• INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 28, 2025
  • 0 Comments
RAKER BAMUS BETAWI ; Penguatan tata kelola organisasi untuk Kemajuan Kebudayaan Betawi di era Jakarta Kota Global

INDOPOS-BAmus betawi Pimpinan H. Riano P. Ahmad. SH akan mengadakan Rakernas Bamus Betawi yang pertama yang akan diselenggarakan hotel USU Puncak Bogor, pada tanggal 30 Agustus – 2 September 2025 dengan tema ” Penguatan tata kelola organisasi untuk pemajuan kebudayaan Betawi di era Jakarta kota global “. Hingga kini, Jakarta masih berada di peringkat ke-74 dari 156 kota di dunia. Sedangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Jakarta masuk ke 20 besar kota dunia pada 2045. Agar ada peta jalan yang memandu pembangunan Jakarta sebagai kota global nan inklusif, kompetitif, berketahanan, serta berkelanjutan, disinilah peran kaum Betawi sebagai penduduk Asli Jakarta untuk ikut dalam mensukseskan visi misi Gubernur Pramono Anung – Rano Karno menjadikan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global berdaya saing yang berkeadilan, berkelanjutan, dan menyejahterakan warganya. Ujar Tahyudin Aditya sekjen Bamus Betawi. “Melalui Rakernas Bamus Betawi Pimpinan Riano. P. Ahmad terjadi sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mewujudkan Visi Jakarta Sebagai Kota Global yang berdaya saing, berkeadilan dan berkelanjutan. Setelah menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Jakarta akan mempertahankan perannya sebagai pusat perdagangan, jasa keuangan, dan bisnis, sambil terus berbenah mengatasi tantangan seperti kemacetan dan lingkungan untuk mewujudkan kota yang layak huni dan berbudaya” Tandas tahyudin Dra. Munir Arsyad. Mpd selalu ketua Panitia Rakernas ” Rakernas Bamus Betawi yang Pertama Pimpinan H. Riano P. Ahmad merupakan konsolidasi para pengurus Bamus Betawi untuk solid dan ikut andil dalam berkolaborasi mendorong Pemerintahan Gubernur Pramono Anung dan Rano Karno Periode 2025 -2030. Adapun yang hadir dalam rakernas Bamus Betawi adalah para anggota dan pengurus Ormas yang tergabung dalam Bamus Betawi serta para tokoh tokoh Betawi bang H. Foke (Fauzi Bowo) mantan gubernur jakarta, bang H. Nuri dan para tokoh lainnya. Rakernas akan di buka oleh Gubernur Jakarta Bapak Pramono Anung. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 27, 2025
  • 0 Comments
Univeristas Borobudur Perluas Jejaring Internasional lewat Kunjungan ke UiTM dan City University Malaysia

INDOPOS-Kuala Lumpur, Senin 25 Agustus 2025 — Pada hari kedua kegiatan International Tridarma di Malaysia, delegasi Universitas Borobudur yang diwakili oleh empat dosen yakni Dr. Puji Astuty, S.E., M.M., Dra. Sri Sungkowati, M.M., Faradilla Ishara Lestari, S. Psi., M.Psi., dan Ruth P Hutabarat, S.S., M.Pd. Selain itu, turut serta Tanty Yuanita, mahasiswa program doktor (S3) Ilmu Ekonomi, serta Siti Fatimah, mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen melaksanakan kunjungan ke Universiti Teknologi Mara (UiTM) Shah Alam. Di universitas ini, para peserta mengikuti kegiatan visiting lecture, benchmarking, dan student mobility. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa dan dosen UNBOR untuk belajar dan bertukar pengalaman langsung dengan civitas akademika UiTM, serta memperluas wawasan akademik dan budaya di lingkungan internasional. Selanjutnya, delegasi melanjutkan perjalanan ke City University yang berlokasi di Cyber Jaya, Kuala Lumpur, untuk melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk kerja sama pendidikan antara kedua institusi. Selain itu, mahasiswa UNBOR mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan student mobility yang dipandu langsung oleh mahasiswa City University. Kegiatan ini semakin memperkaya pengalaman lintas budaya dan memperkuat hubungan antar kedua universitas. Aktivitas hari kedua ini merupakan rangkaian kegiatan International Tridarma di Malaysia yang berlangsung pada 24 hingga 28 Agustus 2025. Tridarma International merupakan program yang memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk merasakan pengalaman dan belajar langsung di universitas lain di luar negeri. Kegiatan tridarma ini meliputi Student Mobility, Visiting Lecturer, Benchmarking, Community Service, serta international conference, yaitu 5th ICOSTELM 2025. Program ini bertujuan memberikan pengalaman dan kesempatan belajar di universitas serta mengunjungi perusahaan antar budaya internasional bagi generasi muda Indonesia dan para dosen pengajar. Dengan rangkaian kegiatan hari kedua yang penuh makna ini, UNBOR terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi secara internasional, memberikan pengalaman belajar dan jejaring global bagi para mahasiswa dan dosen. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 26, 2025
  • 0 Comments
Universitas Borobudur Awali International Tridarma di Malaysia dengan Penandatanganan MoU dan Bazar UMKM

INDOPOS-Kuala Lumpur, Minggu 24 Agustus 2025 — Universitas Borobudur (UNBOR) mengadakan kegiatan International Tridarma di Malaysia pada 24 hingga 28 Agustus 2025. Tridarma International merupakan program yang memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk merasakan pengalaman dan belajar langsung di universitas lain di luar negeri. Kegiatan tridarma ini meliputi Student Mobility, Visiting Lecturer, Benchmarking, Community Service, serta international conference, yaitu 5th ICOSTELM 2025. Program ini bertujuan memberikan pengalaman dan kesempatan belajar di universitas serta mengunjungi perusahaan antar budaya internasional bagi generasi muda Indonesia dan para dosen pengajar. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi secara internasional, UNBOR mengirimkan enam delegasinya yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa. Delegasi tersebut meliputi empat dosen yakni Dr. Puji Astuty, S.E., M.M., Dra. Sri Sungkowati, M.M., Faradilla Ishara Lestari, S. Psi., M.Psi., dan Ruth P Hutabarat, S.S., M.Pd. Selain itu, turut serta Tanty Yuanita, mahasiswa program doktor (S3) Ilmu Ekonomi, serta Siti Fatimah, mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen. Kegiatan perdana yang digelar adalah International Community Service bekerja sama dengan PARI (Persatuan Anak Rantau Indonesia), sebuah komunitas pekerja Indonesia yang aktif berkegiatan di Malaysia. Momentum ini menjadi bukti komitmen UNBOR dalam memperluas jangkauan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, ke ranah internasional. Melalui kegiatan ini, UNBOR berupaya menjalin hubungan yang lebih erat dengan berbagai pihak lintas negara untuk memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu dan sosial kemasyarakatan. Pada hari pertama juga, UNBOR mengukuhkan kerja sama internasional dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama MIMTC (Majelis Himpunan Erat Dagang Malaysia Indonesia). Kesepakatan ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat, sekaligus menjadi fondasi yang kuat untuk kerjasama berkelanjutan antara kedua negara. Kegiatan yang berlangsung di Wisma MPM (Majlis Perundingan Malaysia), Kuala Lumpur, semakin meriah dengan terselenggaranya bazar produk UMKM Malaysia. Bazar ini menampilkan berbagai produk unggulan lokal, mulai dari makanan dan minuman khas, produk kesehatan, hingga inovasi-inovasi menarik dari beragam sektor. Keberadaan bazar ini tidak hanya memperkaya pengalaman para peserta, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan budaya Malaysia secara langsung. Partisipasi aktif UNBOR dalam event ini bukan hanya sebagai bentuk pengabdian masyarakat internasional, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperluas jejaring kerjasama antarnegara. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi jembatan bagi perguruan tinggi Indonesia dalam menjalin sinergi global, meningkatkan kualitas akademik, serta memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 25, 2025
  • 0 Comments
Hadirkan Piyu Padi, Universitas Borobudur Gelar Diskusi Tata Kelola Royalti Musik

INDOPOS-Musisi dan gitaris Satriyo Yudi Wahono, atau lebih dikenal sebagai Piyu Padi Reborn, meminta royalti dibayarkan kepada pencipta lagu sebelum penyanyi naik ke atas panggung. Demikian disampaikan Piyu dalam diskusi Tata Kelola Royalti Musik Di Indonesia, yang digelar Program Doktor Hukum Universitas Borobudur, Senin (25/8/2025) Menurutnya, pembayaran royalti harus sudah selesai bersamaan dengan pembayaran komponen lain, meliputi artis yang membawakan lagu, vendor, sound engineer, hingga sewa alat. “Sama seperti yang dilakukan ketika seorang artis atau penyanyi akan naik panggung, harus udah beres dulu. Fee-nya harus beres dulu. Dari DP, dari pemenuhan sebelum naik panggung, harus udah beres. Termasuk dengan riders-ridersnya,” kata Piyu, Gitaris Padi Reborn itu juga membahas terkait Direct license. Dimana sistem perizinan langsung antara pencipta lagu dengan pihak yang mau memakai karya, tanpa harus melalui lembaga kolektif. Sistem ini dianggap AKSI lebih fleksibel dan adil, terutama bagi para musisi yang ingin mengelola sendiri karya mereka. Ia memastikan hal itu untuk menunjukkan, apa yang tengah perjuangkan. Selain itu agar mempermudah jalur distribusi izin, supaya semua pihak dalam ekosistem musik, pencipta, artis, manajer, promotor, bisa lebih gampang bertransaksi secara legal dan adil. Piyu akui, memang dari AKSI belum melihat pemenuhan atas hak cipta yang belum bisa memberikan kesejahteraan para pencipta lagu hingga asosiasi memberikan satu alternatif dengan melakukan direct license. “Direct License tidak melanggar, karena ada dalam undang-undang pasal 81 yang yang memungkinkan untuk bisa menjalankan direct license, “ kata Piyu. Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana Universitas Borobudur, Prof Faisal Santiago berharap regulasi yang adil bagi musisi, pencipta lagu dan pemain musiknya. “Dengan adanya satu regulasi yang menguntungkan semua pihak, Artinya bagi musisi bisa mensejahterakan dengan regulasi yang baik. Jadi bukan hanya yang penyanyinya saja tetapi penciptanya tidak mendapat atau pemain musiknya tidak dapat itu kan saya pikir tidak mencerminkan rasa keadilan karena dengan adanya hukum itu adanya keadilan kepastian dan kemanfaatan, “ kata Santiago.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 23, 2025
  • 0 Comments
Gelar Rapat di Jalan Diponegoro 58, Para Korban Kudatuli Nyatakan Tegak Lurus Dengan PDI Perjuangan

INDOPOS-Para Korban Peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal dengan korban Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) menggelar rapat pembentukan kepengurusan baru dalam wadah Forum Komunikasi Kerukunan Korban Kerusuhan Peristiwa 27 Juli 1996 (FKK-124) di Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat sore (22/8/2025). Peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli), adalah insiden kerusuhan yang terjadi pada tanggal 27 Juli 1996 di kantor PDI di Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat. Di Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat, yang kini berdiri Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP), para Korban Kerusuhan Peristiwa 27 Juli 1996 yang terwadahi dalam Forum Komunikasi Kerukunan Korban Kerusuhan Peristiwa 27 Juli 1996 (FKK-124), menggelar rapat untuk membentuk kepengurusan baru, sekaligus menyatakan komitmen dan kesetiaannya kepada partai berlambang kepala banteng itu. Dari rapat tersebut, Ali Husein yang merupakan salah seorang korban peristiwa 27 Juli 1996, didapuk sebagai salah seorang anggota Dewan Penasehat FKK-124. “Forum Komunikasi Kerukunan Korban Kerusuhan Peristiwa 27 Juli 1996 (FKK-124) menyatakan tegak lurus kepada Partai PDIP. Kami menyatakan, komitmen dan kesetiaan untuk berjuang kembali bersama Ibunda Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, dan Sekjen Hasto Kristiyanto,” ujar Ali Husein usai rapat tersebut. Rapat Forum Komunikasi Kerukunan Korban Kerusuhan Peristiwa 27 Juli 1996 (FKK-124) tersebut telah memilih dan menetapkan kepengurusan baru untuk masa 2025-2030. Susunan Kepengurusan Forum Komunikasi Kerukunan Korban Kerusuhan Peristiwa 27 Juli 1996 (FKK-124) Masa Bakti 2025-2025 adalah: Ketua : Kuncoro Wakil Ketua Bidang Internal : Sahrul Efendi Wakil Ketua Bidang Eksternal : Noldy Manengkey Wakil Ketua Bidang Politik : Sonny Chandra Sekretaris  : Raya Maringan Tampubolon Wakil Sekretaris I : Ricky Yusuf Wakil Sekretaris II : Maychel M Tulis Bendahara : Iwan Sanusi Wakil Bendahara : Cholid Bahrum Humas Infokom : Everd Mihabalo Hermansyah Di tempat yang sama, Sekretaris Forum Komunikasi Kerukunan Korban Kerusuhan Peristiwa 27 Juli 1996 (FKK-124) Masa Bakti 2025-2025 terpilih, Raya Maringan Tampubolon menegaskan, para korban Peristiwa 27 Juli 1996 ini, langsung tegak lurus kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. “Pak Hasto juga langsung sebagai Ketua Pembina kita,” ujar Raya Maringan Tampubolon. Selain itu, dia juga mengatakan, komitmen dan program-program Forum Komunikasi Kerukunan Korban Kerusuhan Peristiwa 27 Juli 1996 (FKK-124) Masa Bakti 2025-2025 adalah untuk kesejahteraan anggota serta berjuang setia di PDIP. “Karena itu, jika ada aspirasi dan saran-saran dari anggota harus langsung melalui pengurus. Kita sepakat dan berkomitmen, tidak ada demo-demo atau aksi-aksi mengatasnamakan forum kepada Partai. Itu tegas, nggak boleh,” ujar Raya Tampubolon. Selanjutnya, dalam waktu dekat Forum Komunikasi Kerukunan Korban Kerusuhan Peristiwa 27 Juli 1996 (FKK-124) Masa Bakti 2025-2025 akan segera mengurus segala administrasi dan dokumen-dokumennya, agar selanjutnya dilakukan pengesahan dalam pertemuan dengan DPP PDIP, melalui Sekjen Hasto Kristiyanto. “Kami tegak lurus dan berkomitmen bersama untuk bersama-sama berjuang kembali bersama PDIP, bersama Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto,” tandas Raya Tampubolon.(***) Foto: Forum Komunikasi Kerukunan Korban Kerusuhan Peristiwa 27 Juli 1996 (FKK-124) Masa Bakti 2025-2025 di Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat, yang kini menjadi Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP), pada Jumat sore (22/8/2025).

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 23, 2025
  • 0 Comments
Nama Ketua Jagat Prabowo Syarif Diusulkan Jadi Pengganti Wamenaker Immanuel Ebenezer, Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran Jimmy S : Syarif Dijuluki sebagai Sang Anak Panah 08 di DKI

INDOPOS-Sejumlah nama diusulkan jadi pengganti Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer, yang tertangkap OTT KPK. Salah satu yang muncul dan diusulkan adalah Ketua Jagat Prabowo Syarif, yang diusulkan jadi pengganti. Presiden Prabowo Subianto memastikan akan segera mencari pengganti Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer jika terbukti bersalah setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo sudah menerima laporan terkait OTT tersebut. Prabowo menghormati penuh proses hukum di KPK dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada lembaga antirasuah. “Presiden sudah dapat laporan dan beliau sampaikan bahwa itu ranah hukum, beliau hormati proses di KPK dan dipersilahkan untuk proses hukum itu dijalankan sebagaimana mestinya. Dan apabila nanti terbukti maka akan secepatnya dilakukan pergantian,” kata Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Syarif menilai penunjukan menteri dan wakil menteri adalah hak prerogatif Presiden. Dirinya sebagai pendukung dan loyalis pemerintah akan siap menjalanka tugas apapun dari Presiden Prabowo. Ditempat Terpisah saat awak media menghubungi Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran Jimmy S ; “Wahh Orang Militan 08 itu, peran dia di gerindra baik di pileg, pilkada dan pilpres sangat banyak membantu partai gerindra dan sudah tidak perlu di ragukan lagi sehingga menjadi salah satu sosok penting di gerindra. Sepak terjang nya dalam dunia politik khusus nya di dki yang saya tau sudah banyak memenangkan pilkada dan pileg khususnya di dki jakarta, ya kalo tidak salah dari 2009 hingga saat ini beliau masih tetap loyal kepada 08, Suara partai di dki naik pun ada andil sepak terjang beliau, kalo tidak salah dari 4 kursi gerindra di dki hingga saat ini dapat puluhan kursi beliau ikut terlibat aktif, dan beberapa pilkada di dki pun beliau menjadi salah satu aktor politik penting dalam memenangkan pilkada di 2012 dan 2017 saat itu. “Ya bahkan saat itu beliau dapat julukan Sang Anak panah 08 di Dki”, Loyalitas kepada Gerindra dan Prabowo tidak bisa dipandang sebelah mata. Jimmy menambahkan, jika memang nanti nya beliau bisa dipercaya Presiden untuk masuk dalam kabinet untuk membantu Prabowo dalam Mensukseskan Astacita Presiden, Saya Yakin bukan hal yg sulit untuk beliau, Loyalitas, integritas dan memiliki Pemikiran yg Visioner yg dimiliki itu semua sudah teruji dari awal partai gerindra lahir di 2008, khususnya di dki jakarta. saya yakin jika memang nanti beliau masuk dalam kabinet prabowo, pasti tidak akan membuat malu pemerintahan prabowo gibran saat ini, karena dari dulu memang sosok nama itu sudah teruji, Ya Saya dukung sahabat saya ini jika memang 08 memberikan Kesempatan dan Tugas di Kabinet Merah Putih, tandas Jimmy kepada wartawan sambil mengakhiri sambungan telpon dari awak media.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 21, 2025
  • 0 Comments
Pemilihan Wakil Ketua MA Harus Bersih Dari Calon Bermasalah

INDOPOS-Mahkamah Agung Republik Indonesia, kembali akan menggelar pemilihan Wakil Ketua MA Republik Indonesia pada akhir bulan Agustus atau pada awal bulan September 2025 mendatang. Ketua dari Pengurus Nasional Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Julius Ibrani berharap, proses pemilihan itu dilakukan secara transparan dan terbuka. Sehingga publik bisa ikut terlibat dalam melakukan pengawasan dan juga masukan dan kritik terhadap para kandidat. “​MA sebaiknya mendengarkan suara rakyat dan publik dalam menentukan dan menyaring Calon Wakil Ketua MA Non-Yudisial,” kata Julius dalam keterangannya, Kamis (21/8/2025). Menurutnya, kalangan Civil Society banyak menyuarakan kekecewaan publik atas banyaknya permasalahan hukum yang mendera MA dalam 2 tahun terakhir. Publik merindukan adanya figur pimpinan di Mahkamah Agung, khususnya yang membawahi Badan Pengawasan MA, untuk dapat mendampingi Ketua MA Sunarto dalam menjalankan tugasnya. “Publik menyadari sebagai Ketua MA yang profesional dan berintegritas, beliau perlu didampingi oleh Wakil Ketua MA Non Yudisial yang tidak memiliki “dosa masa lampau” dan dikenal berani serta juga berintegritas. Penting bagi MA dan Ketuanya untuk memiliki struktur yang bersih, transparan dan akuntabel serta tidak memiliki beban permasalahan hukum demi menuju MA yang lebih baik,” jelasnya. Julius juga menyoroti pentingnya pembenahan di lingkungan MA. Apalagi, belakangan MA didera narasi – narasi berita buruk. Masih segar dalam ingatan publik Mahkamah Agung mengalami “turbulensi” hebat terkait kasus – kasus korupsi yang melibatkan hakim di tingkat pertama, tingkat banding dan bahkan Hakim Agung sekalipun. “Banyak sekali kasus–kasus korupsi yang “menghantui” Mahkamah Agung, termasuk kasus mantan Sekjen MA, Hasbi Hasan yang baru saja diputus melakukan tindakan suap. Dalam kasus tersebut, salah satu Hakim Agung Prim Haryadi (kini Ketua Kamar Pidana MA) telah diperiksa berulang kali oleh KPK sebagai saksi. Prim dicecar soal dugaan dilobi eks Komisaris PT Wika Beton Dadan Tri Yudianto (DTY) dan Hasbi Hasan berkaitan perkara di MA,” ungkapnya. Menurutnya, sebetulnya mudah bagi MA berbenah dan memperbaiki diri. Langkah paling dekat dan praktis saat ini adalah untuk memastikan calon – calon yang maju sebagai Wakil Ketua MA (bidang Non Yudisial) adalah calon – calon yang bersih dan tidak memiliki catatan kotor di mata publik dalam proses penegakan hukum atau pelanggaran kode etik. “Hakim – Hakim Agung yang pernah diperiksa Aparat Penegak Hukum atau pernah dilaporkan ke KY karena ditengarai terlibat kasus pidana apapun itu sebaiknya tidak dipilih menjadi Wakil Ketua MA Non-Yudisial karena akan menyandera MA di masa depan. Bayangkan, Wakil Ketua MA terpilih dipanggil kembali oleh KPK atau Penegak Hukum lainnya atas kasus – kasus suap terdahulu,” tutupnya. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 20, 2025
  • 0 Comments
Masih mangkrak, Menteri LH minta TPPAS Lulut Nambo segera operasi

INDOPOS-Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq meminta agar Provinsi Jawa Barat segera mengoperasikan Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Kabupaten Bogor, yang mangkrak sekitar sepuluh tahun. “Lulut Nambo ini tentu diperlukan langkah-langkah operasional yang cepat dari pemerintah provinsi, karena memang pemerintahan baru. Kita harapkan segera dilakukan percepatan, di antaranya mengoperasionalkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF),” ujar Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif di Jakarta, Rabu. Dalam kunjungannya ke lokasi TPPAS di Kecamatan Klapanunggal hari ini, Menteri Hanif menilai keterlambatan pengoperasian fasilitas ini sudah menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Padahal, TPPAS Lulut Nambo diproyeksikan mampu menampung dan mengolah sampah yang berasal dari empat kabupaten/kota di sekitar lokasi tersebut. TPPAS itu ditargetkan digunakan untuk mengolah dan memproses sampah hingga mencapai tahap akhir sebelum dibuang atau dikembalikan ke lingkungan dengan aman. TPPAS merupakan tempat yang lebih modern dan terencana dibandingkan dengan Tempat Pemroses Akhir (TPA) konvensional, yang seringkali hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sampah tanpa pengolahan yang memadai. Hanif menekankan bahwa penerapan teknologi RDF sangat potensial di Lulut Nambo. Dua industri semen besar di sekitar lokasi siap menyerap hasil olahan RDF, sehingga dapat mempercepat solusi pengelolaan sampah sekaligus mendukung penyediaan energi alternatif ramah lingkungan. “Bangunan sudah ada, tinggal ganti mesin. Katakanlah 3-4 bulan sudah bisa dioperasikan. Lokasinya juga sangat dekat, hanya sekitar 4 kilometer dari Indocement, yang kapasitasnya lebih dari 1.000 ton per hari,” kata Menteri Hanif. Menteri Hanif mengakui hambatan utama bersifat nonteknis. Untuk itu, dia mendesak Pemprov Jabar segera mengambil langkah konkret agar percepatan operasional dapat segera terwujud. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih menyampaikan bahwa Pemprov Jabar telah mengakhiri kerja sama terkait proyek TPPAS Lulut Nambo. Sebelumnya, pada 22 Juli 2025, Gubernur Jawa Barat menyampaikan surat pengakhiran kerja sama dan sekarang Pemprov Jabar sedang melakukan audit bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jabar untuk menilai aset-aset yang ada di Nambo. Dia memastikan pihaknya akan segera merumuskan mekanisme kerja sama baru sesuai arahan Menteri LH dan membuka peluang menggandeng PT Indocement sebagai mitra strategis. “Kami berharap dengan arahan Pak Menteri, karena ini kedaruratan, mekanisme kerja sama bisa dibuat lebih sederhana. Indocement sangat mungkin menjadi mitra, meskipun pada lelang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebelumnya mereka tidak lolos,” ujarnya.

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 18, 2025
  • 0 Comments
Betawi Dalam Balutan Budaya di HUT Bamus dan HUT Kota Jakarta

INDOPOS-Jakarta – Perhelatan acara HUT Bamus Betawi dan HUT Jakarta 2025 berlangsung meriah di Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat pada 16 Agustus 2025. Ratus-ratus warga Betawi berkumpul dengan mengenakan busana khas Betawi. Menurut Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya. Pagelaran tersebut sesuai dengan peran Bamus Betawi dalam Melestarikan Budaya “Acara ini selain melestarikan juga menjaga tradisi dan budaya Betawi. Karena dari acara ini muncul berbagai ragam pendidikan, pertunjukan seni, dan partisipasi aktif dalam perayaan budaya,” jelanya. Pentingnya Mengedukasi masyarakat, kata Tahyudin adalah hal utama dalam melestarikan budaya Betawi agar generasi muda dapat menghargai dan melestarikan warisan budaya leluhur Sedangkan Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad SH, Menilai bahwa dalam mengatasi tantangan yang dihadapi masyarakat Betawi, seperti urbanisasi dan modernisasi yang dapat mengancam keberlangsungan tradisi dan adat istiadat, maka pelestarian semacam ini sangat penting. “Dengan Tema Kota Global dan Berbudaya Terwujudnya masyarakat yang moderat, diharapkan mampu menjadi tonggak sejarah perjuangan kaum muda betawi saat ini,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Panitia Acara Muhidin Muhtar mengatakan, bahwa Pertunjukan tarian budaya Betawi dan Gambang Kromon serta Hiburan lainnya yang menampilkan kekayaan budaya Betawi, merupakan manipestasi yang harus tumbuh dan berkembang. “Selain itu, acara ini juga di hadiri para tokoh dan budayawan intelektual Betawi yang berperan besar dalam mengembangkan pelestarian warisan budaya Betawi,” jelasnya. Sedangkan Tokoh Betawi dan juga Sekda Pemprov DKI Jakarta DR. KH. Marullah Matali mengajak seluruh warga betawi untuk terus berbenah dalam melestarikan budaya betawi. “Budaya pantun sebagai budaya betawi tak boleh hilang dan harus menjadi kewajiban di setiap acara itu dimunculkan,” jelasnya. Selain DR. KH. Marullah Matali hadir juga wali kota Jakarta barat dan pejabat DKI Lainnya. Dengan kegiatan ini, Bamus Betawi menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Betawi dan menjaga warisan di Kota Jakarta. (***)

  • INDOPOSINDOPOS
  • Agustus 18, 2025
  • 0 Comments
Perkuat Kerja Sama Internasional, Universitas Borobudur Hadiri Seminar  Pendidikan Tinggi di Tiongkok

INDOPOS-Chengdu, Tiongkok, 18 Agustus 2025 — Rektor Universitas Borobudur, Prof. Bambang Bernanthos, M.Sc, bersama Kepala Kantor Urusan Internasional, Dr. Roma Nova Cahjati Poetry, menghadiri The 2nd Seminar on Transnational Vocational Education: “Going Global with Enterprises” for Vocational and Universities yang diselenggarakan di Chengdu, Tiongkok. Kegiatan ini diinisiasi oleh Sichuan Laima International Education Consulting Co., Ltd., dengan dukungan dari International Transnational Education Association (ITEA) dan International Cultural Communication Centre Malaysia (ICCCM). Seminar ini bertujuan mendukung strategi nasional pendidikan vokasi Tiongkok dalam rangka “go global” serta memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan dunia industri. Dalam kesempatan tersebut, delegasi Universitas Borobudur turut berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan program Friendship College, sebuah program kerja sama pendidikan tinggi lintas negara yang telah diadopsi oleh Universitas Borobudur melalui skema program gelar ganda (dual degree). Program ini dirancang untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik global, tetapi juga siap langsung memasuki dunia kerja internasional. Melalui Friendship College, mahasiswa Universitas Borobudur memiliki kesempatan untuk menempuh satu tahun masa studi di institusi pendidikan tinggi mitra di Tiongkok, serta memperoleh pelatihan keterampilan praktik langsung di industri-industri mitra di Tiongkok. Model pembelajaran ini menggabungkan pendekatan teori dan praktik secara seimbang, sehingga lulusan tidak hanya memiliki wawasan akademik internasional, tetapi juga pengalaman kerja nyata yang relevan dengan kebutuhan industri global. Dr. Roma Nova Cahjati Poetry dalam sesi roundtable dialogue menyampaikan bahwa “Program Friendship College membuka peluang besar bagi mahasiswa kami untuk merasakan langsung atmosfer pendidikan dan dunia industri di Tiongkok. Ini adalah bentuk nyata internasionalisasi pendidikan yang berbasis kebutuhan industri,” ujarnya. Rektor Universitas Borobudur, Prof. Bambang Bernanthos, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret universitas dalam memperkuat daya saing lulusan di pasar tenaga kerja global. “Program ini sejalan dengan visi Universitas Borobudur dalam membangun kemitraan strategis global. Melalui kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya belajar lintas budaya, tetapi juga mengasah keterampilan profesional yang dibutuhkan di tingkat internasional.” Dalam rangka memperluas jaringan kemitraan program Friendship College, pada kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Borobudur dengan Xuzhou College of Industrial Tecnology sebagai mitra baru. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam memperluas akses mahasiswa Universitas Borobudur untuk mengikuti program studi lintas negara dan mendapatkan pengalaman pendidikan serta pelatihan industri yang lebih beragam. Seminar internasional ini dihadiri oleh perwakilan otoritas pendidikan dari berbagai negara, asosiasi industri, perusahaan Tiongkok di luar negeri, serta institusi pendidikan tinggi dan vokasi dari berbagai negara. Para peserta membahas model operasional pendidikan lintas negara, kebijakan kolaborasi pendidikan tinggi, serta strategi peningkatan standar pendidikan di tingkat global. Diharapkan, kegiatan ini mampu mempercepat proses internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas jejaring kolaborasi, dan menghasilkan lulusan yang berkualitas, kompetitif, dan siap kerja di tingkat internasional, khususnya bagi Universitas Borobudur.