu tidak mudah. Dan happy Ending. That its Sukses. Apresiet saya untuk Sahla,’’ Ujar Andi Enka. ————– Panaskan Bursa Ketua Ikalasmi Sementara itu, Ola, direksi sebuah Perusahaan swasta nasional, alumni asmi 88 melihat potensi besar pada diri Sahla yang tidak dimiliki kandidat alumni lain. “Selain orangnya dinamis, bergerak mobile, juga berpendidikan S-2 cukup. Kemudian dirinya memiliki kapabilitas menggerakkan tim. Bahwa setiap organisasi membutuhkan biaya dan logistic, itu juga salah satu kelebihan Sahla yang belum tentu dimiliki yang lain,” tukas Ola. Dosen Ekonomi Bisnis yang juga anggota Sterring Commite (SC) Charles B. Wangke, SE turut memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Sahlah. “Saya rasa kepedulian dan antusiasme Sahla hari ini terbayar tunai. Reuni sukses menjadi kegembiraan kita semua. Dikampus ini kita bersaudara. Dengan sukses reuni ini silaturhami besar kampus ungu makain erat terjaga,” ungkapnya. Ketua SC Frans Watu melalui WAG menyatakan, rekam jejak dan dedikasi Sahlah mengawal reuni, sebaiknya mendapat kesempat maju kontestasi . “Melihat kontribusinya, menurut saya kita harus mengharagai dan memberi kesempatan dia untuk maju kontenstasi. Semua alumni asmi berhak memilih atau dipilih sebagai Ketua Ikalasmi.’’ Sukses gelar reuni akbar terbukti melejitkan elektabilitas Sahlah dan menjadi karpet merah untuk menduduki kursi IKALASMI satu. Bursa perebutan ketua umum semakin menarik dan memanas. Portfolio sebagai aktivis Partai Nasdem yang hampir lolos kursi DPRD pada Pemilu Legislatif 2024, membuatnya seperti tak terbendung untuk…

Angota LMK RW 013 Penjaringan Laporkan Ketua RW 013 Ke Inspektorat dan Polres Jakarta Utara

FOTO: Angota LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan) RW 013 Kelurahan Penjaringan Kec Penjaringan Jakarta Utara, Endang Wijaya Diharja INDOPOS-Angota LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan) RW 013 Kelurahan Penjaringan Kec Penjaringan Jakarta Utara, Endang Wijaya Diharja, melaporkan Ketua RW 013 Kelurahan Penjaringan Tri Tanto, ke Inspektorat dan Polres Jakarta Utara. Laporan dilayangkan, terkait dugaan penggunaan dana dan tidak transparan ganti rugi fasum (fasilitas umum). “Kami menduga Ketua RW 013 menyalah gunakan wewenang dan diduga juga ada tindak pidananyanya, terkait dana fasum,” ujar bang Endang, pada awak media, Selasa (8/7/2025). Endang mengungkapkan, pihaknya menanyakan kepada Ketua RW 013 mengenai bukti transferan ganti rugi dana dari pihak tol. Namun, anehnya yang bersangkutan selalu berkelit, dan tidak pernah menunjukan bukti tersebut sampai hari ini. “Saya sebagai Anggota LMK RW 013 mendapat banyak pertanyaan dari warga mengenai bukti transferannya,” kata Bang Endang, saat ditemui di kantor LMK di penjaringan, BERANI JUJUR HEBAT itu yg selalu diGaungkan di wilayah ucapnya lagi Sy menanyakan dan menelpon lsg, serta di WA, bahkan di depan forum dan tokoh2 masyarakat di tambah dgn pertanyaan tertulis yg di krm melalu humas Rw utk menanyakan bukti transferannya Tetap tidak di respon,karenanya sy lsg melaporkan saja ke inspektorat dan kepolisian jakarta utara polres Jakarta utara. Semoga inspektorat dan kepolisian bisa menindak lanjuti laporan sy dan segera di lakukan penyelidikan,harap bang Endang sapaanya Jadi 3 sy membuat laporannya, ke inspektorat wilayah jakarta utara dan provinsi DKI jakarta serta ke kepolisian jakarta utara yaitu polres.  

Potensi Gagal Invetasi Capai Ribuan Triliun, Stafsus Didi Apriadi : Masalah Klasik Akibat Tumpang Tindih Peraturan Perijinan dan Pelayanan

INDOPOS-Jakarta – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM ungkap data gagal investasi di Indonesia pada tahun 2025. Jumlahnya mengejutkan, mencapai Rp. 1.500 triliun. Hal itu diungkap langsung oleh pihak pejabat Kementerian saat menggelar acara Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM secara terbuka di Jakarta, Kamis (3/7/2025). “Setiap tahun kementerian kami mencatat realisasi investasi yang itu diinput oleh para pelaku usaha. Kita juga menemukan angka unrealisasi investasi di tahun 2025 Itu sekitar Rp 1.500 triliun. Mungkin bisa tembus ke angka Rp 2.000 triliun,” ungkap Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, saat itu. Ditempat yang sama, Staf Khusus Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ir. H. Didi Apriadi, M.Ak, M.H, membenarkan besarnya gagal investasi di Indonesia yang mencenungkan itu. Hal itulah yang harus bisa diantisipasi pemerintah ke depannya, terutama terkait masalah perizinan. Isu ini telah menjadi persoalan klasik, padahal investasi sangat berkaitan dengan pelayanan perizinan. Masalah iklim investasi yang tidak kondusif serta tumpang tindihnya berbagai peraturan, membuat Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM segera melakukan reformasi birokrasi, termasuk dalam hal kemudahan perizinan. “Akibat perizinan tumpeng tindih berdampak langsung pada iklim investasinya yang tidak kondusif. Berbagai macam kebijakan, tumpang tindih dan lain-lain, tentu menyesakan bagi kalangan investor. Ini memang harus menjadi catatan dan refleksi kita bersama-sama Kementerian Investasi yang berkeinginan besar untuk bisa mereformasi,” kata Didi. Terkait prioritas kemudahan investasi dan kepastian terhadap perizinan berusaha, eks tenaga ahli menperindag ini menyebut rencana pemerintah menerapkan sistem fiktif-positif. Melalui system fiktif positif, izin usaha dapat otomatis terbit jika kementerian teknis tidak menerbitkan izin sesuai tenggat waktu yang disepakati. “Dibentuknya sistem fiktif positif ini oleh kementerian dalam rangka ingin memberikan kepastian. Kompetensinya pemerintah ingin mempercepat dan menggenjot angka pertumbuhan investasi. Sederhananya begitu,’’ jelasnya. Didi menyebut, saat ini Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menangani setidaknya 1.700 perizinan yang berkaitan dengan 17 kementerian/lembaga. “Lumayan banyak dan value besar mencapai ribuan triliun yang harus segera diantisipasi secapatnya. Melalui system fiktif positif sebagai Langkah solutif Kementerian Investasi & Hilirisasi tentunya,’’ lanjut Didi.