• INDOPOSINDOPOS
  • Desember 9, 2025
  • 0 Comments
“Salah Arah” Jadi Lagu Terbaru KITANA, Suara Patah Hati untuk Mereka yang Salah Waktu Mencintai

INDOPOS-JAKARTA – Band pop alternatif KITANA kembali menyapa para penikmat musik dengan karya terbaru berjudul Salah Arah, lagu yang mengisahkan tentang cinta yang indah namun hadir di waktu yang salah. Lagu ini menjadi curahan hati bagi siapa pun yang pernah mencintai tanpa bisa memiliki. Berbekal aransemen pop alternatif yang hangat dan lirik menyentuh, Salah Arah menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang berjuang melepaskan cinta tanpa kepastian. Lagu ini telah resmi dirilis pada 15 November 2025 di seluruh platform musik digital. Menurut Khaka, manajer sekaligus pendiri KITANA yang juga menjadi penulis lagu, Salah Arah lahir dari pengalaman nyata tentang perasaan yang tersesat di antara cinta dan realita. Ia mengaku menulis liriknya dengan penuh perenungan dan kejujuran. “Kadang cinta itu bukan soal siapa yang paling tulus, tapi siapa yang paling tepat waktunya,” ungkap Khaka. “Salah Arah adalah tentang mencintai seseorang yang seharusnya tidak kita kejar, tapi sulit kita lepaskan.” KITANA sendiri digawangi oleh tiga personel utama: Yamo sebagai vokalis, Khaka di posisi gitar sekaligus produser, dan Kiki sebagai pengisi instrumen tambahan. Band ini berdiri enam tahun lalu dan dikenal dengan warna musik pop alternatif yang jujur dan emosional. Sebelum Salah Arah, KITANA sempat menarik perhatian publik lewat single perdana mereka Hanyalah Dirimu, lagu sederhana namun sarat makna tentang cinta tulus yang membuat seseorang percaya bahwa satu nama saja cukup untuk melengkapi hidup. Jika Hanyalah Dirimu menghadirkan nuansa lembut dan penuh harapan, Salah Arah justru menjadi titik balik perjalanan musikal mereka — menghadirkan sisi kelam cinta yang tak sampai. Melodi melankolis dan sentuhan gitar akustik memperkuat pesan emosional di dalamnya. Yamo, sang vokalis yang juga dikenal sebagai figur populer di TikTok, membawakan lagu ini dengan karakter suara yang dalam dan penuh perasaan. “Lagu ini berat buat saya karena liriknya terasa sangat nyata,” kata Yamo. Sementara itu, Kiki, mantan personel The Salemba Band yang ikut terlibat dalam produksi bass, memberikan warna baru dalam dinamika musik KITANA. Kolaborasi ini menghasilkan komposisi yang seimbang antara kekuatan emosi dan keindahan aransemen. Video klip Salah Arah turut menjadi sorotan dengan visual sinematik dan simbolisme kuat. Sutradaranya menampilkan perjalanan seseorang yang berjuang memahami kehilangan, dengan adegan-adegan puitis yang menggambarkan kebingungan hati. Khaka menjelaskan bahwa konsep visual video klip ini terinspirasi dari perjalanan emosional banyak orang yang tersesat dalam cinta. “Kami ingin video ini terasa seperti cermin bagi siapa pun yang menonton,” ujarnya. Band yang bernaung di label independen ini menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan karya yang autentik dan dekat dengan realitas perasaan manusia. Musik bagi mereka bukan sekadar hiburan, melainkan cara untuk menyembuhkan luka batin. “Kalau dulu kami bernyanyi untuk seseorang yang kami yakini,” lanjut Khaka, “sekarang kami bernyanyi untuk seseorang yang akhirnya harus kami relakan.” Perjalanan musikal KITANA terasa seperti catatan harian tentang cinta — dari hangatnya harapan hingga pahitnya perpisahan. Dari Hanyalah Dirimu ke Salah Arah, mereka menegaskan bahwa cinta bukan hanya soal bertemu, tapi juga keberanian untuk mengaku kalah pada waktu. Lagu Salah Arah telah tersedia di Spotify, Apple Music, Joox, dan YouTube Music mulai 15 November 2025. Video klip resminya juga akan tayang di kanal YouTube KITANA Official. Melalui lagu ini, KITANA berharap pendengar dapat menemukan refleksi diri, bahkan di tengah patah hati yang tak terucap. Sebab setiap cinta, betapapun singkat, pasti meninggalkan pelajaran tentang arah pulang yang sesungguhnya. Band ini juga berencana merilis mini album dalam waktu dekat, melanjutkan tema perjalanan cinta dan kehilangan yang menjadi benang merah karya-karya mereka. Dengan karakter khasnya, KITANA sekali lagi menunjukkan bahwa musik terbaik selalu lahir dari kejujuran hati. Dan kali ini, mereka bernyanyi bukan untuk dimiliki, tapi untuk dikenang.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 9, 2025
  • 0 Comments
Dikenal Doyan Dugem! Jejak Anggota DPR Endipat Wijaya yang Sindir Donasi Rp10 Miliar

INDOPOS-Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya ramai disentil publik usai menyinggung warga yang datang ke wilayah bencana Sumatra tetapi merasa yang paling bekerja dan menyumbangkan donasi Rp10 miliar untuk korban banjir dan longsor Sumatra. Sejumlah netizen yang yang mengaku mengenal latar belakang yang bersangkutan, menyebut, bahwa politisi muda ini senang dugem. “Politisi minim akhlak, senang dugem, pantas nyinyir orang yang niat baik nyumbang bencana. Prabowo harus tegas dan pecat kader seperti ini, bisa merusak bama baik partai dan presiden,” ujar salah satu netizen di laman X. Mengutip dari laman resmi Fraksi Gerindra, politikus kelahiran Bengkulu tahun 1984 itu merupakan lulusan Teknik Metalurgi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan melanjutkan pendidikannya di Swiss German University dengan jurusan Manajemen. Endipat merupakan anggota DPR RI periode 2024-2029 dari daerah pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau. Awal karirnya dimulai dari menjadi teknisi di Double A Group selama satu tahun. Setelah itu sempat pindah ke Kalimantan Timur dan bergabung dengan PT Kaltim Prima Coal. Di tahun 2011, Ia terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Gerindra. Nama Endipat menjadi sorotan ketika membandingkan bantuan pemerintah yang ia klaim triliunan rupiah dengan donasi warga yang hanya Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatra saat Rapat Kerja Komisi I dengan Menteri Komdigi Meutya Hafid di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/12). “Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal. Ada orang baru datang, baru bikin satu posko ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah udah bikin ratusan posko di sana,” ujar Endipat. Ia mengharapkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mampu menggencarkan informasi kerja pemerintah. Dirinya juga menyinggung bantuan ke korban bencana yang diberikan pemerintah yang nilainya berjumlah triliunan. “Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara udah triliunan ke Aceh itu. Jadi yang kayak gitu mohon dijadikan perhatian sehingga ke depan tidak ada lagi informasi seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana. Padahal negara sudah hadir sejak awal di dalam penanggulangan bencana,” tambahnya. Selanjutnya, Endipat menyoroti kinerja Kementerian Kehutanan yang telah melakukan reboisasi dalam skala besar. Namun ia menyebut hal tersebut kurang terpublikasi sehingga Kemenhut terus menerima kritik. “Sebagai contoh kami misalnya mendengar sebenarnya Kementerian Kehutanan itu sudah melakukan evaluasi dan gerakan menanam pohon secara besar-besaran, tetapi itu kan tidak pernah sampai ke telinga teman-teman sampai ke orang bawah selalu saja Kemenhut itu dikuliti dan dimacam-macamin lah, Bu, padahal mereka sudah melakukan banyak hal,” Endipat mengatakan kinerja pemerintah perlu secara masif diinformasikan ke publik dan berharap Komdigi lebih aktif dan sensitif supaya informasi yang disampaikan bisa viral seperti konten di media sosial. “Jadi kami mohon, Ibu, fokus nanti ke depan Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi-informasi itu sehingga nggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatera dan lain-lain itu, Bu,” sambungnya.  

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 9, 2025
  • 0 Comments
Bareskrim Ungkap Peretasan Rp 200 M, Bank Ini Dianggap Paling Tidak Aman di Indonedia?

INDOPOS-Sistem keamanan Bank Jakarta atau yang dulunya dikenal sebagai Bank DKI tengah menuai sorotan. Hal ini buntut dari kasus peretasan yang mengakibatkan terjadinya transaksi anomali lebih dari Rp 200 miliar. Bahkan, ada anggapan, Bank Jakarta, adalah bank yang paling tidak aman di Indonesia, sehingga berpotensi ditinggalkan para nasabahnya. DIREKTUR Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Himawan Bayu Aji mengkonfirmasi dugaan peretasan sistem pembayaran Bank Jakarta atau yang dulunya dikenal sebagai Bank DKI. Serangan yang terjadi pada akhir Maret 2025 itu mengakibatkan terjadinya transaksi anomali lebih dari Rp 200 miliar. Himawan mengatakan dalam kasus ini polisi telah menetapkan enam orang tersangka. “Iya, (tersangka) sudah ada yang diproses, ada yang dilakukan penyidikan,” ujar Himawan saat ditemui di Gedung Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa, 4 November 2025. Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca Himawan tidak menututup peluang bertambahnya tersangka lain dalam kasus ini. Menurut dia, polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengembangkan kasus ini. “Masih kami dalami untuk proses selanjutnya,” kata dia. Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, enam tersangka atas kasus peretasan pada Bank Jakarta itu ditangkap di dua lokasi berbeda. Tiga tersangka ditangkap di Bandung, Jawa Barat. Mereka adalah Rani Andriani, Erni Hidayat, dan Dudi Mangkudilaga. Sedangkan tiga tersangka lain ditangkap di Medan, Sumatera Utara. Mereka adalah M. Benny Ardiansyah, Zulfikar, dan Syafruddin. Tersangka Zulfikar, Syafruddin, Rani Andriani, dan Erni Hidayat berperan sebagai pembuat sarana perintah transfer dana. Mereka masing-masing membuat sejumlah rekening penampung dengan mengatasnamakan sebuah perseroan sekaligus membuat akun mobile banking dari rekening-rekening itu. Selain itu, keempatnya membuat akun kripto untuk memindahkan dana hasil pembobolan yang telah ditransfer ke rekening penampung. Sedangkan dua tersangka lain, yakni M. Benny Ardiansyah dan Dudi Mangkudilaga, diduga berperan membuat rekening yang digunakan untuk menampung dana hasil pembobolan. Sementara itu, aktor utama dalam kasus peretasan dan pembobolan kasus ini belum berhasil ditangkap oleh polisi. Keenam tersangka dikenai pasal berlapis, yakni Pasal 46 juncto Pasal 30 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan/atau Pasal 48 juncto Pasal 32 UU ITE, Pasal 51 ayat 91 juncto Pasal 35 UU ITE, dan/atau Pasal 80 ayat (2) dan Pasal 82 Undang-Undang tentang Transfer Dana, dan/atau Pasal 4, 5, dan 10 Undang-Undang tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dan/atau Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Adapun bank badan usaha milik daerah (BUMD) Jakarta itu diduga mengalami peretasan lebih dari sekali sejak 2024. Peretasan terakhir terjadi pada 29 Maret 2025. Saat itu, peretas menyerang sistem pembayaran Bank Jakarta melalui BI Fast. Serangan tersebut mengakibatkan terjadinya transaksi anomali pada giro Bank Jakarta di Bank Negara Indonesia (BNI) yang digunakan sebagai rekening settlement layanan BI Fast. Bagian pengawasan Bank DKI menyadari adanya penurunan saldo BI Fast secara drastis pada pukul 11.00 hingga 11.20 WIB. Atas kejadian itu, pada pukul 11.36 mereka mengaktifkan panic button secara keseluruhan agar dana tidak keluar. Panic button di firewall aktif pada 11.44 WIB. Mereka menyadari penurunan saldo itu diketahui tidak berdasarkan pada perintah Bank DKI karena tidak ada log sistem dan pendebitan pada core banking mereka. Namun pihak Artajasa selaku penyedia infrastruktur BI Fast menginformasikan adanya perintah kredit transfer dari Bank DKI. Transaksi anomali itu terjadi sebanyak 807 kali dengan total nilai transaksi Rp 227,1 miliar. Namun transaksi yang tercatat di core banking Bank Jakarta sebesar Rp 18,721 miliar. Nilai ini juga berbeda dengan log sistem yang mencatat settlement transfer sebesar Rp 245,8 miliar. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana sebelumnya mengatakan lembaganya telah memonitor kasus ini. PPAT juga telah membekukan seluruh rekening yang digunakan para pelaku untuk menampung uang hasil peratasan pada Bank Jakarta. “Iya, kami sudah bekukan semua rekening terkait sejak awal,” ujar Ivan saat dimintai konfirmasi Tempo pada Rabu, 15 Oktober 2025. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 7, 2025
  • 0 Comments
Kasatpel Dishub Tanjung Priok Dampingi Kasudin dalam Apel Gabungan Amankan Lalu Lintas Kegiatan Tabligh Akbar di JIS

INDOPOS-JAKARTA UTARA — Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Utara melaksanakan apel gabungan dalam rangka pengaturan dan pengendalian lalu lintas pada kegiatan Tabligh Akbar yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (7/12/2025). Apel dipusatkan di titik 10.2, JIS Kolong RAM Barat, sebagai salah satu lokasi strategis pengendalian arus kendaraan. Kasatpel Perhubungan Kecamatan Tanjung Priok Ahmad, hadir langsung mendampingi Kepala Seksi Operasional Sudinhub Jakarta Utara dalam pelaksanaan apel tersebut. Keduanya melakukan pengecekan personel serta memastikan kesiapan seluruh petugas Dishub yang diterjunkan untuk mengatur pergerakan kendaraan di sekitar kawasan stadion. “Kami memastikan seluruh personel siap di titik-titik pengaturan yang sudah ditetapkan. Kegiatan ini membutuhkan koordinasi yang baik untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, mengingat jumlah jemaah yang hadir cukup besar,” ujar Kasi Operasional Sudinhub Jakarta Utara di sela-sela kegiatan. Petugas Dishub ditempatkan di sejumlah simpang, akses masuk-keluar JIS, serta area parkir untuk melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Langkah ini dilakukan untuk mengurai potensi kemacetan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Kasatpel Perhubungan Kecamatan Tanjung Priok menambahkan bahwa pemantauan langsung diperlukan guna memastikan setiap personel menjalankan tugas sesuai SOP. “Kami ingin memastikan seluruh rangkaian acara dapat berlangsung tertib, terutama dalam aspek mobilitas,” ujarnya. Secara keseluruhan, kegiatan pengamanan lalu lintas berjalan tertib dan lancar hingga acara berakhir. Sudinhub Jakarta Utara menyatakan akan terus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pengaturan kegiatan berskala besar di wilayahnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 6, 2025
  • 0 Comments
Kasatpel Dishub Tanjung Priok Ahmad Gencar Jalankan Kegiatan Pengendalian Lalu Lintas dan Penataan Parkir

INDOPOS-JAKARTA UTARA— Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Dinas Perhubungan Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahmad, terus melaksanakan berbagai kegiatan operasional dan program kerja untuk meningkatkan ketertiban lalu lintas dan penataan parkir di wilayahnya. Salah satu kegiatan yang dilakukan ialah pengangkutan jaring terhadap kendaraan roda dua (KR) yang parkir tidak pada tempatnya di kawasan 102 Sunter Mall. Penertiban dilakukan bersama jajaran Lintas Jaya Sudinhub Jakarta Utara sebagai upaya menjaga ketertiban ruang jalan dan mengurangi potensi kemacetan. KLIK VIDEO DI BAWAH UNTUK MELIHAT BERBAGAI KEGIATAN KASATPEL DISHUB TANJUNG PRIOK :  Selain itu, Kasatpelhub Tanjung Priok juga ikut dalam giat Lintas Jaya bersama TNI–Polri dan jajaran Dishub Jakarta Utara, yang dipimpin oleh penyidik Ahmad Afriyanto. Kegiatan terpadu ini bertujuan memperkuat koordinasi antarlembaga dalam pengawasan dan pengendalian lalu lintas di kawasan strategis. Dalam rangka persiapan acara Tabligh Akbar yang akan digelar pada Minggu, 7 Desember 2025, Kasatpelhub Tanjung Priok turut mendampingi Kasiop Jakarta Utara melakukan pengecekan di kawasan 102 JIS. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi, rekayasa lalu lintas, serta kelancaran akses menuju area kegiatan. Menindaklanjuti Aduan Masyarakat Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Utara melalui Satpelhub Kecamatan Tanjung Priok juga melakukan tindakan cepat dalam menindaklanjuti aduan masyarakat melalui aplikasi CRM terkait parkir sembarangan di kawasan Helix Padel. Jumat, 5 Desember 2025, petugas melakukan pemantauan langsung di lokasi: 10.2 Padel Helix 08.15 WIB : kondisi sejuk 08.19 WIB : situasi ramai namun lancar Petugas kemudian melakukan OCP (Operasi Cabut Pentil) terhadap kendaraan yang parkir tidak sesuai aturan di titik aduan tersebut. Kegiatan ini melibatkan anggota Satpel Tanjung Priok dan personel Priok 01. Melalui rangkaian kegiatan ini, Dishub Jakarta Utara menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, sekaligus merespons cepat setiap laporan yang masuk. Dishub Tanjung Priok Intensif Tertibkan Parkir Liar dan Kendaraan yang Mengganggu Akses Jalan Satuan Pelaksana Dinas Perhubungan Kecamatan Tanjung Priok terus menggelar serangkaian kegiatan penertiban parkir liar serta pengawasan lalu lintas di berbagai titik rawan yang ada di wilayah Jakarta Utara. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga keteraturan ruang jalan, meningkatkan keamanan pengguna jalan, serta merespons berbagai laporan masyarakat. Penertiban Parkir Liar di Kawasan Danau Sunter Utara Pada 13 November 2025, petugas Dishub melakukan penindakan terhadap kendaraan yang parkir tidak sesuai aturan di kawasan Jl. Danau Sunter Utara No. 3. Dalam foto terlihat: Petugas Dishub mengawasi proses pengangkutan kendaraan oleh mobil derek. Situasi lalu lintas di lokasi tampak padat dengan kendaraan melintas. Kendaraan yang melanggar diarahkan untuk diderek dari bahu jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Langkah ini diambil untuk mencegah kemacetan yang sering muncul akibat kendaraan yang berhenti pada area terlarang. Operasi Tertib Kanalisasi dan Keselamatan Sekolah di Jalan Bugis Pada 25 Juni 2025, Dishub juga menggelar penertiban parkir liar di sekitar Jalan Bugis 1 yang menjadi kawasan Zona Selamat Sekolah. Dari dokumentasi terlihat: Petugas Dishub mengarahkan kendaraan dan memeriksa titik parkir yang memicu penyempitan ruang jalan. Proses Operasi Cabut Pentil (OCP) dilakukan kepada kendaraan yang tetap parkir di area terlarang, dengan petugas menunjukkan pentil kendaraan yang telah dicabut sebagai bukti tindakan. Penindakan di area sekolah dilakukan untuk memastikan anak–anak tetap aman ketika melintas dan menghindari risiko kecelakaan. Penertiban Kendaraan di Kawasan Industri Enggano Pada 22 Oktober 2025, petugas Dishub bersama unsur keamanan melakukan penderekan kendaraan di Jalan Enggano No. 70, Tanjung Priok. Dalam gambar tampak: Sebuah mobil merah yang melanggar aturan parkir sedang diangkat oleh mobil derek. Petugas Dishub dan aparat lain tampak memastikan proses penderekan berlangsung aman. Kawasan ini dikenal sebagai jalur padat kendaraan barang dan aktivitas bongkar muat, sehingga tindakan tegas diperlukan untuk mengurangi hambatan arus lalu lintas. Komitmen Dishub Tanjung Priok Melalui berbagai kegiatan yang terdokumentasi ini, Satuan Pelaksana Dishub Tanjung Priok kembali menegaskan komitmennya untuk: Menindaklanjuti aduan masyarakat dengan cepat. Menjaga ketertiban lalu lintas di berbagai titik strategis. Meningkatkan keamanan jalan melalui penertiban parkir liar dan pengawasan berkala. Mendukung terciptanya Jakarta Utara yang lebih tertib dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 6, 2025
  • 0 Comments
KAUMY Jakarta Mantapkan Kompas Organisasi dalam Raker & Camp 2025 di Bogor

INDOPOS-BOGOR — Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) Pengda Daerah Khusus Jakarta menggelar Rapat Kerja Meeting & Camp pada 5–6 Desember 2025 di Puncak, Bogor. Agenda ini menjadi momentum konsolidasi dan penyusunan arah strategis gerak organisasi untuk periode 2025–2029, sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan alumni dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Dalam suasana kabut pegunungan yang menenangkan, para alumni berkumpul layaknya bahtera yang memastikan kompas sebelum berlayar lebih jauh. Visi besar organisasi kembali dipertegas — KAUMY bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi ruang sinergi dan kontribusi yang harus berdampak bagi masyarakat dan bangsa. Ketua Umum KAUMY DK Jakarta Wahyu Sandhya menegaskan pentingnya membangun kultur kolaborasi agar organisasi hadir tidak hanya sebagai identitas alumni, melainkan sebagai motor perubahan. > “KAUMY adalah rumah kita bersama. Yang perlu kita tumbuhkan adalah ruang komunikasi dan kolaborasi agar bahtera ini bergerak ke pentas nasional dan menjadi katalisator peradaban,” ungkap Sandhya. Sekjen KAUMY Bara Pattyradja menambahkan perlunya terobosan dan pola pikir progresif dalam merancang program kerja. > “Kita harus out of the box. Bukan hanya berkumpul, tapi bergerak konkret agar gaung KAUMY menjadi dampak,” ujarnya. Raker ini juga mendapatkan arahan langsung dari Lalu Muhammad Iqbal, Gubernur NTB sekaligus pembina KAUMY DK Jakarta, yang hadir secara virtual dan menyampaikan pandangan strategis mengenai roadmap organisasi. Dalam kesempatan tersebut, Iqbal juga merekomendasikan nama calon Ketua PP KAUMY yang akan diusung KAUMY Jakarta pada Munas mendatang, menandai bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ruang penetapan haluan organisasi. Para mantan ketua KAUMY DK Jakarta, Hani Adhani (2015–2018) dan Nukman Iskandar (2018–2025), turut hadir memberikan dukungan dan pesan keberlanjutan gerak organisasi. Kehadiran mereka mempertegas kesinambungan estafet kepemimpinan dan pentingnya merawat jejaring lintas generasi. Pada penutup agenda, peserta merumuskan sejumlah garis besar arah program kerja — meliputi penguatan internal alumni, pengembangan jaringan strategis, kontribusi sosial, hingga positioning KAUMY dalam isu-isu kebangsaan. Raker & Camp 2025 menjadi tonggak baru perjalanan bahtera KAUMY Jakarta. Dengan kompas yang kini lebih tegas, organisasi siap mendayung bersama, menjaga irama gerak dan memperluas kebermanfaatan. KAUMY Jakarta — Bersinergi, Bergerak, Berdampak

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 4, 2025
  • 0 Comments
Ketum MPG Soroti Menteri yang Suka Curhat di Media: “Kalau Tak Mampu Bekerja, Lebih Baik Mundur”

INDOPOS-Jakarta — Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran (MPG), Jimmy S, melontarkan kritik keras terhadap sejumlah menteri yang dinilai terlalu sering curhat di media massa ketimbang fokus menjalankan tugas kenegaraan. Menurutnya, para pejabat tersebut masuk dalam kabinet Prabowo–Gibran dengan tanggung jawab besar dan penghasilan tinggi, sehingga tidak semestinya tampil di ruang publik hanya untuk mengeluh. Jimmy menegaskan bahwa tugas utama para menteri adalah membantu presiden dan wakil presiden menyelesaikan persoalan rakyat, bukan menyampaikan keluhan pribadi. “Kalau memang tidak sanggup menjalankan tugas dari Presiden Prabowo, lebih baik menteri yang suka curhat ini mundur saja. Serahkan kepada yang lebih mampu dan kredibel,” tegasnya. Ia menilai sikap sejumlah menteri yang gemar mengeluh sangat bertolak belakang dengan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menurutnya selalu optimistis serta tidak pernah menunjukkan keluhan di depan publik. “Presiden Prabowo dan Wapres Gibran saja selalu optimis dan tidak pernah mengeluh. Lalu mengapa justru para menteri yang membantunya malah curhat?” tambah Jimmy. Lebih lanjut, Jimmy meminta Menteri Sekretaris Kabinet untuk bergerak cepat mengidentifikasi menteri-menteri yang dinilai tidak mampu bekerja maksimal dan lebih memilih curhat kepada media. Ia mendorong agar laporan tersebut segera ditindaklanjuti. “Kalau perlu diganti saja. Rakyat butuh menteri yang bisa kerja, bukan menteri yang suka curhat,” ujarnya. Jimmy menekankan bahwa masyarakat menantikan kerja nyata, kinerja yang terukur, dan hasil yang dapat dirasakan secara langsung, bukan drama atau keluhan dari pejabat negara. “Rakyat tidak butuh curhatan. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata dan hasil nyata,” tutupnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 4, 2025
  • 0 Comments
TVRI di Usia 63 Tahun Makin Keren: Tetap Bertransformasi dan Sejalan dengan RPJMN 2025–2029

INDOPOS-Usianya boleh 63 tahun, tapi Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) ini sangat keren. TVRI meski tidak lagi muda usianya, kini masih terus memoles dan meningkatkan sumber daya dan infrastrukturnya. TVRI tidak henti-hentinya berinovasi dan meningkatkan sumber daya yang dipunyai selama ini. Ini menjadi suatu hal yang sangat patut diapresiasi. Mengapa demikian? Karena, hal tersebut sejalan dengan Prioritas Nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN) 2025-2029. Hal itu diungkapkan pengamat kebijakan publik, Abdul Hamim Jauzie. “Sumber daya dan infrastruktur TVRI sepertinya terus ditingkatkan meski usianya 63 tahun. Ini patut diapresiasi. TVRI telah menjadi televisi pemersatu bangsa yang program siarannya melayani masyarakat di seluruh pelosok negeri,” kata Hamim. Dalam keterangan tertulisnya, kepada wartawan, Kamis, 04 Desember 2025, ia mengatakan, upaya TVRI terus meningkatkan sumber daya dan infrastruktur penyiaran itu sudah sangat tepat dan sejalan dengan Prioritas Nasional RPJMN 2025–2029. Tandas pengamat ini, Prioritas Nasional RPJMN 2025–2029 meliputi tiga sasaran utama. “Yaitu pertama, menurunkan kemiskinan. Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dan ketiga, mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan. Itu semua akan diwujudkan melalui 17 program prioritas yang mencakup program prioritas Presiden Prabowo, seperti reformasi birokrasi, peningkatan pelayanan kesehatan, dan penguatan pertahanan,” ucapnya. Dalam konteks ini, ujar Hamim, TVRI telah serius dan sejalan dengan RPJMN dalam peningkatan kualitas SDM. “Yakni Meningkatkan Indeks Modal Manusia (IMM) menjadi 0,59 pada 2029. Pengembangan sumber daya manusia itu mencakup sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olah raga, dan penguatan peran perempuan, pemuda, serta penyandang disabilitas,” tandasnya. Papar Hamim, TVRI telah menunjukkan komitmennya sebagai media publik yang informatif, edukatif, dan inklusif. “Sebagai televisi pertama di Indonesia yang didirikan pada 24 Agustus 1962, TVRI telah terus menerus berupaya menjadi media pemersatu bangsa, yang hadir untuk memberikan informasi, edukasi, dan hiburan,” cetusnya. Nah, hebatnya, terang Hamim, TVRI telah terbukti sebagai media yang setia menjadi saksi perjalanan bangsa. “Dari era hitam-putih hingga era digital, dan menjadi rumah informasi, edukasi, serta budaya,” tegasnya. TVRI Mampu Lewati Berbagai Tantangan Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI, R. Wulan Kartiko Purbodjati menegaskan, Televisi Republik Indonesia telah melewati berbagai tantangan dan dinamika perjalanan panjang sebagai lembaga penyiaran publik pertama di Indonesia. Di usia yang sudah tidak muda ini, ungkap Wulan, TVRI telah mencerminkan pengalaman, dedikasi, serta pengabdian yang tiada henti kepada bangsa dan negara. Ditandaskan Wulan, sumber daya yang dimiliki TVRI baik itu infrastruktur, peralatan produksi maupun sumber daya manusia secara terus-menerus harus selalu ditingkatkan kualitasnya. “Upaya ini sejalan dengan prioritas nasional RPJMN 2025-2029,” sebutnya. TVRI Jadi Media Pembawa Kebenaran dan Edukasi Direktur Utama (Dirut) LPP TVRI, Iman Brotoseno menerangkan, Televisi Republik Indonesia harus tetap berdiri sebagai media terpercaya yang membawa kebenaran dan edukasi. “Serta, jadi inspirasi untuk seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Iman Brotoseno.  (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 2, 2025
  • 0 Comments
Ketua LSM Militan Jakarta Jazzy Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta

INDOPOS-Jakarta — Ketua LSM Militan Jakarta, Jazzy, menyampaikan selamat dan sukses atas dilantiknya Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta. Ia berharap pelantikan ini membawa kebaikan serta kemajuan bagi Ibu Kota. Saat dimintai tanggapan di Balai Kota Jakarta, Jazzy mengatakan bahwa pihaknya sempat berharap posisi Sekda diisi oleh putra asli Betawi. Namun demikian, ia menilai Uus Kuswanto tetap sosok yang sudah sangat lama berpengalaman dan dekat dengan masyarakat Betawi. “Tadinya kita berharap orang Betawi yang jadi pucuk pimpinan birokrasi. Eh ternyata yang jadi Bang Uus, orang lama juga di Betawi, hehehe. Ya sudah, kita support dan dukung,” ujar Jazzy. Jazzy juga mengungkapkan bahwa dirinya mengenal Uus Kuswanto sejak lama, mulai dari saat Uus menjabat lurah, hingga kemudian dua kali menjadi Wali Kota Jakarta Barat, baik pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan maupun hingga saat ini di era Pj Gubernur Heru, Mas Pram, dan Bang Doel. “Alhamdulillah sekarang beliau menjadi Sekda. Saya ikut senang. Beliau itu orangnya cepat tanggap dan responsif kalau ada pengaduan warga Jakarta. Itu yang kita suka dari sosoknya,” lanjut Jazzy. Ia bahkan mengingat momen ketika dirinya bersama rombongan pernah melakukan kunjungan ke kampung halaman Uus Kuswanto di Tasikmalaya, Jawa Barat, bersama almarhum.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 1, 2025
  • 0 Comments
Oknum Dishub Palmerah Diduga Terlibat Pungli di Pabrik Kertas, Gubernur Pramono Akan Bertindak Tegas

INDOPOS–Jakarta Barat — Aksi pungutan liar (pungli) kembali mencoreng citra aparatur pemerintah. Seorang oknum anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, diduga melakukan pungli di sebuah pabrik kertas. Aksi tak terpuji itu terekam jelas oleh kamera CCTV pabrik. Dalam rekaman video yang beredar di kalangan media, tampak seorang pria berseragam lengkap Dishub mendatangi area pabrik dan berinteraksi dengan petugas setempat. Oknum tersebut diduga meminta sejumlah uang dengan alasan “penertiban kendaraan operasional” di sekitar lokasi industri. Sumber internal mengungkapkapkan, oknum yang ada di video bernama Romi. Ia membenarkan, bahwa yang bersangkutan adalah anggota Dishub Palmerah. Dari informasi yang didapat, oknum tersebut datang dan sempat mencatat absen dengan nama samaran, seolah sedang melakukan inspeksi resmi. Kasatpel Dishub Palmerah Sulaiman saat dikonfirmasi membenarkan bahwa sosok yang ada di video adalah anggotanya. Diduga oknum Dishub yang melakukan pungli tersebut diketahui oleh Sulaiman. “Dia datang pakai seragam lengkap, mencatat di buku absen tapi pakai nama lain. Katanya ada perintah dari atasannya untuk minta kontribusi supaya operasional lancar,” ujar sumber kepada wartawan. Tindakan ini langsung menimbulkan keresahan di kalangan karyawan dan manajemen pabrik, yang merasa diintimidasi oleh oknum berseragam tersebut. Pihak pabrik kemudian memeriksa rekaman CCTV dan memastikan bahwa pelaku benar mengenakan seragam resmi Dishub Palmerah. Dalam sejumlah kesempatan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, bahwa dirinya akan menindak tegas setiap bentuk pungli yang melibatkan bawahannya. Ia juga tengah mengawasi dengan ketat, potensi-potensi pungli yang ada, dan akan segera mengambil tindakan.