Raih Banyak Penghargaan, TVRI di 2025, Bertekad Hadirkan Terus Tayangan yang Mendidik dan Jaga Nilai-nilai Kebangsaan

INDOPOS-Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) di bawah komando Iman Brotoseno bertekad menghadirkan tayangan yang tidak hanya mendidik dan menginspirasi. Tetapi, juga menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman budaya. Hal itu diungkapkan Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno dalam keterangan tertulisnya, kepada wartawan, Selasa, 08 April 2025. “TVRI berkomitmen penuh untuk menjadi sumber informasi, edukasi dan hiburan berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya. Terang Iman, dengan mengemban tugas mulia sebagai media pemersatu bangsa, TVRI senantiasa menghadirkan tayangan yang tidak hanya mendidik dan menginspirasi. “Tetapi juga menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman budaya,” tegas orang nomor satu di TVRI tersebut. Dapat Energi Utama dari Masyarakat Tegas Iman, dukungan masyarakat menjadi energi utama TVRI untuk terus berkembang. Pria yang pernah menjadi ketua Asosiasi Pekerja Film Iklan Indonesia itu menandaskan, TVRI juga senantiasa berinovasi di tengah perubahan zaman. TVRI Jadi Ruang Inspirasi dan Informasi Iman menegaskan, dengan semangat melayani dan membangun, TVRI akan selalu menjadi ruang inspirasi, informasi, dan edukasi yang dekat di hati rakyat Indonesia. Dirinya pun mengajak semua elemen bangsa untuk bersama-sama membangun TVRI di masa depan. “Bersama TVRI, mari kita membangun masa depan bangsa yang lebih cerdas, berbudaya, dan berdaya saing. Dengan semangat melayani dan membangun, TVRI akan selalu menjadi ruang inspirasi, informasi, dan edukasi yang dekat di hati rakyat Indonesia,” tukasnya. Peroleh Banyak Penghargaan Sebagai informasi, beragam penghargaan telah diraih TVRI di tahun lalu. Mulai dari predikat “Televisi Ramah Anak 2024” dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) hingga menjadi media yang dipercaya publik atau Trust Brand dari Reuters Institute Tahun 2024 dengan nilai 61% yang menduduki peringkat 1 terpercaya di Indonesia. Tidak hanya TVRI Nasional yang mendapatkan penghargaan. TVRI Stasiun Penyiaran Daerah pun memperoleh prestasi yang sama. “Beragam penghargaan itu diperoleh karena kerja keras tim dan semua komponen yang ada di TVRI juga berkat dukungan seluruh lapisan masyarakat di pelosok Indonesia,” pungkas Iman. (***)

Kampus Unggul Universitas Borobudur Terus Menjaga Komitmen Mutu

INDOPOS-Setelah selesai libur panjang Program Pascasarjana terus bergeliat dengan agenda-agenda kegiatan yang sangat padat, atmosfer akademik selalu terus dijaga di Kampus Unggul Universitas Borobudur. Sabtu Tanggal 12 April 2025 dimulai kuliah umum mengenai tarif impor baru Amerika dan dampaknya bagi Indonesia dimana salah satu nara sumber nya Dr Machfud Sidik Msc mantan Dirjen Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dan Prof Cicih Dosen Tetap Pascasarjana. Lalu Tanggal 12 April sd 17 April 2025 Internasional Lecturing ke Hankuk dan Youngsan University Korea Selatan dimana mahasiswa akan mempresentasikan paper nya untuk dimuat di jurnal bereputasi di kedua kampus tersebut. Lanjut tanggal 19 April 2025 ada ujian terbuka promosi doktor ilmu hukum atas nama tokoh politik lebih dari 22 tahun menjadi anggota DPR RI bapak Trimedya Panjaitan yang akan mempertahankan disertasinya mengenai pengelolaan barang rampasan yang di Promotori oleh Prof Surya Jaya dan Dr Ahmad Redi. Prof Faisal Santiago yang merupakan juga anggota dari Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan bersama teman dari APHK yang diketuai oleh Prof Sogar sedang menyusun Naskah Akademik dan RUU Perikatan mengadakan Studi Banding di Kampus Utrecht Bemanda dan Kampus di Belgia pada tanggal 3 Mei sampai 12 Mei untuk melihat bagaimana Undang-undang perikatan yang ideal untuk bisa dipergunakan di Indonesia. Pada tanggal 20 Mei 2025 Alumni Doktor Ilmu Hukum yang tergabung dalam organisasi IKA PDH Universitas Borobudur yang ketuai oleh Dr Ronny F Sompie menyelenggarakan Seminar Nasional Mengenai Perlindungan Para Pekerja di Luar Negeri dengan Narasumber Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dr Abdul Kadir Karding. Tidak berhenti di situ saja kalender akademik internasional Kampus Unggul Universitas Borobudur, pada tanggal 24 Mei diadakan Internasional Conference on Law, Social Science, Economics anda Education dan ini merupakan agenda rutin tiap semester nya di mana paper-paper mahasiswa akan di publikasikan di jurnal Internasional bereputasi dan juga di publikasi di Jurnal Nasional peringkat sinta 2 dan 3. Ini lah salah satu pertanggungjawaban akademik Kampus Unggul Universitas Borobudur yang beralamat Jalan Laksamana Malahayati (Kalimalang) No.1 Jakarta Timur, terus menjaga mutu akademik ujar Prof Faisal Santiago Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur. (***)

Staf Khusus Menteri Investasi/ BKPM Ir. H. Didi Apriadi, M.AK. MH. *Terbentuknya Struktur Danantara Akan Percepat Kemandirian Investasi Indonesia*

INDOPOS–Jakarta | Staf Khusus Menteri Investasi/ BKPM Ir. H. Didi Apriadi, M.AK. MH menyatakan keberadaan Danantara menjadi gagasan besar pemerintah untuk membangun fundamen stabilitas ekonomi nasional guna meningkatkan kepercayaan pelaku pasar serta harusnya dapat memperkuat nilai tukar rupiah. Percepatan dan realisasi program Danantara sangat dibutuhkan untuk memberi kepastian bagi pelaku ekonomi ditingkat nasional maupun internasional. Seiring terbentuknya struktur yang akan mengelola Rp. 14 ribu triliun, menjadi jaminan kepastian bagi investor agar tidak khawatir dengan system manajemen tata kelola niaga berkelas dunia. “Terbentuknya struktur Pengurus Danantara, dari Managing Director, Dewan Pengawas, hingga Penasehat, diisi oleh tangan tangan berintegritas dengan track record dunia akan menciptakan kepercayaan (investor) dunia tertuju kepada Indonesia,’’ kata Didi Apriadi, di Jakarta, Kamis, (3/4/25). Bisa dibayangkan, lanjut Didi, Danantara saat ini di pimpin Rosan Roeslani (CEO) sosok dengan track record jelas, ada Ali Setiawan (Managing Director HSBC), ada Mohammad Al Arif (World Bank), Ahmad Hidayat (Komisaris Bank DBS) ada Ekonom Harvard University Jeffry Sach, hingga Eks Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra. Ini terobosan sangat luar biasa dan satu bukti bahwa pemerintahan Presiden Prabowo saat ini tidak main main untuk kemajuan & kemandirian bangsa ini,’’ tegas Didi. Terlebih peran serta pemerintah Presiden Prabowo, memberi support besar mengelola Rp. 14 ribu Triliun, melibatkan pengawasan langsung KPK, Jaksa Agung, Polri dan BPK dalam struktur yang diumumkan menjadi jaminan keberhasilan Danantara kedepan. “Kalaupun muncul was was dan kekawatiran investor terhadap persepsi bahwa ekonomi Indonesia semakin tersentralisasi, tentu itu bagi kepentingan negara adalah hal biasa dan positif,” lanjutnya. Didi meyakini kehadiran Danantara dua tiga tahun kedepan akan mengubah perekonomian Indonesia dimata dunia. Investor yang paham akan jeli melihat peluang dengan tetap berinvestasi di Indonesia. “Sekalipun keadaan saat ini masih bergejolak, tapi saya yakin investor tetap stay untuk terus berinvestasi. Stay invested dalam keadaan pasar seperti ini, itu luar biasa,” tuturnya. Menurutnya selama ekonomi masih terjaga di atas 5% dan kinerja perusahaan-perusahaan tetap tumbuh, Didi meyakini terbentuknya struktur pengurus Danantara, akan memulihkan IHSG dan naik ke level top performance sebelumnya, diangka 7000-an. “Karena kita meyakini bahwa ekonomi Indonesia akan terus bertumbuh dan perusahaan-perusahaan ini pada kenyataannya akan terus membaik, dengan tata kelola yang baik dan menjadikan Indonesia salah satu negara demokrasi dengan pertumbuhan ekonomi terbesar didunia,” tutup Didi.

TNI AL Jangan Lindungi Tersangka Pembunuh dan Pemerkosa Jurnalis Wanita, Kuasa Hukum Korban Endus Kejanggalan Rekonstruksi

INDOPOS-Kasus pembunuhan jurnalis Juwita, yang diduga kuat dilakukan oleh oknum anggota TNI AL bernama Jumran, memasuki babak baru dengan dilaksanakannya rekonstruksi oleh Polisi Militer (POM) AL Banjarmasin pada Sabtu (5/4/2025) siang. Rekonstruksi tersebut dilakukan di kawasan Gunung Kupang, Kecamatan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang juga merupakan lokasi ditemukannya jenazah korban. Dalam kegiatan rekonstruksi ini, tersangka Jumran memeragakan total 33 adegan. Adegan-adegan tersebut menggambarkan proses pembunuhan yang dilakukan terhadap Juwita di atas sebuah mobil sewaan. Rekonstruksi ini menjadi bagian penting dari proses penyidikan untuk mengungkap kronologi kejadian secara detail. Namun, kuasa hukum keluarga Juwita, M Pazri, mempertanyakan kejanggalan dalam rekonstruksi tersebut. Salah satu hal yang ia soroti adalah tidak diperagakannya adegan kekerasan seksual yang diduga kuat terjadi sebelum pembunuhan. “Kami akan mendalami mengapa kekerasan seksual tidak dimunculkan, padahal ada indikasi. Termasuk soal waktu kejadian yang tidak disebutkan secara spesifik. Ini penting,” ujar Pazri. Menurut Pazri, hasil forensik telah menunjukkan indikasi kekerasan seksual terhadap Juwita. Karena itu, ketidakhadiran adegan pemerkosaan dalam rekonstruksi menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelengkapan proses penyidikan. Ia menegaskan pentingnya semua unsur kejadian dipertontonkan agar rekonstruksi memberikan gambaran utuh dan adil. Lebih lanjut, Pazri menyampaikan bahwa berdasarkan adegan-adegan yang diperagakan, terlihat jelas bahwa tindakan Jumran dilakukan secara terencana. “Kami sepakat ini pembunuhan berencana, dan itu berarti pelaku layak dijatuhi hukuman maksimal,” ujarnya dengan tegas. Dari hasil rekonstruksi, Jumran terlihat bertindak seorang diri dalam eksekusi pembunuhan. Namun, pihak keluarga dan kuasa hukum belum menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. “Meski dari rekonstruksi pelaku bertindak sendiri, tapi kami tetap mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain,” tambah Pazri. Penyelidikan lebih lanjut masih akan dilakukan untuk memastikan apakah benar tidak ada aktor lain yang terlibat, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembunuhan ini. Juwita adalah wartawati dari salah satu media online di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Ia ditemukan tewas pada Sabtu (22/3/2025) sore di kawasan Gunung Kupang.

Aplikasi JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, Dugaan Korupsi Mencuat

INDOPOS-Layanan digital Bank DKI melalui aplikasi JakOne Mobile mengalami gangguan sejak 29 Maret 2025, menyebabkan keluhan dari para nasabah yang kesulitan melakukan transfer antar bank. Gangguan ini memaksa nasabah untuk menarik uang tunai melalui ATM atau datang langsung ke kantor cabang, lalu menyetorkannya secara manual ke bank tujuan. Menanggapi hal ini, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jupiter memina Bank DKI untuk segera menangani gangguan ini dan menyampaikan informasi yang jelas kepada masyarakat guna menghindari kerusakan lebih lanjut terhadap reputasi perusahaan. “Bank DKI segera memperbaiki masalah ini dan memberikan penjelasan yang lebih transparan kepada publik agar tidak semakin merusak citra positif yang telah dibangun,” kata Jupiter, Minggu (06/04/2025). Jupiter menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dan memperkuat citra positif perusahaan, terutama di tengah era digitalisasi perbankan. Ia berharap Bank DKI dapat mengelola sistem digitalnya dengan lebih baik dan memberikan penjelasan yang transparan kepada publik. “Saya berharap Bank DKI bisa menjaga kepercayaan dari masyarakat dan memperkuat citra positif perusahaan dengan digitalisasi yang baik serta transparansi kepada publik,” ujarnya. Ketua Fraksi NasDem DPRD Jakarta ini juga mengingatkan bahwa gangguan layanan semacam ini dapat berdampak serius terhadap kenyamanan dan loyalitas nasabah. “Khawatir saya, jika masalah ini tidak segera diatasi, maka akan berdampak pada penurunan kepercayaan nasabah,” tegasnya. Ia menambahkan, pelayanan yang baik merupakan fondasi utama dalam menjalankan lembaga keuangan. “Tanpa pelayanan yang baik dan kepercayaan dari nasabah, sebuah bank tidak akan bisa berkembang. Kepercayaan nasabah sangat penting untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan keuntungan secara signifikan,” pungkasnya. (bw)  

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 30, 2025
  • 0 Comments
MUHIDIN MUCHTAR WAKETUM BAMUS BETAWI MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 2025 M/1446 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Bulan sabit bersinar terang… Membawa suka cita, malam yang damai… Saat untuk cinta, saat berbagi… Iedul fitri di nanti.. Gema takbir berkumandang… Iedul fitri datang, saat yg istimewa…. Saling berjabat tangan, saling memaafkan… Dengan cinta dan kebaikan yang abadi… Taqqabalallohu minna wa minkum syiamana wa syiamakum.. Selamat Hari Raya Iedul Fitri 2025 M/1446 H. Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Muhidin Muchtar Waketum Bamus Betawi

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 29, 2025
  • 0 Comments
DPP AMPI Gelar Pleno Ke-6: Bahas Rakernas, Rapimnas, dan Konsolidasi Organisasi

INDOPOS-Jakarta, Setelah melaksanakan Rapat Pleno ke V DPP AMPI yang dilaksanakan sebelumnya, DPP AMPI langsung menggelar Rapat Pleno VI yang digelar Jumat (28/3/2025) malam di Sekretariat DPP AMPI yang melahirkan beberapa keputusan, antara lain merencanakan pelaksanaan Rakernas, Rapimnas, dan konsolidasi organisasi. Rapat pleno VI yang dihadiri oleh para pengurus pleno DPP AMPI juga memperkenalkan pengurus baru dari hasil revitalisasi dengan salah satunya adalah Robi Anugrah Marpaung sebagai Sekjen DPP AMPI yang baru. Dalam kepengurusan baru ini, DPP AMPI ini akan menyusun program-program bidang di DPP AMPI dalam rangka meningkatan soliditas organisasi. Hasil Pleno ke VI DPP AMPI juga membahas penyelesaian dan pelaksanaan beberapa Musyawarah Daerah (Musda) dengan prioritas Musda AMPI Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, Rapat Pleno VI juga memutuskan untuk membahas pembidangan program kerja dan menyusun kepanitiaan untuk persiapan Rakernas, Rapimnas, Halalbihalal dan juga kegiatan organisasi. Jerry Sambuaga menyebutkan, “Keputusan-keputusan dalam rapat pleno ini diambil dalam rangka memantapkan konsolidasi organisasi.” Komitmen Ketua Umum Jerry Sambuaga atas hasil Rapat Pleno VI ini adalah untuk menjaga integritas, meningkatan soliditas, dan melanjutkan semangat kekeluargaan serta persaudaraan dalam organisasi AMPI. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 29, 2025
  • 0 Comments
Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya menyampaikan, MAJELIS KAUM BETAWI akan menggelar Perayaan Adat Masyarakat Betawi, yaitu “Lebaran Betawi Tahun 2025”, bertajuk “ANDILAN POTONG KEBO LEBARAN BETAWI TAHUN 2025”

INDOPOS-Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya menyampaikan, MAJELIS KAUM BETAWI akan menggelar Perayaan Adat Masyarakat Betawi, yaitu “Lebaran Betawi Tahun 2025”, bertajuk “ANDILAN POTONG KEBO LEBARAN BETAWI TAHUN 2025”. Tahyudin menjelaskan, ANDILAN adalah tradisi masyarakat Betawi untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Yaitu patungan sejumlah uang untuk membeli seekor kerbau , lalu dagingnya dibagikan sesuai andilannya. Dan sebagian lagi dibagi untuk anak yatim dan fakir miskin. Andilan dilakukan dalam rangka memperkokoh silaturahmi, dan berbagi sesama saudara dalam rangka menyambut Idul Fitri. Sebetulnya rangkaian idul ditri bagi masyarakat betawi ada beberapa tahapan, mulai dari munggahan, rowahan berdoa untuk leluluhur hormat takzim bagi orang tua yang sudah mendahului. ‘ Pertengahan bulan, malam masak ketupat atau disebut juga malam qunut, ketupat di makan bersama di masjid, malam membaca doa kunut Sampai menjelang akhir Ramadhan. Jelang tiga hari sebelum Idul Fitri, ada kegiatan sedekahan nujuh likur setelah solat tarawih, membagikan kue pancong, kue unti dan lain-lain Siangnya ada acara andilan kerbau, karena dulu kerbau merupakan hewan peliharaan masyarakat betawi. Masyarakat Betawi banyak petani, dan kerbaun digunakan membajak sawah. Betawi menghormati saudara-saudara kita agama lain, misal hindu yang melarang potong sapi, sehingga diganti kerbau. Masyarakat muslim Betawi merasakan bersama-sama. Lebaran biasanya berlangsung 7 hari, tidak hanya sanak saudara dekat, namun juga antar kampung. Misalnya, rawa buaya, semanan, kosambi, cengkareng. Sehingga saling ketemu sampai 7 hari Hari pertama misal kumpul di semanan, lalu selanjutnya , kumpul di cengkareng. Andilan itu bagian rangkaian dari kegiatan itu. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 29, 2025
  • 0 Comments
SGY Menyala! Kembali Soroti Kasus Formula E Hingga Sumber Waras

INDOPOS-Mohon Maaf Lahir dan Batin: Setelah Ramadan Kembali Fokus Bahas Masalah Jakarta, RDF-ITF, JIS, Formula E, RSSW, Bansos Covid-19, LHP BPK 2005-2023, dan Lainnya. Tak terasa, hari ini, Sabtu, 29 Maret 2025, atau 29 Ramadan 1446 H, sudah memasuki hari ke-29 puasa. Tinggal satu hari lagi menuju akhir Ramadan. Ada rasa sedih karena harus berpisah dengan bulan penuh berkah ini, tetapi di tengah kesedihan itu, juga terselip kebahagiaan karena sebentar lagi kita akan menyambut hari kemenangan, 1 Syawal Idul Fitri. Lebaran Idul Fitri 2025/1446 H berpeluang besar dirayakan serentak oleh pemerintah dan ormas Islam lainnya, yakni pada Senin, 31 Maret 2025, atau 1 Syawal 1446 H. Semoga segala amal ibadah kita hingga hari terakhir Ramadan diterima oleh Allah SWT. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Karim. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Selama Ramadan ini, saya jarang menulis artikel, kecuali beberapa yang saya anggap mendesak. Hal ini karena saya lebih fokus menjalankan ibadah di bulan suci ini. Namun, setelah Ramadan, saya telah memutuskan untuk kembali aktif membahas berbagai permasalahan di Jakarta. Tujuan saya adalah memberikan masukan kepada pemimpin baru Jakarta, Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, agar mereka dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat untuk Jakarta. Selain itu, masukan saya juga penting sebagai bahan evaluasi terhadap kebijakan sebelumnya. Melalui evaluasi yang tepat, kebijakan yang keliru atau berpotensi merugikan keuangan negara serta mengandung unsur Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dapat diidentifikasi. Dengan demikian, saran yang saya sampaikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kemajuan Jakarta dan kesejahteraan masyarakatnya. Pembahasan Permasalahan: RDF-ITF, JIS, Formula E, RSSW, Bansos Covid-19, LHP BPK 2005-2023, dan Lainnya Saya akan memulai dengan menyampaikan masukan mengenai pembatalan Intermediate Treatment Facility (ITF) dan pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF). Saya telah mengikuti perkembangan ini sejak era Gubernur Fauzi Bowo (Foke). ITF pertama kali digagas oleh Gubernur Foke, dan pada akhir masa jabatannya pada 2012, proses lelang ITF sudah dilakukan. Namun, proyek ini gagal karena masih banyak kendala yang belum terselesaikan. Pada era Gubernur Anies Baswedan, dilakukan groundbreaking Intermediate Treatment Facility Sunter di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelaksanaan pembangunan ITF dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD Perseroda PT Jakarta Propertindo (PT.Jakpro), yang telah mengeluarkan banyak dana untuk proyek ini. Namun, semua itu sia-sia karena proyek ini dihentikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono. Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba muncul rencana pembangunan Refuse Derived Fuel atau RDF Plant. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, termasuk salah satu pihak yang sangat bersemangat dalam proyek ini. RDF Plant direncanakan beroperasi pada awal 2025, tetapi gagal karena menimbulkan bau menyengat. Masyarakat sekitar juga mengeluhkan dampaknya, termasuk gangguan kesehatan yang ditimbulkan. Peresmian RDF Plant terus mengalami penundaan, mulai dari awal tahun, kemudian Maret, April, dan kini kembali mundur. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menargetkan perbaikan infrastruktur RDF Plant di Rorotan, Jakarta Utara, dengan penyelesaian paling lambat Juli 2025. Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah: Siapa yang bertanggung jawab atas pembatalan ITF dan permasalahan RDF Plant yang gagal beroperasi? Apakah eks Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi atau Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asep Kuswanto? Selain itu, siapa yang harus bertanggung jawab atas biaya pembangunan ITF yang telah dikeluarkan oleh PT Jakpro? Apakah eks Gubernur Anies Baswedan, PT Jakpro, atau Dinas Lingkungan Hidup? Pertanyaan lain yang perlu dijawab adalah apakah kerugian yang dialami PT Jakpro akibat dihentikannya pembangunan ITF dapat dikategorikan sebagai kerugian negara. Selain itu, perlu dilakukan penelusuran untuk memastikan apakah dalam pembangunan RDF terdapat indikasi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara. Pihak-pihak terkait harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini secara tuntas sehubungan dengan pembatalan proyek ITF dan permasalahan RDF Plant. Saya akan menyampaikan hal ini kepada Gubernur Pramono Anung secara transparan, dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain permaslahan ITF dan RDF, saya juga akan menyampaikan masukan tentang maslah lainnya. seperti, permaslahan pembangunan Jakarta Internasional Stadion (JIS) dan Kandang Persija, persoalan Formula E, RSSW, Bansos Covid-19, LHP BPK 2005-2023, dan masalah-maslah Lainnya. Khusus mengenai LHP BPK, permasalahan ini berfokus pada tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta. Merujuk pada informasi dari BPK, masih banyak temuan sejak tahun 2005 hingga 2023 yang belum ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Bahkan, beberapa masalah dalam laporan keuangan telah dibiarkan tanpa penyelesaian sejak tahun 2005. Dalam konteks ini, saya pernah meminta data rekomendasi BPK Jakarta yang belum ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun, BPK tidak memberikan data tersebut dengan alasan tertentu. Meski demikian, saya akan tetap berusaha mencari rincian…

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 29, 2025
  • 0 Comments
Rapat Pleno V DPP AMPI: Kembalikan Marwah Organisasi, Perkuat Soliditas Kader

INDOPOS-Setelah menggelar Rapat Pleno V di Sekretariat DPP AMPI di Slipi, Jakarta Barat, Jumat (28/3), Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) mengeluarkan enam keputusan. Rapat Pleno ke-5 itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga. Jerry menyebut enam keputusan hasil rapat pleno hari ini merupakan keputusan bersama yang mencerminkan soliditas kepengurusan dan sekaligus mengembalikan marwah organisasi. Jerry mengatakan ,”Enam keputusan tersebut diambil sesuai dengan mekanisme dan peraturan organisasi yang berlaku. Pertama, mengembalikan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) kepada Surat Keputusan (SK) yang terdahulu.” “Kedua, membacakan keputusan surat pengunduran diri saudara Rizky Maulana selaku PLT Sekjen DPP AMPI,” kata Jerry kepada wartawan Jumat malam. Ketiga, membacakan keputusan surat pengunduran diri Gidion Hemanus Kaunang selaku Ketua Organisasi. Keempat, menerima hasil investigasi dari Ketua Ema Asmawati selaku tim disiplin investigasi dengan hasil yang menyatakan bahwa, Ahmad Andi Bahri selaku Sekjen non aktif DPP AMPI tidak terbukti bersalah. Ketua Tim Disiplin Organisasi Ema Asmawati menyatakan, “Tim Disiplin merekomendasikan untuk memulihkan nama baik Sekjen non aktif DPP AMPI Ahmad Andi Bahri. Dan juga mengembalikan jabatan saudara Ahmad Andi Bahri menjadi Sekjen DPP AMPI. Selain itu kami juga merekomendasikan revitalisasi kepengurusan terhadap pengurus yang melanggar Peraturan Organisasi (PO) 03 terkait sanksi dan disiplin organisasi.” Kelima, menyampaikan surat pengunduran diri Sekjen non aktif DPP AMPI Ahmad Andi Bahri. Keenam, membacakan Surat Keputusan (SK) baru dari hasil revitalisasi terhadap SK kepengurusan awal, sesuai dengan amanat hasil keputusan dari Rapat Pleno I, Rapat Pleno II, Rapat Harian I, dan rekomendasi dari Tim Disiplin Organisasi yang disampaikan di Rapat Pleno V. Akhirnya Ahmad Andi Bahri selaku Sekjen DPP AMPI yang telah dipulihkan nama baiknya dan jabatannya mengundurkan diri dari kepengurusan DPP AMPI sebagai bentuk loyalitas terhadap Ketua Umum Jerry Sambuaga dan Ketua Dewan Pembina DPP AMPI Bahlil Lahadalia dan demi keberlanjutan roda organisasi AMPI. “Keputusan-keputusan dalam rapat pleno ini diambil dalam rangka mendengar aspirasi dari peserta rapat pleno dan mencari solusi bersama,” kata Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga yang memimpin langsung sidang pleno tersebut, dikutip Jumat (28/3). Rapat pleno berlangsung sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku. Meskipun terjadi beberapa dinamika, keputusan yang diambil sudah berlandaskan mekanisme organisasi Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI).