• INDOPOSINDOPOS
  • Februari 19, 2025
  • 0 Comments
Ketum Dewan Adat Bamus Betawi Eki Pitung Bertemu Jendral Dudung Abdurahman Penasehat Utusan Presiden bidang Politik dan Pertahanan, Diskusi Peran Strategis Masyarakat Betawi

INDOPOS-Dewan Adat Bamus Betawi di Terima Jendral Dudung Abdurahman Penasehat Utusan Presiden bidang Politik dan Pertahanan. Eki Pitung, Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, dalam diskusinya mengharapkan Pemerintah Nasional melalui Utusan Khusus Presiden bidang Politik dan Pertahanan lebih memerhatikan Kaum Betawi, baik di bidang Politik ataupun Pertahanan pasca Ibu Kota Jakarta dipindahkan. “Sejak Era Kemerdekaan Betawi kurang mendapatkan peran-peran Strategis untuk mengurusi Jakarta sebagau Kampungnya sejak lama,” ujar Eki Pitung, Rabu (19/2/2025). Eki Pitung diterima sangat hangat oleh Jendral Dudung (Utusan Khusus Presiden bidang Politik dan Pertahanan). Beliau juga baru sadar dan mengiyakan, serta memiliki pemahaman yang sama, bagaimana Kaum Betawi sebagai Masyarakat Inti sepatutnya memperoleh perhatian lebih. Karena, selama ini masyarakat Betawi, tidak ada Privilage (Perlakuan Khusus), padahal semestinya ada, sebagai semangat Otonomi, Karena semua daerah telah mendapatkanya dan sudah berjalan cukup lama. Eki berharap juga Pak Dudung kelak bisa silaturahmi ke Kantor Dewan Adat Bamus Betawi dalam waktu dekat.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 19, 2025
  • 0 Comments
Inspektorat Kemdiktisaintek Harus Berani Bongkar Dugaan Korupsi di UT

INDOPOS-Jakarta, Dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Universitas Terbuka (UT) kini menjadi polemik. Inspektorat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI didesak untuk melakukan audit atas seluruh proyek-proyek di Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) itu. Hal itu ditegaskan Sekjen Indonesian Ekatalog Watch (INDECH) Order Gultom kepada sejumlah wartawan di Jakarta pada Selasa (19/2/2025) terkait dengan temuan dugaan korupsi di UT tersebut. Menurutnya, tak hanya rektor dan wakil rektor II yang tanggungajwab bila ditemukan dugaan penyelewengan anggaran namun juga MWA yang harus diperiksa. “Inspektorat harus mengungkap dan melakukan audit semua proyek-proyek di UT. UT itu kan kampus yang pembelajarannya daring kenapa banyak proyek fisik yang tak masuk akal? Ini harus diusut,” ucap Order. Selain itu, aliran dana dari kontraktor ke petinggi UT juga harus ditelusuri. Sebab, dari temuan INDECH, perusahaan yang menjadi pemenang proyek ada yang hanya memasukkan penawaran harga satu petusahaan saja. “Banyak yang kompeten perusahaan yang bisa mengerjakan proyek fisik. Ini yang menjadi indikasi awal dugaan korupsinya,” tandasnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnta, UT pusat yang berlokasi di Ciputat Tangerang, Benten pada tahun 2024 mengalokasikan anggaran hingga Rp 17 miliar lebih hanya untuk membangun gerbang utama. Alokasi anggaran yang begitu besar untuk membangun gerbang kampus dinilai terlalu berlebihan dan cenderung menghambur-hamburkan anggaran. Dalam kontrak awal, pimpinan Rektor UT saat proyek itu dimulai adalah Ojat Darojat dan kompatriotnya Ali Muktiyanto selaku wakil rektor bidang keuangan, sumber daya dan umum. Kontrak awalnya sebesar 15, 6 miliar namun dalam prosesnya di adendum lagi menjadi Rp 17 miliar atau bertambah sekitar 1,4 miliar. UT menganggarkan Belanja Investasi Aset Tetap Gedung dan Bangunan pada tahun anggaran 2023 sebesar Rp122,3. Sementara pada tahun anggaran 2024, UT menganggarkan belanja investasi aset tetap gedung dan bangunan sebesar Rp241 miliar. Belum lagi ditambah rehabilitasi danau yang nilainya puluhan milir padahal baru dua tahun direhab. “Kami menilai ada upaya pimpinan universitas memperkaya diri dengan membuat proyek yang perencanaanya kami duga asal-asalan. Makanya setiap pekerjaan selalu ada adendum beberapa kali dan akhirnya menambah biaya yang sangat besar,” ujar Order. Indonesian Ekatalog Watch (INDECH) mengungkap bahwa realisasi Belanja Investasi Gedung dan Bangunan pada TA 2023 – 2024 terdapat sejumlah permasalahan dan diduga di korupsi. Misalnya, pada tahap pelaksanaan realisasi belanja pada TA 2023 – 2024 di UT diketahui terdapat delapan pekerjaan fisik bangunan yang mengalami perubahan nilai dan masa pelaksanaan kontrak melalui mekanisme adendum yang beberapa kali dilakukan. “Dari sejumlah kontrak senilai 340,7 miliar tersebut ada penambahan atau adendum senilai Rp 11,3 miliar. Ada banyak keanehan yang layak diungkap oleh aparat penegak hukum di proyek-proyek UT,” ungkap Order Gultom. Dikatakan, dari hasil analisis dokumen adendum diketahui bahwa perubahan nilai dan masa pelaksanaan pekerjaan ditemukan perubahan antara gambar rencana dengan gambar kerja tidka sesuai alias perencanaan yang tidak matang. Selanjutnya, selisih volume antara gambar rencana dengan kondisi akhir, dihitung sebagai pekerjaan tambahan. “Penambahan item pekerjaan baru yang dihitung sebagai pekerjaan tambah, juga kekurangan masa pelaksanaan pekerjaan dikarenakan faktor alam seperti musim hujan dan banjir serta material impor yang datang terlambat,” katanya. Order juga mencontohkan, pada pekerjaan yang mengalami adendum melebihi lima kali yaitu pekerjaan pada UT Makasar dan UT Padang, serta pekerjaan pada UT Samarinda yang seharusnya selesai pada Agustus 2024, namun hingga akhir masa pemeriksaan pada 20 November 2024 belum selesai. Atas berbagai masalah dan dugaan korupsi di tubuh UT Pusat itu, Order menilai Rektor Ojat Darojat saat itu harus bertanggungajwab. Pekerjaan proyek itu jelas melangar Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018. Yang paling miris, demikian Order, anggaran pembangunan gerbang di UT Pusat sangat fanstatis yakni Rp 17 miliar. “Masa bangun gerbang saja Rp 17 miliar. Mantan rektor Ojat Darojat kini jadi deputy di Kementerian PMK dan Ali Muktiyanto sekalu wakil rektor bisa terseret atas dugaan korupsi di UT,” tandasnya. Sementara mantan rektor UT Ojat Darojat yang kini mengemban tugas baru di Kemenko PMK ketika hendak dikonfirmasi akan kasus i ni belum memberikan respon. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 19, 2025
  • 0 Comments
Tuntutan Pelajar Papua Bebas Uang Sekolah Tepat, Kebijakan Pemerintah Makan Bergizi dengan Nasi dan Lauk Pauk Tidak Tepat, Karena Makanan Pokok Masyarakat Papua adalah Sagu, dan Papua Pegunungan Umbi-umbian

INDOPOS-Prof. Dr. Laksanto Utomo, S.H., M.Hum, Guru Besar Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, yang juga Peneliti Sagu di Papua, menyikapi demo para pelajar Papua di beberapa daerah, baik Papua Pegunungan dan pantai, yang berisi menolak Program Makan Bergizi Presiden Prabowo, dan lebih memilih PENDIDIKAN GRATIS , sebaiknya Pak Prabowo ” bijak ” , dan mempertimbangkan ulang. “Masyarakat Papua pantai makanan pokoknya adalah Sagu dan Masyarakat Papua Pegunungan adalah umbi-umbian. Sesuai penelitian saya, SAGU adalah makanan pokok Masyarakat Papua. Penelitian saya di daerah Papua dan Sentani , hasil penelitian yang didanai dikti tentang ketahanan pangan Sagu masyarakat Papua sehubungan kearifan lokal , patut di rujuk Kabinet Pak Prabowo dalam mengambil kebijakan,” tutur Prof. Laksanto. “Demo para pelajar Papua, lanjut Prof. Laksanto, kiranya menjadi masukan agar program Makan Bergizi untuk Papua diberikan pengecualian, agar tetap mempertimbangkan makanan yang berbasis Kearifan Lokal khususnya Di Papua, semoga,” ujarnya. Sagu atau Metroxylon sagu Roth merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Papua yang erat kaitannya dengan budaya masyarakat setempat atau kearifan lokal. “Bagi masyarakat Papua, sagu adalah makanan pokok salah satu representasi budaya masyarakat atau kearifan lokal Papua yakni pohon sagu,” kata Laksanto Utomo, Ketua Tim Peneliti Sagu Papua, menyampaikan hasil penelitian timnya di Jakarta, Selasa (9/7) lalu. Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat Papua yang sudah turun temurun sejak nenek moyang mereka mengenal cocok tanam. Sedangkan sagu terkait kearifkan lokal karena bukan hanya menjadi sumber bahan pangan pokok, tetapi tiap bagian pohonnya digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan hidup, misalnya akarnya menjaga tata air, batangnya untuk kayu hingga berbagai kerajinan tangan, serta daunnya untuk atap rumah hingga makanan ternak dan obat. Selain itu, lanjut Laksanto, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Inovasi Sagu Sebagai Makanan Pokok dan Bahan Dasar Makanan dalam Menciptakan Ketahanan Pangan Masyarakat Adat di Papua”, patinya untuk makanan pokok serta menjadi sumber berbagai bahan baku industri pangan, kosmetik, energi altenatif (biotanol), dan lainnya. Permasalahan timbul ketika masyarakat Papua “migrasi” ke nasi akibat berasisasi pada era Orde Baru (Orba). “Jadi harusnya pemerintah pusat dulu tidak terlalu dalam tentukan makanan pokok, harus ke kearifkan lokal,” ujarnya. Bukan hanya itu, lahan sagu juga mulai terganggu atau berkurang akibat berbagai kebijakan terkait pembangunan dan berbagai hal lainnya. Bahkan, diprediksi sekitar 2.832 hektare lahan hutan sagu akan terkikis oleh pembangunan. “Artinya, lahan yang tersisa tinggal 470,5 hektare di 6 distrik, Kabupaten Jayapura. Rincian potensi lahan yang hilang dari 6 distrik itu lebih dari 70%,” katanya. Lebih mengerikan lagi, lanjut Laksanto, di Distrik Sentani Barat dan Demta disebutkan potensi lahan sagu akan lenyap 100%. Sementara di Sentani yang hutan sagunya paling besar, prediksi kehilangannya juga besar menjadi 1.507 hektare atau terkikis hingga sekitar 77%. Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua, Dr. Hendrik H.J. Krisifu, yang menjadi penanggap dalam FGD,  menyampaikan, di Papua itu terdapat sejumlah makanan pokok selain sagu, yakni umbi-umbian di antaranya keladi dan petatas. Makanan pokok masyarakat adat Papua tergantung zonasi mereka berada. Masyarakat adat yang ada di zona pegunungan tinggi dan zona kaki gunung dan dataran tinggi mengonsumsi umbi-umbian. “Zona rawa-rawa konsumsi sagu. Zona dataran rendah pesisir pantai dan pulau-pulau konsumsi umbi-umbian dan sagu,” ungkapnya. Senada dengan Laksanto, Hendrik mengungkapkan, sudah ada regulasi yakni peraturan pemerintah daerah (perda) untuk mencegah terganggunya lahan atau hutan sagu. Pertama, Perda Kabupaten Jayapura Nomor 3 Tahun 2000 tentang Pelestarian Kawasan Hutan Sagu dan Perda Provinsi Papua Nomor 27 Tahun 2013 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Pokok Berkelanjutan. Namun aturan itu tidak berjalan sesuai harapan. Sebaliknya, berasisasi menjadikan masyarakat Papua beralih dari makanan pokoknya. Hendrik memperkirakan kemungkinan 80-90% warga sudah beralih ke nasi. Bukti sudah tingginya konsumsi beras di Papua, lanjut Hendrik, masyarakat sempat melakukan aksi unjuk rasa ketika terjadi keterlambatan beras raskin. “Kalau persentasinya saya tidak tahu persis tapi kalau melihat seperti itu, 80-90%,” katanya. Ketua LPPM Usahid Jakarta, Prof. Dr. Ir. Hj. Giyatmi, juga selaku penanggap hasil penelitian, menyampaikan, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2012 hasil revisi dari UU Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan, ketahanan pangan terwujud dari kedaulatan dan kemandirian pangan. Giyatmi mengungkapkan, tingginya konsumsi beras di Indonesia seiring berasisasi puluhan tahun lalu mengakibatkan pemerintah harus menjaga komoditas ini. Jika tidak terpenuhi dari dalam negeri, maka dilakukan impor. “Beras sebagai makanan pokok bangsa Indonesia secara umum, beras itu komoditas ekonomi tetapi juga sekaligus komiditas politik karena begitu stabilitas terganggu sedikit saja, demo mungkin bisa sampai pada impeach, misalkan. Ini komoditas yang sangat dijaga,” ujarnya. Menurut Giyatmi, sesuai indeks ketahanan pangan yang dirilis The Economist Intelligence Unit (EIU) bahwa peringkat Indonesia…

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 19, 2025
  • 0 Comments
IKAMA Tolak Wacana Tol Suramadu Berbayar, Tegaskan Komitmen Perjuangan

INDOPOS–H. Muhammad Rawi, Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) menegaskan sikapnya menolak wacana pengembalian tarif tol Jembatan Suramadu. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers , pada Rabu (19/02/2025), menanggapi usulan anggota DPRD Jatim Nurul Huda. “Sejak awal pembangunan Jembatan Suramadu, Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) telah aktif mengawal dan mendorong agar infrastruktur ini memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Madura,” ujar H. Muhammad Rawi yang juga pernah Jadi Ketua Umum Nasional Karang Taruna (PNKT). Ia mengingatkan, bahwa sejak Suramadu dioperasikan, IKAMA terus memperjuangkan agar akses melintas di jembatan tersebut digratiskan. “Menjelang tahun 2019, DPP IKAMA dengan difasilitasi oleh Mbak Yenny Wahid bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan permintaan tersebut. Alhamdulillah, aspirasi dan perjuangan kami dikabulkan,” ungkapnya. Pendiri Forum Komunikasi Masyarakat Madura ini menyampaikan, terkait tingginya tingkat kriminalitas di sekitar Jembatan Suramadu, diperlukan sinergi antara berbagai pihak. “Kita harus bekerja sama. Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Kota Surabaya, TNI-Polri, tokoh masyarakat, ulama, serta seluruh elemen masyarakat harus bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar Suramadu,” tegas H. Muhammad Rawi. Menurutnya, Jembatan Suramadu bukan hanya sekadar penghubung fisik, tetapi juga simbol persatuan antara Surabaya dan Madura. “Suramadu adalah ikon yang harus dijaga. Ini bukan hanya infrastruktur, tetapi lambang kemajuan dan kebersamaan antara dua wilayah,” katanya. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Madura memiliki warisan keagamaan yang kuat dan telah melahirkan banyak ulama besar, seperti Syechona Muhammad Cholil. “Madura harus dijaga dengan mengedepankan akhlaqul karimah, sehingga nilai-nilai luhur tetap terpelihara,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya falsafah hidup masyarakat Madura. “Konsep Bepak – Bebuk – Guruh – Ratoh harus menjadi pegangan kita semua dalam menjaga eksistensi dan budaya Madura,” katanya. Tak hanya itu, H. Muhammad Rawi menegaskan bahwa Madura harus terus berkontribusi dalam menjaga arah perjalanan bangsa. “Madura memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, dan masyarakatnya harus aktif dalam berbagai sektor,” imbuhnya. Saat ini, banyak tokoh Madura yang telah berkiprah di berbagai bidang, baik di eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga TNI-Polri. “Keberadaan mereka adalah aset penting dalam membangun bangsa. Potensi ini harus kita manfaatkan untuk menunjukkan kiprah Madura dalam perjalanan bangsa dan negara,” pungkasnya (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 17, 2025
  • 0 Comments
Anak Yusuf Mansur Diduga Tipu Peserta Kelas Online, Netizen: Anak Bapak Kelakuan Sama, Bikin Susah Orang

INDOPOS-Anak pendakwah Yusuf Mansur, Wirda Mansur tengah menjadi perbincangan pengguna sosial media yakni Twitter alias X. Dalam cuitan yang dibagikan oleh sosok berwanama Nanad @basoikangrobak, ia membuat surat terbuka bagi Wirda Mansur. Rupanya tulisan tersebut berisi tagihan dari salah satu member yang ikut dalam komunitas berbayar atau kelas online yang Wirda Mansur buat. Diduga terdapat sebanyak 90.000 member dari kelas online yang dibuat Wirda Mansur yakni putri dari Yusuf Mansur dengan nilai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Dalam cuitannya, ia juga mengunggah tangkapan layar dari Instagram Wirda Mansur saat liburan ke luar negeri. “Surat terbuka untuk saudari Wirda Mansur atau Wirda Salamah Ulya, tolong dibayar hutangnya kak. Maaf saya viralkan karena kamu diingetin personal kaga digubris,” tulisnya. Tak hanya itu, cuitan tersebut juga memperlihatkan tangkapan layar dari group telegram yang berisi keluhan dari para korban. Rupanya diketahui komunitas berbayar yang dibuka oleh Wirda Mansur di Mab Union dengan judul ‘Join Member bonus Kuliah Wisata Hati’ justru mendadak hiatus.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 16, 2025
  • 0 Comments
Reses di Kelapa Gading Timur, Bunda Neneng Diberondong Pertanyaan Soal Puskesmas Hingga Rusun

INDOPOS-Warga RW 04, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara mengeluhkan persoalan yang dialami dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari peroalan Puskesmas yang hingga kini belum dimiliki warga Kelapa Gading Barat. Hingga yang terbaru adanya rencana pemprov DKI Jakarta yang akan melakukan pembatasan waktu bagi penghuni rusun yang berada di Jakarta. “Persoalan yang dialami warga Kelapa Gading Barat, tidak ada puskesmas. Warga masih berobat di Puskesmas Kelapa Gading Timur. Warga berharap agar ada puskesmas di Kelapa Gading Barat. Karena saat ini warga sangat jauh sangat ingin berobat,” ujar salah seorang warga, Usman, Minggu (16/2/2025) malam. Warga lainya, Habibah mempertanyakan prihal pembatasan waktu penghuni rusun. Diharapkannya, pemprov tidak menerapkan aturan itu. Sementara, Ketua RW 04, Rosuli mempertanyakan pengadaan gerobak sampah dan jalan alternatif bagi warga. “Kami saat melakukan pengangkutan sampah saat ini memakai gerobak kayu. Karena setiap mengajukan di musrembang, tidak pernah permintaan itu di ACC,” bebernya. Warga lainya, Rohana yang merupakan ketua LMK RW 04 meminta agar diadakan kaca cembung untuk pengguna jalan. Berbeda, Abit yang mewakili Karang Taruna mempertanyakan fasilitas kantor Karang Taruna di lingkungannya, voltase listrik rendah dan tidak memiliki air. Menyikapi sejumlah pertanyaan masyarakat, anggota DPRD DKI empat periode dari Fraksi Demokrat, Neneng Hasanah menjawab dengan lugas dan jelas. Politisi yang akrab disapa Bunda itu menjelaskan jika persoalan puskesmas di wilayah Kelapa Gading Barat dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti oleh pemprov. Sebab, kata dia saat ini pemprov sudah memiliki lahan yang akan dibangun fasilitas kesehatan, puskesmas. “Insha Allah peroalan Puskesmas, Camat Kelapa Gading Barat sudah menginformasikan akan segera di bangun. Untuk fasilitas gerobak sampah, silahkan bersurat. Mudah-mudahan segara ditindaklanjuti,” katanya. Terkait dengan pembatasan rusun, Ketua DPC Demokrat Pulau seribu itu menegaskan jika DPRD meminta agar dilakukan kajian terlebih dahulu.”Rapat Komisi D dengan pihak pemprov Minggu lalu, kita meminta agar dilakukan kajian terlebih dahulu. Sambil menunggu pelantikan gubernur DKI Jakarta yang baru,” tandasnya. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 15, 2025
  • 0 Comments
Masuk Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Semakin Diminati

INDOPOS-Setelah test mahasiswa Doktor Ilmu Hukum gelombang 1 dilaksanakan pada tanggal 8 Pebruari 2025 dengan 39 pendaftar dan yang mengikuti test 32 calon mahasiswa, pada hari ini 15 Pebruari 2025 dilaksanakan test dan wawancara gelombang 2 dengan diikuti 25 calon mahasiswa. Ini menandakan minat mahasiswa yang akan mengambil Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Borobudur semakin diminati oleh Masyarakat ujar Ibu Ani Anabahu bagian penerimaan mahasiswa baru pascasarjana. Dari peserta test gelombang 1 sudah 29 calon mahasiswa yang registrasi dan sudah mempunyai nomor induk mahasiswa (NIM) semoga yang ikut test gelombang 2 ini bisa lulus dan registrasi. Prof Faisal Santiago sebagai Ketua Program Doktor Ilmu Hukum membenarkan animo masyarakat yang ingin kuliah Doktor Ilmu Hukum di Universitas Borobudur sangat antusias tiap semesternya. Daya tampung semester ini 50 mahasiswa termasuk program beasiswa dari lPDP. Dimana program doktor ilmu hukum universitas borobudur mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk memberi kesempatan masyarakat studi lanjut S3 program beasiswa dari pemerintah. Para calon mahasiswa waktu di wawancara mengatakan karena terakreditasi unggul menjadi pilihannya apalagi dengan nilai 375 dari BAN-PT menjadi daya tarik tersendiri ujar Biem Benyamin seorang politikus dan penguasa putra dari aktor komidian alm Benyamin Sueb. Apalagi setelah melihat sarana dan prasarana perkuliahan yang sangat mumpuni dan berstandar internasional membuat perkuliahan menjadi nyaman, bahkan sebentar lagi dalam proses pengerjaan akan ada bioskop di ruang pascasarjana yang akan memutar film-film hukum, dokumentasi hukum dan materi hukum yang akan diberikan para pengajar kepada mahasiswa doktor ilmu hukum dalam bentuk AI (Artificial intelligence) dan ini akan menjadikan pertama di Indonesia kelas berbasis teknologi. Kampus yang terletak di Jalan Laksamana Malahayati (Kalimalang) No. 1 Jakarta Timur memang sangat favorit pilihan masyarakat di karenakan Prodi S1,S2,S3 Hukum nya terakreditasi unggul dan Universitas atau Institusi nya pun juga terakreditasi Unggul, ujar Prof Faisal Santiago. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 13, 2025
  • 0 Comments
Dampak Pembekuan USAID: Masa Depan Program Kemanusiaan & Pembangunan di Indonesia

INDOPOS-Depok, 12 Februari 2025 – Keputusan Pemerintah Amerika Serikat untuk membekukan bantuan United States Agency for International Development (USAID) bagi Indonesia pada tahun 2025 menimbulkan dampak signifikan terhadap berbagai sektor pembangunan, termasuk kesehatan, pendidikan, dan penanggulangan bencana. Dalam diskusi publik yang diadakan di Auditorium Mochtar Riyadi, FISIP Universitas Indonesia, sejumlah para Pakar dan Parktisi Kemanusiaan serta Pembangunan Masyarakat membahas implikasi kebijakan ini serta solusi alternatif untuk memastikan keberlanjutan program kemanusiaan di Indonesia. Pada kegiatan kali ini Human Initiative bekerjasama dengan AP-KI, HFI, dan Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP UI menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya antara lain; Rachmawati Husein selaku Konvener Aliansi Pembangunan Kemanusiaan Indonesia, Victor Rembeth selaku pendiri Humanitarian Forum Indonesia dan Asra Virginia selaku Akademisi Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia. Peran USAID dalam Pembangunan Indonesia USAID telah beroperasi di Indonesia selama beberapa dekade, memberikan dukungan bagi berbagai inisiatif penting seperti program imunisasi, pengendalian malaria, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat rentan. Dengan penghentian bantuan ini, sejumlah program berisiko terhenti, menimbulkan konsekuensi serius bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil. Ancaman bagi Sektor Kesehatan dan Pendidikan Program imunisasi dan pencegahan HIV/AIDS yang selama ini mendapatkan pendanaan dari USAID dikhawatirkan akan terganggu. Tanpa dukungan finansial tambahan, layanan kesehatan di daerah terpencil dapat mengalami kendala besar dalam menangani penyakit menular. Menurut laporan WHO (2023), pendanaan internasional memiliki peran penting dalam pengendalian penyakit di negara berkembang, dan tanpa bantuan donor seperti USAID, capaian dalam sektor kesehatan bisa mengalami kemunduran. Dampak serupa juga berpotensi terjadi dalam sektor pendidikan. Berbagai program pelatihan guru dan peningkatan akses pendidikan yang didanai USAID dapat terhenti, yang pada akhirnya akan memperlebar kesenjangan pendidikan di Indonesia, terutama di wilayah terpencil. Studi yang dilakukan oleh UNESCO (2022) menunjukkan bahwa investasi dalam pendidikan sangat berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan dalam jangka panjang. Dengan hilangnya dukungan ini, kualitas pendidikan di Indonesia berisiko mengalami stagnasi atau bahkan kemunduran. Dampak Diplomatik terhadap Hubungan Bilateral Selain berdampak pada sektor sosial dan ekonomi, kebijakan ini juga memiliki implikasi diplomatik. Penghentian bantuan USAID dapat menjadi indikasi adanya perubahan arah kebijakan luar negeri AS terhadap Indonesia. Sejarah hubungan bilateral menunjukkan bahwa bantuan luar negeri sering kali digunakan sebagai alat diplomasi. Perubahan kebijakan ini berpotensi memengaruhi kerja sama di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, dan keamanan regional. Solusi dan Alternatif Pendanaan Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mendiversifikasi sumber pendanaan melalui kerja sama dengan lembaga internasional seperti Bank Dunia dan Asian Development Bank. Selain itu, kemitraan dengan sektor swasta juga dapat menjadi alternatif, di mana perusahaan-perusahaan dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung inisiatif kemanusiaan dan pembangunan di Indonesia. Penguatan kapasitas lokal juga menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan ini. Dengan meningkatkan alokasi pendanaan dari APBN serta mengoptimalkan efisiensi program sosial, Indonesia dapat membangun sistem yang lebih mandiri dalam menjalankan program kemanusiaan. Di sisi lain, diplomasi internasional tetap perlu diperkuat dengan melobi pemerintah AS agar mempertimbangkan kembali kebijakan ini atau mengalihkan bantuan melalui jalur alternatif. Peran Organisasi Kemanusaiaan dalam Menjaga Keberlanjutan Program. Meskipun penghentian bantuan USAID merupakan tantangan besar, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat kemandirian dalam program kemanusiaan dan pembangunan. Dalam hal ini, organisasi kemanusiaan (NGO/NPO) memiliki peran penting untuk menjembatani kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan sinergi dan memaksimalkan dampak program. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan program yang telah memberikan manfaat bagi jutaan masyarakat. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 12, 2025
  • 0 Comments
Anggota DPD RI Happy Djarot Blusukan ke Puskesmas Johar Baru Tinjau Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Jakarta

INDOPOS-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Happy Djarot, meninjau langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), di Puskesmas Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2025). Pantauan di lapangan, Happy Djarot tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam kunjungannya kali ini, hadir juga Rismasari dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, dan Kepala Puskesmas Johar Baru Dokter Arief Wahyudhy. Happy beserta rombongan pun langsung bergegas memasuki ruang tunggu pasien. Di sana, sudah terdapat banyak orang yang sedang menunggu panggilan untuk menjalani pemeriksaan. Perempuan murah senyum itu pun lantas menyapa dan berbincang dengan para pengunjung puskesmas di sana. Saat memasuki ruangan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah disediakan oleh pihak puskesmas, Happy pun juga bercengkrama dengan salah seorang warga yang sedang menjalani pemeriksaan. Bahkan, ia pun melakukan insiasi untuk memberikan semangat bagi seorang perempuan paruh baya asal Jakarta Pusat yang datang berobat. Happy mengatakan, program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut merupakan program yang baik bagi masyarakat, mulai dari bayi sampai lansia. “Ini program yang baik dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, dan ini adalah kado ulang tahun dari negara ya kepada semua warga negara Indonesia,” ujar Happy. Video: Anggota DPD RI Happy Djarot saat bercengkrama bersama para pengunjung Puskesmas Johar Baru 12 Februari 2025.  Lebih lanjut Happy menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis oleh pemerintah juga dalam rangka edukasi, untuk mengubah paradigma masyarakat dari pengobatan ke pencegahan. “Bagaimana juga pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Jadi mulai dengan hidup sehat, preventif ya mencegah penyakit, mengubah pola hidup, dan jika perlu nanti baru melakukan pengobatan,” tuturnya. Happy juga mengapresiasi pelayanan dan fasilitas yang diberikan oleh Puskesmas Johar Baru kepada masyarakat. Menurutnya, sejauh ini pelayanana dan fasilitas sangat baik. Namun, ia berpesan agar pelayananan dan fasilitas ke depan harus terus dipertahankan, dan diperbagus lagi. “Apabila ada kendala dan perbaikan, kami akan bantu menyampaikan kepada pemerintah, baik pusat maupun pemerintah daerah DKI Jakarta,” ujarnya. Rismasari dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, menyampaikan, persiapan untuk program Cek Kesehatan Gratis di wilayahnya telah dilakukan secara matang. Mulai dari penyediaan peralatan medis yang diperlukan hingga pelatihan dan penambahan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, semua langkah telah diambil untuk memastikan kelancaran program. “Kami sangat bersemangat menyambut program ini. Ini adalah kesempatan luar biasa bagi masyarakat untuk mengecek kesehatan mereka tanpa biaya, yang tentunya sangat bermanfaat. Puskesmas di Jakarta Pusat berkomitmen untuk terus mendukung setiap langkah yang diambil pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Rismasari. (bwo)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Februari 12, 2025
  • 0 Comments
Kunjungi Graha Yakusa, Pangdiv 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo Siap Kolaborasi Dengan Masyarakat Soal Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah

INDOPOS-Malang : Panglima Divisi 2 Kostrad Mayor Jendral TNI Susilo beserta sejumlah staf berkunjung ke Graha Yakusa Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah tokoh masyarakat serta organisasi mahasiswa dan pemuda serta tenaga pendamping desa pada Selasa (11/02/2025). Dalam kunjungan itu Pangdiv 2 Kostrad didampingi oleh Asisten Teritorial Kasdiv 2, Kolonel Inf Indra Hirawanto dan Danbrigif 18/Trisula Kolonel Risa Wahyu Pudji Setyawan serta mantan Kadisnaker Kab Malang Yoyok Wardoyo. Founder Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Graha Yakusa, Muhlis Ali menyampaikan apresiasinya dengan kehadiran Mayjen TNI Susilo dan berkenan tukar pikiran bersama sejumlah tokoh masyarakat serta tokoh pemuda dan mahasiswa serta pendamping desa di Pagelaran Kabupaten Malang ini. “Kehadiran Beliau di Graha Yakusa ini sangat berarti, karena meski tidak berlangsung lama kurang lebih 1,5 jam saja, termasuk beliau tadi juga sempat Sholat Dhuhur Berjamaah, telah terjadi tukar fikiran, ide serta gagasan guna memperkuat sejumlah program nasional khususnya sektor ketahanan pangan dan pengolahan sampah di masyarakat,” kata Muhlis Ali kepada pers, Selasa (11/02/2025). Muhlis Ali berharap kedepan silaturahmi dan upaya diskusi dan implentasi dari hasil diskusi ketahanan pangan dan pengolahan sampah tersebut bisa segera direalisasikan dan bisa semakin diperluas cakupannya. “Perlu pertemuan lebih besar lagi, saat ini masih terbatas. Kedepan ide-ide gagasan beliau (Mayjen TNI Susilo) mesti dalam kontek ketahanan pangan terintegrasi dan pengolahan sampah mesti diperluas dan semakin banyak pihak di Kabupaten Malang bisa mengetahui dan terpenting bisa menerapkannya guna menyokong Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabumi Raka,” ungkapnya. Mayjen TNI Susilo menyampaikan rasa terima kasihnya dan penghargaan untuk tuan rumah Founder Graha Yakusa serta sejumlah pihak yang berkenan berdiskusi dan bersilaturahmi. “Silaturahmi itu adalah salah satu upaya mempererat persaudaraan serta menjaga tradisi lama bangsa kita yang perlahan tergerus jaman. Dengan silaturahmi apalagi diselingi diskusi dan tukar ide serta gagasan akan semakin memperkukuh persaudaraan termasuk membantu pemerintah dalam mensukseskan program-program utamanya sehingga cita-cita besar negara mensejahterakan masyarakat perlahan bertahap bisa terwujud,” kata Mayjen Susilo. Secara khusus Mayjen Susilo berjanji akan banyak melakukan silaturahmi dan kunjungan ke sejumlah tokoh masyarakat guna bersama-sama berkalaborasi dalam memajukan negeri. “Kami sangat konsen terhadap program pemerintah khususnya ketahanan pangan dan pengolahan sampah sehingga di dua sektor itu bisa berkalaborasi dan bersinergi dengan sejumlah stakeholder dan para pihak. Dari Ketahanan Pangan bisa menjadi Berdaulat Pangan dan berikutnya Bangsa ini bisa Swasembada pangan,” ungkapnya. Sektor Ketahanan pangan ini, lanjut Mayjen Susilo, diharapkan bisa semakin mendukung dan mensukseskan program besar Makan Bergizi Gratis untuk siswa-siswa khususnya di wilayah Malang Raya. Susilo mengapresiasi dan menanggapi sejumlah ide hasil diskusi di Graha Yakusa dengan sejumlah tokoh masyarakat, pemuda dan mahasiswa termasuk pendamping desa itu. “Terima kasih untuk sharing ide dan gagasan yang tadi tersampaikan termasuk tadi ada usulan bagimana tenaga pendamping desa bisa ikut pelatihan bela negara. Terima kasih juga untuk buku kajian historis dan hasil riset dari Sygma Research and Consulting tentang figur RM Margono Djojohadikusumo, ini sosok yang sangat menginspirasi sekali tentang pengabdian dan keikhlasan berbhakti untuk negara dan bangsa,” ungkapnya sambil memperlihatkan buku yang diserahkan salah satu peneliti Sygma Research and Consulting, Yuristiarso Hidayat itu. Lebih detail Susilo menyatakan figur ini yang merupakan Kakek Presiden Prabowo Subianto yang pernah menjadi Ketua pertama Dewan Pertimbangan Agung Sementara serta pendiri Bank Negara Indonesia 1946 itu perlu disosialisasikan terus ke segenap lapisan masyarakat dan bangsa agar jejak pengabdiannya bisa menginspirasi generasi muda. Selanjutnya pertemuan Pangdiv 2 Kostrad dengan para pihak itu diakhir dengan foto bersama sambil mengaungkan slogan Cakra-Cakra berkali-kali yang merupakan simbol Divisi 2 Kostrad. (***)