INDOPOS-Penggunaan dana fasum oleh Ketua RW 013 Tri Tanto yang tidak transparan, menuai sorotan masyarakat. Secara sepihak, dana yang semestinya diperuntukkan bagi kemajuan lingkungan dan kesejahteraan warga, justru dipakai untuk pencitraan pribadi oleh ketua RW.

Tokoh Pemuda Muhamad Dwiki Dermawan, atau akrab disapa Bang Aco, menyampaikan, Ketua RW 013 membagikan-bagikan sembako, dan  mempublikasikan ke media kegiatan tersebut. Tujuannya untuk pencitraan pribadi.

Sayangnya, kegiatan itu tidak pernah dimusyawarahkan dengan para warga, para ketua RT, dan juga tokoh masyarakat, apalagi anggota LMK tidak pernah di libatkan.

“Transparansi berapa jumlah Dana Ganti Rugi Fasum saja sampai hari ini tidak pernah di perlihatkan bukti transferannya,” ujar Bang Aco, tokoh pemuda asli kelahiran penjaringan, (14/7/2025).

Bang Aco dan tokoh warga lainnya, mempertanyakan, apakah dana ganti rugi fasum boleh di bagi-bagikan begitu saja kepada para pengurus RW, dengan harga kurang lebih 3 kilogram daging, dan juga dibagi bagikan untuk sembako? Tanya bang Aco saat di temui di kediamannya oleh awak media. Ini yg perlu di pertanyakan ? Ucapnya lagi

“Kami sebagai warga yang terdampak sangat miris dengan kinerja pak RW yang selalu tidak mau terbuka, surat dari warga sudah dilayangkan, dan juga banyak yang berpartisipasi dengan membubuhkan tandatangan,” katanya.

Kami butuh TRANSPARANSI TIDAK Butuh NARASI, apalagi dgn seolah olah bermasyarat dgn pembagian sembako,di tanya brp nominal uang yg di terima mana bukti transferannya ,jonk gk berani nunjukin bukti transferannya,,nah klga sy yg terdampak ada tuh bukti transferannya dr pihak tol yg pembayarannya melalu bank DKI skrg berganti nama Bank Jakarta ujar bang Aco yg bernama lengkap Muhamad Dwiki Dermawan.

Kalau pak Rw kesatria dan byk disukai warganya Buktikan donk Ucapannya,perlihatkan bukti transferannya,taman yg baru saja di buat itupun brp anggarannya kami warga dan juga LMK tdk mengatahui,malah itupun kami dengar lahan yg terkena pembebasan tol jg,dan kemugkinan mengaharap ganti rugi lagi,,hahahahha,,pak pak jgn ngajarin bebek berenang donk,,kelakar bang aco

sodara Hw itu mantan pengurus,yg memancing di air keruh,sy menduga juga beliau pencitraan yg sdh tdk berlaku saat skrg,,BERANI JUJUR HEBAT,,ucap bang aco

Mereka bangun taman tanpa memikirkan dampaknya seperti keselamatan, keamanan dan kesehatan anak yg bermain sebab disana sudah menjadi akses jalan motor warga berlalu lalang serta adanya proyek pembangunan tol yg menimbulkan debu.itupun hanya lantainya saja yg baru,alat2nya kbykan msh yg lama pemberian dr PJ gubernur saat itu.