• INDOPOSINDOPOS
  • Desember 29, 2023
  • 0 Comments
Keren! Universitas Borobudur diundang dalam acara “Inaugural Conference of China-ASEAN Clean Energy Industry-Integration Alliance, 29-30 Dec 2023 ,Chongqing-China”

INDOPOS-Universita Borobudur (Unbor), diundang khusus International Transnational Education Association (ITEA) China dengan Honorary President Prof.Dr.Muhammad Nuh yang merupakan Mantan Mendikbud. Sementara itu Universitas Borobudur yang dihadiri Rektornya, Prof.Ir.Bambang Bernanthos.MSc, dan Prof.(em) Dr.sc.agr.Ir.Didik Sulistyanto, Senior Advisor Unbor telah mendantangani MoU kerjasama dengan Chongqing College dan Mitra Luar Negeri lainnya. Kegiatan di Chongqing China juga dihadiri delegasi dari Malaysia baik perguruan tinggi dan DUDI. Selain itu, ITEA China dalam waktu dekat akan mendirikan Sekretariat di Universitas Borobudur Jakarta untuk neningkatkan kerjasama Indonesia-China. Hal ini sesuai dengan rencana strategi atau Renstra Unbor siap Unggul tingkat Nasional dan Internasional. Rektor Unbor Prof. Bambang Bernanthos menyatakan, pihak Civitas Akademika Unbor sangat berkomitmen Unbor Go International dengan China, Malaysia,India, Korea, Thailand, Belanda, dan lainnya, dan hal itu sebelumnya sudah ada MoU Bilateral. Unbor Go Internasional dengan program Exchange Lecture Mahasiswa baik Double Degree, Joint Curricullum, Credit Transfer, begitu juga Joint Riset dan Joint Publikasi antara China, ASEAN, Eropa, Korea untuk percepatan langkah Unggul di tingkat Nasional dan Internasional. ” Kado yang indah di akhir Tahun 2023 untuk Unbor yang siap Go International dengan meningkatkan SDM dan Networking dengan Perguruan Tinggi dan DUDI Luar Negeri,” tutupnya. (wok)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 29, 2023
  • 0 Comments
Jokowi Resmikan 4.990 BTS

INDOPOS–Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan pengoperasian 4.990 Base Transceiver Station (BTS) Sinyal 4G dan 11 Stasiun Bumi Satelit Republik Indonesia (Satria 1). Peresmian secara simbolis dengan menekan tombol dilakukan Jokowi di Desa Bowong Baru, Kecamatan Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (28/12/2023). Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, Indonesia itu negara besar dengan 17.000 pulau sehingga penyiapan infrastruktur, baik jalan, pelabuhan, bandara, dan infrasruktur kesehatan serta pendidikan sangatlah tidak mudah, tidak seperti negara negara lain yang hanya satu daratan. Baca juga: Kaesang Sindir Korupsi BTS: Kalau Enggak Dikorupsi, Internet Kita Lebih Cepat dari Sekarang Selama menjadi presiden, Jokowi mengatakan sudah membangun infrastruktur konektifitas, yang salah satunya adalah tol langit seperti pembangunan BTS. Hal itu agar masyarakat memiliki akses yang setara ke dunia digital. “Masalahnya ada problem, korupsi, sehingga berhenti. Oleh sebab itu, saat itu saya sampaikan pada Jaksa Agung, ‘Pak, masalahnya tolong diselesaikan di wilayah hukum yang korupsi, tapi yang masalah pembangunan ini jangan sampai berhenti’. Karena biasanya kalo sudah ada masalah yang ada kaitan dengan korupsi, langsung berhenti proyeknya. Kalau tidak mangkrak, tidak jadi diteruskan,” kata Jokowi. Jokowi mengatakan, ia telah memerintahkan Jaksa Agung untuk mengawal proyek ini. Ia juga menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengawal pengamamanan pembangunan 630 BTS di Papua, mengingat kondisi medan dan letak geografis daerah tersebut. Di tempat yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengatakan pekerjaan proyek konektifitas ini terkendala bukan masalah teknis, melainkan persoalan adminstratif dan hukum. Namun pihaknya berjanji akan menuntaskan pada semester pertama tahun 2024. “Memang banyak pertanyaan kenapa kita cepat bisa 4 bulan ini yang mangkrak atau belum terbangun bisa kita selesaikan karena memang sebenarnya persoalannya lebih banyak persoalan administratif hukum dibanding persoalan teknik. Bukan soal teknisnya tapi soal administrasi dan hukumnya. Untung kita harus berterima kasih kepada Kejaksaan Agung, BPKP, Kementerian Keuangan, yang sudah membantu proses percepatan pembangunan BTS,” katanya. Budi menambahkan, ketersediaan konektivitas internet adalah hak rakyat. Bahkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan beberapa lembaga dunia menegaskan ketika rakyat tidak dapat mengkases internet, maka itu tanggung jawab negara. Baca juga: Tower BTS di Tegal yang Ditolak Warga Ternyata 2 Tahun Belum Bayar Pajak, Terancam Disegel Saat ini, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo telah membangun 11 stasiun bumi yang tesebar di beberapa titik, di antaranya Manokwari, Timika, Jayapura, Pontianak, Kupang, Ambon, Banjarmasin, Tarakan, Cikarang, Batam dan Sulawesi Utara, yang merupakan infrastruktur pendukung pengoperasian Satelit Satria 1. Satelit Republik Indonesia (Satria 1) diluncurkan pada 19 Juni 2023 lalu dan diklaim terbesar di Asia dengan kapasitas 150 Gbps. Sagtelit ini berfungsi mengirimkan sinyal dan frekuensi yang akan ditangkap oleh 11 stasiun bumi untuk disebarkan ke daerah 3T di wilayah Indonesia. Dari 11 stasiun bumi, satu di antaranya terdapat di Desa Matungkas, Kabupaten MInahasa Utara, Sulawesi Utara. Bupati Minahasa Utara Joene Ganda berharap 18 desa baik di daratan maupun kepulauan yang berada di wilayahnya yang selama ini masih sulit mengakses internet dapat terfasilitasi. “Kami sudah mengusulkan bahwa di Minahasa Utara ada 18 desa yang masih belum terhubungkan atau belum memiliki jaringan telekomunikasi, terutama 4G. Sudah kita sampaikan ada 6 di daratan dan 12 yang ada di kepulauan,” katanya.  

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 27, 2023
  • 0 Comments
Novita Emilda Ajak Kaum Wanita Ekspresikan Diri Lewat Balutan Budaya Nusantara di Perayaan Hari Ibu

INDOPOS-Masih dalam suasana perayaan Hari Ibu sebagai simbol kasih sayang yang sedalam-dalamnya, sosialita Novita Emilda mengajak kaum wanita untuk mengekspresikan diri dalam balutan budaya Nusantara. Salah satunya dilakukan dengan mengenakan Kebaya Jawa yang merupakan salah satu kekayaan Nusantara warisan leluhur yang harus dilestarikan. Menurutnya, merayakan Hari Ibu, jangan cuma silaturahmi atau kirim ucapan selamat kepada kepada ibu kandung maupun kaum ibu lainnya. Tetapi juga menjadi momen untuk menggalakkan budaya Nusantara yang pas dengan kehidupan wanita. “Yang lain silakan mau berkreasi apa saja, tapi kali ini saya sengaja mengenakan busana Jawa dengan unsur modern,” kata Novita di Jakarta, Minggu (24/12). Bagi Novita, perayaan Hari Ibu harus terus digalakkan agar selalu teringat besarnya kasih sayang seorang ibu. “Tujuannya agar semangat kasih sayang ibu dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” sambungnya. Pada Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember lalu, Novita juga merayakan secara khusus bagi kedua anaknya. Pada hari itu Novita juga mengenakan kebaya Jawa pada suatu acara yang berlangsung di Hotel Santika kawasan Slipi, Jakarta Barat. “Ibu adalah guru pertama di keluarga untuk membentuk karakter anak-anaknya menjadi orang baik dan kebanggaan keluarga. Ibu juga adalah sandaran untuk anak-anaknya dalam segala problematiknya. Jadi Peran ibu sangat penting dan perjuangannya tidak terbatas. Sosok ibu menjadi tonggak pondasi bagaimana membentuk generasi penerus yang lebih baik,” tandas wanita pengusaha yang menjabat sebagai President Director PT Duta Topkey Energi yang berlokasi di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Ibu muda yang memiliki paras cantik dan bodi langsing ini mengungkapkan bahwa kesuksesan keluarga atau anak bahkan sebuah negara pun tidak lepas dari peran dan doa seorang ibu. “Kesuksesan anak, tidak lepas dari peran dan doa Ibu. Untuk itulah apresiasi kepada ibu harus diberikan setiap harinya untuk memberikan rasa bahagia dan manusiawi yang diperlakukan secara spesial, karena anak-anak itu lebih dekat kepada sosok ibu. Berikan apapun untuk Ibu agar dia bahagia, karena nilai perjuangan untuk keluarga dan anak-anaknya tidak terbatas besarnya. Kasih sayang ibu, hanya memberi, tak harap kembali, bagaikan surya menyinari dunia,” ucap tokoh wanita yang tengah menyelesaikan pendidikan S-3 di Universitas Bina Nusantara. Ketika ibu kita bahagia, kata Novita, kita juga menjadi senang dan bahagia. “Artinya Ibu sangat bahagia dengan apa yang kita berikan walau itu sederhana. Sebenarnya bukan benda yang bikin ibu terharu tapi lebih ke perhatian. Maaf ya perhatian hal yang orang tidak terpikirkan tapi kita lakukan itu sebenarnya yang bikin ibu lebih terharu. Sebab jika materi tidak akan ada habisnya. Materi akan kurang terus sehingga susah untuk jaminan bahagia,” imbuhnya lagi. Hari Ibu yang bersamaan dengan Hari Difabel Internasional ini, Novita juga memberikan perhatian kepada kaum disabilitas dengan perhatian dan kasih sayang yang sama. Sebagai ibu dari dua anak, Novita juga berharap para kaum ibu bisa lebih sabar dalam mendidik anak-anak dan mempersiapkannya menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat untuk kehidupan yang lebih luas. (bwo)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 27, 2023
  • 0 Comments
BNI Berbagi Natal 2023 dan Ibadah Perayaan Natal BNI Kantor Wilayah 12

INDOPOS-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. melalui BNI Kantor Wilayah 12 pada hari Kamis tanggal 14 Desember 2023 telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dan Ibadah Perayaan Natal bersama Keluarga Badan Pembina Kerohanian Kristen (Bapekkris) BNI W12. Kegiatan ini diawali dengan ceremony pemberian 44 (empat puluh empat) bantuan paket pangan kepada Sekolah Pondok Domba Plumpang yang diserahkan langsung oleh CEO Kantor Wilayah 12, Bapak Mahrauza Purnaditya bertempat di Novotel Mangga Dua Square. Selanjutnya akan didistribusikan sebanyak 956 (Sembilan ratus lima puluh enam) paket pangan dengan total keseluruhan 1000 (seribu) paket pangan ke 15 titik lokasi yang terdiri dari Panti Asuhan, Sekolah, Panti Werdha, Gereja, Rumah Singgah, dan Yayasan Sosial lainnya. Acara ceremony pemberian paket pangan dilanjutkan dengan Ibadah dan Perayaan Natal BNI Kantor Wilayah 12 yang dihadiri oleh seluruh pegawai Kristiani di Kantor Wilayah 12. Turut berpartisipasi Sekolah Tinggi Filsafat dan Theologi Jakarta dalam rangkaian acara. Acara berjalan dengan penuh hikmat dan lancar dan diharapkan kegiatan Bakti Sosial dan Ibadah Perayaan Natal ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan serta memberikan sukacita dan damai. (bwo)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 27, 2023
  • 0 Comments
Puluhan Eks Karyawan Korban PHK PT Sophie Paris Indonesia Tuntut Pesangon

INDOPOS-Puluhan orang eks karyawan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PT Sophie Paris Indonesia menuntut pembayaran uang kompensasi berupa Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, Uang Penggantian Hak dan Upah Proses untuk 2 bulan sebesar Rp 3.570.861.644,- secara tunai dan seketika. Kuasa Hukum Para Korban PHK, M. Reza Ginandjar mengungkapkan, pada Juni 2020, Kliennya telah mengajukan Gugatan Perselisihan Hubungan Industrial melalui Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagaimana terdaftar dalam Register Perkara Nomor : 14/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Jkt.Pst, tanggal 12 Januari 2021. Kemudian, Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memberikan putusan pada tanggal 24 Mei 2021. Reza mengatakan, pihaknya telah melakukan somasi (memperingatkan) kepada Direktur Utama PT. SOPHIE PARIS INDONESIA (dahulu PT. SOPHIE MARTIN INDONESIA) dan Pemilik Manfaat PT Sophie Paris Indonesia berinisial HBAE. “Kami meminta Pihak Sophie Paris Indonesia segera membayarkan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, Uang Penggantian Hak dan Upah Proses untuk 2 bulan sebesar Total Rp 3.570.861.644,- secara tunai dan seketika ke-21 orang Klien Kami selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak tanggal Surat Somasi dibuat sebagai bentuk itikad baik dari Saudara serta tercapainya penyelesaian permasalahan hukum diluar pengadilan,” ujar Reza dalam keterangannya, Rabu (27/12/2023). Reza menambahkan, jika somasi itu diabaikan, pihaknya telah menyiapkan upaya hukum lain. Yakni, berupa tuntutan baik secara Pidana, Perdata maupun Niaga (Permohonan Pailit) baik secara korporasi ataupun pribadi. “Karena diduga adanya pengalihan dana perusahaan guna untuk melepaskan tanggung jawab perseroan terhadap Karyawan (Kreditur) sebagaimana dimaksud dalam Doktrin Hukum Piercing The Corporate Veil,” tutupnya. (bwo)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 26, 2023
  • 0 Comments
Jokowi Hadiri Perayaan Natal Nasional di Surabaya 

INDOPOS-Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menghadiri peringatan Natal Nasional yang akan digelar di Gereja Bethany Nginden, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu, 27 Desember 2023. Jokowi akan menghadiri perayaan itu setelah melakukan kunjungan ke dua wilayah di Jawa Timur. Kementerian Agama memilih Gereja Bethany Nginden Surabaya sebagai lokasi pusat perayaan Natal Nasional. Perhelatan tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh 30.000 jemaat Kristiani. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) serta Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memutuskan tema Natal 2023 adalah ‘Kemuliaan kepada Allah dan Damai Sejahtera di Bumi’. Istana membenarkan Jokowi akan menghadiri perayaan Natal Nasional besok, tanpa memberi rincian. Tidak ada kegiatan resmi presiden selama Natal. Menurut informasi, sebelum ke Surabaya, Jokowi akan ke Lapangan Maron Genteng Banyuwangi, Pasar Genteng Banyuwangi, Kantor Pos Genteng Banyuwangi. Presiden juga bakal melawat ke PT Maspion 1 Sidoarjo, Gelora Delta Sidoarjo (GOR), hingga ke Masjid Agung Sidoarjo. Perayaan Natal Nasional di Gereja Bethany Nginden diagendakan pada petang hari. Presiden membagikan pesan Natal melalui media sosialnya. “Selamat merayakan Hari Natal dalam sukacita bagi saudara-saudara umat Kristiani,” katanya dikutip dari akun X milik Jokowi pada Senin, 25 Desember 2023. Jokowi mengatakan semoga kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan senantiasa menyertai kita semua. Dalam pesan Natal di X itu, Jokowi menyertakan gambar suasana perayaan Natal dengan lampu-lampu menyala di setiap rumah dan dua anak yang tengah memegang kembang api. Di belakangnya tampak gambar seorang anak lelaki berkacamata memegang Injil dan di belakangnya seorang bapak yang menggunakan sarung. Tak ketinggalan si kucing yang selalu hadir di tiap gambar unggahan Jokowi juga terlihat di sana.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 26, 2023
  • 0 Comments
Tante Ernie Ungkap 2023 Tahun Terberat

INDOPOSS-Selebgram Tante Ernie mengakui 2023 menjadi tahun terberat. Fase naik-turun dijalani oleh ibu tiga anak tersebut. Tante Ernie diketahui pada Juli lalu mengungkapkan sudah berpisah dengan Irwan. Momen itu sebenarnya sudah ketok palu sejak November 2022. Akan tetapi, Tante Ernie tak menampik kehidupan berat dijalani saat masuk 2023. Sebab, ia kini berstatus orang tua tunggal. “Tahun ini adalah salah satu tahun terberat setelah menyandang status single mother, karena semuanya serba sendiri. Yang tadinya selalu berdua suami, sekarang dilakukan sendiri,” ujarnya saat dihubungi, Senin (25/12/2023). Pemilik 2,5 juta pengikut di Instagram bahkan curhat colongan soal masalah finansial di awal tahun. Ia mengaku mesti pintar-pintar mengatur hal tersebut. “Pahitnya ya harus kuat melakukan apa-apa sendiri, harus berhemat dari sisi finansial,” katanya. Tapi perlahan jelang penghujung 2023, Tante Ernie mengaku sudah bisa beradaptasi dengan kehidupan saat ini. Ia tak mau larut akan masalah yang ada. “Tapi alhamdulillah sekarang sudah bisa beradaptasi dengan keadaan yang baru. Manisnya alhamdulillah tawaran kerja sudah mulai lagi berdatangan setelah satu tahun menghilang,” tuturnya. Tante Ernie juga bersyukur dengan kondisi anak-anaknya. Ia menyebut yang sulung sudah selesai kuliah dan bekerja di perusahaan yang ada di Australia. “Dan juga bersyukur karena anak yang pertama sudah selesai kuliah dan langsung dapat kerjaan sebagai Full Stack Developer di IT Company di Australia. Anak yang kedua diterima di Monash University. Anak yang ketiga juga sudah makin dewasa,” katanya. Ke depannya, Tante Ernie berharap bisa terus mendampingi anak-anaknya tumbuh menjadi seorang yang sukses. Di akhir tahun ini, ia juga mau bahagia kembali setelah sempat terpuruk. “Bisa mendampingi anak-anak untuk menjadi pribadi yang sukses, kuat dan mandiri. Bisa keluar dari masa lalu dan mulai merasa bahagia dengan kehidupan yang baru,” pungkasnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 26, 2023
  • 0 Comments
Kerap Hina Gibran, Politisi PDIP Masinton Pasaribu Sendu Lihat Kehebatan Samsul di Debat Cawapres

INDOPOS-Para cawapres yang berkompetisi di Pilpres 2024 mengikuti debat Pilpres 2024. Juru bicara TKN Prabowo-Gibran Hasan Nasbi melemparkan canda kepada politikus PDIP Masinton Pasaribu yang nonton bareng debat cawapres. Nonton bareng debat cawapres digelar dalam acara Adu Perspektif Spesial Debat Pilpres 2024 yang disiarkan detikcom di gedung Kemenpora, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023). Hasan Nasbi ditanya soal visi-misi yang disampaikan Gibran. “Menurut kalian sesuai harapan nggak,” kata Hasan Nasbi. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dalam acara itu, turut hadir Masinton Pasaribu dan Ketua DPP PKB Daniel Johan. Hasan Nasbi melempar candaan kepada Masinton yang ikut menonton Gibran memaparkan visi-misi. “Tadi saya lihat ekspresi Bang Masinton aja, kalau ekspresinya agak sendu berarti ini saya sesuai harapan ha-ha-ha-ha,” ujar Hasan Nasbi. Masinton yang mendapat candaan tersebut tertawa di samping Hasan Nasbi. Hasan menegaskan Gibran selama ini dianggap tak mampu berdebat namun bisa menunjukkan kemampuan. “Saya sudah bilang berkali-kali bahwa Mas Gibran ini paling di-underestimate,” imbuhnya. (bwo)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Desember 25, 2023
  • 0 Comments
Catatan Ak’hir Tahun APHA Indonesia 2023

Oleh: Prof. Dr. St. Laksanto Utomo, SH, MH Dr. Ning Adiasih, SH, MH “Lemahnya Political Will Pemerintah dan DPR Faktor Penghambat Utama Penyelesaian RUU Masyarakat Adat” Dalam beberapa hari lagi tahun 2023 akan segera berakhir, dan kita semua akan memasuki tahun baru 2024 dengan harapan yang jauh lebih baik. Bagi APHA Indonesia  tahun 2023 telah menyisakan sejumlah catatan yang perlu disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan di Indonesia dan masyarakat pada umumnya terutama terkait RUU Masyarakat Adat. Seperti diketahui, RUU Masyarakat Adat telah berulang kali masuk program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas.  Pada era periode Pertama Presiden Joko Widodo dikeluarkan Surat Presiden yang memerintahkan percepatan tentang Percepatan UU Masyarakat Adat. Namun realitasnya, hingga Presiden Joko Widodo akan menyelesaikan jabatan pada periode kedua pada Oktober 2024  RUU Masyarakat Adat tidak kunjung selesai.  Ini adalah sebuah ironi disebuah negara yang berideologi Pancasila, sebagai negara hukum, dan negara yang katanya menjunjung-tinggi hak asasi manusia (HAM). Kuat dugaan, tidak kunjung selesainya RUU Masyarakat Adat merupakan indikasi yang tidak terbantahkan bahwa RUU Masyarakat Adat ini dinilai tidak penting dan tidak urgent oleh Pemerintah dan DPR. Nampaknya mindset dan pemahaman Pemerintah dan DPR mengenai masyarakat adat, keberadaan masyarakat adat, hak-hak masyarakat adat, dan kondisi masyarakat adat saat ini perlu direformasi (di update). Ini penting agar Pemerintah dan DPR  betul-betul jernih dan menggunakan hati nurani terdalam  dalam memandang keberadaan masyarakat adat dengan semua aspeknya sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang harus dilindungi oleh pemerintah dan negara, terlepas dari berbagai kepentingan lain yang berkelindan dalam isu ini. RUU Masyarakat Adat adalah  salah satu RUU yang dimaksudkan untuk melindungi masyarakat adat dan hak-hak masyarakat adat sebagai implementasi dari Pasal 18B ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 menyatakan bahwa “Negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat menurut hukum adat dan hak-hak tradisionalnya selama masih hidup dan sesuai dengan perkembangan zaman, komunitas dan prinsip-prinsip Persatuan Negara Republik Indonesia menurut hukum”. Upaya APHA Indonesia dalam mendorong penyelesaian RUU Masyarakat Adat dan disahkan menjadi UU Masyarakat Adat telah dimulai sejak berdiri pada tahun 2017.  RDP dengan Badan Legislasi DPR, audiensi dengan Ketua Panja RUU Masyarakat Adat, audiensi dengan Pimpinan DPD RI, audiensi ke Kantor Staf Presiden hingga audiensi ke Dewan Pertimbangan Presiden. Intinya APHA Indonesia meminta Pemerintah dan DPR untuk serius dalam menyelesaikan RUU Masyarakat Adat. Dalam penilaian APHA Indonesia, salah satu faktor utama penghambat penyelesaian  RUU Masyarakat Adat adalah  lemahnya political will Pemerintah dan DPR.  Padahal   political will dari Pemerintah dan DPR ini sangat menentukan  dalam menyelesaikan dan mengesahkan RUU Masyarakat Adat menjadi UU Masyarakat Adat. Pengesahan RUU Masyarakat Adat ini diyakini akan menjadi berkah luar biasa bagi masyarakat adat agar mereka memperoleh pengakuan dan penghormatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari saudaranya sebangsa dan setanah air yang hidup di bumi nusantara, NKRI.  Sebab sejak Indonesia Merdeka hingga saat ini, keberadaan masyarakat adat belum diakui oleh pemerintah dan negara. Konkritnya pengesahan RUU Masyarakat Adat sangat penting antara lain agar  masyarakat adat diakui sebagai warga negara Indonesia yang setara dengan warga negara lainnya.  Artinya dengan diakui sebagai warga negara Indonesia, maka masyarakat adat memperoleh perlindungan hukum agar dapat hidup dengan aman, tumbuh dan berkembang sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya, serta bebas dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan seperti selama ini sering mereka alami. Selain itu, RUU Masyarakat Adat ini menjadi dasar bagi pemerintah dan negara untuk mengembalikan dan memulihkan hak-hak masyarakat  adat  yang selama ini terabaikan. Bertolak dari pemikiran di atas,  APHA Indonesia mendesak Pemerintah dan DPR untuk serius memperkuat political will dan bersinergi menyelesaikan RUU Masyarakat Adat.  Masih ada waktu di sisa masa akhir jabatan Presiden dan DPR saat ini untuk menyelesaikan RUU Masyarakakat Adat. APHA Indonesia menilai kebutuhan terhadap UU Masyarakat Adat ini sudah sangat mendesak  agar masyarakat adat memperoleh pengakuan dan penghormatan, sehingga mereka betul-betul memperoleh perlindungan  dan terpenuhi hak-haknya sebagai warga negara Indonesia. Tidak ada kata lain,  keberadaan masyarakat adat dan hak-haknya wajib dilindungi, diakui dan dihormati. Akhirnya, APHA Indonesia melalui catatan akhir tahun 2023, meminta Pemerintah dan DPR untuk berkontemplasi, menyadari dan memperkuat political will agar betul-betul serius untuk menyelesaikan dan mengesahkan RUU Masyarakat Adat dipenghujung masa jabatan Presiden dan DPR pada 2024.  Gunakanlah jabatanmu hanya untuk menebarkan kebaikan, kasih, dan kemaslahatan bagi sesama, makluk hidup dan alam semesta. Jakarta,  26 Desember 2023 APHA Indonesia, Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, ttd ttd Prof. Dr. St. Laksanto Utomo, SH, MH Dr. Ning Adiasih, SH, MH