• INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 1, 2025
  • 0 Comments
Hasil Survei Oxford dan Reuters Institute, TVRI Jadi Salah Satu Media Terpercaya di Indonesia, Dirut Iman Brotoseno Ucapkan Alhamdulillah

INDOPOS-Di bawah komando Direktur Utama Iman Brotoseno, Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) semakin berkibar. Perjuangan tim redaksi, direksi dan manajemen tidak sia-sia. Sebab, TVRI jadi salah satu media paling dipercaya oleh publik di Republik Indonesia. Hal itu merupakan hasil Survei Oxford. Yakni laporan dari Reuters Institute for the Study of Journalism dan University of Oxford. Reuters Institute dan Oxford menempatkan TVRI sebagai salah satu media dengan brand paling terpercaya di Indonesia. Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno membenarkan hal tersebut. “Ya, laporan itu telah dirilis pada Februari 2025. Alhamdulillah, dari sisi akurasi berita, TVRI terpercaya. Menurut survei yang diumumkan Oxford, TVRI, salah satu media terpercaya oleh publik,” ungkap Iman, dalam keterangan tertulisnya, kepada wartawan, Jumat, 01 Agustus 2025 Adapun beberapa poin terkait survei itu sendiri adalah di antaranya: penilaian tingkat kepercayaan. Survei ini mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap berbagai media, dan TVRI mendapatkan pengakuan sebagai salah satu media yang dipercaya. Laporan Reuters dan Oxford Laporan ini adalah hasil riset dari dua lembaga yang kredibel di bidang jurnalisme dan studi media. Yaitu Reuters Institute for the Study of Journalism dan University of Oxford. TVRI Media Penyiaran Publik TVRI adalah Lembaga Penyiaran Publik (LPP) yang memiliki peran penting dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Kembali ke Iman, menurutnya, TVRI menyajikan berbagai program, termasuk berita, informasi, religi, hiburan, dan program anak-anak. “Program yang dinilai KPI setiap semester, TVRI selalu mendapat tempat terbaik untuk program anak, budaya, dan berita. Kita sudah bertransformasi ke arah yang benar,” tukas Iman Brotoseno. Sedang Menuju TV Kelas Dunia Papar Iman, dalam era saat ini dan ke depan yang disebut zaman digital, ada pergeseran cara menonton TV. “TV terrestrial bukan lagi media utama untuk jadi tontonan. Khususnya untuk generasi milenial. Generasi ini lebih memilih menyimak program atau tontonan via gadget,” cetusnya. Hal tersebut pun sudah menjadi perhatian Iman dan tim. Untuk itu, Iman dan jajarannya berupaya agar TVRI pun menyiapkan OTT (Over The Top). Ya, sebagai Direktur Utama LPP TVRI, Iman menghadapi beragam tantangan mulai dari konten atau program TVRI yang diharapkan dapat menyedot perhatian pemirsa. Hingga, infrastuktur TVRI secara digital. “Termasuk  menyiapkan TVRI sebagai TV world class. Tahun 2024, kita bangun OTT. Dalam tiga tahun terakhir memang telah terjadi penurunan penonton TV (terrestrial) sebanyak 8%. Sementara penonton berbasis digital (OTT) terus naik. Nanti, 15-20 tahun lagi, penonton tidak nonton TV terrestrial lagi,” Iman Brotoseno mengakhiri pernyataannya. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 1, 2025
  • 0 Comments
Tokoh Betawi Kecam Peredaran Miras di Zona Pemukiman dan Pendidikan, Siap Gelar Aksi Massa Tuntut Sanksi Tegas Kepala Dinas UMKM

INDOPOS-Maraknya peredaran minuman keras (miras) di zona pemukiman dan zona Pendidikan yang terjadi di DKI Jakarta, menuai kecaman dari sejumlah tokoh masyarakat Betawi. Mereka menyoroti kebijakan dari Kepala Dinas PPKUKM (Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah) Elisabeth Ratu, yang terkesan memberikan izin peredaran miras di zona pemukiman dan pendidikan. Bachtiar Pitung, tokoh masyarakat Betawi, mendesak agar pejabat-pejabat yang melanggar diberi sanksi, karena memberi izin, pada peredaran miras di zona perumahan dan zona pendisikan. “Peredaran minuman keras di zona pemukiman dan zona Pendidikan tidak boleh dibiarkan. Kami mengecam keras yang terjadi di DKI Jakarta terutama area Senopati dan sekitarnya, dan terakhir yang viral adalah di daerah Jagakarsa Jakarta Selatan yang mendapat penolakan dari warga dan alim ulama, kami ingin mendesak kepada pemerintah DKI Jakarta dalam hal ini Dinas UMKM DKI Jakarta untuk tidak secara ugal-ugalan mengeluarkan izin peredaran Miras. Gubernur Pramono harus memberikan sanksi tegas terkait persoalan ini,” ujar Bachtiar Pitung, Jumat (1/8/2025). Ust. H. Eka Jaya, Ketua Umum ormas Pengacara dan Jawara Bela Umat (PEJABAT), mengecam keras pemberian izin peredaran miras di zona pendidikan dan pemukiman. Ia pun mendesak agar dinas terkait segera mencabut perizinan tersebut. Ditegaskan Ust. H Eka Jaya, pihaknya akan menggelar aksi massa, untuk memprotes kebijakan tersebut jika tidak segera dicabut. “Jika kebijakan ini ada kong kalingkong antara pengusaha dengan oknum dinas terkait, maka harua segera diperiksa dan dikenai sanksi tegas,” tutur Ust. H Eka Jaya. (***)

Menteri LH Resmikan Waste Crisis Center: Langkah Nyata KLH/BPLH Atasi Darurat Sampah Nasional

INDOPOS-Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meresmikan Waste Crisis Center (WCC) di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Jakarta, pada Kamis, 31 Juli 2025. WCC didirikan sebagai pusat layanan untuk mendukung perbaikan pengelolaan sampah di berbagai daerah dan menerima laporan dari masyarakat, termasuk laporan terkait Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) ilegal. Hanif menyatakan bahwa setiap daerah memiliki persoalan sampah yang unik dan memerlukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing. “Berbagai macam tipikal itu yang kemudian harus kita bahas region per region, ini yang kemudian diperlukan Waste Crisis Center. Tempat di mana kita bertanya, tempat di mana kita mendapatkan jawabannya,” ungkapnya. WCC melibatkan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan BPLH serta 16 pakar pengelolaan sampah yang bertugas memberikan konsultasi dan solusi berbasis ilmu. Hanif mengajak masyarakat untuk aktif berperan serta dalam pelaporan pengelolaan sampah yang tidak semestinya, seperti keberadaan TPA ilegal. “Masyarakat juga dapat menjadi mata, hidung, dan telinganya terkait dengan pengelolaan sampah ini kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Ini menjadi penting sehingga harapan saya tentu Waste Crisis Center ini harus mampu berfungsi dengan sebenar-benarnya,” ia mengungkapkan. Pemerintah daerah juga didorong untuk menjadikan WCC sebagai tempat konsultasi dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah di masing-masing wilayah. Hingga saat ini, tercatat ada 343 TPA yang sedang dikenai sanksi paksaan oleh KLH/BPLH karena masih menerapkan praktik open dumping. WCC diharapkan menjadi pusat kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik. “Titik puncaknya dari penanganan sampah yang belum berbasis lingkungan, mestinya kita sepakati berakhir tahun ini. Sehingga pada tahun kemudian akan menjadi turun, menjadi pengelolaan sampah yang memang benar-benar ramah lingkungan, berbasis circular economy,” kata Hanif.

Lindungi Anak, Lindungi Masa Depan: Ajakan Human Initiative Japan untuk Berkolaborasi dalam Pemenuhan Hak Anak

INDOPOS-Anak-anak adalah makhluk paling jujur di dunia. Mereka tidak bisa memilih di mana mereka dilahirkan. Tapi mereka semua punya hak yang sama: untuk merasa aman, dihargai, dan dicintai. Melalui Human Initiative Japan, pesan ini disampaikan dengan tegas: bahwa masa depan dunia tergantung pada cara kita memperlakukan anak-anak hari ini. Anak-anak yang hidup di pelosok, wilayah rawan, dan zona krisis butuh perlindungan yang nyata, bukan sekadar harapan kosong. “Anak adalah cermin hati nurani kita. Mereka harus dijaga dengan nilai, bukan hanya dijaga dengan janji,” ujar Widi Mochamad Sugri, Country Manager Human Initiative Japan. Program-program kemanusiaan yang dijalankan tidak hanya bicara soal kebutuhan dasar, tetapi tentang membangun sistem pendukung yang membuat anak bisa tumbuh dengan bermartabat. Dari makanan bergizi, pendidikan dasar, sampai kesehatan mental—semua ini adalah bagian dari perlindungan yang utuh. Kontribusi sahabat-sahabat dari Jepang menjadi pengingat bahwa perlindungan anak adalah isu lintas batas, lintas budaya, dan lintas agama. Ini adalah isu kemanusiaan. Di balik tubuh-tubuh kecil mereka, tersimpan potensi besar. Maka mendampingi anak berarti mendampingi peradaban. Jangan biarkan mereka menua dalam luka yang tak sempat kita sembuhkan sejak dini. 🔗 Yuk, terus dukung aksi #LindungiAnak lewat https://human-initiative.jp/ Shape

Hambalang Solo Makin Panas, Giliran Anak Buah AHY Serang Jokowi

INDOPOS-Politikus Partai Demokrat Yan Harahap meminta Presiden ketujuh RI Joko Widodo tak banyak berspekulasi soal siapa dalang di balik isu ijazah Apalagi, menyebut sosok ‘orang besar’ yang justru menimbulkan polemik di masyarakat Partai Demorat sendiri belakang dituding sebagai dalang di balik penyebaran isu ijazah Apalagi, seorang relawan Jokowi memberikan clue bahwa partai yang memainkan isu tersebut bercirikan warna biru Menurut Yan, Jokowi terlihat mulai  berinsinuasi dengan mencurigai ada agenda besar di balik polemik ijazah palsu. “Menjawab pertanyaan publik dengan insinuasi justru menguatkan kesan bahwa ada yang belum beres. Kalau memang semuanya sah, kenapa tidak dibuka secara terang?” kata Yan di Jakarta, Selasa (29/7/2025) “Menolak menunjukkan ijazah asli, tapi malah menyebut ada ‘orang besar’ di balik polemik. Mungkin ini yang disebut strategi ‘lempar batu, sembunyi ijazah’,” sambungnya. Ia pun mempertanyakan apakah kondisi yang terlihat mulai berinsinuasi itu disebabkan oleh penyakit yang diderita Jokowi semakin parah. Namun, Sekretaris II Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat itu berharap hal kondisi itu tidak berhubungan dengan sakit yang diderita Jokowi. “Pak Jokowi ini terlihat mulai berinsinuasi. Ada apa? Apakah penyakitnya makin parah, hingga bermetastasis menjadi berinsinuasi? Semoga tidak,” katanya. Lebih lanjut, Yan merespons cuitan pengguna X lain yang menyebut pernyataan Jokowi yang mencurigai ada agenda besar di balik polemik ijazah palsu telah menuduh Partai Demokrat dan Presiden keenam RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai penggerak. Yan menyarakan, perilaku insinuasi dalam komunikasi politik menunjukkan kelemahan argumen substantif. Ia menegaskan, SBY dan Partai Demokrat memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga demokrasi dan etika politik. Baca juga: Polemik Ijazah Palsu Jokowi Menyentuh Partai Demokrat, Kaesang Ingin Temui AHY Ia juga menyentil sosok yang sedang kehilangan pijakan narasi saat ini. “Publik yang cerdas tahu siapa yang sedang panik dan kehilangan pijakan narasi,” tuturnya. Yan pun menyampaikan langkah yang akan ditempuhnya jika ada pihak yang mempertanyakan ijazah dirinya. Yan menyampaikan, cara untuk mengakhiri polemik ijazah palsu ialah dengan menunjukkan ijazah asli ke publik.

Tingkatkan Kreativitas, PKK RW 02 Buat Pot Bunga dari Sampah Botol Air Mineral

INDOPOS-Dalam rangka peningkatan kreativitas ibu-ibu PKK di wilayah RW 02, Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara. Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat, Neneng Hasanah mengkoordinir ibu-ibu di wilayahnya RW 02, untuk kreatif membuat kerajinan tangan pot bunga dengan bahan bekas botol air mineral. Dikatakan Srikandi Demokrat itu, kegiatan kerajinan tangan tersebut dijadwalkan setiap pekannya diluar kegiatan Dawis, Posyandu dan Jumantik. “Setiap pekan kita jadwalkan dengan rutin setiap pekan dari RT 01- RT 09. Kegiatan ini diluar kegiatan Dawis, Posyandu dan Jumantik,” ujar anggota DPRD DKI Jakarta yang akrab disapa Bunda, Minggu (27/7/2025). Dia mengatakan, hasil dari kerajinan tangan tersebut nantinya akan dipajang di setiap RT untuk kegiatan penghijauan di wilayah RW 02. “Tujuannya untuk mempercantik lingkungan dengan kembang atau bunga. Dengan begitu, warga RW 02 secara otomatis ikut serta dalam menjaga penghijauan di wilayah Sukapura,” katanya. Diharapkan anggota DPRD yang terpilih dari dapil 2 Jakarta Utara itu, warga RT 01- RT 08 di wilayah RW 02 ikut berperan aktif menjaga kelangsungan hidup tanaman yang ada. “Minimal masyarakat ikut menyiram tanaman yang kita sudah tanam di pot-pot yang berada di lingkungan RW 02 agar tetap hidup dan berkembang,” papar anggota DPRD 4 periode itu.

Loyalis Jokowi Silfester Tuding Parpol Biru Dalang Kasus Ijazah Palsu

INDOPOS-Loyalis Jokowi, Silfester Matutina, menuding dalang di balik isu ijazah palsu adalah partai berbaju biru, yang saat ini sama-sama masuk di dalam kabinet Prabowo-Gibran. Hal itu terbukti dengan statemen dari sejumlah petinggi partai tersebut, yang tidak setuju Jokowi melaporkan Roy Suryo CS, atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. “Kita sudah tau bahwa dalang isu ijazah palsu adalah partai biru, dan sekarang ada di dalam kabinet pak Prabowo. Lihat saja statemen dari petinggi partai itu, yang menyudutkan Jokowi. Mereka bilang, Jokowi jangan melaporkan rakyatnya. Padahal, Jokowi sudah difitnah dan dicemarkan nama baiknya, ” ujar Silfester, dalam video youtube berikut: Dari penelusuran media, partai dengan dominan warna biru di kabinat ada dua. Pertama Partai Demokrat, dan kedua Partai PAN. Namun belum diketahui, partai mana yang dimaksud oleh Silfester. Kendati begitu, jika dibilang adanya petinggi partai yang mengkritik langkah Jokowi soal ijazah, maka tudingan itu mengarah ke Partai Demokrat. Berikut pernyataan petinggi partai itu: ANDI ARIEF DEMOKRAT KRITIK JOKOWI SOAL LAPORKAN TUDINGAN IJAZAH PALSU Sementara itu, Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, menanggapi pernyataan Silfester Matutina soal adanya tokoh besar di balik kasus ijazahnya. Saat ditanya siapa, Jokowi menjawab bahwa hal itu sudah diketahui. Menurut Jokowi, pernyataan Silfester Matutina bahwa ada tokoh besar yang menyokong Roy Suryo cs mendukung ucapannya—yang menyebut adanya agenda besar politik di balik kasus ijazah dan pemakzulan. Jokowi pun mengatakan, tokoh politik yang dimaksud sudah diketahui banyak pihak.

PT Smelting gandeng Human Initiative stimulasi Pengembangan PeternakanTerintegrasi modern
di Wilayah Turen – Malang

INDOPOS–TUREN-MALANG, 25 Juli 2025 – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan daging nasional terhadap impor, PT Smelting memberikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan melalui program Pengembangan Peternakan Terintegrasi untuk Sapi Unggul Nusantara (Sinar Bangsa). Dalam usaha pemberdayaan ini, PT Smelting berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menunjuk Koperasi Artha Harmoni Bangsa (KAHB) dengan pendampingan program oleh Human Initiative (HI). Program Sinar Bangsa merupakan bagian dari inisiatif konservasi dan yang diinisiasi oleh PT Smelting dengan fokus pada pelestarian satwa endemik Banteng Jawa melalui mekanisme inseminasi buatan pada Sapi Bali yang telah menghasilkan sapi bali (F1) yang mempunyai keunggulan banteng sehingga bobot karkasnya baik, adaptif dan memiliki potensi produktivitas tinggi. Hari ini (25/7), PT Smelting secara resmi menyerahkan bantuan hewan ternak sapi lokal beserta peralatan pendukung peternakan yang terdiri dari mesin chooper dan mixer pakan ternak, motor roda tiga, renovasi kandang ternak kepada Kelompok Peternak Turen Sejahtera dalam acara Serah TerimaProgram Sinar Bangsa yang dilangsungkan di kelurahanTuren –Malang. “Sebagai langkah awal sambil menunggu hasil sapi bali banteng ini bisa dimanfaatkan publik, kami menyiapkan manpower-nya dulu. Jadi, kami telah memberikan training tentang peternakan modern yang bersih dan bermanfaat tinggi dengan pengolahan limbah sapi dan produksi pakan dan suplemen mandiri. Untuk itulah hari ini kita juga menyerahkan sapi beserta peralatan pendukungnya,” jelas Bouman T. Situmorang, Assistant Department Manager of Governmental/External Affairs Department PT Smeting. Deny Ferdyansyah selaku kepala cabang Human Initiative Jawa Timur menyampaikan “Human Initiative sangat mengapresiasi kerjasama multipihak atas inisiatif program pemberdayaan ternak yang dilaksanakan di Turen Malang, harapan kami sebagai pendamping program ini agar Kelompok Peternak Turen Sejahtera dapat berkembang dan memberikan dampak luas bagi pengembangan peternakan di wilayah Turen” Pengembangan Peternakan Terintegrasi di wilayah Turen yang dilakukan sejak tahun 2022, bertujuan menyiapkan dan memaksimalkan potensidan sumberdaya peternakan yang siap untuk membudidayakan sapi unggul dengan menyasar peternak deradikalisasi binaan BNPT dan peternak lokal di wilayah Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Program Sinar Bangsa menekankan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak lokal dalam mengelola peternakan secara modern. Implementasi Program Sinar Bangsa di wilayah Turen sejauh ini telah memberikan dampak positif bagi para penerimamanfaat. Peternak turen yang terdiri dari mitra deradikalisasi dan peternak lokal yang tergabung dalam Kelompok Peternak Turen Sejahtera telah memiliki kemampuan memproduksi pakan ternak secara mandiri, mengelola limbah hasil peternakan, memonitoring kesehatan hewan ternak dan hasil inseminasi buatan, serta manajemen kandang ternak. Diharapkan para penerima manfaat ini mendapatkan nilai ekonomi berupa penambahan aset peternakan dan pendapatan tambahan dari hasil inseminasi buatan yang telah dilakukan pada sapi lokal. Terlebih lagi jika peternak telah memproduksi pakan ternak dan hasil pengolahan limbah ternak untuk dijual ke masyarakat, maka proyeksi potensi nilai ekonomi yang dihasilkan dari program ini bisa mencapai 300 juta dalam setahun kedepan. “Ini adalah stimulus awal, bersama para peternak dibawah binaan kami harapkan ini dapat menjadi babak baru perternakan di wilayah Turen dan sekitarnya. Kiranya niat dan semangat ini bisa menular kepada peternak lainnya dan memajukan kelompok peternak sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya,” tambah Bouman. Testimoni Sutrisno Abdi, peternak mitra deradikalisasi dibawah binaanBNPT, salah satu penerima manfaat adalah profil sukses dariProgram Sinar Bangsa. Sutrisno telah sukses mengembangkan peternakan terintegrasi dengan pertanian terpadu di wilayah Jabung – Kabupaten Malang. Selain itu, Sutrisno aktif dalam kampanye ketahanan pangan dengan mendirikan Komunitas Rumah Kemandirian Ketahanan Pangan, mengedukasi generasi muda dan anak usia dini untuk kembali mengenal dunia pertanian, memberikan pelatihan-pelatihan pengolahan hasil pertanian kepada masyarakat. Pada akhirnya, seluruh pihak yang terlibat dalam program Sinar Bangsa menjadi bagian dari kolaborasi bersama dengan tujuan besar yakni berkontribusi untuk menguatkan upaya ketahanan pangan nasional. (***)

KLH/BPLH Segel Empat Perusahaan Perkebunan dan Tutup Satu Pabrik Sawit Terkait Karhutla di Riau

INDOPOS-Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas di Provinsi Riau dengan menyegel empat perusahaan serta satu pabrik kelapa sawit. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Rizal Irawan mengatakan berdasarkan hasil pengawasan dari Januari hingga Juli 2025, pihaknya mendeteksi sejumlah titik panas (hotspot) di area konsesi enam perusahaan. Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan penyegelan lokasi dan penghentian operasional perusahaan. “Setiap pemegang izin wajib memastikan lahannya tidak terbakar. Tidak ada alasan pembiaran, karena mitigasi adalah kewajiban yang melekat pada setiap konsesi. Kami pastikan, siapa pun yang terbukti lalai atau sengaja membakar lahan akan berhadapan dengan proses hukum yang tegas dan transparan,” kata Rizal. Baca juga: Hujan buatan padamkan seluruh titik panas di Riau Empat perusahaan yang disegel merupakan pemegang izin konsesi kebun sawit dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), yaitu: PT Adei Crumb Rubber – ditemukan 5 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang PT Multi Gambut Industri – ditemukan 5 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang PT Tunggal Mitra Plantation – ditemukan 2 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang PT Sumatera Riang Lestari – ditemukan 13 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang Selain itu, katanya, PT Jatim Jaya Perkasa, yang mengoperasikan pabrik kelapa sawit, terpantau memiliki 1 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Verifikasi lapangan menunjukkan bahwa cerobong pabrik ini mengeluarkan emisi yang menyebabkan pencemaran udara di sekitar wilayah Kabupaten Rokan Hilir. Baca juga: Polisi tetapkan 46 tersangka kasus karhutla di Riau “Seluruh operasional pabrik tersebut telah dihentikan sebagai tindakan pengamanan lingkungan,” katanya. Dia menjelaskan, dari enam perusahaan yang diawasi, empat lokasi konsesi kebun sawit dan PBPH dikenakan sanksi administratif serta disegel, dan satu pabrik sawit dikenakan sanksi administratif serta penghentian kegiatan Adapun proses pengawasan masih berlangsung dan tim Gakkum KLH sedang mengumpulkan bukti tambahan untuk langkah penegakan hukum berikutnya. “Tim Deputi Gakkum KLH/BPLH menegaskan akan menggunakan seluruh instrumen penegakan hukum yang tersedia—pidana, perdata, dan administrasi—untuk memastikan para pemegang izin bertanggung jawab atas pencegahan karhutla di wilayah operasional masing-masing,” katanya. Baca juga: BNPB: 43 hektare lahan terbakar di Sumsel padam dalam sepekan Dalam keterangan yang sama, Direktur Pengaduan dan Pengawasan KLH Ardyanto Nugroho mengingatkan seluruh pelaku usaha untuk memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan karhutla menjelang puncak musim kemarau. Dia mencontohkan, upaya mitigasi seperti pembangunan sekat kanal, penyediaan embung air, serta patroli terpadu harus terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara konsisten. “Kami tidak akan mentolerir kebakaran lahan oleh korporasi. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas agar korporasi tidak abai terhadap tanggung jawabnya dalam mencegah kebakaran lahan,” kata Ardyanto.

Kunjungan Eksklusif ke Kantor Pusat Bingxue di China: Pengalaman Langka untuk Mitra Terpilih

INDOPOS-Menjadi bagian dari keluarga besar Bingxue bukan sekadar menjalankan bisnis minuman kekinian. Bingxue membuka peluang yang lebih luas bagi para mitranya untuk tumbuh bersama melalui berbagai program eksklusif—salah satunya, kunjungan langsung ke kantor pusat di China. Melalui program Headquarter Visit, beberapa mitra dari Indonesia berkesempatan mengunjungi pusat inovasi Bingxue, melihat langsung proses operasional, hingga terlibat dalam sesi pengembangan produk baru. Sebuah pengalaman berharga yang memberikan pemahaman lebih dalam mengenai visi dan kualitas brand yang kini telah memiliki lebih dari 3.000 outlet secara global. Lebih Dekat dengan Inovasi dan Profesionalisme Dalam kunjungan ini, para mitra diajak bertemu langsung dengan tim R&D dan manajemen Bingxue China. Mereka menyaksikan proses kreatif dalam merancang menu, strategi operasional harian, serta semangat kolaborasi yang menjadi fondasi pertumbuhan Bingxue di berbagai negara. Mencicipi Masa Depan Salah satu momen paling berkesan adalah sesi uji rasa produk-produk terbaru yang belum dirilis secara publik. Mitra diberikan ruang untuk menyampaikan masukan secara langsung—sebuah bukti keterlibatan aktif dalam pengembangan menu yang sesuai dengan selera pasar Indonesia. Transparansi Proses Produksi Kunjungan ke pabrik dan gudang penyimpanan bahan baku di China memberikan gambaran konkret mengenai standar kualitas yang diterapkan Bingxue. Mulai dari pemilihan bahan baku premium hingga proses pengemasan dengan sertifikasi keamanan pangan internasional. Membangun Hubungan, Menguatkan Kepercayaan Bagi Bingxue, hubungan dengan mitra adalah inti dari ekosistem bisnis. Lewat program ini, mitra tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tapi juga semakin yakin akan komitmen dan keseriusan brand dalam membangun sistem franchise yang sehat dan berkelanjutan. Untuk Siapa Program Ini Diperuntukkan? Mitra aktif yang telah atau sedang membuka outlet Bingxue Mitra dengan performa penjualan tinggi dan komitmen terhadap pertumbuhan bisnis Calon mitra yang ingin mengenal lebih dalam ekosistem Bingxue secara langsung Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mitra untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam memperkuat jaringan Bingxue di Indonesia. Bergabunglah Sekarang dan Bersiap untuk Pengalaman Bisnis yang Berbeda Dengan sistem kemitraan terstruktur, dukungan pemasaran, hingga bahan baku berkualitas, Bingxue hadir sebagai mitra strategis Anda di industri F&B. Siapkan diri untuk jadi bagian dari batch kunjungan berikutnya ke China. 📱 WhatsApp: 0858-2015-9999 🌐 Website: bingxueindonesia.co.id 📸 Instagram: @bingxue.indonesia 🎥 TikTok: @bingxue.indonesia