Relawan Prabowo Gibran Dorong Perbaikan Tata Kelola Minyak Mentah dan Berantas Korupsi Pertamina

INDOPOS-Koalisi Relawan Prabowo Nusantara yang terdiri dari berbagai elemen, termasuk PrabowoGibran (ProGib) Nusantara, Future Generation Association, Pioneer Bangsa, GN, Logis 08, dan sejumlah relawan lainnya, mendorong perbaikan sistem menyeluruh sistem tata kelola minyak mentan di tanah air. Hal itu dilakukan agar kasus skandal korupsi tata kelola minyak mentah tidak terjadi lagi di kemudian hari. “Kami tidak hanya mendukung tindakan terhadap individu yang terlibat, tetapi juga mendorong perbaikan sistem secara menyeluruh. Kita harus memastikan bahwa sistem yang memungkinkan korupsi tidak terulang di masa depan,” Ketua Presidium Koalisi Hafif Assaf, dalam keterangannya pada wartawan. Lebih lanjut, Koalisi Relawan Prabowo Nusantara menyatakan dukungan terhadap pemerintah untuk memberantas setiap praktik korupsi, termasuk dugaan korupsi tata kelola minyak mentah. Hafif menegaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, berkomitmen penuh untuk memberantas praktik korupsi dan mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Dia mengungkapkan bahwa koalisi siap mendukung langkah pemerintah dalam membersihkan sektor energi, khususnya di BUMN. “Pemerintahan Presiden Prabowo tidak akan memberikan tempat bagi korupsi. Tindakan tegas akan diambil terhadap siapa pun yang terlibat dalam praktik-praktik kotor ini. Kami mendukung sepenuhnya langkah tersebut,” kata Hafif. Dukungan penuh juga diberikan kepada manajemen baru Pertamina (Persero) yang kini dipimpin oleh Direktur Utama Simon Mantiri dan Komisaris Utama Mochamad Iriawan. Koalisi mengapresiasi komitmen dan keberanian pimpinan baru di Pertamina untuk membawa perubahan menuju tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel. “Kami percaya bahwa kepemimpinan baru di Pertamina dapat memperbaiki sistem manajemen, meningkatkan transparansi, dan memastikan terciptanya praktik good governance. Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan BUMN yang bersih dan profesional,” kata Hafif. Hafif juga menambahkan bahwa tim manajemen Pertamina yang baru telah menunjukkan sikap berani dengan meminta maaf dan bertekad untuk membersihkan perusahaan dari praktik-praktik buruk. “Keberanian untuk mengakui kesalahan dan berkomitmen membawa perubahan adalah langkah yang positif. Kami harus memberikan dukungan agar mereka bisa bekerja lebih optimal demi kepentingan rakyat. Ini adalah langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” lanjutnya. Koalisi Relawan Prabowo Nusantara juga menegaskan bahwa perang melawan korupsi adalah salah satu prioritas utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo.  

Kantor BRI Digeruduk Pengunjuk Rasa Buntut Kasus Raibnya Uang Nasabah di Bekasi

INDOPOS-Puluhan massa yg mengatasnamakan diri Front Pemuda Penegak Keadilan, hari ini Senin 3 Maret 2025 menggelar aksi protes di depan kantor pusat Bank Rakyat Indonesia, Jakarta. Dari pantauan, aksi dimulai jam 13.30 dengan membentangkan spanduk dan menggelar orasi. Sebelumnya nasabah Bank BRI atas nama Muhammad Ali melaporkan saldo tabungannya hilang, bahkan saldo di rekeningnya minus -2.327.173.20., padahal sebelumnya terdapat saldo belasan juta di rekening tersebut. Kejadiannya pada tanggal 07 Februari 2025 ada 8 kali transaksi didata print out buku rekening. Padahal pada tanggal tersebut pemilik rekening tidak bisa melakukan transaksi apapun setelah kartu ATM tertelan di mesin ATM Link yang beralamat di Alfamart Ruko Kemanggisan Metland Cibitung. Sehari kemudian nasabah datang ke bank untuk mengurus rekeningnya, setelah di print out rekening yang bersangkutan malah minus saldo -2.327.173. agak janggal karena terjadi transaksi sampai minus padahal biasanya transaksi tidak bisa melewati batas limit harian. Yg bersangkutan sudah berusaha untuk meminta klarifikasi kepada pihak Bank BRI apa yg sebenarnya terjadi dengan transaksi di rekeningnya? Namun pihak BRI cabang maupun unit saling lempar tanggung jawab tanpa memberikan penjelasan yg memadai. Atas kejadian tersebut sekelompok massa yg mengatasnamakan Front Pemuda Penegak Keadilan melakukan aksi protes di Gedung Bank BRI Pusat. Menurut koordinator aksi Faris Enjiro dalam orasinya mengatakan bahwa kejadian serupa tidak hanya menimpa Muhammad Ali, dia menduga banyak kejadian serupa di tempat lain tetapi pada takut untuk bersuara. Padahal institusi perbankan sebagai lembaga yg menghimpun dana dari masyarakat harus bisa memastikan keamanan dana simpanan nasabahnya. “Apalagi BRI segmen nasabahnya kan kelas menengah ke bawah”.. mereka mengumpulkan uang dengan susah payah, niat ditabung untuk masa depan, namun kemudian raib entah kemana. Ini tidak fair.. BRI perlu segera berbenah. Apakah ada tuyul di BRI? Teriak Faris dihadapan puluhan massa aksi. Bank BRI merupakan bank plat merah yang sudah selayaknya mengutamakan kepentingan nasabah dan rakyat Indonesia. Ada representasi negara di sana, jangan sampai negara dibuat malu oleh BRI. Tutur orator aksi lainnya. Kejadian di Bekasi ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak Bank BRI, jangan sampai kepercayaan masyarakat menjadi hilang. Front Pemuda Penegak Keadilan selain menggelar orasi juga membentangkan spanduk yg bertuliskan: 1. Mendesak Erick Tohir menteri BUMN untuk segera mencopot Direktut utama dan jajaran Direksi Bank BRI karena diduga tidak becus berkerja sehingga mengakibatkan raibnya uang nasabah di Cab Bekasi unit pamor Tambun 2. ⁠meminta Erick Tohir untuk segera mencopot pimpinan BRI Cabang Bekasi dan Unit BRI Pamor karena diduga lalai dalam melaksanakan tugas. 3. ⁠Segera mundur direktur utama bank BRI dan para pimpinan cabang Bekasi dan unit BRI Pamor, Tambun. Ganti yang lebih baik. (***)

Relawan Prabowo Gibran Bagikan Tong Sampah di Tiga Kecamatan untuk Jaga Kebersihan, dan Akan Gelar Buka Bersama serta Bagi-Bagi Takjil

INDOPOS-Relawan pendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang tergabung dalam Pendekar 08 membagikan 80 tong sampah di tiga kecamatan di Kota Tangerang, Banten untuk menjaga kenersihan lingkungan. Mereka juga akan membagikan takjil dan buka puasa bersama si bulan Ramadhan ini. Adapun, kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional 2025. “Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan serta mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik,” kata Ketua Umum Pendekar 08, Ancilla Yanny Irmella dalam keterangannya, pada wartawan. Tiga wilayah kecamatan yang menerima pembagian 80 tong sampah untuk ditempatkan di depan rumah atau di lingkungan sekitar. Adapun wilayah itu diantaranya;  Kelurahan Uwung Jaya,  Kelurahan Poris Plawad, dan  Kelurahan Panunggangan Utara. Ancilla menegaskan, program ini akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Banten di bawah kepemimpinan Andra Soni dan Dimyati dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kami, Pendekar 08, berkomitmen untuk mendukung program pemerintah Banten dalam mengajak warga agar lebih peduli terhadap lingkungan serta membantu pemerintahan yang baru,” jelas dia. Disebut, para ketua lingkungan yang menerima bantuan tong sampah merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Mereka menyatakan bahwa bantuan ini mampu meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah secara lebih baik.

H. Amirullah, ST, MH Atau H.Amink Dilantik Sebagai Ketua PC GEMIRA Jakarta Selatan, Siap Sukseskan Program Presiden Prabowo

INDOPOS-Ketua Umum PP Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA) Kh. Moch.Irfan Yusuf Hasyim, atau biasa di Sapa Gus Irfan yang saat ini Menjabat sebagai Kepala Badan Haji dan Umroh, melantik Pengurus Cabang GEMIRA Jakarta.Selatan, Kamis (27/2/2025). Hadir dalam pelantikan tersebut Ketua PD GEMIRA DKI Jakarta H.Nuchbatillah yang jaga Anggota DPRD DKI Jakarta, Ketua Pembina GEMIRA mas Setyoko yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, wakil Ketua Komisi X DPR RI, ibu Hj.Mimmatul Aliyah, para Ketua Ormas dan lembaga kemasyarakatan Jakarta Selatan, tokoh agama dan pemuda. Sebagai salah satu organisasi sayap Partai Gerindra, GEMIRA senantiasa bertekad menyukseskan berbagai kebijakan program partai besutan Prabowo Subianto. Gemira harus bisa berperan menjadi aspirasi masyarakat untuk berkhidmat atau mengabdi di partai. Berbagai peran atau tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Gemira merupakan bagian dari tata kelola organisasi. Ketua PC GEMIRA Jaksel H.Amirullah, ST, MH atau biasa dipanggil H.Amink, menyampaikan, akan terus mendukung dan menyukseskan berbagai kebijakan program Presiden Prabowo Subianto. “GEMIRA Jakarta Selatan akan segera melakukan konsolidasi, dan merapatkan barisan dalam upaya menyukseskan program-program Presiden Prabowo,” kata Amink. (***)

Polres Jakbar Amankan Sejumlah Preman Terkait Pendudukan Lahan Secara Ilegal

INDOPOS-Polres Metro Jakarta Barat (Polrestro Jakbar), mengamankan beberapa orang preman terkait dugaan pendudukan lahan secara ilegal di Jalan Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakbar. Kasatreskrim Polrestro Jakbar, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, pada Kamis petang (27/2/2025) menyampaikan, pihaknya mengamankan 2 orang preman dari lokasi lahan tersebut. ‎“Sudah diamankan dan posisi di dalam TKP sudah aman,” ujar Arfan. Kedua orang preman yang sempat diamankan itu telah dimintai keterangan di Mapolrestro Jakbar. “Diamankan sebagai saksi,” ujarnya. Ia menjelaskan, pengamanan beberapa orang preman itu dilakukan Satreskrim Polrestro Jakbar menindaklanjuti laporan Nomor LP/B/5752/XI/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA yang disampaikan Rosalina Soesilawati. Atas laporan itu, lanjut AKBP Arfan, pihaknya menerjunkan sekitar 20 orang anggota ke lokasi lahan yang diduga dikuasai sejumlah preman tersebut. Selain dua orang preman, anggota mengamankan sejumlah senjata berupa tombak, double stick, golok, dan airsoft gun serta 3 unit‎ sepeda motor. Kedua orang preman dan sejumlah senjata serta sepeda motor itu kemudian dibawa ke Mapolresto Jakbar. Sebelum meninggalkan lokasi, anggota memasang garis polisi (police line). “Jumlah orang yang diamankan tidak bertambah, hanya dua orang sebagai saksi‎,” katanya. ‎Sementara itu, kuasa hukum Rosalina Soesilawati, Rivai Kusumanegara, ‎mengapresiasi gerak cepat dan tindakan tegas Polrestro Jakbar. “Kami mengapresiasi langkah tegas Polres Jakarta Barat yang telah mengamankan pelaku pendudukan paksa,”‎ katanya. Ia menjelaskan, sita jaminan yang dilakukan pengadilan hanya sekadar membacakan penetapan hakim di lokasi dan mencatatkannya di kantor pertanahan setempat, bukan dilakukan pendudukan atau penguasaan lahan. “Upaya pendudukan paksa karena adanya sita jaminan jelas bertentangan dengan hukum dan mencederai citra pengadilan,” ujarnya. Terlebih, kata Rivai, saat pendudukan paksa lahan tersebut, sekelompok massa menggunakan atribut bertuliskan Pengadilan Jakarta Barat.‎ (***)