INDOPOS-Banyumas, Jawa Tengah — Penyelidikan atas kematian Sutrimo, warga asal Banyumas, Jawa Tengah, yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memasuki tahap pemeriksaan berbasis ilmiah atau scientific crime investigation. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban secara objektif dan transparan.
Polda Metro Jaya bersama Polresta Banyumas telah melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam Sutrimo di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Wlahar, Kecamatan Wangon. Langkah tersebut mendapat dukungan dari perangkat desa dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Wlahar, Narsim, mengatakan informasi awal yang diterima keluarga dan warga saat jenazah tiba di kampung halaman menyebut Sutrimo meninggal akibat serangan jantung atau yang oleh masyarakat umum kerap disebut sebagai “angin duduk”.
«”Informasi awal yang diterima keluarga saat jenazah tiba itu karena angin duduk, sehingga warga mengira almarhum meninggal secara wajar karena kondisi kesehatan yang mendadak drop,” ujar Narsim.»
Ketua RT setempat yang mengenal Sutrimo juga mengungkapkan bahwa korban memang memiliki riwayat diabetes. Namun, sebelum kejadian, Sutrimo disebut masih beraktivitas dan berkomunikasi dengan kerabat maupun temannya.
«”Masyarakat tahu almarhum memang punya riwayat gula dari dulu. Sebelum kejadian, dari malam masih kontak sama temannya dan subuh jam 3 lebih masih kirim foto makan sahur, tidak ada keluhan apa-apa,” tuturnya.»
Menurutnya, kebingungan yang sempat muncul di tengah keluarga dan masyarakat lebih disebabkan keterbatasan pemahaman mengenai prosedur hukum. Setelah mendapatkan penjelasan, keluarga kemudian menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada kepolisian.
«”Kami ini orang awam di desa, wajar jika awal-awalnya bingung atau ragu harus melapor ke mana. Tapi setelah dijelaskan prosedur hukumnya, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Harapan kami dan warga, semoga uji medis ini bisa membuat semuanya terang benderang,” tegasnya.»
Busa di Mulut Tidak Otomatis Menunjukkan Kekerasan
Sorotan mengenai adanya busa putih di area mulut Sutrimo juga menjadi bagian yang perlu dijelaskan secara medis. Dalam konteks kedokteran forensik, cairan berbusa dari saluran pernapasan atau mulut tidak secara otomatis menunjukkan adanya tindak kekerasan.
Kondisi tersebut dapat muncul akibat sejumlah gangguan medis, termasuk masalah serius pada jantung dan edema paru atau penumpukan cairan di paru-paru.
Pada kondisi tertentu, gangguan fungsi jantung yang berat dapat menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru dan kemudian keluar melalui saluran pernapasan dalam bentuk cairan berbusa.
Riwayat diabetes juga dapat menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam pemeriksaan medis karena diabetes kronis dapat berkaitan dengan berbagai komplikasi pada pembuluh darah dan organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskular.
Namun, kondisi tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian Sutrimo. Penentuan penyebab pasti tetap menunggu hasil pemeriksaan forensik dan laboratorium.
Sampel Organ Diperiksa di Laboratorium Forensik
Tim Kedokteran Forensik Polda Metro Jaya kini menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan kasus tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara berimbang dengan mempertimbangkan kemungkinan penyebab medis maupun faktor eksternal lainnya.
Hasil pemeriksaan fisik awal setelah ekshumasi disebut tidak menemukan bekas luka yang mengarah pada kekerasan menggunakan benda tumpul maupun benda tajam.
Meski demikian, penyidik tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengambil sejumlah sampel organ untuk dianalisis di laboratorium forensik.
Pemeriksaan tersebut mencakup uji toksikologi dan histopatologi. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi tubuh korban sebelum meninggal serta membantu menentukan penyebab kematian secara ilmiah.
Warga Desa Wlahar dan keluarga Sutrimo kini menyerahkan proses tersebut kepada aparat penegak hukum. Mereka berharap seluruh hasil pemeriksaan dapat mengungkap fakta sebenarnya mengenai kematian Sutrimo secara profesional, objektif, dan transparan.
