• INDOPOSINDOPOS
  • Desember 18, 2024
  • 0 Comments
Polda Kalsel dan Media INDOPOS Sinergi Membangun Negeri

INDOPOS-Kunjungan Redaktur Indopos News Biro Kalimatan Selatan pada hari selasa jam,10.00.Wita ke Kepolisian Daerah ( Polda ) Kalimatan Selatan disambut baik oleh Kabit Humas ( bapak Adam ), dalam Jamuan dan bincang – bincang dengan Kabit Humas, beliau mengatakan apresiasi atas kunjungan dan informasi yang selalu di sajikan oleh Indopos News kepada publik sangat berarti dalam membantu Kepolisian Daerah Kalimatan Selatan mengenai persoalan dan informasi yang kini sedang terjadi di publik sehingga kordinasi ditingkat sektor kepolisian cepat ditangani. Kepolisian Daerah ( Polda ) sangat menjujung tinggi Integritas informasi akurat yang dipublish oleh rekan – rekan media kepada publik dan itu sangat membantu kinerja anggota kami di wilayah ( lapangan ). Beliau meminta agar IndoposNews terus eksis dalam membantu mengupdate Informasi mengenai persoalan – persoalan yang terjadi di Kalimatan Selatan agar publik dapat mengetahui situasi yang kini sedang terjadi di lapangan. Beliau menjelaskan bahwa Kapolda Kalimatan Selatan Bapak. Irjen Rosyanto Yudha Hermawan . S.I.K. SH. MH. sangat mengapresiasi pemberitaan yang disajikan IndoposNews selama ini dalam membantu kinerja Kepolisian Daerah ( Polda ) Kalimatan Selatan di wilayah ( lapangan ) sehingga publik dapat mengetahui persoalan yang sebenar nya terjadi di lapangan wilayah Kalimatan Selatan. Kabit Humas juga menambahkan bahwa sinergitas yang dibangun Polda Kalimatan Selatan dengan awak media tetap terjalin dengan baik dan berkesinambungan agar tercipta nya kedamaian, ketentraman di tengah masyarakat dan informasi yang akurat dapat membantu menciptakan suasana yang kondusif sehingga aktifitas masyarakat berjalan lancar sesuai yang diharapkan bersama stakeholder hingga pembangunan daerah Kalimatan Selatan yang kondusif aman dalam berbagai sektor kehidupan dapat berjalan sesuai dengan keinginan perintah pusat dan daerah dalam membangun bangsa mau pun daerah. Tandas nya. Saberan”SH.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 17, 2024
  • 0 Comments
Proyek Rumah 4 Lantai di Taman Dutamas Diduga Langgar Aturan, Walikota Jakbar Tegaskan Jika Melanggar Bisa Dibongkar!

INDOPOS-Proyek bangunan rumah tinggal di Taman Dutamas, Blok C5 No 18A, Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, diduga menyalahi ketentuan, sehingga terancam dibongkar. Walikota Jakarta Barat (Jakbar) Uus Kuswanto menegaskan, dalam melaksanakan pembangunan, masyarakat harus memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Apabila persyaratan itu tidak lengkap, atau ada pelanggaran, maka akan ada tindakan tegas, mulai dari teguran peringatan, hingga bisa sampai ke pembongkaran. “Persyaratan harus lengkap dan sesuai ketentuan, kalau tidak memenuhi syarat ya bisa ditindak, bahkan bisa dibongkar,” ujar Uus, pada wartawan. Terkait laporan warga tentang adanya bangunan melanggar, akan segera dicek ke lapangan. Berdasarkan aturan, untuk mendirikan bangunan tempat tinggal 4 lantai, harus memenuhi persyaratan ketat, yakni: 1. Tidak merusak lingkungan dengan konsep rumah hijau 2.Memiliki ketentuan terkait luas ruangan, sumur resapan, dan lainnya 3.Menggunakan pondasi dangkal jika tanah yang ada memiliki stabilitas dan ketahanan yang baik 4.Memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 5.Memiliki fotokopi sertifikat tanah 6.Memiliki denah lokasi bangunan 7.Memiliki gambar struktur/konstruksi bangunan 8.Memiliki foto bangunan (tampak depan, samping, belakang) 9.Memiliki surat keterangan membangun dari desa/kelurahan. Berdasarkan investigasi yang dilakukan di lapangan, proyek bangunan rumah tinggal di Taman Dutamas, Blok C5 No 18A, Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, diduga menyalahi sejumlah ketentuan. Ada persyaratan yang tidak dipenuhi, di antaranya, terkait lingkungan dengan konsep rumah hijau. Kemudian, tidak memenuhi ketentuan terkait luas ruangan, sumur resapan, dan lainnya. Bangunan yang masih dalam pengerjaan diduga tidak sesuai IMB. Diduga izin yang dimiliki hanya untuk 3 lantai, akan tetapi fakta bangunan tidak sesuai dengan fisik, yang terlihat 4 lantai. Dari penelusuran, dalam pengerjaan juga mengganggu ketertiban lingkungan, karena menimbulkan kemacetan di ruas jalan, karena digunakan parkir sembarangan. Terkait maraknya bangunan melanggar, Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Barat dan juga Satpol PP didesak tidak menutup mata rapat-rapat terhadap bangunan yang melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Harus segera bertindak tegas dan turun ke lokasi.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 16, 2024
  • 0 Comments
LSM Jakarta Baru Akan Laporkan Proyek Saluran Asal-Asalan di Jl Menteng Kecil

INDOPOS-Proyek saluran air dan trotoar di Jalan Menteng Kecil, Jakarta Pusat, dikerjakan secara asal-asalan, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah. Berdasarkan investigasi LSM Jakarta Baru, proyek tersebut tidak kunjung selesai, padahal saat ini sudah memasuki akhir tahun 2024. “Pelaksana proyek adalah PT Sarana Anugerah Perdana. Kami mendesak Inspektorat Pemprov DKI Jakarta segera melakukan tindakan. Karena melihat proyek yang asal-asalan ini, kami menengarai adanya dugaan kerugian negara,” ujar Ali Husen, Ketua LSM Jakarta Baru, pada awak media, Senin (16/12/2024). Ali juga akan melaporkan proyek tersebut kepada kejaksaan Agung, jika nanti inpektorat tidak segeta mengambil tindakan. “Uang yang digunakan untuk proyek tersebut adalah milik rakyat, jadi jangan sembaragan dan ugal-ugalan dalam mengerjakannya,” tegas Ali. TONTON VIDEO LENGKAP DI INDOPOS TV BERIKUT INI:

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 16, 2024
  • 0 Comments
Kebahagian Emalia, Akademisi dengan 8 Anabul Tersayang

INDOPOS-Hobi mencintai hewan seperti Kucing memang sangat menarik dan menyenangkan. Bahkan, dapat menghilangkan lelah usai beraktifitas kerja. Salah satunya, Emalia, perempuan berusia 56 tahun tapi berjiwa muda ini, merupakan seorang akademisi di salah satu Universitas swasta. Saat berbincang, Emalia telah menganggap delapan kucingnya layaknya keluarga. Bahkan, menyayangi layaknya anak sendiri. “Awal saya suka anabul (anak bulu) kucing kurang lebih 5 tahun lalu, sejak kami mengadopsi kucing pertama jantan kurang lebih umur tiga bulan. Kami beri nama Delgo, “ ujar Emalia, Minggu (15/12/2024). Sebelum mengadopsi Delgo , Emalia sudah pesan kepada anaknya, Malika tidak boleh peliharaan binatang apapun karena tidak ada yang urus. Padahal Malika sudah minta berkali-kali dan janji Malika yang urus. “Ini di karenakan adik-adik saya yang sudah duluan pelihara anabul baik dari adopsi atau anabul yang tiba-tiba datang ke rumah,” terangnya. Akhirnya hatinya luluh juga dengan rayuan Malika. Emalia beri izin untuk adopsi anabul, dengan harga tidak murah dan dengan syarat harus di urus sebaik mungkin. “Kalau sampai anabul tidak terurus kita yang berdosa. Dengan kehadiran Delgo di rumah suasana jadi beda karena ada hiburan makhluk kecil ciptaan Allah SWT yang berusia tiga bulan yang sangat lucu,” ungkapnya. Tiga bulan kemudian ia mengadopsi kucing betina namanya Delmi. Alhandulilah suasana rumah menjadi ramai dengan kehadiran Delmi di rumah. Dengan ada nya anabul ( sepasang kucing ras Regdol ) Delgo dan Delmi terlahirlah beberapa keturunan, yang seharusnya 8 anak kucing sekarang tinggal 6 ekor, karena dua ekor mati pada saat bayi. Alhamdulilah sekarang ada 8 ekor kucing ( 5 jantan dan 3 betina ) cuma sekarang sudah pada besar, rata-rata usia di atas satu tahun. “Pengeluaran biaya untuk ke 8 ekor kucing diakui tidak murah, tapi kami yakin rezeki untuk kedelapan anabul pasti ada, kalau kita memelihara dengan ikhlas dan yakin karena kucing ciptaan makhluk hidup Allah SWT dan juga peliharaan kesayangan Nabi besar kita nabi Muhammmad SAW, “ yakinnya. Sampai saat ini ke 8 ekor kucing kata Emalia, Alhamdulilah sehat-sehat. Masalah repot untuk mengurus delapan ekor kucing pastilah ada, tapi kalau mengurusnya dengan ikhlas pasti yang namanya repot dan kendala hilang sendiri. Karena Emalia berbagi tugas. Kadang ada kekhawatiran besar kalau semua pergi dan menginap semalam saja, kedelapan ekor kucing tidak ada yang mengurus. “Makanya kami selalu bergantian menjaga harus ada orang di rumah meski kami harus pergi bermalam. Kedelapan ekor kucing yang ada di kami kucing rumahan kadang kalau ada orang asing datang mereka ngumpet,” ceritanya. Untuk makan Emalia beri tiga kali sehari ( campur antara makanan kering dan basah merk dewasa ) plus vitamin dan snack, tidak lupa cek ke dokter untuk vaksin dan lainnya “Kami panggil (perawat kucing) ke rumah untuk grooming ( mandi ) dua minggu sekali di hari minggu untuk kedelapan ekor kucing agar tidak ada jamur dan kendala kutu di kuping, “ kata Emalia, menceritakan hobi tentang 8 ekor kucing ( anabul ) belahan jiwanya. Nama-nama ke 8 anabul: Delgo ( jantan/ayah ) Delmi ( betina /ibu ) Delang ( jantan/ anak ) Deluty ( jantan/ anak ) Delowy ( jantan/ anak ) Delju ( jantan/ anak ) Delona ( betina / anak ) Deleza ( betina / anak ) Kesemuahya yang beri nama Malika.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 15, 2024
  • 0 Comments
Kuatkan Struktur Partai, Mercy Pulau Seribu Gelar Konsolidasi dan Evaluasi di DPC, PAC dan Ranting

INDOPOS-Dalam upaya penguatan struktur, partai berlambang Bintang Mercy yaitu Demokrat menggelar konsolidasi dan evaluasi di internal. Minggu (15/12/2024) sore, puluhan pengurus mulai tingkat ranting, PAC dan DPC partai pemilik 9 kursi di DPRD DKI itu dikumpulkan Ketua DPC Pulau Seribu, Neneng Hasanah di Jalan Sukapura, Jakarta Utara.“Konsolidasi dan evaluasi setelah pileg, pilpres dan pilkada 2024 ini dalam upaya penguatan struktur partai menghadapi agenda politik yang akan datang,” ujar politisi yang akrab disapa Bunda itu. Dia mengatakan, dalam konsolidasi dan evaluasi struktur partai tersebut. Anggota DPRD DKI empat periode itu mengungkapkan akan adanya promosi jabatan dari pengurus partainya. ” Promosi itu bisa pada tingkatan anak ranting naik ke PAC. Atau dari pengurus PAC dinaikan ke DPC,”bebernya. Untuk kriteria kader yang akan dipromosikan, anggota Komisi D DPRD DKI itu mengedepankan kader yang memiliki loyalitas terhadap partai selama 5 tahun terakhir. “Untuk kader yang tidak aktif atau vakum. Tentu akan ditanyakan apakah ingin tetap menjadi pengurus atau mundur dari kepengurusan partai” bebernya. Seperti diketahui, jumlah pengurus DPC Demokrat Pulau Seribu, saat ini tercatat 30 orang, PAC 20 orang, Ranting 15 orang dan pengurus anak ranting 10 orang. “Saya harapkan konsolidasi dan evaluasi ini akan memperkuat struktur partai untuk menjelang agenda politik yang akan datang,” ujar Ketua PD DKI Jakarta, Mujiono. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 13, 2024
  • 0 Comments
Polisi Jangan Lamban Tindak Bos Roti Lindayes yang Aniaya Karyawan di Cakung! 

INDOPOS-Mantan karyawan toko roti mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anak pemilik toko berinisial GSH di Toko Roti Lindayes, Jalan Raya Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Kejadian itu viral di media sosial pada Jumat, 13 Desember. Menindaklanjuti video viral yang tersebar di media sosial, petugas kepolisian dari Unit Jatanras Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Cakung, langsung mendatangi lokasi kejadian. “Kami sudah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendalami kasus ini,” kata Kanit Reskrim Polsek Cakung, AKP Kholid Abdi saat dikonfirmasi, Jumat, 13 Desember. Saat ini, kasus penganiayaan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Jatanras Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Cakung. Polisi juga telah mengambil langkah-langkah awal seperti mendatangi TKP, mengambil dokumentasi, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. “Kejadian diduga terjadi pada 17 Oktober 2024 dan dilaporkan sehari setelahnya. Berdasarkan keterangan saksi, korban bernama DAD diduga dianiaya oleh GSH,” ujarnya. Sementara kasusnya masih dalam penyelidikan oleh tim gabungan Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Cakung.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 13, 2024
  • 0 Comments
Eki Pitung : Selamat untuk Mas Pram dan Bang Doel Memimpin Jakarta, Saatnya Budaya Betawi Menjadi Tuan Rumah di Kota Global

INDOPOS-Eki Pitung selaku Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, menyampaikan, politik Pilkada 2024 menunjukan kelasnya. Saatnya para pemenang saling merangkul, bukan memukul. “Kepemimpinan Mas Pram dan Bang Doel mampu memyatukan itu dan menjaga harmonisasi pemerinta pusat dengan Jakarta,” ujar Eki Pitung pada awak media, Jumat (13/12/2024). Eki Pitung mengucapkan selamat menerima Amanah Rakyat Jakarta kepada Mas Pramono dan Bang Doel, dan Selamat bersiap-siap bekerja untuk Jakarta lebih baik dan berkemajuan. Harapan Eki Pitung tak ada sebuah Kekuasaan dilakukan sendiri atau berdua, tapi harus bersama Rakyat bahu membahu dan saling menjaga Persaudaraan dijakarta Ciri Khas Jakarta yang Kebhinekaan dan Majemuk ini penting di kelola dgn Baik melanjutkan dari Gubernur2 Sebelumnya.. “Ciptakan suasana Kondusif jangan ada lagi muncul dikotomi perbedaan sbg yg pernah menjadi lawan..Bangun Jakarta sbg Kota Global yang berbasis Kearifan Lokal yaitu Budaya Betawi Selamat sekali lagi utk mas Pram dan Bang Doel,” tuturnya. “Satukan Betawi yg selama ini menjadi isu yg tak sedap dikalangan Elite Jakarta dan Tokoh2 Betawi,” tutupnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 12, 2024
  • 0 Comments
Pengamat Ungkap, Tudingan Miring Anggota Komisi VII DPR ke TVRI Salah Besar, Berikut Fakta yang Sebenarnya!

INDOPOS-Tudingan miring yang disampaikan anggota DPR RI Komisi VII ke Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin lalu, 02 Desember 2024 salah besar. Terlebih, TVRI tidak mendapatkan kesempatan untuk menjawab secara langsung. Sebab, jawaban harus diberikan tertulis beberapa hari kemudian. Hal ini membuat kesan yang tertangkap publik bahwa tudingan itu benar adanya. Padahal, tudingan-tudingan miring tersebut salah besar karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Demikian ditegaskan Pengamat Kebijakan Publik dari Institute Development of Policy And Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro. Kata pengamat itu, dalam RDP yang membahas program kerja LKBN Antara, TVRI dan RRI Tahun Anggaran 2025 tersebut, anggota Komisi VII DPR-RI tidak melihat fakta yang ada sebenarnya. Khususnya, soal TVRI. “Melihat TVRI, itu harus dari kacamata helikopter. Jangan secara parsial (kecil-kecil), apa yang membuat TVRI seolah susah maju. TVRI dituding mempunyai anggaran besar, tapi program jelek-jelek dan minim penonton,” ucap Riko, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis, 12 Desember 2024. Riko yang hadir di tribun atas saat RDP berlangsung, menerangkan setelah melihat pemaparan TVRI. “Anggaran dari APBN Rp1,5 triliun setahun. Dari komposisi itu, Rp 900 miliar untuk bayar gaji pegawai dan dukungan manajemen. Berapa jumlah pegawainya TVRI? 5.000 orang. Itu bukan maunya TVRI punya pegawai sebanyak itu. Karena, secara teknis, pegawai TVRI adalah pegawai Kominfo yang ditugaskan di TVRI. Mau pecat pegawai agar sampai jumlah ideal? Ya minta Kominfo (sekarang Komdigi yang pecat). Itu bukan kewenangan TVRI,” paparnya. Kemudian, sambung Riko, sisanya Rp 600 miliar untuk membayar operasional, program dan anggaran teknik untuk 3 stasiun (TVRI Nasional, TVRI Sport dan TVRI World ) serta, 32 stasiun penyiaran daerah. “ Untuk anggaran program yang saya lihat hanya 180 miliar setahun. Itu bisa untuk anggaran TV swasta sebulan,” tandasnya. Ada anggata DPR yang mengatakan, gambar TVRI burem seperti banyak semut. “Artinya itu anggota tidak pernah menonton TVRI. Dalam era digital sekarang setelah analog switch off, sudah tidak ada lagi gambar semut. Yang ada sekarang ada gambar bening atau tidak ada gambar sama sekali. Era gambar semut adalah jaman analog,” ucap Riko. Dari pengamatannya, dalam rapat dengar pendapat tersebut, hanya satu poin yang disampaikan anggota DPR Komisi VII, Arizal Tom Liwafa yang mendekati benar yaitu soal aplikasi yang masih ada bug. “TVRI ditegur karena soal aplikasi yang masih ada bug. Tapi, itu, kan, dikarenakan masih belum launching. Jadi wajar belum 100 persen,” katanya. *Tidak Apple to Apple bila Dibandingkan* Ungkap pengamat ini, membandingkan TVRI dengan TV swasta tentu tidak dapat apple to apple. “Mana bisa TVRI bayar artis mahal. Mana bisa TVRI bayar hak siar bola, misalnya. Lalu, TVRI tidak pernah mengacu ke Nielsen. Karena, survei kepemirsaan Nielsen hanya di 11 kota besar. Padahal, jangkauan TVRI sampai ke pelosok. Pemancar digital TVRI ada 200 pemancar. TV swasta paling 15 – 50 pemancar,” sebutnya. Akibatnya, industri media/periklanan tidak ada yang bersedia ke TVRI karena tidak diukur oleh Nielsen, tukas Riko. Ia pun menegaskan, membandingkan TVRI dengan TV swasta itu juga sudah  salah kaprah. “TVRI adalah TV publik. Dia tidak buat sinetron, silet, gibah infotaiment. Adanya adalah program kepublikan yang pasti menurut orang-orang yang biasa nonton sinetron TV swasta dianggap membosankan,” ungkapnya. DPR harus Dorong Penguatan LPP TVRI Ditegaskan pengamat ini, sepatutnya, DPR ikut mendorong penguatan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) seperti TVRI, LKBN Antara dan RRI melalui dorongan kebijakan anggaran maupun kelembagaan. Mengapa demikian? “Karena, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) ini memainkan peran strategis, yakni penguatan nasionalisme dan ketahanan nasional. Peran itu menjadi DNA-nya LPP, mulai RRI, LKBN Antara atau pun TVRI. Pada konteks ini sepatutnya anggota DPR ikut memahami sehingga sadar pola kerja LPP menjadi unik. Ada tugas khusus yang tidak dimiliki lembaga penyiaran swasta lain,” ia berujar. “Ini, kan, di satu sisi TVRI disuruh bersaing secara komersial dengan swasta. Tapi, kakinya diikat karena secara kelembagaan banyak aturan yang membuatnya tidak bisa bergerak secara leluasa,“ urainya. *TVRI Jadi Mitra Pemerintah Daerah* Hal lain yang perlu juga diperhatikan, tukas Riko, adalah keberpihakan pemerintah daerah terhadap LPP. “Sebaiknya LPP TVRI, RRI, LKBN Antara dijadikan mitra pemerintah daerah. Agar, dorongan perannya semakin kuat. TVRI khan memiliki stasiun stasiun daerah di setiap provinsi. Sambil kemudian LPP berupaya bertranformasi sesuai tantangan zaman,” pungkasnya. Sementara itu, Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno saat dikonfirmasi membenarkan semua apa yang diungkapkan pengamat tersebut. Ia menambahkan, tugas utama TVRI adalah memberikan pelayanan informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya. Lebih lanjut, Iman menjelaskan bahwa banyak kalangan sering membandingkan konten TVRI yang dianggap kurang menarik minat masyarakat jika…

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 12, 2024
  • 0 Comments
IPMG Usung Manifesto untuk Mendorong Penyusunan Strategi Terintegrasi Nasional Guna Mempercepat Akses Obat dan Vaksin Inovatif

INDOPOS-Jakarta, 12 Desember 2024 – International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG), yang mewakili perusahaan riset biofarmasi global terkemuka di Indonesia, hari ini mengadakan Forum Diskusi Pemangku Kepentingan untuk pertama kalinya. Acara ini dihadiri lebih dari 200 pemangku kepentingan yang mewakili kelompok pasien, asosiasi medis, institusi publik, akademisi, perusahaan farmasi dan alat kesehatan, dan pemangku kepentingan utama lainnya, untuk membahas peran penting obat dan vaksin inovatif dalam mewujudkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan mentransformasi lanskap kesehatan di Indonesia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin turut hadir dan memberikan sambutan pembukaan dengan pesan yang kuat. “Tujuan kami sangat jelas. Kami ingin menyediakan akses dan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Itu adalah prioritas utama kementerian kesehatan. Saya sadar akses terhadap obat dan vaksin inovatif di Indonesia masih rendah dan perlu diperbaiki. Jadi saya sejalan dengan BPOM untuk bersama mempercepat proses registrasi dan ketersediaan obat dan vaksin baru ke Indonesia.” Visi Transformasi untuk Kesehatan dan Pembangunan Ekonomi Obat dan vaksin inovatif lebih dari sekadar sarana kesehatan tapi juga berperan sebagai katalis untuk kemajuan sosial-ekonomi. Dengan mencegah dan mengobati penyakit, obat dan vaksin inovatif mengurangi beban kesehatan, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan mendorong investasi dalam penelitian dan pengembangan di sektor kesehatan. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen BPOM terhadap tujuan ini. “Dalam hal produk kesehatan seperti obat dan vaksin inovatif, kita memang memiliki banyak pekerjaan rumah salah satunya mempercepat proses registrasi di Indonesia. Selama ini, kita membutuhkan lebih dari 300 hari kerja untuk menyetujui satu produk obat dan vaksin inovatif. Saat ini kami di BPOM berkomitmen untuk mempersingkatnya menjadi 90 hari saja. Hal itu sudah berhasil kami lakukan untuk dua produk anti kanker, dan akan kami lanjutkan untuk produk-produk lainnya.” “Selain itu, kami juga berkomitmen untuk mendukung inovasi dan kolaborasi dengan bekerjasama bersama 53 universitas terkemuka di Indonesia. Karena kami paham bahwa untuk mendapatkan produk obat dan vaksin baru membutuhkan proses yang sangat panjang dari riset dan pengembangan, hingga sertifikasi dan distribusi. Oleh karena itu, kami berharap universitas ini bisa memberikan berbagai ide penelitian baru yang bisa dikembangkan di level industri yang memiliki fasilitas penelitian yang mumpuni sehingga bisa mendukung ekosistem inovasi di bidang kesehatan.” Disamping itu, BPOM juga melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan status pengakuan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai regulator dengan tingkat kematangan level 4 (maturity level 4) pada tahun 2025 dengan memperkuat peran BPOM dalam melindungi kesehatan masyarakat. Komitmen Nyata untuk Perubahan yang Berkelanjutan Wakil Ketua IPMG Evie Yulin, memperkuat komitmen industri untuk terus berkolaborasi. “IPMG berkomitmen untuk bermitra dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Selama lebih dari lima dekade, Perusahaan anggota IPMG telah melakukan beragam kontribusi termasuk transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan kapasitas tenaga kesehatan, penyediaan lapangan kerja, edukasi kesehatan masyarakat, peluncuran program keberlanjutan lingkungan, dan memastikan ketersediaan obat dan vaksin yang diperlukan saat pandemi dan krisis kesehatan lainnya.” Menggerakkan Pemangku Kepentingan melalui Manifesto IPMG Ketua IPMG Dr. Ait-Allah Mejri meluncurkan lima pilar manifesto IPMG yang komprehensif, yakni: Pembentukan Tim Kerja “Strategi Nasional untuk Obat dan Vaksin Inovatif” Peninjauan Kriteria Pengadaan Obat dan Vaksin yang Lebih Efektif secara Biaya. Percepatan Penilaian Teknologi Kesehatan (HTA) Penguatan Kerangka Regulasi (BPOM) Prioritisasi Pembiayaan Kesehatan yang Berkelanjutan (More Money for Health, More Health for Money) ”Manifesto IPMG merupakan visi bersama dalam memperkuat upaya pemerintah untuk strategi farmasi nasional, utamanya dalam mengedepankan inovasi dan memastikan akses bagi seluruh pasien di Indonesia. Untuk itu, dalam forum ini kami mengundang para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menyusun call to action dari manifesto ini.” Manifesto diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan Asia-Pasifik, memperkuat infrastruktur kesehatan, dan menciptakan sistem kesehatan yang transparan, efisien, dan berkelanjutan. Menanggapi manifesto tersebut, Budi Gunadi Sadikin mengatakan: Kementerian Kesehatan akan membentuk Satuan Tugas Nasional untuk percepatan obat dan vaksin inovatif ke Indonesia sejalan dengan pilar pertama manifesto IPMG; Kementerian Kesehatan mengajak industri dalam memastikan keterjangkauan harga dari obat dan vaksin inovatif di Indonesia melalui sistem yang lebih transparan; Kementerian Kesehatan mendukung upaya BPOM dalam percepatan registrasi obat dan vaksin inovatif kedepannya; Kementerian Kesehatan terbuka untuk berkolaborasi dengan IPMG dalam percepatan roadmap HTA di Indonesia; Kementerian Kesehatan bertekad untuk meningkatkan kapabilitas dan kemampuan utama di bidang kesehatan untuk memastikan layanan kesehatan yang lebih baik lagi. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menutup pembukaannya “Usulan 5 pilar manifesto ini merupakan awal baik untuk bersama kita dengan berbagai pihak dalam memastikan percepatan ketersediaan obat dan vaksin inovatif sehingga kita dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat agar tetap sehat karena health is wealth.” Langkah Mewujudkan Kepemimpinan di bidang…