• INDOPOSINDOPOS
  • April 15, 2026
  • 0 Comments
Pemuda di Makassar Gelar Aksi “Gulingkan Prabowo-Gibran”, Netizen Sentil Nama JK

INDOPOS–MAKASSAR – Sebuah video yang memperlihatkan aksi tiga orang pemuda di Kota Makassar viral di media sosial. Dalam video tersebut, ketiganya terlihat membawa spanduk bertuliskan “Gulingkan Prabowo-Gibran” sambil berdiri dan mondar-mandir di pinggir jalan. Aksi mereka menarik perhatian lantaran tidak disertai orasi ataupun penggunaan pengeras suara sebagaimana aksi demonstrasi pada umumnya. Ketiganya justru tampak kebingungan dan tidak menunjukkan koordinasi yang jelas selama berada di lokasi. Video tersebut direkam oleh seorang pengendara mobil yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Dalam rekaman, tidak terlihat adanya kerumunan massa lain yang bergabung, sehingga aksi itu terkesan dilakukan secara spontan dan minim persiapan. Viralnya video ini langsung memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian netizen menyatakan dukungan terhadap pesan yang dibawa dalam spanduk tersebut. Namun, tidak sedikit pula yang menilai aksi tersebut terkesan tidak serius dan lebih mirip konten semata. “Demo kok cuma bertiga, tanpa orasi lagi. Ini serius atau cuma cari perhatian?” tulis salah satu netizen. Komentar lain juga menyebut aksi tersebut terlihat lucu dan tidak mencerminkan demonstrasi yang lazim, karena tidak ada penyampaian aspirasi secara terbuka. Di sisi lain, sejumlah warganet turut menyinggung nama Jusuf Kalla atau JK, tokoh asal Makassar yang belakangan kembali ramai diperbincangkan publik. Mereka mempertanyakan apakah aksi tersebut memiliki kaitan dengan sosok tersebut, meski tidak ada bukti atau keterangan resmi yang menghubungkan keduanya. Hingga saat ini, belum diketahui identitas ketiga pemuda dalam video tersebut maupun tujuan pasti dari aksi yang mereka lakukan. Pihak berwenang juga belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana sebuah aksi kecil dapat dengan cepat menjadi viral dan memicu beragam interpretasi di ruang publik, terutama di era media sosial saat ini.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Polres Metro Jakarta Pusat Ringkus Begal Pelaku Penganiayaan Anggota Damkar

INDOPOS-Polisi dari Polres Metro Jakarta Pusat berhasil meringkus seorang pelaku begal yang sebelumnya melakukan aksi penganiayaan terhadap anggota pemadam kebakaran (damkar). Dalam video yang diupload akun IG bangranistones, pelaku ditangkap di wilayah Jakarta Utara setelah sempat menjadi buronan aparat. Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan polisi usai kejadian penganiayaan yang sempat viral dan mengundang perhatian publik. Kasus ini bermula ketika korban, seorang anggota damkar, menjadi sasaran aksi kriminal pelaku. Tidak hanya melakukan perampasan, pelaku juga melakukan kekerasan fisik terhadap korban hingga mengalami luka. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, khususnya begal yang meresahkan masyarakat. Saat ini, pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang terlibat.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Pengendara Motor Dipepet dan Kendaraan Akan Direbut, Korban Rekam Wajah Pelaku

INDOPOS-TANGERAN – Seorang pengendara motor mengalami peristiwa tidak menyenangkan saat melintas di Jalan Cadas Kukun, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 10.41 WIB. Kejadian ini diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang berperilaku layaknya pelaku begal yang menyamar atau berkedok sebagai penagih utang (debt collector). Melalui akun media sosialnya @rizkiynrr_, korban menyampaikan bahwa dirinya tiba-tiba dihadang oleh dua orang yang tidak dikenal saat melewati lokasi tersebut. Kedua orang tersebut memaksanya berhenti, lalu menuduh nomor polisi kendaraannya tidak sah dan berusaha melakukan pemeriksaan secara sepihak tanpa membawa bukti atau surat tugas resmi. Korban yang merasa tindakan tersebut tidak benar kemudian mencoba menjelaskan bahwa kendaraannya lengkap dan sah secara hukum. Namun, penjelasan itu tidak dihiraukan dan justru memicu ketegangan hingga terjadi keributan. Situasi semakin tidak terkontrol saat pelaku memberikan perlakuan yang tidak manusiawi. “Saya sangat tidak terima, mereka meludahi saya dua kali dan menendang saya meski saya masih sedang mengendarai motor. Beruntung, karena ada orang-orang di sekitar mulai berteriak dan memperhatikan, pelaku akhirnya buru-buru kabur,” ujar korban. Berdasarkan keterangan warga dan pengalaman pengguna jalan, kejadian serupa dikabarkan sudah berulang kali terjadi di titik yang sama. Pola tindakan yang dilakukan membuat masyarakat mencurigai bahwa pelaku adalah sekelompok orang yang berniat jahat atau pelaku begal yang menggunakan identitas palsu atau berkedok sebagai pihak penagih utang untuk menakut-nakuti korban. Perilaku ini dinilai sangat meresahkan karena membuat pengguna jalan merasa tidak aman saat melintas di kawasan tersebut. Menyikapi hal ini, korban mengimbau kepada masyarakat maupun pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan waspada saat berada di lokasi tersebut. Jika mengalami hal serupa namun kendaraan yang digunakan sudah lengkap dan legal, korban mengajak untuk berani menolak tindakan yang tidak benar serta segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Deddy Corbuzier Sentil Program TV “Pagi Pagi Ambyar”, Ingatkan Soal Etika Bahas Mendiang Vidi Aldiano

INDOPOS-Jakarta – Deddy Corbuzier melontarkan kritik keras terhadap program televisi Pagi Pagi Ambyar terkait pembahasan mendiang Vidi Aldiano. Deddy mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan nama sahabatnya tersebut untuk kepentingan pribadi maupun konten semata. Dalam pernyataannya, Deddy menegaskan bahwa etika harus dijunjung tinggi, terutama ketika membahas sosok yang telah meninggal dunia. Ia menyayangkan jika ada tayangan yang dinilai terlalu jauh mengeksploitasi kisah atau nama Vidi demi menarik perhatian publik. “Jangan sampai nama orang yang sudah tidak ada dipakai untuk hal-hal yang tidak pantas,” tegas Deddy. Lebih lanjut, Deddy Corbuzier juga menyampaikan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam jika praktik semacam itu terus berlanjut. Ia bahkan menegaskan siap mengambil langkah serius untuk menelusuri dan menindak pihak-pihak yang dianggap memanfaatkan situasi tersebut. Pernyataan ini pun langsung menjadi sorotan publik di media sosial. Banyak warganet yang mendukung sikap Deddy, menilai bahwa apa yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian terhadap etika dan penghormatan kepada mendiang. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak program “Pagi Pagi Ambyar” terkait pernyataan tersebut. Namun, polemik ini kembali membuka diskusi soal batasan konten hiburan, khususnya yang menyangkut privasi dan penghormatan terhadap figur publik yang telah wafat.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Warga Medan Gagalkan Aksi Begal Berkedok Debt Collector, Kendaraan Sudah Lunas Main Rampas

INDOPOS-Medan — Aksi penarikan kendaraan oleh debt collector di kawasan Jalan SM Raja, Medan Amplas, berujung ricuh setelah warga setempat turun tangan. Seorang debt collector diamankan warga usai diduga mencoba merampas kendaraan milik warga. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari dan dengan cepat menarik perhatian masyarakat sekitar. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah warga mengerumuni seorang pria yang diduga debt collector. Suasana sempat memanas karena warga menilai tindakan tersebut meresahkan. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kendaraan yang hendak ditarik tersebut sebenarnya sudah lunas dan tidak memiliki tunggakan. Hal ini memicu kemarahan warga, karena tindakan debt collector tersebut dinilai tidak memiliki dasar dan dianggap sama seperti aksi begal yang merampas kendaraan secara paksa. Aksi penarikan pun berhasil digagalkan oleh warga. Emosi massa sempat memuncak hingga pelaku hampir menjadi sasaran amukan warga sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi lengkap maupun status hukum debt collector tersebut. Kejadian ini kembali menjadi sorotan publik terkait praktik penarikan kendaraan oleh debt collector yang kerap menimbulkan konflik di lapangan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat berwenang agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 13, 2026
  • 0 Comments
Pameran Handicraft Indonesia di Tokyo Dome Dibuka, Targetkan Perluasan Pasar UMKM

INDOPOS-Tokyo — Pameran khusus produk kerajinan tangan (handicraft) Indonesia akan kembali digelar di Tokyo Dome, Jepang, pada 5–6 September 2026. Kegiatan ini menjadi ajang promosi budaya sekaligus membuka peluang bisnis bagi pelaku UMKM Indonesia untuk menembus pasar internasional. Panitia menetapkan biaya deposito peserta sebesar satu juta rupiah. Dari seluruh pendaftar, maksimal hanya 24 UMKM yang akan terseleksi secara ketat untuk mengikuti pameran tersebut. Ketua Panitia Pameran Handicraft Indonesia, Richard Susilo, menyampaikan bahwa pameran ini akan menampilkan beragam produk unggulan khas Indonesia. Mulai dari kain tradisional seperti batik dan tenun, hingga berbagai karya seni hasil tangan para pengrajin dari berbagai daerah di Tanah Air. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi budaya Indonesia di Jepang, tetapi juga membuka peluang bisnis serta memperluas jaringan pasar internasional bagi para pelaku industri kreatif Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan, pihak panitia sengaja meringankan beban peserta dengan menetapkan deposito hanya satu juta rupiah, agar kesempatan terbuka lebih luas bagi UMKM Indonesia. Batas pelunasan ditetapkan hingga 30 Mei 2026. Kesuksesan penyelenggaraan tahun sebelumnya menjadi bukti tingginya minat masyarakat Jepang terhadap produk kerajinan Indonesia. Dalam dua hari pelaksanaan, pameran tersebut mampu menarik sekitar 500.000 pengunjung di Tokyo Dome. “Tidak semua bisa ikut, hanya yang benar-benar berkualitas yang dapat tampil di pameran ini,” tegas Richard. Penyelenggaraan tahun ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan pembeli, sekaligus memperkuat citra positif Indonesia di pasar internasional, khususnya Jepang. Richard juga menuturkan bahwa seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil seleksi terbaik dari Indonesia. Produk yang dibawa meliputi tas, aksesori, sepatu, hingga berbagai bentuk kerajinan tangan lainnya yang selama ini diminati masyarakat Jepang. Antusiasme pengunjung di Tokyo Dome disebut selalu tinggi. Sejak pagi hingga sore hari, booth Indonesia tidak pernah sepi. Hal ini menunjukkan besarnya potensi pasar bagi produk handicraft Indonesia di Jepang. Selain pameran tahunan, kini juga telah hadir House of Handicraft Indonesia di Tokyo (HHT) sebagai showroom permanen. Tempat ini memungkinkan produk UMKM Indonesia dipamerkan dan dijual setiap hari, sehingga lebih mudah dikenal oleh masyarakat Jepang. Pendaftaran peserta masih dibuka hingga 30 April 2026. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui panitia penyelenggara via WhatsApp di nomor 0859-4381-9379 atau melalui email: promosijp@gmail.com. Richard menambahkan, keberadaan showroom permanen ini menjadi solusi agar promosi tidak hanya berlangsung saat pameran. Dengan begitu, produk Indonesia dapat terus dipasarkan secara berkelanjutan di Jepang. House of Handicraft Indonesia di Tokyo sendiri telah diresmikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Jepang pada 16 Mei 2025, bersama wali kota setempat dan dihadiri puluhan pengusaha Jepang yang tertarik pada produk Indonesia. Tokyo, 13 April 2026. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 13, 2026
  • 0 Comments
Satpol PP dan Warga Gagalkan Aksi Begal Berkedok Debt Collector di Kembangan

INDOPOS-JAKARTA — Aksi dugaan perampasan sepeda motor oleh oknum yang mengaku sebagai debt collector berhasil digagalkan oleh warga bersama anggota Satpol PP di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (13/4/2026) sore. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.15 WIB di Jalan Kembangan Baru, Rawa Buaya, Cengkareng. Seorang pengendara motor tiba-tiba diberhentikan secara paksa oleh sekelompok orang yang menuduh korban menunggak cicilan kendaraan selama satu tahun. Korban sempat didorong dan digiring ke arah rolling door milik warga. Namun, korban membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa sepeda motor yang digunakannya telah lunas sejak satu tahun lalu. Keributan yang terjadi menarik perhatian warga sekitar. Bersama anggota Satpol PP yang berada di lokasi, warga kemudian berusaha melerai dan mencegah aksi yang diduga sebagai upaya perampasan tersebut. Situasi sempat memanas lantaran pihak yang mengaku debt collector tetap bersikeras dengan argumennya. Meski demikian, upaya warga dan petugas berhasil menggagalkan aksi tersebut sehingga motor korban tidak jadi dibawa. Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait identitas para pelaku maupun tindak lanjut hukum atas kejadian tersebut. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap modus penagihan yang tidak sesuai prosedur dan segera melapor ke pihak berwajib jika mengalami kejadian serupa.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 13, 2026
  • 0 Comments
Diduga Begal Berkedok Debt Collector, Driver Ojol Jadi Korban di Cileunyi

INDOPOS-BANDUNG — Aksi kriminal berkedok debt collector (DC) atau yang kerap disebut “mata elang” kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang driver ojek online (ojol) diduga menjadi korban setelah dipepet dan digiring oleh sekelompok orang di kawasan Cinunuk, Cileunyi. Peristiwa tersebut terekam kamera warga yang kebetulan melintas di lokasi. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa pria menggunakan sepeda motor menghentikan korban di pinggir jalan. Korban tampak tidak berdaya saat dikelilingi dan diduga dipaksa menyerahkan kendaraannya. Informasi yang beredar menyebutkan, korban kemudian dibawa ke arah kawasan Tagog atas bersama sepeda motornya. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti nasib driver ojol tersebut maupun keberadaan kendaraannya. Aksi yang diduga dilakukan oleh oknum “mata elang” ini kembali memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya para pengemudi ojol yang kerap menjadi sasaran penarikan paksa kendaraan di jalan. Warga berharap aparat kepolisian segera turun tangan untuk menyelidiki kejadian tersebut serta menindak tegas pelaku yang meresahkan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati dan segera melapor jika mengalami kejadian serupa.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 13, 2026
  • 0 Comments
Dewan Adat Bamus Betawi Laporkan Penggunaan Logo Bamus, Minta Gubernur Pramono Tidak Berpihak

INDOPOS-JAKARTA — Dewan Adat Bamus Betawi menyoroti pelaksanaan agenda Lebaran Betawi yang dinilai masih berada dalam situasi dualisme organisasi. Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut dan meminta pemerintah daerah bersikap netral serta adil. Menurut Eki, Lebaran Betawi merupakan agenda besar masyarakat Betawi yang seharusnya menjadi ajang pemersatu. Namun, ia menilai pelaksanaan kegiatan tersebut saat ini terkesan hanya melibatkan satu pihak, padahal konflik dualisme di tubuh Bamus Betawi belum terselesaikan. “Seharusnya kedua belah pihak dipanggil, diajak duduk bersama. Ini keinginan para orang tua Betawi agar kita bersatu. Tapi yang terjadi seolah-olah hanya satu pihak yang dibenarkan oleh pemerintah daerah,” ujar Eki. Ia juga menyoroti penggunaan logo Bamus Betawi dalam kegiatan Lebaran Betawi yang digelar di Lapangan Banteng. Menurutnya, logo tersebut merupakan hak milik Dewan Adat Bamus Betawi yang memiliki dasar hukum jelas. “Kami merasa dirugikan, bukan hanya secara moral tapi juga material. Ada nilai miliaran rupiah di situ dengan penggunaan logo yang merupakan hak kami. Karena itu, kami akan mengambil langkah hukum,” tegasnya. Ini Bukti foto-foto penggunaan logo Bamus Betawi tanpa yang akan dilaporkan  Eki menambahkan, pihaknya tetap membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan, namun tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum jika tidak ada titik temu. Ia juga mengingatkan potensi konflik horizontal jika persoalan ini terus berlarut. “Kami tidak ingin ribut. Tapi kalau ada keberpihakan dan ketidakadilan, ini berbahaya. Kami hanya ingin menjaga marwah Betawi,” katanya. Wakil Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Haikal Safar, turut menegaskan pentingnya keadilan dan kepastian hukum dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia berharap pemerintah dapat berperan sebagai fasilitator untuk menyatukan kedua pihak. “Kami meminta keadilan secara profesional dan proporsional. Jangan sampai ini menjadi bola liar yang merugikan semua pihak,” ujar Haikal. Sementara itu, Ketua LBH Dewan Adat Bamus Betawi, Sapto SH, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum terkait dugaan pelanggaran penggunaan logo dan aspek legalitas organisasi. “Kami akan menempuh dua jalur hukum, pidana dan perdata, dengan mengutamakan pidana. Ini terkait dugaan pelanggaran hak cipta serta persoalan akta pendirian,” jelas Sapto. Ia menambahkan, laporan ke pihak kepolisian direncanakan akan segera dilakukan dengan menghadirkan sejumlah saksi untuk memperkuat proses hukum. Dewan Adat Bamus Betawi berharap pemerintah daerah dapat bersikap netral dan tidak memihak, serta mendorong penyelesaian konflik secara adil demi menjaga persatuan masyarakat Betawi dan kelangsungan budaya di Jakarta. KLIK VIDEO DEWAN ADAT BAMUS BETAWI:

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 13, 2026
  • 0 Comments
Komika Marah Pernyataan Jusuf Kalla Sakiti Umat Kristen dan Picu Perpecahan

INDOPOS-JAKARTA — Pernyataan Jusuf Kalla (JK) menuai reaksi keras dari kalangan umat Kristen. Sejumlah pihak menilai ucapan tersebut menyinggung dan melukai perasaan umat beragama, sehingga memicu polemik di ruang publik. Kontroversi ini bermula dari pernyataan JK yang disinyalir menyebut bahwa dalam ajaran Kristen terdapat konsep membunuh musuh dalam situasi tertentu. Pernyataan tersebut kemudian memicu tuduhan bahwa ia menyamakan ajaran Kristen dengan tindakan pembunuhan demi surga. Ucapan tersebut langsung mendapat respons negatif dari berbagai kalangan. Banyak umat Kristen menyatakan keberatan dan menilai pernyataan itu tidak tepat serta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap ajaran agama. Salah satu kritik keras datang dari komika Gian Luigi, yang dikenal dengan nama panggung Gianluigich. Melalui akun Instagram pribadinya, anggota komunitas Stand Up Indo tersebut secara terbuka menyampaikan kekecewaannya. Gianluca menilai pernyataan JK telah membuat umat Kristen tersinggung. Ia bahkan menyebut ucapan tersebut sebagai fitnah yang sangat keji dan tidak dapat dimaafkan. Polemik ini pun terus bergulir dan memicu perdebatan luas di masyarakat, khususnya di media sosial. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Jusuf Kalla terkait pernyataan yang menjadi sorotan tersebut. Sejumlah pihak berharap agar polemik ini dapat segera diluruskan guna menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.