INDOPOS–Pernyataan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H. Kurniawan
Setiap pemimpin Indonesia sejak Presiden Soekarno hingga saat ini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tentu memiliki gaya dan warna tersendiri dalam menjalankan kepemimpinannya.
Di era Presiden Prabowo, tidak dipungkiri tidak semua menyukainya, ada sebagian kecil masyarakat yang tidak menyukai gaya kepemimpinan Prabowo bahkan ada segelintir pihak yang terus mengkritik berbagai kebijakan pemerintah.
“Namun, kami melihat sebagian besar rakyat Indonesia masih memberikan kepercayaan dan dukungan kepada Kabinet Merah Putih,” ujar Ketua Umun Gerakan Cinta Prabowo, H.Kurniawan, Minggu (16/8/2026).
Menurut Bang Iwan, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Untuk memperbaiki kondisi negara yang telah menghadapi berbagai persoalan politik, sosial, ekonomi, dan budaya selama puluhan tahun, tentu tidak dapat dilakukan secara instan. Perubahan membutuhkan proses, keberanian, konsistensi, dan waktu.
Apalagi persoalan korupsi, praktik ekonomi yang tidak sehat, serta berbagai kepentingan kelompok yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tidak mungkin diselesaikan hanya dalam waktu singkat.
“Indonesia juga masih menghadapi dampak pemulihan pascapandemi Covid-19, berbagai persoalan korupsi, serta tekanan ekonomi dan geopolitik akibat situasi global yang semakin tidak menentu,” paparnya.
GCP menilai sejumlah kebijakan Presiden Prabowo yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas perlu mendapatkan dukungan. Ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, energi, kemudahan memperoleh pupuk, stabilisasi harga gabah, serta renovasi sarana pendidikan merupakan sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Kebijakan untuk memperkuat kemandirian pangan dan energi tentunya dapat memengaruhi kepentingan kelompok-kelompok yang selama ini menikmati keuntungan dari sektor tersebut. Karena itu, pemerintah harus tetap berhati-hati dan konsisten agar kebijakan strategis negara tidak kembali dikuasai oleh kepentingan segelintir pihak.
Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, pemerintah juga menghadapi tantangan politik, ekonomi, dan keamanan yang tidak ringan. Karena itu, masyarakat harus lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama informasi yang belum terbukti kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong, propaganda, maupun informasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan dalam negara demokrasi, tetapi kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab berdasarkan data dan fakta,” tegasnya.
Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H.Kurniawan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, mengawal pemerintahan, sekaligus memberikan kritik yang konstruktif apabila terdapat kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada rakyat.
“Kami juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak ragu dalam menegakkan supremasi hukum. Penegakan hukum terhadap korupsi, mafia, dan berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan harus dilakukan secara objektif, transparan, dan tanpa pandang bulu,” bebernya
Apabila terdapat pembantu presiden yang terbukti tidak bekerja sesuai kepentingan rakyat atau tersandung persoalan hukum, kami berharap Presiden berani melakukan evaluasi dan mengambil tindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Saat ini adalah momentum bagi pemerintahan Prabowo untuk bekerja semakin tegas, mandiri, dan fokus pada kepentingan rakyat tanpa intervensi dari kepentingan kelompok mana pun.
“Kami percaya Presiden Prabowo memiliki komitmen untuk menjaga kedaulatan negara dan memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia,” harapnya.
Diimbau seluruh rakyat Indonesia yang masih memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga Indonesia agar tetap kuat, berdaulat, dan bersatu.
