• INDOPOSINDOPOS
  • Maret 28, 2026
  • 0 Comments
Begal Berkedok DC Matel Kembali Terjadi di Jakbar, Masyarakat Kecewa Kinerja Aparat

INDOPOS-Jakarta Barat – Insiden seorang pengendara sepeda motor yang tiba-tiba diberhentikan oleh sekelompok orang diduga debt collector (penagih utang) kembali terjadi di depan Halte Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Jumat sore (27 Maret 2026). Menurut keterangan saksi yang diunggah melalui akun Instagram @warga.jakbar dan @jakbarviral, kejadian berlangsung ricuh. Teriak-teriaan dan aksi tarik-menarik antara pengendara dengan pihak yang menghentikannya sempat terjadi di lokasi. Dalam video yang beredar, salah satu orang dari kelompok tersebut terlihat memeriksa nomor rangka mesin kendaraan korban, diduga untuk mencocokkan data piutang. Peristiwa ini langsung menarik perhatian warga sekitar yang melintas di kawasan tersebut. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai identitas korban maupun kelanjutan penanganan kasus oleh pihak berwenang. Insiden ini menuai berbagai komentar dari netizen di media sosial. Banyak yang menyayangkan maraknya aksi penagihan utang di pinggir jalan yang sering kali bersifat konfrontatif dan menimbulkan keresahan masyarakat. Beberapa netizen menyoroti lemahnya penegakan hukum di wilayah Jakarta Barat. “Ini sudah nyaris setiap hari kejadian serupa di Jakbar, tapi polisi seolah tutup mata. Kapolres harusnya turun tangan tegas, jangan cuma razia sesekali lalu diam lagi,” tulis salah satu akun. Komentar serupa banyak bermunculan: “Debt collector seenaknya menghadang di jalan umum, tarik-menarik seenaknya. Polsek Cengkareng dan Polres Metro Jakarta Barat kemana saja? Sudah berapa kali viral tapi tidak ada tindakan nyata yang membuat mereka jera.” Ada pula yang menambahkan, “Warga sudah resah, tapi aparat sepertinya sibuk urusan lain. Kalau begini terus, preman berkedok debt collector akan semakin berani. Harus ada sweeping rutin dan sanksi berat bagi finance company yang mempekerjakan oknum-oknum ini.” Kejadian di Halte Rawa Buaya ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, wilayah Cengkareng dan sekitarnya sering menjadi sorotan karena aksi serupa yang kerap direkam warga dan menyebar secara viral. Praktik penagihan seperti ini dinilai banyak pihak bertentangan dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melarang penagihan dengan cara-cara yang mengintimidasi atau dilakukan di ruang publik secara paksa. Polsek Cengkareng dan Polres Metro Jakarta Barat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden terbaru ini. Masyarakat berharap ada tindak lanjut yang konkret, bukan hanya respons setelah viral di media sosial. Warga diimbau untuk tetap waspada, menghindari konfrontasi langsung, dan segera melaporkan kejadian mencurigakan ke polisi melalui nomor darurat 110. Penyelesaian utang sebaiknya dilakukan melalui jalur hukum yang resmi, bukan aksi sepihak di jalan raya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 28, 2026
  • 0 Comments
Video Viral Zebra Masuk Jendela Mobil, Warna Baju Pengunjung Mirip Bikin Netizen Ngakak

INDOPOS-Sebuah momen tak terduga menjadi sorotan setelah seekor zebra memasukkan kepalanya ke dalam jendela mobil sebuah keluarga yang sedang memberi makan binatang. Peristiwa yang dibagikan oleh akun radarbandung.id ini langsung menarik perhatian netizen, bukan hanya karena kejadiannya sendiri, tetapi juga karena baju yang dikenakan sang ibu di dalam mobil. Baju dengan motif belang hitam putih yang dikenakannya sangat mirip dengan warna kulit zebra, membuat suasana yang awalnya kaget berubah menjadi lucu. Suami dan anak-anaknya terlihat tertawa melihat reaksi kaget sang ibu, dan komentar netizen pun ramai menyangkut kesamaan warna baju dengan zebra. Beberapa komentar menyebut “tanpa janjian kita couple an”, “dikira temennya sama soalnya warnanya”, hingga “di kira ayangnya masuk mobil, soalnya motifnya sama”. Momen ini menjadi kenangan unik bagi keluarga tersebut selama liburan, sekaligus menghibur banyak orang yang melihatnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 28, 2026
  • 0 Comments
Diduga Jukir Liar Rusak Kaca Mobil Warga di Cikole, Netizen Geram: “Harus Ditangkap!”

INDOPOS-Sukabumi – Aksi diduga juru parkir liar di kawasan Cikole Sukamantri, Sukabumi kembali memicu kegaduhan. Dalam video yang viral di Instagram, seorang pria tampak berlari ke arah mobil warga dan diduga melakukan perusakan pada bagian kaca kendaraan setelah terjadi adu mulut terkait pungutan parkir. Korban yang merekam kejadian tersebut panik ketika beberapa pelaku mendekati mobil dan menggedor kaca secara agresif. Insiden ini diduga dipicu karena korban menolak memberikan uang kepada para juru parkir liar yang memaksa meminta bayaran. Video berdurasi singkat itu langsung menyebar dan memancing kemarahan publik. Pada kolom komentar, warganet ramai-ramai mengecam tindakan para pelaku. Reaksi Warganet Beberapa komentar yang terlihat antara lain: “Harus ditangkap.” tulis seorang pengguna. “Tindak!! Harus ditindak! Biar jera dibui!” ujar warganet lainnya. “VIRALKAN.” komentar akun lain yang berharap kasus tersebut segera ditangani. Seorang warganet bahkan menulis, “Orang goblong yang kaya gini mah. Ini harus di—” disertai berbagai emoji kemarahan dan tepuk tangan. Tak sedikit warganet yang mendesak polisi untuk turun tangan dan membersihkan praktik parkir liar yang dianggap semakin meresahkan masyarakat. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas para pelaku maupun langkah penanganan lebih lanjut. Jika ingin aku tambahkan kutipan percakapan dari video, versi lebih panjang, atau angle berita berbeda, tinggal bilang!

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 24, 2026
  • 0 Comments
Perempuan Nyaris Jadi Korban Pencopetan Saat Buat Vlog Mini di Ojek Daring Kawasan Monas

INDOPOS-Jakarta – Seorang perempuan berhijab nyaris menjadi korban pencopetan saat sedang membuat vlog mini di atas ojek daring (ojol) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 2 Januari 2025, dan terekam jelas dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman yang diunggah oleh akun TikTok @dloveee2, terlihat korban sedang duduk di boncengan motor ojol sambil merekam dirinya. Tiba-tiba, seorang pria mendekat dari samping dengan niat mencopet tasnya. Beruntung, upaya pencopetan itu gagal. Suara driver ojol terdengar mengingatkan korban agar meletakkan tas di bagian depan agar lebih aman. Sementara itu, suara seorang ibu-ibu juga ikut menegur, “Jangan main ponsel dulu, nanti tasnya dicopet!” karena korban tampak fokus merekam video. Korban sendiri menuliskan keterangan di unggahannya: “Niat mau bikin vlog mini, malah hampir kena copet huhu.” Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya pengguna ojol dan konten kreator, untuk tetap waspada saat berada di tempat ramai seperti kawasan Monas. Pencopetan sering kali memanfaatkan kelengahan korban yang sedang asyik dengan ponsel atau kamera. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas pelaku maupun tindak lanjut dari pihak kepolisian. Polisi diharapkan segera melakukan patroli ekstra di kawasan wisata Monas untuk mencegah kejadian serupa terulang. Tips keamanan saat naik ojol: Letakkan tas di bagian depan atau peluk erat. Hindari menggunakan ponsel secara berlebihan saat di perjalanan. Pilih rute yang ramai dan terang. Laporkan segera ke pihak berwajib jika melihat hal mencurigakan. Video asli yang diunggah @dloveee2 telah banyak dibagikan ulang oleh akun media seperti Republika Online, menarik puluhan ribu like dan komentar netizen yang prihatin sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa di balik keseruan membuat konten, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 21, 2026
  • 0 Comments
Dipuji Ganteng Saat Ditangkap, Maling Ini Malah Nangis—Netizen: Harusnya Jadi Model, Bukan Pencuri

INDOPOS-Jakarta – Sebuah video penangkapan terduga maling viral di media sosial menjelang momen Lebaran. Bukan hanya karena aksinya, tapi karena momen tak terduga saat perekam video berulang kali memuji wajah pelaku yang dinilai “ganteng”. Alih-alih tersenyum bangga, pria tersebut justru terlihat menangis tersedu-sedu. Entah karena terharu dipuji di saat yang kurang tepat, atau karena menyadari karier “maling” memang tidak menjanjikan masa depan cerah, apalagi menjelang hari raya. Dalam video yang beredar, suasana penangkapan berlangsung cukup tegang namun dibumbui komentar nyeleneh dari perekam. Ia menyayangkan pelaku harus berurusan dengan hukum, sambil celetuk bahwa “dengan modal wajah, harusnya bisa jadi model, bukan malah ‘model maling’.” Netizen pun langsung menyerbu kolom komentar dengan beragam reaksi, mulai dari yang serius hingga yang penuh candaan. “Ganteng nggak jadi jaminan orang itu baik,” tulis salah satu warganet, mengingatkan bahwa tampang bukan segalanya. Ada juga yang mencoba mengambil sisi positif, “Semoga tangisannya tangisan penyesalan, siapa tahu ini titik balik hidupnya.” Namun tak sedikit pula yang tetap santai menanggapi kejadian ini. “Ganteng sih iya, tapi salah jalan. Harusnya casting, bukan ‘ngasting’ barang orang,” komentar netizen lainnya, yang sukses mengundang tawa. Peristiwa ini pun menjadi pengingat unik bahwa pujian bisa datang kapan saja, bahkan di saat paling tidak terduga—seperti ketika seseorang sedang ditangkap. Sayangnya, pujian tersebut tidak bisa menghapus fakta bahwa perbuatan melanggar hukum tetap harus dipertanggungjawabkan. Menjelang Lebaran, kejadian ini juga menjadi ironi tersendiri. Saat banyak orang sibuk mempersiapkan hari kemenangan, pelaku justru harus menghadapi konsekuensi yang kemungkinan besar membuatnya “berlebaran” di tempat yang jauh dari opor dan ketupat. Pesan moralnya sederhana: wajah boleh menarik, tapi pilihan hidup tetap yang menentukan masa depan. Kalau bisa jadi model, kenapa harus memilih jadi maling?

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 21, 2026
  • 0 Comments
Mudik Anti-Mainstream: Angkut 12 Orang, Mobil MPV Disulap Jadi “Kaleng Sarden Berjalan”

INDOPOS-Momen mudik Lebaran memang selalu penuh cerita. Namun yang satu ini bisa dibilang kelewat kreatif—atau nekat. Sebuah mobil jenis MPV viral di media sosial setelah kedapatan mengangkut 12 orang penumpang dalam satu kendaraan. Ya, dua belas. Bukan rombongan arisan, tapi satu mobil. Peristiwa ini terjadi saat arus mudik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Petugas kepolisian yang tengah berjaga tampak menghentikan kendaraan tersebut karena terlihat “tidak biasa”. Setelah diperiksa, barulah terungkap isi mobil yang lebih padat dari jadwal KRL jam pulang kerja. Yang bikin geleng-geleng kepala, sebagian penumpang ternyata “disembunyikan” di bagian belakang mobil dan ditutup terpal biru. Sekilas bukan manusia, lebih mirip paket ekspedisi tujuan kampung halaman. Saat diminta turun satu per satu, pemandangan pun berubah jadi seperti adegan sulap—penumpang keluar terus tanpa henti. Warga sekitar yang menyaksikan mungkin sempat bertanya-tanya, “Ini mobil apa rumah kontrakan berjalan?” Warganet pun langsung ramai berkomentar. Banyak yang menyebut kondisi tersebut seperti “kaleng sarden edisi Lebaran”, bahkan ada yang bercanda, “Itu mobil atau promo buy 1 get 11?” Meski mengundang tawa, aksi ini jelas tidak patut ditiru. Kelebihan muatan sangat berbahaya dan melanggar aturan lalu lintas. Apalagi beberapa penumpang berada di posisi yang tidak layak dan tanpa pengaman. Petugas akhirnya menindak pengemudi dan mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan diri saat mudik. “Kalau muatannya sudah lebih dari kapasitas, itu bukan mudik, tapi uji nyali,” kira-kira begitu pesan tersiratnya. Kisah ini jadi pengingat: mudik boleh rame, tapi jangan sampai mobilnya ikut-ikutan “sesak napas”. Lebaran itu soal kumpul keluarga, bukan lomba isi kendaraan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 21, 2026
  • 0 Comments
Prabowo: Pemulihan Aceh Tamiang Cepat, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda

INDOPOS-Aceh Tamiang –Presiden Prabowo Subianto memuji pemulihan bencana di wilayah Aceh Tamiang. Dia mengatakan penanganan bencana di lokasi ini sangat cepat. “Perbaikannya, pemulihannya sangat cepat. Alhamdulilah hampir 100 persen,” kata Prabowo usai salat Id di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026). Prabowo mengatakan saat ini sudah tidak ada lagi pengungsi di Aceh Tamiang yang tinggal di tenda. Mereka sudah beralih ke hunian tetap atau sementara yang didirikan pemerintah. “Di tenda sudah nggak ada lagi, 100 persen semua sudah keluar dari tenda. Masuk ke hunian sementara atau hunian tetap,” katanya. “Alhamdulilah situasinya membaik. Listrik hampir semuanya sudah jalan, hampir 100 persen,” tambah Prabowo. Prabowo berterima kasih kepada seluruh petugas yang bekerja dalam pemulihan bencana Sumatera. Dia menyebut perbaikan saat ini mulai dirasakan warga. “Saya sangat bangga, terima kasih kepada semua petugas, semua apparat dari TNI-Polri dari BNPB, PU, Pemda semua K/L yang kerja luar biasa. Mereka kerja luar biasa bantu rakyat di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dan provinsi lainnya,” jelas Prabowo.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 20, 2026
  • 0 Comments
Makna Pertemuan Prabowo-Megawati, Ketua DPP MPG Purwoko: Tak Ada Makan Siang Gratis, Bakal Ada Resufle Kabinet Pasca Lebaran

INDOPOS-Pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026), dinilai bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Ketua DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Bidang Komunikasi, Purwoko, menilai pertemuan dua tokoh nasional tersebut sarat makna politik dan berpotensi menjadi penanda adanya dinamika baru di pemerintahan. Menurut Purwoko, pertemuan Prabowo dan Megawati dapat dibaca sebagai komunikasi penting antarfigur bangsa di tengah situasi nasional dan global yang terus berkembang. Ia menyebut, dalam politik, setiap pertemuan antartokoh besar hampir selalu memiliki pesan yang lebih luas daripada sekadar seremoni. “Dalam politik ada istilah, tidak ada makan siang gratis. Pertemuan ini bisa dimaknai sebagai silaturahmi plus-plus. Di satu sisi memang silaturahmi antar sahabat lama di momen bulan puasa, tetapi di sisi lain publik juga membaca adanya diskusi dan pertukaran pikiran terkait situasi global maupun kondisi Indonesia terkini,” ujar Purwoko. Lebih jauh, Purwoko meyakini bahwa dalam pertemuan tersebut tidak tertutup kemungkinan turut dibahas persoalan politik praktis, termasuk peluang adanya perombakan atau reshuffle kabinet setelah Hari Raya Idul Fitri. “Selain membahas berbagai isu kebangsaan, sangat mungkin juga ada pembicaraan soal politik praktis, termasuk kemungkinan reshuffle kabinet pasca-Lebaran,” katanya. Purwoko juga menilai kehadiran Megawati di Istana menjadi semacam lanjutan dari momen yang sebelumnya sempat tertunda. Ia menduga, pertemuan itu sekaligus menjadi pengganti kehadiran Megawati yang berhalangan saat Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden beberapa waktu lalu. “Sebab, beberapa waktu lalu saat Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden, Ibu Megawati berhalangan hadir. Maka, pertemuan hari ini bisa dibaca sebagai pertemuan yang tertunda itu,” jelasnya. Bagi Purwoko, suasana hangat yang tampak dalam pertemuan tersebut semakin menegaskan bahwa hubungan personal maupun komunikasi politik antara Prabowo dan Megawati tetap terjalin dengan baik. “Pertemuan ini menegaskan hubungan baik antara Prabowo dan Megawati. Ini menunjukkan komunikasi antar tokoh bangsa tetap terjaga dalam suasana hangat dan penuh saling menghormati,” tutup Purwoko.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 18, 2026
  • 0 Comments
SGY: Water Purifier PAM Jaya Inovasi Air Masa Depan, dari Udara hingga Tanpa Plastik dengan Kemasan Kertas

INDOPOS-Selasa, 17 Maret 2026, saya diundang dalam acara Ezy TV Podcast Series di Duren Sawit, Jakarta Timur. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komwaja dan PAM Jaya. Para pembicara yang hadir antara lain Direktur Strategis & Bisnis PAM Jaya, Anugrah Esa, saya sendiri, Sugiyanto (SGY)–Emik, serta Tobias Pattiasina, dengan dipandu oleh host podcast, Fauzan Lutsah. Adapun tema yang diangkat adalah “Water Purifier PAM Jaya, Inovasi Air Masa Depan: Dari Udara hingga Tanpa Plastik.” Dalam acara podcast tersebut, Direktur Strategis & Bisnis PAM Jaya, Anugrah Esa, memaparkan secara gamblang dan rinci mengenai water purifier serta berbagai program PAM Jaya lainnya, termasuk capaian dan target pelayanan air bersih 100 persen. Seluruh pemaparan yang disampaikan sangat menarik dan penting. Selanjutnya, tokoh masyarakat Tobias Pattiasina turut memberikan dukungan terhadap program PAM Jaya, sekaligus menitikberatkan pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, termasuk pengaturan pemanfaatan air bawah tanah. Sementara itu, saya melengkapi dengan sejumlah pandangan tambahan yang mendukung pembahasan tersebut. Adapun tulisan ini merupakan pengembangan dari pemaparan yang saya sampaikan dalam podcast tersebut, dengan tetap menggunakan judul sebagaimana disebutkan di atas. Baiklah, kita mulai dari hal yang paling mendasar. Air minum yang aman merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditawar, karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kualitas hidup, dan produktivitas masyarakat. Di wilayah perkotaan seperti Jakarta, kebutuhan akan air minum yang aman terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, serta keterbatasan sumber air baku yang berkualitas. Dalam konteks ini, pengembangan sistem penyediaan air minum yang andal perlu didukung oleh inovasi teknologi. Dalam hal ini, PAM Jaya telah meluncurkan berbagai gagasan, salah satunya melalui penggunaan water purifier sebagai solusi praktis untuk memastikan ketersediaan air minum yang aman kapan saja. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization menegaskan bahwa air minum yang terkontaminasi dapat menyebabkan penyakit serius seperti diare, kolera, dan tifus. Di Indonesia, standar kualitas air minum telah diatur secara tegas dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. Ketentuan tersebut menggantikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Selain itu, pengaturan ini juga diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum yang mengharuskan air memenuhi parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi. Regulasi ini menjadi landasan bahwa setiap air yang dikonsumsi masyarakat harus melalui proses pengolahan yang terjamin keamanannya. Adapun air produksi PAM Jaya telah memenuhi ketentuan tersebut dan dinyatakan layak untuk diminum. Dalam praktiknya, sebagian masyarakat masih mengandalkan air tanah, air permukaan, maupun air hujan yang memerlukan pengolahan lanjutan sebelum layak dikonsumsi. Teknologi water purifier hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui sistem penyaringan berlapis, seperti karbon aktif, ultrafiltrasi, hingga reverse osmosis, yang mampu menghilangkan bakteri, virus, partikel berbahaya, serta kandungan logam berat. Dengan teknologi ini, masyarakat dapat memperoleh air minum yang higienis langsung dari sumber air yang tersedia di rumah. Peran water purifier menjadi semakin strategis dalam mendukung transformasi layanan air minum perkotaan yang tengah dikembangkan oleh PAM Jaya. Upaya menghadirkan air minum langsung dari keran merupakan langkah maju menuju sistem air modern yang efisien dan sehat. Namun, tantangan utama tidak hanya terletak pada instalasi pengolahan air, melainkan juga pada jaringan distribusi yang sebagian masih menggunakan pipa lama non–food grade yang berpotensi menurunkan kualitas air. Dalam masa transisi ini, penggunaan water purifier di tingkat rumah tangga menjadi solusi rasional untuk memastikan air tetap aman dikonsumsi. Hal ini menunjukkan bahwa PAM Jaya tetap berkomitmen memberikan pelayanan air minum yang siap dikonsumsi kapan saja, sekaligus menghemat biaya dan menjaga lingkungan dari penggunaan botol plastik sekali pakai. Sekali lagi saya tegaskan bahwa transformasi sistem air minum ini juga harus dilihat dalam perspektif lingkungan. Ketergantungan masyarakat terhadap air minum dalam kemasan telah berkontribusi besar terhadap timbulan sampah plastik. Indonesia bahkan kerap disebut sebagai megara penyumbang sampah plastik terbesar nomor dua di dunia setalah china. Sampah plastik tidak hanya mencemari lingkungan domestik, tetapi juga mencemari laut dan berpindah lintas wilayah, yang menunjukkan masih lemahnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Bahkan, diketahui bahwa sampah dari Indonesia turut mencemari wilayah di luar negeri. Beberapa laporan pemberitaan menyebutkan bahwa sampah asal Indonesia ditemukan hingga di Afrika Selatan dan Madagaskar. Dalam kerangka hukum nasional, pengurangan sampah plastik telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Regulasi tersebut menekankan pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Oleh karena itu, penggunaan water purifier yang dapat mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan menjadi bagian dari solusi konkret…

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 18, 2026
  • 0 Comments
Majelis Kaum Betawi Sukses Gelar Tradisi Andilan Kebo, Gubernur Pramono Beri Apresiasi, Wali Kota Jaksel Sumbang Dua Ekor Kerbau

INDOPOS-JAKARTA – Majelis Kaum Betawi sukses menggelar tradisi Andilan Kebo di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelestarian budaya Betawi yang sarat nilai gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian sosial menjelang Hari Raya Idulfitri. Dalam acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut hadir dan menegaskan komitmennya untuk terus merawat serta menjaga budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta. “Ini adalah tradisi budaya yang harus kita rawat terus-menerus,” ujar Pramono di hadapan para peserta dan tokoh masyarakat yang hadir. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak sembilan ekor kerbau disembelih sebagai bagian dari tradisi gotong royong masyarakat Betawi. Tradisi Andilan Kebo merupakan bentuk patungan warga dan para pemangku kepentingan untuk membeli kerbau yang kemudian disembelih, lalu dagingnya dibagikan kepada peserta andilan dan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menegaskan bahwa tradisi Andilan Kebo bukan sekadar agenda budaya semata, melainkan juga memiliki nilai sosial dan religius yang sangat kuat. Menurut tokoh yang akrab disapa Foke itu, Andilan Kebo adalah tradisi gotong royong yang tumbuh dari inisiatif masyarakat atau bottom-up, sehingga menjadi cerminan kuatnya solidaritas warga Betawi dalam menjaga nilai kebersamaan. “Dalam setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain, baik yang meminta maupun tidak meminta,” ujar Foke. Sementara itu, Sekretaris Panitia Andilan Kebo, Muhidin Muchtar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Ia menyebut, partisipasi berbagai unsur pemerintah daerah, BUMD, hingga dinas terkait menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dalam tradisi Betawi masih terjaga dengan baik. Adapun pihak-pihak yang turut berpartisipasi dalam andilan atau patungan kerbau antara lain: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung: 1 ekor kerbau Sekretaris Daerah DKI Jakarta: 1 ekor kerbau Wali Kota Jakarta Selatan: 2 ekor kerbau PAM Jaya: 1 ekor kerbau PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP): 1 ekor kerbau Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta: 1 ekor kerbau Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta: 1 ekor kerbau sekaligus menyediakan lokasi kegiatan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta: 1 ekor kerbau. Muhidin menegaskan, tradisi ini bukan hanya bentuk pelestarian budaya, tetapi juga menjadi salah satu cara masyarakat Betawi dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis kebersamaan. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan menjadi role model bagi penguatan ketahanan pangan di tengah masyarakat. “Terima kasih kepada seluruh penyumbang dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Tradisi ini adalah salah satu cara masyarakat Betawi memperkuat ketahanan pangan, dan ke depan akan terus dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya. Lebih jauh, ia menilai semangat Andilan Kebo juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang saat ini tengah gencar mendorong program ketahanan pangan nasional. Dengan suksesnya pelaksanaan Andilan Kebo tahun ini, Majelis Kaum Betawi tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperlihatkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi kekuatan sosial yang relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat masa kini. (***) Klik Video di bawah untuk Menonton