Kantor BRI Digeruduk Pengunjuk Rasa Buntut Kasus Raibnya Uang Nasabah di Bekasi

INDOPOS-Puluhan massa yg mengatasnamakan diri Front Pemuda Penegak Keadilan, hari ini Senin 3 Maret 2025 menggelar aksi protes di depan kantor pusat Bank Rakyat Indonesia, Jakarta. Dari pantauan, aksi dimulai jam 13.30 dengan membentangkan spanduk dan menggelar orasi. Sebelumnya nasabah Bank BRI atas nama Muhammad Ali melaporkan saldo tabungannya hilang, bahkan saldo di rekeningnya minus -2.327.173.20., padahal sebelumnya terdapat saldo belasan juta di rekening tersebut. Kejadiannya pada tanggal 07 Februari 2025 ada 8 kali transaksi didata print out buku rekening. Padahal pada tanggal tersebut pemilik rekening tidak bisa melakukan transaksi apapun setelah kartu ATM tertelan di mesin ATM Link yang beralamat di Alfamart Ruko Kemanggisan Metland Cibitung. Sehari kemudian nasabah datang ke bank untuk mengurus rekeningnya, setelah di print out rekening yang bersangkutan malah minus saldo -2.327.173. agak janggal karena terjadi transaksi sampai minus padahal biasanya transaksi tidak bisa melewati batas limit harian. Yg bersangkutan sudah berusaha untuk meminta klarifikasi kepada pihak Bank BRI apa yg sebenarnya terjadi dengan transaksi di rekeningnya? Namun pihak BRI cabang maupun unit saling lempar tanggung jawab tanpa memberikan penjelasan yg memadai. Atas kejadian tersebut sekelompok massa yg mengatasnamakan Front Pemuda Penegak Keadilan melakukan aksi protes di Gedung Bank BRI Pusat. Menurut koordinator aksi Faris Enjiro dalam orasinya mengatakan bahwa kejadian serupa tidak hanya menimpa Muhammad Ali, dia menduga banyak kejadian serupa di tempat lain tetapi pada takut untuk bersuara. Padahal institusi perbankan sebagai lembaga yg menghimpun dana dari masyarakat harus bisa memastikan keamanan dana simpanan nasabahnya. “Apalagi BRI segmen nasabahnya kan kelas menengah ke bawah”.. mereka mengumpulkan uang dengan susah payah, niat ditabung untuk masa depan, namun kemudian raib entah kemana. Ini tidak fair.. BRI perlu segera berbenah. Apakah ada tuyul di BRI? Teriak Faris dihadapan puluhan massa aksi. Bank BRI merupakan bank plat merah yang sudah selayaknya mengutamakan kepentingan nasabah dan rakyat Indonesia. Ada representasi negara di sana, jangan sampai negara dibuat malu oleh BRI. Tutur orator aksi lainnya. Kejadian di Bekasi ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak Bank BRI, jangan sampai kepercayaan masyarakat menjadi hilang. Front Pemuda Penegak Keadilan selain menggelar orasi juga membentangkan spanduk yg bertuliskan: 1. Mendesak Erick Tohir menteri BUMN untuk segera mencopot Direktut utama dan jajaran Direksi Bank BRI karena diduga tidak becus berkerja sehingga mengakibatkan raibnya uang nasabah di Cab Bekasi unit pamor Tambun 2. ⁠meminta Erick Tohir untuk segera mencopot pimpinan BRI Cabang Bekasi dan Unit BRI Pamor karena diduga lalai dalam melaksanakan tugas. 3. ⁠Segera mundur direktur utama bank BRI dan para pimpinan cabang Bekasi dan unit BRI Pamor, Tambun. Ganti yang lebih baik. (***)

Relawan Prabowo Gibran Bagikan Tong Sampah di Tiga Kecamatan untuk Jaga Kebersihan, dan Akan Gelar Buka Bersama serta Bagi-Bagi Takjil

INDOPOS-Relawan pendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang tergabung dalam Pendekar 08 membagikan 80 tong sampah di tiga kecamatan di Kota Tangerang, Banten untuk menjaga kenersihan lingkungan. Mereka juga akan membagikan takjil dan buka puasa bersama si bulan Ramadhan ini. Adapun, kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional 2025. “Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan serta mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik,” kata Ketua Umum Pendekar 08, Ancilla Yanny Irmella dalam keterangannya, pada wartawan. Tiga wilayah kecamatan yang menerima pembagian 80 tong sampah untuk ditempatkan di depan rumah atau di lingkungan sekitar. Adapun wilayah itu diantaranya;  Kelurahan Uwung Jaya,  Kelurahan Poris Plawad, dan  Kelurahan Panunggangan Utara. Ancilla menegaskan, program ini akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Banten di bawah kepemimpinan Andra Soni dan Dimyati dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kami, Pendekar 08, berkomitmen untuk mendukung program pemerintah Banten dalam mengajak warga agar lebih peduli terhadap lingkungan serta membantu pemerintahan yang baru,” jelas dia. Disebut, para ketua lingkungan yang menerima bantuan tong sampah merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Mereka menyatakan bahwa bantuan ini mampu meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah secara lebih baik.

H. Amirullah, ST, MH Atau H.Amink Dilantik Sebagai Ketua PC GEMIRA Jakarta Selatan, Siap Sukseskan Program Presiden Prabowo

INDOPOS-Ketua Umum PP Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA) Kh. Moch.Irfan Yusuf Hasyim, atau biasa di Sapa Gus Irfan yang saat ini Menjabat sebagai Kepala Badan Haji dan Umroh, melantik Pengurus Cabang GEMIRA Jakarta.Selatan, Kamis (27/2/2025). Hadir dalam pelantikan tersebut Ketua PD GEMIRA DKI Jakarta H.Nuchbatillah yang jaga Anggota DPRD DKI Jakarta, Ketua Pembina GEMIRA mas Setyoko yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, wakil Ketua Komisi X DPR RI, ibu Hj.Mimmatul Aliyah, para Ketua Ormas dan lembaga kemasyarakatan Jakarta Selatan, tokoh agama dan pemuda. Sebagai salah satu organisasi sayap Partai Gerindra, GEMIRA senantiasa bertekad menyukseskan berbagai kebijakan program partai besutan Prabowo Subianto. Gemira harus bisa berperan menjadi aspirasi masyarakat untuk berkhidmat atau mengabdi di partai. Berbagai peran atau tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Gemira merupakan bagian dari tata kelola organisasi. Ketua PC GEMIRA Jaksel H.Amirullah, ST, MH atau biasa dipanggil H.Amink, menyampaikan, akan terus mendukung dan menyukseskan berbagai kebijakan program Presiden Prabowo Subianto. “GEMIRA Jakarta Selatan akan segera melakukan konsolidasi, dan merapatkan barisan dalam upaya menyukseskan program-program Presiden Prabowo,” kata Amink. (***)

Polres Jakbar Amankan Sejumlah Preman Terkait Pendudukan Lahan Secara Ilegal

INDOPOS-Polres Metro Jakarta Barat (Polrestro Jakbar), mengamankan beberapa orang preman terkait dugaan pendudukan lahan secara ilegal di Jalan Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakbar. Kasatreskrim Polrestro Jakbar, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, pada Kamis petang (27/2/2025) menyampaikan, pihaknya mengamankan 2 orang preman dari lokasi lahan tersebut. ‎“Sudah diamankan dan posisi di dalam TKP sudah aman,” ujar Arfan. Kedua orang preman yang sempat diamankan itu telah dimintai keterangan di Mapolrestro Jakbar. “Diamankan sebagai saksi,” ujarnya. Ia menjelaskan, pengamanan beberapa orang preman itu dilakukan Satreskrim Polrestro Jakbar menindaklanjuti laporan Nomor LP/B/5752/XI/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA yang disampaikan Rosalina Soesilawati. Atas laporan itu, lanjut AKBP Arfan, pihaknya menerjunkan sekitar 20 orang anggota ke lokasi lahan yang diduga dikuasai sejumlah preman tersebut. Selain dua orang preman, anggota mengamankan sejumlah senjata berupa tombak, double stick, golok, dan airsoft gun serta 3 unit‎ sepeda motor. Kedua orang preman dan sejumlah senjata serta sepeda motor itu kemudian dibawa ke Mapolresto Jakbar. Sebelum meninggalkan lokasi, anggota memasang garis polisi (police line). “Jumlah orang yang diamankan tidak bertambah, hanya dua orang sebagai saksi‎,” katanya. ‎Sementara itu, kuasa hukum Rosalina Soesilawati, Rivai Kusumanegara, ‎mengapresiasi gerak cepat dan tindakan tegas Polrestro Jakbar. “Kami mengapresiasi langkah tegas Polres Jakarta Barat yang telah mengamankan pelaku pendudukan paksa,”‎ katanya. Ia menjelaskan, sita jaminan yang dilakukan pengadilan hanya sekadar membacakan penetapan hakim di lokasi dan mencatatkannya di kantor pertanahan setempat, bukan dilakukan pendudukan atau penguasaan lahan. “Upaya pendudukan paksa karena adanya sita jaminan jelas bertentangan dengan hukum dan mencederai citra pengadilan,” ujarnya. Terlebih, kata Rivai, saat pendudukan paksa lahan tersebut, sekelompok massa menggunakan atribut bertuliskan Pengadilan Jakarta Barat.‎ (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 28, 2025
  • 0 Comments
Eki Pitung Jadi Nara Sumber Diklat di Institut Kenegaraan Pemerintahan Malaysia, Dijamu Makan Bersama Perdana Menteri Anwar Ibrahim

INDOPOS-Eki Pitung menjadi Nara Sumber di Diklat Pemerintahan Malaysia di Intitut KeNegaraan Perdana dgn Tajuk ” MALAYSIA MADANI ” pada tgl 24 – 28 Februari. Eki Pitung Dan Para Nara sumber diberi Kehormatan Makan Malam bersama Perdana Mentri Malaysia Datuk Anwar Ibrahim. Beliau sangat Humble dan Santun juga Ramah tak lupa sangat Bersahaja..sedikit tokoh Dunia yg Merakyat dan tidak merasa dirinya Orang Besar..padahal beliau orang yg Berpengaruh di Asia bahkan Dunia..dalam obrolan di Meja Makan beliau banyak cerita ttg Tokoh2 Indonesia yg ia temani alm Abdul Gafur ( Golkar ) dan Alm Eki Syahrudin juga Bapak Habibie sbg salah satu tokoh Inspirasi. Beliau..beliau juga cerita asal usul namanya dari Ibunya yg mengagumi sosok Sang Pujangga / Sastrawan bung Khairil Anwar makanya nama Anwar di beliau adalah Inspirasi dari Ibunya. Dalam kesempatan Diskusi Kecil Eki Pitung ngobrol sbg Ketum Dewan Adat Bamus Betawi..beliau sangat gemar dan tau makanan2 Khas Betawi kaget luar biasa ternyata daya ingatan dan Fisiknya masih Sangat Kuat bahkan Selera Makananya pun tau kuliner2 Nusantara. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 27, 2025
  • 0 Comments
Jadi Sorotan, Ghazyendha Aditya, Anak Kapolda Kalsel Pamer Jet Pribadi dan ‘Uang Jajan’ Miliaran

INDOPOS–Ghazyendha Aditya Pratama, putra Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), Irjen Polisi Rosyanto Yudha Hermawan disorot setelah dirinya kedapatan flexing di media sosial. Dalam sebuah gambar tangkapan layar yang tersebar di Twitter atau X, Ghazyendha kedapatan sedang menaiki jet pribadi dan melakukan transaksi hingga senilai Rp1,2 miliar hanya dalam satu bulan sepanjang Desember 2024. Dia juga menyebarkan sebuah foto yang menampilkan sosok sang ayah melakukan syukuran ulang tahun dengan seragam kepolisian. Gambar – gambar ini sontak jadi sorotan netizen. Di tengah negara yang melakukan efisiensi besar – besaran sejumlah sektor pemerintahan, Kapolda Kalsel tersebut justru merayakan ulang tahun dengan seragam dinas. “Kok pakai acara pamer. Masa iya seanak anaknya semua naik private jet gitu , ultah begituan juga harus nya yang diefisiensi kenapa rakyat yang sengsara situ pada pamer,” ungkap seorang netizen. Tidak banyak informasi yang bisa dikulik mengenai Ghazyendha. Akun Instagram dan Facebook, serta X atau Twitter milik dirinya diketahui telah non-aktif. Namun, sejumlah informasi yang beredar di media sosial menyebut Ghazyendha telah menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi dan kini telah bekerja. Sementara itu, jika ditilik penghasilan sang ayah, Rosyanto Yudha yang berpangkat Irjen hanya memiliki gaji bulanan berkisar Rp3,2 juta – Rp5,5 juta. Jika benar sang anak bisa menikmati fasilitas jet pribadi dan menghabiskan Rp1 miliar dalam sebulan, netizen pantas menaruh rasa curiga. Namun, ketika laporan kekayaannya dilacak melalui Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Selasa (27/2/2025) tidak ditemukan nama Rosyanto Yudha Hermawan di institusi Polri. Profil Kapolda Kalsel itu pun kini disorot. Melansir berbagai sumber, Rosyanto memulai karier sebagai polisi pada 1992 setelah lulus dari Akademi Kepolisian. Jabatan Kapolda diemban sejak Desember 2024. Sebelumnya, dia pernah menduduki jabatan Kabid Propam Polda Kalsel dan Wakapolda Kalsel. Dikutip dari website Diskominfo Kalsel, saat serah terima jabatan dilakukan di Mako Polda Kalsel di Kota Banjarbaru, Rosyanto tetap bertekad untuk meningkatkan dan mengoptimalisasi tugas pokok kepolisian sebagai mana Undang-undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri mengatur peran, fungsi, dan tugas, serta hubungannya dengan lembaga pemerintah. “Mari kita bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Kalimantan Selatan ini,” ucap Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 27, 2025
  • 0 Comments
Road to Jakarta Economic Forum 2025: Transformasi Ekonomi Jakarta untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

INDOPOS-Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional, terus berupaya untuk bertransformasi menjadi kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan. Untuk mendukung visi tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta, menyelenggarakan acara Road to Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 pada hari Rabu, 26 Februari 2025. Acara ini menjadi rangkaian awal penyelenggaraan Jakarta Economic Forum 2025 yang mengangkat tema “Transformasi Ekonomi Jakarta untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan”. Forum ini bertujuan untuk mendorong langkah-langkah strategis dalam mendukung transformasi Jakarta agar menjadi kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan Launching Buku Transformasi Ekonomi Jakarta dan diskusi panel bersama narasumber ahli. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar, menyampaikan Jakarta diharapkan dapat menjadi pemain utama di tingkat global. “Salah satu peluang besar yang dapat dimanfaatkan adalah interkoneksi ekonomi dalam aglomerasi Jakarta dan wilayah sekitarnya (Bodetabek),” kata Arlyana. Meski demikian, Arlyana mengingatkan bahwa tanpa perencanaan yang tepat, aglomerasi ini juga dapat membawa tantangan seperti kemacetan, lonjakan biaya hidup, hingga ketimpangan akses terhadap layanan publik. “Pengelolaan yang efektif dan kolaborasi lintas daerah sangat diperlukan untuk mengoptimalkan sinergi dengan kawasan aglomerasi, sehingga memberikan dampak positif bagi Jakarta dan daerah sekitarnya,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali, juga menegaskan pentingnya memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya bertujuan pada pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan seluruh warga Jakarta juga harus menjadi bagian utama dalam transformasi Jakarta menuju kota global. “Transformasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing bukan hanya sebuah visi, melainkan tanggung jawab bersama yang memerlukan komitmen dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat,” jelas Marullah. Adapun rangkaian acara Road to JEF 2025 juga diisi dengan lomba karya tulis yang bertemakan “Jakarta Kota Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”. Lomba ini bertujuan untuk menggali gagasan dan inovasi, terutama dari generasi muda, yang dapat memberikan pemikiran segar tentang bagaimana Jakarta dapat menghadapi berbagai isu strategis dalam mewujudkan visinya sebagai kota global. Sedangkan pada sesi Diskusi Panel, hadir dua narasumber, yaitu Lana Soelistianingsih, Ketua Bidang ISEI Jakarta dan Dosen FEB Universitas Indonesia, serta Josua Pardede, Chief Economist Bank Permata. Dalam diskusi tersebut, Lana memberikan wawasan terkait perubahan kondisi Jakarta serta strategi untuk meningkatkan daya saing kota ini di tingkat global. Sementara itu, Josua berbagi pemikirannya mengenai pentingnya optimalisasi sektor jasa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta ke depan dan perlunya pembangunan yang terintegrasi dengan wilayah sekitar. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 26, 2025
  • 0 Comments
Dinas Parekraf Gelar Pembinaan Usaha Pariwisata pada Ramadan dan Idulfitri 1446 H, Tokoh Betawi Bachtiar Pitung Beri Apresiasi dan Siap Mendukung

INDOPOS-Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta menggelar kegiatan Pembinaan Penyelenggaraan Usaha Pariwisata pada Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1446 H. Acara ini berlangsung di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat, Rabu (26/2) dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di sektor pariwisata serta bertujuan memastikan industri pariwisata di Jakarta tetap berjalan kondusif selama Ramadan, dengan mengedepankan aspek ketertiban, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi. Hadir dalam acara ini perwakilan dari Kementerian Pariwisata, Polda Metro Jaya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Satpol PP dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Mereka berperan dalam memberikan arahan serta masukan terkait penyelenggaraan usaha pariwisata selama Ramadan. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya, Penguatan Industri Pariwisata selama Ramadan, Waktu Operasional Usaha Hotel dan Restoran, Siaga Pengamanan terhadap Usaha Pariwisata, Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Sektor Pariwisata, serta Antisipasi dan Pencegahan Kebakaran di Tempat Usaha. Selain penyampaian materi, acara ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pelaku usaha diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, tantangan, serta masukan terhadap kebijakan yang akan diterapkan selama Ramadan. Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, pembinaan ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap tahun untuk menciptakan Ramadan yang kondusif. Ia menyampaikan, pentingnya koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha dan aparat keamanan untuk memastikan usaha pariwisata tetap berjalan lancar dan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kami mengundang berbagai stakeholders, mulai dari Kementerian Pariwisata, Polda Metro Jaya, perkumpulan pengusaha hiburan di DKI Jakarta, serta OPD terkait. Tujuannya agar ada diskusi yang menghasilkan kesepakatan bersama, sehingga operasional usaha pariwisata selama Ramadan berjalan kondusif,” ujar Andhika, Rabu (26/2). Ia menjelaskan, kebijakan yang diterapkan tetap merujuk pada Peraturan Menteri Pariwisata, Peraturan Daerah (Perda), dan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur penyelenggaraan usaha pariwisata. Ia menilai, masukan dari pelaku usaha tetap dibutuhkan untuk menyusun regulasi yang lebih aplikatif. “Kita perlu mendapatkan masukan dari para stakeholder, sehingga nantinya bisa diterapkan kebijakan yang tepat terkait usaha hiburan dan pariwisata selama Ramadan,” katanya. Andhika mengatakan, Dinas Parekraf DKI Jakarta akan menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengatur operasional usaha pariwisata selama Ramadan dan Idulfitri sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini. SE ini akan mencakup aturan mengenai jam operasional tempat usaha, serta berbagai ketentuan lain yang bertujuan menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama bulan suci. “Surat Edaran dari Kepala Dinas Parekraf akan segera diterbitkan setelah diskusi ini selesai. Di dalamnya akan mengatur operasional usaha, termasuk hal-hal yang dilarang, seperti peredaran minuman beralkohol dan lainnya,” ucap Andhika. Ia berharap agar para pelaku usaha tetap bersemangat dalam menjalankan bisnisnya, namun tetap mengutamakan nilai-nilai toleransi dan kepatuhan terhadap aturan. Pada kesempatan itu, Andhika juga menyinggung bahwa perayaan lima abad Jakarta menjadi momentum bagi industri pariwisata untuk meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam memberikan cultural experience yang positif bagi para wisatawan. “Kami berharap para penggiat usaha pariwisata tetap semangat dan menghormati bulan suci Ramadan dengan menjaga toleransi terhadap perayaan keagamaan. Selain itu, selama libur Lebaran nanti, kami berharap pelaku usaha bisa memberikan kesan yang baik kepada para pengunjung yang datang ke Jakarta,” tandasnya. Kepala Bidang Industri Pariwisata Iffan, menyampaikan, kegiatan ini sangat penting, karena peserta mendapatkan berbagai pengetahuan, di antaranya, pengetahuan tentang Penguatan Industri Pariwisata selama Ramadan, Waktu Operasional Usaha Hotel dan Restoran, Siaga Pengamanan terhadap Usaha Pariwisata, Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Sektor Pariwisata, serta Antisipasi dan Pencegahan Kebakaran di Tempat Usaha. “Selain penyampaian materi, acara ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pelaku usaha diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, tantangan, serta masukan terhadap kebijakan yang akan diterapkan selama Ramadan,” tuturnya. Bachtiar Pitung, Tokoh Masyarakat Betawi, sangat mendukung acara Pembinaan Usaha Pariwisata yang digelar Disparekraf DKI Jakarta. Menurutnya, ini memberi banyak pengetahuan kepada peserta. Menurut Bachtiar Pitung, pihaknya percaya Dinas Parekraf DKI Jakarta akan mengawasi secara ketat operasional tempat hiburan malam selama Ramadhan 2025 (Ramadhan 1446 H). “Kami pun akan terus bersinergi, dan berkoordinasi dengan Dinas Parekraf DKI Jakarta. Sehingga, idak akan ada bertindak sendiri-sendiri, atau sweping, ke tempat-tempat hiburan. Jika menemukan pelanggaran, kami akan berkoordinasi dan melaporkan kepada Dinas Parekraf, selaku pihak yang memiliki wewenang,” jelas Bachtiar Pitung. (***)