• INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 27, 2025
  • 0 Comments
Human Initiative Kirim 216 Tenda dari Mesir sebagai Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Palestina

INDOPOS-Setelah gencatan senjata disepakati di Palestina, situasi perlahan terkendali meski ketegangan masih sesekali muncul. Dalam masa pemulihan ini, ribuan keluarga kehilangan rumah dan membutuhkan tempat tinggal yang layak. Menjelang musim dingin, Human Initiative kembali menggerakkan bantuan agar masyarakat dapat bertahan dalam kondisi yang lebih aman. Pada Sabtu (25/10), tim Human Initiative yang melaporkan dari Kairo, Mesir, menyampaikan bahwa mereka sedang memproses pengiriman bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina. Tim memuat 216 tenda keluarga ke dalam truk kargo seberat 40 ton yang akan berangkat menuju Palestina pada Sabtu (25/10). Truk bantuan kemanusiaan melintasi jalur darat melalui perbatasan Rafah dan pintu Karem Abu Salem, salah satu akses utama untuk distribusi logistik. Tenda-tenda ini menjadi bagian penting dari upaya mendukung keluarga Palestina yang kehilangan rumah dan bersiap menghadapi musim dingin. “Kami ingin tenda-tenda ini segera digunakan oleh keluarga di Palestina agar mereka bisa menghadapi musim dingin dengan lebih nyaman. Meskipun situasi di lapangan masih berubah-ubah, kami terus memastikan bantuan ini tiba tepat waktu,” ujar Bapak Muhammad Kaimuddin, Manager Humanitarian Diplomacy Human Initiative, dari Kairo. Setiap tenda dapat menampung lima hingga delapan anggota keluarga. Lebih dari seribu warga Palestina akan memperoleh tempat berlindung yang lebih layak. Menjelang November, suhu di wilayah tersebut mulai menurun, sementara banyak keluarga masih bertahan di penampungan darurat. Human Initiative terus berupaya menjangkau masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan di Palestina dengan langkah-langkah yang terencana dan penuh tanggung jawab. Menjelang musim dingin, mari bersama memperkuat solidaritas dan menumbuhkan harapan bagi saudara-saudara di Palestina. Dukung langkah kemanusiaan ini melalui Solusipeduli.org dan jadilah bagian dari kolaborasi kebaikan bersama Human Initiative. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 26, 2025
  • 0 Comments
Jakarta Economic Forum 2025 Resmi Ditutup: Semangat #JagaJakarta Jadi Gerakan Nyata untuk Ketahanan Ekonomi Ibu Kota

INDOPOS-Jakarta — Penyelenggaraan Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 resmi ditutup sore ini di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Acara puncak yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Oktober 2025, menjadi simbol kuat kolaborasi seluruh unsur pentahelix seperti pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat dalam mewujudkan semangat #JagaJakarta demi menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi ibu kota. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Yosamartha, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan JEF 2025.     “Selama dua hari ini, kawasan Gelora Bung Karno menjadi saksi semangat luar biasa seluruh elemen masyarakat Jakarta. Kolaborasi yang terjalin menunjukkan bahwa semangat #JagaJakarta bukan hanya slogan, tetapi aksi nyata dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah,” ujarnya. Yosamartha juga mengatakan, semangat yang tercermin dalam JEF 2025 menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan ekonomi Jakarta yang tangguh, inklusif, dan kreatif. “JEF 2025 bukanlah akhir dari kolaborasi, melainkan awal dari perjalanan panjang menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing,” tutur Yosamartha menutup acara. Untuk diketahui, sejak awal tahun, rangkaian kegiatan JEF 2025 telah digelar dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan. Di antaranya diskusi panel dan peluncuran buku “Transformasi Ekonomi Jakarta untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan”, Lomba Karya Tulis dengan lebih dari 400 peserta, Sertifikasi Data Analytic bagi mahasiswa penerima beasiswa BI (GenBI), Workshop Entrepreneurship untuk pelaku usaha penyandang disabilitas, serta JEF Dialogue & Policy Discussion yang menghadirkan berbagai pakar ekonomi dan pembuat kebijakan. Tak hanya sukses dalam penyelenggaraan, JEF 2025 juga mencatat sejumlah capaian membanggakan. Lebih dari 10.000 pengunjung hadir selama kegiatan berlangsung, dengan 5.500 di antaranya aktif memanfaatkan layanan edukasi dan informasi di berbagai booth instansi seperti Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia, OJK, Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, perbankan, dan komunitas lokal. Aktivitas ekonomi selama forum bahkan menembus lebih dari Rp 1 miliar, yang berasal dari transaksi UMKM, kegiatan business matching, serta aktivitas daring di platform e-commerce. Prestasi lain turut diraih oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, yang menerima Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori “Penanganan Pengaduan Konsumen Sistem Pembayaran Terbanyak” yakni 4.211 pengaduan dalam tiga tahun terakhir. Menanggapi penghargaan itu, Ketua Umum MURI, Prof. Dr. (HC) KP Jaya Suprana, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya capaian Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta tersebut dapat menjadi semangat dalam memberikan pelayanan kepada Jakarta. “Dengan prestasi ini, kami berharap semangat memberikan pelayanan terbaik untuk Jakarta dan kejayaan Indonesia terus dijaga dan ditingkatkan,” kata Jaya Suprana. Melalui semangat #JagaJakarta, seluruh pihak diharapkan terus bergandeng tangan untuk menjaga kota, menjaga ekonomi, dan menjaga persatuan karena hanya dengan kebersamaan, Jakarta dapat tumbuh sebagai kota yang tidak hanya maju, tetapi juga berbudaya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 25, 2025
  • 0 Comments
Jakarta Economic Forum 2025: Sinergi Pentahelix Perkuat Transformasi Jakarta Menuju Kota Global Berdaya Saing

INDOPOS-JAKARTA – Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global yang berdaya saing melalui penyelenggaraan Jakarta Economic Forum (JEF) 2025. Forum kolaboratif ini diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, OJK JABODEBEK, BMPD DKI Jakarta, serta seluruh unsur pentahelix—pemerintah, regulator, dunia usaha, akademisi, dan komunitas. Mengusung semangat #JagaJakarta, JEF 2025 menjadi wadah sinergi untuk memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan inovatif. Memasuki tahun ketiganya, JEF bertransformasi dari forum akademis menjadi gerakan kolaboratif lintas sektor, dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dan penggerak ekonomi rakyat Jakarta. Puncak acara JEF 2025 dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Gubernur DKI Jakarta, Kepala OJK JABODEBEK, perwakilan Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, Korps Marinir, serta unsur FORKOMPIMDA dan pentahelix Jakarta. Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa sejak awal tahun, rangkaian kegiatan JEF telah berlangsung secara intensif, mencakup diskusi panel, peluncuran buku “Transformasi Ekonomi Jakarta untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan”, lomba karya tulis dengan lebih dari 400 peserta, sertifikasi Data Analytic untuk GENBI, serta workshop entrepreneurship bagi pelaku usaha disabilitas. Selain itu kata Iwan, JEF Dialogue dan JEF Policy Discussion pada September–Oktober 2025 turut memperkuat peran forum ini dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis. “Puncak acara JEF 2025 digelar dalam format festival ekonomi kolaboratif yang menghadirkan lebih dari 80 booth dari pelaku UMKM binaan Pemda DKI, Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, OJK, perbankan, dan komunitas kreatif,” ujar Iwan Setiawan. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi simbol nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan ekonomi Jakarta yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Iwan menegaskan bahwa Jakarta tidak hanya menjadi pusat ekonomi dan keuangan nasional, tetapi juga jantung ekonomi berbasis jasa, kreatif, inovatif, dan digital. “Lebih dari 56% ekonomi Jakarta tumbuh dari sektor ini, dan di sanalah masa depan Jakarta berada. Jakarta Economic Forum merupakan wujud nyata komitmen kita semua untuk menggerakkan ekonomi melalui kolaborasi, kreativitas, dan partisipasi,” ungkapnya. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan bahwa JEF bukan sekadar ruang diskusi, tetapi juga wadah strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan langkah kolaboratif dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan ekonomi. “Dengan semangat #JagaJakarta, kita menjaga kota ini bukan hanya dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga dari semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian sosial warganya,” ujar Pramono. Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta yang positif, inflasi yang terkendali, serta peningkatan investasi menjadi bukti kekuatan kolaborasi tersebut. Gubernur Pramono mengatakan, digitalisasi juga menjadi pilar penting transformasi ekonomi Jakarta, termasuk melalui implementasi QRIS dan digitalisasi pasar, guna meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, tema “simfoni” pada JEF 2025 menggambarkan harmoni antara kebijakan, inovasi, dan partisipasi publik yang akan mengantarkan Jakarta menjadi kota global yang kompetitif, kreatif, dan inspiratif. Sedangkan Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky Perdana Gozali melalui tayangan rekaman di acara pembukaan itu, menegaskan pentingnya pengembangan sumber ekonomi baru di Jakarta. “Potensi besar sumber ekonomi baru perlu dioptimalkan melalui program pendampingan dan pelatihan UMKM. Banyak UMKM binaan yang telah sukses go digital dan go ekspor, memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah,” jelas Ricky. Ia juga menyoroti pentingnya urban tourism dan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), termasuk pengembangan kawasan Kota Tua dan Kepulauan Seribu, sebagai potensi besar yang perlu terus dikembangkan. Melalui penyelenggaraan Jakarta Economic Forum 2025, Bank Indonesia bersama seluruh mitra strategis menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing dan berbudaya. Diharapkan dengan kolaborasi pentahelix, JEF diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang stabil, kreatif, dan inklusif, sekaligus menjadikan semangat #JagaJakarta sebagai sumber optimisme baru bagi Indonesia.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 24, 2025
  • 0 Comments
Presiden Prabowo Hadiri KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Fokus Perkuat Relevansi Kawasan di Tengah Ketidakpastian Global

INDOPOS-Jakarta, 24 Oktober 2025 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26–28 Oktober 2025. Kepala Negara direncanakan bertolak menuju Kuala Lumpur pada Sabtu, 25 Oktober 2025. “Mungkin sebelum 26 (Oktober), 25 (Oktober) mungkin (berangkat ke Malaysia),” ujar Menteri Luar Negeri Sugiono, di Jakarta, Jumat (24/10/2025). Menlu Sugiono menjelaskan, kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT ASEAN kali ini akan difokuskan pada upaya memperkuat relevansi dan peran ASEAN di tengah dinamika global yang kian kompleks. “Ya, bagaimana memperkuat relevansi ASEAN. Terutama relevansi ASEAN di tengah situasi yang seperti ini,” jelas Sugiono. KTT ASEAN ke-47 diperkirakan akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari stabilitas kawasan, kerja sama ekonomi, keamanan maritim, hingga ketahanan pangan dan energi. Selain itu, forum tersebut juga menjadi ajang penting bagi negara-negara anggota untuk memperkuat solidaritas dan posisi ASEAN sebagai poros perdamaian dan pertumbuhan di kawasan Indo-Pasifik.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 23, 2025
  • 0 Comments
Membangun Bangsa dari Karakter dan Jati Diri: Pesan Prijanto untuk Generasi Muda di Gerakan Revolusi Mental 2025

INDOPOS-Jakarta, Oktober 2025 — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar kegiatan Pelaksanaan Gerakan Nasional Revolusi Mental (Angkatan II) Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dan jati diri bangsa, di kalangan generasi muda. Kegiatan ini diikuti oleh 100 pelajar SMA/SMK sederajat yang berasal dari delapan sekolah di wilayah Jakarta, dengan prioritas peserta dari sekolah-sekolah rawan tawuran dan rawan narkoba, serta penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Adapun delapan sekolah tersebut yaitu: SMK Jakarta Timur 1 SMAN 108 Jakarta Selatan SMKN 31 Jakarta Pusat SMK Jakarta Pusat 1 SMKN 54 Jakarta Pusat SMAN 5 Jakarta Pusat SMK Karya Teladan Jakarta Selatan SMAN 60 Jakarta Selatan Kegiatan yang digelar secara tatap muka ini menghadirkan narasumber utama Mayjen TNI (Purn.) Prijanto, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, sekaligus tokoh nasional yang dikenal sebagai eksekutif publik berpengalaman. Mayjen (Purn.) Prijanto: Revolusi Mental Dimulai dari Diri Sendiri Dalam paparannya, Mayjen TNI (Purn.) Prijanto menyampaikan bahwa semangat Gerakan Nasional Revolusi Mental telah berakar sejak masa Presiden Soekarno. “Presiden Joko Widodo hanya menggelorakan kembali semangat ini. Sesungguhnya gagasan revolusi mental telah disampaikan Bung Karno. Tujuannya membentuk manusia Indonesia yang memiliki karakter, jati diri, dan semangat gotong royong,” ujar Prijanto. Beliau menegaskan bahwa revolusi mental harus dimulai dari diri sendiri, terutama dalam hal disiplin, sopan santun, serta semangat menghormati simbol negara. “Ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya, berdirilah dengan sikap sempurna dan nyanyikan dengan semangat. Itu wujud rasa cinta tanah air,” tegasnya di hadapan para pelajar. Prijanto juga menantang para siswa untuk berpikir kritis tentang arti karakter, jati diri bangsa, dan pentingnya membangun sumber daya manusia. Dalam sesi tanya jawab interaktif, para siswa antusias menjawab pertanyaan dan menerima hadiah buku karya beliau. KLIK LINK BERIKUT UNTUK MELIHAT LENGKAP:  Ketika Prijanto menanyakan apa jatidiri bangsa Indonesia, dijawab dengan benar oleh salah satu siswa. Jati diri bangsa Indonesia adalah sesuatu yang tidak dimiliki bangsa lain, yaitu nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Salah satu siswa dari SMKN 54 Jakarta, Tias, menjawab dengan percaya diri bahwa jati diri bangsa adalah identitas yang membedakan Indonesia dari negara lain. “Jati diri bangsa Indonesia itu Pancasila, karena nilai-nilainya tidak dimiliki bangsa lain,” ujarnya, disambut tepuk tangan peserta lain. Menurut Prijanto, Pancasila dan UUD 1945 merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga dan dihidupi oleh seluruh generasi muda. “Pancasila bukan sekadar hafalan. Ia adalah panduan hidup bangsa Indonesia, identitas nasional yang membedakan kita dari bangsa lain,” katanya menegaskan. Bangun SDM Unggul untuk Indonesia Emas 2045 Dalam bagian lain paparannya, Prijanto menyoroti pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul sebagai kunci menuju Indonesia Emas 2045. “Sumber daya manusia adalah unsur terpenting dalam sebuah negara. Jika SDM-nya lemah, bangsa akan mudah dikendalikan oleh bangsa lain. Karena itu, pendidikan karakter menjadi fondasi utama,” ujarnya. Beberapa siswa pun aktif memberikan pendapat. Muhammad Rimba dari SMAN 108 Jakarta Selatan menyampaikan pandangan bahwa SDM yang kuat menjadi aset bangsa. “Kalau SDM Indonesia tidak dibangun, kita akan tertinggal dan sulit bersaing di dunia internasional,” ujarnya, yang langsung diapresiasi Prijanto. Beliau juga menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara besar dengan sumber daya alam yang melimpah sering menjadi incaran pihak asing. Karena itu, anak muda perlu memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, dan semangat bela negara agar tidak mudah dipecah-belah. Menanamkan Semangat Cinta Tanah Air Dalam sesi akhir, Prijanto mengajak para pelajar untuk memahami makna Nusantara dan kebangkitan nasional. “Nusantara adalah warisan leluhur yang terbentuk dari bangsa-bangsa asli, dari Aceh hingga Papua. Dari sana tumbuh kesadaran sebagai satu bangsa: Indonesia,” ujarnya. Para peserta juga diajak memaknai kembali peristiwa Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, dan Proklamasi Kemerdekaan 1945 sebagai tonggak sejarah perjuangan bangsa. “Bangkitlah seperti para pendiri bangsa yang tidak mau dijajah. Jangan biarkan kemerdekaan ini hanya menjadi simbol tanpa makna,” tegas Prijanto. Wujud Pembinaan Karakter Generasi Muda Kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan keakraban ini menjadi sarana pembelajaran penting bagi para pelajar untuk memahami nilai-nilai nasionalisme, tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian sosial. Kesbangpol DKI Jakarta menegaskan akan terus melanjutkan program seperti ini ke sekolah-sekolah lain agar semangat Gerakan Nasional Revolusi Mental benar-benar meresap di kalangan generasi muda. “Kami ingin para pelajar Jakarta tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter, beretika, dan berintegritas. Revolusi mental adalah gerakan perubahan menuju bangsa yang bermartabat,” tutup perwakilan Kesbangpol DKI Jakarta. Tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) merupakan program strategis pemerintah untuk membentuk karakter bangsa Indonesia yang berintegritas, etos kerja tinggi, dan semangat gotong royong. Program ini dilaksanakan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, termasuk melalui pembinaan generasi muda, pendidikan, serta kegiatan penguatan…

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 21, 2025
  • 0 Comments
Sosialisasi dan Silaturahmi “Peran PAM JAYA dalam Percepatan 100% Cakupan Air Bersih di Jakarta”

INDOPOS-Jakarta, 21 Oktober 2025 – Komunitas Warga Jaga Jakarta (KOMWAJA) bekerja sama dengan PAM JAYA hari ini menggelar acara Sosialisasi dan Silaturahmi dengan tema “Peran PAM JAYA dalam Percepatan 100% Cakupan Air Bersih di Jakarta”. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga Jakarta dalam mendukung program percepatan 100% cakupan air bersih di Jakarta. Acara yang berlangsung di Jl. Arus Gedung Ex. Sinar Harapan, Cawang, Jakarta Timur, pada Selasa, 21 Oktober 2025, ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu: – Raden Gusti Arief, Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E Fraksi Partai NasDem – Syarul Hasan, Direktur Operasional PAM JAYA -Ketua Umum KOMWAJA, Anwar Sjani, S.T., M.I.Kom – Aditya Barkah, Tokoh Lingkungan – Ali Ramadhan, Wartawan Dalam kesempatan ini, para narasumber akan membahas peran PAM JAYA dalam percepatan 100% cakupan air bersih di Jakarta, serta strategi dan upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut. Acara ini juga menjadi wadah bagi warga Jakarta untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terkait layanan air bersih di Jakarta. “Kami berharap acara ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga Jakarta dalam mendukung program percepatan 100% cakupan air bersih di Jakarta. Dengan kerja sama dan partisipasi aktif dari semua pihak, kita dapat mencapai target tersebut dan meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta,” ujar Ketua Umum KOMWAJA, Anwar Sjani, S.T., M.I.Kom. PAM JAYA sendiri telah berkomitmen untuk mewujudkan 100% cakupan layanan air minum di Jakarta pada tahun 2030, dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas layanan.¹ Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di [kontak]. Kami berharap acara ini dapat menjadi langkah awal bagi kita untuk bersama-sama meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 21, 2025
  • 0 Comments
Walikota Munjirin Dampingi Gubernur Pramono Anung Luncurkan Program Try Out untuk Siswa Penerima KJP di Jakarta Timur

INDOPOS-Jakarta, 21 Oktober 2025 — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi meluncurkan program Try Out bagi siswa kelas XII SMA penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) di wilayah Jakarta Timur. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi pelajar dari keluarga kurang mampu. Peluncuran program berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Cakung, Selasa (21/10), dan dihadiri oleh jajaran Pemkot Jakarta Timur, Baznas Bazis DKI Jakarta, serta perwakilan Naiju Academy sebagai mitra pelaksana kegiatan. Dorong Kesetaraan Akses Pendidikan Dalam sambutannya, Gubernur Pramono mengatakan dirinya memahami betul arti penting bantuan pendidikan karena memiliki pengalaman serupa di masa muda. “Saya dari SMP, SMA, hingga kuliah di ITB semuanya karena beasiswa. Saya mendapatkan bantuan karena berasal dari keluarga guru dengan tujuh bersaudara,” ujar Pramono. Ia menilai, program try out ini merupakan langkah konkret dalam membuka jalan bagi penerima KJP untuk terus berprestasi dan bersaing secara setara dengan siswa lain. “Saya meyakini bahwa anak-anak penerima KJP, apabila diberikan kesempatan dan fasilitas yang baik, akan mampu berkompetisi dengan siswa lain yang lebih beruntung,” tambahnya. Apresiasi Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Pramono juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jakarta Timur atas inisiatif tersebut, yang melibatkan Baznas Bazis DKI Jakarta dan Naiju Academy. Ia berharap kolaborasi ini menjadi contoh bagi wilayah lain di Jakarta. “Ini bisa menjadi role model bagi yang lainnya. Saya berharap program baik ini tidak berhenti di periode pertama saja,” ujar Pramono. Ia juga mendorong agar kolaborasi diperluas ke sektor lain, seperti BUMD, BUMN, dan sektor swasta, agar keberlangsungan program dapat terjamin di masa depan. Try Out Lima Periode untuk 3.304 Siswa Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan bahwa program ini lahir dari aspirasi masyarakat yang kesulitan membiayai kebutuhan bimbingan belajar bagi anak mereka. “Salah satu yang sering kami dengar dari warga adalah keinginan anak untuk masuk perguruan tinggi, tapi terkendala biaya bimbel dan try out,” ujar Munjirin. Program Try Out KJP akan dilaksanakan sebanyak lima periode, mulai Oktober 2025 hingga Februari 2026, dengan peserta sebanyak 3.304 siswa dari 40 SMA negeri di Jakarta Timur. “Tahap pertama diikuti enam sekolah negeri, dan akan diperluas jika ada kolaborator lain yang bersedia mendanai. Program ini merupakan yang pertama di DKI Jakarta,” jelas Munjirin. Langkah Nyata Wujudkan Jakarta Setara Program Try Out KJP diharapkan menjadi model pemberdayaan pendidikan yang berkelanjutan. Melalui dukungan pemerintah, lembaga sosial, dan dunia usaha, Pemprov DKI berkomitmen memastikan bahwa setiap anak Jakarta memiliki peluang yang sama untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 20, 2025
  • 0 Comments
Jakarta Economic Forum 2025: Gerakkan Semangat #JagaJakarta Menuju Kota Global Berdaya Saing

INDOPOS-JAKARTA — Jakarta terus menegaskan eksistensinya sebagai kota global yang berdaya saing tinggi. Dengan kontribusi mencapai 16,61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan pertumbuhan ekonomi positif sebesar 5,18% (yoy), Ibu Kota tetap menjadi lokomotif pembangunan ekonomi nasional. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa struktur ekonomi Jakarta kini semakin bergeser ke sektor jasa yang berorientasi pada pariwisata dan ekonomi kreatif. Pergeseran ini, menurutnya, menjadi bukti transformasi Jakarta menuju kota modern dengan ekonomi yang adaptif dan berkelanjutan. “Jakarta memiliki potensi besar untuk memperkuat eksistensinya sebagai kota global berdaya saing. Momentum pertumbuhan ini harus dijaga melalui kolaborasi lintas sektor dan inovasi yang berkesinambungan,” ujar Iwan dalam keterangan pers jelang pembukaan Jakarta Economic Forum (JEF) 2025, di Balaikota, Senin (20/10/2025). Menurut Iwan, gema #JagaJakarta menjadi semangat utama JEF 2025. Tagar ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan kolaboratif untuk menjaga kota, menjaga ekonomi, dan menjaga persatuan. Iwan menjelaskan, tagar Jaga Jakarta inisiatif menggabungkan kekuatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, OJK, Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, perbankan, serta media. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi dan menciptakan optimisme baru di tengah tantangan global. “Melalui #JagaJakarta, kita ingin menyalakan optimisme generasi muda untuk terus menjaga kota dan berinovasi. Ini bukan sekadar perayaan ide, tetapi aksi nyata untuk memperkuat stabilitas dan kepercayaan publik,” tegas Iwan. Ia berharap melalui Jakarta Economic Forum 2025, seluruh unsur pentahelix yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media bersatu mendorong Jakarta menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus kota global yang inklusif dan berkelanjutan. “JEF 2025 adalah bukti nyata kolaborasi tanpa batas. Inilah bentuk nyata semangat #JagaJakarta menjaga pertumbuhan, menjaga kepercayaan, dan menjaga masa depan,” tutup Iwan Setiawan. Sementara itu dukungan penuh terhadap JEF 2025 juga datang dari Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati. Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI siap berkolaborasi dan berpartisipasi aktif melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan mengisi booth UMKM di arena kegiatan. “Jakarta berkontribusi 16,61% terhadap PDB nasional, ini capaian luar biasa. Karena itu penting bagi kami untuk menyukseskan Jakarta Economic Forum ini bersama-sama,” ujar Suharini. Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,18%, di atas rata-rata nasional, didorong oleh proyek infrastruktur dan program padat karya yang membuka lapangan kerja baru. Meskipun Jakarta akan menghadapi tantangan dengan pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) pada 2026, Pemprov tetap optimistis menjaga stabilitas fiskal. “Pesan Pak Gubernur jelas, meski DBH berkurang, hak ASN tetap terpenuhi. Tidak boleh ada keluhan justru kita harus bekerja lebih baik dengan strategi inovatif dan creative financing,” ujarnya. Untuk diketahui, JEF 2025 akan berlangsung bersamaan dengan Jakarta Running Festival di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno (GBK). Acara ini menghadirkan perpaduan antara forum ekonomi, hiburan, dan partisipasi publik. Sekitar 80 booth UMKM akan memamerkan produk-produk unggulan di sektor kuliner, fesyen, kriya, serta layanan edukasi dan komunitas. Tak hanya itu, masyarakat juga dapat menikmati berbagai kegiatan seperti QRisperience, Kumpul Komunitas, Cycling, Poundfit, hingga Band Competition. “Acaranya akan sangat seru, tidak hanya talk show tapi juga pertunjukan musik dan kegiatan menarik lainnya. Rugi kalau tidak ikut,” ajak Suharini. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 17, 2025
  • 0 Comments
Satpol PP Matraman Gelar Giat Kamis Tertib, Tertibkan 10 PKL di Jalan Kayu Manis Timur

INDOPOS-Jakarta Timur, 16 Oktober 2025 — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Matraman menggelar kegiatan “Giat Kamis Tertib” di wilayah Jalan Kayu Manis Timur, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin RAKA Tertib (Rabu-Kamis Tertib) dalam rangka penegakan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Kecamatan Matraman, Ahmad Baiquni dengan melibatkan 10 personel Satpol PP dari regu piket dan cadangan, serta dukungan dari unsur pengelola Kecamatan Matraman. Penertiban 10 PKL di Bahu Jalan dan Trotoar Dalam kegiatan tersebut, petugas Satpol PP menertibkan sebanyak 10 pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area bahu jalan dan trotoar Jalan Kayu Manis Timur. Adapun jenis pedagang yang ditertibkan meliputi: Lontong Sayur Sate Ayam Gorengan Bubur Ayam (Gerobak) Bubur Ayam (Motor) Es Buah Rujak Buah Soto Ayam Aneka Makanan Ringan Rokok LIHAT VIDEO KEGIATAN SATPOL PP MATRAMAN DI CHANNEL INDOPOS NEWS TV: Dari hasil penertiban, dua pedagang yakni penjual gorengan dan es buah, diberikan teguran tertulis (Kartu Kuning) sebagai bentuk pembinaan agar tidak kembali melanggar ketentuan yang berlaku. Teguran tersebut diberikan berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 yang mengatur tentang larangan berjualan di fasilitas umum, seperti trotoar dan bahu jalan. Selain itu, petugas juga menurunkan satu spanduk dan menertibkan lapak gorengan yang berada di depan Indomaret Jalan Kayu Manis I, karena dinilai mengganggu ketertiban dan estetika lingkungan. Dasar Hukum dan Tujuan Kegiatan Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan: Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Instruksi Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta Nomor 81 Tahun 2021 tentang Pengawasan dan Penegakan Hukum Jalan Unggulan Tertib, Ketentraman, dan Ketertiban Umum di Wilayah Provinsi DKI Jakarta.K Kasatpol PP Kecamatan Matraman, Ahmad Baiquni menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif agar para pedagang memahami pentingnya menjaga ketertiban umum. “Kami tidak melarang warga untuk berdagang, namun harus sesuai dengan aturan. Trotoar dan bahu jalan bukan tempat berjualan, karena fungsinya untuk pejalan kaki dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya. Kegiatan Berjalan Aman dan Kondusif Selama kegiatan berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Petugas juga memberikan sosialisasi langsung kepada para pedagang agar ke depan dapat menempati lokasi berdagang yang sesuai dengan ketentuan. Satpol PP Kecamatan Matraman menegaskan bahwa kegiatan pengawasan dan penegakan Perda akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, sebagai wujud komitmen dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum) di wilayah Matraman.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Oktober 16, 2025
  • 0 Comments
Chairul Tanjung Kepala Batu, Belum Mau Minta Maaf Ke Pesantren dan Kyai

INDOPOS-Ratusan massa dari Nahdlatul Ulama (NU) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Trans7, menuntut pengusaha Chairul Tanjung bertanggung jawab atas tayangan program Xpose Uncensored yang dinilai menyinggung kiai dan kalangan santri. Chairul Tanjung yang merupakan pendiri CT Corp dan pemilik CT Media, induk perusahaan yang menaungi Trans7, diminta untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pesantren dan umat Islam. “Massa NU meminta kepada Chairul Tanjung sebagai Founder CT Corp, Dirut Trans Corp dan seluruh jajaran direksi Trans7 untuk bertanggung jawab kepada umat dengan cara meminta maaf, mengklarifikasi, dan melakukan pembenahan dalam produksi tayangan atau pemberitaan,” ujar Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta, Lukman Hakim Hamid, saat membacakan tuntutan aksi pada Rabu siang. Menurut Lukman, tayangan yang disiarkan dalam program Xpose Uncensored beberapa waktu lalu dinilai mengandung unsur pelecehan terhadap simbol-simbol keagamaan serta mencederai kehormatan para kiai dan santri yang selama ini menjadi benteng moral bangsa. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa membawa spanduk dan poster bertuliskan seruan agar Trans7 segera melakukan klarifikasi dan meminta maaf secara resmi. Hingga berita ini diturunkan, Chairul Tanjung maupun pihak manajemen Trans7 belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan dari warga Nahdliyin tersebut.