
INDOPOS–Jakarta | Staf Khusus Menteri Investasi/ BKPM Ir. H. Didi Apriadi, M.AK. MH menyatakan keberadaan Danantara menjadi gagasan besar pemerintah untuk membangun fundamen stabilitas ekonomi nasional guna meningkatkan kepercayaan pelaku pasar serta harusnya dapat memperkuat nilai tukar rupiah.
Percepatan dan realisasi program Danantara sangat dibutuhkan untuk memberi kepastian bagi pelaku ekonomi ditingkat nasional maupun internasional.
Seiring terbentuknya struktur yang akan mengelola Rp. 14 ribu triliun, menjadi jaminan kepastian bagi investor agar tidak khawatir dengan system manajemen tata kelola niaga berkelas dunia.
“Terbentuknya struktur Pengurus Danantara, dari Managing Director, Dewan Pengawas, hingga Penasehat, diisi oleh tangan tangan berintegritas dengan track record dunia akan menciptakan kepercayaan (investor) dunia tertuju kepada Indonesia,’’ kata Didi Apriadi, di Jakarta, Kamis, (3/4/25).
Bisa dibayangkan, lanjut Didi, Danantara saat ini di pimpin Rosan Roeslani (CEO) sosok dengan track record jelas, ada Ali Setiawan (Managing Director HSBC), ada Mohammad Al Arif (World Bank), Ahmad Hidayat (Komisaris Bank DBS) ada Ekonom Harvard University Jeffry Sach, hingga Eks Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra. Ini terobosan sangat luar biasa dan satu bukti bahwa pemerintahan Presiden Prabowo saat ini tidak main main untuk kemajuan & kemandirian bangsa ini,’’ tegas Didi.
Terlebih peran serta pemerintah Presiden Prabowo, memberi support besar mengelola Rp. 14 ribu Triliun, melibatkan pengawasan langsung KPK, Jaksa Agung, Polri dan BPK dalam struktur yang diumumkan menjadi jaminan keberhasilan Danantara kedepan.
“Kalaupun muncul was was dan kekawatiran investor terhadap persepsi bahwa ekonomi Indonesia semakin tersentralisasi, tentu itu bagi kepentingan negara adalah hal biasa dan positif,” lanjutnya.
Didi meyakini kehadiran Danantara dua tiga tahun kedepan akan mengubah perekonomian Indonesia dimata dunia. Investor yang paham akan jeli melihat peluang dengan tetap berinvestasi di Indonesia.
“Sekalipun keadaan saat ini masih bergejolak, tapi saya yakin investor tetap stay untuk terus berinvestasi. Stay invested dalam keadaan pasar seperti ini, itu luar biasa,” tuturnya.
Menurutnya selama ekonomi masih terjaga di atas 5% dan kinerja perusahaan-perusahaan tetap tumbuh, Didi meyakini terbentuknya struktur pengurus Danantara, akan memulihkan IHSG dan naik ke level top performance sebelumnya, diangka 7000-an.
“Karena kita meyakini bahwa ekonomi Indonesia akan terus bertumbuh dan perusahaan-perusahaan ini pada kenyataannya akan terus membaik, dengan tata kelola yang baik dan menjadikan Indonesia salah satu negara demokrasi dengan pertumbuhan ekonomi terbesar didunia,” tutup Didi.