• INDOPOSINDOPOS
  • April 16, 2026
  • 0 Comments
Pelantikan Berjarak TMT Tuai Kritik, Penunjukan Kadishub yang Tak Punya Keahlian Bisa Bikin Pramono Gagal Total Tangani Kemacetan

‎INDOPOS—Kebijakan pelantikan pejabat dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) yang baru berlaku beberapa bulan setelah pelantikan menuai sorotan tajam. Praktik ini dinilai berpotensi mengganggu tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. ‎ ‎Anggota DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, menilai kebijakan tersebut perlu dievaluasi karena berpotensi menimbulkan ketidakjelasan dalam roda birokrasi. ‎ ‎“Kalau pelantikan sudah dilakukan, seharusnya TMT mengikuti. Kalau tidak, akan ada masa jeda yang membingungkan dan bisa menghambat proses pengambilan keputusan,” ujarnya. ‎ ‎Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo juga mengkritik alasan penundaan TMT yang disebut untuk menghindari kekosongan jabatan atau penunjukan Pelaksana Tugas (Plt). ‎ ‎“Alasan menghindari Plt itu terlalu dicari-cari. Mekanisme Plt justru sudah lazim dan sah dalam sistem pemerintahan,” kata Agus. ‎ ‎Ia menambahkan, meskipun secara legal pelantikan tersebut dapat dianggap sah, namun dari sisi tata kelola pemerintahan praktik ini dinilai tidak ideal. ‎ ‎“Ini mencederai asas efisiensi, menimbulkan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan, serta berpotensi mengganggu stabilitas psikologis organisasi,” jelasnya. ‎ ‎Selain itu, kritik juga mengarah pada kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang dinilai kurang cermat dalam menentukan pejabat strategis. ‎ ‎Salah satu sorotan adalah penunjukan Kepala Dinas Perhubungan, Budi Awaluddin, yang dianggap tidak memiliki latar belakang maupun pengalaman di bidang transportasi. ‎ ‎Padahal, sektor transportasi menjadi salah satu persoalan krusial di Jakarta, terutama terkait kemacetan yang hingga kini belum tertangani secara optimal. ‎ ‎Pengamat menilai, penempatan pejabat yang tidak sesuai dengan kompetensi dapat memperlambat penyelesaian masalah, bahkan berpotensi memperburuk kondisi yang ada. ‎ ‎“Jakarta butuh solusi konkret untuk kemacetan dan transportasi. Kalau penempatan pejabat tidak berbasis kompetensi, maka kebijakan yang dihasilkan juga berisiko tidak tepat sasaran,” ujar Agus. ‎ ‎Dengan berbagai catatan tersebut, para pengamat menilai penting bagi Pemprov DKI Jakarta untuk kembali mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, termasuk dalam hal konsistensi aturan dan penempatan pejabat sesuai keahlian. ‎

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 16, 2026
  • 0 Comments
‎Koperasi Jasa Komando Merah Putih 08 ‎“Mengelola Limbah Serabut Kelapa Menjadi Komoditas Ekspor”

‎INDOPOS-Koperasi Jasa Komando Merah Putih 08 terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat guna memperkuat ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui pengolahan limbah kelapa menjadi produk bernilai ekonomis tinggi. ‎ ‎Saat ini, koperasi telah menerima pesanan ekspor hingga 300 ton per bulan ke China. Produk unggulan yang dihasilkan berupa olahan serabut kelapa, yaitu coconut chip, yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. ‎Program ini pertama kali dijalankan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KMP 08 Kabupaten Magelang. Dalam pelaksanaannya, koperasi melibatkan ibu rumah tangga dan masyarakat sekitar sebagai pelaku utama produksi. Hal ini menjadikan program tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. ‎ ‎Ketua DPC KMP 08 Kabupaten Magelang, Prayono, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Kayuares, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran. Program ini menjadi solusi dalam mengurangi limbah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. ‎ ‎“Program ini bukan hanya tentang produksi, tetapi bagaimana kami memberdayakan masyarakat agar memiliki penghasilan tambahan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya. ‎ ‎Ke depan, Koperasi Jasa Komando Merah Putih 08 berencana mengembangkan program ini ke berbagai daerah di Indonesia. Dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, koperasi berharap dapat membuka lapangan kerja baru dan memperluas dampak positif bagi perekonomian desa. ‎ ‎Selain itu, koperasi juga mengharapkan dukungan dari pemerintah agar program ini dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi nasional. ‎ ‎Pengolahan limbah kelapa ini merupakan langkah awal dari pengembangan industri berbasis potensi lokal. Ke depan, berbagai produk turunan kelapa akan dikembangkan, seperti cocopeat, cocofiber, minyak kelapa, pakan ternak, pupuk, hingga produk ramah lingkungan berbasis kelapa yang memiliki daya saing global. ‎ ‎Dengan semangat “Mengelola Limbah Serabut Kelapa menjadi Komoditas Ekspor”, Koperasi Jasa Komando Merah Putih 08 optimis menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus pelopor pengelolaan limbah berbasis pemberdayaan di Indonesia. ‎

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 15, 2026
  • 0 Comments
Budi Awaludin Tak Punya Keahlian Benahi Transportasi, Pramono Diingatkan Tak Asal Main Tunjuk

INDOPOS–Jakarta – Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar tidak sembarangan menunjuk pejabat untuk mengisi posisi strategis, khususnya Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub). Menurut Khoirudin, jabatan Kadishub harus diisi oleh sosok yang benar-benar memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang transportasi. Ia menegaskan, sektor transportasi merupakan wajah utama Jakarta yang berdampak langsung pada pelayanan publik. “Gubernur harus jeli. Yang dipilih harus benar-benar mampu dan kompeten, karena ini menyangkut pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat,” tegas Khoirudin. Rencana perombakan pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta memang tengah menjadi sorotan. Sejumlah nama disebut akan dilantik pada Rabu, 15 April 2026, termasuk posisi strategis di Dinas Perhubungan. Salah satu nama yang mencuat adalah Budi Awaludin, yang dikabarkan akan menggantikan Syafrin Liputo. Namun, latar belakang Budi sebagai lulusan STPDN serta rekam jejaknya di bidang pemerintahan umum dinilai belum tentu sesuai dengan kebutuhan teknis transportasi Jakarta. Terlebih, ia baru sekitar satu tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa sektor transportasi akan dipimpin oleh sosok yang minim pengalaman spesifik di bidang tersebut. Kritik juga muncul terkait potensi dominasi aparatur berlatar belakang serupa di tubuh Dinas Perhubungan. Saat ini, posisi Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI juga dijabat oleh Ujang Harmawan yang memiliki latar belakang sejenis. Pengamat perkotaan Nirwono Joga menilai, tantangan transportasi Jakarta sangat kompleks, mulai dari kemacetan kronis, integrasi moda transportasi, hingga pengembangan sistem ramah lingkungan. “Kalau kedua pimpinan berasal dari latar belakang yang sama dan tidak spesifik di bidang transportasi, dikhawatirkan kurang efektif dalam menjawab tantangan yang ada,” ujar Nirwono. Ia menambahkan, tanpa pengalaman teknis yang memadai, program-program transportasi berpotensi tidak berjalan maksimal. Kini, publik menanti keputusan akhir Pramono Anung. Apakah akan mengedepankan faktor kedekatan birokrasi, atau benar-benar memilih figur dengan rekam jejak kuat di bidang transportasi untuk memimpin Dinas Perhubungan DKI Jakarta ke depan.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 15, 2026
  • 0 Comments
Viral Lagu “Erika” di ITB Tuai Kecaman, Dinilai Cerminkan Perilaku Tak Pantas dan Mahasiswa

INDOPOS-Bandung – Video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) viral di media sosial dan menuai gelombang kecaman dari masyarakat. Dalam video yang beredar, puluhan mahasiswa terlihat bernyanyi bersama membawakan lagu berjudul “Erika”. Lagu tersebut menjadi sorotan karena liriknya dinilai mengandung unsur seksual eksplisit dan dianggap melecehkan perempuan. Rekaman yang diunggah pada Senin, 13 April 2026 itu memperlihatkan suasana acara yang meriah, namun di sisi lain memicu reaksi keras publik. Banyak warganet menilai isi lagu tidak mencerminkan etika dan nilai akademik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh mahasiswa. “Ini sangat tidak pantas. Mahasiswa seharusnya menjadi contoh, bukan justru menyanyikan lagu dengan lirik yang merendahkan perempuan,” tulis salah satu pengguna media sosial. Kritik juga datang dari berbagai kalangan masyarakat yang menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk degradasi moral di lingkungan kampus. Mereka menyayangkan adanya pembiaran terhadap konten hiburan yang dianggap vulgar dan tidak mendidik. Sejumlah pihak menilai, perilaku tersebut mencerminkan kurangnya sensitivitas gender serta lemahnya pengawasan dalam kegiatan kemahasiswaan. Lingkungan akademik, yang semestinya menjadi ruang intelektual dan pembentukan karakter, dinilai justru tercoreng oleh aksi tersebut. Selain itu, lagu “Erika” yang dibawakan secara terbuka dalam forum mahasiswa dianggap sebagai bentuk objektifikasi perempuan yang tidak bisa ditoleransi. Publik pun mendesak pihak kampus untuk memberikan klarifikasi dan mengambil langkah tegas. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak ITB terkait viralnya video tersebut. Namun, masyarakat berharap kejadian ini menjadi evaluasi serius agar kegiatan mahasiswa tetap menjunjung tinggi norma, etika, dan nilai akademik.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 15, 2026
  • 0 Comments
Pemuda di Makassar Gelar Aksi “Gulingkan Prabowo-Gibran”, Netizen Sentil Nama JK

INDOPOS–MAKASSAR – Sebuah video yang memperlihatkan aksi tiga orang pemuda di Kota Makassar viral di media sosial. Dalam video tersebut, ketiganya terlihat membawa spanduk bertuliskan “Gulingkan Prabowo-Gibran” sambil berdiri dan mondar-mandir di pinggir jalan. Aksi mereka menarik perhatian lantaran tidak disertai orasi ataupun penggunaan pengeras suara sebagaimana aksi demonstrasi pada umumnya. Ketiganya justru tampak kebingungan dan tidak menunjukkan koordinasi yang jelas selama berada di lokasi. Video tersebut direkam oleh seorang pengendara mobil yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Dalam rekaman, tidak terlihat adanya kerumunan massa lain yang bergabung, sehingga aksi itu terkesan dilakukan secara spontan dan minim persiapan. Viralnya video ini langsung memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian netizen menyatakan dukungan terhadap pesan yang dibawa dalam spanduk tersebut. Namun, tidak sedikit pula yang menilai aksi tersebut terkesan tidak serius dan lebih mirip konten semata. “Demo kok cuma bertiga, tanpa orasi lagi. Ini serius atau cuma cari perhatian?” tulis salah satu netizen. Komentar lain juga menyebut aksi tersebut terlihat lucu dan tidak mencerminkan demonstrasi yang lazim, karena tidak ada penyampaian aspirasi secara terbuka. Di sisi lain, sejumlah warganet turut menyinggung nama Jusuf Kalla atau JK, tokoh asal Makassar yang belakangan kembali ramai diperbincangkan publik. Mereka mempertanyakan apakah aksi tersebut memiliki kaitan dengan sosok tersebut, meski tidak ada bukti atau keterangan resmi yang menghubungkan keduanya. Hingga saat ini, belum diketahui identitas ketiga pemuda dalam video tersebut maupun tujuan pasti dari aksi yang mereka lakukan. Pihak berwenang juga belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana sebuah aksi kecil dapat dengan cepat menjadi viral dan memicu beragam interpretasi di ruang publik, terutama di era media sosial saat ini.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Polres Metro Jakarta Pusat Ringkus Begal Pelaku Penganiayaan Anggota Damkar

INDOPOS-Polisi dari Polres Metro Jakarta Pusat berhasil meringkus seorang pelaku begal yang sebelumnya melakukan aksi penganiayaan terhadap anggota pemadam kebakaran (damkar). Dalam video yang diupload akun IG bangranistones, pelaku ditangkap di wilayah Jakarta Utara setelah sempat menjadi buronan aparat. Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan polisi usai kejadian penganiayaan yang sempat viral dan mengundang perhatian publik. Kasus ini bermula ketika korban, seorang anggota damkar, menjadi sasaran aksi kriminal pelaku. Tidak hanya melakukan perampasan, pelaku juga melakukan kekerasan fisik terhadap korban hingga mengalami luka. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, khususnya begal yang meresahkan masyarakat. Saat ini, pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang terlibat.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Pengendara Motor Dipepet dan Kendaraan Akan Direbut, Korban Rekam Wajah Pelaku

INDOPOS-TANGERAN – Seorang pengendara motor mengalami peristiwa tidak menyenangkan saat melintas di Jalan Cadas Kukun, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 10.41 WIB. Kejadian ini diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang berperilaku layaknya pelaku begal yang menyamar atau berkedok sebagai penagih utang (debt collector). Melalui akun media sosialnya @rizkiynrr_, korban menyampaikan bahwa dirinya tiba-tiba dihadang oleh dua orang yang tidak dikenal saat melewati lokasi tersebut. Kedua orang tersebut memaksanya berhenti, lalu menuduh nomor polisi kendaraannya tidak sah dan berusaha melakukan pemeriksaan secara sepihak tanpa membawa bukti atau surat tugas resmi. Korban yang merasa tindakan tersebut tidak benar kemudian mencoba menjelaskan bahwa kendaraannya lengkap dan sah secara hukum. Namun, penjelasan itu tidak dihiraukan dan justru memicu ketegangan hingga terjadi keributan. Situasi semakin tidak terkontrol saat pelaku memberikan perlakuan yang tidak manusiawi. “Saya sangat tidak terima, mereka meludahi saya dua kali dan menendang saya meski saya masih sedang mengendarai motor. Beruntung, karena ada orang-orang di sekitar mulai berteriak dan memperhatikan, pelaku akhirnya buru-buru kabur,” ujar korban. Berdasarkan keterangan warga dan pengalaman pengguna jalan, kejadian serupa dikabarkan sudah berulang kali terjadi di titik yang sama. Pola tindakan yang dilakukan membuat masyarakat mencurigai bahwa pelaku adalah sekelompok orang yang berniat jahat atau pelaku begal yang menggunakan identitas palsu atau berkedok sebagai pihak penagih utang untuk menakut-nakuti korban. Perilaku ini dinilai sangat meresahkan karena membuat pengguna jalan merasa tidak aman saat melintas di kawasan tersebut. Menyikapi hal ini, korban mengimbau kepada masyarakat maupun pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan waspada saat berada di lokasi tersebut. Jika mengalami hal serupa namun kendaraan yang digunakan sudah lengkap dan legal, korban mengajak untuk berani menolak tindakan yang tidak benar serta segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Deddy Corbuzier Sentil Program TV “Pagi Pagi Ambyar”, Ingatkan Soal Etika Bahas Mendiang Vidi Aldiano

INDOPOS-Jakarta – Deddy Corbuzier melontarkan kritik keras terhadap program televisi Pagi Pagi Ambyar terkait pembahasan mendiang Vidi Aldiano. Deddy mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan nama sahabatnya tersebut untuk kepentingan pribadi maupun konten semata. Dalam pernyataannya, Deddy menegaskan bahwa etika harus dijunjung tinggi, terutama ketika membahas sosok yang telah meninggal dunia. Ia menyayangkan jika ada tayangan yang dinilai terlalu jauh mengeksploitasi kisah atau nama Vidi demi menarik perhatian publik. “Jangan sampai nama orang yang sudah tidak ada dipakai untuk hal-hal yang tidak pantas,” tegas Deddy. Lebih lanjut, Deddy Corbuzier juga menyampaikan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam jika praktik semacam itu terus berlanjut. Ia bahkan menegaskan siap mengambil langkah serius untuk menelusuri dan menindak pihak-pihak yang dianggap memanfaatkan situasi tersebut. Pernyataan ini pun langsung menjadi sorotan publik di media sosial. Banyak warganet yang mendukung sikap Deddy, menilai bahwa apa yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian terhadap etika dan penghormatan kepada mendiang. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak program “Pagi Pagi Ambyar” terkait pernyataan tersebut. Namun, polemik ini kembali membuka diskusi soal batasan konten hiburan, khususnya yang menyangkut privasi dan penghormatan terhadap figur publik yang telah wafat.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 14, 2026
  • 0 Comments
Warga Medan Gagalkan Aksi Begal Berkedok Debt Collector, Kendaraan Sudah Lunas Main Rampas

INDOPOS-Medan — Aksi penarikan kendaraan oleh debt collector di kawasan Jalan SM Raja, Medan Amplas, berujung ricuh setelah warga setempat turun tangan. Seorang debt collector diamankan warga usai diduga mencoba merampas kendaraan milik warga. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari dan dengan cepat menarik perhatian masyarakat sekitar. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah warga mengerumuni seorang pria yang diduga debt collector. Suasana sempat memanas karena warga menilai tindakan tersebut meresahkan. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kendaraan yang hendak ditarik tersebut sebenarnya sudah lunas dan tidak memiliki tunggakan. Hal ini memicu kemarahan warga, karena tindakan debt collector tersebut dinilai tidak memiliki dasar dan dianggap sama seperti aksi begal yang merampas kendaraan secara paksa. Aksi penarikan pun berhasil digagalkan oleh warga. Emosi massa sempat memuncak hingga pelaku hampir menjadi sasaran amukan warga sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi lengkap maupun status hukum debt collector tersebut. Kejadian ini kembali menjadi sorotan publik terkait praktik penarikan kendaraan oleh debt collector yang kerap menimbulkan konflik di lapangan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat berwenang agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri.

  • INDOPOSINDOPOS
  • April 13, 2026
  • 0 Comments
Pameran Handicraft Indonesia di Tokyo Dome Dibuka, Targetkan Perluasan Pasar UMKM

INDOPOS-Tokyo — Pameran khusus produk kerajinan tangan (handicraft) Indonesia akan kembali digelar di Tokyo Dome, Jepang, pada 5–6 September 2026. Kegiatan ini menjadi ajang promosi budaya sekaligus membuka peluang bisnis bagi pelaku UMKM Indonesia untuk menembus pasar internasional. Panitia menetapkan biaya deposito peserta sebesar satu juta rupiah. Dari seluruh pendaftar, maksimal hanya 24 UMKM yang akan terseleksi secara ketat untuk mengikuti pameran tersebut. Ketua Panitia Pameran Handicraft Indonesia, Richard Susilo, menyampaikan bahwa pameran ini akan menampilkan beragam produk unggulan khas Indonesia. Mulai dari kain tradisional seperti batik dan tenun, hingga berbagai karya seni hasil tangan para pengrajin dari berbagai daerah di Tanah Air. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi budaya Indonesia di Jepang, tetapi juga membuka peluang bisnis serta memperluas jaringan pasar internasional bagi para pelaku industri kreatif Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan, pihak panitia sengaja meringankan beban peserta dengan menetapkan deposito hanya satu juta rupiah, agar kesempatan terbuka lebih luas bagi UMKM Indonesia. Batas pelunasan ditetapkan hingga 30 Mei 2026. Kesuksesan penyelenggaraan tahun sebelumnya menjadi bukti tingginya minat masyarakat Jepang terhadap produk kerajinan Indonesia. Dalam dua hari pelaksanaan, pameran tersebut mampu menarik sekitar 500.000 pengunjung di Tokyo Dome. “Tidak semua bisa ikut, hanya yang benar-benar berkualitas yang dapat tampil di pameran ini,” tegas Richard. Penyelenggaraan tahun ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan pembeli, sekaligus memperkuat citra positif Indonesia di pasar internasional, khususnya Jepang. Richard juga menuturkan bahwa seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil seleksi terbaik dari Indonesia. Produk yang dibawa meliputi tas, aksesori, sepatu, hingga berbagai bentuk kerajinan tangan lainnya yang selama ini diminati masyarakat Jepang. Antusiasme pengunjung di Tokyo Dome disebut selalu tinggi. Sejak pagi hingga sore hari, booth Indonesia tidak pernah sepi. Hal ini menunjukkan besarnya potensi pasar bagi produk handicraft Indonesia di Jepang. Selain pameran tahunan, kini juga telah hadir House of Handicraft Indonesia di Tokyo (HHT) sebagai showroom permanen. Tempat ini memungkinkan produk UMKM Indonesia dipamerkan dan dijual setiap hari, sehingga lebih mudah dikenal oleh masyarakat Jepang. Pendaftaran peserta masih dibuka hingga 30 April 2026. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui panitia penyelenggara via WhatsApp di nomor 0859-4381-9379 atau melalui email: promosijp@gmail.com. Richard menambahkan, keberadaan showroom permanen ini menjadi solusi agar promosi tidak hanya berlangsung saat pameran. Dengan begitu, produk Indonesia dapat terus dipasarkan secara berkelanjutan di Jepang. House of Handicraft Indonesia di Tokyo sendiri telah diresmikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Jepang pada 16 Mei 2025, bersama wali kota setempat dan dihadiri puluhan pengusaha Jepang yang tertarik pada produk Indonesia. Tokyo, 13 April 2026. (***)