INDOPOS-Jakarta – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menilai seruan sejumlah aktivis yang menyuarakan upaya penjatuhan atau penggulingan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai tindakan inkonstitusional yang tidak boleh diberi ruang. Pernyataan tersebut turut menyoroti kehadiran sejumlah tokoh, termasuk pengamat politik Saiful Mujani, dalam forum yang belakangan ramai diperbincangkan karena kritik keras terhadap pemerintahan. Menanggapi hal itu, Ketua DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Bidang Komunikasi, Purwoko, menyebut bahwa pertemuan para aktivis dan tokoh adalah bagian wajar dari kehidupan demokrasi. Menurutnya, kritik merupakan ekspresi aspirasi masyarakat yang harus dihargai. “Berkumpul, berdiskusi, bahkan menyuarakan kritik keras sekalipun adalah dinamika demokrasi. Mereka tentu membawa aspirasi sebagian masyarakat,” ujar Purwoko. Ia menilai tidak perlu ada reaksi berlebihan atas pertemuan tersebut. Justru, katanya, yang dibutuhkan adalah jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat yang kritis. Purwoko mendorong Istana untuk segera membangun ruang dialog kebangsaan yang melibatkan tokoh lintas sektor, termasuk aktivis yang bersuara keras mengenai isu penggulingan pemerintahan. “Ini momentum memperkuat komunikasi dua arah. Undang para aktivis dan tokoh masyarakat sipil agar kritik dapat tersalurkan dalam koridor konstitusi,” tegasnya. Lebih jauh, Purwoko menyampaikan bahwa jika pemerintah merasa kesulitan atau tidak mampu menggelar dialog kebangsaan secara langsung, kami dari MPG, siap menjadi fasilitator untuk mempertemukan para tokoh dan pemerintah. “Jika Istana membutuhkan pihak independen untuk menjembatani, MPG siap memfasilitasi dialog tersebut demi merawat demokrasi dan menjaga persatuan bangsa,” ungkapnya. Sementara itu, Fahri Hamzah tetap menegaskan bahwa kritik adalah hal yang sah, namun tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang bertentangan dengan konstitusi. Hingga kini, belum ada respons resmi dari Istana terkait usulan pembentukan dialog kebangsaan maupun tawaran fasilitasi dari MPG. Purwoko Menambahkan, Pemerintah tak perlu terlalu khawatir atas kritik dan saran dari para aktivis, mereka prinsip nya pasti mendukung dan menghormati apa yg menjadi program presiden terpilih, namun perlu dipahami juga, kadang program baik dr presiden yg baik itu, kadang implementasi nya di lapangan terdapat jg kekeliruan dan pelanggaran di lapangan, contoh misalkan program MBG yg menjadi program unggulan Prabowo pada prinsip nya program ini sangat mulia dan baik, namun apabila hal hal tehnis terjadi dilapangan muncul seperti keracunan makanan, maka hal tersebut lah yg membuat reaksi dari para aktivis naluri yg menggeliat melihat fenomena tsb. Untuk itu Saran saya pemerintah agar segera membuat dialog kebangsaan untuk menyerap masukan masukan atas perbaikan pada program program Presiden tersebut dan di momentum itu lah nanti para aktivis bisa mengetahui bahwa ternyata program program Presiden yg sedang dijalankan itu ternyata baik dan pro rakyat, Tandas Purwoko kepada wartawan.