• INDOPOSINDOPOS
  • Maret 26, 2025
  • 0 Comments
Universitas Borobudur Gelar Buka Puasa Bersama Civitas Akademi untuk Tingkatkan Keakraban dan Kekompakan

INDOPOS – Universitas Borobudur Jakarta, menggelar peringatan buka puasa bersama dengan seluruh civitas akademi, di Mesjid Raya Universitas Borobudur, Jl. Raya Kalimalang No.1, Jakarta Timur, Rabu 26/3/2025. Senior Advisor Univesity of Borobudur, Prof. Dr. Didik Sulistyanto, yang hadir mewakili Rektor Universitas Borobudur Prof.Ir.Bambang Bernanthos, menyampaikan, buka puasa bersama ini adalah bentuk keakrapan dari seluruh unsur Universitas Borobudur, dan ini merupakan kegiatan rutin yang sudah lama kita lakukan. “Pada hari ini adalah puncaknya, yaitu semua civitas. Sebelumnya ada buka bersama dengan anak yatim, kemudian juga dengan PPSU dan juga dengan Satpol PP. Itu kita lakukan pada beberapa minggu yang lalu pada Ramadan Minggu Kedua,” ujar Prof Didik. Kenapa kita lakukan? Karena kita tahu. Keberkahan dari orang-orang ini akan mendoakan kampus Borobudur. Sehingga Borobudur sudah menjadi unggul per 19 November 2024 kemarin dari Ban PT. Dengan adanya unggul, itu hanya ada 65 perguruan tinggi se-Indonesia. Dari 4.355 kampus, hanya 65 yang unggul, bisa dibayangkan. Dan di DKI Jakarta, itu hanya sekitar 25 kampus. Dan salah satunya di nomor 21 adalah Universitas Borobudur. Nah ini merupakan suatu keberkahan. Nah sekarang tinggal kita tingkatkan. Untuk apa? Untuk meningkatkan supaya semua mahasiswa di sekitar kita, kita berikan biasiswa 8 miliar. 8 miliar untuk siapa? Untuk orang yang tidak mampu. Untuk orang yang berprestasi. Untuk anak-anak yatim piatu. Untuk penghafal Al-Quran. Untuk pondok pesantren. Kita berikan biasiswa. Dan kemarin kita kerjasama dengan Habib Ridho, Habib Hamid, Habib Yahya, Habib Lutfi. Untuk apa? Untuk adik-adik di pondok itu kita kulihkan di Borobudur. Karena Borobudur ini jarang ada suatu kampus yang memiliki masjid yang besar. Kita hanya tahu contohnya ada Al-Asar Indonesia, itu punya masjid yang besar. Kemudian ada Ubarajaya, ada masjid yang besar. Tapi jarang yang di tengah kota, dalam posisi di pusat kota di daerah Cipinang Jatinegara, yang kampusnya begitu megah. Dan memiliki masjid. Nah, harapan para Habib dan para Yahya adalah adik-adik pondok pesantren juga belajar bahasa, eh juga belajar agama dan belajar akademik. Sehingga dia menjadi manusia yang memiliki ilmu. Allah akan meningkatkan satu derajat di atas rata-rata bila orang itu memiliki ilmu. Itu janji Allah. Nah, itu akan kita sampaikan pada adik-adik pondok. Jangan sampai adik-adik pondok hanya belajar agama saja. Dia akan kita buka wawasannya. Jadi dia menjadi sarjana S1. Kalau bagus kita tingkatkan S2, S3. Syukur dia bisa menjadi dosen, menjadi peneliti, menjadi wirausaha, dan tetap sebagai orang dari lulusan pondok pesantren. Jadi itu harapan kita. Borobudur semakin unggul. Dan tentu, kita perlu dukungan semua lapisan masyarakat. Itu kata kuncinya. Dan ini waktunya di bulan Ramadan, malam 27 Laylatul Khodar, waktunya kita berbagi kepada sesama, terutama kepada orang kita sendiri. Tapi yang paling penting adalah hubungan sesama manusia. Kita kalau gak akan diampuni Allah bila tidak ada ampun dari sesama manusia. Demikian. Ada pesan-pesan khusus gak Pak dari Pak Rektor? ada pesan-pesan khusus Iya, dari Pak Rektor beliau pada saat ini, khususnya ada di Cina, pesan dari beliau adalah perkuat hubungan sesama. Kenapa? Kita gak akan bisa unggul kalau kita sendirian. Maka kita harus bekerja sama, supaya apa? Supaya luar biasa. Maksud Pak Rektor apa? Ibarat sapu lidi, kalau ada sapu lidi dan itu hilang semuanya, nggak akan bisa dipakai membersihkan. Terima kasih. Jadi sapu lidi adalah kumpulan dari berbagai orang menjadi satu kesatuan. Itulah kata Kongci yang mempunyai tidak bisa kita kerja tanpa ada bantuan orang lain. Terima kasih banyak-banyak. Di Cina ada undungan kunjungan usus untuk dikuning di dana yang full oleh Cina, usus Borobudur, untuk mempresentasikan kemajuan Borobudur di tingkat internasional. Terima kasih, Pak. Kemudian kita akan membuka universitas baru, namanya ICTI, Indonesia-China Technology Institute, ada di kampus Borobudur. Kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah China. Itu akan kita didirikan dalam waktu dekat. Kampusnya di mana? Insya Allah ada di Jalan Pemuda. Terima kasih. Di kampus Borobudur.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 26, 2025
  • 0 Comments
Layanan Operasional Terbatas BNI Kantor Cabang Jakarta Kota pada Hari Libur Cuti Bersama Hari Suci Nyepi dan Libur Cuti bersama Idul Fitri 1446 H

INDOPOS-Jakarta, Rabu 26 Maret 2025-Dalam rangka mendukung pelayanaan untuk Nasabah , PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, akan menyediakan Layanan Operasional Terbatas. Sehubungan hari Iibur cuti Bersama yaitu Hari Suci Nyepi, BNI KC Jakarta Kota melaksanakan Operasional Terbatas pada tanggal 28 Maret 2025 yang melayani transaksi setoran/ penarikan / pemindahbukuan maksimal sd Rp 25juta, layanan pembayaran BBM Pertamina dan Bulog pada pukul 09.00 – 12.00 WIB Selain itu, KC Jakarta Kota juga melayani penerimaan setoran khusus PT.KCI akan berlangsung tanggal 28, 29, 30 Maret serta 2 dan 5 april 2025, dan khusus untuk penerimaan setoran PT. JIEXPO Pada tanggal 30 Maret 2025 dan 5 april 2025, dimulai dari jam 09.00 – selesai Selain layanan operasional terbatas ini, BNI juga menyediakan berbagai layanan E-Channel yang bisa diakses selama 24 jam setiap harinya. Nasabah dapat menggunakan wondr by BNI, DigiCS BNI untuk pembukaan Rekening, ATM CRM BNI (ATM tarik setor BNI), BNI SMS Banking, BNI Mobile Banking, BNI Internet Banking, dan BNI Call untuk memenuhi kebutuhan perbankan bagi para nasabah BNI “ Kami berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah kami, terutama dengan layanan operasional terbatas pada cuti bersama ini, kami berharap dapat memudahkan nasabah dalam mengakses layanan perbankan BNI,” ujar Setyo Adi Pranowo Pemimpin Cabang BNI Jakarta Kota Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kepercayaan Anda terhadap BNI, kami ucapkan terima kasih. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 25, 2025
  • 0 Comments
Kebijakan dan Regulasi Pengelolaan Air Bersih Jakarta Harus Tepat

INDOPOS-Pemerhati Jakarta dari Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto, menegaskan pentingnya kebijakan dan regulasi yang tepat dalam pengelolaan air bersih di Jakarta. Hal itu disampaikan Sugiyanto saat berbicara pada diskusi yang dilaksanakan Koalisi Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI) dengan tema “Issu Air Minum dan Penyehatan Lingkungan menjadi Prioritas Pembangunan” di Journey Coffe, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (25/3/2025). Sugiyanto, yang akrab disapa SGY, menjelaskan ada dua kebijakan utama yang perlu diterapkan oleh PAM Jaya, sebagai operator air bersih di Jakarta. Kebijakan pertama adalah menetapkan standar dan target pelayanan air minum, sementara kebijakan kedua adalah menentukan model kebijakan pengelolaan yang akan digunakan, apakah berbasis perusahaan daerah, swasta, atau kemitraan publik-swasta (public private partnership). “Kebijakan ketiga yang perlu didorong adalah upaya mendukung infrastruktur dan investasi pemerintah. Terakhir, yang tidak kalah penting adalah peningkatan efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan air,” kata SGY dalam diskusi tersebut. Terkait regulasi, SGY juga menekankan pentingnya pembuatan regulasi yang mengacu pada aturan hukum yang mengikat semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan air minum. Ada beberapa hal yang harus dipastikan dalam regulasi tersebut, seperti: pertama, menjamin hak akses air bagi seluruh masyarakat; kedua, mengatur penyesuaian tarif dan subsidi air; ketiga, penegakan standar kualitas air; keempat, pengawasan terhadap kinerja BUMD PAM Jaya; dan terakhir, mencegah eksploitasi sumber daya air. Sementara itu staf khusus gubernur, Nirwono Joga mengatakan keberlangsungan siklus air bersih sangat dibutuhkan agar berkelanjutan. Nirwono Joga, yang menjabat Staf Khusus Gubernur Bidang Pembangunan dan Tata Kota mengatakan, ada empat hal yang penting harus dilakukan segera, agar Kebutuhan air bersih terus dapat terjaga keberadaannya. “Regenerasi/pembenahan badan sungai dari hulu ke danau-embung-waduk, revitalisasi badan air, situ, danau-embung-waduk, penambhan RTH dan konservasi perlindungan hutan lindung,” ujar Nirwono. Sedangkan, Direktur Pelayanan PAM Jaya Syahrul Hasan menuturkan, diperlukan peran semua pihak untuk menjaga ketersediaan suplai air baku, termasuk melalui konservasi lingkungan. “Kami mendapatkan mandat untuk merealisasikan cakupan layanan air bersih 100 persen di Jakarta pada tahun 2030. Untuk itu, kelestarian sumber-sumber air perlu dijaga,” jelas Syahrul. Apalagi kata Syahrul, salah satu dari 8 misi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto adalah Swasembada Pangan, Energi, Air, Ekonomi Kreatif, Ekonomi Hijau, dan Ekonomi Biru. “Pada masa pemerintahan Pak Prabowo, air juga menjadi salah satu dari 17 program prioritas yakni, swasembada pangan, energi, dan air,” ucapnya. Untuk diketahui, diskusi dan talkshow dengan ‘Issu Air Minum dan Penyehatan Lingkungan menjadi Prioritas Pembangunan’ merupakan lanjutan dari beberapa diskusi sebelumnya. Koalisi Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI) yang ditunjuk PAM Jaya dalam menyelenggarakan diskusi sebagai bagian dari edukasi ke masyarakat tentang pentingnya air bersih perpipaan. Masyarakat diharapkan dapat memahami pemakaian air tanah tidak lagi digunakan. Selain akan berdampak buruk bagi kesehatan, pengambilan air tanah dalam jumlah besar mengakibatkan penurunan permukaan tanah. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 25, 2025
  • 0 Comments
Koordinator Nasional GSBK dan Koordinator Santri Biru Kuning Bantah Tuduhan Problematik terhadap Kadisparekraf DKI Jakarta

INDOPOS–Jakarta – Koordinator Nasional Gerakan Sosial Budaya Kreatif (GSBK), Febri Yohansyah, membantah tuduhan problematik yang diarahkan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) DKI Jakarta, Andhika Permata. Menurutnya, Andhika telah melakukan berbagai perubahan positif untuk Jakarta, termasuk penyelenggaraan event besar seperti perayaan Tahun Baru 2025 yang berlangsung dengan sangat meriah. Tuduhan tersebut sebelumnya muncul dalam pemberitaan salah satu media online dan menyasar kebijakan serta program yang dijalankan oleh Kadisparekraf DKI Jakarta. Namun, Febri Yohansyah menegaskan bahwa berbagai inisiatif yang dilakukan oleh Andhika telah memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di ibu kota. “Kami melihat bahwa banyak perubahan signifikan yang telah dilakukan oleh Pak Andhika. Salah satu buktinya adalah suksesnya perayaan Tahun Baru 2025 yang begitu meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kini, beliau kembali menghadirkan event yang tak kalah menarik, yakni ‘Lebaran di Jakarta’,” ujar Febri Yohansyah dalam keterangannya kepada media, Selasa (25/3/2025). Lebih lanjut, Febri mengajak semua pihak untuk tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu tanpa melihat fakta yang ada. Menurutnya, tuduhan yang dilontarkan di media online terhadap Andhika Permata tidak berdasar dan cenderung menyesatkan. “Kami berharap agar media lebih objektif dalam menyajikan berita dan tidak mengedepankan opini yang dapat merugikan individu maupun institusi. Pembangunan sektor pariwisata membutuhkan dukungan bersama, bukan justru polemik yang tidak berdasar,” tambahnya. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Koordinator Nasional Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK), yang menyebutkan bahwa tuduhan problematik yang diarahkan kepada Andhika Permata hanyalah bentuk pencemaran nama baik. “Kami melihat bahwa tuduhan ini tidak memiliki dasar yang kuat dan lebih kepada upaya mencemarkan nama baik Pak Andhika. Selama ini, beliau telah bekerja keras membangun pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta dengan berbagai program inovatif,” ujar perwakilan GSBK. Event “Lebaran di Jakarta” sendiri dirancang untuk menjadi ajang perayaan khas ibu kota yang mengangkat budaya lokal serta memberikan pengalaman unik bagi warga Jakarta dan wisatawan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan event ini dapat semakin memperkuat citra Jakarta sebagai kota destinasi pariwisata unggulan. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 25, 2025
  • 0 Comments
Bang Foke Hadiri Buka Bersama FBJ dan GKJ, Berharap Jakarta Lebih Baik di Bawah Kepemimpinan Pramono-Anung

INDOPOS-Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo (Foke), hadir dalam acara buka bersama yang diselenggarakan oleh Forum Bersama Jakarta (FBJ) dan Gerakan Kolaborasi Jakarta (GKJ) di The Tavia Heritage, Senin (24/3/2025). Dalam kesempatan tersebut, Foke memberikan sambutan dan harapan untuk masa depan Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno (Doel). Foke menyampaikan keyakinannya bahwa Pramono-Anung akan membawa Jakarta menuju kemajuan dan keberkahan bagi warganya. “Saya mendukung dan menyakini Bang Anung dan Bang Doel akan membawa keberkahan untuk semua. Jangan sampai harkat dan martabat Jakarta turun. Kalau turun kemungkinan tentu ada kesalahan manajemen, kekeliruan dalam mengelola,” ujar Foke. Gubernur yang dikenal selalu bicara apa adanya ini, juga menekankan pentingnya keberlanjutan perjuangan untuk Jakarta agar terus menjadi kota yang lebih baik dari sebelumnya. Ia berharap Jakarta tetap menjadi tempat tinggal yang layak bagi semua warganya dan kebutuhan mereka dapat terpenuhi dengan baik. Lebih lanjut, Foke mengingatkan Gubernur Pramono agar tidak memberikan janji-janji yang sulit dipenuhi. “Harapan saya Jakarta harus lebih baik dari hari kemarin. Kota ini mari kita bangun bersama, kita jadikan sebagai tempat tinggal yang membawa keberkahan bagi seluruh warga,” katanya. “Satu lagi, gubernur jangan banyak beri janji macam-macam. Saya kuatir janji itu tak dapat dipenuhi, akhirnya jalan ditempat, saya ngomong karena pernah jadi gubernur,” imbuhnya. Dalam acara tersebut, Foke juga mengingatkan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan Jakarta. Menurutnya, kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan organisasi sangat penting untuk menciptakan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia mengibaratkan kolaborasi seperti sapu lidi yang akan lebih kuat apabila dilakukan bersama-sama. “Gerakan Kolaborasi Jakarta (GKJ) harus terus dijaga eksistensinya. Meskipun bukan organisasi formal, GKJ harus bisa melanjutkan kiprahnya. Ibarat sapu lidi, kalau hanya satu akan mudah patah, tapi melalui semangat kolaborasi, kebersamaan, tentu akan menjadi kuat. Semua yang diinginkan bisa kita capai,” tutur Foke. Foke juga berharap agar pemimpin GKJ, Adjie Rimbawan, dapat merangkul semua elemen yang ada meskipun memiliki prinsip dan pandangan yang berbeda. “Kolaborasi itu penting. Jadi saya harap Mas Adjie yang sekarang jadi gubernurnya kolaborasi, pimpinan GKJ bisa merangkul semua meski tokoh-tokoh di dalamnya punya prinsip dan pandangan berbeda,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Presidium Gerakan Kolaborasi Jakarta, Adjie Rimbawan, menyampaikan apresiasi atas semua nasehat yang diberikan oleh Foke. “Beliau adalah sosok yang kaya pengalaman dan menjadi babul ilmi bagi kita semua,” ungkap Adjie. Adjie berkomitmen untuk melaksanakan dengan baik amanah yang diberikan dan memastikan bahwa GKJ dapat menjadi mitra strategis bagi Pramono Anung dan Rano Karno dalam membangun Jakarta yang lebih baik. “Kita sudah all out mendukung Mas Pram dan Bang Doel saat Pilkada. Saat ini tentunya kita akan memberikan kontribusi agar Mas Pram dan Bang Doel bisa menunaikan amanah memimpin Jakarta dengan sebaik-baiknya,” pungkas Adjie. Acara buka bersama ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh Betawi, seperti Makmun Amin, Dewan Pembina GKJ, Budi Siswanto, Ketua Umum Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PB KAMI) Sultoni, serta tokoh dan aktivis lainnya. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 24, 2025
  • 0 Comments
Gathering Korean Wave for Humanity: Kolaborasi Fanbase Korea dan Human Initiative untuk Kebaikan

INDOPOS-Jakarta, 22 Maret – Suasana meriah dan penuh kehangatan menyelimuti acara Gathering Korean Wave for Humanity, sebuah momen silaturahmi yang mempertemukan komunitas pecinta budaya Korea. Baik dari fanbase K-Pop maupun K-Drama, lebih dari 20 fanbase berpartisipasi dalam acara ini yang diadakan di Go-Work Central Park dengan dukungan sponsorship tempat dari Tiptip.id. Acara ini diinisiasi oleh Human Initiative (HI) sebagai upaya untuk berkolaborasi dalam gerakan kebaikan dengan fanbase Korea melalui media sosial. Tidak hanya sekadar berkumpul dan bersilaturahmi, acara ini juga diwarnai dengan kegiatan sosial. Sebanyak 20 anak yatim dan duafa diundang ke acara ini untuk menerima paket bingkisan sehingga membawa kebahagiaan tersendiri di tengah keseruan acara. *Boy Mareta selaku GM Retail Partnership menyampaikan Ini adalah kolaborasi untuk saling menguatkan dan menunjukan bahwa Fanbase Korea juga memiliki dampak yang luar biasa bagi dunia kemanusiaan. Kolaborasi ini semakin mendapatkan banyak spotlight ketika pada moment Palestina di tahun 2023- sekarang.* Selain penyaluran bingkisan, acara ini juga menghadirkan berbagai permainan interaktif yang melibatkan peserta dan anak-anak yatim. Gelak tawa dan keceriaan terlihat sepanjang acara menunjukkan bahwa kebaikan bisa dirayakan dengan cara yang menyenangkan. “Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari acara ini. Bukan hanya tentang kecintaan pada budaya Korea, tapi juga bagaimana kami bisa berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan,” ujar salah satu perwakilan fanbase. Dengan lebih dari 20 fanbase yang terlibat, acara ini membuktikan bahwa Korean Wave tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga bisa menjadi wadah solidaritas dan kepedulian sosial. Human Initiative sebagai inisiator acara berhasil menunjukkan bahwa kekuatan komunitas bisa dimanfaatkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Kami berharap acara ini bisa menjadi inspirasi bahwa apapun komunitasnya, selalu ada ruang untuk berbagi dan berbuat kebaikan,” ujar perwakilan dari Human Initiative. _Gathering Korean Wave for Humanity_ bukan hanya sekadar acara berkumpul. Ini adalah wujud nyata bahwa kolaborasi komunitas dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, acara ini tidak hanya menyatukan para pecinta Korean Wave, tetapi juga membawa senyum dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Sahabat Inisiator yang ingin ikut berbagi kebaikan, dapat mengunjungi solusipeduli.org untuk menjadi bagian dari perubahan positif bagi mereka yang membutuhkan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 24, 2025
  • 0 Comments
Penghuni YVE Habitat Limo Depok Minta Hakim Tolak PKPU Kepada Pengembang

INDOPOS-Lebih dari 250 penghuni perumahan YVE Habitat Limo Depok, Jawa Barat, harap-harap cemas karena adanya gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang ditujukan kepada pengembang PT YVE Habitat Limo. Mereka khawatir jika gugatan itu dikabulkan rumah yang sudah ditempati, maupun sedang dalam proses pembangunan berikut dengan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) bakal disita pengadilan. Salah satu warga Dwi Laksono YVE Habitat Limo adalah perumahan cluster dengan lebih dari 300 unit yang telah dibangun di daerah Limo, Depok. Perumahan ini didesain oleh arsitek terkenal Andra Martin dan digawangi oleh PT. YVE Habitat Limo. “Pembangunan perumahan yang dilakukan pengembang tidak mangkrak dan masih terus berjalan. Bahkan, sebagian besar warga YVE Habitat Limo telah menerima Berita Acara Serah Terima (BAST) dan telah menempati rumah tersebut bahkan banyak yang telah melangsungkan Akta Jual Beli (AJB) hingga mendapatkan Sertifikat Hak Milik,” kata Dwi dalam keterangannya, Senin (24/3/2025). Menurutnya, para penghuni khawatir dengan gugatan PKPU itu, arena pasti bakal berdampak langsung. Seperti fasos-fasum yang saat ini masih atas nama pengembang. Kalau sampai gugatan itu dikabulkan majelis hakim, sudah pasti segala fasilitas itu bakal disita. “Kami berharap majelis hakim mengambil keputusan yang adil. Karena mayoritas pembeli perumahan ini sudah menempati rumah. Pengembang juga sudah menunaikan kewajiban kepada pembeli yang terlambat menerima unit yang dipesannya,” ungkapnya. Dwi menjelaskan, gugatan PKPU ini bermula karena 2 pembeli yang rumahnya belum selesai dibangun atau mengalami keterlambatan. Namun, mereka menolak menerima pengembalian dana secara bertahap. “Dua pembeli ini lantas mengajukan permohonan PKPU dengan harapan mempailitkan PT. YVE Habitat Limo,” ungkapnya. Sebagai informasi, 2 pembeli yang datanya bisa dilihat dari SIPP Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, bernama: Donny Herdiant dan Qumairi Mulia selaku pemohon PKPU, mendaftarkan permohonannya di PN Jakarta Pusat dengan nomor perkara 42/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN Niaga Jkt.Pst. Dalam pembelaannya, YVE Habitat Limo berargumen bahwa tidak ada penghentian pekerjaan pembangunan dan seluruh unit masih dalam tahap progress pemasangan atap dan finishing. Memang betul terdapat keterlambatan dalam pembangunan rumah – rumah di YVE, namun semua keterlambatan terjadi karena force mejeure (seperti COVID). Terlebih, telatnya pembangunan sudah dikomunikasikan kepada pembeli dan calon penghuni YVE. Sebanyak 250 unit lebih telah diserah terimakan dan lebih dari 270 kepala keluarga tinggal di YVE dengan sisa 83 unit masih dalam tahap pembangunan dengan progress mencapai 85 persen. “Apakah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan memutus untuk dilakukannya PKPU terhadap perusahaan yang masih melakukan pembangunan karena permohonan 2 penghuni saja? Bagaimana nasib 250 lebih KK didalam perumahan ini yang memang sudah tinggal dan mendiami perumahan YVE?” ucap Dwi Laksono. Selain itu pegayuban perumahan yang telah membuat pernyataan dan ikut dalam pembuktian di persidangan, meminta dengan hormat agar Mahkamah Agung mengawasi perkara ini atas dasar kemanusaiaan. “Apa iya, gara – gara 2 pemohon yang rumahnya sudah sebagian besar terbangun namun tidak sabar lalu mengajukan gugatan PKPU untuk agenda tertentu, kemudian PN jakpus setuju untuk melakukan PKPU dan berdampak pailit? Se-egois itukah PN Jakpus merusak kehidupan di perumahan YVE yang telah menjadi komunitas tersendiri dengan warga yang menempati lebih dari 250 kepala keluarga? Dengan ekonomi yang begini parahnya, apakah masyarakat kembali terluka akibat putusan pengadilan yang sembrono?” ucap perwakilan dari Pegayuban perumahan YVE. Warga YVE telah meminta perlindungan hukum dan atensi dari Mahkamah Agung atas berjalannya perkara PKPU yang dketuai oleh Ketua Majelis Marper Pandiangan, S.H., M.H. dengan anggota Khusaini, S.H., M.H & Faisal, S.H., M.H. Dalam surat yang diterima oleh redaksi, Paguyuban yang mewakili 90 persen warga di YVE Habitat meminta PN Jakpus menolak permohonan PKPU karena betapa warga yang akan menjadi pihak paling dirugikan apabila PKPUnya dikabulkan dan bukan pengusaha developer yang telah menerima seluruh pembayaran atas dibangunnya seluruh unit di YVE. Warga juga mengklaim proyek tidak mangkrak dan sangat tidak berasalan apabila YVE habitat harus menjalni PKPU dan kemungkinan mengalami kepailitan. PN Jakpus harus melihat keadaan di lapangan dan memikirkan aspek kemanusiaan dari 250 KK yang tinggal di YVE. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 22, 2025
  • 0 Comments
Sarasehan KPMI Hari Air Sedunia, SGY Ingatkan PAM Jaya Agar Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga

INDOPOS-Konservasi alam dan mitigasi air bersih/minum merupakan dua aspek penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan memastikan ketersediaan sumber daya yang berkelanjutan. Hal itu dikatakan Pemerhati Jakarta Sugiyanto, saat berbicara pada Sarasehan Lingkungan Dalam Rangka Hari Air Sedunia bertajuk “Konservasi Alam dan Mitigasi Krisis Air Bersih/Minum”, di Aula KI Hajar Dewantara, Kantor Dinas Pendidikan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (22/3) sore. Menurut pria yang akrab disapa SGY ini, konservasi alam mencakup berbagai tindakan untuk menjaga, melindungi, dan melestarikan ekosistem serta sumber daya alam agar tetap berfungsi secara optimal. “Tujuan utama dari konservasi adalah untuk mencegah eksploitasi berlebihan yang dapat merusak lingkungan dan mengancam keberlanjutan kehidupan di bumi,” kata Sugiyanto. “Upaya konservasi ini dapat dilakukan melalui perlindungan hutan, rehabilitasi lahan kritis, pengelolaan kawasan lindung, dan penerapan teknologi ramah lingkungan dalam berbagai sektor kehidupan,” imbuhnya. Untuk itu, terkait pengadaan air bagi warga Jakarta, ia berharap PAM Jaya sebagai regulator harus mampu menjaga menjaga serta menyediakan air bersih yang berkualitas serta layak untuk digunakan. “Salah satu aspek penting dalam konservasi adalah pengelolaan sumber daya air, yang menjadi kebutuhan dasar bagi manusia dan makhluk hidup lainnya,” jelas SGY. “Air bersih merupakan elemen vital yang harus dijaga ketersediaannya untuk keperluan konsumsi, sanitasi, dan berbagai aktivitas lainnya,” sambungnya. Menurutnya, PAM Jaya harus bisa memastikan kepada masyarakat bahwa distribusi air bersih tidak hanya mencakup wilayah tertentu, tetapi dapat diakses oleh semua lapisan sosial. SGY mengatakan, pengawasan masyarakat dapat dilakukan melalui partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, pemantauan fasilitas air bersih, dan pengawasan terhadap kualitas air yang disalurkan. “Dengan pengawasan ini, potensi penyalahgunaan dalam pengelolaan air bersih dapat diminimalisir. Selain itu, masyarakat juga berperan memberikan informasi mengenai gangguan atau keluhan terkait pelayanan air bersih yang mereka alami, agar pemerintah dan perusahaan penyedia air dapat segera menanganinya,” terangnya. Sementara itu, Direktur Utama Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin menuturkan, diperlukan peran semua pihak untuk menjaga ketersediaan suplai air baku, termasuk melalui konservasi lingkungan. “Kami mendapatkan mandat untuk merealisasikan cakupan layanan air bersih 100 persen di Jakarta pada tahun 2030. Untuk itu, kelestarian sumber-sumber air perlu dijaga,” ucapnya. Apalagi kata Arief, salah satu dari 8 misi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto adalah Swasembada Pangan, Energi, Air, Ekonomi Kreatif, Ekonomi Hijau, dan Ekonomi Biru”. “Pada masa pemerintahan Pak Prabowo, air juga menjadi salah satu dari 17 program prioritas yakni, swasembada pangan, energi, dan air,” paparnya. Untuk diketahui, sarasehan ini menghadirkan narasumber berkompeten yakni, Direktur PAM Jaya, Arief Nasrudin; Pengamat Perkotaan, Nirwono Joga; Pemerhati Jakarta, Sugiyanto; Direktur Institut Hijau Indonesia, Slamet Daroini; dan Penggiat Lingkungan, Reiza Patters. Sarasehan lingkungan ini diikuti oleh 110 ekskul Sispala SMA, SMK dan Madrasah Aliyah Negeri, serta komunitas tujuh Mapala di Jakarta dan 20 senior penggiat Alam Bebas sekaligus para Alumni Sispala se-Jakarta. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Maret 22, 2025
  • 0 Comments
Lulusan Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Menghasilkan Karya Ilmiah Bereputasi

INDOPOS-Sebagai bentuk pertanggung jawaban akademik kampus unggul Universitas Borobudur mewajibkan para mahasiswa Doktor Ilmu Hukum untuk mempublish karya ilmah ke jurnal baik nasional dengan predikat sinta 1 atau sinta 2 maupun international bereputasi sebagai salah satu syarat untuk ujian tertutup, di samping itu para mahasiswa diharuskan menulis disertasi yang berkualitas yang menghasilkan novelty dan kebaruan hukum, ujar Prof Faisal Ketua Program Doktor Ilmu Hukum. Untuk mengasilkan karya ilmiah yang berkualitas maka pengampu mata kuliah Metodologi Penelitian dan penulisan karya ilmiah harus diampu oleh dosen yang berpengalaman seperti Prof Ade Saptomo, Prof Tundjung, Prof Faisal, Dr KMS Herman dan Dr Tina. Prof Ade sangat antusias pada semester ini mengampu kelas dengan jumlah mahasiswa semester satu berjumlah 54 mahasiswa dan tiga kelas lainnya yang diampu para dosen lainnya. Kelas sangat interaktif karena mahasiswa banyak bertanya perihal penulisan disertasi yang baik ujar prof ade yang merupakan dosen tetap dan senior adviser di program pascasarjana Universitas Borobudur. Kampus yang terletak di Jalan Laksamana Malahayati (Kalimalang) No. 1 Jakarta Timur memang sangat favorit menjadi pilihan masyarakat di karenakan Prodi S1,S2,S3 Hukum nya terakreditasi unggul dan Universitas atau Institusi nya pun juga terakreditasi Unggul, ujar Prof Faisal Santiago. (**’)