INDOPOS-Dalam beberapa hari terakhir, komunitas Betawi gempar oleh perseteruan sengit antara JP dan MM. Konflik ini memanas di grup WhatsApp ‘Silaturahmi’ Betawi, di mana MM menuduh JP melakukan “maling teriak maling” setelah adanya dugaan penerimaan uang sekantong kresek” dari mantan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Dugaan Transaksi Mencurigakan: Uang se kantong Kresek dan Janji Pengaturan Kasus, Menurut informasi yang beredar di internal grup, JP disebut menerima uang dalam kantong kresek dari mantan pejabat Pemprov DKI dalam sebuah pertemuan. Uang tersebut diduga terkait dengan janji untuk meredam pemberitaan online, mengatur penggembosan kasus di Kejaksaan, atau bahkan menjadi “investor” dalam proyek tertentu.
MM, yang merasa memiliki tanggung jawab moral, mengingatkan Jalih agar tidak “jumawa” (sombong) atas prestasi yang bukan haknya. Ia juga mempertanyakan integritas JP yang mengaku sedang menginvestigasi korupsi” namun diduga menerima uang dari pihak yang sedang diinvestigasi.
Reaksi Komunitas: David Darmawan Minta Kedua Pihak Bawa Bukti Hukum.
Bang David Darmawan, admin grup WA ‘Silaturahmi Betawi’, menyerukan agar kedua pihak mengendalikan emosi dan menjaga adab. Ia meminta agar semua tuduhan dibuktikan secara legal melalui jalur hukum.
“Kalau sudah ada Laporan Polisi (LP) seperti yang disebut Pengurus YASBI, Panca, silakan dibagikan. Jangan hanya saling fitnah di grup,” tegas David.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang “mancing di air keruh” atau memanfaatkan situasi untuk memeras pejabat/ASN.
Fakta Kasus Korupsi APBD Jakarta 2024
Sementara pertikaian ini berlangsung, kasus korupsi APBD Jakarta 2024 terus bergulir. Beberapa fakta terungkap:
1. Penyimpangan Proyek Infrastruktur: Dugaan mark-up anggaran di sektor transportasi dan sanitasi.
2. Suap Pengadaan Barang: Sejumlah pejabat Pemprov DKI diduga menerima fee dari kontraktor.
3. Penyalahgunaan Dana Hibah: LSM fiktif menerima dana hibah untuk program yang tidak jelas.
Komunitas Betawi, yang selama ini vokal melawan KKN, kini dihadapkan pada pertanyaan: Apakah gerakan ini masih murni, atau sudah disusupi kepentingan terselubung?
—
Pantun Penutup:
“Jalan-jalan ke Ciawi,
Naik delman dari kota,
Kalau mau bersih dari korupsi,
Jangan ada dusta di antara kita.”
—
Catatan Redaksi:
Artikel ini dibuat berdasarkan informasi yang beredar di grup WA Silaturahmi Betawi dan sumber terpercaya. Kami mendorong semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini secara hukum, bukan di medan perang opini.
#BetawiBersih #LawanKKN #JanganMalingTeriakMaling
