Permendag Nomor 8 Tahun 2024 Lindungi Industri Tekstil Nasional

INDOPOS-Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyatakan bahwa Permendag Nomor 8 Tahun 2024 entang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor melindungi industri tekstil nasional. Hal itu disampaikan Jerry Sambuaga merespons pernyataan Redma Gita Wirawasta, Ketua Umum Asosiasi Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) terkait kekhawatiran akan potensi banjir impor tekstil pasca Permendag Nomor 8 tahun 2024 itu. Penerbitan Permendag Nomor 8 Tahun 2024 itu dimulai berlaku pada 17 Mei 2024 yang merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo pada rapat internal tanggal 17 Mei 2024 “Berdasarkan Permendag 8/2024, terdapat 7 komoditas yang tidak perlu lagi menggunakan Pertek dalam penerbitan Persetujuan Impor (PI), dan produk tekstil tidak termasuk dalam komoditas yang tidak memerlukan Pertek dalam pengurusan PI,” jelas Jerry Sambuaga dalam keterangannya, Jum’at (24/5/2024). Dengan demikian, tegas Jerry Sambuaga, akan banjirnya impor barang tekstil tidak perlu dikhawatirkan karena untuk produk tekstil khususnya tekstil, karpet, dan penutup lantai tekstil lainnya serta barang tekstil sudah jadi lainnya, tidak dibebaskan dari kewajiban Pertek. “Dengan kata lain untuk mengimpor komoditas tersebut tetap membutuhkan Pertek dari kementerian teknis tepatnya Kementerian Perindustrian,” tegas Jerry Sambuaga. Adapun Pertek merupakan surat yang diterbitkan oleh kementerian teknis untuk menerangkan pemenuhan persyaratan tertentu dalam rangka importasi barang. “Pertek tersebut merupakan salah satu bentuk kontrol Pemerintah dalam proses impor barang ke Indonesia,” jelasnya. Sehubungan dengan hal tersebut, impor terhadap produk tekstil tetap dapat terkendali. “Sehingga para pelaku usaha tekstil tidak perlu khawatir dengan banjirnya impor tekstil mengingat produk tekstil masih tergolong produk yang dibatasi impornya,” tandas Jerry Sambuaga. Sebelumnya, pengusaha tekstil di dalam negeri sedang kesal. Penyebabnya, keputusan pemerintah merombak lagi aturan impor dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 8/2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Perdagangan No 36/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. Dengan revisi ini, aturan impor direlaksasi. Tak lagi mengharuskan Pertimbangan Teknis (Pertek) sebagai syarat memperoleh Persetujuan Impor (PI). Pemerintah beralasan, revisi ini dilakukan karena adanya penumpukan kontainer barang impor di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Penumpukan terjadi karena efek domino pemberlakuan Pertek oleh aturan impor Permendag No 36/2023. Hal itu kemudian dibantah oleh Kemnterian Perindustrian (Kemenperin), yang mengaku tak tahu isi kontainer-kontainer yang menumpuk tersebut. Dan meminta agar dibuktikan jika kontainer menumpuk itu berisi bahan baku dan bahan penolong yang berakibat pada gangguan supply chain manufaktur di dalam negeri. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakna, Permendag No 36/2023 memang jadi penyebab penumpukan kontainer impor di pelabuhan. “Tapi (Permendag No 36/2023) sudah disosialisasikan sejak Desember 2023 dan berlaku 10 Maret 2024. Jadi ini memang importir bandel yang berani dan sengaja memasukkan barang tanpa mau urus izin sesuai Permendag, akhirnya barang numpuk,” katanya, Selasa (21/5/2024). “Nah, di tekstil kalau API-P (angka pengenal impor-produsen) harus ada izinnya. Nggak ada yang terhamat di pelabuhan. Ini kan API-U (importir umum) atau pedagang yang nggak mau urus izin dan tetap bandel masukin barang,” jelas Redma. Karena itu, dia mengkritik sikap pemerintah. “Jadi kan aneh. Masa pemerintah memfasilitasi importir nakal? Ya sudah, pemerintah nggak usah berharap investasi dari tekstil, dan jangan harap lagi kita akan serap karyawan yang kemarin dirumahkan. Tinggal kita lihat akan banyak lagi karyawan yang di PHK, biar Bu Sri Mulyani yang akan bertanggung jawab mencarikan mereka pekerjaan,” kata Redma. Dia kemudian menyinggung lagi arahan Presiden Jokowi yang pada 6 Oktober 2023 justru meminta agar dilakukan pembatasan dan pengendalian impor. Kini, Kemenperin justru seolah dibiarkan sendiri mengurus industri di dalam negeri. “Kita kan bicara hilirisasi dan penguatan hulu. Artinya, visi integrasi industri agar industri tumbuh kuat. Ini jelas visi pengembangan dan integrasi industri dari Kemenperin tidak didukung kementerian lain,” ucapnya. “Jadi kalau terjadi deindustrialisasi ya..Bu Sri harus tanggung jawab. Karena Bu Sri telah gagal menangani permasalahan di BC (Bea Cukai) dan korbannya adalah industri,” sambung Redma. Dia pun yakin, 26.000 lebih kontainer yang menumpuk tersebut sebagian besar berisi barang impor pedagang. “Itu 26.000 kontainer yang tertahan saya yakin 85% barang importir pedagang relasinya oknum BC, hanya 15% yang benar-benar untuk kepentingan industri manufaktur,” katanya. Yang 85% ini yang mengganggu rantai pasok, karena barang-barang jadi. Ini membanjiri pasar domestik jadi rantai pasok industri hulu terganggu karena industri hilirnya terganggu barang impor ini. (Yang bahan baku-bahan penolong) hanya 15%. “Kalau TPT (tekstil dan produk tekstil) itu banyak pakaian jadi dan lain-lain yang diimpor oleh API-U, yang sebenarnya di dalam negeri banyak produsennya,” ungkap Redma. Karena itu, dia mempertanyakan keberpihakan pemerintah dalam memacu perkembangan industri manufaktur di dalam negeri. “Memang memang lagu lama,…

Wamendag: Kontainer Tertahan Berdampak pada Kesulitan Produksi

INDOPOS-Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menilai penumpukan kontainer di pelabuhan secara langsung akan berdampak pada industri dalam negeri dikarenakan para pelaku usaha atau pabrik menjadi sulit berproduksi karena tidak ada bahan baku. “Artinya, sulitnya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berpotensi memicu sulitnya produktivitas untuk industri dalam negeri,” ungkap Jerry dalam keterangannya, Jum’at (24/5/2024). Bukan tanpa alasan Jerry menyatakan demikian, soalnya berdasarkan data dari bea cukai per tanggal 16 Mei 2024, sebanyak 17.304 kontainer tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok akibat belum terpenuhinya dokumen perizinan untuk Persetujuan Impor (PI), salah satunya adalah pertek dari Kemenperin. “Kontainer-kontainer tersebut terdiri dari 3.481 kontainer berisi besi baja paduan dan produk turunannya; 3.248 kontainer berisi tekstil dan produk tekstil; 3.240 kontainer berisi produk elektronik; 1.967 kontainer berisi produk kimia bahan baku/penolong; dan 5.368 kontainer komoditi lainnya yang memerlukan PI,” beber Jerry. Dilihat dari komposisi tersebut, jelas Jerry, sekitar setengah dari total jumlah kontainer yang tertahan tersebut adalah berisi bahan baku yang diperlukan untuk industri dalam negeri. “Antara lain kontainer yang berisi besi baja paduan dan produk turunannya, tekstil dan produk tekstil, dan produk kimia bahan baku atau penolong,” tutur Jerry. Apabila dijumlahkan, total kontainer tertahan dari ketiga jenis produk tersebut adalah sejumlah 8.696 kontainer atau sebesar 50,25% dari total 17.304 kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok. Melihat data tersebut, sekitar 50,25% kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok tersebut berisi bahan baku untuk keperluan industri dalam negeri dalam rangka memproduksi produk jadi dan juga sekaligus meningkatkan nilai tambah. “Dan untuk ketiga produk tersebut (besi baja, produk tekstil dan produk kimia) membutuhkan Pertek dari Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan PI,” tutur Jerry. Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, mempertanyakan isi barang dalam kontainer-kontainer yang tertahan tersebut, data dari Bea Cukai per tanggal 16 Mei 2024. Lebih dari 50% dari komoditas yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok adalah bahan baku, antara lain komoditas besi baja, produk tekstil dan produk kimia. Maka dengan data tersebut, harap Jerry, Penerbitan Pertek untuk bahan baku dapat diproses lebih cepat. “Sehingga produksi untuk industri dalam negeri dapat berjalan secara produktif,” demikian Jerry Sambuaga. (wok)

Pinjol Pinjaman Go Diduga Teror Warga, Kabareskrim Polri Segera Bertindak

INDOPOS-Aplikasi pinjol bernama Pinjaman Go diduga meneror warga. Padahal warga tersebut tidak pernah meminjam uang di aplikasi tersebut. Hal ini pun mendapat respon dari berbagai pihak, yang meminta masyarakat yang merasa diteror pinjol untuk melapor ke polisi. Kabareskrim Polri Komjen. Pol. Drs. Wahyu Widada, mengingatkan Pinjaman Online untuk tidak meneror masyarakat. Hal ini sudah menjadi perhatian pemerintah. Bahkan Presiden Joko Widodo pun sempat menyampaikan instruksi agar pinjol peneror warga untuk ditindak. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun didesak mencabut izin perusahaan pinjaman online (pinjol) yang kedapatan melakukan pelanggaran dan meneror warga. Pasalnya, kata pihak yang menangani ratusan kasus pinjol, praktik semacam itu terjadi di hampir semua pinjaman online, baik legal maupun ilegal. Desakan tersebut mengemuka setelah viral cerita seorang masyarakat yang merasa diteror.

Ketua PPP Jakarta Barat: Kami Tegak Lurus Terhadap Plt. Ketum PPP

INDOPOS-“DPC dan PAC PPP Jakarta Barat menyatakan tegak lurus kepada Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Bapak H. syaiful Rachmat Dasuki dan Plt. Ketua Umum DPP PPP, Bapak H. Muhammad Mardiono” demikian salah satu pernyataan sikap dari Ketua DPC PPP Jakarta Barat, Wahyudin dalam Rapat Pimpinan Cabang DPC PPP Jakarta Barat, Kamis (23/4) di Jakarta.FOTO: Pengurus dan Kader PPP Jakarta Barat kompak dan tegak lurus kepada Ketua DPW PPP DKI Jakarta, H. syaiful Rachmat Dasuki dan Plt. Ketua Umum DPP PPP, Bapak H. Muhammad Mardiono Dalam rangka konsolidasi PPP pasca Pemilu 2024 serta dalam menghadapi perhelatan Pilkada DKI Jakarta bulan November 2024, maka pada Kamis 23 Mei 2024, DPC PPP Jakarta Barat menggelar Rapat Pimpinan Cabang. Rapat yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPW PPP DKI Jakarta bidang pemenangan Pemilu, Gea Hemansyah serta Ketua Badan Saksi PPP DKI, H. Sanusi Maruf membahas tentang evaluasi Pemilu 2024 yang baru lalu. Dalam sambutannya sekaligus membuka acara Rapimcab, Ketua Badan Saksi PPP DKI Jakarta, Sanusi menyampaikan “Kita tidak perlu bersedih dengan hasil raihan Pemilu lalu yang tidak terlalu baik. Kita harus terus melakukan introspeksi dan perbaikan. Dekati terus para tokoh masyarakat. Aktifkan kegiatan keagamaan di seluruh tingkatan baik cabang, anak cabang maupun ranting”. “Dan jangan saling menyalahkan antar sesama kader. Jangan ada upaya inkonstistusional untuk melakukan sesuatu yang dapat merusak PPP. Kita fokus saja pada agenda terdekat yaitu Pilkada DKI” lanjut Sanusi. Rapimcab ini dihadiri oleh seluruh Ketua Pimpinan Anak Cabang dari 8 Kecamatan di Jakarta Barat serta jajaran Pengurus Harian dan Pimpinan Majelis PPP Jakarta Barat. Sidang Rapimcab yang dipimpin Sekretaris DPC PPP Jakarta Barat, Sugeng Siswanto menghasilkan beberapa keputusan. “Mendukung penuh DPP PPP yang dipimpin oleh Plt. Ketua Umum, Bapak H. Muhammad Mardiono untuk melakukan upaya hukum di Mahkamah Konstitusi agar PPP bisa lolos Parliamentary Treshold (PT) 4%” kata Siswanto membacakan hasil keputusan Rapimcab. “Meminta kepada Pengurus DPW dan DPP agar agenda-agenda Partai untuk menghadapi Pilkada serentak tidak diganggu oleh unsur-unsur di dalam maupun diluar partai yang dapat memecah belah dan mengganggu konsentrasi kader dalam berjuang memenangkan Pilkada khususnya di DKI Jakarta” Lanjut Siswanto. “Menolak segala bentuk aksi dan manuver politik yang bertentangan dengan konstitusi Partai serta peraturan perundang-undangan yang berlaku” tutup Siswanto yang disetujui oleh seluruh peserta forum Rapimcab. Dalam sambutan penutup, Ketua Bappilu PPP DKI, Gea Hermansyah menandaskan “Kunci utama PPP DKI untuk bangkit adalah dengan memutuskan untuk mendukung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memiliki kans terbesar untuk menang. Kalau Cagub dan Cawagub yang kita usung menang, maka lebih mudah bagi PPP untuk recovery dan mengembalikan kursi di Pemilu selanjutnya”. Gea juga menegaskan agar kader tegak lurus kepada DPW dan DPP dalam penetapan Cagub dan Cawagub. “Tidak boleh ada kader yang berseberangan dengan keputusan partai, lantas menjual PPP ke calon lain dengan mengatasnamakan PPP. Kami akan menindak tegas bagi kader yang bersikap seperti itu”, tegas Gea. (bwo)

Alumni SMA SMK se-Jakarta Gelar Turnamen Sepakbola

INDOPOS-Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei lalu, alumni SMA dan SMK se-Jakarta menggelar turnamen sepak bola antar alumni U40 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Turnamen ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antar alumni dan memutus rantai tawuran antar pelajar. Turnamen sepak bola U40 antar alumni SMA dan SMK se-Jakarta berlangsung di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, siang tadi. Sebanyak 12 tim kesebelasan dari alumni SMA dan SMK siap unjuk kebolehan di tengah lapangan. Pertandingan persahabatan ini menggunakan sistem grup dan penyisihan, dengan mengambil tiga juara grup dan runner-up terbaik untuk memperebutkan juara 1, 2, dan 3 pada babak final. Selain dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei, turnamen alumni SMA dan SMK U40 se-Jakarta juga bertujuan untuk memutus rantai tawuran antar pelajar. Diharapkan dengan pertandingan tersebut dapat memberikan contoh positif kepada para pelajar untuk tidak lagi melakukan aksi tawuran. Mimi Karminingsih, Kepala Unit Pengelola Gelanggang Jakarta Pusat dan perwakilan Dispora DKI, mengapresiasi kegiatan ini. “Luar biasa yang diinisiasi oleh alumni Budut, ya saya mengapresiasi kegiatan ini. Semoga ini juga menjadi role model bagi adik-adik kita yang masih usia pelajar agar mereka juga mau meningkatkan prestasi olahraga di sekolahnya maupun olahraga prestasi lainnya,” ujarnya. Daniel, Ketua Pelaksana, menambahkan bahwa tujuan utama turnamen ini adalah untuk merayakan milad unit Soccer dan membentuk karakter saling menghargai serta sportifitas melalui sepak bola. “Yang paling utama itu karena kebetulan kita event milad unit Soccer yang kedua kita punya pemikiran mungkin melalui sepak bola ini kita bisa membentuk sifat kita untuk saling menghargai sportifitas dan yang paling utama tuh kita bisa ngeliatin nih ke generasi yang dibawa-bawa kita abang-abangnya yang dulunya berseteru udah mulai guyub ibarat dan yang terakhir ya mungkin untuk sehat ya kita itu sih dari panitia,” ujarnya. Pada turnamen Boedoer Soccer kali ini, juara satu dimenangkan oleh tim alumni SMK 5 Kebon Jeruk, juara dua diraih oleh Dayax FC, dan juara tiga diraih oleh tuan rumah, Boedoet Soccer FC. Turnamen ini diharapkan dapat terus dilaksanakan di masa mendatang untuk mempererat silaturahmi antar alumni dan memberikan dampak positif bagi pelajar. Dengan adanya kegiatan seperti ini, para pelajar diharapkan dapat menjauhi tawuran dan lebih fokus pada prestasi olahraga. Selain itu, turnamen ini juga menjadi ajang reuni bagi para alumni untuk bertemu dan bernostalgia. Keberhasilan turnamen ini menunjukkan betapa pentingnya peran komunitas dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan positif. Melalui turnamen ini, diharapkan semakin banyak pelajar yang termotivasi untuk berprestasi di bidang olahraga. Selain itu, kegiatan seperti ini juga menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana efektif dalam membangun karakter positif di kalangan generasi muda. Partisipasi aktif dari para alumni dalam turnamen ini juga menunjukkan betapa kuatnya rasa kebersamaan dan solidaritas di antara mereka. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan berkembang di masa depan.

FORKI Jabar dan OSH EVENT Gelar Seminar Perwasitan 

INDOPOS-BANDUNG – Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Jawa Barat bersama Event Organizer Karate OSH EVENT yang dipimpin oleh Ricky Muchtar, menyelenggarakan seminar perwasitan pada 23 Mei 2024 di Gedung Koni Jawa Barat, Jl. Pajajaran Bandung. Seminar ini dipandu oleh Sekretaris Dewan Wasit Asian Karate Federation (AKF) Michael Huang dan Ketua Dewan Wasit PB FORKI Arif Nugraha, serta didukung penuh oleh Ketua FORKI Jawa Barat, Gianto Hartono. Ricky Muchtar dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 107 peserta dari seluruh Indonesia dan 2 peserta dari Malaysia, yang terdiri dari wasit, juri, dan pelatih. Ricky, yang juga Ketua Bidang Luar Negeri PB FORKI, menekankan pentingnya seminar ini untuk meningkatkan kualitas wasit, yang pada gilirannya akan menentukan prestasi atlet. Ketua FORKI Jawa Barat, Gianto Hartono, menyampaikan dukungannya terhadap OSH EVENT dan PB FORKI dalam setiap kegiatan yang bertujuan untuk memajukan karate di Indonesia. Ia juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan positif lainnya di masa mendatang. Darly Siregar, Wakil Ketua Umum IV PB FORKI, hadir mewakili Ketua Umum PB FORKI, Hadi Tjahjanto. Dalam sambutannya, Darly mengapresiasi inisiatif OSH EVENT dan FORKI Jawa Barat dalam mendukung pembinaan perwasitan karate di Indonesia. Sebagai anggota Executive Council AKF, Darly juga menggarisbawahi kinerja Indonesia yang baik di tingkat internasional, terbukti dengan penunjukan Ricky Muchtar sebagai Organizing Committee untuk 1st AKF Youth Camp and Tournament yang akan diadakan pada 11-15 Agustus di Wuhan, China. Seminar perwasitan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung yang dipandu oleh Michael Huang dan Arif Nugraha. Para peserta mendapatkan pengetahuan mendalam tentang aturan-aturan terbaru dalam perwasitan karate, yang diharapkan dapat diterapkan di berbagai kompetisi nasional dan internasional. Gianto Hartono menyatakan bahwa FORKI Jawa Barat akan terus berupaya meningkatkan standar perwasitan dan pembinaan atlet di wilayahnya. Ia juga berharap seminar ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengadakan kegiatan serupa. Ricky Muchtar menambahkan bahwa kualitas perwasitan sangat mempengaruhi perkembangan dan prestasi atlet. Oleh karena itu, seminar seperti ini sangat penting untuk terus dilaksanakan secara berkala. Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Darly Siregar menegaskan bahwa PB FORKI akan terus mendukung inisiatif-inisiatif yang dapat meningkatkan kualitas perwasitan dan pembinaan karate di Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara FORKI dan berbagai stakeholder dalam memajukan olahraga karate. Michael Huang dan Arif Nugraha memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme dan partisipasi para peserta. Mereka berharap pengetahuan yang diberikan selama seminar dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan. Seminar ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarwasit, juri, dan pelatih dari berbagai daerah, serta membangun jaringan kerjasama yang lebih solid untuk kemajuan karate di Indonesia. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman, yang diharapkan dapat memperkaya pengetahuan mereka. Dengan diadakannya seminar ini, FORKI Jawa Barat dan OSH EVENT menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung perkembangan karate di Indonesia. Mereka berharap, melalui kegiatan seperti ini, kualitas perwasitan dan prestasi atlet Indonesia di kancah internasional akan terus meningkat. Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, dimana para peserta dapat langsung berkonsultasi dengan Michael Huang dan Arif Nugraha mengenai berbagai aspek perwasitan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mereka terhadap peraturan dan standar yang berlaku di dunia karate. Sebagai penutup, Ricky Muchtar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya seminar ini. Ia berharap kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin dan menghasilkan lebih banyak lagi prestasi di masa depan. (wok)

EKI PITUNG RAIH PENGHARGAAN KEMBALI, SETELAH UNESCO KINI ASEAN AWARD FORUM

INDOPOS-Ketua Umum Bamus Betawi M. Rifki alias Eki Pitung, memperoleh penghargaan pada agenda ASEAN AWARD di Kualalumpur, Malaysia. Mengikuti sebelumnya juga bang Eki mendapatkan Penghargaan diberikan dari UNESCO satu lembaga di PBB pada Tahun 2022 lalu. Eki Pitung yang juga sebagai Ketua Umum ISBI JAYA (Ikatan Silat Betawi Indonesia Jaya). Kabar ini sangat menggembirakan sekaligus membanggakan bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta dan warga Betawi. Karena, penghargaan ini turut membawa nama baik bangsa. Ajang Bergengsi di Asean kali ini di gelar di Malaysia. Dari pihak Malaysia Diwakili Kementerian KEBUDAYAAN Malaysia. Terpilihnya H.Eki Pitung Ketua Umum Bamus Betawi sebagai penerima penghargaan ini, Mengikuti sebelumnya juga bang Eki mendapatkan Penghargaan diberikan dari UNESCO satu lembaga di PBB pada Tahun 2022 lalu, sebagai Pelestari Silat Tradisi Betawi, dan kini di Malaysia beliau kembali mendapatkan Penghargaan sebagai penggiat budaya nasioanal yang konsisten dan berkemajuan, khususnya Budaya Betawi. Ajang ini banyak dihadiri tamu undangan dari negara-negara Asean dan juga Asia, di antaranya, Jepang , Korea, Brunei , Singapore dan Malaysia, serta Indonesia. Beberapa diberikan penghargaan sebagai Budayawan, Pelaku Seni , Profesional , dan juga penggiat Kemanusiaan. Menanggapi penghargaan yang diterimanya, Ketua Umum Bamus Betawi M. Rifki alias Eki Pitung, menyampaikan apreasiasi kepada Penyelenggara, yang telah menilai dengan Khitmat pada Ajang ASEAN AWARD ini. Dalam Ajang ASEAN AWARD ini, ada 15 orang kurang lebih dari semua Negara2 ASEAN yang mendapatkan Penghargaan, dan khusus dari Indonesia ada 5 orang dari solo , NTB dan Jakarta (Betawi). “Hal ini menjadi Motivasi dan Menambah keyakinan Saya untuk terus menjaga dan Mengembangkan Budaya Betawi, bahkan direncanakan Profile saya akan di Bawa pada Ajang yg sama hanya lebih Luas dibulan September di Kota New York, Amerika Serikat, yang disampaikan oleh Penyelenggaranya bernama KZP Resources,” tutur Eki Pitung. (bwo)

Pengamat Yakin Kapolri Intruksikan Kapolda Teruskan Kasus Money Politik Caleg Demokrat Dapil 3 Jakarta Hingga P21

INDOPOS-Surat telah disampaikan kepada Kapolri oleh Andi Mulyati tentang dugaan kasus monpol Pemilu 2024 agar tidak diam di tempat alias mandeg di Polda Metro Jaya. Demikian isi surat yang dilayangkan oleh Andi Mulyati selaku pelapor karena telah hampir satu bulan P19 belum dilanjutkan ke P21 oleh Polda Metro Jaya padahal telah memenuhi unsur pidana pemilu. Yakni pidana Pemilu money politik yang diduga dilakukan oleh caleg DPR Partai Demokrat dapil Jakarta III. Ironisnya adalah bahwa proses penyidikan itu telah dilakukan mulai dari Bawaslu Jakarta, Gakkumdu Jakarta, Polda Metro Jaya sampai ke Kejaksaan Tinggi Jakarta. Namun berkas yang telah prosedural & memenuhi unsur pidana itu seperti di pingpong kesana kemari tanpa ada kejelasan. Sedangkan pelaku money politik itu telah dinyatakan tersangka & menjadi Daftar Pencarian Orang alias DPO karena tidak pernah datang saat diminta keterangan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Situasi ini tidak boleh didiamkan oleh Kapolri selaku pimpinan Polri di tanah air dimana kasus money politik yang terang benderang ini seperti dipeti eskan oleh Polda Metro Jaya. Jika ini tidak dilanjut akan menjadi preseden buruk bagi citra Polri sebagai penegak hukum di tanah air. Di mana orang yang telah berstatus sebagai Tersangka serta DPO masih bebas berkeliaran di luar tanpa adanya tindakan nyata sesuai UU untuk ditangkap & diadili. Hal ini sejalan dengan pendapat pakar hukum Yusril Ihza Mahendra, yang mengatakan, bahwa kasus money politik caleg yang tidak dilanjut akan mencoreng citra Polri di masyarakat. Jangan biarkan nila setitik rusak susu sebelanga hanya karena gara-gara prilaku oknum Polri mendiamkan kasus ini maka institusi Polri dinilai melindungi pelaku pidana pemilu. “Jika memang telah terbukti, sebaiknya ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. (bwo)

Wamendag Jerry Beri Solusi Perizinan Bahan Baku Industri dari Mendag Korea

INDOPOS–SEOUL-Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia Jerry Sambuaga memberikan solusi terhadap proses perizinan bahan baku industri dari Menteri Perdagangan (mendag) Korea Investasi dan Energi Korea Selatan (MOTIE) Korea, Ahn Duk-Geun. Jerry mengatakan, Indonesia berkomitmen dan sudah melakukan hal konkret untuk memperlancar arus barang, khususnya bahan baku dan barang modal yang diperlukan untuk pengembangan investasi melalui Permendag 8 tahun 2024. “Relaksasi yang diatur dalam Permendag 8 tahun 2024 adalah adanya penghapusan syarat pertimbangan teknis untuk 7 komoditas yang tadinya memerlukan pertimbangan teknis dari Kementerian Perindustrian,” kata Jerry Sambuaga dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Ahn Duk Geun di Seoul, Rabu (22/5/2024). Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto itu, Jerry Sambuaga menjelaskan, bahwa berdasarkan data dari INSW tanggal 21 Mei 2024, sebelum pemberlakuan Permendag 8 Tahun 2024, untuk pengajuan 11 komoditas yakni sejumlah 3.210 permohonan, hanya 1.759 Pertek yang telah diterbitkan. Dari Pertek yang terbit tersebut, ungkap Jerry Sambuaga, 1.616 diajukan permohonan kepada Kementerian Perdagangan yang mana telah diterbitkan sebanyak 1.379 atau 85,33%. “Hal ini jelas menunjukan bahwa Kemendag berkomitmen untuk terus memperlancar arus barang bahan baku dan barang modal yang diperlukan oleh industri hasil investasi,” tutur Jerry Sambuaga. Khusus untuk besi baja, ujar Jerry Sambuaga, jumlah pengajuan Pertek besi baja yang disampaikan ke Kementerian Perindustrian adalah sejumlah 2.030 dan Pertek yang telah terbit hanya sebesar 1.092 permohonan atau 53,8% dari total pengajuan. Sedangkan, izin impor baru bisa diterbitkan setelah Pertek dari kementerian teknis telah dipenuhi. Dan berdasarkan data INSW tersebut, dari 1.045 pengajuan Persetujuan Impor (PI) yang disampaikan ke Kementerian Perdagangan, 898 permohonan atau 85,9% permohonan telah disetujui. “Artinya, Kemendag selalu siap dan cepat dalam memberikan PI sebagai bentuk dari komitmen pemerintah untuk mempermudah proses perijinan,” jelasnya. Jerry kembali menegaskan, bahwa Permendag 8 tahun 2024 ini menunjukan komitmen Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Perdagangan, dalam melakukan kebijakan yang memberikan percepatan proses perizinan bahan baku dan barang modal. Sementara itu, Menteri Ahn Duk-Geun merespons dengan sangat baik dan positif terhadap kebijakan relaksasi yang disampaikan Jerry Sambuaga. Menteri Ahn berharap kedepan akan memperlancar arus bahan baku industri hasil investasi perusahaan Korea di Indonesia dan mengembangkan akses pasar untuk produk yang dihasilkan dari investasi tersebut yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia dan Korea. Secara khusus, Menteri Ahn mengucapkan banyak terima kasih kepada Menko Airlangga Hartarto dan Wamendag Jerry Sambuaga atas respons cepat dan solusi yang sudah diberikan melalui implementasi Permendag 8 tahun 2024. Menteri Ahn sebelumnya menyampaikan masukannya terkait kesulitan ekspor bahan baku dan barang modal dari Korea ke Indonesia yang disampaikan oleh beberapa perusahaan Korea. Sebagai informasi, bahwa Korea Selatan menjadi negara investor terbesar ke-7 di Indonesia dengan total Foreign Direct Investment (FDI) mencapai sekitar USD 2,5 miliar pada tahun 2023. Angka ini meningkat lebih dari USD 200 juta (8,7%) dibandingkan tahun 2022. Memasuki dekade kelima kemitraan bilateral Indonesia dan Korea Selatan, total nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD 20,8 miliar pada tahun 2023. (wok)

Gelar Unjuk Rasa, DPP WIB Desak OJK Tindak Tegas Penyimpangan Asuransi

INDOPOS-JAKARTA – Banyaknya perusahaan yang bergerak di bidang perasuransian, mengharuskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk tegas menjalankan fungsi, peran dan tanggung jawabnya dalam hal pengawasan hingga penindakan atas perilaku Lembaga jasa keuangan non bank (asuransi) yang terindikasi menyimpang dan cenderung merugikan nasabah. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Waktu Indonesia Bergerak (WIB) Siti Fatimah dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor AIA Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2024). Desakan tersebut disampaikan mengingat adanya indikasi penyimpangan bisnis layanan asuransi Kesehatan PT. AIA FINANCIAL dengan produk “Premier Hospital & Surgigal Extra”. Kasus ini telah dilaporkan oleh Perkumpulan Waktu Indonesia Bergerak (WIB) ke DIRESKRIMSUS POLDA METRO JAYA, nomor pelaporan polisi : LP/B/6207/X/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 17 Oktober 2023 tentang dugaan Tindak Pidana Perasuransian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 Undang-undang Nomor 40 tahun 2014 yang terjadi pada tanggal 15 September 2023 di Jakarta Selatan. Lebih lanjut Siti Fatimah, menyoroti berdasarkan laporan The Association of Certified Fraud Examiners bulan Oktober 2022, disebutkan bahwa bisnis asuransi pada dasarnya rentan terhadap penipuan. Fraud yang terindikasi, kata dia, muncul dalam bisnis layanan asuransi Kesehatan terjadi di RS Medistra pada tanggal 15 September 2023 sampai dengan tanggal 18 September 2023. Kerjasama tiga pihak (third party) antara PT. AIA FINANCIAL, RS Medistra dan PT. Administrasi Medika (AdMedika) telah melahirkan keputusan yang rancu dan merugikan pasien pemegang polis. “Pada tanggal 20 September 2023, 27 September 2023 dan tanggal 11 Oktober 2023 telah dilayangkan surat Somasi 1, 2 dan 3 kepada PT. AIA FINANCIAL sebagai perusahaan pemilik dan penjual produk Asuransi Kesehatan “Premier Hospital & Surgical Extra” disertai bukti dan kesaksian dari nasabah “SF” selaku pihak yang dirugikan secara materiil maupun immateriil,” terangnya. Dalam surat tanggapan atas ke-tiga somasi tersebut, PT. AIA FINANCIAL menyangkal semua keluhan yang disampaikan dalam surat somasi tersebut. Persoalan bermula Admedika ini menyatakan penolakan penjaminan biaya rawat inap pasien nasabah asuransi PT. AIA FINANCIAL secara berbeda dengan hasil diagnose yang dilakukan oleh dokter spesialis penyakit syaraf RS Medistra, tanpa pemeriksaan secara langsung fisik dan anamnesis pasien. Dikatakannya, alasan penolakan jaminan biaya rawat inap yang dikemukakan oleh pihak PT. AIA FINANCIAL dan AdMedika telah mengaburkan hasil diagnose penyakit secara sepihak dan mengabaikan atau melemahkan hasil diagnose dari dokter spesialis di rumah sakit, mencerminkan ketidak konsistenan pelayanan perusahaan asuransi ini terhadap pasien-pasien lainnya. Dalam hal ini perusahaan asuransi seperti PT. AIA FINANCIAL serta pihak ketiga yang bekerjasama dengannya, menciptakan semacam jebakan di banyak rumah sakit mitra layanannya. Sementara itu pihak rumah sakit pun cenderung mendukung Dari analisis MRI Cervical yang dilakukan AdMedika mengarah kepada HNP Cervicalis (hernia). Dikemukakannya frasa mengarah kepada HPN Cervicalis seharusnya tidak serta merta dijadikan sebagai dasar penolakan jaminan, karena arti kata “mengarah” adalah “belum sampai” atau bias antara iya dan tidak. “Sesuatu yang masih bias tidak seharusnya menjadi patokan keputusan. Dalam hal ini PT. AIA FINANCIAL dan AdMedika telah melakukan mal praktek karena menegakkan diagnosis atas dasar Analisa data, bukan analisa medis,” jelas Siti. Kondisi yang dialami “SF” sebagai pasien/nasabah asuransi Kesehatan PT. AIA FINANCIAL bisa saja menimpa nasabah-nasabah pemegang polis premium asuransi Kesehatan PT. AIA FINANCIAL lainnya di Indonesia, mengingat peran AdMedika dalam mengelola klaim-klaim para nasabah asuransi Kesehatan PT. AIA FINANCIAL begitu menentukan. (pot)