Saiful Muzani : Saya Tegaskan itu Bukan Makar, Tapi Sikap Politik, Ketua Bidang Komunikasi DPP MPG Purwoko : “Yang Jantan dong…Jadi Makar?”

INDOPOS-Saiful Mujani mendadak memberi klarifikasi usai video pidatonya viral karena dinilai mengajak masyarakat menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Saiful menegaskan bahwa ucapannya bukanlah tindakan makar, melainkan sikap politik dan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Namun klarifikasi tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Ketua Bidang Komunikasi DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG), Purwoko. Ia menilai Saiful Mujani sedang “bermain kata-kata” dan tidak berani bertanggung jawab atas pernyataannya sendiri. “Video yang viral itu jelas-jelas mengandung ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo. Itu bentuk makar. Sebagai seorang pendidik dan guru besar UIN, seharusnya dia bertanggung jawab penuh atas ucapannya. Yang jantan dong,” tegas Purwoko. Menurutnya, apa yang disampaikan Saiful bukan sekadar kritik atau sikap politik, tetapi ajakan yang dapat mengancam stabilitas negara. Purwoko menambahkan bahwa sejumlah pakar juga menilai pidato tersebut mengandung unsur makar karena berisi seruan untuk menggulingkan presiden yang terpilih secara sah melalui pemilu demokratis. “Konsekuensi hukumnya jelas. Tidak bisa hanya selesai dengan klarifikasi. Kalau dibiarkan, ini akan berbahaya bagi masa depan bangsa. Nanti siapa saja bisa seenaknya memprovokasi rakyat untuk makar tanpa ada tindakan hukum,” lanjutnya. MPG menilai klarifikasi Saiful justru menunjukkan inkonsistensi dan ketidaktegasan. Mereka meminta aparat penegak hukum bersikap tegas agar tidak terjadi preseden buruk yang merusak tatanan demokrasi dan ketertiban nasional. Hingga berita ini diturunkan, polemik terkait ucapan Saiful Mujani masih menjadi perbincangan hangat di ruang publik, terutama terkait batas antara kritik politik dan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai upaya makar. (***)

Mobil Belum Berhenti Sudah Dimintai Uang, Ibu Ini Cekcok dengan Tukang Parkir

INDOPOS-Video cekcok antara seorang pengendara mobil dan oknum tukang parkir mendadak viral di media sosial. Rekaman yang diunggah oleh akun TikTok Nora Yusra 101188 itu disebut terjadi di kawasan Belakang Balok, Kota Bukittinggi. Dalam video tersebut, terlihat pengendara yang belum sempat memarkirkan mobilnya sudah lebih dulu didatangi seorang pria yang meminta uang parkir. Pengendara pun mempertanyakan alasan dirinya langsung diminta membayar, padahal mobil belum benar-benar berhenti. Warga sekitar yang ikut mengomentari kejadian itu menggunakan bahasa Minang menyebut bahwa biasanya bayar parkir bukanlah masalah, selama petugasnya benar dan sesuai aturan. Namun cara oknum tersebut dinilai tidak benar karena meminta sebelum kendaraan terparkir. “Uda ko minta viral… baru tagak baru alun mati gai masin oto lahnyo mintak parkir,” tulis seorang netizen menyoroti kejadian itu. Warga juga menilai bila petugas parkir resmi, harusnya bisa memberikan karcis. Namun dalam video itu, pengendara menyebut dirinya tidak mendapatkan karcis parkir. “Keceknya resmi, minta karcis dak bisa mangaluaan,” keluh pengendara dalam video. Aksi oknum seperti ini dikhawatirkan merusak citra kota dan membuat pengunjung tidak nyaman. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai status oknum tersebut, apakah petugas parkir resmi atau bukan. Warganet pun ramai meminta pemerintah daerah menertibkan pungutan parkir liar yang meresahkan. Sumber: TikTok / Nora Yusra 101188, IG @sumbar.24jam

Gubernur Pramono Sering Dikibuli Pejabat dan ASN DKI, Tanda Lemahnya Kepemimpinan

INDOPOS-Jakarta – Serangkaian pelanggaran yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menjadi sorotan publik. Mulai dari kasus manipulasi laporan warga dengan balasan foto berbasis AI, petugas buang sampah ke sungai, hingga penangkapan seorang pejabat ASN di Bogor karena mengganti pelat merah menjadi pelat hitam. Tak hanya itu, publik juga dikejutkan oleh temuan pejabat yang kedapatan menggunakan mobil dinas untuk mudik saat Lebaran. Rangkaian kejadian ini memicu kritik tajam terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Banyak pihak menilai Pramono gagal menjaga kedisiplinan para ASN di bawahnya dan tidak menunjukkan ketegasan dalam menindak pelanggaran. Kasus pertama yang mencuat adalah laporan warga melalui aplikasi resmi Pemprov DKI yang dibalas dengan foto AI oleh oknum petugas. Warga merasa dibohongi karena laporan penanganan justru direkayasa, bukan ditangani sebagaimana mestinya. Belum usai polemik tersebut, seorang ASN Pemprov DKI kembali membuat heboh setelah ditangkap polisi di Bogor karena mengganti pelat dinas berwarna merah menjadi pelat hitam untuk kepentingan pribadi. Aksi curang ini membuatnya dijerat pidana karena dianggap mengakali aturan negara. Tak lama berselang, publik juga menemukan seorang pejabat DKI yang menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran, padahal hal itu sudah dilarang secara tegas dalam aturan internal pemerintah daerah. Gelombang pelanggaran ini membuat publik mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Pramono Anung. Ia dinilai kurang tegas, sehingga banyak bawahannya merasa bebas bertindak tanpa takut sanksi. “Ketidaktegasan Gubernur Pramono membuat para ASN meremehkan aturan. Tidak pernah ada sanksi tegas dan transparan yang diumumkan kepada publik,” ujar seorang pengamat kebijakan publik menanggapi kasus tersebut. Hingga kini, Pemprov DKI belum memberikan penjelasan rinci mengenai proses hukum maupun sanksi administratif terhadap para pelanggar. Publik mendesak agar Pramono Anung segera menunjukkan sikap tegas dan memperbaiki tata kelola disiplin ASN agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Christine Hakim ke Solo Temui Jokowi, Sempat Bercanda Ajak Main Film: “Judulnya Jangan Ganggu Jokowi”

INDOPOS-Solo – Artis senior Christine Hakim menghadiri acara halal bihalal di Solo dan berkesempatan bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Christine tidak datang sendirian, melainkan bersama rombongan yang terdiri dari sejumlah ibu-ibu yang ikut serta dalam agenda silaturahmi tersebut. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, wartawan sempat menanyakan apakah Christine berniat mengajak Jokowi bermain film. Menanggapi pertanyaan itu, Christine Hakim memberikan jawaban santai. Dengan gaya setengah bercanda, ia menyebut kemungkinan itu ada. “Main film, judulnya ‘Jangan Ganggu Jokowi’,” kata Christine sambil tertawa ringan. Candaan itu langsung membuat suasana semakin cair. Usai acara, Christine dan rombongan berpamitan. Sebagai bentuk keramahan tuan rumah, Ibu Negara Iriana Joko Widodo memberikan oleh-oleh khas Solo berupa makanan karak kepada Christine dan para ibu-ibu yang mendampinginya. Christine terlihat bahagia menerima bingkisan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat keluarga Presiden. Kunjungan ini sekaligus menunjukkan kedekatan Jokowi dengan para pelaku seni, serta kehangatan hubungan yang terbangun antara tokoh nasional dengan masyarakat yang datang bersilaturahmi.

Reza Arap Mengaku Belajar Doa-doa Islam dari Ibu Walau Pendidikan di Sekolah Kristen, Saat Ini Beragama Budha Seperti Ayah

INDOPOS-Konten kreator Reza Arap kembali menjadi sorotan setelah membahas keyakinan yang dianutnya dalam sebuah video wawancara bersama komika Praz Teguh. Dalam obrolan santai tersebut, Reza secara terbuka mengaku bahwa saat ini dirinya menganut agama Buddha. Reza mengungkapkan, perjalanan spiritualnya cukup panjang. Sejak kecil, ia sudah diperkenalkan pada berbagai ajaran agama. Ibunya yang seorang muslim kerap mengajarinya doa-doa Islam, sehingga ia masih mengingat beberapa bacaan tersebut hingga kini. Tak hanya itu, Reza juga bercerita bahwa selama bersekolah di lingkungan pendidikan Kristen, ia sempat mempelajari ajaran Kristen dan membaca Alkitab. Menurutnya, pengalaman mengenal berbagai perspektif agama membuatnya lebih menghargai perbedaan keyakinan. Reza menegaskan bahwa keputusan memilih agama Buddha merupakan pilihan pribadi yang ia ambil setelah melalui pencarian panjang. Ia berharap keterbukaannya bisa dipahami dan tidak menimbulkan salah tafsir. “Orang itu punya perjalanan masing-masing. Yang penting saya tidak merugikan siapa pun,” ujarnya dalam wawancara tersebut. Pernyataan Reza Arap ini pun ramai dibahas di media sosial, dengan banyak warganet yang menilai sikap terbukanya sebagai bentuk kedewasaan dalam beragama.

Fenomena “Tembok Ratapan Solo” Masuk Roblox, Kreatif atau Sindiran? Warganet Berdebat

INDOPOS-Fenomena unik kembali muncul di jagat maya setelah sejumlah konten kreator membuat video di platform gim Roblox yang menampilkan replika rumah Presiden RI ke-7, Joko Widodo, lengkap dengan bagian yang dijuluki warganet sebagai “Tembok Ratapan Solo.” Dalam berbagai unggahan, para pemain Roblox tampak membuat adegan-adegan lucu hingga dramatis di depan replika tembok tersebut. Momen itu kemudian viral dan menarik perhatian publik. Warganet pun memberikan beragam tanggapan. Sebagian menganggap aksi para kreator ini kreatif dan menghibur, karena mampu mengangkat fenomena yang sedang ramai menjadi konten yang menarik di dunia game. Namun tak sedikit pula yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk sindiran, bahkan dianggap sebagai olok-olokan terhadap rumah pribadi Presiden Jokowi di Solo. Perdebatan pun muncul di kolom komentar, mencerminkan perbedaan sudut pandang publik terhadap tren ini. Hingga kini, fenomena “Tembok Ratapan Solo” di Roblox justru semakin viral, seiring semakin banyaknya kreator yang ikut membuat versi mereka sendiri. Komentar Netizen Berbagai komentar memenuhi media sosial menanggapi munculnya replika rumah Jokowi di Roblox. Berikut sejumlah tanggapan warganet: “Kreatif sih, baru kali ini lihat fenomena nasional dibawa ke Roblox.” “Anak Roblox aja ikut merasakan vibes ‘tembok ratapan solo’ wkwkwk.” “Lucu, tapi kok kayak nyindir banget ya… jadi campur aduk lihatnya.” “Harusnya jangan kelewatan, kasihan itu rumah pribadi bukan tempat wisata.” “Gen Z kalau sudah ngonten, semua hal bisa jadi bahan. Salut sama kreativitasnya.” “Ini mah bukan kreatif lagi, udah olok-olokan level internasional.” “Roblox aja tau fenomena ini, tandanya udah viral parah.” “Beneran ngakak, karakter Roblox sampai nangis di tembok, totalitas banget.” “Bikin lucu boleh, tapi jangan sampai jadi tidak sopan.” “Fenomena baru: dari tembok dunia nyata ke tembok dunia Roblox.”

Wamen PKP Fahri Hamzah Tuding Seruan Aktivis Jatuhkan Prabowo Tindakan Inkonstitusional, MPG Minta Istana Bangun Dialog Kebangsaan

INDOPOS-Jakarta – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menilai seruan sejumlah aktivis yang menyuarakan upaya penjatuhan atau penggulingan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai tindakan inkonstitusional yang tidak boleh diberi ruang. Pernyataan tersebut turut menyoroti kehadiran sejumlah tokoh, termasuk pengamat politik Saiful Mujani, dalam forum yang belakangan ramai diperbincangkan karena kritik keras terhadap pemerintahan. Menanggapi hal itu, Ketua DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Bidang Komunikasi, Purwoko, menyebut bahwa pertemuan para aktivis dan tokoh adalah bagian wajar dari kehidupan demokrasi. Menurutnya, kritik merupakan ekspresi aspirasi masyarakat yang harus dihargai. “Berkumpul, berdiskusi, bahkan menyuarakan kritik keras sekalipun adalah dinamika demokrasi. Mereka tentu membawa aspirasi sebagian masyarakat,” ujar Purwoko. Ia menilai tidak perlu ada reaksi berlebihan atas pertemuan tersebut. Justru, katanya, yang dibutuhkan adalah jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat yang kritis. Purwoko mendorong Istana untuk segera membangun ruang dialog kebangsaan yang melibatkan tokoh lintas sektor, termasuk aktivis yang bersuara keras mengenai isu penggulingan pemerintahan. “Ini momentum memperkuat komunikasi dua arah. Undang para aktivis dan tokoh masyarakat sipil agar kritik dapat tersalurkan dalam koridor konstitusi,” tegasnya. Lebih jauh, Purwoko menyampaikan bahwa jika pemerintah merasa kesulitan atau tidak mampu menggelar dialog kebangsaan secara langsung, kami dari MPG, siap menjadi fasilitator untuk mempertemukan para tokoh dan pemerintah. “Jika Istana membutuhkan pihak independen untuk menjembatani, MPG siap memfasilitasi dialog tersebut demi merawat demokrasi dan menjaga persatuan bangsa,” ungkapnya. Sementara itu, Fahri Hamzah tetap menegaskan bahwa kritik adalah hal yang sah, namun tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang bertentangan dengan konstitusi. Hingga kini, belum ada respons resmi dari Istana terkait usulan pembentukan dialog kebangsaan maupun tawaran fasilitasi dari MPG. Purwoko Menambahkan, Pemerintah tak perlu terlalu khawatir atas kritik dan saran dari para aktivis, mereka prinsip nya pasti mendukung dan menghormati apa yg menjadi program presiden terpilih, namun perlu dipahami juga, kadang program baik dr presiden yg baik itu, kadang implementasi nya di lapangan terdapat jg kekeliruan dan pelanggaran di lapangan, contoh misalkan program MBG yg menjadi program unggulan Prabowo pada prinsip nya program ini sangat mulia dan baik, namun apabila hal hal tehnis terjadi dilapangan muncul seperti keracunan makanan, maka hal tersebut lah yg membuat reaksi dari para aktivis naluri yg menggeliat melihat fenomena tsb. Untuk itu Saran saya pemerintah agar segera membuat dialog kebangsaan untuk menyerap masukan masukan atas perbaikan pada program program Presiden tersebut dan di momentum itu lah nanti para aktivis bisa mengetahui bahwa ternyata program program Presiden yg sedang dijalankan itu ternyata baik dan pro rakyat, Tandas Purwoko kepada wartawan.

Rizky Febian dan Mahalini Bawakan “Alamak”, Jokowi–Iriana Ikut Goyang di Pernikahan Putri Ajik Krisna

INDOPOS-Denpasar – Suasana meriah terjadi pada resepsi pernikahan putri Ajik Krisna, Diah, dengan pasangannya Jimmy, yang berlangsung di The Meru Sanur, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Bali, Minggu malam, 5 April 2026. Acara megah tersebut turut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, yang datang memenuhi undangan keluarga Ajik Krisna. Momen tak terduga muncul saat pasangan musisi Rizky Febian dan Mahalini Raharja naik ke panggung membawakan lagu hits mereka, “Alamak”. Musik penuh groove itu langsung menghidupkan suasana, membuat para tamu undangan ikut bergoyang mengikuti irama. Dalam video yang viral di TikTok, Jokowi dan Iriana terlihat tersenyum lebar dan ikut bergoyang kecil, menikmati penampilan duo musisi tersebut. Presiden tampak santai menyapa tamu sekitar, sementara Iriana terlihat ceria mengikuti alunan musik. Kehadiran Jokowi–Iriana di pernikahan putri Ajik Krisna ini mencuri perhatian publik, menunjukkan hubungan baik antara Presiden dan keluarga besar pengusaha terkenal asal Bali tersebut. Resepsi mewah itu berlangsung penuh kehangatan, keceriaan, dan dimeriahkan oleh banyak artis serta tokoh publik. Penampilan Rizky Febian dan Mahalini menjadi salah satu sorotan utama acara, terutama karena berhasil mengajak seluruh ruangan ikut larut dalam suasana—bahkan membuat pasangan Presiden dan Ibu Negara ikut menikmati alunan “Alamak”.

Netizen Pertanyakan Kinerja Gubernur Banten Andra Soni soal Sekolah Ambruk: “Seperti Tidak Peduli”

INDOPOS-BANTEN–Dua ruang kelas SDN Kutakarang 3 di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, ambruk akibat pergerakan tanah. Akibatnya, sudah empat bulan ratusan siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di dapur dan perpustakaan sekolah. Kondisi itu memicu gelombang kritik dari masyarakat, yang mempertanyakan perhatian Gubernur Banten Andra Soni terhadap persoalan pendidikan di wilayahnya. Guru SDN Kutakarang 3, Ade, menjelaskan bahwa kerusakan mulai terjadi sejak awal tahun 2026 dan semakin parah dari waktu ke waktu. “Sementara para siswa belajar di dapur dan perpustakaan, karena kelas sudah tidak bisa dipakai,” ujarnya, Senin (6/4/2026). Menurut Ade, dinding dan lantai ruang kelas mengalami amblas karena tanah yang labil. Padahal bangunan tersebut baru berusia satu tahun. “Itu rusak karena tanahnya bergerak, bangunan baru satu tahun,” tuturnya. Demi keselamatan, sejak Februari siswa telah dipindahkan ke ruangan darurat. Namun upaya tersebut hanya bersifat sementara. “Belum ada kepastian mau digimanakan, sudah dilaporkan ke Pemkab Pandeglang tapi belum jelas tindak lanjutnya,” tambahnya. Pihak kontraktor telah melakukan langkah awal dengan memisahkan bangunan yang rusak agar kerusakan tidak merembet. “Diputus dulu bangunannya supaya yang masih utuh tidak ikut tertarik,” kata Ade. Netizen Geram: ‘Gubernurnya Kemana?’ Kondisi memprihatinkan itu membuat warganet ramai menyuarakan kritik kepada Pemkab Pandeglang dan terutama kepada Gubernur Banten Andra Soni, yang dinilai lamban dan kurang memberikan perhatian. Sejumlah komentar netizen yang ramai beredar antara lain: “Empat bulan anak-anak belajar di dapur, masa gubernur diam saja? Kasihan siswa.” “Banten tiap tahun kasus sekolah ambruk terus. Gubernurnya ngurus apa sih?” “Ini bangunan baru setahun sudah hancur. Pengawasan proyeknya di mana? Seolah nggak peduli.” “Kalau acara seremonial cepat, tapi urusan pendidikan lambat sekali.” “Gubernur Andra Sony tolong turun ke lapangan, jangan menunggu viral dulu.” Banyak warganet juga mempertanyakan kualitas pembangunan sekolah di Banten yang masih sering bermasalah meski memakai anggaran besar. Tuntutan Gerak Cepat Pemerintah Daerah Warga sekitar meminta pemerintah provinsi dan kabupaten segera memberikan solusi permanen agar siswa bisa kembali belajar dengan nyaman dan aman. Mereka mendesak Gubernur Andra Sony menunjukkan kepedulian nyata. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemprov Banten terkait langkah penanganan maupun percepatan pembangunan ulang ruang kelas yang ambruk.

Deretan Tokoh Hadiri Acara Silaturahmi yang Suarakan Penjatuhan Pemerintahan Prabowo–Gibran, Siapa Dalangnya?

INDOPOS-Jakarta – Sebuah acara silaturahmi sejumlah tokoh akademisi, aktivis, dan figur publik memantik kontroversi setelah di dalam forum tersebut muncul seruan untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo–Gibran. Acara yang semula diklaim sebagai ajang halal bihalal itu berubah menjadi panggung kritik keras terhadap pemerintahan baru, bahkan mengarah pada ajakan menggulingkan pemerintahan yang sah. Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya: Saiful Mujani – pendiri SMRC yang sebelumnya sempat viral karena pernyataan terkait ajakan menggulingkan pemerintahan Prabowo. Islah Bahrawi – relawan Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024, yang dalam forum itu mengeluarkan pernyataan kontroversial, menyebut Presiden Prabowo pikun hingga demensia, serta menyerukan agar Prabowo “diturunkan” bersama peserta lain. Feri Amsari – pakar hukum tata negara, yang sebelumnya dikenal kritis terhadap perubahan konstitusi dan kekuasaan presiden. Dipo Satria – aktivis yang sering tampil dalam gerakan kritik sosial-politik. Dr. Sukidi – intelektual dan akademisi yang beberapa waktu terakhir aktif menyuarakan kritik terhadap legitimasi pemerintahan baru. Ubedilah Badrun – pengamat politik dan akademisi, yang juga dikenal pernah melaporkan kasus dugaan korupsi yang menyeret keluarga penguasa. Almas Sjafrina – akademisi muda yang sebelumnya mencuat terkait uji materi batas usia capres-cawapres di MK, dan kini tampil sebagai salah satu pengkritik keras pemerintahan. Isi Seruan yang Memantik Kontroversi Dalam forum tersebut, beberapa pembicara lantang menyebut bahwa pemerintahan Prabowo–Gibran adalah hasil proses yang “tidak adil”, dan mengajak peserta untuk “bersatu menurunkannya”. Seruan itu kemudian menyebar luas di media sosial, memicu reaksi dari publik yang menilai ajakan tersebut sudah melampaui batas kritik dan berpotensi menabrak hukum. Ucapan Islah Bahrawi menjadi salah satu yang paling ramai disorot karena dianggap menghina dan menyerang personal Presiden Prabowo Subianto. Sementara Saiful Mujani kembali ditegaskan publik sebagai salah satu tokoh yang sejak awal menyinggung soal potensi “penggulingan” pemerintah. Respons Publik Gelombang kecaman muncul dari warga net, yang menilai para tokoh tersebut tengah mencoba menciptakan instabilitas politik di saat pemerintahan baru bahkan belum berjalan lama. “Baru mulai kerja tapi sudah disuruh tumbang, demokrasi macam apa ini?” tulis salah satu warganet. Ada pula yang menuding acara itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya terorganisir untuk mengganggu stabilitas nasional. Isu Hukum dan Keamanan Beberapa pakar hukum menilai bahwa ajakan menggulingkan pemerintahan sah dapat masuk kategori tindakan yang diatur dalam pasal makar. Aparat keamanan pun disebut tengah memonitor perkembangan isu ini. Sementara itu, pihak Istana belum memberikan komentar resmi terkait seruan yang berasal dari acara tersebut. Namun sejumlah pendukung pemerintah meminta aparat menindak tegas pihak yang mencoba mengganggu stabilitas pemerintahan.