INDOPOS-Johor Bahru, Malaysia, 2 Oktober 2026 — Universitas Borobudur memperluas jejaring strategis Indonesia–Malaysia melalui kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi dengan Kolej Universiti Yayasan Pelajaran Johor (KUYPJ), Jumat (2/10/2026).
Delegasi Universitas Borobudur terdiri atas Prof. Dr. Cicih Ratnasih, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi; Elsya Meida Arif, S.E., Ak., M.Ak., selalu Ketua Program Studi Akuntansi; Yufrizal, S.E., Ak., M.Ak.; Tri Nathalia Palupi, S.Psi., M.Psi., selaku Wakil Dekan Fakultas Psikologi; Hayati Zahri, S.Psi., M.Psi.; Dr. Tri Panca Titis Arbiansyah, M.Si. selaku dosen Fakultas Psikologi, serta Fahrul Razi selaku staf Kantor Urusan Internasional dan kerja sama.
Kerja sama diarahkan pada pengembangan kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong inovasi dan penguatan rekognisi kedua institusi di tingkat internasional. Tn. Hj. Mohd Fahmi bin Salman, Ketua Pegawai Eksekutif Kumpulan Pendidikan Yayasan Pelajaran Johor, menyampaikan bahwa kolaborasi antarinstitusi pendidikan tinggi Indonesia dan Malaysia dapat menjadi bagian dari upaya membangun perguruan tinggi yang semakin kompetitif dan berkelas dunia.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Yang Berhormat Dr. Muhammad Naqib bin Md Ghazali, Pengurus Jabatan Kuasa Pendidikan dan Penerangan Negeri Johor. Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Borobudur dan KUYPJ, kemudian dilanjutkan dengan guest lecture.
Dalam sesi guest lecture, Universitas Borobudur diwakili Tri Nathalia Palupi, S.Psi., M.Psi., selaku wakil dekan Fakultas Psikologi menyampaikan materi “Thriving in University: Resiliensi Akademik, Dukungan Sosial, dan Kebermaknaan Hidup di Era Digital”.
Materi tersebut membahas kehidupan perguruan tinggi di era digital yang menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan, baik bagi mahasiswa maupun dosen. Resiliensi akademik dipaparkan sebagai kemampuan untuk bangkit, beradaptasi, dan terus melangkah ketika menghadapi kesulitan dalam kehidupan akademik.
Lebih lanjut, terdapat tiga sumber daya psikologis yang menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan untuk thrive, yaitu kebermaknaan hidup, dukungan sosial, dan optimisme. Kebermaknaan memberikan arah, dukungan sosial memberikan kekuatan, sementara optimisme memberikan harapan untuk terus berkembang.
Sebagai langkah praktis, peserta diajak menerapkan lima tindakan sederhana, yaitu menemukan tujuan dan nilai diri, memberikan waktu untuk memproses kegagalan, membangun sistem dukungan, menetapkan batasan digital, serta tidak ragu mencari dan memberikan bantuan.
Melalui kerja sama dan pertukaran keilmuan ini, Universitas Borobudur dan KUYPJ memperkuat komitmen membangun jejaring pendidikan tinggi Indonesia–Malaysia sekaligus menciptakan ruang kolaborasi yang mendukung pengembangan akademik, sumber daya manusia, dan pengalaman pendidikan tinggi yang lebih sehat, bermakna, dan memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk berkembang.
