Loyalis Jokowi Silfester Tuding Parpol Biru Dalang Kasus Ijazah Palsu

INDOPOS-Loyalis Jokowi, Silfester Matutina, menuding dalang di balik isu ijazah palsu adalah partai berbaju biru, yang saat ini sama-sama masuk di dalam kabinet Prabowo-Gibran. Hal itu terbukti dengan statemen dari sejumlah petinggi partai tersebut, yang tidak setuju Jokowi melaporkan Roy Suryo CS, atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. “Kita sudah tau bahwa dalang isu ijazah palsu adalah partai biru, dan sekarang ada di dalam kabinet pak Prabowo. Lihat saja statemen dari petinggi partai itu, yang menyudutkan Jokowi. Mereka bilang, Jokowi jangan melaporkan rakyatnya. Padahal, Jokowi sudah difitnah dan dicemarkan nama baiknya, ” ujar Silfester, dalam video youtube berikut: Dari penelusuran media, partai dengan dominan warna biru di kabinat ada dua. Pertama Partai Demokrat, dan kedua Partai PAN. Namun belum diketahui, partai mana yang dimaksud oleh Silfester. Kendati begitu, jika dibilang adanya petinggi partai yang mengkritik langkah Jokowi soal ijazah, maka tudingan itu mengarah ke Partai Demokrat. Berikut pernyataan petinggi partai itu: ANDI ARIEF DEMOKRAT KRITIK JOKOWI SOAL LAPORKAN TUDINGAN IJAZAH PALSU Sementara itu, Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, menanggapi pernyataan Silfester Matutina soal adanya tokoh besar di balik kasus ijazahnya. Saat ditanya siapa, Jokowi menjawab bahwa hal itu sudah diketahui. Menurut Jokowi, pernyataan Silfester Matutina bahwa ada tokoh besar yang menyokong Roy Suryo cs mendukung ucapannya—yang menyebut adanya agenda besar politik di balik kasus ijazah dan pemakzulan. Jokowi pun mengatakan, tokoh politik yang dimaksud sudah diketahui banyak pihak.

PT Smelting gandeng Human Initiative stimulasi Pengembangan PeternakanTerintegrasi modern
di Wilayah Turen – Malang

INDOPOS–TUREN-MALANG, 25 Juli 2025 – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan daging nasional terhadap impor, PT Smelting memberikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan melalui program Pengembangan Peternakan Terintegrasi untuk Sapi Unggul Nusantara (Sinar Bangsa). Dalam usaha pemberdayaan ini, PT Smelting berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menunjuk Koperasi Artha Harmoni Bangsa (KAHB) dengan pendampingan program oleh Human Initiative (HI). Program Sinar Bangsa merupakan bagian dari inisiatif konservasi dan yang diinisiasi oleh PT Smelting dengan fokus pada pelestarian satwa endemik Banteng Jawa melalui mekanisme inseminasi buatan pada Sapi Bali yang telah menghasilkan sapi bali (F1) yang mempunyai keunggulan banteng sehingga bobot karkasnya baik, adaptif dan memiliki potensi produktivitas tinggi. Hari ini (25/7), PT Smelting secara resmi menyerahkan bantuan hewan ternak sapi lokal beserta peralatan pendukung peternakan yang terdiri dari mesin chooper dan mixer pakan ternak, motor roda tiga, renovasi kandang ternak kepada Kelompok Peternak Turen Sejahtera dalam acara Serah TerimaProgram Sinar Bangsa yang dilangsungkan di kelurahanTuren –Malang. “Sebagai langkah awal sambil menunggu hasil sapi bali banteng ini bisa dimanfaatkan publik, kami menyiapkan manpower-nya dulu. Jadi, kami telah memberikan training tentang peternakan modern yang bersih dan bermanfaat tinggi dengan pengolahan limbah sapi dan produksi pakan dan suplemen mandiri. Untuk itulah hari ini kita juga menyerahkan sapi beserta peralatan pendukungnya,” jelas Bouman T. Situmorang, Assistant Department Manager of Governmental/External Affairs Department PT Smeting. Deny Ferdyansyah selaku kepala cabang Human Initiative Jawa Timur menyampaikan “Human Initiative sangat mengapresiasi kerjasama multipihak atas inisiatif program pemberdayaan ternak yang dilaksanakan di Turen Malang, harapan kami sebagai pendamping program ini agar Kelompok Peternak Turen Sejahtera dapat berkembang dan memberikan dampak luas bagi pengembangan peternakan di wilayah Turen” Pengembangan Peternakan Terintegrasi di wilayah Turen yang dilakukan sejak tahun 2022, bertujuan menyiapkan dan memaksimalkan potensidan sumberdaya peternakan yang siap untuk membudidayakan sapi unggul dengan menyasar peternak deradikalisasi binaan BNPT dan peternak lokal di wilayah Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Program Sinar Bangsa menekankan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak lokal dalam mengelola peternakan secara modern. Implementasi Program Sinar Bangsa di wilayah Turen sejauh ini telah memberikan dampak positif bagi para penerimamanfaat. Peternak turen yang terdiri dari mitra deradikalisasi dan peternak lokal yang tergabung dalam Kelompok Peternak Turen Sejahtera telah memiliki kemampuan memproduksi pakan ternak secara mandiri, mengelola limbah hasil peternakan, memonitoring kesehatan hewan ternak dan hasil inseminasi buatan, serta manajemen kandang ternak. Diharapkan para penerima manfaat ini mendapatkan nilai ekonomi berupa penambahan aset peternakan dan pendapatan tambahan dari hasil inseminasi buatan yang telah dilakukan pada sapi lokal. Terlebih lagi jika peternak telah memproduksi pakan ternak dan hasil pengolahan limbah ternak untuk dijual ke masyarakat, maka proyeksi potensi nilai ekonomi yang dihasilkan dari program ini bisa mencapai 300 juta dalam setahun kedepan. “Ini adalah stimulus awal, bersama para peternak dibawah binaan kami harapkan ini dapat menjadi babak baru perternakan di wilayah Turen dan sekitarnya. Kiranya niat dan semangat ini bisa menular kepada peternak lainnya dan memajukan kelompok peternak sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya,” tambah Bouman. Testimoni Sutrisno Abdi, peternak mitra deradikalisasi dibawah binaanBNPT, salah satu penerima manfaat adalah profil sukses dariProgram Sinar Bangsa. Sutrisno telah sukses mengembangkan peternakan terintegrasi dengan pertanian terpadu di wilayah Jabung – Kabupaten Malang. Selain itu, Sutrisno aktif dalam kampanye ketahanan pangan dengan mendirikan Komunitas Rumah Kemandirian Ketahanan Pangan, mengedukasi generasi muda dan anak usia dini untuk kembali mengenal dunia pertanian, memberikan pelatihan-pelatihan pengolahan hasil pertanian kepada masyarakat. Pada akhirnya, seluruh pihak yang terlibat dalam program Sinar Bangsa menjadi bagian dari kolaborasi bersama dengan tujuan besar yakni berkontribusi untuk menguatkan upaya ketahanan pangan nasional. (***)

KLH/BPLH Segel Empat Perusahaan Perkebunan dan Tutup Satu Pabrik Sawit Terkait Karhutla di Riau

INDOPOS-Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas di Provinsi Riau dengan menyegel empat perusahaan serta satu pabrik kelapa sawit. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Rizal Irawan mengatakan berdasarkan hasil pengawasan dari Januari hingga Juli 2025, pihaknya mendeteksi sejumlah titik panas (hotspot) di area konsesi enam perusahaan. Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan penyegelan lokasi dan penghentian operasional perusahaan. “Setiap pemegang izin wajib memastikan lahannya tidak terbakar. Tidak ada alasan pembiaran, karena mitigasi adalah kewajiban yang melekat pada setiap konsesi. Kami pastikan, siapa pun yang terbukti lalai atau sengaja membakar lahan akan berhadapan dengan proses hukum yang tegas dan transparan,” kata Rizal. Baca juga: Hujan buatan padamkan seluruh titik panas di Riau Empat perusahaan yang disegel merupakan pemegang izin konsesi kebun sawit dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), yaitu: PT Adei Crumb Rubber – ditemukan 5 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang PT Multi Gambut Industri – ditemukan 5 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang PT Tunggal Mitra Plantation – ditemukan 2 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang PT Sumatera Riang Lestari – ditemukan 13 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang Selain itu, katanya, PT Jatim Jaya Perkasa, yang mengoperasikan pabrik kelapa sawit, terpantau memiliki 1 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Verifikasi lapangan menunjukkan bahwa cerobong pabrik ini mengeluarkan emisi yang menyebabkan pencemaran udara di sekitar wilayah Kabupaten Rokan Hilir. Baca juga: Polisi tetapkan 46 tersangka kasus karhutla di Riau “Seluruh operasional pabrik tersebut telah dihentikan sebagai tindakan pengamanan lingkungan,” katanya. Dia menjelaskan, dari enam perusahaan yang diawasi, empat lokasi konsesi kebun sawit dan PBPH dikenakan sanksi administratif serta disegel, dan satu pabrik sawit dikenakan sanksi administratif serta penghentian kegiatan Adapun proses pengawasan masih berlangsung dan tim Gakkum KLH sedang mengumpulkan bukti tambahan untuk langkah penegakan hukum berikutnya. “Tim Deputi Gakkum KLH/BPLH menegaskan akan menggunakan seluruh instrumen penegakan hukum yang tersedia—pidana, perdata, dan administrasi—untuk memastikan para pemegang izin bertanggung jawab atas pencegahan karhutla di wilayah operasional masing-masing,” katanya. Baca juga: BNPB: 43 hektare lahan terbakar di Sumsel padam dalam sepekan Dalam keterangan yang sama, Direktur Pengaduan dan Pengawasan KLH Ardyanto Nugroho mengingatkan seluruh pelaku usaha untuk memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan karhutla menjelang puncak musim kemarau. Dia mencontohkan, upaya mitigasi seperti pembangunan sekat kanal, penyediaan embung air, serta patroli terpadu harus terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara konsisten. “Kami tidak akan mentolerir kebakaran lahan oleh korporasi. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas agar korporasi tidak abai terhadap tanggung jawabnya dalam mencegah kebakaran lahan,” kata Ardyanto.

Kunjungan Eksklusif ke Kantor Pusat Bingxue di China: Pengalaman Langka untuk Mitra Terpilih

INDOPOS-Menjadi bagian dari keluarga besar Bingxue bukan sekadar menjalankan bisnis minuman kekinian. Bingxue membuka peluang yang lebih luas bagi para mitranya untuk tumbuh bersama melalui berbagai program eksklusif—salah satunya, kunjungan langsung ke kantor pusat di China. Melalui program Headquarter Visit, beberapa mitra dari Indonesia berkesempatan mengunjungi pusat inovasi Bingxue, melihat langsung proses operasional, hingga terlibat dalam sesi pengembangan produk baru. Sebuah pengalaman berharga yang memberikan pemahaman lebih dalam mengenai visi dan kualitas brand yang kini telah memiliki lebih dari 3.000 outlet secara global. Lebih Dekat dengan Inovasi dan Profesionalisme Dalam kunjungan ini, para mitra diajak bertemu langsung dengan tim R&D dan manajemen Bingxue China. Mereka menyaksikan proses kreatif dalam merancang menu, strategi operasional harian, serta semangat kolaborasi yang menjadi fondasi pertumbuhan Bingxue di berbagai negara. Mencicipi Masa Depan Salah satu momen paling berkesan adalah sesi uji rasa produk-produk terbaru yang belum dirilis secara publik. Mitra diberikan ruang untuk menyampaikan masukan secara langsung—sebuah bukti keterlibatan aktif dalam pengembangan menu yang sesuai dengan selera pasar Indonesia. Transparansi Proses Produksi Kunjungan ke pabrik dan gudang penyimpanan bahan baku di China memberikan gambaran konkret mengenai standar kualitas yang diterapkan Bingxue. Mulai dari pemilihan bahan baku premium hingga proses pengemasan dengan sertifikasi keamanan pangan internasional. Membangun Hubungan, Menguatkan Kepercayaan Bagi Bingxue, hubungan dengan mitra adalah inti dari ekosistem bisnis. Lewat program ini, mitra tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tapi juga semakin yakin akan komitmen dan keseriusan brand dalam membangun sistem franchise yang sehat dan berkelanjutan. Untuk Siapa Program Ini Diperuntukkan? Mitra aktif yang telah atau sedang membuka outlet Bingxue Mitra dengan performa penjualan tinggi dan komitmen terhadap pertumbuhan bisnis Calon mitra yang ingin mengenal lebih dalam ekosistem Bingxue secara langsung Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mitra untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam memperkuat jaringan Bingxue di Indonesia. Bergabunglah Sekarang dan Bersiap untuk Pengalaman Bisnis yang Berbeda Dengan sistem kemitraan terstruktur, dukungan pemasaran, hingga bahan baku berkualitas, Bingxue hadir sebagai mitra strategis Anda di industri F&B. Siapkan diri untuk jadi bagian dari batch kunjungan berikutnya ke China. 📱 WhatsApp: 0858-2015-9999 🌐 Website: bingxueindonesia.co.id 📸 Instagram: @bingxue.indonesia 🎥 TikTok: @bingxue.indonesia

PAM JAYA Dorong Transformasi Layanan Air Bersih Lewat Diskusi Publik Air untuk Kehidupan Jakarta

INDOPOS-Dalam rangka memperkuat hak warga atas akses air bersih serta mendorong layanan publik yang lebih merata dan berkeadilan, PAM JAYA menggelar diskusi publik bertajuk “Air untuk Kehidupan: Transformasi Layanan PAM JAYA Demi Jakarta Sehat” pada Jumat (25/7) di The Jayakarta SP Hotel, Taman Sari, Jakarta Barat. Kegiatan ini menghadirkan para narasumber dari berbagai bidang, antara lain Syahrul Hasan (Direktur Operasional PAM JAYA), Efriza (Peneliti Senior Citra Institute), dan Fauzan Luthsa (Pengamat Pasar Modal), dengan moderator Moh. Gunawan dari porosjakarta.com. Diskusi juga membahas tantangan lapangan yang dihadapi PAM JAYA, khususnya gangguan layanan akibat proyek pembangunan dan galian jalan yang berdampak pada infrastruktur perpipaan. Faisal, Senior Manajer PAM JAYA, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama air kotor yang dikeluhkan masyarakat adalah kerusakan pipa akibat proyek drainase di permukiman padat. “Air kotor itu biasanya muncul karena pekerjaan saluran air atau got yang menyebabkan pipa terganggu dan tidak rapi. Akibatnya, warga menjadi korban,” jelas Faisal. Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa PAM JAYA sigap mengambil langkah penanganan melalui kolaborasi lintas sektor dengan instansi terkait. “Kami tidak mencari siapa yang salah. Kami duduk bersama untuk mencari solusi. Kolaborasi adalah kunci,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa kerusakan pipa bisa mengakibatkan air membawa partikel kotoran bahkan cacing kecil ke rumah warga. Oleh karena itu, meskipun beberapa wilayah seperti Ciliwung dan Pesanggrahan sudah berproses menuju air siap konsumsi. Sementara di sisi lain, kondisi pipa tua masih menjadi tantangan serius bagi PAM JAYA dalam menghadirkan air bersih. “Airnya sebenarnya sudah bisa diminum, tapi karena usia pipa yang tua dan berkarat, kami menyarankan warga tetap merebus air sebelum dikonsumsi,” ujar Faisal. Menanggapi persoalan tersebut, Syahrul Hasan berharap komitmen PAM JAYA dalam menghadirkan layanan air bersih yang adil dan menyeluruh untuk seluruh lapisan masyarakat Jakarta bisa terealisasi.

Pelantikan Pejabat Rektor, Direktur Pascasarjana dan Ketua Program MIH Universitas Borobudur

INDOPOS-Universitas Borobudur 25 Juli 2025 bisa dikatakan hari yang bersejarah dengan dilantiknya Para Pejabat Akademik di lingkungan Universitas Borobudur. Kampus Unggul Universitas Borobudur mengangkat dan melantik kembali para Dekan dan Kepala Biro di lingkungan Universitas Borobudur. Dalam sambutannya Ketua Yayasan Pendidikan Borobudur 1971 Prof Muhammad Halilintar mengucapkan terimakasih kepada para Dekan dan Pejabat Lainnya atas kerja kerasnya menjadikan Universitas Borobudur Menjadi Kampus Unggul. Penghargaan khusus juga disampaikan Ketua Yayasan kepada Rektor Universitas Borobudur bisa menjadikan terakreditasi unggul untuk institusinya. Sehingga berdasarkan rapat senat sudah diputuskan Prof Ir Bambang Bernanthos kembali diangkat menjadi Rektor Universitas Borobudur untuk periode kedua tahun 2025-2029. Selain itu juga dilantik Wakil Rektor 1 Prof Dr Ir Darwati Susilastuti, Wakil Rektor 2 Prof Dr Ir Rudi Bratamanggala dan Wakil Rektor 3 Dr Syaeful. Pada saat yang bersamaan juga diangkat kembali Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur Prof Faisal Santiago untuk kedua kalinya sekaligus juga diangkat kembali menjadi Ketua Prodi Program Doktor Ilmu Hukum. Dr Emaliya Kartika sebagai Wakil Direktur Pascasarjana. Dr. Romanova Cahjati Poetri sebagai ketua Program MM dan Meita Novia ST.MM sebagai Sekretaris Program Dr Ahmad Redi diangkat sebagai Ketua Program Magister Ilmu Hukum Universitas Borobudur dan Lucky Ferdiles sebagai Sekretaris Program MIH. Program Magister Ilmu Hukum terakreditasi Unggul dengan Nilai 367 dan Program Doktor Ilmu Hukum terakreditasi Unggul dengan nilai 375 merupakan tempat paling favorit dan sangat diminati saat ini oleh masyarakat untuk studi lanjut S2 dan S3 Ilmu Hukum. Disamping Program Ilmu Hukum, Pascasarjana juga mempunyai Program Magister Manajemen dan Program Doktor Ilmu Ekonomi Yang dipimpin oleh Prof Heru Subiyantoro dan Dr Meirinaldi dimana kedua prodi tersebut ter akreditasi Baik Sekali. Kampus yang terletak di Jalan Laksamana Malahayati No.1 Jakarta Timur sangat strategis untuk kuliah pascasarjana hukum dan ekonomi di Jakarta dan Indonesia, karena hampir dari seluruh Provensi banyak yang kuliah ditempat kami ujar Ani Anabahu staff Pascasarjana dalam keterangan tertulisnya.

Warga RW 013 Penjaringan Geruduk Kantor Kecamatan Penjaringan, Tuntut Transparansi dana Fasum

INDOPOS-Sejumlah warga RW 013, Penjaringan, Jakarta Utara, menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu masuk Kantor Kecamatan Penjaringan, Jumat (25/7/2025). Dari pantauan media, warga membentangkan kertas karton bertulis tuntutan adanya transparansi, terhadap penggunaan dana (fasum) fasilitas umum oleh Ketua RW 013. “Kami Warga RW 013 Penjaringan butuh Transparansi ketua RW,” begitu, salah satu isi tuntutan yang dibawa warga. Salah satu warga pengunjuk rasa, Diki, menyampaikan, aksi ini merupakan puncak dari kekecewaan mereka terhadap tidak transparannya penggunaan dana fasum oleh Ketua RW 013. “LMK kami sedang berdialog dengab pak lurah, camat dan ketua RW 013, terkait dana ganti rugi fasum yang diduga di salah gunakan oleh ketua RW kami serta tidak transparan,” ujar Diki, yang bertempat tinggal di RT 002 RW 013 Kelurahan Penjaringan. “Kami perlu mengawal LMK RW 013, karena beliau di tugaskan oleh kami sebagai warga untuk meminta kepada ketua RW agar transparan terkait dana ganti rugi fasum Taman,” ucapnya lagi. Masa kami warga tidak boleh bertanya tentang dana fasum tersebut, kami kritis demi ada perubahan di wilayah kami,bukan faktor kebencian kpd ketua Rw,di tambahkaan bang Aco yg kbtulan pemuda asli kelahiran penjaringan. Dan juga pemberi kuasa kepada anggota LMK Rw013 atas nama warga utk mendesak agar ketua Rw 013 mau Transparan dan terbuka. Pak maman menambahkan,ya kami butuh transparansinya dr pengurus Rw 013 wilayah kami,terutama pak Rw utk masalah ganti rugi Fasum,ingat ganti rugi Taman bukan Uang kerohiman yg bisa di bagi2kan,itu berbeda jelas pak maman lagi. Kalau uang kerohiman uang konpensasi warga yg terdampak dan itu hak warga,sementara dan ganti rugi fasum wajib di musyawarahkan utk di kembalikan pembuatan fasum lg dgn nominal yg sama,kurang lbh seperti itu perbedaannya,,ujar pak maman kelahiran rw 013 penjaringan. Jgn di bagi2kan kepengurus Rw ,lalu ada pembagian sembako dr uang ganti Fasum,itu sdh salah kaprah celetuk bang aco yg bernama lengkap Dwiki dermawan. Inituh bukan uang kerohiman bapak2 yg terhormat ucap bang aco lagi Intinya transparansi dan terbuka utk Ketua Rw 013 serta para pengurusnya,,kami butuh itu ujar pak maman.

Berangkatkan Tim Karhutla, Menteri LH: Pantang Pulang sebelum Padam

INDOPOS-Di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurrofiq bergerak cepat. Ia memimpin langsung apel siaga dan pelepasan 200 personel pemadam darat yang ditugaskan ke daerah-daerah rawan api, khususnya di Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu. Dengan semangat tinggi, Menteri Hanif menegaskan, kegiatan ini bukan seremoni biasa. “Kita tidak bisa menunggu lebih lama. Pencegahan harus jadi prioritas utama. Ketika api sudah muncul, pemadaman darat adalah garda terdepan, terutama di lahan gambut yang memerlukan pendekatan teknis khusus,” tegasnya di hadapan para peserta apel, Jumat (25/7/2025). Titik Api Terus Meningkat, Riau Siaga Menurut data per Rabu (23/7/2025), titik kebakaran aktif masih menyala di kawasan gambut dan mineral di Rokan Hilir dan Rokan Hulu. Situasi ini berpotensi menyebarkan asap secara luas jika tidak segera ditangani. Sinyal peringatan dini dari BMKG juga menunjukkan peningkatan hotspot di Riau dalam periode 23-27 Juli 2025, dengan potensi berlanjut hingga awal Agustus 2025. Hal ini memperkuat urgensi pengiriman tim pemadam ke lapangan. Target Indonesia Pelepasan tim ini menjadi bagian dari strategi nasional pengendalian karhutla, yang terintegrasi dengan target penurunan emisi gas rumah kaca melalui dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC). Indonesia menargetkan penurunan emisi sebesar 31,89% secara mandiri dan hingga 43,2% dengan dukungan internasional pada 2030, menuju net zero emission (NZE) pada 2060. Pengendalian karhutla dinilai sebagai salah satu kontributor terbesar dalam mencapai target tersebut. Untuk itu, Menteri Hanif juga menginstruksikan penguatan sistem deteksi dini dan patroli lapangan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, masyarakat, dan sektor swasta. Kolaborasi Lintas Sektor Apel Siaga ini dihadiri oleh Gubernur Riau, pejabat tinggi KLH/BPLH, serta perwakilan perusahaan swasta mitra strategis seperti APP Sinar Mas, PT RAPP, PT Musim Mas, PT Perkebunan Nusantara IV Regional 3, dan PT Pertamina Hulu Rokan. Tim yang diberangkatkan merupakan gabungan personel pemerintah dan unit tanggap darurat perusahaan mitra. Menteri Hanif menegaskan bahwa ini bukan tim terakhir yang akan dikerahkan. “Saya tegaskan, ini bukan kloter terakhir. Tim berikutnya akan dikirim. Kita harus hadir sampai titik api terakhir padam. Pantang pulang sebelum padam. Riau harus bebas asap,” kata Menteri Hanif penuh semangat. Di akhir arahannya, Menteri Hanif mengingatkan, tantangan karhutla ke depan akan semakin berat, terutama dengan fenomena El Nino yang bisa memperparah kekeringan dan memperluas potensi kebakaran. KLH/BPLH berharap langkah terpadu ini mampu menekan risiko kabut asap, menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat, serta melindungi ekosistem hutan dan gambut secara berkelanjutan.

Menuju International Battery Summit 2025: Indonesia Siap Menjadi Pemain Kunci dalam Industri Baterai Global

INDOPOS-Jakarta, 24 Juli 2025 – Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan industri baterai dan kendaraan listrik dunia. Menyambut penyelenggaraan International Battery Summit (IBS) 2025, berbagai kegiatan strategis telah digelar sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan mitra global dalam membangun ekosistem energi berkelanjutan. Sebagai bagian dari visi Indonesia Maju dan implementasi Asta Cita, khususnya pada poin ke-5 terkait memperkuat hilirisasi dan industrialisasi untuk menambah nilai sumber daya alam, pemerintah mendorong hilirisasi sebagai strategi utama dalam transformasi ekonomi nasional. Hilirisasi di sektor mineral kritis, termasuk nikel dan baterai, menciptakan nilai tambah dalam negeri, memperkuat kemandirian energi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Indonesia telah menunjukkan komitmennya melalui pembangunan ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi, melalui konsorsium ANTAM–IBC–CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat. Inisiatif ini menjadi simbol keseriusan Indonesia dalam menjalankan hilirisasi berkelanjutan dan kini menjadi rujukan atau benchmark bagi negara-negara berkembang lainnya. Sebagai kelanjutan dari upaya tersebut, IBS 2025 akan berlangsung pada 5–6 Agustus 2025, di Hotel Mulia Jakarta, dan diselenggarakan oleh National Battery Research Institute (NBRI) bersama Id Battery sebagai co-host dan Pamerindo sebagai co-organizer, serta didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai Ministry Co-Host dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM) sebagai Ministry Support. Sebagaimana diketahui, hilirisasi industri—terutama pada sektor baterai—merupakan pilar penting dalam mendorong kemandirian energi nasional. Hilirisasi menciptakan nilai tambah di dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperkuat daya saing nasional dalam pasar global. Ajang ini akan menjadi forum strategis global yang menghadirkan pemangku kepentingan dari seluruh rantai nilai industri baterai dan kendaraan listrik, sekaligus platform diplomasi energi, termasuk melalui panel “Energy Diplomacy: South-South Nations Cooperation” yang akan melibatkan perwakilan dari kedutaan besar dan pelaku industri internasional. Dalam konteks ini, arahan dan kehadiran Presiden Republik Indonesia atau perwakilan tingkat tinggi pemerintahan sangat dinantikan untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin kawasan dan pusat kolaborasi global. “IBS 2025 bukan sekadar summit, tetapi gerakan kolaboratif lintas bangsa untuk membangun masa depan energi dunia khususnya Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki sumber daya, potensi manusia, dan komitmen politik yang kuat. Ini saatnya kita memimpin, bukan hanya ikut,” ujar Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini, Chair of International Battery Summit 2025 dan Founder NBRI. Reynaldi Istanto, Co-Chair of IBS 2025 dan Chairman Id Battery, menambahkan, “tahun ini kami ingin IBS menjadi platform yang lebih inklusif—tidak hanya forum teknis, tetapi ruang dialog strategis untuk mendorong investasi, edukasi, dan integrasi antara pelaku industri lokal dengan mitra global. Kami percaya Indonesia memiliki peluang nyata menjadi global hub untuk industri baterai.” Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan IBS 2025 datang dari pemerintah dan para pemangku kepentingan industri yang melihat ajang ini sebagai refleksi nyata dari kemajuan hilirisasi dan kesiapan Indonesia menjadi pemain utama. Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang bertindak sebagai Ministry Co-Host, menekankan pentingnya hilirisasi sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional. Wakil Koordinator Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional (PHKEN) dan Tenaga Ahli Menteri ESDM, Dimas Muhamad menyampaikan, “hilirisasi nikel dan material baterai adalah langkah konkret menuju ketahanan energi dan transformasi ekonomi hijau nasional. IBS 2025 sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat industri berbasis sumber daya strategis, dan kami mendukung penuh upaya ini sebagai bagian dari upaya mendorong daya saing industri nasional.” Muhammad Firmansyah, Project Director NBRI dan Executive Director Id Battery menyampaikan bahwa, “Indonesia membutuhkan roadmap jangka panjang yang terintegrasi untuk membangun industri baterai yang kuat dan kompetitif. Ini tidak hanya soal kendaraan listrik, tetapi juga pemanfaatan teknologi penyimpanan energi untuk masyarakat—misalnya pemanfaatan panel surya dan baterai di sektor rumah tangga dan industri. IBS 2025 menjadi titik temu penting untuk menyatukan visi tersebut.” IBS 2025 menjadi bagian dari rangkaian menuju The Battery Show Indonesia 2025, dan Pamerindo Indonesia siap menyukseskannya sebagai co-organizer. “Pamerindo mendukung penuh IBS 2025 sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperkuat konektivitas industri. Kami melihat IBS sebagai platform strategis untuk menghadirkan pelaku industri global dan mendorong pertumbuhan sektor energi baru terbarukan di Indonesia,” ungkap Lia Indriasari, Country Manager Pamerindo Indonesia. Dukungan terhadap IBS 2025 juga datang dari sektor swasta. Huayou Indonesia, sebagai Sponsor Platinum IBS 2025, menegaskan komitmennya untuk mendukung ekosistem baterai Indonesia. Marvel Hu, Deputy General Manager, Huayou Indonesia Regional Management Center mengatakan, “kami percaya Indonesia akan memainkan peran vital dalam rantai pasok global untuk baterai kendaraan listrik. IBS 2025 adalah platform yang tepat untuk memperkuat kolaborasi antara pemain global dan mitra lokal, dan kami bangga menjadi bagian dari perjalanan ini.” Selain Huayou Indonesia, IBS…

Ini Sosok Dirut Food Station Tjipinang Karyawan Gunarso, Gubernur Pramono Minta Tak Tutupi Kasus Beras Oplosan

INDOPOS-Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal beras produksi BUMD Food Station Tjipinang Jaya disebut tidak memenuhi syarat mutu beras premium sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Pramono mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman soal temuan tersebut. Ia meminta Direktur Utama (Dirut) Food Station untuk tidak menutup-tutupi. “Apapun yang menjadi arahan dan sekaligus temuan, maka saya bilang tidak boleh ditutup-tutupi. Semua harus bertanggung jawab untuk, karena bagi saya sendiri keterbukaan itu menjadi penting,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (23/7). Pramono meminta jajarannya untuk menjelaskan jika memang tidak melakukan seperti apa yang menjadi temuan. “Tetapi saya juga kemudian menyampaikan, kalau kalian semua tidak melakukan seperti apa yang dipikirkan, ya harus disampaikan apa adanya,” ujarnya. Pramono tidak mau ikut campur jika memang ada pelanggaran hukum terkait temuan beras tidak sesuai mutu itu. “Itu nanti aparat penegak hukumnya. Saya tidak mau ikut campur urusan itu,” katanya. Kementerian Pertanian sebelumnya menemukan beras produksi Food Station Tjipinang Jaya yang diedarkan dalam sejumlah merek seperti Alfamidi Setra Pulen, Beras Premisum Setra Ramos dan lainnya tidak memenuhi syarat mutu beras premium sesuai standar yang sudah ditetapkan pemerintah. Kesimpulan itu mereka ambil setelah menguji sampel beras dari Food Station di lima laboratorium berbeda. Tak hanya itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian Moch Arief Cahyono juga menyebut bahwa hasil temuan lapangan menunjukkan bahwa beras-beras tersebut dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Ia mengatakan praktik ini merugikan konsumen dan mencederai prinsip keadilan dalam distribusi pangan. “Jika pihak Food Station membutuhkan salinan data hasil laboratorium, silakan menghubungi Satgas Pangan Mabes Polri. Mereka telah memiliki seluruh hasil pengujian dan sedang mendalami temuan ini,” ujar Arief beberapa waktu lalu. Sementara itu, mengutip dari Antara, DPRD DKI Jakarta berencana memanggil salah satu BUMD Food Station yang diduga terlibat dalam kasus beras oplosan. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco mengatakan tujuan pemanggilan untuk meminta penjelasan tentang mutu beras yang dijual selama ini. Baco mengatakan, apabila Food Station terbukti mengoplos beras dengan mutu di bawah premium, maka Pemprov DKI harus memberikan sanksi tegas. Dia tak ingin masyarakat dirugikan akibat beras yang dibeli dengan harga premium namun yang didapatkan justru beras dengan mutu standar medium.