• INDOPOSINDOPOS
  • Desember 6, 2025
  • 0 Comments
KAUMY Jakarta Mantapkan Kompas Organisasi dalam Raker & Camp 2025 di Bogor

INDOPOS-BOGOR — Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) Pengda Daerah Khusus Jakarta menggelar Rapat Kerja Meeting & Camp pada 5–6 Desember 2025 di Puncak, Bogor. Agenda ini menjadi momentum konsolidasi dan penyusunan arah strategis gerak organisasi untuk periode 2025–2029, sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan alumni dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Dalam suasana kabut pegunungan yang menenangkan, para alumni berkumpul layaknya bahtera yang memastikan kompas sebelum berlayar lebih jauh. Visi besar organisasi kembali dipertegas — KAUMY bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi ruang sinergi dan kontribusi yang harus berdampak bagi masyarakat dan bangsa. Ketua Umum KAUMY DK Jakarta Wahyu Sandhya menegaskan pentingnya membangun kultur kolaborasi agar organisasi hadir tidak hanya sebagai identitas alumni, melainkan sebagai motor perubahan. > “KAUMY adalah rumah kita bersama. Yang perlu kita tumbuhkan adalah ruang komunikasi dan kolaborasi agar bahtera ini bergerak ke pentas nasional dan menjadi katalisator peradaban,” ungkap Sandhya. Sekjen KAUMY Bara Pattyradja menambahkan perlunya terobosan dan pola pikir progresif dalam merancang program kerja. > “Kita harus out of the box. Bukan hanya berkumpul, tapi bergerak konkret agar gaung KAUMY menjadi dampak,” ujarnya. Raker ini juga mendapatkan arahan langsung dari Lalu Muhammad Iqbal, Gubernur NTB sekaligus pembina KAUMY DK Jakarta, yang hadir secara virtual dan menyampaikan pandangan strategis mengenai roadmap organisasi. Dalam kesempatan tersebut, Iqbal juga merekomendasikan nama calon Ketua PP KAUMY yang akan diusung KAUMY Jakarta pada Munas mendatang, menandai bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ruang penetapan haluan organisasi. Para mantan ketua KAUMY DK Jakarta, Hani Adhani (2015–2018) dan Nukman Iskandar (2018–2025), turut hadir memberikan dukungan dan pesan keberlanjutan gerak organisasi. Kehadiran mereka mempertegas kesinambungan estafet kepemimpinan dan pentingnya merawat jejaring lintas generasi. Pada penutup agenda, peserta merumuskan sejumlah garis besar arah program kerja — meliputi penguatan internal alumni, pengembangan jaringan strategis, kontribusi sosial, hingga positioning KAUMY dalam isu-isu kebangsaan. Raker & Camp 2025 menjadi tonggak baru perjalanan bahtera KAUMY Jakarta. Dengan kompas yang kini lebih tegas, organisasi siap mendayung bersama, menjaga irama gerak dan memperluas kebermanfaatan. KAUMY Jakarta — Bersinergi, Bergerak, Berdampak

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 4, 2025
  • 0 Comments
Ketum MPG Soroti Menteri yang Suka Curhat di Media: “Kalau Tak Mampu Bekerja, Lebih Baik Mundur”

INDOPOS-Jakarta — Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran (MPG), Jimmy S, melontarkan kritik keras terhadap sejumlah menteri yang dinilai terlalu sering curhat di media massa ketimbang fokus menjalankan tugas kenegaraan. Menurutnya, para pejabat tersebut masuk dalam kabinet Prabowo–Gibran dengan tanggung jawab besar dan penghasilan tinggi, sehingga tidak semestinya tampil di ruang publik hanya untuk mengeluh. Jimmy menegaskan bahwa tugas utama para menteri adalah membantu presiden dan wakil presiden menyelesaikan persoalan rakyat, bukan menyampaikan keluhan pribadi. “Kalau memang tidak sanggup menjalankan tugas dari Presiden Prabowo, lebih baik menteri yang suka curhat ini mundur saja. Serahkan kepada yang lebih mampu dan kredibel,” tegasnya. Ia menilai sikap sejumlah menteri yang gemar mengeluh sangat bertolak belakang dengan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menurutnya selalu optimistis serta tidak pernah menunjukkan keluhan di depan publik. “Presiden Prabowo dan Wapres Gibran saja selalu optimis dan tidak pernah mengeluh. Lalu mengapa justru para menteri yang membantunya malah curhat?” tambah Jimmy. Lebih lanjut, Jimmy meminta Menteri Sekretaris Kabinet untuk bergerak cepat mengidentifikasi menteri-menteri yang dinilai tidak mampu bekerja maksimal dan lebih memilih curhat kepada media. Ia mendorong agar laporan tersebut segera ditindaklanjuti. “Kalau perlu diganti saja. Rakyat butuh menteri yang bisa kerja, bukan menteri yang suka curhat,” ujarnya. Jimmy menekankan bahwa masyarakat menantikan kerja nyata, kinerja yang terukur, dan hasil yang dapat dirasakan secara langsung, bukan drama atau keluhan dari pejabat negara. “Rakyat tidak butuh curhatan. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata dan hasil nyata,” tutupnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 4, 2025
  • 0 Comments
TVRI di Usia 63 Tahun Makin Keren: Tetap Bertransformasi dan Sejalan dengan RPJMN 2025–2029

INDOPOS-Usianya boleh 63 tahun, tapi Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) ini sangat keren. TVRI meski tidak lagi muda usianya, kini masih terus memoles dan meningkatkan sumber daya dan infrastrukturnya. TVRI tidak henti-hentinya berinovasi dan meningkatkan sumber daya yang dipunyai selama ini. Ini menjadi suatu hal yang sangat patut diapresiasi. Mengapa demikian? Karena, hal tersebut sejalan dengan Prioritas Nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN) 2025-2029. Hal itu diungkapkan pengamat kebijakan publik, Abdul Hamim Jauzie. “Sumber daya dan infrastruktur TVRI sepertinya terus ditingkatkan meski usianya 63 tahun. Ini patut diapresiasi. TVRI telah menjadi televisi pemersatu bangsa yang program siarannya melayani masyarakat di seluruh pelosok negeri,” kata Hamim. Dalam keterangan tertulisnya, kepada wartawan, Kamis, 04 Desember 2025, ia mengatakan, upaya TVRI terus meningkatkan sumber daya dan infrastruktur penyiaran itu sudah sangat tepat dan sejalan dengan Prioritas Nasional RPJMN 2025–2029. Tandas pengamat ini, Prioritas Nasional RPJMN 2025–2029 meliputi tiga sasaran utama. “Yaitu pertama, menurunkan kemiskinan. Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dan ketiga, mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan. Itu semua akan diwujudkan melalui 17 program prioritas yang mencakup program prioritas Presiden Prabowo, seperti reformasi birokrasi, peningkatan pelayanan kesehatan, dan penguatan pertahanan,” ucapnya. Dalam konteks ini, ujar Hamim, TVRI telah serius dan sejalan dengan RPJMN dalam peningkatan kualitas SDM. “Yakni Meningkatkan Indeks Modal Manusia (IMM) menjadi 0,59 pada 2029. Pengembangan sumber daya manusia itu mencakup sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olah raga, dan penguatan peran perempuan, pemuda, serta penyandang disabilitas,” tandasnya. Papar Hamim, TVRI telah menunjukkan komitmennya sebagai media publik yang informatif, edukatif, dan inklusif. “Sebagai televisi pertama di Indonesia yang didirikan pada 24 Agustus 1962, TVRI telah terus menerus berupaya menjadi media pemersatu bangsa, yang hadir untuk memberikan informasi, edukasi, dan hiburan,” cetusnya. Nah, hebatnya, terang Hamim, TVRI telah terbukti sebagai media yang setia menjadi saksi perjalanan bangsa. “Dari era hitam-putih hingga era digital, dan menjadi rumah informasi, edukasi, serta budaya,” tegasnya. TVRI Mampu Lewati Berbagai Tantangan Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI, R. Wulan Kartiko Purbodjati menegaskan, Televisi Republik Indonesia telah melewati berbagai tantangan dan dinamika perjalanan panjang sebagai lembaga penyiaran publik pertama di Indonesia. Di usia yang sudah tidak muda ini, ungkap Wulan, TVRI telah mencerminkan pengalaman, dedikasi, serta pengabdian yang tiada henti kepada bangsa dan negara. Ditandaskan Wulan, sumber daya yang dimiliki TVRI baik itu infrastruktur, peralatan produksi maupun sumber daya manusia secara terus-menerus harus selalu ditingkatkan kualitasnya. “Upaya ini sejalan dengan prioritas nasional RPJMN 2025-2029,” sebutnya. TVRI Jadi Media Pembawa Kebenaran dan Edukasi Direktur Utama (Dirut) LPP TVRI, Iman Brotoseno menerangkan, Televisi Republik Indonesia harus tetap berdiri sebagai media terpercaya yang membawa kebenaran dan edukasi. “Serta, jadi inspirasi untuk seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Iman Brotoseno.  (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 2, 2025
  • 0 Comments
Ketua LSM Militan Jakarta Jazzy Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta

INDOPOS-Jakarta — Ketua LSM Militan Jakarta, Jazzy, menyampaikan selamat dan sukses atas dilantiknya Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta. Ia berharap pelantikan ini membawa kebaikan serta kemajuan bagi Ibu Kota. Saat dimintai tanggapan di Balai Kota Jakarta, Jazzy mengatakan bahwa pihaknya sempat berharap posisi Sekda diisi oleh putra asli Betawi. Namun demikian, ia menilai Uus Kuswanto tetap sosok yang sudah sangat lama berpengalaman dan dekat dengan masyarakat Betawi. “Tadinya kita berharap orang Betawi yang jadi pucuk pimpinan birokrasi. Eh ternyata yang jadi Bang Uus, orang lama juga di Betawi, hehehe. Ya sudah, kita support dan dukung,” ujar Jazzy. Jazzy juga mengungkapkan bahwa dirinya mengenal Uus Kuswanto sejak lama, mulai dari saat Uus menjabat lurah, hingga kemudian dua kali menjadi Wali Kota Jakarta Barat, baik pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan maupun hingga saat ini di era Pj Gubernur Heru, Mas Pram, dan Bang Doel. “Alhamdulillah sekarang beliau menjadi Sekda. Saya ikut senang. Beliau itu orangnya cepat tanggap dan responsif kalau ada pengaduan warga Jakarta. Itu yang kita suka dari sosoknya,” lanjut Jazzy. Ia bahkan mengingat momen ketika dirinya bersama rombongan pernah melakukan kunjungan ke kampung halaman Uus Kuswanto di Tasikmalaya, Jawa Barat, bersama almarhum.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 1, 2025
  • 0 Comments
Oknum Dishub Palmerah Diduga Terlibat Pungli di Pabrik Kertas, Gubernur Pramono Akan Bertindak Tegas

INDOPOS–Jakarta Barat — Aksi pungutan liar (pungli) kembali mencoreng citra aparatur pemerintah. Seorang oknum anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, diduga melakukan pungli di sebuah pabrik kertas. Aksi tak terpuji itu terekam jelas oleh kamera CCTV pabrik. Dalam rekaman video yang beredar di kalangan media, tampak seorang pria berseragam lengkap Dishub mendatangi area pabrik dan berinteraksi dengan petugas setempat. Oknum tersebut diduga meminta sejumlah uang dengan alasan “penertiban kendaraan operasional” di sekitar lokasi industri. Sumber internal mengungkapkapkan, oknum yang ada di video bernama Romi. Ia membenarkan, bahwa yang bersangkutan adalah anggota Dishub Palmerah. Dari informasi yang didapat, oknum tersebut datang dan sempat mencatat absen dengan nama samaran, seolah sedang melakukan inspeksi resmi. Kasatpel Dishub Palmerah Sulaiman saat dikonfirmasi membenarkan bahwa sosok yang ada di video adalah anggotanya. Diduga oknum Dishub yang melakukan pungli tersebut diketahui oleh Sulaiman. “Dia datang pakai seragam lengkap, mencatat di buku absen tapi pakai nama lain. Katanya ada perintah dari atasannya untuk minta kontribusi supaya operasional lancar,” ujar sumber kepada wartawan. Tindakan ini langsung menimbulkan keresahan di kalangan karyawan dan manajemen pabrik, yang merasa diintimidasi oleh oknum berseragam tersebut. Pihak pabrik kemudian memeriksa rekaman CCTV dan memastikan bahwa pelaku benar mengenakan seragam resmi Dishub Palmerah. Dalam sejumlah kesempatan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, bahwa dirinya akan menindak tegas setiap bentuk pungli yang melibatkan bawahannya. Ia juga tengah mengawasi dengan ketat, potensi-potensi pungli yang ada, dan akan segera mengambil tindakan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 1, 2025
  • 0 Comments
Pantauan Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar: Human Initiative Kerahkan Respons Kemanusiaan di Tiga Provinsi

INDOPOS–Jakarta, 30 November 2025 — Human Initiative (HI) terus melakukan pemantauan intensif atas bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November. Berdasarkan laporan BNPB, jumlah korban meninggal akibat bencana di tiga provinsi tersebut mencapai 303 orang. Rinciannya antara lain 47 korban meninggal di Aceh dan 166 korban meninggal di Sumatera Utara, serta 90 korban meninggal di Sumatera Barat. Selain itu, ratusan warga masih dilaporkan hilang dan dalam pencarian di sejumlah wilayah. Cuaca ekstrem, tingginya curah hujan, dan meningkatnya debit sungai menyebabkan genangan luas, rumah terendam, akses jalan tertutup material longsor, serta terisolasinya beberapa desa. *Pantauan Lapangan di Tiga Provinsi* Di Aceh, banjir merendam ratusan rumah. Warga terdampak mengungsi ke balai desa dan fasilitas umum. Debit air diperkirakan masih meningkat akibat hujan yang belum mereda. Di Sumatera Utara, banjir besar diperparah oleh longsor yang menutup jalan penghubung antardesa, menyebabkan sejumlah wilayah sulit diakses. BNPB juga menegaskan perlunya percepatan distribusi logistik di wilayah terisolir. Sementara itu di Sumatera Barat, banjir berlumpur dan longsor perbukitan terjadi hampir bersamaan. Material lumpur menutup badan jalan lingkungan dan merendam permukiman. *Respons Kemanusiaan Human Initiative* Menanggapi kondisi tersebut Human Initiative telah mengerahkan respons bantuan awal di tiga provinsi melalui empat aksi utama, yaitu: 1. Tim evakuasi Membantu mengevakuasi warga dari rumah yang terendam dan daerah rawan longsor. 2. Dapur air Menyediakan akses air bersih bagi warga terdampak, terutama di wilayah yang aksesnya terputus. 3. Distribusi makanan siap santap Menjangkau titik-titik pengungsian dan rumah warga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi cepat. 4. Distribusi perlengkapan bayi dan balita Difokuskan untuk keluarga dengan anak kecil yang membutuhkan bantuan darurat segera. Human Initiative terus memperbarui pantauan lapangan dan berkoordinasi dengan BPBD, aparat desa, dan relawan lokal untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah prioritas. Upaya percepatan respons juga difokuskan pada kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, lansia, serta warga di daerah yang masih terisolasi. Human Initiative mengajak masyarakat untuk turut mendukung pemulihan warga terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 1, 2025
  • 0 Comments
Aktivis Kritik Pelanggaran Izin Proyek Lapangan Padel, Akan Demo Desak Pemkot Tegas

INDOPOS–Ciputat Timur — Polemik pembangunan empat lapangan padel di Jalan Raya Cirendeu, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, terus memanas setelah proyek tersebut diduga belum mengantongi izin lengkap namun tetap berjalan hingga kini. Publik mempertanyakan pengawasan pemerintah setempat, terutama setelah muncul keluhan masyarakat terkait aktivitas pembangunan. Camat Ciputat Timur, Yuda, akhirnya angkat bicara menanggapi polemik tersebut. Saat dikonfirmasi, ia mengaku belum mengetahui secara detail keberadaan proyek dimaksud. “Lokasi 4 titik yang dimaksud di mana saja, ya? Terima kasih infonya, saya coba komunikasi dengan lurah setempat. Kalau ada fotonya, bisa dikirim untuk kami follow up,” ujar Yuda. Ia berjanji segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan Satpol PP guna memastikan legalitas serta status kegiatan pembangunan. Camat menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan melakukan pengecekan lapangan apabila ditemukan indikasi pelanggaran perizinan. Dugaan Proyek Tanpa Izin dan Sorotan Publik Proyek empat lapangan padel ini menuai perhatian setelah beredar informasi bahwa pembangunan diduga belum memenuhi persyaratan perizinan. Meski belum lengkap, aktivitas di lokasi disebut tetap berlangsung. Kondisi itu memicu reaksi masyarakat yang menilai proses pembangunan seharusnya dihentikan sementara hingga izin terpenuhi. Selain itu, informasi yang tersebar di masyarakat turut menyebut adanya dugaan proyek dibekingi oknum pejabat, sehingga operasional tetap berjalan. Bahkan muncul pula dugaan keterlibatan unsur Satpol PP Tangerang Selatan yang dinilai membiarkan kegiatan tersebut berlangsung. Namun seluruh dugaan tersebut masih perlu klarifikasi resmi dari pihak terkait. Hingga kini belum ada pernyataan terbuka dari instansi yang disebut dalam informasi publik tersebut. Aktivis Akan Demo Mendesak Pemerintah Kota Tangsel Bertindak Tegas Aktivis Mercubuana Iman akan menggelar demo untuk mendesak pemerintah Kota Tangerang Selatan, melalui kecamatan dan Satpol PP, dapat melakukan tindakan tegas. Mereka harus gerak cepat untuk memastikan bahwa seluruh pembangunan fasilitas olahraga di wilayah Ciputat Timur tidak ada ada pelanggaran prosedur perizinan. “Kami akan turun untuk demonstrasi, terkait pelanggaran perizinana lapangan Padel di Cirendeu. Kami mendesak pemkot Tangsel tegas,” kata Iman.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 1, 2025
  • 0 Comments
Ketua SIB – Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya Beri Ucapan Selamat kepada Uus Kuswanto sebagai Sekda Baru, Harap Lebih Perhatikan Budaya Betawi

INDOPOS-Jakarta — Ketua Seniman Intelektual Betawi (SIB), yang juga Sekjen Bamus Betawi, Tahyudin Aditya, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang baru. Ia menilai penunjukan Uus merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mempercepat pencapaian program prioritas daerah. Tahyudin mengatakan, jabatan Sekda memiliki peran sangat penting dalam memastikan berjalannya koordinasi di seluruh perangkat daerah, mulai dari aspek pelayanan masyarakat, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan kebudayaan. Karena itu, ia berharap Uus Kuswanto dapat membawa semangat baru yang lebih inklusif, responsif, serta selaras dengan kebutuhan masyarakat Jakarta yang majemuk. “Pelantikan Pak Uus merupakan momentum penting. Kami dari komunitas seniman Betawi berharap beliau tidak hanya fokus pada penguatan birokrasi, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada pelestarian budaya Betawi, yang menjadi identitas dan kebanggaan warga Jakarta,” ujar Tahyudin. Ia juga menekankan bahwa sektor kebudayaan tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus dikaitkan dengan arah pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan budaya Betawi harus terus diperkuat agar nilai-nilai lokal tetap terjaga di tengah perkembangan kota metropolitan. Selain memberi ucapan selamat kepada Sekda baru, Tahyudin Aditya turut menyampaikan penghargaan dan selamat purnabakti kepada Sekda sebelumnya, Marullah Matali. Ia menilai Marullah telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial serta mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya selama menjabat. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Marullah atas dedikasinya selama ini. Beliau telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan Jakarta, termasuk dalam memperhatikan ruang budaya masyarakat lokal. Kami berharap pengalaman beliau dapat menjadi masukan berharga bagi Pak Uus dalam melanjutkan tugas-tugas besar ke depan,” kata Tahyudin. Ia juga menyampaikan bahwa komunitas SIB siap bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk menciptakan berbagai program yang dapat mendorong kreativitas seniman lokal, menghidupkan kembali ruang-ruang budaya, serta menghadirkan kegiatan yang mendukung pelestarian seni Betawi. Menurut Tahyudin, sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas budaya sangat penting agar visi dan misi Gubernur Pramono Anung mengenai penguatan identitas Jakarta dapat berjalan efektif dan terukur. Ia menilai kepemimpinan baru di posisi Sekda harus mengambil peran aktif dalam mewujudkan visi tersebut. “Budaya Betawi bukan hanya ornamen seremonial. Ia adalah wajah Jakarta. Kami berharap di masa kepemimpinan Pak Uus, perhatian terhadap budaya daerah semakin diperkuat sehingga pembangunan kota tetap memiliki akar yang kokoh,” tambahnya. Tahyudin men concludes pernyataannya dengan memastikan bahwa SIB akan terus mendukung setiap kebijakan pemerintah provinsi yang berpihak pada pelestarian budaya, serta siap menjadi mitra strategis dalam menjaga kekayaan seni Betawi untuk generasi mendatang.

  • INDOPOSINDOPOS
  • November 29, 2025
  • 0 Comments
Persaingan Menuju Kursi Sekda DKI Makin Sengit, Munjirin dan Uus Saling Pepet

INDOPOS-Bursa calon pengganti Sekda DKI Jakarta, Marullah Matalli mulai mengerucut. Dari sejumlah nama yang bermunculan, dua nama kini mulai bersaing ketat, yakni Munjirin (walikota Jaktim) dan Uus Kuswanto (walikota Jakbar). Kedua nama itu mencuat seiring dengan kabar bakal ditetapkannya Sekda definitif menjelang akhir tahun 2025. “Kedua nama itu sudah mengerucut dan dinilai paling kuat menggantikan Sekda DKI Jakarta, Marullah Matali yang baru saja pensiun,” ujar sumber ipol.id dilingkup DPRD DKI Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Selain Munjirin dan Uus, dua nama lainnya yang juga meramaikan bursa orang nomor tiga di Jakarta, yakni Sigit Wijatmoko (asisten Pemerintahan Sekda DKI Jakarta) dan Saefollah. “Orang yang ditunjuk menjadi Sekda DKI harus orang yang bisa diajak kerjasama dengan gubernur. Dengan begitu pembangunan di Jakarta akan lebih baik menuju kota global,” ujar politisi Golkar di DPRD DKI, Sardi Wahab Sadri, Sabtu (29/11/2025). Menurut anggota Komisi D DPRD DKI itu, munculnya nama Munjirin dan Uus perlu diapresiasi secara positif. Sebab, kata dia kedua politisi tersebut tergolong memiliki track record yang mumpuni untuk membantu kinerja Pramono Anung 4 tahun kedepan. “Pramono jangan salah dalam memilih sekda. Karena baik atau buruknya kinerja gubernur akan bergantung pada orang nomor tiga yang membantu kinerja gubernur. Saya pesankan, agar gubernur tidak terburu-buru dan mengesampingkan perasaan like or dislike,” bebernya. Secara pribadi, Sardi menilai masuknya nama Saefollah, Munjirin, Sigit dan Uus memberikan dinamika positif dalam pemilihan calon sekda DKI Jakarta. Keempat nama tersebut, lanjut politisi berambut ikal itu memiliki kelebihan masing-masing jika nantinya ditunjuk presiden Prabowo menjadi orang nomor 3 di Jakarta. “Saya meyakini jika presiden Prabowo akan memilih figur yang bisa memberikan dampak positif bagi pembangunan di Jakarta dan berjalannya roda pemerintahan di masa mendatang,” tutupnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • November 29, 2025
  • 0 Comments
Terbongkar! Diduga Ada Setoran ke Oknum Dishub Kecamatan Palmerah, Bus AKAP dan Terminal Bayangan Bikin Macet Dibiarkan

INDOPOS-Jakarta — Kemacetan kronis di Jalan S Parman, khususnya di depan Mall Slipi Jaya, bukan sekadar persoalan volume kendaraan. Investigasi awal menunjukkan adanya praktik pelanggaran terstruktur yang melibatkan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan oknum aparat di lapangan. Sejumlah bus AKAP, seperti Primajasa dan Arimbi, kerap keluar dari jalan tol kemudian menaikkan dan menurunkan penumpang di jalur alternatif, tepat di depan pusat perbelanjaan Slipi Jaya. Aktivitas itu jelas melanggar aturan, karena secara regulasi bus AKAP hanya boleh berhenti di terminal resmi. Namun pelanggaran tersebut berlangsung terus-menerus tanpa penindakan, menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub) di wilayah Palmerah. Seorang sumber terpercaya yang mengetahui praktik ini menyebutkan adanya “bisnis perlindungan” antara oknum Dishub dan operator bus tertentu. > “Informasinya ada setoran setiap bulan dari oknum bus AKAP ke oknum Dishub Palmerah. Setoran itu sebagai jaminan agar mereka bebas menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal tanpa ditindak,” ungkap sumber tersebut. Jika benar, praktik ini bukan lagi sekadar pungutan liar, melainkan pembiaran sistematis yang merugikan masyarakat. Kemacetan di kawasan S Parman kerap memanjang hingga jembatan layang Slipi dan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas ke arah Grogol maupun Tomang. Pengamat transportasi menilai bahwa kemacetan akibat pelanggaran yang dibiarkan ini merupakan indikasi lemahnya integritas aparat di lapangan. > “Kalau pelanggaran yang terang-terangan seperti ini tidak diambil tindakan, artinya ada sesuatu yang tidak beres. Wewenang pengawasan Dishub seharusnya digunakan untuk menertibkan, bukan dijadikan komoditas,” ujar pengamat Perhubungan dan perkotaan Sugiyanto, ketika diminta tanggapan. Sementara warga berharap pemerintah bertindak tegas. Selain merusak ketertiban lalu lintas, praktik semacam ini membuka ruang korupsi di level akar rumput—yang pada akhirnya kembali merugikan publik.