• INDOPOSINDOPOS
  • November 28, 2025
  • 0 Comments
Sidang Pledoi Kasus LPEI-Petro Energy: Jimmy Masrin Tegaskan “Tidak Pernah Ada Niat Jahat di Balik Setiap Tindakan Saya”

INDOPOS-Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas IA Khusus kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembiayaan ekspor Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan agenda pembacaan pledoi dari Terdakwa III, Jimmy Masrin. Kasus ini menjerat tiga pejabat PT Petro Energy, yakni Newin Nugroho (Direktur Utama), Susy Mira Dewi Sugiarta (Direktur Keuangan), dan Jimmy Masrin sendiri, yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Caturkarsa Megatunggal sekaligus Komisaris Utama PT Petro Energy. Dalam pledoinya, Jimmy menegaskan bahwa tuduhan pidana yang diarahkan kepadanya tidak memiliki dasar fakta yang kuat. Ia menekankan bahwa sejak awal, tidak ada niat jahat di balik setiap tindakan yang dipermasalahkan. Dalam pembelaannya, Jimmy memaparkan tiga poin utama: 1. Tidak Ada Persetujuan atas Dokumen Fiktif Jimmy menegaskan bahwa ia tidak mengetahui dan tidak menyetujui penggunaan dokumen fiktif, termasuk kontrak, PO, atau invoice, serta terkait adanya commitment fee 1% sebagaimana disebutkan oleh Terdakwa I. Menurutnya, tuntutan terhadap dirinya hanya mengacu pada keterangan Terdakwa I yang tidak didukung bukti atau keterangan saksi lain yang relevan. 2. Kewajiban Pembiayaan Tetap Terpenuhi Jimmy menyatakan bahwa pembayaran fasilitas pembiayaan berjalan sesuai jadwal dan konsisten, menunjukkan tidak ada upaya untuk menghindari kewajiban. “Semua langkah yang diambil selalu berdasarkan niat baik untuk menyelesaikan kewajiban sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya. 3. Tidak Ada Unsur Niat Jahat Berdasarkan fakta tersebut, Jimmy menegaskan tidak ada mens rea atau niat jahat dalam tindakannya. Semua keputusan dilakukan dengan pertimbangan bisnis dan komitmen terhadap keberlangsungan usaha. Ia juga membantah tuduhan memperkaya diri sendiri: “Tidak ada sepeser pun uang masuk ke kantong pribadi saya,” tegasnya. Tiga Ahli Hukum Sebut Tidak Ada Kerugian Negara Sidang juga menghadirkan sejumlah ahli hukum yang memperkuat bahwa tidak terjadi kerugian negara dalam pinjaman PT Petro Energy dari LPEI. Dr. Dian Puji Nugraha Simatupang, Ahli Hukum Keuangan Publik Universitas Indonesia, menilai bahwa perkara ini sejatinya masuk ranah hukum perdata, karena LPEI merupakan badan hukum sui generis dengan kekayaan sendiri. “Kerugian yang timbul dari aktivitas LPEI tidak bisa dianggap kerugian negara, begitu pula piutang yang muncul tidak bisa dikategorikan sebagai piutang negara,” ujarnya. Prof. Hadi Shubhan, Ahli Hukum Kepailitan dan Bisnis UNAIR, menambahkan bahwa mekanisme kepailitan di Indonesia bertujuan untuk pemulihan kreditur dan debitur, bukan menghukum. Ia menilai langkah pihak ketiga yang melunasi utang debitur merupakan bukti itikad baik, dan tingkat recovery rate kepailitan di Indonesia memang rendah, sehingga inisiatif semacam ini patut diapresiasi. Dr. Chairul Huda, Ahli Hukum Pidana UMJ, menekankan bahwa seseorang hanya bisa dimintai tanggung jawab pidana jika melampaui kewenangan yang diatur Anggaran Dasar dan UU Perseroan Terbatas. “Tindakan membayar atau mengambil alih utang justru menunjukkan tanggung jawab, bukan kejahatan,” ujarnya. Penasihat hukum Jimmy, Soesilo Aribowo, menegaskan pledoi ini konsisten dengan fakta persidangan. “Kami berharap majelis hakim mempertimbangkan itikad baik klien kami serta seluruh bukti untuk memutus perkara ini secara adil,” katanya. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • November 28, 2025
  • 0 Comments
Universitas Borobudur Gelar PKM Terpadu di Desa Bojong Cianjur, Perkuat UMKM serta Tingkatkan Edukasi Masyarakat Sehat

INDOPOS-Cianjur, 27 November 2025 — Fakultas Ekonomi Universitas Borobudur melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Terpadu di Desa Bojong, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 27 November 2025 ini melibatkan kolaborasi lintas fakultas dan program studi, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Teknik Industri, Program Doktor Ilmu Ekonomi, Program Magister Manajemen, Akademi Keuangan dan Perbankan Borobudur, serta Akademi Akuntansi Borobudur. PKM ini mengusung tema “Penguatan UMKM dan Edukasi Masyarakat Sehat” dan berlangsung dengan lancar. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Universitas Borobudur, Prof. Dr. Ir. Darwati Susilastuti, MM, yang menegaskan bahwa PKM merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh dosen sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan motivasi serta dukungan kepada para pelaku UMKM di Desa Bojong, sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas produk dan daya saing. Dalam kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi, Prof. Dr. Cicih Ratnasih, MM, turut mendampingi. Dalam sambutannya, beliau berharap PKM terpadu ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat melalui penguatan produk unggulan yang memiliki ciri khas Desa Bojong. Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Bojong, Bapak U. Handoko, SH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi Universitas Borobudur. Beliau menuturkan bahwa program PKM ini sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM, khususnya dalam hal wawasan promosi penjualan, laporan keuangan, edukasi kesejahteraan keluarga, serta kesehatan masyarakat. Kegiatan PKM ini melibatkan para dosen dari berbagai fakultas dan program studi, antara lain: – Fakultas Ekonomi: Elsya Meida Arief, SE., Ak., M.Ak.; Arni Kurniati, MM – Fakultas Ilmu Kesehatan: Dr. Yolanda, MM, Ir. Vivi Lusia, MM – Fakultas Teknik Industri: Ir. Laksmi, MT – Fakultas Psikologi: Dr. Panca, M.Psi – Program Doktor Ilmu Ekonomi: Dr. Yosi Pahala, MM Program Magister Manajemen: Dr. Roma Nova Cahjati Poetry, MBA; Dr. Rozali, MM Akademi Keuangan dan Perbankan Borobudur: Rozikin, SE., MM Akademi Akuntansi Borobudur: Suhikmat, SE., Ak., MM Praktisi UMKM: M. Donny Sastrawan Melalui PKM terpadu ini, Universitas Borobudur menegaskan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam penguatan pelaku UMKM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Bojong. (***)  

  • INDOPOSINDOPOS
  • November 27, 2025
  • 0 Comments
Pakar Hukum Surpani Sulaiman Soroti Dugaan Pelanggaran Privasi dalam Kasus Dugaan Perselingkuhan Inara Rusli dan Insan Fahmi

INDOPOS-Jakarta — Kasus dugaan perselingkuhan dan perzinahan yang menyeret nama publik figur Inara Rusli dan seorang pria bernama Insan Fahmi terus bergulir di tengah sorotan publik. Laporan yang diajukan oleh seorang perempuan asal Medan, Wardatina Mawa, yang mengaku sebagai istri sah Insan, semakin memanaskan keadaan setelah sebuah rekaman CCTV diduga dijadikan barang bukti. Namun menurut pakar hukum Surpani Sulaiman S.H, S.Sos, M.Si, perkara ini masih jauh dari kata jelas. Banyak aspek yang dianggap belum terpenuhi untuk membuktikan tuduhan tersebut secara hukum. Rekaman CCTV Dinilai Belum Sah Secara Hukum. Surpani menegaskan bahwa sejumlah unsur krusial belum dapat diverifikasi sehingga rekaman CCTV tidak bisa langsung dijadikan dasar kesimpulan. Ia menjabarkan empat poin utama: Keaslian rekaman belum dipastikan melalui pemeriksaan digital forensik. Identitas sosok dalam video belum divalidasi oleh aparat penegak hukum. Konteks rekaman—waktu, lokasi, dan kronologi—masih simpang siur. Belum ada pemeriksaan independen yang mengonfirmasi bahwa rekaman tersebut benar terjadi di rumah Inara. “Selama unsur-unsur itu belum terpenuhi, tuduhan perselingkuhan maupun perzinahan masih bersifat dugaan,” terangnya. Selain mengulas aspek pembuktian, Surpani menyoroti pihak yang pertama kali menyebarkan rekaman CCTV tersebut. Ia menegaskan bahwa interior rumah adalah area privat, sehingga publikasi rekaman tanpa izin dapat mengarah pada pelanggaran UU ITE. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi menabrak: Pasal 27 ayat (1) tentang distribusi konten bermuatan kesusilaan, Pasal 28 ayat (1) mengenai penyebaran informasi yang menyesatkan dan merugikan orang lain. “Karena video tersebut beredar tanpa persetujuan penghuni rumah, dugaan pelanggaran privasi ini menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya. Apabila penyelidikan tidak menemukan bukti kuat terkait dugaan perzinahan, Surpani menilai bahwa Inara memiliki ruang hukum untuk mengambil langkah balik. Menurutnya, ada dua tindakan yang dapat ditempuh: 1. Melaporkan penyebar CCTV atas dugaan pelanggaran privasi dan UU ITE. 2. Mengajukan laporan pencemaran nama baik jika tuduhan Mawa terbukti tidak berdasar. “Beban pembuktian berada pada pihak pelapor. Jika tuduhan tidak dapat dibuktikan, unsur pencemaran nama baik sangat mungkin muncul,” beber Surpani. Selain itu, Surpani mengingatkan bahwa dinamika kasus dapat berubah apabila Insan berada di bawah tekanan istrinya atau berusaha mempertahankan rumah tangganya. Dalam kondisi seperti itu, bukan tidak mungkin tuduhan diarahkan sepenuhnya kepada Inara. Namun ia menegaskan bahwa dari perspektif hukum, perzinahan adalah delik dua pihak, sehingga Insan tetap tidak dapat menghindar dari tanggung jawab pidana bila perbuatan tersebut benar terjadi. Surpani juga menambahkan bahwa Inara dapat mengambil langkah hukum berbeda jika Insan ternyata memberikan informasi palsu mengenai status perkawinannya. “Jika terbukti bahwa Insan memberikan informasi menyesatkan mengenai status perkawinannya, Inara juga dapat melaporkan dengan dugaan penipuan atau pemalsuan identitas,” ungkapnya. Dua pasal yang dapat digunakan yakni: Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 264 KUHP tentang pemalsuan identitas atau dokumen. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak yang terlibat. Surpani menilai bahwa pemeriksaan menyeluruh, terutama pada aspek digital forensik dan legalitas bukti, merupakan kunci sebelum ada keputusan hukum. Dengan masih adanya kerancuan bukti, potensi pelanggaran privasi, serta peluang laporan balik, kasus dugaan perselingkuhan antara Insan Fahmi dan Inara Rusli diperkirakan akan terus bergulir dalam waktu yang cukup panjang. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • November 27, 2025
  • 0 Comments
Gunernur Andra Soni Akan Cek Izin Lapangan Padel untuk Pastikan Keselamatan Masyarakat, Jangan Sampai Ada Kasus Ambruk Seperti di Jakbar

INDOPOS-Gubernur Banten Andra Soni akan mengecek izin mendirikan bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di proyek lapangan padel yang banyak menjamur. Ia ingin memastikan keselamatan masyarakat, yang nantinya akan menggunakan fasilitas umum tersebut. Jangan sampai kejadian di sejumlah daerah lain, seperti lapangan ambruk dan memicu korban terjadi di wilayahnya. “Semua bangunan yang berdiri di wilayah Banten harus memenuhi izin yang telah ditetapkan. Tidak boleh ada pelanggaran,” kata Andra, kemarin. Andra menyampaikan, keselamatan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah daerah. Terlebih, di Banten banyak bangunan baru yang didirikan. “Keselamatan masyarakat juga jadi tanggung jawab kita,” ujarnya. Seperti diketahui, di sejumlah daerah terjadi kasus lapangan padel yang ambruk karena perizinannya menyimpang. Salah satunya dk wilayah Jakarta Barat. Sebelumnya, Camat Ciputat Timur, Yuda, akhirnya angkat bicara menanggapi polemik tersebut. Saat dikonfirmasi, ia mengaku belum mengetahui secara detail keberadaan proyek dimaksud. “Lokasi 4 titik yang dimaksud di mana saja, ya? Terima kasih infonya, saya coba komunikasi dengan lurah setempat. Kalau ada fotonya, bisa dikirim untuk kami follow up,” ujar Yuda. Ia berjanji segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan Satpol PP guna memastikan legalitas serta status kegiatan pembangunan. Camat menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan melakukan pengecekan lapangan apabila ditemukan indikasi pelanggaran perizinan. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • November 27, 2025
  • 0 Comments
Turnamen Arutmin Cup XVI-2025: PT Arutmin Senakin FC Hadapi Sungai Nyamuk FC di Lapangan Dalasangit

INDOPOS-Kotabaru, 26 November 2025 – Turnamen sepak bola Arutmin Cup XVI-2025 kembali menyajikan pertandingan menarik. Pada Rabu (26/11), tim PT Arutmin Senakin FC berhadapan dengan Sungai Nyamuk FC di Lapangan Dalasangit Kubah, Desa Geronggang, Kecamatan Kelumpang Tengah, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pertandingan berlangsung seru sejak menit awal, dengan kedua tim menampilkan permainan agresif dan penuh semangat. Dukungan masyarakat setempat yang memadati area sekitar lapangan turut menambah atmosfer kompetitif pertandingan. Arutmin Cup yang digelar setiap tahun ini menjadi salah satu ajang bergengsi bagi klub-klub lokal di wilayah Kotabaru. Selain menjadi wahana pembinaan atlet muda, turnamen ini juga mempererat silaturahmi antarwarga dan komunitas olahraga. Pertandingan ini merupakan bagian dari rangkaian laga penyisihan yang akan menentukan langkah tim menuju babak selanjutnya. Indopos News — Laporan: Saberan.SH

  • INDOPOSINDOPOS
  • November 26, 2025
  • 0 Comments
Dinasti di PTPN Ciderai Visi Misi COO Danantara, Tersangka Irwan Perangin-Angin Diduga Masukkan 3 Anak dan Keponakan Istri Jadi Pejabat di PTPN

INDOPOS–JAKARTA – BUMN tanpa nepotisme dan jadi salah satu komitmen utama yang saat ini tengah digaungkan oleh Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria untuk semua anak perusahaan yang berada di bawah naungannya. Hal ini tentu menyenangkan banyak pihak di Tanah Air baik dari kalangan masyarakat dan ekonom karena langkah tersebut akan menyeleksi putar putri terbaik anak bangsa untuk menjadikan Badan Usaha milik Negara (BUMN) tumbuh dan berkembang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sayangnya, belum semua perusahaan BUMN di pusat dan daerah mau mengikuti perintah tersebut. Salah satunya yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini adalah dugaan tersangka kasus korupsi yang dilakukan oleh Direktur Hubungan Kelembagaan di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 4 Palm Co bernama Irwan Perangin-angin (IP). Ternyata, saat menjabat sebagai petinggi di PTPN, Irwan Perangin-Angin juga diketahui melakukan praktik nepotisme untuk bisa meloloskan dua putera kandungnya untuk menjabat sebagai karyawan pimpinan/staf di PTPN. Sebelumnya, Dirut PTPN II periode 2020–2023 itu ditahan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi penjualan aset PTPN I Regional 1 oleh PT Nusa Dua Propertindo (NDP) melalui kerja sama operasional (KSO) dengan PT Ciputra Land. JADI, BAGAIMANA CARA 2 ANAK IRWAN MASUK PTPN? Dikabarkan saat Irwan Perangin-Angin menjabat sebagai Direktur PTPN II (sebelum terbentuk Sub Holding di BUMN), Ia berhasil menjadikan dua putra kandungnya sebagai karyawan pimpinan/staf masing-masing di PTPN 4 Regional 2 Medan dan di PTPN 1 Regional 2 Jawa Barat. Uniknya jalur yg ditempuh bukan dengan cara melalui tes penerimaan umum melainkan melalui tes internal karyawan pimpinan/staf dengan sebelumnya memasukkan kedua anaknya tersebut sebagai karyawan biasa. Disebutkan dengan jalur inilah Irwan Perangin-Angin sukses menjadikan 2 anaknya menjadi staf di PTPN. Tak hanya itu, anak sulungnya yang akrab dipanggil Ari juga mengikuti jejak kakak-kakaknya. Saat ini Ari dikabarkan sebagai sebagai karyawan biasa di kantor Sub Holding PTPN 4 Palm Co di Jakarta. Sudah pasti target berikutnya adalah menunggu waktu yang tepat untuk menjadikannya sebagai staf di wilayah kerja sang Ayah. KEPONAKAN ISTRI IRWAN PERANGIN-ANGIN JUGA MENIKMATI JABATAN DI PTPN 1, MEDAN Tak hanya itu, selama menjabat di kursi direktur, Irwan Perangin-Angin juga diketahui meloloskan keponakan-keponakan dari istrinya untuk bekerja sebagai karyawan pimpinan/staf di bagian keuangan PTPN 1 Regional 1, Medan, Sumatera Utara. Jalur yang ditempuh juga sama dengan cara yang dilakukan oleh kedua anaknya yang sudah lulus sebagai staf. Kondisi ini sangat ironis sebab Irwan menggunakan posisinya sebagai direktur untuk mendapatkan jabatan bagi anak-anaknya dan keponakannya. Sementara di luar sana ratusan ribu orang melewati 6 tes yang panjang nan rumit untuk bisa lulus sebagai calon pimpinan dan staf di PTPN baik pusat maupun daerah. “Operandi ini sangat-sangat memuluskan masuknya kerabat menjadi karyawan pimpinan di PTPN. Masyarakat sangat mengerti akan tipu-tipu seperti ini dan hanya seorang pejabat direkturlah yang sangat bisa melakukan hal seperti ini,” ungkap AS, salah satu staf PTPN 1 yang enggan disebut namanya karena akan khawatir akan ditekan oleh atasannya kepada awak media beberapa waktu lalu. Tampaknya Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria harus lebih gesit dan tidak berhenti menelisik sampai di oknum IP ini saja tapi juga untuk memantau kinerja anak buah lainnya bila ingin nepotisme ini benar-benar hilang dari BUMN khususnya di PTPN. Saat ini wartawan tengah mencoba mengkonfirmasi berita ini kepada Regional Head PTPN 4 Regional 2, Budi Siswanto dan Direktur Strategi & Sustainbility PTPN4 Palmco Jakarta Ugun Untaryo melalui WhatsApp. Namun hingga kini belum mendapat tanggapan. (***)  

  • INDOPOSINDOPOS
  • November 26, 2025
  • 0 Comments
LRT Jakarta Tegaskan Siap Operasikan Fase 1B, Optimalkan Aset untuk Tambah Pendapatan Non-Tiket

INDOPOS-JAKARTA — Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, menegaskan kesiapan penuh perseroannya dalam menghadapi operasional Fase 1B rute Velodrome–Manggarai. Roberto menjelaskan bahwa PT LRT Jakarta berperan sebagai operator yang fokus pada pengoperasian kereta, sementara penyediaan prasarana menjadi tanggung jawab Jakpro. Menurutnya, untuk soal penetapan tarif, mekanisme sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dinas terkait. “Kami hanya menyiapkan semua hal terkait operasional kereta. Untuk penetapan harga, kami menunggu kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Roberto, dalam acara Media Day 2025 di Stasiun Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Rabu (26/11) 2025). Roberto juga mengungkapkan bahwa PT LRT Jakarta mulai mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk meningkatkan pendapatan non-tiket. Salah satu langkah yang sudah direalisasikan adalah pemasangan iklan di dalam rangkaian kereta dan sejumlah titik di stasiun. “Sebelumnya kereta kami sangat bersih, tidak ada satu pun iklan. Sekarang kalau Anda naik, sudah ada iklan di dalam kereta,” katanya. Selain itu, pada area gate stasiun juga telah terpajang iklan dari penyedia layanan pembayaran digital. PT LRT Jakarta juga terus membuka peluang bagi pemasangan iklan berbasis digital seperti monitor dan virtual ads. Roberto menyampaikan bahwa pembukaan rute ke Manggarai pada Agustus 2025 akan meningkatkan jumlah penumpang sehingga minat pemasang iklan juga akan bertambah. “Dengan bertambahnya viewer, kami berharap peluang pemasangan iklan ikut meningkat,” jelasnya. Sejalan dengan strategi optimalisasi aset, PT LRT Jakarta juga menyewakan sebagian lahan di sekitar stasiun untuk berbagai kegiatan produktif. Salah satunya adalah pembangunan delapan lapangan padel standar internasional di sekitar Stasiun Pegangsaan Dua. Selain itu, sejumlah tenant kuliner dan komersial telah hadir di area stasiun, seperti Nasi Tengkok Indra dan beberapa mitra layanan antar makanan. Perseroan juga membuka peluang bagi investor untuk pemanfaatan lahan tersisa untuk bisnis kuliner, olahraga, atau aktivitas lainnya. Untuk diketahui, sepanjang 2025, LRT Jakarta mencatat lebih dari 1,1 juta penumpang, atau rata-rata lebih dari 3.500 penumpang per hari melampaui target yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Tingkat kepuasan pelanggan juga mencapai 93,85 persen per Oktober 2025. Roberto menyebut capaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan LRT Jakarta. “Fase 1B menjadi kesempatan kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta dalam kemudahan bermobilisasi,” ujarnya. Depo LRT Jakarta di Kelapa Gading memiliki luas sekitar 13 hektare dan mampu menampung hingga 96 trainset (192 unit kereta). Kapasitas ini mendukung kebutuhan operasi hingga 135 kilometer trase untuk pengembangan tahap lanjutan. Perawatan sarana dilakukan oleh engineer bersertifikasi, mencakup light maintenance hingga heavy maintenance yang seluruhnya dikerjakan secara mandiri. Armada LRT Jakarta juga dilengkapi teknologi ramah lingkungan yang mendukung pengurangan emisi karbon. PT LRT Jakarta terus meningkatkan kompetensi karyawan melalui pelatihan teknis, layanan pelanggan, serta penanganan keadaan darurat. Perseroan bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dalam dan luar negeri. “Pengembangan kompetensi SDM adalah kunci keberhasilan operasional hari ini dan di masa depan,” jelas Roberto. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • November 26, 2025
  • 0 Comments
Tokoh Muda Betawi Dukung UUS Kuswanto jadi Sekda DKI Jakarta

INDOPOS-Dukungan kepada Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta datang dari H.Amirullah—yang akrab disapa Bang H.Amink—seorang tokoh pergerakan yang juga alumni PMII. Bang Amink menilai Sosok Uus Kuswanto merupakan Figur yang tepat menjadi Sekda, beliau bisa memperkuat tata kelola pemerintahan di Jakarta. Menurutnya, Uus bukan sosok baru dalam birokrasi DKI Jakarta. Rekam jejaknya yang panjang, dari mulai Lurah, Camat, Dinas, Asisten dan wali kota bahkan beliau pernah menjabat Plt Sekda “Tegas bang H.Amink yang juga aktifis NU Jakarta. Segudang Pengalam diBirokrasi menjadi modal penting yang membuktikan kapasitas dan integritasnya. “Pak Uus ini birokrat berpengalaman yang sudah terbukti kinerjanya. Beliau paham kultur pemerintahan Jakarta, paham dinamika masyarakatnya, dan paham bagaimana mengelola organisasi besar seperti Pemprov DKI,” ujar Bang Amink. Ia menambahkan, jabatan Sekda bukan sekedar posisi administratif, melainkan peran strategis dalam memastikan seluruh kebijakan gubernur diterjemahkan dengan baik oleh jajaran perangkat daerah. Karena itu, diperlukan figur yang menguasai tata kelola pemerintahan sekaligus mampu menjaga stabilitas birokrasi. Menurutnya, Uus Kuswanto memenuhi kriteria tersebut. “Sekda adalah nahkoda di balik layar. Saya yakin Presiden akan memilih Pak Uus Menjadi Sekda menggantikan pa Marulloh Matali yang sebentar lagi akan Pensiun. Pemerintah pusat melihat rekam jejak profesional yang kuat ada di Uus Kuswanto, Saya yakin beliau mampu menjaga ritme kerja pemerintah daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Jakarta,” tegasnya. Tokoh Muda Betawi yang juga Pengusaha ini menyebut bahwa penetapan Sekda harus disambut sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap kehadiran Uus membawa energi baru, terutama dalam mendorong efektivitas program-program pembangunan dan penataan kota yang kini tengah berjalan. “Jakarta butuh birokrat yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu merangkul semua pihak. Saya percaya Pak Uus punya kemampuan itu. Karena itu, kami mendukung penuh penetapan ini,” pungkas Bang Amink yang juga Ketua GEMIRA Jaksel. Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, Uus Kuswanto Akan mampu menjadi Sekda DKI Jakarta yang diharapkan dapat membawa stabilitas, kontinuitas kebijakan, serta peningkatan kualitas tata kelola di ibu kota.

  • INDOPOSINDOPOS
  • November 26, 2025
  • 0 Comments
Masyarakat Jakarta Mendukung Pemerintah Daerah Khusus Jakarta Dalam Membersihkan Tiang Tiang Proyek Mangkrak Yang Telah Terbengkalai Dua Puluh Tahun Lebih

INDOPOS-Dalam Diskusi Publik yang diadakan oleh Organisasi Sahabat Pram di KFC Cikini pada hari Kamis Tanggal 20 November 2025, Pukul 13.30.WIB dan dihadiri oleh berapa pengamat diantaranya Pengamat Kebijakan Publik Bapak Amir Hamzah, SH. Pengamat Tata Kota dan Pekerja Migran KSPSI Bapak Yulidar. SE. M.M. Pengawasan dan Legeslasi Ibu Waode Herlina, S.I.P. M.M. Anggota DPRD DKI Jakarta, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Ibu, Yahana Kepala Bidang Penangan Transportasi dan Lalulintas, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Bapak.Bayu Aji Kepala Bidang Penataan Kota, Tokoh Betawi Bapak. Marsda Purn TNI. H. Achmad Sajili , Ketua Umum Sahabat Pram dan Sekaligus sebagai Pelaksana, Perwakilan Gubernur DKI Jakarta Kentye spekey Bapak Chico Hakim Bidang Informasi Publik Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Mengarah Diskusi Publik Ibu, Ratu Nissa. SH. M.M. sebagai Moderator , sedangkan dari Pihak Pelaksana Proyek Monorel Proyek Mangkrak PT. Adhi Karya tidak mau hadir dengan tidak jawaban , pada hal panitia diskusi publik telah mencoba mengonfirmasi kehadiran pihak PT. Adhi Karya tapi sayang tidak ada respon sama sekali. Diskusi Publik ini bertujuan untuk menghimpun respon publik yang khusus nya masyarakat Jakarta mengenai keinginan Perintah Daerah Khusus Jakarta untuk membersihkan tiang tiang Monorel Proyek Mangkrak yang sudah terbengkalai selama dua puluh tahun lebih dan sudah seperti fosil – fosil purba yang berdiri kokoh di jalan Rasuna Said Kuningan dan jalan Asia Afrika. Pengamatan kami selama tiga jam dalam mengikuti Diskusi Publik ini yang dilakukan oleh Sahabat Pram di KFC Cikini Menteng Jakarta Pusat bahwa Diskusi Publik bagus sekali dan berjalan lancar dengan aman serta antusias masyarakat Jakarta dalam mengikuti Diskusi Publik hari ini sangat baik untuk mengetahui respon yang di inginkan masyarakat Jakarta terhadap keinginan Pemerintah DKI Jakarta dalam membersihkan Tiang -;tiang Monorel Proyek Mangkrak. Dalam Pemaparan para Narasumber dan Tanya jawab audens yang hadir terlihat masyarakat Jakarta sangat mendukung keinginan Pemerintah Daerah Khusus Jakarta untuk membersihkan tiang – tiang monorel proyek mangkrak karena menurut Narasumber dan audens bahwa tiang – tiang monorel proyek mangkrak telah merusak keindahan Estetika Kota Jakarta dan menghambat lajunya lalulintas kendaraan dan Model Transportasi Monorel tidak relevan untuk kota Jakarta lagi , dikarenakan Jakarta telah memiiki dua modul transportasi yaitu Busway dan MRT dan telah berhasil mengurai kemacetan di jakarta dengan memindahkan masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya dengan cepat, Aman, Nyaman dan Efisien. Diskusi Publik ini menghasilkan beberapa poin sebagai refrensi untuk disampaikan kepada Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Bapak Pramono Anung Wibowo agar segera melakukan langkah – langkah membersihkan Tiang – tiang monorel Proyek Mangkrak tersebut, Poin – poin yang dihasilkan sebagai berikut : 1. Masyarakat Jakarta Mendukung Pembersihan tiang – tiang Monorel yang merusak Keindahan – Estetika Kota Jakarta selama dua puluh tahun. 2. Mendukung langkah – langkah Gubernur Pramono Anung Wibowo yang sangat cekat dalam memahami kondisi Kota Jakarta yang semrawut. 3. Mendukung Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta Bapak. Pramono Anung yang telah melakukan kordinasi dengan pihak – pihak lembaga hukum mengenai tiang – tiang Monorel Proyek Mangkrak tersebut. 4. Meminta PT. Adhi karya untuk bertanggung jawab atas tiang – tiang Monorel tersebut dan jangan buang badan atau masalah kepada pihak lain atau Pemda DKI jakarta untuk membersihkan nya. 5. Meminta pihak Penegak hukum KPK, Kejaksaan Agung RI, dan Kepolisian untuk memeriksa PT. Adhi Karya yang menghambur – hamburkan uang negara yang tidak bertanggungjawab dalam Proyek Monorel Mangkrak tersebut. Menurut penjelasan yang disampaikan Ketua Pelaksana Diskusi Publik Bung Ali Husen bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menghimpun respon, Keinginan dan Pandangan publik terhadap rencana Pemerintah Daerah Khusus Jakarta untuk membersihkan tiang Monorel Proyek Mangkrak yang telah merusak Estetika Kota Jakarta selama dua puluh tahun lebih agar di kembali seperti sediakala karena Jakarta sedang disiapkan menuju Kota Global. Alhamdulilah hasil Diskusi Publik menambah refrensi kepada Pemda DKI Jakarta untuk segera melakukan langkah – langkah Pembersihan terhadap tiang – tiang Monorel tersebut. Lebih lanjut Bapak, Chico Hakim selaku perwakilan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang hadir sebagai Keynote Speaker menjelas bahwa ke ingin Pemda DKI Jakarta untuk membersihkan tiang tiang Monorel yang sudah terbengkalai lama itu karena sangat menganggu kenyamanan lalulintas masyarakat Jakarta dan telah melalui kajian mendalam yang kongrit serta melakukan kordinasi yang komprehensif dengan Lembaga – lembaga Penegak hukum terkait seperti Kejaksaan Tinggi Jakarta, KPK dan Kepolisian Daerah Jakarta mengenai tiang – tiang Monorel tersebut. Hasil kordinasi dengan pihak – pihak Lembaga hukum Pemerintah Daerah Khusus Jakarta mendapat rekomendasi bahwa kegiatan Proyek Monorel tersebut adalah munir Bisnis to Bisnis atau Swasta dengan Swasta murni dan tidak melibatkan Pemerintah Daerah Khusus Jakarta maupun Pemerintah…

  • INDOPOSINDOPOS
  • November 26, 2025
  • 0 Comments
Perebutan Kursi Sekda DKI Jakarta Makin Memanas, Ketum MPG Jimmy S Soroti Peran Strategis Sekda: Puji Rekam Jejak M. Anwar yang Pernah Dukung Simulasi Makan Bergizi Gratis dan Atasi Banjir Jakarta

INDOPOS–Perebutan Kursi Sekda DKI Jakarta Makin Memanas, Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran Jimmy S : Jabatan Sekda Provinsi Harus Bisa Menjadi Jembatan yg baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk Kesejahteran Masyarakat DKI, Mantan Walikota Jakarta Timur M.Anwar Saat itu Walikota yg Pertama kali Membantu MPG dalam Melakukan Simulasi Makan Bergizi Gratis di Jakarta dan Berhasil Menangani Permasalahan Banjir di Jakarta. Jakarta — Dinamika perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta semakin menghangat. Menjelang penetapan pejabat definitif, sejumlah nama mulai muncul sebagai kandidat yang berpotensi menduduki jabatan strategis tersebut. Empat sosok yang kini banyak dibicarakan di lingkungan birokrasi Ibu Kota antara lain: 1. M. Anwar – Wali Kota Jakarta Selatan 2. Sigit Wijatmoko – Asisten Pemerintahan Sekda DKI 3. Saefuloh Hidayat – Kepala BP Perumda DKI 4. Uus Kuswanto – Wali Kota Jakarta Barat Dari daftar tersebut, nama M. Anwar, yang saat ini memimpin Jakarta Selatan, dinilai sebagai figur paling menonjol dan berpeluang besar menjadi Sekda DKI. Penilaian itu bukan tanpa alasan. Rekam Jejak Mentereng Anwar Saat Pimpin Jakarta Timur Sebelum bertugas di Jakarta Selatan, Anwar dikenal luas ketika menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Timur. Pada periode itu, ia mencatatkan sejumlah prestasi dan keberhasilan dalam mengimplementasikan berbagai program prioritas pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Salah satu capaian penting yang menempatkan Anwar dalam sorotan positif adalah keberhasilannya menjadi pelopor kesuksesan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jakarta Timur tercatat sebagai wilayah pertama yang mampu menjalankan program MBG dengan efektif, kolaboratif, dan menyeluruh. Program unggulan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut berjalan optimal di Jakarta Timur berkat sinergi lintas sektor, mulai dari camat, lurah, sekolah, hingga tokoh masyarakat. Keberhasilan itu dinilai sebagai bukti kemampuan Anwar dalam memimpin, mengelola program besar, serta membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan. Kemampuan Manajerial Jadi Pertimbangan Sejumlah pihak menilai, rekam jejak Anwar dalam memimpin dua wilayah besar di Jakarta menunjukkan kematangan dan kapasitas birokrasi yang mumpuni. Selain sukses menjalankan program prioritas pemerintah, Anwar juga dikenal dekat dengan warga dan memiliki gaya kepemimpinan kolaboratif. Di tengah kebutuhan akan Sekda yang mampu menjalankan visi besar pemerintah pusat dan daerah, nama Anwar dianggap paling memenuhi kriteria tersebut. Proses seleksi Sekda DKI Jakarta masih berlangsung. Publik kini menantikan keputusan akhir dari pemerintah provinsi maupun pusat mengenai siapa sosok yang akan menduduki kursi Sekda—jabatan strategis yang menentukan arah tata kelola pemerintahan di Ibu Kota. Ditempat terpisah saat awak media menghubungi Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran Jimmy S untuk meminta tangapan akan hal tsb, Jimmy Mengatakan, Ya Saya kenal baik dengan Pak Anwar, Waktu itu pada saat 1 minggu setelah Pelantikan Presiden Prabowo dan Gibran di Lantik, MPG buat acara simulasi Makan Bergizi Gratis di wilayah Jakarta timur, ya saat itu di dki baru kami yg lakukan simulasi yg dihadiri oleh Badan Pamgan Nasional jg, bahkan saat itu Badan Gizi Nasional belum terbentuk, Kegiatan simulasi tersebut berada di kelurahan cipinang melayu dan Banyak sekali di bantu Oleh Walikota Jakarta timur saat itu, ya kalo tidak salah Pak Anwar Walikotanya saat itu, tandas Jimmy kepada Wartawan. Jimmy Menanmbahkan, Memang sudah sepatutnya saat ini Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah berjalan dengan Kompak untuk Kepentingan Masyarakat agar bisa Sejahtera dan Bahagia, oleh karena nya di butuhkan lah Sosok Sekda Yang harus Mumpuni untuk Mensinkronisasi dan Berkolaborasi Kebijakan2 Pusat dgn Kebijakan2 Daerah demi Kesejahteraan Masyarakat di DKI, Kita tau permasalahan di DKI ini sangat krusial sekali, dari masalah sampah, banjir dan masalah sosial yg memang perlu Kolaborasi yg Win Win antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Untuk itulah dibutuhkan Sekda yg Harus Mumpuni akan hal tsb, dan Saya yakin apabila Gubernur DKI dan Presiden Prabowo memilih Bapak M Anwar itu sudah langkah yg tepat, karena sudah terbukti memang beliau mampu mensinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dengan baik yg berefek positif bagi Masyarakat Jakarta. “Ya saya dukung beliau untuk Sekda DKI”, Tutup Jimmy Melalui Sambungan Telepon dari awak media.