Aldi Taher Diboikot Boti Usai Berseteru dengan Baskara, Warganet Beri Pembelaan

INDOPOS-Jagat media sosial X tengah diramaikan dengan tagar dan seruan “Cancel Aldi Taher” yang viral dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah akun mengajak publik memboikot mantan aktor sekaligus penyanyi tersebut setelah berbagai kontroversi yang menyeret namanya. Di tengah ramainya seruan boikot, muncul pula gelombang dukungan untuk Aldi Taher. Banyak netizen menilai perbedaan pendapat seharusnya tidak menjadi alasan untuk melakukan cancel culture terhadap seseorang. Dukungan itu juga terlihat di kolom komentar berbagai unggahan tentang Aldi Taher. Dalam tangkapan layar yang beredar, sejumlah akun menyebut seruan boikot hanya datang dari sebagian kecil kelompok di media sosial. Beberapa komentar yang ramai diperbincangkan di antaranya berbunyi, “Yang boikot kaum boti! Segelintir doang paling,” hingga “Hanya boti dan orang menyimpang saja yang boikot Aldi Taher.” Komentar-komentar tersebut menuai beragam respons dari warganet lain. Sebelumnya, Aldi Taher memang menjadi sorotan setelah berseteru dengan musisi Hindia dan beberapa kali menyampaikan pandangannya terkait isu LGBT. Sikap Aldi memicu pro dan kontra di media sosial. Di sisi lain, gelombang kritik terhadap Aldi juga dipicu oleh komentarnya terkait kasus pelecehan seksual yang menimpa penyanyi Nadhif Basalamah, yang dinilai sebagian netizen tidak menunjukkan empati. Meski demikian, hingga saat ini belum ada dampak nyata terhadap aktivitas karier Aldi Taher. Ia masih aktif bermedia sosial dan tetap mendapatkan dukungan dari sebagian penggemarnya. Banyak warganet berpendapat bahwa setiap orang berhak menyampaikan pandangan selama dilakukan dalam koridor hukum dan tidak melanggar aturan yang berlaku. #AldiTaher #CancelAldiTaher #Viral #Trending #MediaSosial #Netizen #Hindia #XIndonesia

Kuliah Doktor Ilmu Hukum di Universitas Borobudur Dibimbing Para Akademisi, Pakar, dan Selebritas Hukum Indonesia

INDOPOS-Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur kampus terakreditasi unggul dengan nilai sempurna 375 selalu menjadi tempat terbaik untuk studi lanjut jenjang Doktoral. Bukan tanpa alasan kenapa kuliah Doktor Ilmu Hukum di Universitas Borobudur selalu diminati salah satunya para pengajar nya merupakan pakar hukum ternama di Indonesia. Mahasiswa akan selalu di beri materi pembelajaran secara teori dan praktek. Diskusi dan komunikasi dengan para dosen yang selalu siap di kampus akan mempermudah dan mempercepat penyusunan disertasi mahasiswa guna lulus tepat waktu. Tenaga Pengajar di samping membimbing dan menguji semuanya dilayani oleh para dosen yang berkualitas, pakar di bidangnya, bahkan bisa dikatakan selebritas nya hukum. Dosen yang mengampu semester ini antara lain Prof Arif Hidayat, Prof Zudan Arif Fakrulloh, Prof Ade Saptomo, Prof Surya Jaya, Prof Zainal Arifin Hoesein, Prof Abdullah Sulaeman, Prof Suparji, Prof Tundjung, Prof Faisal Santiago, Dr Ahmad Redi, Dr Bambang Soesatyo, Dr Evita Isretno Israhadi, Dr KMS Herman, Dr Boy Nurdin, Dr Subiyanta Mandala, Dr Muchlas Rowi, Dr Tina Amelia, Dr Binsar Jon Vic, Dr Natsir Asnawi, Dr Irfan. Dr Marhaeni, Dr Handoyo, Dr Effendi Lod Simanjuntak, dan Dr Afdhal Mahatta. Semua perkuliahan dilakukan di kampus Jalan Raya Laksamana Malahayati (Kalimalang) No.1 Jakarta Timur sehingga terbangun atmosfer akademik dengan baik. Di samping itu Program Doktor Ilmu Hukum mengundang para pakar hukum dan tokoh lainnya untuk menyampaikan materi atau informasi yang terbaru dalam mengenyam pendidikan di Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur ujar Prof Faisal Santiago. Intinya seperti mendapatkan pelayanan bintang lima dalam mengenyam pendidikan di program Doktor Ilmu Hukum, makanya tidak heran mahasiswa banyak untuk mendaftar dan kuliah tiap semester nya papar Direktur Pascasarjana dalam keterangannya. Bulan Mei yang lalu tepatnya bergabung nya Prof Arif Hidayat menambah Jumlah Guru Besar tetap yang ada di Program Doktor Ilmu Hukum setelah Prof Faisal Santiago, Prof Zudan Arief Fakrulloh dan Prof Ade Saptomo akan menambah kekuatan semakin terdepan Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur guna mempertahankan akreditasi unggul dengan nilai sangat sempurna 375, nilai tersebut menjadikan nilai akreditasi tertinggi PTS di Indonesia. Disampaikan juga Ketua Program Doktor Ilmu Hukum Prof Faisal Santiago bahwa Akreditasi unggul sangat penting bagi mahasiswa, untuk keberlangsungan kariernya guna peningkatan jabatan dan diterimanya di lingkungan tertentu yang mensyaratkan perguruan tinggi terakreditasi unggul. “Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur terus berkomitmen untuk menjaga mutu akademik dan kualitas dosen mencapai jenjang tertinggi. Dengan mengelola 447 mahasiswa aktif saat ini sudah meluluskan 406 alumni dan akan terus bertambah. Semakin terbukti keunggulannya,” ujar Prof Faisal Santiago. Saat ini sedang berlangsung penerimaan mahasiwa baru untuk tahun akademik 2026/2027 masyarakat sangat antusias mendaftar per hari selasa tanggal 7 Juli sudah 43 calon mahasiswa baru yang mendaftar. Diinformasikan bahwa test dan wawancara gelombang 1 akan dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2026 dan Test Wawancara Gelombang 2 pada tanggal 5 September 2026 dan Perkuliahan akan dilaksanakan pada tanggal 12 September 2026. Banyaknya masyarakat yang sudah mendaftar padahal perkuliahan masih bulan sepetember, “Ini menandakan keberadaan Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur pilihan yang tepat untuk studi lanjut,” tandasnya. Dengan akreditasi unggul dengan nilai sempurna 375 menjadi jaminan utama keberadaannya, ditunjang dengan Universitas Borobudur juga terakreditasi unggul secara institusi dan ter sertifikat ISO 9001 : 2015 dan ISO 21001:2018 bukti nyata bahwa tata kelola sudah berjalan dengan baik. (***)

Pedagang Binaan UMKM Sunter Terancam Digusur, Legislator PKB Ingatkan Pemprov Pikirkan Nasib Rakyat Kecil

INDOPOS – Puluhan pedagang binaan Dinas UMKM yang berjualan di kawasan Sunter mengadu ke Komisi A DPRD DKI Jakarta, Senin (6/7/2026) karena terancam digusur. Menanggapi hal tersebut, Anggota Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, Heri Kustanto, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menyiapkan solusi bagi para pedagang kecil. Heri menegaskan, para pedagang yang datang mengadu merupakan binaan Dinas UMKM. Karena itu, jika memang penataan harus dilakukan, pemerintah wajib memastikan keberlangsungan usaha mereka tetap terjaga. “Kalau memang ada penggusuran, harus ada solusi. Mereka ini masyarakat kecil yang mencari nafkah untuk keluarganya. Jangan sampai hanya digusur begitu saja tanpa ada tempat pengganti,” ujar Heri di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (6/7/2026). Menurut anggota Komisi A DPRD DKI itu keberadaan para pedagang tersebut juga berada di lokasi fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang selama ini menjadi lokasi binaan Dinas UMKM. Karena itu, persoalan ini perlu dikaji secara menyeluruh sebelum diambil keputusan. Heri menjelaskan, Komisi A DPRD akan terlebih dahulu memanggil Dinas UMKM untuk meminta penjelasan terkait legalitas lokasi, termasuk Surat Keputusan (SK) Lokasi Sementara (Loksem) yang menjadi dasar keberadaan para pedagang. “Kami akan panggil dulu Dinas UMKM. Saat ini masih mengumpulkan data, termasuk melihat status SK Loksem yang menjadi dasar mereka berjualan,” beber anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jakpus itu. Berdasarkan pengaduan yang diterima, terdapat sekitar 24 pedagang yang berharap tetap dapat menjalankan usahanya tanpa mengalami penggusuran. Mereka meminta pemerintah tetap melakukan pembinaan sebagaimana selama ini dilakukan. Heri memastikan DPRD akan terus mengawal persoalan tersebut agar menghasilkan solusi yang tidak merugikan pihak mana pun. “Yang terpenting adalah solusi terbaik bagi masyarakat. Jangan sampai ada yang dirugikan. Penataan kota tetap berjalan, tetapi kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi perhatian,” tegasnya. (***)

BI dan Pemprov DKI Resmi Buka Jakarta Kreatif Festival 2026, Targetkan Transaksi Rp40 Miliar

INDOPOS-Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan resmi membuka rangkaian puncak Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan. Mengusung tema “A Creative Movement for A Sustainable Global City”, festival ini menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru (new engine of growth). JKF 2026 hadir lebih inklusif dengan mengintegrasikan pengembangan ekonomi kreatif, penguatan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, ekonomi syariah, keberlanjutan lingkungan, hingga ketahanan pangan. Sebanyak 377 tenant meramaikan festival, terdiri dari 290 tenant UMKM sektor kuliner, fesyen, dan kriya serta 87 tenant layanan, edukasi, dan komunitas. Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan JKF merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat fondasi ekonomi Jakarta melalui tiga pilar utama ekonomi kreatif, yakni sport, music, dan film. “Tahun ini sebanyak 67 lembaga dan instansi berkolaborasi dalam penyelenggaraan JKF 2026. Festival ini menargetkan transaksi mencapai Rp40 miliar, meningkat signifikan dibanding realisasi tahun 2025 sebesar Rp21 miliar,” ujar Iwan, di lokasi JKF Istora Senayan, Sabtu (4/7/2026). Menurutnya, target tersebut didukung berbagai program seperti business matching, QRIS Jelajah Indonesia, promosi UMKM, serta edukasi kebanksentralan yang diharapkan mampu memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi pelaku usaha. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing. “Dalam usianya yang ke-499, Jakarta terus tumbuh melalui ide, inovasi, dan sinergi seluruh elemen masyarakat. Ekonomi kreatif menjadi new engine of growth bagi Jakarta. Kami mengapresiasi Bank Indonesia yang konsisten menghadirkan JKF sebagai ruang kolaborasi nyata bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM,” kata Pramono. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, turut mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, JKF 2026 membuktikan bahwa pengembangan UMKM dapat berjalan seiring dengan percepatan digitalisasi sistem pembayaran untuk memperkuat sektor riil dan meningkatkan produktivitas ekonomi. Melalui Jakarta Kreatif Festival, Bank Indonesia berkomitmen terus mendorong inovasi, memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif, serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk lokal dan sistem pembayaran nasional. JKF 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kuat, mendorong UMKM naik kelas, memperluas penggunaan pembayaran digital, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sukses Pangkas dan Clearing Gunung Kapur di Jalur Provinsi Kalimantan Selatan, Satlantas Polres Kotabaru Raih Penghargaan

INDOPOS-Kotabaru 01/07/2026 – Upaya membangun jalan yang lebih berkeselamatan membuahkan hasil nyata. Atas keberhasilan melaksanakan program pemangkasan dan clearing tebing gunung kapur di jalur provinsi Kalimantan Selatan, Satlantas Polres Kotabaru menerima penghargaan dari Kapolres Kotabaru pada rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Program tersebut dilatarbelakangi tingginya angka kecelakaan lalu lintas di ruas jalan sepanjang 142 kilometer, mulai KM 291 Serongga hingga Sengayam. Jalur ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan kecelakaan yang tinggi karena memiliki banyak tikungan tajam, tebing batu kapur, serta keterbatasan jarak pandang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Di bawah kepemimpinan Mohammad Qomarul Anwar selaku Kasat Lantas Polres Kotabaru, bersama seluruh jajaran, Satlantas menggagas program kolaborasi dengan PT SDE serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kelumpang Barat untuk mewujudkan jalan yang lebih berkeselamatan. Melalui sinergi tersebut, sebanyak enam titik gunung kapur berhasil dipangkas dan dilakukan clearing, sehingga tikungan yang sebelumnya sempit menjadi lebih terbuka, jarak pandang pengendara meningkat, dan ruang gerak kendaraan menjadi lebih aman. Hasilnya, pada Triwulan II Tahun 2026, terjadi penurunan yang signifikan terhadap angka kecelakaan lalu lintas maupun fatalitas korban di sepanjang ruas Serongga–Sengayam. Capaian ini menjadi indikator bahwa pembangunan infrastruktur keselamatan melalui kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak nyata dalam melindungi masyarakat. Inovasi tersebut juga mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Warga menyambut positif perubahan kondisi jalan yang kini lebih aman dan nyaman untuk dilalui, serta berharap program serupa dapat terus dilaksanakan pada titik-titik rawan kecelakaan lainnya. “Dulu tikungan di sini benar-benar menakutkan. Kendaraan dari arah berlawanan sering baru terlihat saat sudah sangat dekat. Kami sebagai warga sudah sering melihat kecelakaan di lokasi ini. Alhamdulillah sekarang setelah tebingnya dipangkas, pandangan jadi jauh lebih luas. Kami merasa lebih aman saat melintas. Terima kasih kepada Satlantas Polres Kotabaru, perusahaan, dan semua pihak yang sudah peduli terhadap keselamatan masyarakat.” Tutur Ahmad masyarakat pengguna jalan lintas provinsi kalsel-kaltim Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan inovasi tersebut, Kapolres Kotabaru menyerahkan penghargaan (Award of Appreciation) kepada Satlantas Polres Kotabaru beserta jajaran, serta kepada pihak perusahaan dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program, pada acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polres Kotabaru. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Polri, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas serta mewujudkan jalan yang lebih berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.

Warga Ciganjur Curhat ke Yuke Yurike saat Reses, Jalan Rusak hingga PJU Segera Diatasi

INDOPOS-Persoalan masyarakat seperti Jalan Rusak, Pengelolaan Sampah, Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga saluran air di pemukiman warga menjadi keluhan yang disampaikan masyarakat RW 05, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarasa, Jaksel saat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menggelar reses, Rabu (1/7/2026) pagi. Dalam dialog bersama warga, sejumlah ketua RT dan tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa berbagai usulan yang telah diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bahkan Info Bank bertahun-tahun belum juga direalisasikan. Ketua RT 02, Sugito mengeluhkan usulan perbaikan saluran air yang telah masuk Info Bank, bahkan sudah dilakukan peninjauan lapangan, namun hingga kini belum dikerjakan. Sementara itu, Nasimi, Ketua RT 04, menyampaikan bahwa usulan pembangunan turap sudah tiga kali masuk Musrenbang. Namun, hingga kini belum terealisasi meski turap yang ada telah jebol. Dia juga mempertanyakan enam titik PJU yang sudah disurvei tetapi belum dipasang, serta kondisi jalan lingkungan yang rusak. Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 01, Tribudi Suharti. Menurutnya, warga telah membuat banyak lubang biopori sesuai anjuran pemerintah, tetapi tidak pernah mendapat pendampingan mengenai pengelolaan setelah lubang tersebut penuh. Selain itu, sejumlah usulan Musrenbang dan Info Bank juga belum mendapatkan tindak lanjut, termasuk PJU yang tiangnya sudah berdiri namun lampunya tak kunjung menyala. Warga lainnya, Ari, meminta Dinas Bina Marga bertanggung jawab terhadap jalan lingkungan yang rusak akibat keluar masuk alat berat proyek. Menurutnya, setelah pekerjaan selesai, jalan ditinggalkan dalam kondisi rusak tanpa dilakukan pengaspalan ulang. Sementara Ketua RW 05, Kasingun, meminta pemerintah mempercepat realisasi usulan warga sekaligus memberikan kejelasan mengenai pengelolaan balai warga yang sudah dibangun agar memiliki penanggung jawab yang jelas. Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yuke mengatakan persoalan yang paling banyak muncul dalam reses memang berkaitan dengan sarana dan prasarana. “Yang paling banyak dipertanyakan masyarakat saat reses pasti terkait pengaspalan, saluran air karena masih ada beberapa daerah yang banjir, kemudian penerangan jalan umum yang sudah diusulkan melalui Musrenbang tapi belum terealisasi. Selain itu juga persoalan sampah, kabel utilitas, hingga masalah desil yang sekarang ini banyak juga dikeluhkan masyarakat,” ujar Yuke Yurike, Rabu (1/7/2026). Wabendum DPP PDI Perjuangan itu menilai persoalan-persoalan yang sudah bertahun-tahun masuk dalam perencanaan pembangunan harus segera ditelusuri penyebabnya hingga belum terealisasi. “Kalau terkait anggaran, sebetulnya sudah kita anggarkan. Jangan sampai usulan yang sudah masuk Musrenbang atau Pokok Pikiran (Pokir) justru tergeser oleh usulan lain. Kita ingin semua jalur aspirasi bisa direalisasikan secara merata,” beber anggota DPRD DKI yang sudah 3 periode duduk di Kebon Sirih itu. Yuke memastikan seluruh temuan dalam reses akan menjadi bahan evaluasi di Fraksi PDI Perjuangan maupun Komisi D DPRD DKI Jakarta untuk disampaikan kepada jajaran eksekutif. “Ini pasti menjadi catatan Fraksi PDI Perjuangan dan Komisi D. Nanti akan kita sampaikan dalam rapat-rapat bersama eksekutif agar menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya. Lebih lanjut, Srikandi PDIP itu juga berharap seluruh perangkat daerah dapat lebih cepat merespons setiap laporan masyarakat. “Yang terpenting masyarakat mendapatkan jawaban. Kalau memang harus menunggu proses, mereka harus diberikan penjelasan sehingga tahu harus bagaimana. Edukasi seperti ini juga penting,” katanya. Selain infrastruktur, Yuke turut menyoroti kesiapan penerapan kebijakan pemilahan sampah yang akan diberlakukan mulai 1 Agustus 2026. Menurutnya, masyarakat sudah mulai memiliki kesadaran, namun masih membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan. “Masyarakat sudah mulai aware, tetapi masih perlu pendampingan, sosialisasi, pelatihan, termasuk bagaimana pengangkutan sampah hasil pemilahan. Jangan sampai warga sudah disuruh memilah, tapi kemudian bingung sampahnya mau dibawa ke mana. Ini harus menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup bersama seluruh pihak, termasuk komunitas bank sampah,” tandasnya. Hadir dalam acara reses tersebut, perwakilan Sudin Bina Marga, Lingkungan Hidup (LH), Satpol PP dan SDA. (***)

‎MPG Soroti Golf BUMN di Tengah Efisiensi, Manusia-Manusia Inilah yang Merusak Nama Baik Prabowo-Gibran, Minta Dasco Pecat Komisaris yang Terlibat

INDOPOS-Jakarta – Di saat Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan pentingnya efisiensi anggaran, publik justru dihadapkan pada beredarnya dokumentasi kegiatan bertajuk Client Engagement for Business Sustainability 2026 yang melibatkan PT Perta Life Insurance dan PT Pupuk Kalimantan Timur di Ria Bintan Golf Club pada 16 April 2026. KLIK VIDEO DI BAWAH ‎ ‎Kegiatan tersebut menuai kritik dari Ketua DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Bidang Komunikasi, Purwoko. Ia menilai kegiatan semacam itu berpotensi menimbulkan kesan bertolak belakang dengan semangat penghematan yang sedang digalakkan pemerintah. ‎”Presiden meminta seluruh lembaga dan BUMN berhemat. Kalau di saat seperti ini justru ada kegiatan golf dengan biaya yang diduga tidak sedikit, tentu publik berhak mempertanyakan urgensi dan manfaatnya,” kata Purwoko. ‎ ‎Menurutnya, manajemen BUMN harus menyadari bahwa setiap pengeluaran perusahaan akan menjadi perhatian masyarakat, terutama jika dilakukan ketika pemerintah sedang mendorong efisiensi. ‎ ‎Purwoko juga menyoroti peran komisaris BUMN. Ia menegaskan bahwa komisaris seharusnya menjadi teladan dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik, bukan malah menghadiri kegiatan yang berpotensi memunculkan persepsi pemborosan. ‎ ‎”Kalau benar menggunakan anggaran perusahaan, harus dijelaskan secara terbuka kepada publik. Jangan sampai muncul kesan bahwa semangat efisiensi hanya berlaku bagi rakyat, sementara pejabat dan elite BUMN tetap menikmati kegiatan yang terkesan mewah,” tegasnya. ‎ ‎Ia meminta Kementerian BUMN dan manajemen PT Perta Life Insurance maupun PT Pupuk Kalimantan Timur memberikan penjelasan mengenai tujuan kegiatan, sumber pembiayaan, besaran anggaran, serta manfaat konkret yang diperoleh perusahaan. ‎ ‎Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari PT Perta Life Insurance maupun PT Pupuk Kalimantan Timur terkait kritik tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait demi menjaga keberimbangan pemberitaan. Kepala Badan BUMN dan Wamen juga perlu dievaluasi dan dipecat. Mengapa sampai tidak tahu. Apa tidak membuat surat edaran agar melakukan efisiensi. ‎

Media Jalin Silaturahmi dengan Pimpinan PT Arutmin Senakin, Dorong Sinergi untuk Pembangunan

INDOPOS-Kotabaru, Kalimantan Selatan – Indopos News melakukan silaturahmi dengan jajaran pimpinan PT Arutmin Indonesia Site Senakin pada Senin (29/6/2026). Pertemuan tersebut bertujuan mempererat hubungan sinergi antara media dan perusahaan guna mendukung pembangunan serta kemajuan daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertambangan batu bara. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya kolaborasi antara perusahaan, media, dan masyarakat agar aktivitas pertambangan dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Salah satu harapan yang disampaikan adalah agar sebagian hasil dan kontribusi dari aktivitas pertambangan dapat mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan di wilayah sekitar tambang. Ruas jalan yang menjadi perhatian meliputi Jalan Sembilang menuju Geronggang, hingga akses yang menghubungkan ke Desa Tamiang Bakung dan Desa Sang-Sang, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru. Infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Silaturahmi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi yang konstruktif antara media dan perusahaan dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara objektif dan berimbang. Laporan: Saberan, S.H. Senakin, Kotabaru, Kalimantan Selatan 29 Juni 2026

Research Tempat Bersejarah Peradaban Masa Kejayaan Islam Turki Usmani, Rasyidi HY Harapkan Jakarta Jadi Destinasi Halal Setarap Istambul

INDOPOS–Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre (JIC), Rasyidi HY, optimistis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mampu mengembangkan Jakarta sebagai destinasi wisata halal bertaraf internasional yang sejajar dengan Istanbul, Turki. Menurut Rasyidi HY, Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi pusat wisata halal karena didukung oleh kekayaan sejarah, budaya, serta jejak peradaban Islam yang masih dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata. “Dalam rangka membangun peradaban Islam melalui wisata halal, kita ingin melihat dan mempelajari apakah konsep yang diterapkan di Turki bisa diadaptasi di Jakarta,” ujar Rasyidi HY, Selasa (30/6/2026). Ia menjelaskan, salah satu contoh yang dapat menjadi inspirasi adalah kawasan bersejarah peninggalan Kesultanan Turki Usmani, seperti Masjid Eyüp dan berbagai situs yang berkaitan dengan perjuangan Sultan Muhammad Al-Fatih. Kawasan tersebut, kata mantan Wakil Ketua Komisi C periode 2019-2024 itu tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang mampu menarik wisatawan dari berbagai negara. Menurutnya, keberhasilan pengembangan wisata halal di Turki maupun Malaysia layak dijadikan referensi untuk diterapkan di Indonesia, khususnya di Jakarta. Rasyidi HY menambahkan, Jakarta juga memiliki nilai historis yang tidak kalah penting, seperti kawasan Kota Tua, Museum Fatahillah, hingga sejarah perdagangan rempah-rempah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan Islam di Nusantara. Ia menjelaskan, pada masa Kesultanan Turki Usmani, para sultan membangun tiga pusat kehidupan masyarakat secara berdampingan, yakni masjid sebagai pusat ibadah, sekolah atau madrasah sebagai pusat pendidikan, serta pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi. “Ketiga elemen itu dibangun berdampingan agar kehidupan masyarakat berjalan seimbang, mulai dari aspek spiritual, pendidikan hingga ekonomi. Konsep seperti ini dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan kawasan wisata halal di Jakarta,” katanya. Rasyidi HY berharap Pemprov DKI Jakarta dapat mengintegrasikan potensi sejarah, budaya, dan peradaban Islam dalam pembangunan destinasi wisata halal sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang berakar pada nilai-nilai budaya dan keislaman. (***)

Komunitas Warga Jaga Jakarta Apresiasi PAM JAYA Raih Rekor MURI, Dinilai Perkuat Akses Air Bersih bagi Warga

INDOPOS-Jakarta, 29 Juni 2026 – Komunitas Warga Jaga Jakarta (Komwaja) memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PAM JAYA atas keberhasilannya mencatatkan prestasi di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pencapaian penyambungan layanan air minum bersih sebanyak 72.666 sambungan dalam kurun waktu yang telah ditetapkan. Ketua Komwaja, Anwar Sjani, menilai pencapaian tersebut merupakan bukti nyata komitmen PAM JAYA dalam mempercepat pemerataan akses air minum bersih bagi masyarakat Jakarta. Menurutnya, keberhasilan ini bukan sekadar torehan rekor, tetapi juga menjadi indikator keseriusan perusahaan daerah tersebut dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor penyediaan air bersih. “Bagi kami sebagai komunitas yang bergerak bersama warga, ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan. Semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses air minum bersih, maka semakin baik pula kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan warga Jakarta,” ujar Anwar Sjani. Ia mengatakan, kebutuhan akan air bersih merupakan salah satu layanan dasar yang sangat penting bagi masyarakat. Karena itu, upaya percepatan penyambungan jaringan air minum dinilai memberikan dampak positif yang luas, mulai dari aspek kesehatan, lingkungan, hingga peningkatan kualitas hidup warga. Lebih lanjut, Anwar berharap pencapaian tersebut tidak berhenti sebagai sebuah rekor semata, melainkan menjadi motivasi bagi PAM JAYA untuk terus memperluas cakupan layanan hingga menjangkau seluruh wilayah yang masih membutuhkan akses air bersih. “Pencapaian ini tentu menjadi kebanggaan bersama. Namun yang lebih penting adalah keberlanjutan program tersebut. Kami berharap PAM JAYA dapat terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas jangkauan distribusi air bersih sehingga seluruh warga Jakarta dapat menikmati layanan yang merata, aman, dan berkelanjutan,” tambahnya. Komwaja juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pengembangan layanan air bersih di Jakarta. Sebagai komunitas yang aktif berinteraksi dengan masyarakat, Komwaja siap menjalin komunikasi dan kolaborasi yang konstruktif dengan PAM JAYA guna memastikan manfaat layanan air bersih dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurut Komwaja, sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan masyarakat merupakan kunci dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota modern dengan pelayanan publik yang semakin baik. Prestasi yang diraih PAM JAYA diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong percepatan target layanan air minum perpipaan yang lebih luas di masa mendatang. Dengan diraihnya penghargaan dari MURI tersebut, PAM JAYA dinilai telah menunjukkan bahwa inovasi, kerja keras, dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat mampu menghasilkan capaian yang membanggakan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga Jakarta. (***)