• INDOPOSINDOPOS
  • Maret 21, 2026
  • 0 Comments
Prabowo: Pemulihan Aceh Tamiang Cepat, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda

INDOPOS-Aceh Tamiang –Presiden Prabowo Subianto memuji pemulihan bencana di wilayah Aceh Tamiang. Dia mengatakan penanganan bencana di lokasi ini sangat cepat. “Perbaikannya, pemulihannya sangat cepat. Alhamdulilah hampir 100 persen,” kata Prabowo usai salat Id di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026). Prabowo mengatakan saat ini sudah tidak ada lagi pengungsi di Aceh Tamiang yang tinggal di tenda. Mereka sudah beralih ke hunian tetap atau sementara yang didirikan pemerintah. “Di tenda sudah nggak ada lagi, 100 persen semua sudah keluar dari tenda. Masuk ke hunian sementara atau hunian tetap,” katanya. “Alhamdulilah situasinya membaik. Listrik hampir semuanya sudah jalan, hampir 100 persen,” tambah Prabowo. Prabowo berterima kasih kepada seluruh petugas yang bekerja dalam pemulihan bencana Sumatera. Dia menyebut perbaikan saat ini mulai dirasakan warga. “Saya sangat bangga, terima kasih kepada semua petugas, semua apparat dari TNI-Polri dari BNPB, PU, Pemda semua K/L yang kerja luar biasa. Mereka kerja luar biasa bantu rakyat di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dan provinsi lainnya,” jelas Prabowo.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 20, 2026
  • 0 Comments
Makna Pertemuan Prabowo-Megawati, Ketua DPP MPG Purwoko: Tak Ada Makan Siang Gratis, Bakal Ada Resufle Kabinet Pasca Lebaran

INDOPOS-Pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026), dinilai bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Ketua DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Bidang Komunikasi, Purwoko, menilai pertemuan dua tokoh nasional tersebut sarat makna politik dan berpotensi menjadi penanda adanya dinamika baru di pemerintahan. Menurut Purwoko, pertemuan Prabowo dan Megawati dapat dibaca sebagai komunikasi penting antarfigur bangsa di tengah situasi nasional dan global yang terus berkembang. Ia menyebut, dalam politik, setiap pertemuan antartokoh besar hampir selalu memiliki pesan yang lebih luas daripada sekadar seremoni. “Dalam politik ada istilah, tidak ada makan siang gratis. Pertemuan ini bisa dimaknai sebagai silaturahmi plus-plus. Di satu sisi memang silaturahmi antar sahabat lama di momen bulan puasa, tetapi di sisi lain publik juga membaca adanya diskusi dan pertukaran pikiran terkait situasi global maupun kondisi Indonesia terkini,” ujar Purwoko. Lebih jauh, Purwoko meyakini bahwa dalam pertemuan tersebut tidak tertutup kemungkinan turut dibahas persoalan politik praktis, termasuk peluang adanya perombakan atau reshuffle kabinet setelah Hari Raya Idul Fitri. “Selain membahas berbagai isu kebangsaan, sangat mungkin juga ada pembicaraan soal politik praktis, termasuk kemungkinan reshuffle kabinet pasca-Lebaran,” katanya. Purwoko juga menilai kehadiran Megawati di Istana menjadi semacam lanjutan dari momen yang sebelumnya sempat tertunda. Ia menduga, pertemuan itu sekaligus menjadi pengganti kehadiran Megawati yang berhalangan saat Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden beberapa waktu lalu. “Sebab, beberapa waktu lalu saat Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden, Ibu Megawati berhalangan hadir. Maka, pertemuan hari ini bisa dibaca sebagai pertemuan yang tertunda itu,” jelasnya. Bagi Purwoko, suasana hangat yang tampak dalam pertemuan tersebut semakin menegaskan bahwa hubungan personal maupun komunikasi politik antara Prabowo dan Megawati tetap terjalin dengan baik. “Pertemuan ini menegaskan hubungan baik antara Prabowo dan Megawati. Ini menunjukkan komunikasi antar tokoh bangsa tetap terjaga dalam suasana hangat dan penuh saling menghormati,” tutup Purwoko.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 18, 2026
  • 0 Comments
SGY: Water Purifier PAM Jaya Inovasi Air Masa Depan, dari Udara hingga Tanpa Plastik dengan Kemasan Kertas

INDOPOS-Selasa, 17 Maret 2026, saya diundang dalam acara Ezy TV Podcast Series di Duren Sawit, Jakarta Timur. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komwaja dan PAM Jaya. Para pembicara yang hadir antara lain Direktur Strategis & Bisnis PAM Jaya, Anugrah Esa, saya sendiri, Sugiyanto (SGY)–Emik, serta Tobias Pattiasina, dengan dipandu oleh host podcast, Fauzan Lutsah. Adapun tema yang diangkat adalah “Water Purifier PAM Jaya, Inovasi Air Masa Depan: Dari Udara hingga Tanpa Plastik.” Dalam acara podcast tersebut, Direktur Strategis & Bisnis PAM Jaya, Anugrah Esa, memaparkan secara gamblang dan rinci mengenai water purifier serta berbagai program PAM Jaya lainnya, termasuk capaian dan target pelayanan air bersih 100 persen. Seluruh pemaparan yang disampaikan sangat menarik dan penting. Selanjutnya, tokoh masyarakat Tobias Pattiasina turut memberikan dukungan terhadap program PAM Jaya, sekaligus menitikberatkan pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, termasuk pengaturan pemanfaatan air bawah tanah. Sementara itu, saya melengkapi dengan sejumlah pandangan tambahan yang mendukung pembahasan tersebut. Adapun tulisan ini merupakan pengembangan dari pemaparan yang saya sampaikan dalam podcast tersebut, dengan tetap menggunakan judul sebagaimana disebutkan di atas. Baiklah, kita mulai dari hal yang paling mendasar. Air minum yang aman merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditawar, karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kualitas hidup, dan produktivitas masyarakat. Di wilayah perkotaan seperti Jakarta, kebutuhan akan air minum yang aman terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, serta keterbatasan sumber air baku yang berkualitas. Dalam konteks ini, pengembangan sistem penyediaan air minum yang andal perlu didukung oleh inovasi teknologi. Dalam hal ini, PAM Jaya telah meluncurkan berbagai gagasan, salah satunya melalui penggunaan water purifier sebagai solusi praktis untuk memastikan ketersediaan air minum yang aman kapan saja. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization menegaskan bahwa air minum yang terkontaminasi dapat menyebabkan penyakit serius seperti diare, kolera, dan tifus. Di Indonesia, standar kualitas air minum telah diatur secara tegas dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. Ketentuan tersebut menggantikan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Selain itu, pengaturan ini juga diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum yang mengharuskan air memenuhi parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi. Regulasi ini menjadi landasan bahwa setiap air yang dikonsumsi masyarakat harus melalui proses pengolahan yang terjamin keamanannya. Adapun air produksi PAM Jaya telah memenuhi ketentuan tersebut dan dinyatakan layak untuk diminum. Dalam praktiknya, sebagian masyarakat masih mengandalkan air tanah, air permukaan, maupun air hujan yang memerlukan pengolahan lanjutan sebelum layak dikonsumsi. Teknologi water purifier hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui sistem penyaringan berlapis, seperti karbon aktif, ultrafiltrasi, hingga reverse osmosis, yang mampu menghilangkan bakteri, virus, partikel berbahaya, serta kandungan logam berat. Dengan teknologi ini, masyarakat dapat memperoleh air minum yang higienis langsung dari sumber air yang tersedia di rumah. Peran water purifier menjadi semakin strategis dalam mendukung transformasi layanan air minum perkotaan yang tengah dikembangkan oleh PAM Jaya. Upaya menghadirkan air minum langsung dari keran merupakan langkah maju menuju sistem air modern yang efisien dan sehat. Namun, tantangan utama tidak hanya terletak pada instalasi pengolahan air, melainkan juga pada jaringan distribusi yang sebagian masih menggunakan pipa lama non–food grade yang berpotensi menurunkan kualitas air. Dalam masa transisi ini, penggunaan water purifier di tingkat rumah tangga menjadi solusi rasional untuk memastikan air tetap aman dikonsumsi. Hal ini menunjukkan bahwa PAM Jaya tetap berkomitmen memberikan pelayanan air minum yang siap dikonsumsi kapan saja, sekaligus menghemat biaya dan menjaga lingkungan dari penggunaan botol plastik sekali pakai. Sekali lagi saya tegaskan bahwa transformasi sistem air minum ini juga harus dilihat dalam perspektif lingkungan. Ketergantungan masyarakat terhadap air minum dalam kemasan telah berkontribusi besar terhadap timbulan sampah plastik. Indonesia bahkan kerap disebut sebagai megara penyumbang sampah plastik terbesar nomor dua di dunia setalah china. Sampah plastik tidak hanya mencemari lingkungan domestik, tetapi juga mencemari laut dan berpindah lintas wilayah, yang menunjukkan masih lemahnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Bahkan, diketahui bahwa sampah dari Indonesia turut mencemari wilayah di luar negeri. Beberapa laporan pemberitaan menyebutkan bahwa sampah asal Indonesia ditemukan hingga di Afrika Selatan dan Madagaskar. Dalam kerangka hukum nasional, pengurangan sampah plastik telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Regulasi tersebut menekankan pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Oleh karena itu, penggunaan water purifier yang dapat mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan menjadi bagian dari solusi konkret…

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 18, 2026
  • 0 Comments
Majelis Kaum Betawi Sukses Gelar Tradisi Andilan Kebo, Gubernur Pramono Beri Apresiasi, Wali Kota Jaksel Sumbang Dua Ekor Kerbau

INDOPOS-JAKARTA – Majelis Kaum Betawi sukses menggelar tradisi Andilan Kebo di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelestarian budaya Betawi yang sarat nilai gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian sosial menjelang Hari Raya Idulfitri. Dalam acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut hadir dan menegaskan komitmennya untuk terus merawat serta menjaga budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta. “Ini adalah tradisi budaya yang harus kita rawat terus-menerus,” ujar Pramono di hadapan para peserta dan tokoh masyarakat yang hadir. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak sembilan ekor kerbau disembelih sebagai bagian dari tradisi gotong royong masyarakat Betawi. Tradisi Andilan Kebo merupakan bentuk patungan warga dan para pemangku kepentingan untuk membeli kerbau yang kemudian disembelih, lalu dagingnya dibagikan kepada peserta andilan dan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menegaskan bahwa tradisi Andilan Kebo bukan sekadar agenda budaya semata, melainkan juga memiliki nilai sosial dan religius yang sangat kuat. Menurut tokoh yang akrab disapa Foke itu, Andilan Kebo adalah tradisi gotong royong yang tumbuh dari inisiatif masyarakat atau bottom-up, sehingga menjadi cerminan kuatnya solidaritas warga Betawi dalam menjaga nilai kebersamaan. “Dalam setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain, baik yang meminta maupun tidak meminta,” ujar Foke. Sementara itu, Sekretaris Panitia Andilan Kebo, Muhidin Muchtar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Ia menyebut, partisipasi berbagai unsur pemerintah daerah, BUMD, hingga dinas terkait menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dalam tradisi Betawi masih terjaga dengan baik. Adapun pihak-pihak yang turut berpartisipasi dalam andilan atau patungan kerbau antara lain: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung: 1 ekor kerbau Sekretaris Daerah DKI Jakarta: 1 ekor kerbau Wali Kota Jakarta Selatan: 2 ekor kerbau PAM Jaya: 1 ekor kerbau PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP): 1 ekor kerbau Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta: 1 ekor kerbau Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta: 1 ekor kerbau sekaligus menyediakan lokasi kegiatan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta: 1 ekor kerbau. Muhidin menegaskan, tradisi ini bukan hanya bentuk pelestarian budaya, tetapi juga menjadi salah satu cara masyarakat Betawi dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis kebersamaan. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan menjadi role model bagi penguatan ketahanan pangan di tengah masyarakat. “Terima kasih kepada seluruh penyumbang dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Tradisi ini adalah salah satu cara masyarakat Betawi memperkuat ketahanan pangan, dan ke depan akan terus dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya. Lebih jauh, ia menilai semangat Andilan Kebo juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang saat ini tengah gencar mendorong program ketahanan pangan nasional. Dengan suksesnya pelaksanaan Andilan Kebo tahun ini, Majelis Kaum Betawi tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperlihatkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi kekuatan sosial yang relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat masa kini. (***) Klik Video di bawah untuk Menonton

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 18, 2026
  • 0 Comments
RSUD Tarakan Disorot, Dokter Spesialis Ortopedi Diduga Terlibat Perselingkuhan dan Pelecehan Verbal, Publik Minta Sanksi Tegas

INDOPOS-JAKARTA – RSUD Tarakan Jakarta menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan perilaku tak pantas yang menyeret salah satu dokter spesialis ortopedi, dr Riky Febriansyah Saleh. Nama dokter tersebut ramai diperbincangkan di media sosial usai beredarnya kabar dugaan perselingkuhan dengan seorang rekan sejawat yang juga berprofesi sebagai dokter muda. Dari berita yang beredar, dr Riky Febriansyah adalah suami dari mantan penyanyi cilik Maissy. Ia diduga tega berselingkuh, dan akhirnya kasusnya terbongkar di media. Sorotan publik tak berhenti pada isu rumah tangga semata. Sejumlah unggahan di media sosial juga memunculkan tudingan lebih serius, yakni dugaan perilaku genit hingga tindakan yang dianggap melanggar etika profesi terhadap dokter koas saat menjalani pendidikan klinik. Dalam tangkapan layar yang beredar, dr Riky diketahui sempat diperkenalkan sebagai dokter spesialis orthopedi yang bergabung di RSUD Tarakan. Namun di saat bersamaan, publik justru mempertanyakan komitmen rumah sakit dalam menjaga marwah institusi pelayanan kesehatan apabila benar tenaga medis yang bersangkutan memiliki rekam jejak moral dan etik yang bermasalah. Kasus ini mencuat setelah pemberitaan media dan berbagai unggahan warganet menyinggung kedekatan dr Riky dengan sosok Cindy Rizap. Dugaan perselingkuhan tersebut kemudian memicu reaksi luas, terutama setelah muncul pengakuan dari akun-akun yang mengaku mengetahui perilaku pribadi sang dokter di lingkungan kerja. Salah satu akun media sosial bahkan menuding dr Riky kerap menggoda dokter muda dan memiliki perilaku yang tidak pantas saat berada di lingkungan rumah sakit. Tuduhan itu membuat publik semakin geram karena tenaga medis seharusnya menjadi teladan dalam menjaga etika, profesionalisme, dan batas relasi dengan rekan kerja maupun peserta didik. Bila dugaan tersebut benar, maka persoalan ini bukan lagi sekadar urusan pribadi, melainkan menyangkut nama baik institusi, kenyamanan lingkungan kerja, serta rasa aman tenaga medis lain, khususnya dokter koas. Rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik dinilai tidak boleh menutup mata terhadap isu yang berpotensi mencoreng kepercayaan masyarakat. Publik pun mendesak agar manajemen RSUD Tarakan dan pihak terkait segera melakukan klarifikasi, penelusuran, dan pemeriksaan internal secara menyeluruh. Jika ditemukan adanya pelanggaran etik maupun disiplin, sanksi tegas dinilai wajib dijatuhkan tanpa pandang bulu. Dalam dunia kedokteran, integritas moral dan profesionalitas merupakan fondasi utama. Seorang dokter bukan hanya dituntut cakap secara medis, tetapi juga wajib menjaga perilaku, kehormatan profesi, dan etika di dalam maupun di luar ruang pelayanan. Karena itu, dugaan perselingkuhan dan sikap genit terhadap rekan kerja jelas dinilai sebagai pelanggaran norma yang tak bisa dianggap sepele. Kasus ini menjadi pengingat bahwa institusi kesehatan harus lebih selektif dan tegas dalam menjaga standar etik seluruh sumber daya manusianya. Jangan sampai rumah sakit yang semestinya menjadi tempat pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat justru tercoreng oleh perilaku oknum yang tidak pantas. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 18, 2026
  • 0 Comments
Dadan Hindayana: Senang Konten Viral untuk Evaluasi, Ketua bidang Komunikasi DPP Masyarakat Pendukung Gibran, Purwoko: Tindak Tegas dengan Putus Kontrak, Jangan Sampai Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

INDOPOS-Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang mengaku tidak keberatan bahkan “senang” dengan konten viral yang menyoroti kekurangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), menuai tanggapan dari berbagai pihak. Ketua DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Bidang Komunikasi, Purwoko, menyatakan bahwa viralnya kekurangan di lapangan memang bisa menjadi bahan evaluasi. Namun, ia menekankan pentingnya langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti lalai. Sebelumnya, Dadan menyebut bahwa konten viral terkait kualitas menu MBG yang kurang baik justru menjadi masukan penting bagi BGN untuk melakukan perbaikan di tingkat pelaksana. “Jadi kalau ada yang viral-viral, yang jelek-jelek, BGN senang, karena itu teguran untuk SPPG,” ujar Dadan dalam wawancara dengan wartawan. Menanggapi hal tersebut, Purwoko meminta agar BGN tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi juga mengambil tindakan tegas terhadap oknum pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berulang kali melakukan kesalahan. “Kalau sudah terbukti beberapa kali melanggar, harus ditutup. Jangan hanya diberhentikan sementara. Sudah diberi kesempatan, bahkan sampai dua kali, tapi tidak diindahkan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tidak tercoreng akibat kelalaian di tingkat pelaksana. “Jangan sampai program prioritas Prabowo-Gibran rusak karena ulah segelintir oknum. Nila setitik bisa merusak susu sebelanga,” tambahnya. Ia menambahkan, pemberian sanksi ringan atau kesempatan berulang justru berpotensi menurunkan kualitas program secara keseluruhan. Menurutnya, jika pelanggaran terus dibiarkan, maka akan muncul kesan bahwa pengawasan tidak berjalan optimal. “Artinya sudah diberi kesempatan, bahkan sampai dua kali, tapi tidak diindahkan. Ini tidak boleh dibiarkan. Harus ada efek jera,” lanjutnya. Lebih jauh, Purwoko mengingatkan bahwa program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang menjadi perhatian besar pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.. Purwoko menegaskan, MPG bersama jaringan relawan di seluruh Indonesia siap ikut mengawal dan memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara merata dan berkelanjutan. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 17, 2026
  • 0 Comments
Yayasan Kurawal Dituding Terima Dana Asing untuk Goyang Pemerintahan Prabowo

INDOPOS-JAKARTA – Isu dugaan keterlibatan Yayasan Kurawal dalam upaya menggoyang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah ramai diperbincangkan di ruang publik dan media sosial. Yayasan Kurawal, atau dikenal sebagai Kurawal Foundation, merupakan lembaga filantropi yang berdiri pada Mei 2019 di Indonesia. Organisasi ini berfokus pada penguatan demokrasi, dukungan terhadap masyarakat sipil, serta penyaluran dana hibah untuk berbagai inisiatif sosial di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Dalam beberapa waktu terakhir, muncul tudingan bahwa Kurawal menerima aliran dana dari Open Society Foundations, lembaga filantropi global yang didirikan oleh George Soros. Tudingan tersebut bahkan berkembang menjadi narasi bahwa dana itu digunakan untuk mendukung gerakan yang bertujuan melemahkan hingga melengserkan pemerintahan yang sah. Isu ini semakin menguat setelah beredar kabar mengenai proposal pendanaan senilai USD 1,8 juta atau sekitar Rp30 miliar yang disebut-sebut berkaitan dengan program pro-demokrasi. Namun hingga kini, belum ada bukti konkret yang dapat diverifikasi secara independen yang menunjukkan bahwa dana tersebut digunakan untuk agenda politik praktis atau upaya pergantian rezim. Secara struktur organisasi, Kurawal diisi oleh sejumlah tokoh yang dikenal aktif di bidang hak asasi manusia, akademik, dan advokasi demokrasi. Beberapa di antaranya adalah Yati Andriyani, Amalinda Savirani, Darmawan Triwibowo, Made Supriatma, Asfinawati, hingga Robertus Robet. Kehadiran nama-nama ini kerap dikaitkan dengan aktivitas kritik terhadap kebijakan pemerintah. Di sisi lain, pengamat menilai bahwa tudingan keterlibatan asing dalam gerakan masyarakat sipil bukan hal baru dalam dinamika politik Indonesia. Kritik terhadap pemerintah, termasuk soal reformasi kepolisian, kebebasan sipil, hingga isu ketenagakerjaan, dinilai sebagai bagian dari praktik demokrasi yang sah. Sejumlah spekulasi di media sosial bahkan menyebut adanya upaya sistematis melalui jaringan organisasi sipil untuk membangun opini publik yang negatif terhadap pemerintah. Namun, narasi tersebut lebih banyak bersumber dari opini dan belum didukung fakta yang terverifikasi. Hingga saat ini, belum terdapat indikasi kuat adanya gerakan terorganisir yang secara nyata bertujuan melengserkan pemerintahan Prabowo Subianto. Pemerintah sendiri juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut. Situasi ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian publik dalam menyikapi informasi, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti stabilitas politik dan kedaulatan negara. Verifikasi data dan sumber informasi menjadi kunci agar tidak terjebak dalam disinformasi yang berpotensi memecah belah.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 17, 2026
  • 0 Comments
Andilan Kebo: Antara Kolaborasi dan Toleransi

INDOPOS-Rabu (18/3/2026), Majelis Kaum Betawi (MKB) kembali menggelar kegiatan Andilan Kebo yang dilaksanakan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Jakarta Timur. ‎ ‎Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua Wali Amanah, Bang Marullah Matali serta Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Bang Fauzi Bowo alias Bang Foke adalah gelaran yang kedua kali dilaksanakan oleh MKB. Dan Insya Allah akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung atau Bang Anung. ‎ ‎Dalam pernyataan media yang disampaikan oleh Bang Ichwan Ridwan atau Bang Boim selaku ketua panitia, menyebutkan bahwa Andilan Kebo tahun 2026 ini merupakan bentuk pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat betawi setiap menjelang Idul Fitri. ‎ ‎”Ini merupakan upaya MKB dalam mewarisi budaya orang-orang tua kita yang selalu bergotong royong dan berkolaborasi dalam merayakan Idul Fitri sejak dulu” ungkap Bang Boim. ‎ ‎”Tiap tahun baik dalam lingkungan kampung ataupun jama’ah majelis ta’lim selalu melakukan urunan, andilan ataupun engkowan. Setiap orang dikenakan iuran setiap bulan untuk berpatungan membeli seekor kerbau yang akan dipotong beberapa hari menjelang lebaran. Dan tiap orang peserta andilan akan mendapatkan daging, jeroan dan lain-lain secara proporsional sesuai nilai andilannya” terang Bang Boim. ‎ ‎”Andilan ini mengajarkan kita untuk selalu berkolaborasi dalam menyelesaikan hal-hal di dalam kemasyarakatan termasuk penyediaan daging kerbau untuk dikonsumsi sebagai hidangan saat lebaran” tutur Bang Boim. “Hal-hal sederhana inilah yang membuat orang betawi selalu kompak dan guyub dalam menghadapi berbagai persoalan di Jakarta. Dan setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan kontribusi yang diberikannya. Ini menunjukkan prinsip keadilan” lanjut Bang Boim. ‎ ‎”Jadi andilan bukan sekedar motong kebo dan bagi-bagi daging tetapi sarat makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat betawi” pungkas Bang Boim. ‎ ‎Selanjutnya Sekretaris Panitia Pelaksana, Bang Muhidin Muchtar juga menambahkan bahwa selain kolaborasi, andilan juga mengajarkan sikap toleransi antar umat beragama. ‎ ‎”Sejak dulu orang betawi kaga makan daging sapi tetapi daging kebo. Karena dulu saat betawi masih Sunda Kelapa, masih banyak penganut agama Hindu. Nenek moyang orang betawi yang telah beragama Islam tidak mau menyinggung perasaan saudaranya yang beragama Hindu yang mensucikan hewan sapi. Maka dipilihlah kerbau sebagai hewan yang disembelih saat perayaan lebaran Idul Fitri di tanah betawi” jelas Muhidin. ‎ ‎”Ini mengajarkan keluhuran budi orang betawi yang sangat menjaga toleransi dan moderasi dalam beragama” sambung Muhidin. ‎ ‎”Nilai-nilai ini menjadi penting bagi generasi muda Betawi saat ini untuk terus menjaga Jakarta yang majemuk agar tetap kondusif, aman dan toleran” tutup Muhidin. ‎ ‎

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 15, 2026
  • 0 Comments
Sambut Idul Fitri, Bank Dana Niaga Peduli Santuni 1.000 Disabilitas Tunanetra Se-Jabodetabek

INDOPOS-Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Pemilik Bank Dana Niaga, Jupiter menggelar kegiatan sosial berupa santunan kepada 1.000 kaum disabilitas tunanetra yang berasal dari wilayah Se-Jabodetabek. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program sosial Bank Dana Niaga Peduli, yang merupakan bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. Acara santunan yang berlangsung di Masjid Raya Pondok Indah ini juga diisi dengan doa bersama agar para penerima santunan senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan. Dalam sambutannya, Jupiter menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial terhadap sesama. “Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan keberkahan. Melalui kegiatan Bank Dana Niaga Peduli ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita para tunanetra. Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat serta menambah semangat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Jupiter, Minggu (15/4/2036). Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Kita harapkan bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat bagi para penerima,” ungkapnya. Pantauan di lokasi, acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, diikuti oleh para penyandang disabilitas tunanetra, tokoh masyarakat, serta relawan yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum suci bulan Ramadhan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 15, 2026
  • 0 Comments
Nyawa Warga Terancam Karena Jalan Rusak Bekas Galian PT Tunas Cahaya Mandiri Widyatama

INDOPOS-Jakarta — Kondisi jalan rusak akibat bekas galian proyek pemasangan kabel serat optik menuai kritik keras dari masyarakat. Kerusakan tersebut dilaporkan terjadi di sepanjang ruas jalan dari kawasan Cipinang hingga Pondok Kopi, Jakarta Timur. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat bekas galian yang tidak ditutup dengan baik sehingga menyebabkan jalan berlubang dan rawan membahayakan pengguna jalan. Bahkan sebagian titik terlihat amblas dan hanya ditutup secara seadanya menggunakan material sementara. Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan galian tersebut dilakukan oleh PT Tunas Cahaya Mandiri Widyatama dalam rangka pekerjaan jaringan telekomunikasi serat optik.   Warga menilai pengerjaan proyek tersebut dilakukan secara tidak profesional. Bekas galian yang seharusnya dikembalikan seperti kondisi semula justru dibiarkan rusak dan menjadi potensi kecelakaan bagi pengendara, terutama pada malam hari. “Jalan jadi rusak gara-gara bekas galian. Perbaikannya juga sembarangan, malah jadi kubangan dan lubang yang rawan bikin orang jatuh,” ujar salah satu warga yang merekam kondisi jalan tersebut. Masyarakat juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak terkait. Proyek galian utilitas di jalan umum seharusnya diawasi secara ketat agar tidak merugikan masyarakat. Pengamat tata kota menilai, kontraktor yang mengerjakan proyek infrastruktur di ruang publik wajib bertanggung jawab penuh terhadap dampak pekerjaan mereka. Jika ditemukan kerusakan jalan akibat pekerjaan yang tidak sesuai standar, kontraktor seharusnya dikenai sanksi tegas. “Ini bukan sekadar soal proyek galian. Ini soal keselamatan publik. Kalau kontraktor bekerja sembarangan dan tidak mengembalikan kondisi jalan seperti semula, maka itu bentuk kelalaian serius,” ujarnya. Warga pun mendesak pemerintah daerah serta dinas terkait di Jakarta Timur untuk segera turun tangan menindak kontraktor pelaksana proyek, yakni PT Tunas Cahaya Mandiri Widyatama, sekaligus memastikan jalan yang rusak segera diperbaiki secara layak. Jika tidak segera ditangani, kondisi jalan yang rusak tersebut dikhawatirkan akan terus memicu kecelakaan dan menambah keresahan masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.