• INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 1, 2025
  • 0 Comments
Kunjungan Delegasi Kazakh National Women’s Teacher Training University ke Universitas Borobudur Perkuat Kolaborasi Internasional

INDOPOS-Jakarta, 1 Oktober 2025 — Universitas Borobudur dengan hangat menerima kunjungan delegasi dari Kazakh National Women’s Teacher Training University dalam sebuah acara resmi yang diselenggarakan di kampus utama Universitas Borobudur, Jakarta. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral di bidang pendidikan antara Indonesia dan Kazakhstan. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Dr. Roma Nova, S.E., M.B.A., selaku Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Borobudur, yang juga bertugas sebagai moderator dalam pertemuan kolaborasi ini. Dalam sambutannya, Dr. Roma menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas kehadiran para delegasi terhormat dari Kazakhstan, antara lain: * Prof. Zhubandykova Akgul, Dekan Fakultas Pendidikan * Jakubayeya Saltanat, Direktur Departemen Kerja Sama Internasional Turut hadir pula mitra dari International Transnational Education Association, yakni Mrs. Cynthia Wu dan Mr. Haekal, serta pimpinan dari Universitas Borobudur yang juga menyambut para tamu dengan penuh antusias. Delegasi Universitas Borobudur yang hadir dalam acara ini antara lain: * Prof. Darwati Susilastuti, M.M., Wakil Rektor I Bidang Akademik * Dr. Syaiful, S.E., M.Si., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan * Prof. Didik Sulistyanto, Senior Advisor * Dr. Pudji Astuty, S.E., M.M., Dekan Fakultas Psikologi * Dr. Roma Nova, S.E., M.B.A., Kepala Kantor Urusan Internasional * Ruth Hutabarat, S.S., M.Pd. dan Fahrul Razi, A.Md.Li. selaku staff Kantor Urusan Internasional Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan dari kedua negara, sebagai simbol penghormatan dan semangat persahabatan. Selanjutnya, para tamu disuguhi tayangan video profil Universitas Borobudur, yang menampilkan pencapaian institusi, termasuk raihan akreditasi “Unggul” dari BAN-PT pada November 2024, yang mengukuhkan posisi universitas ini sebagai kampus berkelas dunia. Dalam sesi sambutan resmi, Prof. Didik Sulistyanto mewakili Rektor Universitas Borobudur menyampaikan harapan besar terhadap kerja sama internasional yang akan dibangun. Sambutan dan pemaparan berikutnya disampaikan oleh Mrs. Jakubayeya Saltanat, mewakili Kazakh National Women’s Teacher Training University, yang juga menekankan pentingnya pertukaran akademik dan kolaborasi riset antara kedua institusi. Sesi dilanjutkan dengan diskusi kolaboratif antara kedua belah pihak, membahas potensi kerja sama di bidang pendidikan, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan program studi bersama. Kedua universitas menunjukkan komitmen kuat untuk menjalin kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan. Acara ditutup dengan pertukaran cinderamata sebagai simbol persahabatan, diikuti dengan foto bersama seluruh delegasi. Melalui kunjungan ini, Universitas Borobudur kembali menunjukkan komitmennya untuk menjalin kerja sama global guna memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif dan berdaya saing internasional. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 1, 2025
  • 0 Comments
Anggota DPR yang Keliru Diluruskan, Pengamat Tegaskan Teknologi TVRI Paling Modern, Pantas Dapat Hak Siar Piala Dunia 2026

INDOPOS-Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) memperoleh hak siar Piala Dunia 2026. Kabar itu disampaikan anggota DPR RI Komisi VII, Hendry Munief. Dia pun menyambut baik kabar LPP TVRI menjadi pemegang hak siar pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026. “Kami ucapkan selamat buat TVRI mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026. Dengan adanya hak siar itu, masyarakat dapat menikmati dengan gratis, serta bisa melaksanakan nonton bareng tanpa dibayangi izin hak siar,” ujar Hendry dalam keterangan tertulisnya seperti yang dikutip dari Antara, Selasa, 30 September 2025. Meski demikian, Hendry melihat pentingnya langkah perbaikan di tubuh TVRI. Ia mengingatkan manajemen TVRI untuk segera berbenah dengan meningkatkan kualitas pemancar, studio, dan teknologi penunjang siaran. “Manajemen harus memperbaiki fasilitas pemancar, studio dan teknologi yang sudah berumur, semakin bagus kualitas pemancar TVRI, semakin puas masyarakat,” cetusnya. Pengamat Meluruskan Pernyataan Anggota DPR yang Keliru Pernyataan terakhir anggota DPR RI Komisi VII, Hendry Munief yang keliru itu ditanggapi pengamat kebijakan publik dari Institute Development of Policy And Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro. “Ada pernyataan beliau yang kurang tepat dan tidak memahami TVRI secara mendalam. Beliau mengatakan, seolah-olah teknologi TVRI tertinggal dari televisi swasta. Padahal, jangan salah, TVRI saat ini sudah dan telah sukses memodernisasi teknologinya. Anda tahu? TVRI di era digitalisasi ini sudah sangat modern teknologinya,” ungkap Riko dalam keterangan resminya, kepada wartawan, Rabu, 01 Oktober 2025. Dikatakan pengamat kebijakan publik yang mengetahui betul seluk-beluk televisi pemerintah itu, pernyataan Hendry mengenai teknologi (TVRI) yang sudah berumur tidak tepat. “Pernyataan anggota DPR itu kurang tepat. Harusnya, beliau duduk di Komisi VII yang bermitra dengan TVRI sebetulnya harus lebih paham dan mafhum dengan manajemen dan perkembangan LPP TVRI terkini. Mengingat, LPP memainkan peran strategis, yakni penguatan nasionalisme dan ketahanan nasional. Kalau dikatakan teknologi TVRI berumur, itu sangat tidak tepat. Saya melihat, dalam konteks kekinian, teknologi TVRI tidak kalah dengan swasta. Anda tahu? Studio Auditorium TVRI itu merupakan salah satu yang paling modern di antara studio TV lainnya, lho. Coba cek saja kalau tidak percaya,” paparnya. Malahan, ditandaskan Riko, LPP TVRI ini merupakan stasiun televisi perdana dan yang paling awal bermigrasi dari analog ke digital. TVRI migrasi dari analog ke digital tepatnya, pada tanggal 02 November 2022. Itu sesuai yang diamanatkan UU Ciptakerja. “Sedangkan, televisi swasta baru belakangan. Sekitar setahun setelah TVRI,” sebutnya. Riko yang merupakan pengamat kebijakan publik yang sangat cermat itu pun menyatakan, keunggulan TVRI lainnya saat ini. “Sekarang ini, TVRI memiliki jumlah pemancar yang lebih banyak daripada televisi swasta. Dan, kalau kita perhatikan lebih jauh secara real, (TVRI) mempunyai coverage (cakupan) penyiaran sampai pelosok negeri di seluruh Indonesia. Bahkan, sepanjang pengamatan saya, banyak para stasiun televisi swasta itu menyewa alat mux pemancar dari TVRI. Kalau tidak, siaran mereka tidak bisa lebih luas,” terang Riko. Infrastruktur TVRI Lebih Unggul daripada yang Lain Dari segi infrastruktur, ungkap Riko, TVRI lebih unggul. “Kalau kita perhatikan mendalam, dari segi infrastruktur, LPP TVRI bahkan lebih unggul, lho. Memang, TVRI ini lemah di sisi anggaran program. Mengapa? Karena, TVRI tidak diperbolehkan menarik iklan dari luar. Ya wajar untuk program, ia masih kalah dengan swasta,” tukasnya. Nah, dilihat dari semua sisi itu, wajar dan sangat layak, TVRI mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026. Terkait hal ini, Hendry mengungkap, Komisi VII DPR telah menyetujui tambahan anggaran guna memperkuat layanan TVRI. Hendry optimistis TVRI akan sukses menayangkan Piala Dunia 2026 dengan kualitas yang baik, tidak hanya memuaskan penonton. Tetapi, juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 1, 2025
  • 0 Comments
DPRD DKI Makin Ugal-ugalan! Pansus Parkir dan Raperda Rokok Diduga Jadi Ajang Permainan Oknum Dewan

INDOPOS-Jakarta – Ketua LSM Jakarta Baru, Ali Husen, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja DPRD DKI Jakarta, khususnya terkait Panitia Khusus (Pansus) Parkir yang kini tengah bekerja membahas regulasi pengelolaan parkir di Ibu Kota. Menurut Ali, Pansus tersebut tidak murni bekerja untuk kepentingan rakyat, melainkan mulai tercium aroma permainan dan pemerasan oleh sejumlah oknum anggota dewan. “Pansus parkir jangan sampai berubah menjadi pansus permainan pemerasan. Ini bukan untuk rakyat, tapi jadi bancakan oknum DPRD. Mereka semakin ugal-ugalan dalam menjalankan fungsi legislatif,” tegas Ali Husen di Jakarta, Rabu (1/10/2025). Tambah Daftar Panjang Permainan di DPRD DKI Ali mengungkapkan, dugaan permainan dalam Pansus Parkir ini menambah catatan buruk DPRD DKI, setelah sebelumnya publik dikejutkan dengan isu permainan dalam pembahasan Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). “Kasus Raperda KTR rokok baru saja meredup, sekarang muncul lagi aroma permainan di pansus parkir. Seolah DPRD ini tidak pernah kapok, selalu mencari celah untuk mengeruk keuntungan,” ujarnya. Warning Keras ke DPRD Ali menegaskan bahwa DPRD seharusnya bekerja untuk kepentingan warga Jakarta dan dunia usaha, bukan untuk menekan atau memeras. “Dewan jangan menyusahkan rakyat. Jangan korupsi, jangan memeras, dan jangan menjadikan pansus sebagai arena jual beli pasal,” katanya dengan nada keras. Ia juga mendesak pimpinan partai politik untuk mengawasi ketat kadernya di DPRD. “Kalau partai diam saja, berarti ada pembiaran. Pimpinan partai jangan hanya bicara moral politik di luar, tapi kadernya di DPRD dibiarkan jadi pemain. Ini mencederai demokrasi dan merusak kepercayaan publik,” tegasnya. Minta Aparat Turun Tangan Ali Husen mendesak agar aparat penegak hukum ikut turun tangan mengawasi proses pansus ini. “Kalau benar ada permainan, harus dibongkar. Jangan biarkan DPRD seenaknya mempermainkan regulasi untuk kepentingan pribadi,” ujarnya. Ia menegaskan, DPRD adalah lembaga yang mendapat mandat rakyat, bukan tempat transaksi kotor. “Kalau terus begini, DPRD DKI hanya akan jadi simbol rusaknya moral politik di Jakarta,” tutup Ali dengan nada lantang.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 1, 2025
  • 0 Comments
Prabowo Murka: Direksi BUMN Rugi Masih Kebagian Bonus, Brengsek Banget!

INDOPOS-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan kekesalannya kepada manajemen perusahaan pelat merah yang masih membagikan bonus kepada jajaran direksi dan komisaris meski dalam kondisi perusahaan yang merugi. Dirinya juga mengaku siap meminta penegak hukum untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Prabowo menyebut dirinya telah memerintahkan manajemen Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danatara) untuk membersihkan manajemen BUMN, yang dianggap masih ada yang belum bekerja dengan benar. “Kadang-kadang (direksi-komisaris BUMN) nekat-nekat mereka itu, diberi kepercayaan negara dia kira itu perusahaan nenek moyang. Perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri, brengsek banget ini,” tegas Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional ke-6 PKS, Jakarta, Senin (29/9/2025). Lebih lanjut dirinya ingin memerintahkan penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi, untuk membantu menyelesaikan permasalahan di BUMN. Meski demikian Prabowo menyebut akan memberikan kesempatan terlebih dahulu bagi Danatara untuk melakukan bersih-bersih di BUMN dalam dua hingga empat tahun ke depan. Dirinya juga meminta, pihak Danantara untuk fokus mengelola aset BUMN. Prabowo meyakini perusahaan dengan bisnis bagus dapat mendapatkan return keuntungan 10% dari total aset. “Jadi dari US$ 1000 miliar (aset Danantara), harusnya Negara dapat (keuntungan) US$ 100 miliar tiap tahun,” jelas Prabowo.