Redaktur indoposnews Saberan.SH mengucapakan selamat dan sukses atas kenaikan pangkat Brigjen Pol Tejo Wijanarko, secara langsung di Lantik oleh Kapolri semuga tetap semangat dan sehat dalam menjalankan tugas negara. Geronggang Selasa 30 juli 2024
Redaktur indoposnews Saberan.SH mengucapakan selamat dan sukses atas kenaikan pangkat Brigjen Pol Tejo Wijanarko, secara langsung di Lantik oleh Kapolri semuga tetap semangat dan sehat dalam menjalankan tugas negara. Geronggang Selasa 30 juli 2024
INDOPOS-Jakarta – Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta untuk membuka penyelidikan terhadap proyek pengadaan mobil derek milik Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2023. Direktur Eksekutif CBA, Ucok Sky Khadafi, menilai proyek tersebut perlu mendapat perhatian serius karena nilai anggarannya sangat besar, mencapai Rp62,8 miliar. “Kejati DKI fokus kepada anggaran pengadaan mobil derek itu, lantaran anggaran sangat jumbo mencapai sebesar Rp62,8 miliar,” kata Ucok dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2026). Menurut Ucok, aparat penegak hukum tidak hanya perlu menelusuri penggunaan anggaran, tetapi juga memastikan jumlah kendaraan yang dibeli sesuai dengan dokumen pengadaan. Ia meminta Kejati DKI Jakarta melakukan verifikasi terhadap pengadaan 28 unit mobil derek yang tercantum dalam proyek tersebut. “Kejati DKI Jakarta juga harus fokus, dan menghitung benar atau tidak jumlah mobil derek tersebut sebanyak 28 unit atas pengadaan Dinas Perhubungan tahun 2023 tersebut,” ujarnya. Selain jumlah unit, CBA juga menyoroti harga satuan kendaraan derek yang rata-rata mencapai Rp2,2 miliar per unit. Ucok meminta penyidik meneliti kesesuaian harga tersebut dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pengadaan. “Yang lebih penting, Kejati DKI Jakarta harus menyelidiki atau menyesuaikan antara harga rata-rata satu mobil derek sebesar Rp2,2 miliar dengan spek dokumen yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan,” tegasnya. Tak hanya itu, CBA juga mempertanyakan efektivitas penggunaan armada derek di lapangan. Menurut Ucok, meski operasi penertiban kendaraan pribadi dinilai tidak terlalu sering dilakukan, pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran pemeliharaan kendaraan derek setiap tahun. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 terdapat anggaran Pemeliharaan dan Penggantian Suku Cadang Kendaraan Dinas Operasional (KDO) Derek sebesar Rp211,68 juta. Sementara pada tahun 2026 dialokasikan lagi anggaran Pemeliharaan Dashcam Kendaraan Derek sebesar Rp271,43 juta. Selain armada derek, Dishub DKI Jakarta juga tercatat melakukan pengadaan kendaraan operasional lainnya pada tahun 2024. “Belum lagi pada tahun 2024, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta melakukan Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional Lapangan Khusus Mobil Towing sebesar Rp890,1 juta untuk 1 unit,” tutup Ucok Sky Khadafi. Desakan CBA ini menambah sorotan publik terhadap penggunaan anggaran daerah bernilai besar dan mendorong transparansi serta akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. (***)
INDOPOS-JAKARTA – Universitas Borobudur (Unbor) menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring global dan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan melalui penerimaan kunjungan kehormatan dari China Center for International People-to-People Exchange, Kementerian Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok pada Senin, 22 Juni 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 8, Gedung D, Kampus Universitas Borobudur, acara internasional yang dipandu oleh Fiorenza dan Cyntia selaku moderator ini diawali dengan prosesi foto bersama, menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara, serta penampilan Tari Pasambahan. Dalam sesi sambutan, Rektor Universitas Borobudur, Prof. Ir. H. Bambang Bernanthos, M.Sc., menyambut hangat seluruh delegasi dan memaparkan program-program kerja sama internasional Unbor. Secara khusus, beliau menyampaikan rasa hormat atas berjalannya program sinergi yang tengah aktif saat ini. “Kami sangat terhormat dapat ambil bagian dalam Kemitraan Pendidikan Transnasional melalui program 2 + 1 + 1. Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi pendidikan terapan antara Universitas Borobudur dengan para mitra kami, yaitu Zhejiang Industrial Polytechnic College dan Xi’An Vocational and Technical College. Saat ini, sebanyak 27 mahasiswa telah terdaftar di Xi’An Vocational and Technical College pada Program Teknologi Komputer dan Aplikasi, sementara 24 mahasiswa lainnya menempuh studi di Zhejiang Industrial Polytechnic College pada Program Akuntansi dan Manajemen,” ungkap Prof. Bambang dalam pidatonya. Dukungan penuh terhadap langkah strategis ini juga disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., sementara pihak Tiongkok yang diwakili oleh Mr. Yu Changxue (Direktur Jenderal China Center for International People-to-People Exchange) dan Ms. Nicy Bai (Chairman Sichuan Laima International Education Consulting Co., Ltd.) turut menyampaikan pidato kehormatan mengenai pentingnya pertukaran pemikiran antarbangsa. Sebagai bentuk nyata dari penguatan kemitraan strategis tersebut, agenda utama hari ini diisi dengan penandatanganan kerja sama (Signing Ceremony) antara Universitas Borobudur dengan tiga perguruan tinggi Tiongkok lainnya, yaitu Xianyang Vocational Technical College, Guangdong Finance & Trade Vocational College, dan Hunan Electrical College of Technology. Setelah sesi diskusi interaktif dan pertukaran cenderamata, seluruh rangkaian acara ditutup dengan kunjungan bersama ke International Education Project Display Corner serta tur keliling lingkungan kampus Universitas Borobudur. (***)