• INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 1, 2025
  • 0 Comments
Hasil Survei Oxford dan Reuters Institute, TVRI Jadi Salah Satu Media Terpercaya di Indonesia, Dirut Iman Brotoseno Ucapkan Alhamdulillah

INDOPOS-Di bawah komando Direktur Utama Iman Brotoseno, Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) semakin berkibar. Perjuangan tim redaksi, direksi dan manajemen tidak sia-sia. Sebab, TVRI jadi salah satu media paling dipercaya oleh publik di Republik Indonesia. Hal itu merupakan hasil Survei Oxford. Yakni laporan dari Reuters Institute for the Study of Journalism dan University of Oxford. Reuters Institute dan Oxford menempatkan TVRI sebagai salah satu media dengan brand paling terpercaya di Indonesia. Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno membenarkan hal tersebut. “Ya, laporan itu telah dirilis pada Februari 2025. Alhamdulillah, dari sisi akurasi berita, TVRI terpercaya. Menurut survei yang diumumkan Oxford, TVRI, salah satu media terpercaya oleh publik,” ungkap Iman, dalam keterangan tertulisnya, kepada wartawan, Jumat, 01 Agustus 2025 Adapun beberapa poin terkait survei itu sendiri adalah di antaranya: penilaian tingkat kepercayaan. Survei ini mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap berbagai media, dan TVRI mendapatkan pengakuan sebagai salah satu media yang dipercaya. Laporan Reuters dan Oxford Laporan ini adalah hasil riset dari dua lembaga yang kredibel di bidang jurnalisme dan studi media. Yaitu Reuters Institute for the Study of Journalism dan University of Oxford. TVRI Media Penyiaran Publik TVRI adalah Lembaga Penyiaran Publik (LPP) yang memiliki peran penting dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Kembali ke Iman, menurutnya, TVRI menyajikan berbagai program, termasuk berita, informasi, religi, hiburan, dan program anak-anak. “Program yang dinilai KPI setiap semester, TVRI selalu mendapat tempat terbaik untuk program anak, budaya, dan berita. Kita sudah bertransformasi ke arah yang benar,” tukas Iman Brotoseno. Sedang Menuju TV Kelas Dunia Papar Iman, dalam era saat ini dan ke depan yang disebut zaman digital, ada pergeseran cara menonton TV. “TV terrestrial bukan lagi media utama untuk jadi tontonan. Khususnya untuk generasi milenial. Generasi ini lebih memilih menyimak program atau tontonan via gadget,” cetusnya. Hal tersebut pun sudah menjadi perhatian Iman dan tim. Untuk itu, Iman dan jajarannya berupaya agar TVRI pun menyiapkan OTT (Over The Top). Ya, sebagai Direktur Utama LPP TVRI, Iman menghadapi beragam tantangan mulai dari konten atau program TVRI yang diharapkan dapat menyedot perhatian pemirsa. Hingga, infrastuktur TVRI secara digital. “Termasuk  menyiapkan TVRI sebagai TV world class. Tahun 2024, kita bangun OTT. Dalam tiga tahun terakhir memang telah terjadi penurunan penonton TV (terrestrial) sebanyak 8%. Sementara penonton berbasis digital (OTT) terus naik. Nanti, 15-20 tahun lagi, penonton tidak nonton TV terrestrial lagi,” Iman Brotoseno mengakhiri pernyataannya. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 1, 2025
  • 0 Comments
Tokoh Betawi Kecam Peredaran Miras di Zona Pemukiman dan Pendidikan, Siap Gelar Aksi Massa Tuntut Sanksi Tegas Kepala Dinas UMKM

INDOPOS-Maraknya peredaran minuman keras (miras) di zona pemukiman dan zona Pendidikan yang terjadi di DKI Jakarta, menuai kecaman dari sejumlah tokoh masyarakat Betawi. Mereka menyoroti kebijakan dari Kepala Dinas PPKUKM (Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah) Elisabeth Ratu, yang terkesan memberikan izin peredaran miras di zona pemukiman dan pendidikan. Bachtiar Pitung, tokoh masyarakat Betawi, mendesak agar pejabat-pejabat yang melanggar diberi sanksi, karena memberi izin, pada peredaran miras di zona perumahan dan zona pendisikan. “Peredaran minuman keras di zona pemukiman dan zona Pendidikan tidak boleh dibiarkan. Kami mengecam keras yang terjadi di DKI Jakarta terutama area Senopati dan sekitarnya, dan terakhir yang viral adalah di daerah Jagakarsa Jakarta Selatan yang mendapat penolakan dari warga dan alim ulama, kami ingin mendesak kepada pemerintah DKI Jakarta dalam hal ini Dinas UMKM DKI Jakarta untuk tidak secara ugal-ugalan mengeluarkan izin peredaran Miras. Gubernur Pramono harus memberikan sanksi tegas terkait persoalan ini,” ujar Bachtiar Pitung, Jumat (1/8/2025). Ust. H. Eka Jaya, Ketua Umum ormas Pengacara dan Jawara Bela Umat (PEJABAT), mengecam keras pemberian izin peredaran miras di zona pendidikan dan pemukiman. Ia pun mendesak agar dinas terkait segera mencabut perizinan tersebut. Ditegaskan Ust. H Eka Jaya, pihaknya akan menggelar aksi massa, untuk memprotes kebijakan tersebut jika tidak segera dicabut. “Jika kebijakan ini ada kong kalingkong antara pengusaha dengan oknum dinas terkait, maka harua segera diperiksa dan dikenai sanksi tegas,” tutur Ust. H Eka Jaya. (***)