• INDOPOSINDOPOS
  • April 12, 2026
  • 0 Comments
Ketua SIB Tahyudin Aditya Dukung Penertiban Ondel-Ondel oleh Pramono Anung, Usul Program Alih Profesi dan Apresiasi LPDP untuk Anak Betawi

INDOPOS–JAKARTA — Ketua Seniman Intelektual Betawi (SIB) yang juga Sekretaris Jenderal Bamus Betawi, Tahyudin Aditya, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam menertibkan praktik pengamen ondel-ondel di jalanan. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut dibarengi dengan solusi konkret agar tidak memutus mata pencaharian masyarakat kecil. Menurut Tahyudin, penertiban ondel-ondel yang selama ini kerap digunakan untuk mengamen memang diperlukan demi menjaga marwah budaya Betawi. Ia menilai, penggunaan ondel-ondel di jalanan tanpa pakem yang jelas berpotensi menggeser nilai sakral dan kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap nasib para pengamen yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut. “Penertiban itu baik, tapi jangan sampai memutus nafkah mereka. Kalau sampai itu terjadi, itu bisa menjadi bentuk kezaliman. Harus ada solusi yang manusiawi,” ujar Tahyudin. Sebagai solusi, SIB mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan program alih profesi bagi para pengamen ondel-ondel. Program tersebut dinilai penting agar para pelaku seni tetap memiliki sumber penghasilan yang layak. Tahyudin juga mendorong adanya pelatihan keterampilan hidup (life skill) bagi para pengamen, seperti pembuatan suvenir khas Betawi, kerajinan tangan, hingga keterampilan lain yang bisa menunjang ekonomi mereka. “Bisa dilatih membuat suvenir, kerajinan, atau keterampilan lain. Jadi mereka tetap terlibat dalam ekosistem budaya Betawi, tapi dengan cara yang lebih bermartabat dan berkelanjutan,” jelasnya. Ia menambahkan, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat Betawi agar kebijakan pelestarian budaya tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. Selain itu, Tahyudin turut mengapresiasi inisiatif Gubernur Pramono Anung yang menggagas program beasiswa “LPDP Jakarta” khusus bagi anak-anak Betawi berprestasi. Ia menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Betawi ke depan. “Program LPDP untuk anak Betawi ini sangat baik. Ini bentuk investasi jangka panjang agar generasi Betawi bisa bersaing dan memiliki kapasitas yang unggul,” katanya. Dengan kombinasi antara penertiban, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas pendidikan, Tahyudin berharap kebijakan yang diambil Pemprov DKI Jakarta dapat berjalan seimbang—menjaga kelestarian budaya sekaligus melindungi kesejahteraan masyarakat. “Budaya Betawi harus dijaga marwahnya, tapi masyarakatnya juga harus sejahtera. Itu yang paling penting,” tutupnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 12, 2026
  • 0 Comments
Poros Betawi Muda Dukung Program Beasiswa LPDP Gubernur Pramono, Siapkan Generasi Muda dalam Persaingan Global

INDOPOS–JAKARTA — Sekretaris Jenderal Poros Betawi Muda, Iman Hendri, S.Hi, menyambut baik program beasiswa “LPDP Jakarta” yang digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda Betawi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Iman Hendri mengatakan, akses pendidikan berkualitas melalui skema beasiswa merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak Betawi sebagai masyarakat asli Jakarta. “Ini adalah langkah yang sangat baik dan patut diapresiasi. Program LPDP untuk anak Betawi akan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang, meningkatkan kapasitas diri, serta bersaing di berbagai bidang,” ujarnya. Menurutnya, selama ini masih banyak anak Betawi yang memiliki potensi besar namun terkendala akses dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan adanya program ini, diharapkan kesenjangan tersebut dapat diperkecil. Lebih lanjut, Poros Betawi Muda menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut. Dukungan itu akan diwujudkan melalui pembinaan dan persiapan generasi muda sejak dini. “Kami siap berperan aktif menyiapkan anak-anak muda Betawi, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Pembinaan ini penting agar mereka tidak hanya mendapatkan beasiswa, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi,” jelasnya. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan sangat penting agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain itu, pendampingan berkelanjutan juga dibutuhkan agar para penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik. Poros Betawi Muda berharap, program LPDP Jakarta tidak hanya menjadi bantuan pendidikan semata, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Betawi yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Jakarta ke depan. “Harapannya, dari program ini lahir generasi Betawi yang cerdas, berdaya saing, dan tetap menjaga identitas budaya. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga masa depan Jakarta,” tutup Iman Hendri.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 12, 2026
  • 0 Comments
Viral! Warga Tulang Bawang Sindir Jalan “Kubangan Babi”, Dedi Mulyadi Bereaksi, Bupati Jadi Sorotan

INDOPOS–TULANG BAWANG – Aksi protes warga Tulang Bawang terhadap kondisi jalan rusak viral di media sosial. Sejumlah warga membuat video satir berisi “ucapan terima kasih” kepada Bupati Tulang Bawang karena jalan di wilayah mereka tak kunjung diperbaiki hingga berubah seperti kubangan. Dalam video tersebut, warga terlihat berkumpul di tengah jalan yang rusak parah, dipenuhi genangan air dan lumpur. Dengan nada sindiran, mereka menyampaikan terima kasih karena jalan itu dinilai sudah seperti “kubangan babi” dan sulit dilalui, terutama saat hujan. Kondisi jalan yang tergenang dan berlumpur itu menunjukkan parahnya kerusakan yang dikeluhkan warga. Kendaraan roda dua maupun roda empat disebut kesulitan melintas, sehingga aktivitas masyarakat pun terganggu. Video ini langsung menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan terhadap aksi warga, sekaligus mengkritik pemerintah daerah yang dinilai lamban menangani persoalan infrastruktur dasar. Sorotan juga datang dari Dedi Mulyadi yang ikut mengomentari unggahan tersebut dengan emotikon api (🔥). Respons singkat itu dianggap sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi yang dikeluhkan warga. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang terkait video viral tersebut maupun rencana perbaikan jalan yang dikeluhkan warga. Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi infrastruktur, terutama jalan yang menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 11, 2026
  • 0 Comments
Premanisme Tanah Abang Menggila, Warga Rindu Sosok Ahok yang Bisa Bikin Tertib

INDOPOS–JAKARTA – Aksi premanisme di kawasan Tanah Abang kian meresahkan masyarakat. Berbagai praktik ilegal seperti parkir liar, pemalakan pedagang kecil hingga intimidasi terhadap pengendara terus terjadi tanpa penanganan yang jelas dan berkelanjutan. Sejumlah warga dan pedagang mengeluhkan maraknya pungutan liar yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab. Juru parkir ilegal misalnya, dengan bebas mematok tarif tanpa karcis resmi. Tak jarang, pengendara yang menolak membayar mendapat intimidasi bahkan ancaman. Tak hanya itu, pedagang kecil seperti tukang bakso juga kerap menjadi korban. Dalam beberapa kejadian, aksi premanisme bahkan berujung kekerasan. Mangkuk dagangan dipecahkan karena pedagang menolak memberikan uang setoran. “Kalau tidak kasih uang, bisa diusir atau dagangan dirusak,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya. Pengendara mobil pelat luar kota juga menjadi sasaran empuk. Mereka dimintai “uang keamanan” secara paksa dengan dalih menjaga kendaraan. Praktik ini disebut sudah berlangsung lama dan seolah dibiarkan. Selain itu, sejumlah titik di Tanah Abang diduga dikuasai kelompok tertentu yang mengatur lapak dagang hingga aktivitas bongkar muat barang. Para pedagang yang ingin berjualan terpaksa membayar setoran harian agar bisa beroperasi dengan aman. Situasi ini memicu sorotan terhadap kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Publik menilai, ketertiban di Tanah Abang justru hanya terlihat pada era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama. Setelah itu, pada masa Anies Baswedan hingga kini di bawah Pramono Anung, kondisi disebut kembali semrawut dan premanisme semakin marak. Peran Satuan Polisi Pamong Praja juga dipertanyakan. Penertiban dinilai tidak konsisten dan cenderung tidak menyentuh akar persoalan di lapangan. Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia dianggap lebih sering bergerak setelah kasus viral di media sosial. Masyarakat menilai aparat masih bersifat reaktif, bukan preventif. “Kalau sudah ramai di medsos baru ada tindakan. Padahal ini terjadi setiap hari,” kata warga lainnya. Minimnya koordinasi antara instansi terkait juga disebut menjadi penyebab utama lemahnya penanganan. Tanpa langkah terpadu antara Pemprov, Satpol PP, dan kepolisian, praktik premanisme dinilai akan terus berulang. Hingga kini, belum terlihat adanya strategi komprehensif untuk memberantas premanisme di kawasan tersebut. Masyarakat pun berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan konsisten demi menciptakan rasa aman di pusat perdagangan terbesar di ibu kota itu.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 11, 2026
  • 0 Comments
Aksi Pemalakan di Tanah Abang: Sopir Bajaj Dipaksa Bayar hingga Rp100 Ribu, Takut Dikeroyok dan Kendaraan Dirusak

INDOPOS–Kasus praktik premanisme kembali diduga terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan menyasar para pengemudi bajaj. Berdasarkan kesaksian dari salah satu sopir, para pelaku meminta uang “setoran” yang bisa mencapai Rp100.000 kepada setiap pengemudi. Menurut keterangan yang diperoleh, jika sopir menolak membayar, mereka diancam akan dipukul atau ditonjok. Selain ancaman fisik, para pelaku juga diketahui menggunakan taktik intimidasi lain, seperti meneriaki korban seolah-olah mereka adalah pencuri (maling) di depan umum, hingga merusak kendaraan bajaj milik korban. “Saya bukan tak melawan, tapi saya tiap hari nyari makan di sini. Mereka suka rese dan main keroyok, punya banyak teman, jadi kami takut jika menolak atau melawan,” ujar salah satu sopir bajaj yang menjadi korban, yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya demi keamanan. Para sopir mengakui bahwa mereka sulit menolak tuntutan tersebut karena takut menjadi sasaran kekerasan beramai-ramai. Padahal, uang yang diminta dinilai sangat memberatkan pendapatan harian mereka sebagai tulang punggung keluarga. Warga dan para pekerja berharap aparat penegak hukum dapat segera menindak tegas kelompok tersebut dan memberikan perlindungan yang nyata, sehingga warga dapat beraktivitas dengan aman tanpa rasa tertekan maupun takut. Berita ini disusun berdasarkan informasi dari media sosial dan kesaksian warga. Kami akan terus memantau perkembangan informasi dari pihak berwenang.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 11, 2026
  • 0 Comments
Ibu Korban Pembongkaran Histeris Minta Tolong Polisi, Pak Polisi Sudah Mau Menolong, Tiba-Tiba Takut Saat Dengar Nama PT Sinarmas, Pura-pura Sakit Perut

INDOPOS-LABUHANBATU UTARA – Seorang ibu korban pembongkaran rumah tampak histeris dan nekat mencegat sepeda motor polisi demi meminta pertolongan di kawasan Labuhanbatu Utara. Ia mengaku rumahnya dibongkar oleh pihak perusahaan PT SMART. Dalam kondisi panik, ibu tersebut meminta bantuan aparat karena rumahnya diratakan. Ia juga mengaku mengalami luka di tangan saat berusaha mempertahankan tempat tinggalnya dari pembongkaran. Awalnya, petugas polisi yang melintas sempat merespons dengan membonceng ibu tersebut menuju lokasi kejadian. Namun situasi berubah ketika ibu itu menyebut bahwa pihak yang melakukan pembongkaran adalah bagian dari grup Sinar Mas. Polisi tersebut kemudian meminta sang ibu turun dengan alasan sakit perut. Sang ibu menolak turun dan menyebut petugas takut. Terjadi adu mulut singkat sebelum akhirnya polisi tetap memaksa ibu tersebut turun dari kendaraan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 11, 2026
  • 0 Comments
Parkir Liar Palak Sopir Sopir Taksi, Cuma Jemput Penumpang Ditagih Bayaran

INDOPOS-Sebuah video yang memperlihatkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh juru parkir di Kota Medan viral di media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Dalam unggahan yang beredar, seorang juru parkir bernama Jippo Siahaan diduga meminta uang kepada sopir taksi Bluebird yang hanya berhenti kurang dari satu menit untuk menjemput penumpang di kawasan Jalan Belitung, Medan. Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan warga sekitar. Pasalnya, kendaraan yang dimintai uang parkir itu tidak benar-benar parkir, melainkan hanya berhenti sejenak untuk keperluan penjemputan. Meski demikian, oknum juru parkir tetap memaksa meminta bayaran. Bahkan, dalam video yang beredar, terlihat sikapnya cenderung emosional saat menagih uang kepada pengemudi. Kejadian ini kembali menambah daftar panjang keluhan masyarakat terkait praktik pungli di sejumlah titik parkir di Kota Medan. Warga menilai tindakan tersebut meresahkan, terlebih jika dilakukan kepada pengendara yang tidak menggunakan lahan parkir dalam waktu lama. Sejumlah warga berharap aparat terkait segera turun tangan untuk menertibkan oknum juru parkir yang kerap memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi. Penindakan tegas dinilai penting guna memberikan rasa aman dan keadilan bagi para pengguna jalan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kejadian tersebut. Namun, masyarakat mendesak agar kasus ini segera ditindaklanjuti agar tidak terus berulang di kemudian hari.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 10, 2026
  • 0 Comments
Polri Hadir, Polda Sumsel Bedah Rumah untuk Masyarakat

INDOPOS-Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan menyambut Hari Bhayangkara ke 80, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melaksanakan Bakti Sosial yaitu program bedah rumah sebanyak 40 rumah bagi warga kurang mampu yang tersebar di wilayah hukum Polres Jajaran Polda Sumsel. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dan dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. beserta PJU, Kapolres Jajaran, Pemda, DPD REI Sumsel, Baznas , media dan Perwakilan pemuka masyarakat, bertempat di kecamatan SU II kelurahan 13 ulu , lorong beringin di rumah Bapak indra Irmawan yang mengalami musibah kebakaran saat malam takbiran beberapa waktu yang lalu . “Kegiatan Bakti Sosial ini bertujuan membantu meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, aman, dan sehat untuk ditinggali. Dengan melibatkan personel kepolisian, stake holders dan dukungan masyarakat sekitar, proses renovasi dilakukan secara gotong royong,” jelas Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. Program bedah rumah akan dilaksanakan berkesinambungan , tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga bentuk kolaborasi yang dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Diharapkan, kehadiran Polri melalui kegiatan sosial ini mampu memberikan manfaat nyata serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian di lingkungan sekitar.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 10, 2026
  • 0 Comments
Preman Pemecah Mangkuk Bakso Ditangkap Polsek Tanah Abang

INDOPOS–JAKARTA – Tiga pria yang diduga melakukan pemalakan terhadap para pedagang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Tanah Abang. Para pelaku kerap meminta “uang jatah” sebesar Rp100 ribu kepada pedagang, bahkan ketika lapak sedang sepi pembeli. Tak hanya melakukan pemerasan, salah satu pelaku juga nekat memecahkan mangkuk bakso milik pedagang karena tidak diberi uang. Tindakan ini membuat korban ketakutan dan akhirnya melapor kepada pihak berwajib. Aksi premanisme tersebut langsung ditindaklanjuti oleh polisi yang bergerak cepat ke lokasi. Berdasarkan laporan warga dan pedagang sekitar, para pelaku sering beraksi dengan ancaman, sehingga membuat banyak pedagang enggan bersuara. Namun berkat respons cepat aparat, ketiganya berhasil diamankan tanpa perlawanan. Pihak Polsek Tanah Abang menegaskan bahwa segala bentuk premanisme, pemalakan, maupun intimidasi kepada pelaku usaha kecil tidak akan dibiarkan. Penangkapan ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. “Kami mengimbau warga agar tidak takut melapor apabila mengalami atau melihat tindakan kejahatan seperti ini. Laporkan segera, pasti kami tindak lanjuti,” ujar pihak kepolisian. Warga dan pedagang menyambut baik langkah cepat aparat kepolisian. Mereka berharap tindakan tegas terhadap para pelaku menjadi efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang kembali. Polisi memastikan kasus ini masih berkembang untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang melakukan aksi pemalakan di wilayah Tanah Abang. Masyarakat diimbau terus menjaga lingkungan dan bersama-sama melawan aksi premanisme yang meresahkan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 10, 2026
  • 0 Comments
Kremlin Sebut Prabowo Akan Berkunjung ke Rusia, Sudah Siapkan Kontak dengan Putin

INDOPOS–Presiden Rusia melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, mengisyaratkan bahwa Presiden Indonesia Prabowo Subianto kemungkinan akan melakukan kunjungan resmi ke Moskow dan bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin. Peskov menyampaikan hal tersebut pada Kamis waktu setempat, seraya menambahkan bahwa pengumuman resmi mengenai rencana tersebut akan disampaikan “pada waktunya”. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya permintaan global terhadap energi Rusia, terutama minyak dan gas, seiring krisis energi dunia yang mengguncang stabilitas pasar internasional. Kremlin sebelumnya menyebut banyak negara yang mengajukan permintaan tambahan pasokan energi, termasuk dari kawasan Asia. Menanggapi pertanyaan mengenai apakah pertemuan Prabowo–Putin akan mencakup pembahasan pembelian minyak Rusia, Peskov menegaskan bahwa kontak antara kedua pemimpin sedang dipersiapkan, namun belum merinci agenda detail yang akan dibicarakan. Sementara itu, pihak Istana Indonesia belum memberikan pernyataan resmi. Juru bicara Presiden Prabowo tidak segera merespons permintaan komentar dari media internasional. Prabowo Sempat Singgung Kunjungan Luar Negeri dalam Waktu Dekat Dalam Taklimat Rapat Kerja Pemerintah beberapa hari lalu, Presiden Prabowo Subianto juga sempat menyampaikan bahwa ia akan melakukan kunjungan luar negeri dalam waktu dekat. Namun, Prabowo tidak menyebutkan negara tujuan ataupun topik pembahasannya. Dengan munculnya pernyataan terbaru dari Kremlin mengenai persiapan komunikasi dengan Indonesia, spekulasi pun menguat bahwa Rusia kemungkinan besar menjadi negara yang dimaksud Prabowo dalam agenda lawatan internasional tersebut. Jika kunjungan ini terlaksana, pertemuan Prabowo dan Putin diperkirakan akan membahas kerja sama energi, perdagangan, hingga sejumlah isu strategis yang menjadi kepentingan kedua negara. Jika Anda ingin versi lebih formal, versi ringkas, atau versi untuk posting media sosial, saya bisa buatkan.