• INDOPOSINDOPOS
  • April 16, 2025
  • 0 Comments
PT. Mulia Empat Satu, Sukses Ekspor Perdana Besi Baja Ware Hause System Senilai $200 Ribu USD Ke Pantai Gading

INDOPOS-Jakarta | PT. Mulia Empat Satu (MES) sukses melakukan ekpor perdana besi baja ke negara Pantai Gading, Afrika. Ekspor produk manufacturing (Wereouse Racking Sistem) berstandar SNI senilai $200 ribu USD ini cukup membanggakan. Ditengah inflasi dan krisis ekonomi serta kompetitif persaingan global menyusul perang tarif pajak resiprokal yang diterapkan Amerika terhadap impor-ekspor semua negara, termasuk Indonesia. Sukses ekport perdana PT. MES langsung dari fabrikasi di Kota Pandaan, Jawa Timur membuktikan, bahwa situasi krisis global tidak menjadi penghalang kinerja dan produktifitas usaha. Sebaliknya, situasi sulit justru mendorong kreatifitas dan tantangan mencari celah dan terobosan baru. Direktur Utama PT. MES Marcel Gunawan yang kini memiliki 200 human resource (SDM ahli) meyakini bahwa setia masa selalu memiliki kesulitannya sendiri. Tapi setiap masa juga selalu menjadi peluang baru bagi celah usaha. “Bagi mereka para pebisnis pasti tahu ada sesuatu yang bisa dikerjakan untuk menghadirkan keuntungan sekalipun dimasa sulit,’’ ujar Marcel melalui seluler dari kantornya kawasan industri Delta Silicon, Cikarang, Rabu, (16/4/25). Diungkap Marcel, kunci keberhasilan melakukan ekport perdana ke satu Perusahaan PMA di Afrika Selatan, tidak lepas dari situasi usaha, menjaga kualitas produk dan market value di dalam negeri. Termasuk menerapkan kebijakan efisiensi. Semua produk ranah industri harus memiliki market value kuat. “Situasi usaha saat ini pasti membutuhkan efisiensi. Bagaimana secara harga tetap kompetitif, namun dari segi kualiats produk harus tetap dijaga standar dan kualitasnya tetap sama. Standar internasional yang bisa diaudit. Termasuk menjaga layanan, maintenance dan after sales,’’ jelas Marcel. Ekpor tiga kontainer besi baja werehouse racking system ke negara Pantai Gading tidak lepas dari pendekatan marketing serta peran komunikator vendor di dalam negeri selama sepuluh tahun terakhir. Bagaimana membangun R&B untuk mendekatkan secara costumer dengan baik, dan berkualitas sejak produksi pada tahun 2014. Tidak kalah dengan produk pesaing, dari Jerman, Malaysia dan Tiongkok. Staf Khusus Menteri Investasi/ BKPM Ir. H. Didi Apriadi, M.AK. MH.memberikan apresiasi terhadap keberhasila PT. MES melakukan ekpor perdana. Selaras dengan harapan pemerintah, ekpor besi baja werehouse racking system yang dilakukan PT. MES diharapkan bisa memberikan dampak positif langsung bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Ini satu bukti bahwa ditengah situasi apapun sekalipun krisis kita harus tetap optimis. Selalu ada jalan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pelaku usaha dan ekportir lain dalam negeri bisa melakukan terobosan sebagaimana dilakukan PT. MES. Dengan begitu keadaan krisis tidak menjadi hambatan dan membuat kita panik. Apalagi pesimis. Dengan begitu perekonomian kita selalu terjaga dan tetap tumbuh sesuai harapan,’’ ujar Didi. Apresiasi yang sama juga diberikan Direktorat Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Dodiet Prasetyo. Prestasi ekspor perdana PT. MES menjadi bukti bahwa kualitas industri tanah dalam negeri tidak kalah dengan negara maju lain. “Tentu ekspor ini mengukuhkan positioning kualitas industry logam kita semakin mampu bersaing. Tidak kalah dengan kualitas produk negara maju yang lebih dulu leading. Hari ini juga membuktikan kita tidak hanya bisa, tapi juga siap menjadi pesaing tangguh yang siap merebut ceruk ekspor di pasar internasional,’’ ujar Dodiet Prasetyo. Bagi Marcel Gunawan selaku Direktur Utama, keberhasilan melakukan Ekspor perdana PT. MES ke Pantai Gading menjadi motivasi yang patut disyukuri dan membuat dirinya bangga. Terlebih bisa mencantumkan produk dengan label made in Indonesia. “Pertama, pastinya bersyukur dahulu. Masih bisa menjalankan bisnis dan usaha ditengah krisis global dan menjadi rejeki. Baru kemudian bangga karena untuk pertama kami bisa ekpor dan disetiap produk kami selalu mencantumkan label produk: Made In Indonesia. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami dan semoga bisa mendorong pelaku usaha kita untuk bisa melakukan terobosan berbagai produk unggulan ekspor lainya,’’ tutup Marcel. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 15, 2025
  • 0 Comments
Ketum Masyarakat Pendukung Gibran Jimmy S : Penggeruduk UGM Terkait Ijazah Jokowi Terindikasi Politis, Jangan Coba-Coba Membuat Gaduh Situasi yang Sudah Kondusif

INDOPOS-Seratusan orang yang menyatakan berasal dari TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) medatangi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada atau UGM pada Selasa, 15 April 2025. Kedatangan mereka ke Fakultas Kehutanan untuk mengklarifikasi perihal polemik ijazah mantan Presiden Jokowi. Pada kesempatan itu, tiga orang perwakilan tim yaitu Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tiasuma diterima untuk berdialog dengan pihak kampus. Selain mereka, ada juga tokoh senior yang ikut mendatangi Fakultas Kehutanan UGM yaitu Amien Rais dan Syukri Fadloli dari Yogyakarta. Kelompok TPUA selama ini mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi. Bahkan mereka juga menuding ijazah Jokowi palsu. Kehadiran mereka di Fakultas Kehutanan UGM adalah untuk melihat langsung bukti-bukti ijazah Jokowi di kampus itu. “Tim pembela ulama dan aktivis dari Jakarta hadir untuk mengklarifikasi dugaan ijazah palsu mantan presiden Jokowi,” kata Syukri Fadoli, Selasa, 15 April 2025. Ia menyatakan, tujuan klarifikasi adalah untuk menentukan keaslian ijazah tersebut. Dugaan ijazah palsu muncul karena mantan presiden tidak bisa membuktikan keaslian ijazahnya di pengadilan. “Pengadilan seharusnya menilai kebenaran ijazah jika ada tuduhan penggunaan ijazah palsu,” kata Syukri. Perwakilan rombongan ditemui oleh Wakil Rektor I Wening Udasmoro, Wakil Rektor III Arie Sudjito, dan Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta. Rombongan ini datang ke UGM dan berkumpul di Fakultas Kehutanan. Mereka kemudian menuju Bundaran UGM untuk berorasi. Polemik seputar ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali mencuat setelah mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, meragukan keaslian ijazah dan skripsi Jokowi. Rismon menilai penggunaan font Times New Roman dalam dokumen tersebut belum ada di era 1980-an hingga 1990-an. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam video berjudul “Ijazah Palsu Joko Widodo “Berdasarkan Analisa Jenis Font dan Operating System”, yang diunggah di YouTube, Selasa, 11 Maret 2025. Ia berpendapat bahwa ini adalah bukti kuat untuk meragukan keaslian dokumen tersebut. Tudingan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk UGM dan teman-teman seangkatan Jokowi. Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang masih mempersoalkan tentang keaslian ijazahnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu kembali menekankan bahwa siapa yang menuduh ijazah UGM-nya palsu adalah yang harus membuktikan. “Ya dipertimbangkan untuk dikaji lebih dalam oleh pengacara (kuasa hukum) karena memang sudah disampaikan oleh Rektor UGM, terakhir juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Kehutanan, kan sudah jelas semuanya,” ujar Jokowi ketika ditemui wartawan di kediamannya di Kelurahan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Jumat, 11 April 2025. Menanggapi hal itu saat awak media menghubungi Jimmy S Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran mengatakan, Mereka itu lagi mencari apa sampai bergerombol seperti itu dan menggeruduk Kampus ? Jika yg mereka cari hanya keaslian ijasah seseorang ya gunakan jalur hukum yg ada. Meskipun kita sdh tau bahwa sdh pernah beberapa kali jalur hukum ditempuh namun tidak ditemukan ada nya palsu kan, ucap Jimmy. “Lembaga Negara yaitu KPUD dan KPU jg sudah Meloloskan bacalon kepala daerah dan kepala negara dlm hal ini presiden pada saat itu sehingga lolos dalam verifikasi dan ditetapkan sbg calon” Terus apa lagi ? Apa mereka mengganggap Lembaga Negara itu jg berbohong ? Keterangan Resmi pun sudah diberikan oleh pihak kampus mengenai hal tsb kan, dimana itulah sumber informasi yg super valid, terus apa lagi sampai mengerahkan massa segitu banyak ? Saya Mengingatkan untuk para penggeruduk untuk jangan asal bunyi menuduh pak jokowi dengan asal bunyi, kalau tidak puas ya tempuh jalur hukum dan tunggu proses nya, Jangan buat gaduh dengan mengerahkan massa seperti itu. Sudah banyak pihak yg menjawab dan mengkonfirmasi ke aslian ijasah tsb kok masih ngotot aja bilang itu tidak asli, Ada apa dengan orang2 ini ? Jangan memaksa keinginan utk yg asli di bilang tidak asli, hati hati ini sdh masuk dalam ranah pidana. Jimmy Menambahkan, Jika gaya nya menggeruduk seperti ini jelas sudah motivasinya terindikasi bernuansa politik !, Tegas Jimmy sambil menutup sambungan telepon awak media.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2025
  • 0 Comments
Kampus Unggul Universitas Borobudur Lecturing dan International Benchmarking di Korea Selatan

INDOPOS-Sebagai bentuk pertanggung jawaban moral dan akademik Kampus Unggul Universitas Borobudur terus menjaga mutu dan kualitas nya. Tanggal 12-17 April Mahasiswa, Dosen dan Pimpinan dari S1,S2 dan S3 melakukan lecturing, International Benhmarking dengan banyak hal yang didiskusikan. Pada kegiatan ini 30 mahasiswa, dosen dan pimpinan mengikuti kegiatan membicakan kurikulum secara internasional, international conference serta student mobility. Pimpinan rombongan Prof Faisal Santiago Ketua Program Doktor Ilmu Hukum juga Direktur Pascasarjana mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan rutin sejak tahun 2017 Ke Kampus Luar Negeri bereputasi seperti Utrecht di Belanda, Leeds di UK , Kanzai Gaidai di Jepang, Thammasat di Thailand sehingga tidak heran kalau S1,S2,S3 Ilmu Hukum bahkan institusi nya terakreditasi Unggul. Pada hari ini senin tanggal 14 April 2025 kegiatan di adakan Youngsan University dan tanggal 15 April 2025 di Hankuk University. Para pimpinan dan dosen di Youngsan University mengikuti International Conference dengan para presenter dari Universitas Borobudur Prof Faisal Santiago, Prof Ade Saptomo, Dr Ahmad Redi, Aditya Nasution dan Enny Kristiani yang mewakili dari mahasiswa. Ini lah salah satu pertanggungjawaban akademik Kampus Unggul Universitas Borobudur yang beralamat Jalan Laksamana Malahayati (Kalimalang) No.1 Jakarta Timur, terus menjaga mutu akademik ujar Prof Faisal Santiago Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 12, 2025
  • 0 Comments
Universitas Borobudur Gelar Kuliah Umum “Dampak Kebijakan Kenaikan Tarif Impor Baru Amerika Serikat Bagi Indonesia”

INDOPOS-Universitas Borobudur menggelar kuliah umum dengan tema “Dampak Kebijakan Kenaikan Tarif Impor Baru Amerika Serikat Bagi Indonesia”, Sabtu (12/4/2025). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah nara sumber, di antaranya Bambang Soesatyo, Ketua MPR Periode 2019-2024 yang juga Dosen Tetap Universitas Borobudur, serta Anggota DPR RI 2024-2029. Prof. Dr. Faisal Santiago, S.H., M. M Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur yang menjadi Keynote Speech. Kemudian, Prof Heru Subiyantoro. Ph. D, Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Borobudur, Dr. Machfud Sidik, Msc, Prof Dr. Cicih Ratnasih, MM, Moderatot Dr Nugroho Agung Wijoyo, M. A. Dalam keterangannya, Prof Heru Subiyantoro. Ph. D, Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Borobudur, menyampaikan, terkait Kebijakan Kenaikan Tarif Impor Baru Amerika Serikat, langkah yang saat ini ditempuh Pemerintah Indonesia sudah benar. Jadi tadi saya sebut game theory, ini adalah game theory, non-kooperative game theory. Karena Trump mendesakkan mauannya itu untuk banyak negara. “Nah ternyata betul, akhirnya adalah solusi yang paling baik dari ini adalah negosiasi. Jadi tidak mungkin tanpa penyelesaian ini dengan terus dikontrol-kontrolan. Maka itu harus negosiasi. Itu intinya,” ujar Prof Heru. “Tinggal bagaimana kita bernegosiasi Dan ini saya kira sudah dilakukan Sudah baik,” tambahnya. Masyarakat dia Ya gini Ini kan lucunya Dulu dunia itu Mengarah kepada globalisasi Sekarang berbalik kepada Proteksionisme Ini gak akan dari sudut teori Pedagangan internasional ini kurang menguntungkan, Jadi emang harus Tarif itu diturunkan Tetapi tanpa mengabaikan Industri dalam negeri Ya ini negosiasi Tidak ada cara lain menurut saya Harus turun. Kenapa Indonesia tidak mengikuti cara Cina Pak yang konfrontasi Pak? Ya, kan kekuatan Cina besar. Kita ini, ini kayaknya Trump itu kayak bis besar, melaju di jalan raya, mobil kecil-kecil harus minggir, kan begitu. Itu nggak bisa itu. Nah, Cina, kenapa Cina berani seperti itu? Karena dia punya kekuatan yang hampir berimbang, kan begitu. Ya kita mau dengan cara seperti itu ya, rasanya kok gak masuk akal begitu. Jadi harus harus dihormati. Dan banyak konsumen Amerika juga pusing, pasti pusing. Banyak demo juga. Iya banyak demo juga, kalau lihat di beberapa media atau di podcast saya lihat itu di Amerika juga ada demo besar-besaran. Ada penentangan juga dari dalam negerinya. Prof. Dr. Faisal Santiago, S.H., M. M Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, menilai, tarif impor Amerika ini ya tentu ada namanya juga politik dagang. Tidak bisa dilepaskan begitu saja, Jadi dinegoisasikan lah ya Supaya produk-produk yang dijual oleh mereka Diterima di negara yang mesangkutan Begitu juga barang yang dijual di negaranya Juga dapat diterima dengan Sehingga sebenarnya saling melindungi lah ya Saling melindungi barang-barang Atau yang diekspor dari suatu negara ke negara lain Dan juga sebariknya gitu ya Jangan sampai ada yang mendominasi Sehingga akan mematikan di negara tersebut Jadi tentu ya saya pikir Perlulah negosiasi-negosiasi Antara pemerintah dengan pemerintah Berarti langkah negosiasi itu yang paling tepat ya? Langkah negosiasi itu yang paling tepat Dalam pendapat tarif impor Apakah nanti dalam bentuk-bentuk yang lain Tadi yang seperti disampaikan oleh Pak Bamsoed Mungkin juga adanya tax holiday Ada kemudahan berinvestasi dan lain sebagainya Jadi pada prinsipnya adalah Saling menguntungkan jangan kabur dulu sini dulu Intinya itulah Cari solusi.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 12, 2025
  • 0 Comments
Universitas Borobudur Sebagai Delagasi Indonesia Pada China International Education Exhibition Tour (CIEET) dan China Study Abroad Forum (CSAF) 2025 menuju World Rank University (WRU)

INDOPOS-Universitas Borobudur menjadi delegasi Indonesia pada Kegiatan China International Education Exhibition Tour (CIEET) dan China Study Abroad Forum (CSAF) 2025 yang berlangsung di Beijing, Cina. Mengusung tema “For The Sustainable Development of International Education”, kegiatan ini berlangsung pada 11-12 April di China National Convention Center, Beijing. Universitas Borobudur Bersama dengan 6 (enam) Perguruan Tinggi lain dibawah naungan LLDIKTI 3 menjadi salah satu Exhibitor dari total lebih dari 206 pengisi pameran pendidikan yang terdiri dari universitas, institusi dan industri yang berasal dari berbagai negara. adapun delegasi lain dari LLDIKTI3 yang menginisiasi dan memfasilitasi kegiatan termasuk: Universitas Gunadarma, Universitas Multimedia Nusantara Jakarta, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Budi Luhur, Universitas Esa Unggul, dan University of Jakarta International. Universitas Borobudur yang diwakili oleh Dr. Roma Nova Cahjati Poetry, SE., MAB, selaku Kepala Kantor Urusan Internasional mengungkapkan, “Kami (Universitas Borobudur) sangat senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan kesempatan untuk Universitas Borobudur untuk melakukan promosi di kancah internasional dan menyiapkan institusi menuju World Rank University (WRU) dan juga mempererat hubungan kerjasama bilateral dengan Tiongkok.”, Universitas Borobudur sejak 2023 juga telah bekerjasama dengan International Transeducational Education Association (ITEA) China, yang mana memiliki kantor sekretariat di Universitas Borobudur dalam meningkatkan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi kedua negara. Kegiatan di Beijing, Tiongkok ini diinisiasi oleh Chinese Service Center for Scholarly Exchange (CSCSE). CIEET dan CSAF 2025 bukan hanya kegiatan pameran pendidikan, namun juga meliputi akademik forum dan sesi panel, dengan panelis-panelis undangan dari mancanegara. Event ini didedikasikan untuk mempromosikan inisiasi studi keluar dan kedalam negeri (Tiongkok) untuk memperkuat kerjasama antara Tiongkok dengan institusi pendidikan Dunia.  Universitas Borobudur siap masuk dalam World Rank University (WRU) di tahun 2025-2026. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 11, 2025
  • 0 Comments
Pimpinan dan Anggota Pansus I DPRD Banten Gelar Raker dengan OPD Bahas LKPj Pemprov Banten Tahun Anggaran 2024

INDOPO–SERANG,- Pimpinan dan anggota Pansus I DPRD Banten melaksanakan rapat kerja dengan OPD Provinsi Banten yang membahas terkait LKPj Pemerintah Provinsi Banten Tahun Anggaran 2024 bertempat di GSG DPRD Provinsi Banten, Rabu (09/04/2025). Turut hadir pula Pj. Sekretaris Daerah, Asda I, Asda II, Asda III, Biro Hukum, Inspektorat, Bappeda, BPKAD, dan Badan Pendapatan Daerah. Dalam rapat, Ketua Pansus I DPRD Banten Muhammad Faizal, menuturkan bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk penyampaian ekspose Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) dari tim teknis penyusunan LKPj Pemerintah Provinsi Banten. “Ini merupakan agenda rutin dimana LKPj selalu dibahas oleh Pansus I di setiap tahunnya,” tuturnya. Lebih lanjut, tim penyusunan LKPj Pemerintah Provinsi Banten Tahun Anggaran 2024 dan para kepala OPD Provinsi Banten satu per satu kemudian memaparkan berbagai laporannya prihal yang tercantum di dalam LKPj tersebut. Menanggapi hal tersebut, Ketua Pansus I Muhammad Faizal berharap ekspose LKPj ini dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan Pemerintah Provinsi Banten ke masa pemerintahan sekarang. “Semoga apa yang menjadi catatan kita pada LKPj Tahun Anggaran 2024 ini dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan untuk Gubernur Banten yang baru menjabat,” ucapnya. (ADV)

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 10, 2025
  • 0 Comments
Ketum MPG Jimmy S Dukung Langkah Tegas Wamenaker Immanuel Ebenezer Minta Dirjen Pajak Audit Aplikator Nakal yang Merugikan Ojek Online

WAKIL MENTERI TENAGA KERJA : SANKSI KERAS TERHADAP PERUSAHAAN APLIKATOR OJOL AKAN DI AUDIT PAJAK NYA JIKA CURANG TERHADAP OJOL. KETUM MPG : DUKUNG LANGKAH TEGAS WAMENAKER DAN SEGERA KELUARKAN SURAT REKOMENDASI NYA DARI KEMENAKER KE INSTANSI YANG BERWENANG UNTUK PERIKSA PAJAK PERUSAHAAN NYA, AGAR TIDAK TERLIHAT HANYA OMON OMON. INDOPOS-Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer bereaksi keras terkait laporan bahwa driver ojek online (ojol) hanya menerima bonus hari raya (BHR) sebesar Rp50.000 dari aplikator. Ia menegaskan bakal segera memanggil dan mengaudit para aplikator yang dinilai merugikan para pekerja. Pria yang akrab disapa Noel itu menuding para aplikator telah menipu negara, Presiden Prabowo Subianto, hingga rakyat Indonesia. Ia pun menegaskan tidak akan tinggal diam. “Pokoknya kita akan panggil aplikator-aplikator itu. Mereka jangan buas dengan rakyat itu ya. Mereka sudah bohongi negara, bohongi presiden saya, bohongi kita, bohongi menteri, bohongi rakyat. Semua dibohongin. Semua lah, aplikator. Semua aplikator,” ujar Noel di Petamburan, Jakarta Pusat Ia menganggap perilaku aplikator ojol sudah di luar batas dan menggambarkan keserakahan yang tidak wajar. Bahkan, ia menerima laporan bahwa ada driver yang sama sekali tidak mendapatkan BHR. “Kalian tahu gak homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi manusia)? Nah itulah, ojek online itu atau aplikator itu, prilaku mereka seperti rakus, greedy. Bayangkan, mereka bukan dikasih Rp50.000 aja. Bahkan masih banyak dari mereka yang tidak mendapatkan sama sekali. Jadi tingkat rakusnya sudah terlalu kelewatan,” tegasnya. Sementara itu Ketua Umum DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Jimmy S, mendukung penuh rencana Wamenaker Immanuel Ebenezer, memanggil dan mengaudit para aplikator yang dinilai merugikan para pekerja. “Jangan ragu-ragu, Kemenaker segera membuat surat rekomendasi kepada Dirjen Pajak untuk mengaudit aplikator ojek online. Saya sebagai Ketum MPG mendukung penuh langkah wamenaker,” ujar Jimmy. Menurut Jimmy, hal ini juga pernah dilakukan oleh Kementerian Koperasi, saat menghadapi persoalan izin minyak goreng,beberapa waktu lalu. Dengan bertindak tegas dan cepat dalam melaksanakan audit dan penindakan. Kita juga harus pahami, profesi ojek online ini merupakan profesi yang sangat penting, dan tidak main-main. Karena, ada jutaan, bahkan puluhan juta yang menggantungkan hidup meraka pada ojek online. “Tindakan dari Wamenaker sudah tepat, karena melindungi hajat hidup orang banyak,” tegas Jimmy. (***)

Kyai Said Aqil Siroj: Media Harus Menjujung Kaidah Jurnalistik dan Harus Tabayyun

INDOPOS-Jakarta | Mantan Ketua PBNU KH. Said Aqil Sirad mengkritisi pemberitaan media Tempo berjudul “Pengusaha dan Politikus Pengendali Judi Online di Kamboja” yang diterbitkan Tempo pada Minggu, 6 April 2025. Pemberitaan tersebut menjadi viral karena menyebut nama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terlibat dalam bisnis judi online. Menurutnya, media harus menjujung tinggi kaidah jurnalistik dalam menulis berita. “Berdasarkan kaidah jurnalistik media tidak boleh menulis berita bertujuan untuk merusak nama baik seseorang, secara pribadi maupun Lembaga. Tabayun harus dilakukan sebelum pemberitaan’’ kata Said Aqil, menanggapi berita viral Tempo, dikawasan Rasuna Said, Jakarta, Selasa, (8/4/25) Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam ini mengingatkan, media seharusnya memegang prinsip cek and ricek, berimbang, dan berdasarkan fakta. Senantiasa berpegang pada prinsip pedagogi atau mengajarkan kebaikan (tabligh), “Sebagai media, seharusnya sudah paham bagaimana membedakan mana fakta, mana opini. Antara keduanya juga gak boleh dicampur adukan, dan wajib melakukan klarifikasi langsung agar tidak mengahkimi secara sepihak’’ terang Aqil. Sementara menjawab soal keterlibatan Dasco dengan Golden Oasis yang disebut Tempo sebagai pengendali judi online di Kamboja, Aqil menyatakan tidak mengetahui permasalahan tersebut dengan pasti. “Benar atau tidaknya pemberitaan itu, disitulah kaidah jurnalistik mewajibkan wartawan untuk melakukan klarifikasi atau cek ricek alias Tabayyun terlebih dahulu sebelum wartawan menulis berita,’’ujar Aqil. Said mengingatkan, apabila seseorang dinarasikan tidak benar atau hoax bukan hanya merugikan yang diberitakan namun juga bisa menimbulkan gejolak yang merugikan Masyarakat dan bisa berimplikasi secara hukum. “Sebaiknya media menulis berdasarkan fakta, agar tidak menimbulkan gejolak atau merugikan pihak lain, dan tidak bersalah dimata hukum. Sehingga media benar-benar menjadi sumber masalahah atau kebaikan,’’pungkasnya. (***)

Cium Konspirasi Pemilihan Rektor, Dosen UPI Minta Pemerintah Turun Tangan

INDOPOS-Bandung, 8 April 2025. Sejumlah dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) lintas fakultas meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap proses pemilihan rektor UPI periode 2025-2030. Permintaan tersebut disampaikan secara tertulis kepada Sekretaris Kabinet, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikti Saintek. Mereka mencium adanya konspirasi untuk memenangkan kandidat tertentu. Pada saat yang sama, para dosen yang mengirimkan surat atas nama civitas akademik UPI ini mengapresiasi pernyataan Ketua MWA UPI untuk melaksanakan pemilihan rektor secara demokratis, jujur, dan transparan. Pernyataan Ketua MWA tersebut disampaikan pada saat pidato sosialisasi Peraturan MWA Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemilihan Rektor UPI beberapa waktu lalu. “Kami sangat mendukung prinsip demokrasi, kejujuran, dan transparasi dengan _tagline ‘Values for value, full commitment, no conspiracy’_ sebagaimana disampaikan Ketua MWA. Kami sangat mendukung prinsip tersebut untuk diimplementasikan dengan sungguh-sungguh. Namun demikian, dalam praktiknya kami memantau bahwa pelanggaran prinsip tersebut bahkan sudah dimulai sejak pemilihan calon anggota Senat Akademik (SA) di tingkat fakultas,” bunyi pembuka surat yang salinannya diperoleh media ini. Mereka mencatat, sejak pemilihan calon anggota SA di tingkat fakultas, bakal calon rektor yang digadang-gadang menjadi kandidat kuat dengan cara sistematik dan massif telah memobilisasi dekan dan ketua program studi untuk memilih calon anggota SA yang dapat diatur dan diarahkan. Upaya ini dilakukan dengan dasar hubungan patronase antara wakil rektor yang menjadi bakal calon dengan sekelompok dekan. Mobilisasi dukungan berlanjut pada tahap pemilihan anggota MWA dari unsur SA. Bersama sejumlah dekan, bakal calon kandidat terlebih dahulu menetapkan nama-nama yang akan dipilih dari fakultas yang dianggap pasti mendukung yang bersangkutan. Para dosen menilai penetapan nama-nama anggota MWA dilakukan melalui suatu proses konspirasi antara bakal calon kandidat rektor dengan sejumlah dekan sebelum proses pemilihan anggota MWA dilakukan di SA. “Konspirasi dan mobilisasi tersebut sejalan dengan metode pemungutan suara di SA. Dalam pemilihan calon anggota MWA dari unsur SA, pemungutan suara dilakukan melalui metode satu orang anggota SA memilih sembilan orang calon anggota MWA dalam satu paket. Hal tersebut telah menciptakan blok monopoli anggota MWA internal UPI yang terpilih berdasarkan patronase,” tegas surat tersebut. Padahal, sebelumnya sempat muncul usulan agar pemilihan calon anggota MWA dari unsur SA dilakukan melalui metode satu orang memilih satu calon _(one man one vote)._ Metode ini diawali dengan mengubah peraturan pemilihan calon anggota MWA. Sayangnya, usulan tersebut tidak pernah diindahkan. Pemilihan calon anggota MWA tetap memakai sistem pemungutan suara _one person nine vote_. Para dosen menilai pemungutan suara melalui metode satu orang memilih sembilan calon anggota MWA sekaligus telah menciptakan blok monopoli anggota MWA internal UPI. Ini ditunjukkan dengan hasil janggal dalam anggota MWA dari unsur SA, di mana ada satu fakultas memiliki dua wakil anggota MWA, sedangkan dua fakultas tidak memiliki perwakilan anggota MWA. “Akibatnya, keanggotaan MWA internal UPI tidak representatif mewakili SA dan fakultas. Bahkan, pada tahap pemilihan calon anggota MWA ini sebagian anggota SA menyatakan _walk out._ Langkah itu merupakan bagian dari pernyataan sikap atas proses pemilihan calon anggota MWA dari unsur SA sudah tidak demokratis dan membangun monopoli kelompok. Ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip nilai etika di perguruan tinggi yang membangun nilai-nilai objektivitas, transparansi, dan solidaritas akademik,” bunyi surat tersebut. Mobilisasi dukungan kembali terjadi pada tahap penjaringan calon anggota MWA dari unsur masyarakat. Bakal calon kadidat rektor turut menjadi anggota tim penjaringan bakal calon anggota MWA. Di sini terjadi konflik kepentingan karena bakal calon kandidat turut menjaring calon anggota MWA yang kelak akan bertugas memilih rektor. Selain itu, muncul potensi upaya penjaringan calon anggota MWA dari unsur masyarakat dalam mengarahkan dukungan kepada yang bersangkutan. Di bagian lain, para dosen melihat Peraturan MWA Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemilihan Rektor UPI menyisakan isu krusial yang mengindikasikan kembali adanya kecenderungan konspirasi pemenangan kandidat tertentu. Pertama, pemilihan para bakal calon rektor menjadi tiga bakal calon rektor dilakukan melalui pemungutan suara berdasar _one person three vote_ atau satu orang anggota MWA memilih tiga bakal calon rektor. Mereka menilai metode ini dirancang untuk memenangkan persekongkolan tiga calon (satu calon utama dan dua calon pendamping) yang sudah dibangun sejak pemilihan calon anggota MWA dari unsur SA. Metode ini telah menciptakan politik kartel melalui permufakatan semu dan transaksi jabatan di antara ketiga calon dan kelompok turunannya. Kedua, suara Menteri (yang membidangi pendidikan tinggi) sebesar 35 persen secara eksplisit dinyatakan pada tahap pemilihan tiga calon rektor menjadi satu rektor terpilih. Pada tahap pemilihan dari banyak calon menjadi tiga calon rektor tidak dinyatakan secara eksplisit. “Apakah Menteri akan menggunakan suara sebesar 35 persen atau satu suara? Jika Menteri pada tahap pertama pemilihan bakal calon rektor…