INDOPOS-Jakarta – Kinerja Walikota Jakarta Pusat Arifin semakin baik dalam menata dan memajukan wilayah. Namun, ada saja pihak-pihak tak bertanggungjawab mencoba menjatuhkan dengan berbagai serangan di media. Salah satunya dengan menuding Walikota konten.
Hal ini membuat Tokoh Muda Tanah Abang sekaligus pengacara muda Jakarta, H. Okis Bangkit, SH. tergerak untuk menyampaikan pembelaan.
Menurutnya, serangan tersebut tidak mencerminkan fakta di lapangan karena berbagai program pembangunan dan pelayanan publik telah direalisasikan selama kepemimpinan Arifin.
Okis mengatakan, kritik terhadap pejabat publik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar setiap kritik disampaikan secara objektif, berimbang, dan didasarkan pada fakta, bukan sekadar opini yang berkembang di media sosial.
”Kalau ada yang mengkritik kinerja Pak Wali Kota, itu hak setiap warga. Namun akan lebih baik jika kritik tersebut disampaikan berdasarkan fakta dan secara langsung. Pak Arifin adalah sosok yang terbuka terhadap masukan, terutama yang bersifat membangun,” ujar Okis.
Menurutnya, selama menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin tidak hanya aktif turun ke lapangan, tetapi juga berhasil merealisasikan sejumlah program yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Salah satunya adalah perbaikan infrastruktur melalui pengaspalan Jalan Pasar Baru Barat dan Jalan Karet Bivak yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga. Pekerjaan tersebut akhirnya terealisasi pada Desember 2025.
Di bidang sosial, Pemerintah Kota Jakarta Pusat juga menjalankan program bedah rumah di Jalan Sukabumi pada Juli 2025. Program serupa kembali dilaksanakan bagi warga terdampak kebakaran di kawasan Bungur, Kecamatan Senen, pada Januari 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Tak hanya itu, penataan kawasan Kebon Kacang yang dilakukan pada 30 Mei 2026 juga menjadi salah satu upaya memperbaiki kualitas lingkungan permukiman. Saat ini, Pemerintah Kota Jakarta Pusat juga tengah melakukan penataan kawasan Jati Petamburan.
Dalam bidang pendidikan, Okis menilai Arifin menunjukkan kepedulian dengan mendatangi langsung rumah Ananda Rafa dan Ananda Aulia yang terancam putus sekolah untuk memastikan keduanya tetap memperoleh akses pendidikan.
Selain menjalankan program pembangunan, Arifin juga dikenal rutin melakukan pemantauan wilayah. Setiap Rabu pagi, ia bersepeda mengelilingi sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat untuk memastikan kebersihan lingkungan serta mengecek berbagai persoalan yang memerlukan penanganan cepat.
Okis menilai aktivitas Wali Kota yang kerap diunggah di media sosial tidak seharusnya dipandang negatif. Menurutnya, media sosial merupakan sarana yang efektif untuk meningkatkan transparansi pemerintahan, mempercepat respons terhadap aduan masyarakat, sekaligus menyampaikan informasi mengenai program-program pemerintah.
”Yang terpenting bukan seberapa sering seorang kepala daerah muncul di media sosial, tetapi apakah di balik itu ada kerja nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam pandangan kami, Pak Arifin telah membuktikan hal tersebut melalui berbagai program yang sudah berjalan,” tegasnya.
Sementara itu, H.Bardata, putra tokoh legendaris Tanah Abang Bang Yusuf Muhi alias Bang Ucu, menduga kritik yang muncul secara berlebihan kepada Walikota Jakarta Pusat juga bisa saja berasal dari pihak-pihak yang kepentingannya terganggu atau tidak menginginkan perubahan di Jakarta Pusat yang lebih bail. Meski demikian, ia mengajak semua pihak untuk tetap mengedepankan kritik yang sehat dan konstruktif.
”Kami bukan anti-kritik. Justru kritik sangat diperlukan sebagai bahan evaluasi. Namun, kritik harus disampaikan dengan etika, objektif, dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Warga Jakarta Pusat tentu dapat menilai sendiri bagaimana kinerja Pak Wali Kota selama ini,” tutupnya. (***)
