Viral! Video Oknum Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar Megawati Zebua, Mencekik Leher dan Mendorong Pramugari.
Viral! Video Oknum Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar Megawati Zebua, Mencekik Leher dan Mendorong Pramugari.
INDOPOS-Koperasi Jasa Komando Merah Putih 08 terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat guna memperkuat ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui pengolahan limbah kelapa menjadi produk bernilai ekonomis tinggi. Saat ini, koperasi telah menerima pesanan ekspor hingga 300 ton per bulan ke China. Produk unggulan yang dihasilkan berupa olahan serabut kelapa, yaitu coconut chip, yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Program ini pertama kali dijalankan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KMP 08 Kabupaten Magelang. Dalam pelaksanaannya, koperasi melibatkan ibu rumah tangga dan masyarakat sekitar sebagai pelaku utama produksi. Hal ini menjadikan program tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Ketua DPC KMP 08 Kabupaten Magelang, Prayono, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Kayuares, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran. Program ini menjadi solusi dalam mengurangi limbah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. “Program ini bukan hanya tentang produksi, tetapi bagaimana kami memberdayakan masyarakat agar memiliki penghasilan tambahan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya. Ke depan, Koperasi Jasa Komando Merah Putih 08 berencana mengembangkan program ini ke berbagai daerah di Indonesia. Dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, koperasi berharap dapat membuka lapangan kerja baru dan memperluas dampak positif bagi perekonomian desa. Selain itu, koperasi juga mengharapkan dukungan dari pemerintah agar program ini dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi nasional. Pengolahan limbah kelapa ini merupakan langkah awal dari pengembangan industri berbasis potensi lokal. Ke depan, berbagai produk turunan kelapa akan dikembangkan, seperti cocopeat, cocofiber, minyak kelapa, pakan ternak, pupuk, hingga produk ramah lingkungan berbasis kelapa yang memiliki daya saing global. Dengan semangat “Mengelola Limbah Serabut Kelapa menjadi Komoditas Ekspor”, Koperasi Jasa Komando Merah Putih 08 optimis menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus pelopor pengelolaan limbah berbasis pemberdayaan di Indonesia.
INDOPOS–Jakarta – Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar tidak sembarangan menunjuk pejabat untuk mengisi posisi strategis, khususnya Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub). Menurut Khoirudin, jabatan Kadishub harus diisi oleh sosok yang benar-benar memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang transportasi. Ia menegaskan, sektor transportasi merupakan wajah utama Jakarta yang berdampak langsung pada pelayanan publik. “Gubernur harus jeli. Yang dipilih harus benar-benar mampu dan kompeten, karena ini menyangkut pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat,” tegas Khoirudin. Rencana perombakan pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta memang tengah menjadi sorotan. Sejumlah nama disebut akan dilantik pada Rabu, 15 April 2026, termasuk posisi strategis di Dinas Perhubungan. Salah satu nama yang mencuat adalah Budi Awaludin, yang dikabarkan akan menggantikan Syafrin Liputo. Namun, latar belakang Budi sebagai lulusan STPDN serta rekam jejaknya di bidang pemerintahan umum dinilai belum tentu sesuai dengan kebutuhan teknis transportasi Jakarta. Terlebih, ia baru sekitar satu tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa sektor transportasi akan dipimpin oleh sosok yang minim pengalaman spesifik di bidang tersebut. Kritik juga muncul terkait potensi dominasi aparatur berlatar belakang serupa di tubuh Dinas Perhubungan. Saat ini, posisi Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI juga dijabat oleh Ujang Harmawan yang memiliki latar belakang sejenis. Pengamat perkotaan Nirwono Joga menilai, tantangan transportasi Jakarta sangat kompleks, mulai dari kemacetan kronis, integrasi moda transportasi, hingga pengembangan sistem ramah lingkungan. “Kalau kedua pimpinan berasal dari latar belakang yang sama dan tidak spesifik di bidang transportasi, dikhawatirkan kurang efektif dalam menjawab tantangan yang ada,” ujar Nirwono. Ia menambahkan, tanpa pengalaman teknis yang memadai, program-program transportasi berpotensi tidak berjalan maksimal. Kini, publik menanti keputusan akhir Pramono Anung. Apakah akan mengedepankan faktor kedekatan birokrasi, atau benar-benar memilih figur dengan rekam jejak kuat di bidang transportasi untuk memimpin Dinas Perhubungan DKI Jakarta ke depan.