Tokoh Anti Gibran Almas Sjafrina Bicara Turunkan Prabowo Bareng Feri Amsari, Tuai Kecaman Netizen
INDOPOS-Kritik Keras Pencalonan Gibran: Prosesnya Rusak Marwah MK, Tak Rela Jika Gantikan Prabowo Jakarta – Pengamat dan pegiat anti-korupsi Almas Sjafrina menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap wacana turunnya Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya berakhir. Ia secara khusus tidak rela jika posisi presiden kelak diisi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, karena proses pencalonan Gibran sebagai cawapres dinilai telah merusak marwah Mahkamah Konstitusi (MK). Pernyataan itu disampaikan Almas Sjafrina dalam acara Halal Bihalal Pengamat bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” yang digelar di Beranda Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026). “Saya tidak mempermasalahkan keberadaan seorang presiden, tetapi saya menyoroti kemungkinan jika posisi tersebut justru diisi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujar Almas, seperti dikutip dari rekaman acara yang dibagikan akun Sociocorner. Menurut Almas, proses yang mengantarkan Gibran maju sebagai calon wakil presiden sebelumnya telah menimbulkan polemik serius di masyarakat. Ia menilai langkah tersebut telah merusak marwah lembaga Mahkamah Konstitusi yang seharusnya menjadi penjaga konstitusi. Almas mengaku memiliki kekhawatiran tersendiri apabila skenario Prabowo turun dari jabatan terjadi tanpa kejelasan kepemimpinan berikutnya, terutama jika penggantinya adalah Gibran. “Polemik pencalonan Gibran Rakabuming Raka merusak marwah Mahkamah Konstitusi,” tegasnya. Acara tersebut menjadi forum diskusi bagi para pengamat dan intelektual untuk membahas dinamika politik terkini, termasuk wacana pergantian kepemimpinan nasional dan kebebasan berpendapat. Pernyataan Almas ini menambah daftar kritik terhadap dinasti politik yang dianggap sebagian kalangan masih membayangi pemerintahan saat ini. Sebelumnya, proses putusan MK yang membuka jalan bagi Gibran (yang saat itu belum genap 40 tahun) menuai kontroversi luas karena dianggap melanggar prinsip netralitas dan independensi lembaga yudikatif. Pernyataan Almas langsung memancing respons keras di berbagai platform media sosial. Berikut beberapa komentar warganet yang banyak disorot: “Kritik boleh, tapi bicara soal turunkan presiden itu sudah kelewat batas.” “Kalau tidak suka Gibran, jangan seret-seret isu turunkan Prabowo.” “Pengamat tapi bicaranya tidak mencerdaskan. Malah provokasi.” “MK memang bermasalah, tapi bukan alasan untuk melegitimasi wacana penggulingan pemerintah.” Sebagian warganet juga menilai bahwa Almas dan Feri Amsari sudah terlalu sering membawa narasi negatif terhadap pemerintah, sehingga setiap pernyataan mereka kerap mendapat resistensi publik.
