Siswa di Pesisir Selatan Sumbar Terpaksa Menyeberang Sungai Deras, Pemerintah Daerah Dinilai Lamban Bangun Jembatan

INDOPOS-Pesisir Selatan – Akses pendidikan kembali terhambat akibat minimnya infrastruktur. Siswa di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, terpaksa mempertaruhkan keselamatan setiap hari demi bisa pergi ke sekolah. Mereka harus menyeberangi aliran sungai Batang Lumpo yang deras tanpa jembatan memadai, Rabu (1/4/2026). Dalam video yang beredar, tampak para siswa menggunakan sebuah keranjang besi sederhana yang digantung pada tali melintasi sungai. Arus sungai terlihat begitu kuat, sementara peralatan penyeberangan tersebut jauh dari standar keamanan. Meski demikian, tidak ada pilihan lain bagi para siswa selain tetap melintasi sungai jika ingin sampai ke sekolah. Warga menilai kondisi ini terjadi karena lambannya pemerintah daerah dalam membangun jembatan penghubung yang layak. Hingga kini, akses vital tersebut tak kunjung diperbaiki meski sudah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat. “Ini sudah lama, tapi tetap tidak ada tindakan nyata. Anak-anak mempertaruhkan nyawa setiap hari hanya untuk sekolah,” ujar salah satu warga. Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan segera mengambil langkah konkret untuk membangun jembatan permanen, agar aktivitas warga, terutama pelajar, tidak lagi bergantung pada alat penyeberangan darurat yang membahayakan keselamatan. Kondisi ini kembali menegaskan masih banyaknya wilayah di Sumatera Barat yang membutuhkan perhatian serius terkait pembangunan akses dasar, terutama untuk mendukung pendidikan anak-anak. Jika ingin, saya bisa buatkan judul alternatif, versi yang lebih tegas, atau versi untuk caption Instagram.

Connie Bakrie Curhat Diserang ‘Pasukan’ Prabowo Hingga Disebut Tukang Hoaks Usai Kritik Presiden

INDOPOS-Jakarta, 2 April 2026 — Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie membuat pernyataan mengejutkan melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengaku mendapat serangan dari kelompok yang disebutnya sebagai “pasukan Presiden Prabowo Subianto” setelah menyampaikan kritik dan masukan kepada kepala negara. Connie menyebut serangan itu muncul tak lama setelah dirinya mengoreksi beberapa kebijakan dan sikap Presiden. Ia mengklaim telah mengidentifikasi pihak-pihak yang menyerangnya, dan menurutnya, mereka memiliki keterkaitan dengan lingkar Istana. “Setelah saya cek, memang ada afiliasi ke Istana,” ujar Connie dalam unggahannya. Ia kemudian mempertanyakan apakah serangan tersebut terjadi atas perintah langsung Presiden Prabowo atau hanya aksi dari kelompok pendukung. Connie sekaligus memperingatkan agar pola demikian tidak dibiarkan berkembang. Connie menyinggung potensi munculnya gerakan “No Kings” di Indonesia apabila pemimpin tidak membuka ruang kritik. Ia merujuk gerakan di Amerika Serikat yang muncul sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Donald Trump, ketika masyarakat menolak gaya kepemimpinan yang dinilai antikritik. “Jangan sampai Indonesia kena efek ‘No Kings’,” tegas Connie dalam peringatannya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Istana maupun Presiden Prabowo mengenai klaim tersebut.

Viral: Debt Collector Dihajar Warga Hingga Terjungkal di Cikampek, Polisi Diminta Bertindak

INDOPOS-CIKAMPEK – Sebuah video yang menunjukkan keributan antara seorang debt collector dan warga yang diduga menjadi korban penagihan brutal, viral di media sosial pada Selasa (1/4/2026). Rekaman tersebut memicu kemarahan warganet karena memperlihatkan aksi adu jotos hingga debt collector terjungkal di jalan. Dalam video itu tampak seorang debt collector terlibat cekcok dengan korban. Ketegangan meningkat ketika keduanya saling dorong dan akhirnya terjadi adu pukul. Situasi makin memanas hingga warga lain ikut melerai, namun debt collector tersebut tetap terpental dan jatuh keras di lokasi kejadian. Peristiwa disebut terjadi di kawasan Bakan Maja, wilayah Cikampek. Hingga kini, belum diketahui pasti pemicu awal keributan maupun kronologi lengkapnya. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kasus ini. Video tersebut langsung menyebar luas dan memancing komentar warganet yang menyoroti kembali maraknya aksi penagihan kasar oleh debt collector. Banyak yang meminta polisi turun tangan dan menindak pelaku penagihan yang menggunakan cara-cara intimidatif. Polisi setempat diharapkan segera memberikan penjelasan serta memastikan keamanan masyarakat dari praktik penagihan yang melampaui batas. Jika ada perkembangan atau klarifikasi resmi dari pihak berwajib, berita ini akan diperbarui.

Pernyataan Jusuf Kalla Minta Pemerintah Naikkan Harga BBM Tuai Gelombang Kritik Warganet

INDOPOS-Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali menjadi sorotan publik setelah komentarnya mengenai kebijakan harga BBM viral di media sosial. Dalam unggahan yang ramai dibagikan, JK menilai bahwa kenaikan harga BBM perlu dilakukan demi menjaga beban subsidi dan kesehatan APBN di tengah melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik Iran dengan AS–Israel. Menurut JK, ada tiga alasan kuat mengapa harga BBM semestinya dinaikkan, salah satunya untuk mengurangi beban APBN karena subsidi BBM akan mengecil bila harga disesuaikan dengan kondisi internasional. Ia menilai langkah tersebut membuat pemerintah tidak terbebani subsidi yang membengkak. Namun, pernyataan JK justru memicu reaksi keras dari pengguna media sosial. Banyak warganet yang menilai pendapat tersebut tidak peka terhadap kondisi masyarakat. Seorang pengguna menulis, “Pas BBM dinaikkan paling dia juga akan ngomong, kenapa BBM dinaikkan.” Komentar lain bernada lebih keras menyebut bahwa persoalan subsidi bukanlah akar masalah utama, melainkan kebocoran anggaran dan korupsi. “Maaf JK, yang membuat negara ini bangkrut bukan subsidi, tapi koruptor yang korupsi gila-gilaan,” tulis warganet lain. Ada pula yang menilai subsidi justru lebih baik diberikan kepada rakyat ketimbang dikorupsi. “Subsidi membengkak kalau dipakai rakyat Indonesia, itu lebih baik daripada dikorup oleh para koruptor,” tulis pengguna lain. Beberapa komentar bahkan menyinggung sisi pribadi dan memberikan respons kasar, menunjukkan bahwa pernyataan JK kali ini benar-benar memicu emosi sebagian masyarakat. “Provokator tingkat tinggi,” tulis salah satu akun. Gelombang kritik ini menunjukkan bahwa isu harga BBM masih sangat sensitif di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Pemerintah sendiri sebelumnya memastikan tidak akan menaikkan harga BBM untuk mencegah beban tambahan bagi masyarakat, berbeda dengan pandangan yang disampaikan JK. Hingga kini, pernyataan JK tetap menjadi perdebatan hangat di jagat maya, sementara publik menunggu langkah pemerintah berikutnya terkait kebijakan energi nasional.

Presiden Prabowo Pilih Tak Naikkan Harga BBM, Publik Heran JK Justru Sarankan Kenaikan

INDOPOS–Jakarta — Di tengah situasi geopolitik yang memanas akibat perang Iran dengan AS–Israel, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM. Presiden Prabowo Subianto menegaskan keputusan itu diambil agar rakyat tidak terbebani, meski harga minyak dunia menunjukkan tren kenaikan. Namun pernyataan berbeda justru datang dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), yang menyarankan pemerintah menaikkan harga BBM demi menjaga stabilitas ekonomi. Pandangan JK itu terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial dan langsung memicu gelombang komentar masyarakat. Publik Bertanya-Tanya: “Kenapa Justru Minta BBM Dinaikkan?” Di berbagai platform, warganet mengaku heran dengan posisi JK yang dianggap berseberangan dengan sikap pemerintah. Banyak yang mempertanyakan alasan di balik rekomendasi kenaikan harga di tengah upaya pemerintah menjaga daya beli rakyat. JK: Penyesuaian Harga Perlu untuk Selamatkan APBN Dalam video tersebut, JK menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak dunia akibat perang Timur Tengah tidak dapat dihindari dan perlu direspons melalui penyesuaian harga BBM di dalam negeri. “Untuk mengatasi itu, jalan pertama yang baik adalah menyesuaikan harga sesuai harga internasional,” ujar JK. Ia memaparkan tiga alasan utama: Mengurangi subsidi Dengan menaikkan harga BBM, beban subsidi APBN akan berkurang dan fiskal tidak jebol. Menekan konsumsi BBM Menurutnya, harga yang lebih tinggi membuat masyarakat lebih hemat dan mengurangi mobilitas yang tidak mendesak. Pengguna BBM mayoritas adalah kelompok mampu JK menilai mereka yang memiliki mobil pada dasarnya mampu membeli BBM dengan harga lebih mahal, sedangkan pengguna motor akan terdorong untuk lebih efisien. Bandingkan dengan Negara ASEAN JK juga menyebut bahwa penyesuaian harga BBM tidak selalu memicu gejolak sosial, mencontohkan Thailand, Malaysia, dan Vietnam yang relatif stabil meski melakukan penyesuaian harga sesuai pasar. “Masyarakat memahami bahwa kenaikan harga minyak dunia merupakan faktor eksternal yang tidak bisa dihindari,” katanya. Kontras dengan Kebijakan Pemerintah Saat Ini Di sisi lain, Presiden Prabowo memilih menahan harga BBM karena kondisi fiskal dinilai masih mampu menanggung tekanan. Pemerintah juga meyakini bahwa stabilitas sosial dan daya beli masyarakat lebih prioritas di tengah tensi geopolitik global. Reaksi Publik: Sikap JK Dinilai ‘Aneh’ Warganet menilai pernyataan JK bertolak belakang dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Beberapa komentar menyoroti bahwa kenaikan harga BBM justru berpotensi memicu efek domino pada harga kebutuhan pokok. Meski begitu, sebagian lain melihat pernyataan JK sebagai pandangan ekonomis yang mempertimbangkan keberlanjutan APBN.

Prabowo Bertemu Presiden Lee Jae Myung

INDOPOS–Presiden Prabowo Subianto tiba di Seoul, Republik Korea Selatan. Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Dikutip Biro Sekretariat Presiden, pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Prabowo mendarat di Pangkalan Udara Militer Seongnam Selasa (31/3/2026) sekira pukul 19.15 waktu setempat. Setibanya di Seoul, Prabowo disambut secara resmi melalui upacara kehormatan. Di bawah tangga pesawat, Prabowo menerima penghormatan dari pasukan jajar kehormatan yang terdiri atas 20 personel. Prosesi penyambutan turut dimeriahkan dengan 21 kali dentuman meriam salvo sebagai bentuk penghormatan kenegaraan. Usai menerima upacara penghormatan, Prabowo disambut oleh Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Republik Korea Kim Sungwhan, Duta Besar Designate Republik Korea untuk Indonesia Yoon Soongu, serta Kepala Protokol Negara Republik Korea Kim Tae-jin. Turut menyambut dari pihak Indonesia yakni Duta Besar RI untuk Republik Korea Cecep Herawan dan Atase Pertahanan Republik Indonesia di Seoul Kolonel Penerbang Muhammad Arif. Selama berada di Seoul, Prabowo diagendakan menjalani rangkaian kunjungan kenegaraan, termasuk upacara penyambutan oleh Presiden Republik Korea di Blue House. Disambut Antusiasme Diaspora Saat tiba di hotel tempatnya bermalam, kedatangan Prabowo disambut antusias warga negara Indonesia yang tinggal di Korea Selatan. Tampak dua anak Indonesia yang mengenakan pakaian tradisional berdiri rapi dan menyerahkan rangkaian bunga kepada Prabowo sebagai tanda selamat datang. Prabowo menerima bunga tersebut dengan senyum, mengapresiasi sambutan yang diberikan. Khairul, mahasiswa S2 di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), mengaku bangga bisa menyambut langsung kedatangan Prabowo. Khairul bercerita bahwa dirinya juga sempat berbincang singkat dengan Prabowo yang memberinya semangat untuk menyelesaikan studi. “Tadi beliau tanya saya belajar di mana. Kemudian beliau juga menyemangati saya untuk bisa menyelesaikan studi saya,” tutur Khairul. Hal serupa disampaikan Pujianti, mahasiswa S3 di Seoul National University asal Nusa Tenggara Timur, yang merasa bangga dapat bertemu langsung dengan Prabowo. Pujianti berharap hubungan kedua negara dapat membuka lebih banyak kesempatan pendidikan, khususnya bagi mahasiswa dari Indonesia timur. “Terus terang sangat bangga karena saya berasal dari Nusa Tenggara Timur yang sangat sulit untuk ke Jakarta untuk melihat Bapak Presiden. Tapi saya bisa bertemu dengan Bapak Presiden di tempat saya menuntut ilmu. Jadi saya sangat bangga sekali,” tuturnya. Sementara itu, Rima, diaspora Indonesia yang telah lama menetap di Korea Selatan, juga mengungkapkan rasa haru dan bahagianya. Rima berharap hubungan Indonesia dan Korea semakin erat dan memberi manfaat bagi masyarakat di kedua negara. “Dari kemarin itu saya sampai nggak bisa tidur. Luar biasa sekali. Suatu kehormatan saya bisa diundang dengan KBRI untuk bisa hadir menyambut Bapak,” ucap Rima. “Saya berharap untuk persahabatan Indonesia dan Korea ini makin dipererat,” lanjutnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 31, 2026
  • 0 Comments
Pencuri Handphone dari Dashboard Motor Terekam CCTV, Pelaku Sempat Akses WhatsApp, dan Meminta Uang kepada Kerabat Korban

INDOPOS-Sebuah aksi pencurian ponsel kembali viral di media sosial setelah akun Instagram Depok24Jam membagikan rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria mengambil handphone dari dashboard motor yang terparkir di depan sebuah bangunan. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengenakan jaket dan helm berhenti di depan motor korban. Ia kemudian mendekat, membuka dashboard, dan mengambil ponsel yang tersimpan di dalamnya sebelum pergi.   Pelaku Sempat Masuk WhatsApp Korban Korban mengungkapkan bahwa pelaku tidak hanya mencuri perangkat tersebut, tetapi juga membuka aplikasi WhatsApp dan menghubungi beberapa kontak seolah-olah dirinya adalah pemilik ponsel. Pelaku diduga mencoba meminta transfer uang kepada kerabat korban dengan berpura-pura menjadi korban. “Dia sampai masuk ke WA mamaku dan ngechat orang untuk minta transfer seakan mamaku yang minta,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut. Warganet Geram Aksi pencurian ini memicu kemarahan netizen. Banyak yang menyayangkan tindakan pelaku yang tidak hanya mengambil barang tetapi juga mencoba melakukan penipuan lanjutan menggunakan akun pemilik ponsel. Di video lain, pelaku terlihat lebih jelas ketika sedang mengendarai motor. Unggahan tersebut memperlihatkan wajah seorang pria yang diduga sama dengan pelaku pencurian HP dari dashboard motor. Netizen pun menuntut pelaku segera diamankan, seperti komentar yang berbunyi, “Tenang sahabat netizen, sedikit lagi kita lihat muka melasnya,” dan “Udah ketangkep aje tu bocah.” Belum Ada Konfirmasi Resmi Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait apakah pelaku sudah diamankan atau masih dalam pencarian. Akun yang mengunggah video berharap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak meninggalkan barang berharga di bagian dashboard motor yang rawan dibobol. Himbauan untuk Masyarakat Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya: Tidak menyimpan HP, dompet, atau barang berharga di dashboard motor. Mengaktifkan kunci aplikasi atau two-step verification pada WhatsApp untuk menghindari penyalahgunaan ketika perangkat hilang. Segera melapor ke polisi jika mengalami kejadian serupa. Jika kamu ingin versi lebih panjang, gaya portal berita tertentu, atau ditambahkan keterangan lokasi, tinggal kasih tahu ya!

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 30, 2026
  • 0 Comments
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik

INDOPOS-Jakarta -Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pertanggungjawaban dari pemerintah Republik Indonesia (RI) terkait gugurnya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam serangan Israel ke Lebanon. TNI tersebut tergabung dalam misi pasukan perdamaian PBB. MUI juga mengecam keras serangan tersebut. MUI menilai pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut bisa dilakukan dengan mengambil langkah diplomatik yang tegas lewat jalur bilateral ataupun multilateral. “Kepada pemerintah Indonesia agar mengambilkan langkah diplomatik yang tegas melalui jalur bilateral maupun multilateral guna menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini,” ungkap Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, dikutip dari situs resmi MUI pada Senin (30/3/2026). Kemudian, MUI juga meminta PBB segera melakukan investigasi independen dan menjatuhkan sanksi yang sesuai terhadap pelaku pelanggaran. MUI menyerukan masyarakat internasional untuk tidak bersikap diam terhadap tindakan yang menciderai hukum internasional serta nila-nilai kemanusiaan. “Kepada umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk mendakan para korban serta memperkuat solidaritas kemanusiaan dan komitmen terhadap perdamaian dunia,” ujar Sudarnoto. MUI menegaskan perdamaian dunia tak akan terwujud tanpa adanya penghormatan terhadap hukum internasional dan keadilan. Karenanya, segala bentuk pelanggaran harus dihentikan dan ditindak secara tegas demi menjaga stabilitas global dan kemanusiaan. MUI juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam peristiwa tersebut. MUI mendoakan almarhum diterima amal ibadahnya serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. “Atas nama MUI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan lahir batin kepada keluarga almarhum, serta menerima segala amal ibadahnya dan menempatkannya di sisi terbaik di hadapan-Nya,” jelas Sudarnoto. MUI menilai serangan tersebut jadi bentuk nyata dari sikap yang semakin hari semakin mengabaikan hukum internasional. Termasuk prinsip-prinsip perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang berada di bawah mandat PBB. “Tindakan ini tidak hanya melanggar norma hukum internasional, tetapi juga mencederai prinsip kemanusiaan universal. Pasukan perdamaian hadir untuk menjaga stabilitas dan mencegah konflik, bukan untuk menjadi sasaran kekerasan,” tegas Sudarnoto. Menurut MUI, serangan terhadap pasukan perdamaian adalah pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi. MUI mendesak agar dilakukan penyelidikan yang transparan, independen, dan akuntabel atas peristiwa ini. MUI meminta PBB mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas kejadian ini serta memastikan adanya pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang melakukan pelanggaran. “Saya memandang bahwa secara politik dan diplomatik, serangan ini mengandung pesan yang sangat serius. Ini menunjukkan adanya eskalasi konflik yang semakin meluas dan berpotensi menyeret aktor-aktor internasional ke dalam pusaran ketegangan yang lebih besar di kawasan Timur Tengah,” urainya. Lebih lanjut, dia menilai serangan terhadap pasukan perdamaian juga dapat dimaknai sebagai bentuk pelemahan terhadap sistem multilateralisme dan terhadap upaya-upaya kolektif menjaga perdamaian dunia. Peristiwa ini, kata Sudarnoto, berpotensi memperburuk dan mengancam negara-negara kontributor pasukan perdamaian, mengancam kredibilitas dan efektivitas misi-misi perdamaian internasional di berbagai wilayah konflik. Dalam konteks geopolitik saat ini, Sudarnoto menegaskan, tindakan Israel tersebut semakin mempertegas pola agresi yang tidak terkendali dan berpotensi memicu instabilitas kawasan yang lebih luas. “Khususnya di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan berbagai kepentingan global,” tandasnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 30, 2026
  • 0 Comments
Prabowo Tiba di Istana Kekaisaran Jepang, Disambut Kaisar Naruhito

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Kaisar Jepang Naruhito di Imperial Palace, Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).  Eks Danjen Kopassus itu akan meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang. Pantauan jurnalis, di lokasi Presiden Prabowo tiba memakai mobil kenegaraan berwarna hitam sekira pukul 11.40 waktu setempat. Ketua Umum Partai Gerindra itu terlihat memakai setelan jas dan celana berwarna hitam. PRABOWO & KAISAR NARUHITO – Momen Kaisar Jepang Naruhito menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto di Imperial Palace, Tokyo, Jepang pada Senin (30/3/2026) pagi. Prabowo terlihat ditemani oleh putra tunggalnya, Didiet Hediprasetyo; Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya; Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Saat turun dari mobilnya, Prabowo terlihat ditemani oleh: putra tunggalnya, Didiet Hediprasetyo Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto Menteri Luar Negeri Sugiono Eks Menteri Pertahanan RI itu langsung disambut Kaisar Naruhito. Kaisar Naruhito langsung menjabat tangan Prabowo dan langsung mengabadikan momen berfoto bersama. Selanjutnya, ia langsung masuk ke dalam istana Kekaisaran untuk melakukan pertemuan bilateral. Setelah itu, rombangan Presiden Prabowo pun langsung dijamu makan siang kenegaraan oleh Kaisar Jepang.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 30, 2026
  • 0 Comments
Begal DC Matel Beraksi di Depok, Motor Dibeli Cash Mau Dirampas, Korban Dipukul, Netizen Pertanyakan Kinerja Polisi

INDOPOS-Depok – Video penagihan diduga dilakukan oleh debt collector aplikasi pinjaman Matel kembali menyita perhatian publik. Dalam rekaman yang beredar, terlihat beberapa pria menghadang seorang warga di kawasan Jatijajar, Depok. Keributan pun terjadi hingga korban disebut sempat mendapat pukulan saat berupaya mempertahankan diri. Aksi penagihan yang berujung kekerasan ini memicu kemarahan warganet karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Banyak yang menilai bahwa praktik brutal debt collector sudah sering terjadi, namun penanganan aparat kepolisian masih dianggap lambat dan tidak memberikan efek jera. Korban Diduga Dipukul di Tengah Penagihan Dalam video, situasi tampak ricuh dengan suara teriakan warga sekitar. Seorang pria yang menjadi target penagihan terlihat didorong dan dipukul oleh salah satu pelaku. Kejadian tersebut berlangsung di pinggir jalan, sehingga menarik perhatian pengguna jalan lain. Warga yang merekam insiden itu menyebut bahwa korban hanya sedang melintas ketika para penagih mendatanginya. Gelombang Kritik ke Polisi: “Kasus Begini Terus Keulang” Kolom komentar unggahan viral tersebut dipenuhi kritik terhadap kepolisian. Banyak warganet menilai bahwa kasus serupa kerap terjadi, tetapi penanganan aparat dirasa kurang tegas. “Korban sampai dipukul, tapi petugas sering datang setelah kejadian selesai. Kapan aparat benar-benar tegas?” tulis seorang warganet. Ada juga yang menyebut bahwa masyarakat sering merasa dipersulit saat melapor, sementara para penagih yang melakukan kekerasan masih berkeliaran. Tuntutan ke OJK: Tindak Tegas Perusahaan dan Kebocoran Data Selain menyoroti polisi, warganet juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menindak perusahaan atau aplikasi pinjaman yang diduga membocorkan data nasabah dan menggunakan jasa penagih tidak resmi. Mereka meminta OJK menjatuhkan sanksi berat, termasuk sanksi pidana dan denda hingga Rp15 miliar bagi perusahaan yang melanggar aturan penagihan dan perlindungan data konsumen. Masyarakat Merasa Tidak Dilindungi Kasus ini menjadi sorotan karena menambah deretan kejadian penagihan yang berujung keributan di jalan raya. Banyak warga mengeluh bahwa mereka tidak mendapatkan rasa aman, baik dari regulator maupun aparat penegak hukum. “Setiap kali viral, baru ramai. Tapi penyelesaian nyata jarang terlihat,” tulis komentar lain yang mendapat banyak dukungan. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian maupun pihak terkait mengenai kejadian tersebut.