• INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 17, 2024
  • 0 Comments
22 Etnis Deklarasi Dukung Ridwan Kamil, Ketua Panitia Irwandi dan Komando Haji Odink

INDOPOS-Calon Gubernur Daerah Khusus Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil, menghadiri deklarasi tokoh multi etnik yang tergabung dalam Sahabat Bang Ridwan Kamil di Jakarta, di hotel Swisbeliin kemayoran, Kamis (17/10). Dalam sambutannya, Ketua Panitia Irwandi yang merupakan mantan Wakil Walikota Jakarta Pusat, mengenakan pakaian adat Sumatera Barat, menyampaikan, dukungan kepada pasangan Ridwan Kamil-Suswono berasal dari beragam daerah, termasuk Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sunda, Jambi, Maluku, Maluku Utara, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Papua, Makassar, Betawi, Banten, Batak, Nusa Tenggara Barat, Riau, Madura, Aceh, Bali, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Bengkulu. “Semua etnis yang tinggal di Jakarta sepakat berikrar untuk memenangkan Ridwan Kamil dan Suswono dalam satu putaran,” ungkap Irwandi. Ketua sukarelawan Sahabat Bang Ridwan Kamil H. Zainuddin atau Haji Odink, didampingi Sekretaris Ruhendar, meyakini kemenangan Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) untuk memimpin Daerah Khusus (DK) Jakarta Periode 2025-2030 sudah di depan mata. Dia menyebutkan hal itu terlihat setelah paslon nomor urut 1 itu unggul elektabilitas dari beberapa lembaga survei, potensi kemenangan satu putaran semakin besar menyusul banyak komunitas yang terus memberikan dukungan. Haji Odink menjelaskan kualitas Ridwan Kamil sudah teruji melalui sejumlah legacy yang telah dilakukan mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat itu menjadi poin penting. Tak ayal bila Haji Odink yang notabene Ketua Umum Bamus Betawi periode 2013-2018 itu mempercayakan pasangan RIDO untuk memimpin Jakarta menjadi kota global ke depan dalam sebuah deklarasi bersama tokoh multi etnik di Jakarta, Kamis (17/10). “Mereka (tokoh multi etnik, red) kan lihat latar belakang orang. Di perbandingkan antara paslon nomor urut lain. Dua memang tidak dihitung. Nomor urut tiga ini belum teruji,” kata Haji Odink. Dia menjelaskan alasan kuat mengapa kesemua etnis bersatu mendukung RIDO, karena sama-sama melihat latar belakang dan rekam jejak berupa kinerja. “Sedangkan Ridwan Kamil jadi Wali Kota dua kali, berhasil. Jadi Gubernur berhasil. Kalau dia mencalonkan diri di Jawa Barat, ini menang mutlak. Nah, kenapa dia ditaruh di Jakarta? Jakarta ini akan jadi kota baru. Masa transisi dari DKI ke DKJ. Kota global, kota pusat ekonomi nasional dan ada aglomerasi di dalam itu,” lanjutnya. Dia menjelaskan harus ada orang yang punya pengalaman khusus dan kemampuan profesional yang juga mumpuni untuk memimpin Jakarta ke depan. Ridwan Kamil pun menyampaikan terimakasi dan mengaku terharu dengan dukungan yang masif dari masyarakat dengan berbagai latar belakang suku dan etnis. Menurutnya ini menunujukkan keberagamaan, serta makin memperkuat persatua di masyarakat Jakarta. “Saya terharu dan berterimakasih dengan dukungan yang diberikan. Ini menjadi penyemangat dan kekuatan saya untuk terus berjuang untuk kemenangan masyarakat Jakarta,” katanya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 16, 2024
  • 0 Comments
Ketum Jagat Prabowo Syarif Bangga Prabowo Tunjuk 14 Kader Terbaik NU Masuk Kabinet

INDOPOS-Ketua Umum (Ketum) Jagat Prabowo, Syarif, mengaku bangga atas keputusan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, yang mengangkat 14 Kader terbaik NU, untuk mendampingi dan membantunya di kabinet, baik sebagai menteri maupun wakil menteri. Kebanggaan Syarif muncul, karena begitu banyaknya kader-kader terbaik NU, yang dipercaya Prabowo untuk membantu kesuksesan pemerintahan Prabowo Gibran selama 5 tahun ke depan. “Keputusan Pak Prabowo sangat tepat dengan menunjuk kader-kader terbaik NU dalam kabinet, InsyaAllah hal ini menjadi awal baik bagi kesuksesan pemerintahan Prabowo-Gibran selama lima tahun ke depan,” ujar Syarif, pada wartawan, menanggapi banyaknya kader NU yang dipilih Prabowo untuk masuk di kabinetnya, Rabu (16/10/2024). Syarif percaya, para kader terbaik NU akan sepenuh hati bekerja keras, karena ini amanat yang selain dilaksanakan untuk bangsa, juga untuk kemaslahatan umat. Seperti diketahui, sebanyak 14 Kader terbaik NU telah dipanggil dan mengikuti pembekalan oleh Presiden terpilih Prabowo di Kertanegara dan Hambalang. Mereka yakni: 1. *Muhaimin Iskandar* (Mantan Ketum PB PMII dan Ketum DPP PKB) 2. *Saifullah Yusuf* (Mantan Ketum PP. GP. Ansor dan Sekjen PB NU ) 3. *Nusron Wahid* (mantan Ketum PMII dan GP. Ansor/Golkar) 4. *Nasarudin Umar* (PMII, Rois Syuriah PBNU) 5. *Abdul Kadir Karding* (mantan ketua PB PMII Dan Sekjen DPP pkb) 6. *Arifah Choiri Fauzi* (PMII, Sekjen PP. Muslimat NU) 7. *Erik Thohir* (ketua Lakpesdam NU) 8. *Wihaji* (mantan wkl. Sekjen PP. GP. Ansor/Wkl. Ketum Golkar) 9. *Rahmad Pambudi* (IPNU) 10. *Juri ardiantoro* (PMII, Ansor, rektor Unusia) 11. *Aminuddin Makruf* (mantan Ketua umum PB PMII) 12. *Faizal Reza* (Wkl. Ketum PKB/NU). 13. *Gus Miftah* (PMII/PBNU) 14. *Gus Irfan Yusuf* (Wkl. Ketum Gerindra, mantan Wkl. Ketua LPNU, Cucu pendiri NU).

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 16, 2024
  • 0 Comments
Lembaga Aliansi Indonesia Gelar Seminar Nasional Perlindungan dan Pengamanan Aset Negara

INDOPOS-Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Departemen Satgas dan Investigasi, menggelar seminar nasional dengan tema “PERLINDUNGAN DAN PENGAMANAN ASET NEGARA”. Bertempat di Semanggi Room, Hotel The Tavia, Jl Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2024). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah nara sumber, yakni Dino Martin, MBA selaku Praktisi Asset Management, Drs HM Murry Sutarsa (Perwakilan KPK), dan Dr Abdhal Mahatta SH, MH selaku Staf Ahli Komisi III DPR RI. DJ Revan Prana Selaku Kepala Departemen Satgas dan Investigasi Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara menyampaikan, seminar ini sangat penting dalam rangka peran serta masyarakat untuk melindungi aset negara. Seminar ini didukung dan disponsori sejumlah pihak, yakni:  1. PLN pusat 2. PT. Inalum 3. PT ID Food 4. PT Pertamina Power Indonesia 5. PT PLN Batubara 6. JIEP 7. BPJS KESEHATAN BERIKUT VIDEO LENGKAP DAN WAWANCARA SEMINAR NASIONAL PERLINDUNGAN DAN PENGAMANAN ASET NEGARA:

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 16, 2024
  • 0 Comments
Relawan Persaudaraan Anak Jakarta (PAJAK) Gelar Nonton Bareng, Dihadiri Once Mekel, Siap Menangkan Pramono-Rano Bang Doel

INDOPOS-Acara Nobar Timnas Indonesia yang digagas relawan Persaudaraan Anak Jakarta (PAJAK), pendukung Pramono – Rano, berlangsung meriah. Kegiatan dilaksanakan di Mampang Prapatan, dan dihadiri Anggota DPR RI yang juga penyanyi Once Mekel. Ketua Umum PAJAK Muhamad Zakih menyampakan, dengan menggelar kegiatan rutin yang menyentuh pada masyarakat bawah, diyakinkan kan menarik perhatian pemilih Pramono Rano. IMAM SUDRAJAT Ketua DPC PAJAK Jaksel Para Relawan Solid bekerja buat Mas Pram dan Bang Doel, yang akan mendapat imbalan dengan naiknya Elektabilitas beliau! Giat Nonton Bareng juga di hadiri oleh semua Ketua DPC PAJAK Se Jakarta

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 15, 2024
  • 0 Comments
Wujudkan Jakarta Sebagai Kota Global, Bank Indonesia Perwakilan Jakarta dan Pemprov DKI Kembali Gelar Jakarta Economic Forum 2024

INDOPOS-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta kembali menyelenggarakan Jakarta Economic Forum (JEF) di Hotel Park Hyatt Jakarta, Selasa 15 Oktober 2024. Jakarta Economic Forum 2024 yang merupakan bagian dalam rangka mewujudkan Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing, diselenggarakan dalam format policy discussion dengan mengangkat tema “Innovation to Enhance Jakarta’s Competitiveness as Global City: Policy and Implementation”. Sebagai peningkatan dari JEF tahun sebelumnya, guna memperoleh gagasan dan inovasi yang lebih luas, pada rangkaian JEF tahun ini juga diselenggarakan lomba karya tulis yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta, terdiri dari mahasiswa, akademisi, serta pegawai pemerintah dan swasta. Peserta berasal tidak hanya dari Jakarta, namun juga dari berbagai daerah dan luar negeri.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Ibu Arlyana Abubakar menyampaikan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Jakarta ke depan tetap baik yang diiringi dengan inflasi yang tetap terkendali. Namun demikan kata Arlyana, Jakarta masih menghadapi tantangan struktural seperti daya dukung lahan dan air bersih yang semakin terbatas serta ketergantungan terhadap produksi pangan dari daerah lain. “Terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi, Jakarta memiliki modalitas yang dapat dioptimalkan lebih lanjut antara lain dari sisi ketersediaan infrastruktur, ketersediaan populasi yang produktif, serta inisiatif keberlanjutan dan transformasi teknologi yang terbilang tinggi sehingga Jakarta berpotensi menjadi kota global yang berdaya saing tinggi di masa depan,” kata Arlyana saat menyampaikan sambutan pada Jakarta Economic Forum, di Hotel Park Hyatt Jakarta.Sementara itu, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Bapak Heru Budi Hartono pada acara JEF 2024 juga menyampaikan bahwa dalam mencapai visi Jakarta sebagai Kota Global, perlu dilakukan penguatan daya saing ekonomi dengan mendorong sektor teknologi dan kreativitas. “Beberapa upaya untuk memperkuat daya saing tersebut yakni dengan melakukan pembangunan infrastruktur berkelanjutan melalui penciptaan infrastruktur yang modern, serta penguatan sumber daya manusia yang antara lain dilakukan melalui peningkatan akses pendidikan dan pelatihan digital, kerjasama pendidikan dengan sektor swasta serta program vokasional dan peningkatan keterampilan tenaga kerja,” ujar Pj Gubernur Heru. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta, Inarno Djajadi, menyampaikan untuk mendorong Jakarta sebagai kota global yang kompetitif dan berdaya saing, juga perlu didukung oleh pengembangan ekosistem keuangan digital yang sinergis. “Melalui pengembangan transaksi pembayaran non tunai, penyediaan layanan digital serta dukungan literasi keuangan melalui perbankan daerah,” jelas Inarno. Untuk diketahui, dalam sesi policy discussion, menghadirkan tiga narasumber yaitu Bapak Paksi C.K. Walandouw, Wakil Kepala Lembaga Demografi Universitas Indonesia yang memberikan insight terkait dengan peluang dan tantangan kondisi demografi Jakarta; Mr. Aik Hock Ng, Director Asia-Pacific, Dassault Systemes yang memberikan lesson learned pemanfaatan digital twin di Singapura. Selain itu, Rizki Pribadi Hasan, Managing Director and Chief Financial Officer PT. Indonesia Infrastructure Finance yang memberikan strategi pembiayaan infrastruktur dengan creative financing. Melalui policy discussion ini, diharapkan dapat diperoleh ide, inovasi, dan pemikiran strategis untuk perumusan kebijakan yang bersifat jangka pendek dan jangka menengah panjang dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang maju, berdaya saing dan berkelanjutan. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 15, 2024
  • 0 Comments
Komunitas Minang Jakarta-Gerakan Nusantara RIDO Dukung RIDO 1 Putaran

INDOPOS–Irwandi Sekjen DPP PKDP masyarakat Pariaman dan ketua DPW Induk Keluarga Minang DKI Jakarta akan mendukung Deklarasi etnis ,sebanyak 22 etnis yang tergabung dalam Gerakan Nusantara RIDO di Jakarta dengan Sahabat Ridwan kamil di bawah pimpinan H.Oding , pada hari kamis tanggal 17 oktober 2024 Jam 17 oktober 2024 di hotel Swisbeliin kemayoran. Masyarakat pariaman , peserta Deklarasi 500 orang dari 22 etnis. Etnis di Jakarta yang merupakan warga perantauan bersatu mendukung RIDO untuk memimpin Jakarta dimana Jakarta merupakan potret indonesia yang perlu ada pemimpin yang menjadi pemersatu agar Jakarta kondusif dan aman bersatu serta bekerja sama antar etnis , saya sebagai ketua panitia acara deklarasi ,mohon dukungan seluruh etnis yg ada di Jakarta agar acara ini sukses dan pembina bamus betawi 82 H oding Pemrakarsanya dan bang Ihsan dari Forkabi. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 12, 2024
  • 0 Comments
Ketua Masyarakat Pendukung Gibran DKJ Christofel Heran, Hampir 3 Minggu RIDO Keliling Blusukan dan Dikawal Partai KIM+ yang Suara Legislatifnya Capai 80%, Tapi Hasil Survei Hampir Sama dengan Pramono-Rano

INDOPOS–Politisi Partai Golkar Ridwan Kamil meminta agar tak mengukur takdir berdasarkan hasil survei yang beredar. Hal itu disampaikan Ridwan Kamil di Kantor DPP Partai Golkar, Rabu malam, menyusul elektabilitasnya yang kian merosot dalam bursa Pilkada DKI Jakarta 2024. Ia pun bercerita pernah mendapatkan elektabilitas 6 persen dua bulan sebelum Pilkada Kota Bandung 2013 lalu. Namun, elektabilitasnya kembali meroket hingga akhirnya keluar sebagai pemenang. “Namanya elektabilitas itu naik turun kan. Dulu waktu Wali Kota Bandung H-2 bulan, saya cuman 6 persen. Pas hari-H (jadi) 45 persen. Jadi, tidak bisa mengukur takdir dengan survei hari ini,” kata Ridwan Kamil seperti dilansir ANTARA. Mantan Gubernur Jawa Barat ini juga mengatakan seseorang yang punya elektabilitas tinggi saat ini belum tentu akan memenangkan kontestasi pilkada, begitu pula sebaliknya. “Hari ini tinggi belum tentu menang, hari ini rendah belum tentu juga kalah. Poinnya sekarang tidak usah terlalu ngomongin elektabilitas,” ujarnya. Apalagi, sambung Ridwan Kamil, perebutan suara pemilih di Pilkada Jawa Barat maupun DKI Jakarta belum dimulai. “Yang sekarang dilakukan itu menghitung koalisi, nah perhitungan itu masih dihitung khusus Jawa Barat dan DKI belum diputuskan, karena masih lobi-lobi,” jelas Ridwan Kamil. Oleh sebab itu, dia akan tetap berikhtiar untuk meningkatkan elektabilitasnya di DKI Jakarta. “Namanya ikhtiar mah harus dilakukan, itu tugas manusia. Takdir Allah, ya nanti di hari-H,” pungkasnya. Menanggapi hal rersebut saat ditanya wartawan, Ketua DPW Prov DKJ Masyarkat Pendukung Gibran mengatakan, besok hari minggu tanggal 13 oktober atas Instruksi dari Ketum MPG Jimmy S secara bersama dengan jajaran pengurus DPP (Sekjen dan Ketua2 DPP), dan juga Para Pengurus DPD 5 kota dan Pengurus DPD 1 Kabupaten akan berkumpul sebanyak 200 pengurus yg mmg sdh ber SK akan melakukan deklarasi dukungan kepada RIDO di Golkar DKI, Insya Allah setelah deklarasi kami para pengurus akan berkoordinasi secara intens dgn timses Rido agar segera bisa kerja turun kerja2 di akar rumput membantu RIDO dengan melibatkan para pengurus kami yg ada sampai di tingkat kelurahan, Ya kami yakin setelah kami deklarasi dalam 2 ninggu kedepan hasil survey RIDO bisa naik, Bismillah saja, tandas Chris kepada wartawan. Chris menambahkan Hasil keputusan dalam mendukung RIDO ini bukan hanya semata2 dari saya pribadi, melainkan hasil keputusan musyawarah dari para pengurus 5 kota dan 1 kabupaten yg di hadiri jg oleh Ketum dan jajaran DPP pada sabtu tgl 5 oktober 2024 kmarin. Nantinya selain kami akan membuat posko2 pemenangan di rumah pengurus yg ada ditingkat RW, Kami dgn para pengurus 6DPD kab/kota jg sdh mengkaji mengenai strategi2 yg akan kami lakukan agar dapat menyakinkan warga jakarta agar RIDO bisa mendapatkan Mandat untuk memimpin Jakarta, tandas Chris kepada wartawan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 10, 2024
  • 0 Comments
Gelar Tasyakuran di Dapil II Jakarta Utara Bareng Akar Rumput Demokrat, Bunda Neneng Mulai Gaspoll Menangkan Pasangan RK-Suswono

INDOPOS-Mesin parpol koalisi KIM plus dalam memenangkan pasangan cagub, Ridwan Kamil-Suswono (Rido) mulai bergerak kencang di dapil II Jakarta Utara. Hal itu tergambar dari gerakan yang diinisasi caleg empat periode dari Partai Demokrat, Neneng Hasanah bersama ratusan simpatisan dan akar rumput partai berlambang Mercy itu, Kamis (10/10/2024) siang di posko pemenangannya di Jalan Sukapura, Jakarta Utara. Dibalut tema tasyakuran dan sosialisasi pasangan cagub yang akrab disapa Rido, Kamis (10/10/2024) siang. Masyarakat Sukapura dan sekitarnya, begitu antusias menyambut kedatangan Suswono di wilayahnya. “Hari ini kita menggelar tasyakuran dan sosialisasi pasangan Ridwan Kamil-Suswono di dapil II, Jakarta. Tujuannya agar masyarakat mengetahui secara pasti visi dan misi pasangan Rido,” ujar anggota Komisi D DPRD DKI yang akrab disapa Bunda itu. Dia mengatakan, dengan kedatangan cawagub Suswono di home base Partai Demokrat Pulau Seribu. Masyarakat Kelurahan Sukapura dan sekitarnya, saat ini mulai mengetahui program pasangan cagub RK-Suswono lima tahun kedepan. “Banyak program yang disukai oleh masyarakat dari pasangan Rido. Salah satunya, gerakan magrib mengaji, Jakarta yatim dan lainya mulai diketahui dan difahami masyarakat disaat akan memilih nanti,” beber Ketua DPC PD Pulau Seribu itu. Tidak hanya dirinya, lanjut Neneng Hasanah Fraksi Demokrat di DPRD DKI pun saat ini berkomitmen dalam memenangkan pasangan Rido. Hal itu akan dibuktikan dengan gerakan 9 anggota DPRD ditiao dapil dalam mensosialisasikan dan memenangkan pasangan Rido di Pilkada Jakarta 2024. “Partai Demokrat yang merupakan anggota dari KIM plus akaj mensupport habis-habisan pasangan Rido dalam memenangkan Rido satu putaran di Pilkada Jakarta,” tukasnya. Cawagub Suswono menyambut positif antusiasme masyarakat yang menghadiri acara tasyakuran tersebut. Bahkan, mantan menteri pertanian era SBY itu menaruh apresiasi tinggi semangat konsituen di dapil II, Jakarta Utara. “Saya lihat sangat luar biasa animo pendukung Bu Neneng di dapil II Jakarta Utara ini. 4 periode mendapatkan kepercayaan masyarakat menjadi anggota DPRD DKI, menjadi bukti Bu Neneng memiliki ikatan luar biasa dengan masyarakat. Mudah-mudahan dukungan itu bisa menular ke pasangan Rido,” harapnya. Lebih lanjut, cawagub yang juga pernah menjadi anggota DPR RI itu tidak menampik, jika mulai 10 Oktober 2024. 91 anggota DPRD DKI yang berasal dari 15 partai mulai bergerak memenangkan pasangan Rido. “Dan hari ini kita turun serentak terutama dewan terpilih untuk menaosialisasikan dan memenangkan pasangan Rido di Pilkada 2024,” tandasnya. Sementara Sekretaris RW 02 Kel Sukapura, Kecamatan Cilincing, Nurdin memastikan jika wilayahnya akan mendukung penuh pasangan RK-Suswono memenangkan pilkada Jakarta satu putaran. “Bersama warga dan pengurus RT di lingkungan RW 02 akan mendukung penuh pemenangan RK-Suwono,” tandasnya.(***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 9, 2024
  • 0 Comments
SEMINAR Nasional Universitas Borobudur dan Justitia Training Center: Deferred Prosecution Agreement, Solusi Inovatif untuk Pemberantasan Korupsi di Indonesia

INDOPOS-Pada 8 Oktober 2024, Universitas Borobudur bekerja sama dengan Justitia Training Center sukses mengadakan Seminar Nasional dengan topik utama Deferred Prosecution Agreement (DPA). Andriansyah Tiawarman K, S.H., M.H., CCD., CTLC., CMLC., C.Med selaku presiden direktur Justitia Training Center, dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh 263 peserta secara luring dan lebih dari 80 peserta daring, yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, praktisi hukum, perwakilan kementerian, lembaga pemerintahan, mahasiswa, dan para ahli di bidang hukum. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Faisal Santiago, S.H., M.M., yang menekankan bahwa tindak pidana, khususnya korupsi, terus berkembang dengan modus yang semakin kompleks. Beliau mengajak para akademisi untuk berinovasi dalam upaya pemberantasan korupsi, guna mendukung tercapainya Indonesia Emas 2025. Selain itu, Prof. Faisal menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi semua peserta, serta menyampaikan sedikit informasi terkait jumlah mahasiswa baru di fakultas hukum Universitas Borobudur.Seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep Deferred Prosecution Agreement (DPA) sebagai pendekatan alternatif dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. DPA dinilai mampu memberikan solusi yang lebih restoratif, di mana pemulihan kerugian negara dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pendekatan tradisional yang hanya berfokus pada penghukuman. Dalam laporannya, panitia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya seminar ini, yang berhasil dipersiapkan dalam waktu dua minggu.Narasumber yang hadir dalam seminar ini termasuk Prof. Surya Jaya, S,H., M.Hum, Hakim Agung Mahkamah Agung RI, membahas kajian pembaharuan hukum pidana formal terkait penyelesaian tindak pidana korporasi di Indonesia, serta perlunya pembentukan undang-undang khusus yang mengatur DPA. Prof. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan RI Dirjen PP Kementerian Hukum dan HAM RI, menyoroti pentingnya konsep DPA dalam proses penegakan hukum pidana dan pengalaman negara-negara lain, seperti Singapura dan Amerika Serikat, dalam penerapan DPA. Dr. Ahmad Sahroni, S.E., M.Ikom, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, dalam pesan video menyampaikan pentingnya penerapan prinsip ultimum remedium, di mana penegakan hukum harus mengutamakan pemulihan kerugian negara daripada sekadar menghukum pelaku. Beliau berharap seminar ini dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan hukum di Indonesia, khususnya dalam penerapan DPA.Pada sesi diskusi, beberapa peserta mengajukan pertanyaan kritis terkait penerapan DPA di Indonesia. Pertanyaan yang diajukan antara lain menyangkut alasan belum diterapkannya DPA secara luas sejak 2008 hingga sekarang, serta penerapan DPA pada kasus besar seperti kasus Timah dan Duta Palma. Para narasumber menjawab dengan menekankan bahwa penerapan DPA membutuhkan mekanisme yang hati-hati, termasuk evaluasi dari jaksa apakah suatu kasus layak diterapkan DPA sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah sesi diskusi selesai, kesempatan untuk mewawancarai narasumber dan peserta dalam acara seminar ini pun tiba. Narasumber yang diwawancarai adalah Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum., dan peserta seminar, Afidona Voranica. Dalam wawancara tersebut, Prof. Asep menjelaskan mengenai bagaimana sistem hukum ideal dapat mengurangi kesenjangan antara Das Sollen dan Das Sein, terutama dengan mempertimbangkan perubahan sistem hukum di era sekarang yang tidak lagi sepenuhnya mengikuti satu sistem hukum tertentu. “Ya, kita tahu bahwa sebuah sistem tentunya memiliki subsistem di dalamnya. Dalam hukum terdapat tiga, yaitu struktur (legal structure), substansi (legal substance), dan budaya (legal culture). Ketiganya harus kita bangun bersama agar tercapai Indonesia Emas,” ujarnya. “Seminar ini sangat luar biasa, saya sangat menantikannya, makanya saya langsung mendaftar. Acaranya keren banget!” kata salah satu peserta seminar. Seminar Nasional ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi produktif bagi para akademisi, praktisi, dan penegak hukum. Melalui seminar ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi yang konkret untuk penerapan DPA sebagai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, dengan fokus pada pemulihan kerugian negara secara lebih cepat dan efisien.    

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 9, 2024
  • 0 Comments
Kasus Korupsi Mega Triliun PT RBT, Pengamat Desak Hakim Panggil Robert Bonosusetyo dan Telusuri Aset Perusahaan Cangkangnya

INDOPOS-Jakarta – Fakta baru kasus megakorupsi tata niaga komoditas timah terungkap dalam persidangan Senin 7 Oktober 2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Terungkap bahwa PT Refined Bangka Tin (RBT) menawarkan diri bekerja sama sewa alat peleburan bijih timah dengan pihak PT Timah Tbk. Hal itu terungkap dari kesaksian eks Direktur Utama PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani untuk terdakwa Kepala dinas (Kadis) ESDM Provinsi Bangka Belitung, Amir Syahbana, Suranto Wibowo dan Plt Kepala Dinas ESDM Babel Rusbani. Ia menyebut bahwa dirinya bertemu dengan perwakilan PT RBT Harvey Moeis untuk membicarakan tawaran kerja sama. Kemudian saat pertemuan lanjutan dengan Harvey Moeis dilakukan bersama Direktur Operasional PT Timah Tbk Alwin Albar. “Ada beberapa pertemuan, pertama kami mendapatkan surat penawaran dari RBT,” kata Riza. “Di Hotel Sofia saya dengan Pak Harvey Moeis hanya ngomong-ngomong biasa saja. Kemudian pertemuan selanjutnya. Mengajak Pak Alwin karena saya minta mengkaji lebih detail terkait kerja sama tersebut.” Sebagai informasi, dalam perkara kasus korupsi timah ini perusahaan pemilik smelter dinilai mengakomodir penambangan timah ilegal di wilayah IUP PT Timah di Bangka Belitung.  Hasil penambangan yang dibeli dari penambangan ilegal di wilayah IUP PT Timah kemudian dijual oleh perusahaan pemilik smelter ke PT Timah seolah-olah ada kerja sama sewa menyewa alat peleburan. Adapun harga yang ditetapkan penyewaan alat tersebut, terdapat kemahalan atau lebih tinggi dari pasaran, yakni USD 3.700 per ton. Menurut jaksa, penetapan harga itu dilakukan tanpa studi kelayakan yang memadai. Total ada lima smelter swasta bekerja sama dengan PT Timah terkait sewa alat peleburan. Menanggapi fakta tersebut, Pengamat Hukum Fajar Trio seharusnya majelis hakim memerintahkan JPU memanggil pengusaha Robert Bonosusatya sebagai saksi persidangan. Hal ini dilakukan karena hingga saat ini kejaksaan belum menetapkan Robert sebagai tersangka termasuk melakukan asset recovery act atau pemulihan aset dalam kasus dugaan korupsi timah. Fajar pun mendukung upaya MAKI yang menggugat praperadilan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) karena tidak memproses Robert Bonosusatya dalam dugaan korupsi timah. Gugatan tersebut atas penghentian penyidikan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi timah itu didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 3 Oktober 2024. “Saya dukung upaya MAKI. JPU harusnya memanggil Robert Bonosusatya dihadirkan dalam sidang, dan jika dicukup bukti ya dilakukan penetapan tersangka atas keterangan para saksi di persidangan. Selain itu juga jangan berhenti melakukan follow the money terkait hasil kejahatan yang dilakukan Harvey Moeis dan kawan-kawannya di RBT. Salah satunya dengan menyegerakan asset recovery act jadi sekalian dimiskinkan itu para pelaku,” kata Fajar di Jakarta, Selasa 8 Oktober 2024. Desakan itu bukanlah tanpa alasan, karena, kerugian yang diduga dialami negara dalam kasus ini jumlahnya fantastis, mencapai Rp 271 triliun. “Untuk itu kejaksaan harus merampas atau menyita aset para tersangka, termasuk aset-aset yang digelapkan melalui perusahaan cangkang yang dibuat oleh para pelaku. Ini yang harus dibongkar oleh Kejaksaan Agung, kan ini pasti ada pemalsuan ya kan, termasuk aset-aset yang berada di luar negeri itu juga harus diburu. Jangan hanya aset yang ada di Indonesia semata,” katanya. Fajar menyakini bahwa jumlah tersangka kasus korupsi timah ini akan terus bertambah jika dilakukan pengembangan. “Dan saya yakin masih banyak tersangka dari PT RBT yang masih berkeliaran dan bahkan sedang berusaha menyembunyikan aset hasil kejahatan mereka. Dan agar ada kepastian hukum, seyogyanya Kejaksaan menetapkan tersangka Robert Bonosusatya,” ujarnya. Ia memperkirakan, jumlah tersangka bisa mencapai 2-3 kali lipat dari yang sudah ditetapkan saat ini seandainya kasus tersebut diusut lewat pasal TPPU. “Kalau dikejarnya pakai TPPU, itu nanti bisa menghasilkan mungkin dua kali lipat tersangka yang ada sekarang ini. Bisa jadi tiga kali lipat juga,” katanya Bahkan bukan tidak mungkin uang korupsi para tersangka dalam kasus ini mengalir ke orang-orang terdekat mereka, seperti suami atau istri. Oleh karenanya, ke depan mestinya dilakukan pengembangan atas kasus ini, dikaitkan dengan pasal dugaan TPPU. “Kita harus lihat, istrinya ini menerima, menikmati, difasilitasi tidak hidupnya dengan hasil kejahatan yang diterima oleh suaminya itu,” ujarnya. (***)